Misteri Tanda Kedatangan Yesus di Bumi

Tulisan ini menceritakan akan kedatangan n.Isa (Yesus) ke Bumi, dimana sebagaian umat mempercayai tanda tetrad blood moon adalah tanda N.Isa (Yesus) kembali ke bumi, benarkah ? berikut ulasan kandungan di dalam Al-quran

Catatan:[Penting] Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


ARTI 89, ALQURAN DAN BLOOD MOON


Gerhana Bulan Darah_Benarkah Tanda Yesus Turun Ke Bumi_Perhatikan gambar diatas, 89 hari yang penuh makna, gerhana bulan total yang terjadi dalam selang waktu 89 hari sebelumnya patung Yesus tersambar petir dan nama YESUS juga berjumlah abjad 89, maka salah satu sebuah pembuktian RENUNGAN tentang al-quran tentang 89 ini adalah susunan surat ke 89 yaitu:Sūrat al-Fajr (Arabic: سورة الفجر‎ Sūrat ul-Faǧr, Perhatikan surat ke 89 dan perhatikan ayat ke 2 dari surat itu yang menyatakan 10 malam (tafsir silahkan membaca http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_surah.asp?SuratKe=89)

1    وَالْفَجْرِ    Demi fajar,  2    وَلَيَالٍعَشْرٍ  dan malam yang sepuluh, 3    وَالشَّفْعِوَالْوَتْرِ   dan yang genap dan yang ganjil, 4     وَاللَّيْلِإِذَايَسْرِ dan malam bila berlalu.
5    هَلْفِي ذَلِكَقَسَمٌلِّذِيحِجْرٍ       Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

Perhatikan bahwa susunan surat 89 ayat 1-5 (perhatikan dengan susunan jari Yesus yang tersambar petir) dan gerhana bulan terjadi dini hari sampai fajr, “Demi fajar,dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu.Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.


PENTING DAN PERTHATIKAN: Perhatikan kesemua peristiwa alam, benar dan tidak, kesemua ini adalah sebuah RENUNGAN semata, dan tafsir yang benar dari sebuah ayat suci alquran dapat dibaca sebagai tafsir ibn katsir atau  tafsir 2x yang lain. Tulisan ini hanya semata untuk renungan betapa kekuasaanNya senantiasa hadir di ruang hidup kita.


Perhatikan bahwa Al Quran surat ke 89 Al-Fajr :

  1. Ayat ke 1, “Demi fajar ” bahwa perhatikan gerhana bulan total terjadi dini hari sampai fajar (tempat dimana jari Yesus di sambar petir, brasil atau benua amerika)
  2. Ayat ke 2, “dan malam yang sepuluh” bahwa perhatikan angka 10 (mewakili 10 jari manusia), dengan nomor surat berjumlah 89, maka 89+10=99 yang berarti asmul husna sebagai nama-nama Allah ada pada jari-jari manusia yang ke sepuluhnya, sesuai dengan kehendakNya yang menjadikan manusia sebagai khalifah (Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata:  “Mengapa Engkau hendak menjadikan  di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman:  “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”) QS 2:30. Telapak manusia membentuk susunan angka arab 81 dan 18 dijumlahkan 81+18=99 (sumber blogspot.com)10_jari_jari_manusia_dan_telapak
  3. Perhatikan ayat ke 3 “dan yang genap dan yang ganjil,” adalah sebuah angka 89 yang ganjil dan 10 adalah genap, membentuk 89+10=99
  4. Perhatikan ayat ke 4 “dan malam bila berlalu.” merupakan rangakaian dari gerhana bulan total dari malam sampai fajar berlalu
  5. Perhatikan ayat ke 5 “Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.” maka sebuah memori tentang alam semesta dari mulai patung Yesus Tersambar Petir sampai 89 hari berikutnya terjadi gerhana bulan, maka sebuah ingatan akan Yesus atau N. Isa akan kembali ke Bumi sebagai janji yang benar

Mh 370 Tanda Bencana Besar


Begitu banyak berita demi berita palsu yang tidak diketahui motifnya, sebuah MH 370 adalah berita yang memang diberitakan dan didengar, dibaca dan dilihat jutaan manusia , tiada lain kesengajaan dari sang pencipta untuk menarik perhatian umat manusia akan sebuah kejadian besar yang akan datanglima_kejadian_dahsyat_99_2014kejadian_2014_88
Peristiwa Besar Di Dunia


Catatan:[Penting] Sebelum melihat, membaca atau menonton vidio yang ada di situs ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb Beda Paranormal VS Hamba Allah


