~Terungkap Tanda Ilahi Sebelum Pesawat Adam Air Jatuh ~

adam_air_jatuh(In Memoriam Adam Air, Sumber Internet)

Kronologi Jatuhnya Pesawat AdamAir di Majene, Nurvita Indarini – detikcom, Jakarta – Tragedi jatuhnya pesawat AdamAir di perairan Majene, Sulawesi Barat, terjadi lebih dari setahun lalu. Meski demikian kemirisannya masih terasa hingga sekarang. Pesawat Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan DHI 574 yang melayani rute penerbangan Surabaya-Manado telah siap di Bandara Juanda Surabaya pada Senin 1 Januari 2007. Pukul 05.59 UTC atau 12.55 WIB pesawat tersebut lepas landas dengan mengangkut 102 orang. Diperkirakan pesawat tersebut mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado pukul 08.14 UTC atau 16.14 Wita. Namun tiba-tiba pesawat tersebut hilang kontak. Komunikasi terakhir adalah pada pukul 15.07 WITA atau 07.07 UTC. Saat itu, diduga pesawat naas ini berada di sekitar Rantepao, Tator.

adam_air_jatuh_peta(sumber gambar SCTV)

Mengutip wikipedia Adam Air Jatuh, Adam Air Penerbangan 574 (KI 574, DHI 574) adalah sebuah penerbangan domestik terjadwal Adam Air jurusan Jakarta-Surabaya-Manado, yang hilang dalam penerbangan setelah transit di Surabaya.Mengoreksi kekeliruan laporan sebelumnya, pesawat masih berstatus hilang. Kotak hitam ditemukan di kedalaman 2000 meter pada 28 Agustus 2007. Seluruh 102 orang di dalamnya tewas, angka kematian tertinggi dari setiap kecelakaan penerbangan yang melibatkan pesawat Boeing 737-400. Pada 25 Maret 2008, penyebab kecelakaan seperti yang diumumkan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS) dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat. Tragedi ini diangkat dalam Film Tragedi Penerbangan 574. Kecelakaan ini menjadikannya kecelakaan terburuk pertama Adam Air dalam kurun waktu 3 tahun sejarah perusahaan.

adam_air_jatuh_1_1_2007_mengapa_
Kecelakaan itu adalah salah satu dari beberapa kecelakaan transportasi, termasuk kecelakaan non-fatal berikutnya Adam Air Penerbangan 172, yang di antara mereka telah mengakibatkan reformasi keselamatan transportasi berskala besar di Indonesia, serta Amerika Serikat merendahkan peringkat keselamatan penerbangan Indonesia, dan seluruh maskapai Indonesia yang ditambahkan ke daftar maskapai penerbangan yang dilarang di Uni Eropa. Adam Air kemudian dilarang terbang oleh pemerintah Indonesia, dan kemudian akan menyatakan bangkrut.

Pesawat lepas landas pada pukul 12.55 WIB dari Bandara Juanda (SUB), Surabaya, Indonesia pada tanggal 1 Januari 2007. Seharusnya pesawat tiba di Bandara Sam Ratulangi (MDC), Manado pukul 16.14 WITA. Pesawat kemudian dilaporkan putus kontak dengan Pengatur lalu-lintas udara (ATC) Bandara Hasanuddin Makasar setelah kontak terakhir pada 14:53 WITA. Pada saat putus kontak, posisi pesawat berada pada jarak 85 mil laut barat laut Kota Makassar pada ketinggian 35.000 kaki.ilustrasi_adam_air
Pesawat ini membawa 96 orang penumpang. yang terdiri dari 85 dewasa, 7 anak-anak dan 4 bayi. Dipiloti oleh Kapten Refri Agustian Widodo dan co-pilot Yoga Susanto dan disertai pramugari Verawati Chatarina, Dina Oktarina, Nining Iriyani dan Ratih Sekar Sari. Pesawat tersebut juga membawa 3 warga Amerika Serikat.

Cuaca di daerah itu badai, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat bahwa ketebalan awan naik sampai 30.000 kaki (9.140 m) tinggi dan kecepatan angin pada rata-rata 30 knot (56 km / jam) dalam wilayah. Meskipun operator Bandara Juanda, PT Angkasa Pura I, telah memberikan peringatan kepada pilot mengenai kondisi cuaca, pesawat itu berangkat sesuai jadwal. Pesawat menabrak angin lebih dari 70 knot (130 km/jam) di atas Selat Makassar, sebelah barat Sulawesi, di mana ia mengubah arah timur, ke arah daratan sebelum kehilangan kontak. Dalam transmisi radio terakhirnya, pilot melaporkan angin yang akan datang dari kiri, tapi kontrol lalu lintas udara menyatakan bahwa angin harus datang dari kanan.cover_adam_air_99