Ilustrasi gambaran blood moon yang langka dan menjadi perhatian dunia,termasuk MH 370 yang hilang sampai saat ini

blood_moon_dan_mh_370_hilang_370_22

Penampakan gerhana bulan darah tgl 4-4-2015, diberbagai dunia seperti dibawah ini

blood_moon_4_4_2015Sebuah tragedi terjadi yang menunjukkan akan datangnya peristiwa besar diberikan sebuah iktibar ketika blood moon terjadi, helikopter pejabat malaysia jatuh tepat tgl 370+22 hari MH 370 hilang, blood_moon_dan_mh_370_hilang_370_22dan PM malaysia kembali berduka lagi, PM Malaysia Berduka atas Kecelakaan Helikopter Jamaluddin Jarjis

helikopter_jatuh_saat_blood_moon_4_4_2015Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun RazakPerdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak berduka atas kecelakaan helikopter yang merenggut enam nyawa. Salah satu dari enam korban tersebut adalah mantan Duta Besar Malaysia untuk Amerika Serikat Tan Sri Jamaluddin Jarjis. “Kepergiannya adalah tragedi yang mengerikan bagi bangsa dan saya sangat sedih atas apa yang telah terjadi,” kata Najib seperti dilansir thestar.com.my, Sabtu (4/4/2015) malam. Najib menilai, Jamaluddin merupakan sosok yang berjasa bagi bangsanya. Selama bertugas menjadi duta besar pada 2009 hingga 2012, Jamaluddin disebut andal memainkan peran penting dalam membangun hubungan baik dengan negeri Paman Sam tersebut. “Ia berbagi pendapat dan saran dengan saya,” kenang dia. Selain itu, Najib juga merasa kehilangan Kepala Sekretaris Pribadinya, Datuk Azlin Alias yang turut menjadi korban. “Dia rela untuk meninggalkan karirnya di dunia usaha untuk bergabung di dalam dunia pemerintahan. Azlin dapat dipercaya dan disukai oleh semua. Kematiannya adalah kerugian besar bagi saya. Dia telah membantu saya banyak di pemerintahan,” terang Najib. Najib langsung mendatangi lokasi kejadian jatuhnya helikopter di Semenyih, Kajang, Selangor begitu mendengar kabar duka itu. Sebanyak enam orang penumpang, meninggal setelah pulang dari resepsi pernikahan putri Najib, di Pekan, Pahang.

Dalam perjalanan dari Kuantan, menuju Sungai Besi, Subang, helikopter dilaporkan jatuh di perkebunan karet, sekria pukul 16.55 waktu setempat. Saksi mata mengaku, sebelum jatuh terjadi ledakan di udara. Enam orang korban, kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Kuala Lumpur. Otoritas setempat belum menyampaikan penyebab pastinya. Empat orang korban lainnya adalah Pengusaha Datuk Robert Tan, Cliff Fournier pilot dan pemilik Chempaka Aviation, Ajdiana Baizier, dan pengawal Raskan.
OJE

Tepat 24/3/2015 terjadi Pesawat German Jatuh dan sebelas (11) hari terjadi Blood Moon di tanggal kembar 4/4/2015, Terbukti Dari film diatas yang menunjukkan ALPEN hingga itulah gempa dahsyat nepal terjadi 7+7+7 hari setelah blood moon di tgl kembar 4-4-2014,

MH 370 Hilang Membentuk 99


adam_air_jatuh_dan_pesawat_malaysia_jatuh_99mh_370_hilang_dan_blood_moon

Perhatikan perbedaan gambar dua Blood Moon ini

Blood Moon 15-April-2014


gerhana_bulan_total_15_4_2014_4
Blood Moon 8-oktober-2014


Sesuai perhitungan astronomi yang dilakukan oleh nasa, maka Blood Moon (total lunar) berikutnya terjadi tgl 8-oktober-2014,

In 2014, there are two solar eclipses and two total lunar eclipses as follows. 2014 Apr 15: Total Lunar Eclipse
2014 Apr 29: Annular Solar Eclipse
2014 Oct 08: Total Lunar Eclipse
2014 Oct 23: Partial Solar Eclipse

NASA menyebutkan tetrad yang terjadi, yaitu Lunar Eclipse Tetrads

Lunar Eclipse Tetrads

total_lunar_tetradGerhana bulan yang terjadi pada tahun 2014 adalah yang pertama dari empat Total gerhana bulan berturut-turut – serangkaian dikenal sebagai tetrad .

gerhana_bulan_darah_8_10_2014

Dua Blood Moon 14-April-2014 & 8-oktober-2014 Sebagai Renungan


blood_moon_dan_mh_370_hilang_370_22

pesawat_malaysia_hilang_8_maret_2014Perhitungan yang telah dilakukan dan sudah dibuktikan keberadaannya, dua peristiwa alam ini adalah sarana bagi manusia untuk merenenungkan kekuasaanNya. Biasanya manusia hanya pandai menghitung, membuat alat dsb , namun kadang melupakan kejadian alam bahwa kejadian tsb adalah merupakan tanda kekuasaanNya, perhatikan gambar dibawah ini

dua_blood_moon_yang_anehSebuah hitungan yang tentunya pasti memiliki maksud dari sang pencipta Alam akan sebuah angka yang dapat dibaca oleh mausia yakni 99 dan 77 sebagai renungan akan terjadinya dua gerhana blood moon ini.

Apakah maksud renungan ini (99 dan 77) ?

Nilai 99 ini cukup terkenal dalam pandangan religi umat Islam yaitu sebagai Asmaul Husna atau nama-nama Tuhan sebanyak 99 nama Tuhan dan urutan Asmaul Husna yang ke 77 adalah

blood_moon_8_oktober_2014

77. Al Waali ( الوالي ) Yang Maha Memerintah


Allah yang maha menguasai, yaitu Dialah yang menguasai segala urusan hamba-hambaNya di alam semesta ini.

Sebuah renungan akan KekuasaanNya bahwa dengan dua blood moon ini ditunjukkanNya bahwa 99 adalah nama-namaNya, dan urutan ke 77 adalah yang maha menguasai termasuk bulan dan matahari yang diperintahkan untuk terjadi Blood moon sebagai sebuah tanda. Perhatikanlah Sebuah peristiwa 99 dan 77 yang lain dibawah ini

Sebuah 77 yang Universal


Aneh sebuah ketepatan yang tinggi, pasti ada yang mengatur secara detil dan rinci yaitu Allah swt, untuk mengingatkan akan sebuah peristiwa yang lebih besar, agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya dan tidak pula sombong dengan kecanggihan teknologi dan kepandainnya serta akalnya. Sebuah Gempa yang dahyast terjadi pada tgl kembar di kota meksiko

gempa_meksiko_7_7_2014

Air Asia dan Kode 77


Pesan sebelas hari kepada sang kekasih dan alamat rumah pramugari cantik ini adalah nomor 66 (kembar), hingga 11+66=77 adalah kode pesawat QZ 8501 yang hilang pada tgl 28-12-2014, seperti gambar berikut ini

air_asia_hilang_28_12_2014_QZ_8501dan benar terjadi sebagai peringatanNya, 77 hari setelahnya pesawat jupiter saling bertabrakan

Pesawat Jupiter Jatuh, 107 hari setelahnya HERKULES Jatuh


Pesawat ini bertabrakan terpaut 77 hari sebelumya air asia jatuh 28-des-2014, dan 77 ini merupakan sebuah ilustrasi yang telah tergambar sebelumnya ,…. baca Misteri Pramugari Cantik Air Asia Yang Jatuh yang memuat gambar gambar spt iniEmpat Pilot Pesawat Aerobatik TNI AU bertabrakan 15 3 2015Pesawat jatuh 15-3-2015 membentuk 1+5+3+2+0+1+5=17 merupakan kejadian yang menarik perhatian indonesia, karena jika A=1, B=2 …. INDONESIA=90 dan ajaib… sangat ajaib 17+90=107 … dari Pesawat Ini saling bertabrakan 15-3-2015, maka 107 hari beriktunya pesawat herkules jatuh 30-6-2015 dengan korban yang cukup besar, tidak hanya itu saja keajaiban ini terjadi, jika A=1, B=2 … JUPITER=HERKULES=99.

Ada apa dengan 77 yang runtun ?


Sebelum Tragedi Mina terjadi Crane Roboh


Jokowi Tiba di Jeddah Saat Crane Jatuh di Masjidil HaramPresiden ke 7 bertemu dengan Raja ke 7, Sesaat kemudian Crane Jatuh,

Apakah makna dari 77 yang bertemu kemudian sesaat berikutnya Crane Roboh ? tiada lain 7+7=14, mengacu pada quran surat ke 14 yang berisi 52 ayat sehingga sebagai satu-satunya surat yang berpola 14+52+66, adalah makna ketauhidan, agar memurnikan tauhid agar dapat menyelamatkan manusia,merupakan renungan akan sebuah makna quran surat ke 14 berisi 52 ayat di kenal sebagai surat Ibrahiim (bpk Tauhid), dimana oleh Allah ta’ala di takdirkan surat itu bernomor 14 dan memiliki ayat 52, yang merupakan satu-satunya pola no_surat+ayat adalah 14+52-66. Arti 66 sebagai Numerikal yang berarti bahwa dengan memurnikan Tauhid, maka manusia akan selamat, tertuang dalam vidio dalam era modern sebagai kisah nyata dengan bukti lengkap di abad modern

Makna yang dalam akan 66 ini muncul sebagai bagian sistem numerikal sederhana bahwa 1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11=66,dari deretan yang unik tentang memori”Keajaiban Angka 11 pada Al-Quran” dan telah dibuktikan bahwa Allah swt mentakdirkan angka 11 cukup siginifikasn pada al-quran sebagai bagian memori untuk manusia.

Sebelas (11) adalah jumlah pola SEBELAS terbanyak pada al-quran yang memiliki pola jumlah digit=11 berjumlah sebelas dan pola ini paling banyak di al-quran di banding pola lain

sebelas_11_NB: Jika A=1, B=2 … JOKOWIDODO=121

Sekali lagi hitung keteraturan ini, bahwa no surat digitnya di jumlahkan 1+0+1+3+1+7+1+8+2+0+3+1+6+3+9+0+1+0+2+1+0+5+1+0+6=62 dan jika ayatnya dijumlahkan keseluruhan berjumlah 59 yang terdiri dari semua jumlah ayatnya, 1+0+9+4+3+1+1+1+1+1+0+1+3+5+3+4+1+1+2+0+8+5+4=59, sehingga keseluruhan digit yang membentuk 62 dan 59 adalah 6+2+5+9=22

Allah swt yang menunjukkan keberadaanNya, saat AD Isarel serang gaza, maka terlihat tglnya 1+7+1+2+0+1+4=22, sebagaimmana perang itu sendiri yang membentuk 22, hingga 22 benar-benar nyata seperti dibawah iniperang_israel_gaza_tanda_2008_dan_2014

Perhatikan bahwa mereka memulai perang tgl 27/12/2008, sebuah kode aneh 2+7+1+2+2+0+0+8=22 dan kini mereka menyerang lagi tepat tgl 8/7/2014 dengan cara yang sama 8+7+2+0+1+4=22.

Sebuah perang yang aneh, karena dua kejadian ini dimulai dari tanggal-bln-tahun yang dijumlahkan semua berjumlah 22, dan sebuah jawaban dari langit akan tanda 22 ini, ketika satu demi satu pesawat jatuh membentuk simbol 22 yang aneh [Update … 22 ini muncul dan terbukti sebagai peristiwa besar dunia, lihat film ini, Dan Ajaib Sangat Ajaib …. bahwa Perang Israel-Gaza di awali 8/7/2014, maka 868 hari berikutnya Israel dilanda Kebakarann di hampir Seluruh Negeri Israel, tiada lain 8+6+8=22!

Sebuah pesan 22 yang universal, terdapat pada tujuh surat yang memiliki pola 22, seperti tabel dibawah initujuh_surat_22

Dan yang paling nyata tentang 22 ini adalah surat Muhammad yang ditakdirkan olehNyacover_22_surat_muhammad

merupakan peringatan bagi umat manusia, jumlahnya 154 merupakan memori

[15:4] Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.

dan deretan 1+2+3+4….+22=253, merupakan memori

[25:3] Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

Baik jumlah 154 maupun 253 membentuk 1+5+4=10 dan 253 juga membentuk 2+5+3=10 merupakan simbol dua jari manusia yang berjumlah 10 dengan memori yang unik Sebagai bagian dari keberadaanNya di muka bumi, quran surat ke 10 berisi 109 ayat yang membentuk 1+0+1+0+9=11 (SEBELAS) sebagai salah satu kunci kitabNYa


Perhatikan pola al-quran yang memiliki pola dibawah ini yang memuat 119 tiada lain 1+1+9=11 (SEBELAS) dalam bentuk lain

119_menjadi_99

Perhatikan nomor suratnya yaitu 10,36,83,89 …. dan jumlahkah digitnya membentuk , Nomor surat dari bentuk pola 119 menujukkan keteraturan sebagai iktibar, yaitu 10,36,83,89 kesemuanya membentuk 1+0+3+6+8+3+8+9=38 yang tercatat di Quran sebagai Surat ke 38 (Shod) berisi 88 ayat.

Huruf Shod adalah huruf yang ke 14, angka ini merujuk pada Surat ke 14 (Ibrahiim) berisi 52 ayat hingga 66=14+52 yang pada banyak pelajaran sebagai bapak Tauhid. Inilah muncul pada tahun 2010 dan tahun 2014
Contoh angka 14 yang lain adalah ketika Al-Quran di bakar di tgl 11, tepatnya 11-9-2010 yang membentuk 1+1+9+2+0+1+0=14, maka terdapat balasanNya

Sebagai numerikal yang khusus numerikal 11, bahwa semua bilangan sampai 11 berjumlah 66 = 1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11,dan 66 adalah bentuk pokok penting dari ketuhanan, sebagai satu-satunya surat yang memiliki pola nosurat+jumlah ayat=66 adalah surat ke 14 berisi 52 ayat, surah ibraahiim sebagai bapak Tauhid di tempatkan di no surat ke 14 dan berisi 52 ayat, sesehingga 66=14+52 merupakan salah satu konsep ketuhanan yang penting akan arti Tauhid. Arti 66 sebagai Numerikal yang berarti bahwa dengan memurnikan Tauhid, maka manusia akan selamat, tertuang dalam vidio dalam era modern sebagai kisah nyata dengan bukti lengkap di abad modern

 

MAKNA 99 YANG KHUSUS SEBAGAI ASMAUL HUSNA


Sebuah makna yang dalam dari angka 99 dari  patung Yesus Tersambar Petir dengan sebuah Surat di alquran, tiada lain itulah tanda KekuasaanNya. “Dengan sebuah ayat ke 2 berbunyi “malam yang sepuluh” , yang berarti 89+10=99 sebagai sebuah ingatan yang mudah merupakan Asmaul Husna. Perhatikan 89 ayat adalah angka ganjil dan 10 adalah angka genap”

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan/Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaa’ul husna (nama-nama yang baik).” – (Q.S. Thaa-Haa : 8) Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” – (Q.S Al-Israa’: 110) “Allah memiliki Asmaa’ ulHusna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama yang baik itu…” – (QS. Al-A’raaf : 180)


PENTING DAN PERHATIKAN: Perhatikan kesemua peristiwa alam, benar dan tidak, kesemua ini adalah sebuah RENUNGAN semata, dan tafsir yang benar dari sebuah ayat suci alquran dapat dibaca sebagai tafsir ibn katsir atau  tafsir 2x yang lain. Tulisan ini hanya semata untuk renungan betapa kekuasaanNya senantiasa hadir di ruang hidup kita.agaimana Yesus akan datang ke Bumi ? mengutip dari Harun Yahya

KEMBALINYA YESUS (N.ISA) KE BUMI


Yesus (as) Tidak Meninggal

Satu kajian ayat-ayat tentang Yesus (as) dalam Al-Qur’an menunjukkan bahwa Yesus (as) tidaklah meninggal ataupun dibunuh, tetapi dia telah diangkat ke haribaan Allah. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh ayat berikut:

Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Surat an-Nisaa’: 157-158)

Dalam beberapa terjemahan bahasa Inggris, kita mengetahui bahwa beberapa ayat lain yang diterjemahkan memberikan kesan bahwa Yesus (as) wafat sebelum dia diangkat ke haribaan Allah. Ayat-ayat ini adalah sebagai berikut:

(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku… (Surah Ali Imran: 55)

Pada surat al-Maa’idah ayat 117, peristiwa tersebut diceritakan dengan perkataan Yesus (as) yang juga diterjemahkan seperti itu, seolah-olah menyiratkan arti yang sama bahwa dia telah wafat:

“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu, ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (Surat al-Maa’idah: 117)

Meskipun demikian, makna bahasa Arab dari ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa Nabi Isa (as) tidak meninggal dalam arti yang kita pahami. Dalam bahasa Arab, kata yang diterjemahkan dalam ayat-ayat tersebut menjadi “meninggal” (to die) adalah kata “tawaffa” dan berasal dari kata “wafa – memenuhi/mengabulkan”. Tawaffa tidak berarti “kematian” tetapi merupakan aksi “penarikan jiwa kembali”, baik dalam keadaan tidur maupun meninggal. Juga dari Al-Qur’an, kita memahami bahwa “penarikan jiwa kembali” tidak serta merta bermakna kematian. Misalnya, dalam satu ayat di mana kata “tawaffa” digunakan, makna yang dimaksud bukanlah kematian seorang manusia, tetapi “penarikan jiwa dari tidurnya”:

Dan Dialah yang menidurkan kamu (yatawaffakum) di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (Surat al-An’aam: 60)

Kata yang digunakan untuk “menarik kembali” dalam ayat ini adalah sama dengan kata yang digunakan dalam surat Ali Imran ayat 55. Dengan kata lain, dalam kedua ayat tersebut, kata “tawaffa” digunakan dan maknanya jelas bahwa seseorang tidak mati dalam kondisi tidurnya. Karena itu, apa yang dimaksudkan di sini adalah “menarik jiwa kembali”. Makna yang sama juga berlaku pada ayat berikut:

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (Surat az-Zumar: 42)

Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat ini, Allah menarik jiwa orang yang sedang tidur, namun Dia mengirim kembali jiwa-jiwa tersebut kepada mereka yang waktu kematiannya belum ditentukan. Dalam konteks ini, dalam tidurnya, seseorang tidaklah wafat dalam arti kematian. Hanya untuk periode yang temporal, jiwa meninggalkan tubuh dan tetap pada dimensi yang lain. Ketika kita terbangun, jiwa pun kembali ke dalam tubuh. (Prof. Süleyman Ates, Yüce Kur’an’in Cagdas Tefsiri (The Contemporary Tafsir of the Holy Qur’an)

Imam al-Qurtubi menjelaskan bahwa ada tiga makna dalam istilah ‘wafat’: wafat kematian, wafat tidur, dan terakhir wafat diangkat kepada Allah, sebagaimana yang terjadi pada Nabi Isa (as). Kesimpulannya, kita dapat mengatakan bahwa Yesus (as) kemungkinan berada pada suatu tempat yang khusus, diangkat keharibaan Allah. Apa yang sebenarnya dia alami bukanlah kematian dalam arti yang biasa kita pahami, melainkan benar-benar merupakan suatu keberangkatan dari dimensi ini. Wallahu A’lam.

Yesus (as) Akan Kembali ke Bumi


Dari apa yang sejauh ini telah diterangkan, jelas bahwa Yesus (as) tidaklah meninggal, tetapi telah diangkat ke haribaan Allah. Meskipun demikian, ada satu poin lagi yang digarisbawahi oleh Al-Qur’an: Yesus (as) akan kembali ke bumi.

(1) Surat Ali Imran ayat 55 adalah satu dari ayat-ayat yang mengindikasikan bahwa Yesus (as) akan kembali:


 (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang kamu selalu berselisih padanya. (Surat Ali Imran: 55)

Pernyataan dalam ayat, “…dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat…” adalah penting. Ini merujuk kepada sekelompok orang yang secara teguh mengikuti Yesus (as) dan yang akan berada di atas orang-orang kafir sampai hari kiamat. Sekarang, siapakah orang-orang yang taat ini? Apakah mereka para murid (pengikut) Yesus (as) ataukah mereka adalah umat Nasrani yang ada pada saat ini?

Selama hidupnya, jumlah para pengikut Yesus (as) sangatlah sedikit. Setelah beliau tiada, esensi ajaran agamanya merosot secara drastis. Selain itu, orang-orang yang dikenal sebagai para murid Yesus (as) menghadapi tekanan yang sangat serius selama hidup. Selama dua abad berlalu, tanpa memiliki kekuatan politik, umat Nasrani yang masih mempunyai keimanan kepada Yesus (as) juga tertindas. Dalam hal ini, tidaklah mungkin bila dikatakan bahwa umat Nasrani terdahulu atau para pengikutnya selama periode tersebut secara fisik merupakan penguasa bagi orang-orang kafir di dunia. Kita secara logis mungkin berpikir bahwa ayat ini tidak dimaksudkan kepada mereka.

Sebaliknya, kita memperhatikan umat Nasrani kini, kita melihat bahwa esensi ajaran Nasrani telah mengalami banyak perubahan dan berbeda dengan ajaran Yesus (as) yang disampaikan kepada umat manusia pada saat itu. Umat Nasrani mengalami keyakinan yang menyimpang, yaitu bahwa Yesus (as) adalah anak Tuhan dan sama dengan diyakininya doktrin trinitas (Bapak, Anak, dan Roh Kudus). Dalam hal ini, tidaklah benar untuk menerima umat Nasrani kini sebagai para pengikut Yesus (as) yang taat. Dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa mereka yang memiliki keyakinan kepada trinitas adalah termasuk orang-orang kafir:

Sesungguhnya, kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwasannya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa…. (Surat al-Maa’idah: 73)

Dalam hal ini, komentar terhadap ayat, “…dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat” adalah sebagai berikut: pertama, disebutkan bahwa mereka ini adalah umat Islam yang benar-benar para pengikut sejati ajaran Yesus (Isa) (as) yang otentik; kedua, dikatakan bahwa mereka ini adalah umat Nasrani, baik yang menyembah berhala maupun tidak, dan yang diketahui mempunyai posisi dominan secara jumlah di dunia dewasa ini. Meskipun demikian, kelompok yang pertama dan kedua akan disatukan pada saat kedatangan Yesus (as) karena dia akan menghapuskan “Jizyah”. Artinya, dia tidak akan menerima umat Nasrani dan Yahudi yang memeluk agama selain agama Islam, dan kemudian dia akan mempersatukan seluruh umat yang beriman sebagai umat Islam. Nabi dan Rasul Allah terakhir, Muhammad (saw) juga telah memberikan kabar gembira akan kembalinya Yesus (as). Para ahli hadist (yang meriwayatkan sabda dan hadist Rasulullah (saw)) mengatakan bahwa ada satu hadist yang membahas masalah ini, di mana Rasulullah (saw) mengatakan bahwa Nabi Isa (as) akan turun sebagai pemimpin di antara umat manusia sebelum hari kiamat. Hadist ini sampai pada derajat mutawatir. Hal itu berarti hadist tersebut diriwayatkan oleh banyak orang dari setiap generasi para sahabat yang tidak mungkin diragukan lagi otentisitasnya. Seperti:

Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, “Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-ketengah kamu sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, akan membunuh babi, dan akan menghapuskan jizyah. Harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang akan menerimanya. Sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya”. (HR Bukhari) Jabir bin Abdullah berkata, “Saya mendengarkan Rasulullah bersabda, ‘Umatku tidak akan berhenti berperang untuk membela yang benar hingga datang hari kiamat’. Rasulullah lalu bersabda, ‘Kemudian, turunlah Isa bin Maryam dan pemimpin mereka berkata, ‘Ke sinilah dan pimpinlah kami dalam sembahyang’, namun dia akan berkata, ‘Tidak! Sebab sebagian kalian adalah pemimpin untuk sebagian yang lain, sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini'” (HR Muslim)

Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang nabi pun antara saya dan Isa. Sesungguhnya, dia akan turun ke bumi. Maka jika kalian melihatnya, kenalilah dia. Dia adalah seorang laki-laki dengan ukuran sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia memakai dua baju kuning terang. Kepalanya seakan-akan ada air yang mengalir walaupun sebenarnya ia tidak basah. Dia akan berperang melawan manusia untuk membela Islam. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah. Allah akan menghapuskan semua agama di zamannya kecuali Islam. Isa akan menghancurkan Dajjal dan dia akan hidup di bumi selama empat puluh tahun dan kemudian dia meninggal. Kaum muslimin akan menyembahyangkan jenazahnya”. (Abu Dawud)

(2) Di awal bab ini, kita telah menganalisis ayat 157-158 dari surat an-Nisaa’. Setelah kedua ayat tadi, Allah berfirman dalam surat an-Nisaa’ ayat 159:


 Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti, Isa itu akan menjadi saksi atas diri mereka. (Surat an-Nisaa’: 159)

Pernyataan di atas bahwa “kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya”adalah sangat penting untuk kita jelaskan. Beberapa orang ulama menyatakan bahwa kata “nya” dalam ayat ini digunakan pada Al-Qur’an dan kemudian menyebabkan interpetasi-interpetasi sebagai berikut: Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab yang akan beriman kepada Al-Qur’an sebelum dia (seseorang dari Ahli Kitab) wafat. Selain itu, dalam ayat 157 dan 158, dua ayat terdahulu, “nya” yang sama tanpa diragukan lagi merujuk kepada Yesus (as).

Surat an-Nisaa’ 157:

Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti prasangka belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Surat an-Nisaa’ 158:

Tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Selain ayat-ayat yang terdapat dalam surat an-Nisaa’ ini, tidak ada bukti lain yang menunjukkan bahwa “nya” yang dimaksudkan di sini adalah seseorang selain Yesus (as).

Surat an-Nisaa’ 159:

Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti, Isa itu akan menjadi saksi atas diri mereka. (Surat an-Nisaa’: 159)

Dalam Al-Qur’an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa pada hari kiamat,  “pada hari (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (Surat an-Nur: 24 dan Surat Yasiin: 65). Dari surat Fushshilat ayat 20-23, kita pahami bahwa pendengaran, penglihatan dan kulit akan memberi kesaksian atas kita. Tidak ada satu pun yang menyatakan bahwa “Al-Qur’an sebagai saksi”. Jika kita menerima bahwa “nya” atau “ia” dalam kalimat pertama merujuk pada Al-Qur’an —meskipun secara kaidah bahasa dan logika, kita tidak mempunyai bukti apapun— seharusnya kita juga menerima bahwa “dia” dalam kalimat kedua juga merujuk pada Al-Qur’an. Untuk bisa menerima ayat ini, seharusnya ada satu ayat yang secara eksplisit meneguhkan pandangan ini. Akan tetapi, Ibnu al-Jauzi telah mengemukakan pandangan para ahli tafsir dalam karya-karyanya.

Ketika kita merujuk kepada Al-Qur’an, kita mengetahui bahwa saat kata ganti orang yang sama digunakan dalam Al-Qur’an, pada umumnya akan menyebutkan kata Al-Qur’an sebelum atau setelah ayat sebagaimana yang terdapat pada surat an-Naml ayat 77 dan surat asy-Syu’araa ayat 192-196. Ayat tersebut menyebutkan secara langsung bahwa Ahli Kitab akan beriman kepada Yesus (as) dan bahwa Yesus (as) akan menjadi saksi atas mereka.

Poin kedua adalah tentang interpetasi dari ungkapan “sebelum dia wafat”. Beberapa orang berpendapat bahwa yang dimaksudkan di sini adalah “beriman kepada Yesus (as) sebelum kematian mereka sendiri”. Menurut interpetasi ini, setiap orang dari Ahli Kitab pasti akan beriman sebelum dia menghadapi saat kematiannya. Akan tetapi, di masa Yesus (as), kaum Yahudi yang dipastikan sebagai Ahli Kitab bukan hanya tidak beriman kepada Yesus (as), melainkan berusaha membunuhnya. Dengan kata lain, tidaklah masuk akal untuk mengatakan bahwa umat Yahudi dan Nasrani yang hidup dan wafat di masa Nabi Yesus (as) beriman kepadanya.

Kesimpulannya, ketika kita membuat suatu evaluasi mendalam tentang ayat tadi, kita akan sampai pada kesimpulan; sebelum kematian Yesus (as), semua Ahli Kitab akan beriman kepadanya. (Tafsir of Omer Nasuhi Bilmen)

Dalam makna sebenarnya, ayat tersebut mengungkapkan fakta yang jelas, yaitu sebagai berikut:

Pertama, terbukti bahwa ayat tersebut merujuk kepada masa yang akan datang karena ada penyebutan kematian Yesus (as). Akan tetapi Yesus (as) belum wafat, tetapi dia diangkat ke haribaan Allah. Yesus (as) akan datang kembali ke bumi, dia akan hidup selama waktu yang telah ditentukan dan kemudia wafat. Ini adalah peristiwa yang belum terjadi, tetapi pasti akan terjadi di masa yang akan datang.

Sebagai konsekuensi dari ungkapan “sebelum dia wafat” adalah suatu rujukan kepada Yesus (as). Para Ahli Kitab akan melihatnya, mengenalinya dan mentaatinya selama dia hidup. Sementara itu, Yesus (as) akan memberikan kesaksian atas mereka pada hari kiamat. Wallahu ‘alam.

(3) Akan kembalinya Yesus (as) ke bumi pada akhir zaman diterangkan dalam ayat lain pada surat za-Zukhruf ayat 61. Dimulai dari surat az-Zukhruf ayat 57, terdapat referensi tentang Yesus (as):


Maka tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaumnya (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar, Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun-temurun. (Surat az-Zukhruf: 57-60)

Setelah ayat-ayat ini, Allah menyatakan bahwa Yesus (as) merupakan salah satu tanda akan datangnya hari kiamat.

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (Surat az-Zukhruf: 61)

Ibnu al-Jauzi mengatakan bahwa arti pertama dari ayat ini adalah bahwa Yesus (as) merupakan salah satu tanda atau prasyarat akan datangnya hari kiamat. Kita bisa katakan bahwa ayat ini dengan jelas mengindikasikan bahwa Yesus (as) akan kembali ke bumi pada akhir zaman. Hal tersebut dikarenakan Yesus (as) telah hidup enam abad sebelum turunnya Al-Qur’an. Konsekuensinya, kita tidak dapat menginterpretasikan kedatangannya yang kali pertama sebagai tanda kiamat. Apa yang sebenarnya ingin diindikasikan oleh ayat ini adalah bahwa Yesus (as) akan kembali ke bumi pada akhir zaman, yang juga dapat dikatakan, selama periode akhir sebelum datangnya hari kiamat dan ini akan menjadi satu tanda terjadinya hari kiamat. Allah Yang Maha Mengetahui.

Bahasa Arab dari ayat,”Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat…”adalah “Wa innahu la ‘ilmun li’s-sa’ati…” Beberapa orang menginterpretasikan kata ganti “hu” (kata ganti untuk mudzakar) dalam ayat ini sebagai Al-Qur’an, namun ayat-ayat sebelumnya secara eksplisit mengindikasikan Yesus (as) sebagaimana disebutkan dalam ayat: “Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel…” (Prof. Süleyman Ates, Yüce Kur’an’in Cagdas Tefsiri (The Contemporary Tafsir of the Holy Qur’an, vol. 6, hlm. 4281))

Dalam Shahih Muslim juga dinyatakan bahwa hadist yang menyatakan bahwa Yesus (as) akan turun ke tengah-tengah umat manusia pada akhir zaman telah sampai pada derajat mutawir, yaitu diriwayatkan oleh banyak orang di setiap generasi para sahabat yang tidak mungkin diragukan lagi keotentikannya, dan disebutkan sebagai salah satu tanda utama akan datangnya hari kiamat. (Sahih Muslim, 2/58)

Hudzaifah bin Usaid al-Ghiffari mengatakan, “Rasulullah tiba-tiba menghampiri kami ketika kami sedang sibuk membahas beberapa masalah. Rasulullah lalu bersabda, ‘Sedang mendiskusikan apa kalian?’ Kami berkata, ‘Kami sedang membicarakan hari akhir (kiamat).’ Rasulullah lalu bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan tiba sebelum kalian semua melihat tanda-tandanya sebelum itu.’  Rasulullah lalu menyebutkan tanda-tanda kiamat itu berupa asap, Dajjal, binatang melata (daabbah), terbitnya matahari dari sebelah barat, turunnya Isa bin Maryam ke bumi, Ya’juj dan Ma’juj, dan terjadinya gerhana di tiga tempat (satu gerhana di sebelah timur, satu lagi di barat, dan satu lagi tanah Arab), dan akhirnya adalah keluarnya api dari Yaman dan menggiring manusia pada tempat berkumpul mereka .'” (HR Muslim)

(4) Ayat lain yang mengindikasikan kedatangan Yesus (as) adalah sebagai berikut;


(Ingatlah), ketika Malaikat berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.” Maryam berkata, “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh orang laki-laki pun?”

Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, “jadilah” lalu jadilah dia. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al-Kitab, hikmah, Taurat dan Injil…” (Surat Ali Imran: 45-48)

Dalam ayat tadi dijelaskan bahwa Allah akan mengajarkan kepada Yesus (Isa) (as) Injil, Taurat dan “Al-Kitab”. Tidak diragukan, kata “Kitab” ini adalah penting untuk dipertanyakan. Kita perhatikan ungkapan yang sama dalam surat al-Maa’idah ayat 110:

(Ingatlah) ketika Allah mengatakan, “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) ketika Aku mengajar kamu Al-Kitab, hikmah, Taurat dan Injil…” (Surat al-Maa’idah: 110)

Ketika kita analis kata “Kitab” dalam kedua ayat di atas, kita pahami bahwa “Kitab” yang dimaksud adalah Al-Qur’an. Apalagi, hanya ada satu kitab yang pasti di muka bumi ini selain Taurat, Zabur dan Injil. Di samping itu, dalam ayat lain dalam Al-Qur’an, selain untuk Taurat dan Injil, kata “Kitab” digunakan untuk mengindikasikan Al-Qur’an.

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. Dia menurunkan Al-Kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (Al-Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia dan Dia menurunkan Al-Furqaan…. (Surat Ali Imran: 2-4)

Dalam hal ini, kita pertimbangkan dengan baik bahwa kitab ketiga yang akan diajarkan Yesus (as) adalah Al-Qur’an dan kita dapat mengasumsikan bahwa ini memungkinkan hanya jika dia datang ke bumi. Yesus (as) hidup 600 tahun sebelum diturunkannya Al-Qur’an dan adalah tidak mungkin dia telah mengetahui Al-Qur’an sebelum diturunkannya. Dalam hal ini, bahwa dia akan mempelajari Al-Qur’an selama persinggahannya yang kedua di bumi merupakan suatu keterangan yang masuk akal. Ini juga diterangkan dalam hadits ahad berikut ini:

Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, “Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-tengah kamu sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib dan akan membunuh babi dan akan menghapuskan jizyah. Harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang akan menerimanya. Sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya.” (HR Bukhari)

Para ulama dan ilmuwan muslim mengatakan bahwa makna dari hadits tentang tindakannya sebagai seorang hakim/penguasa yang adil ini adalah bahwa dia akan mengambil keputusan sesuai dengan syariat Islam, dengan hukum-hukum dalam kitab Allah, Al-Qur’an dan dengan Sunnah rasul Allah yang terakhir, Muhammad (saw). Allah-lah Yang Maha Mengetahui.