Adam Air Jatuh tepat ditanggal 1-1-2007 merupakan sebuah peristiwa besar yang membentuk 1+1+2+0+0+7=11/SEBELAS, dan membentuk 99 dari tgl terjadinya dan keberangkatannya, . Adam air jatuh membentuk simbol 99 aagm_22sebagai tgl-bln-tahun terjadi yaitu 1-1-2007 dengan operasi sederhana dan mudah 1+1+2+0+0+7=11 dan berangkat dari kota besar SURABAYA yang merupakan susunan abjad S=19, U=21, R=18, A=1 … dst kesemuanya berjumlah 88 sehingga 11+88=99 Tahun 2007, pesawat demi pesawat bermasalah membentuk sebuah keunikan yang khas yaitu AAGM, Jika A=1, B=2 … AAGM=22 seperti dibawah ini

Sebelum dan Sesudah Adam Air Jatuh, Simbol kembar agar mudah di-ingat terus muncul agar tidak mudah di lupakan, sebelum Adam Air Jatuh, terjadi ledakan lumpur lapindo memuat 99, mengutip wikipedia cover_lumpur_lapindo_99“Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo (Lula) atau Lumpur Sidoarjo (Lusi), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.”

Jika A=1, B=2 … PORONG=85 dan meledak 22-11-2006 membentuk 2+2+1+1+2+0+0+6=14 sehingga 85+14=99

Setelah Adam Air Jatuh, terjadi Banjir Dahsyat Jakarta yang juga memuat 99, mengutip wikipedia “cover_banjir_jkt_2007_99Banjir Jakarta 2007 adalah bencana banjir yang menghantam Jakarta dan sekitarnya sejak 1 Februari 2007 malam hari. Selain sistem drainase yang buruk, banjir berawal dari hujan lebat yang berlangsung sejak sore hari tanggal 1 Februari hingga keesokan harinya tanggal 2 Februari, ditambah banyaknya volume air 13 sungai yang melintasi Jakarta yang berasal dari Bogor-Puncak-Cianjur, dan air laut yang sedang pasang, mengakibatkan hampir 60% wilayah DKI Jakarta terendam banjir dengan kedalaman mencapai hingga 5 meter di beberapa titik lokasi banjir.

Pantauan di 11 pos pengamatan hujan milik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menunjukkan, hujan yang terjadi pada Jumat, 2 Februari, malam lalu mencapai rata-rata 235 mm, bahkan tertinggi di stasiun pengamat Pondok Betung mencapai 340 mm. Hujan rata-rata di Jakarta yang mencapai 235 mm itu sebanding dengan periode ulang hujan 100 tahun dengan probabilitas kejadiannya 20 persen.

Banjir 2007 ini lebih luas dan lebih banyak memakan korban manusia dibandingkan bencana serupa yang melanda pada tahun 2002 dan 1996. Sedikitnya 80 orang dinyatakan tewas selama 10 hari karena terseret arus, tersengat listrik, atau sakit. Kerugian material akibat matinya perputaran bisnis mencapai triliunan rupiah, diperkirakan 4,3 triliun rupiah. Warga yang mengungsi mencapai 320.000 orang hingga 7 Februari 2007.”


Sebelum Adam Air Jatuh , terdapat empat peristiwa beruntun yang patut di renungkan yaitu

  1. Gempa Jogja 27-5-2006
  2. Lumpur Lapindo Mulai Menyembur 29-5-2006
  3. Merapi Meletus 14-6-2006
  4. Tsunami Pangandaran 17-7-2006empat_200688

Empat Peristiwa diatas membentuk sebuah memori untuk menyadarkan manusia akan keberadaanNya di muka bumi ini dengan sebuah misteri ilahi atas semua kejadian diatas, tersusun dalam tabel di bawah ini sebagai warning … surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT)

Ledakan Lumpur Lapindo 22-11-2006 yang membentuk 14, sehingga tahun 2006 semua peristiwa besar menjadi 88+14=102, seperti tabel dibawah ini

lima_peristiwa_besar_2006_siklus_sebelasDan…. Ajaib … bahwa lima peristiwa besar tahun 2006 berjumlah 102, mengacu pada surat al-quran ke 102 Surah At-Takasur التكاثر‎‎ Bermegah-megahan berisi 8 ayat yang memiliki pola yang sama dengan diatas, yaitu 1+0+2+8=SEBELAS

 

Ada apakah dengan11, 22 ini ?

 

Ada apa kah 11, 22 ? ikuti penjelasan berikutnya

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan