Misteri Aneh Tiga Burung Gagak Hitam

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


tiga_burung_melintasTigaBurung Hitam Melintas, Suasana Tenggulun Berubah Histeris

Sorot media nasional maupun internasional terus terberitakan secara intensif tentang masalah per-amoriz-an yang akan di eksekusi, Tinggal menghitung hari eksekusi amrozi cs,.

jelang_eksekusi_amroziSekali lagi tulisan ini bukanlah bentuk dukungan ataupun apapun terhadap kejadian yang dituliskan tetapi hanya merupakan sebuah keyakinan bahwa kejadian besar yang diberitakan terus menerus, sesungguhnya ada sebuah kandungan berita itu yang menjadi pelajaran dari Allah swt. [SEKALI LAGI BUKAN MENDUKUNG TERORIS dlsb]


Tepat 9-11-2008:

JAKARTA, MINGGU — Eksekusi terhadap tiga terpidana mati kasus bom Bali I telah dilakukan pada Minggu (9/11) pukul 00.15 di lembah Nirbaya, Nusakambangan. Namun, bagaimana kronologis eksekusi mati terhadap Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra? Menurut Kejaksaan Agung, Rabu, jaksa telah memberitahukan kepada ketiganya mengenai eksekusi yang akan dilakukan pada hari ini. Lalu, pada Jumat (7/11), mereka dipindahkan ke ruang isolasi. Pada saat itu jaksa telah menanyakan apakah mereka akan mengemukakan sesuatu. “Namun, para terpidana tidak mengemukakan apa pun,” ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Jasman Pandjahitan ketika konferensi pers di Kejagung, Minggu (9/11). Jaksa pelaksana putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dari pengadilan juga telah menemui keluarga Imam Samudra di Serang, Banten, serta Amrozi dan Ali Gufron di Lamongan untuk menyampaikan hal-hal yang terkait pelaksanaan eksekusi.

Minggu (9/11) pukul 23.15 para petugas, jaksa, eksekutor, polisi, dan dokter menjemput tiga terpidana mati untuk dibawa ke tempat eksekusi di lembah Nirbaya. Tempat itu letaknya 3 kilometer dari LP Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Lalu, pada 00.00 ketiga terpidana mati dieksekusi dengan cara ditembak oleh penembak jitu Brimob dan Polri. Eksekusinya disaksikan jaksa, dokter, dan rohaniawan. Beberapa saat kemudian, tim dokter menyatakan, ketiga terpidana telah meninggal. Pada 01.00 jenazah ketiganya dibawa ke poliklinik di LP Batu, Nusakambangan, untuk dilakukan otopsi dan menjahit luka tembak. Setelah itu dibawa keluarga untuk dimandikan dan dikafankan dengan menggunakan kafan yang dibawa keluarga. “Lalu, jenazah ketiganya dishalatkan di masjid yang ada di LP Batu, Nusakambangan,” kata Jasman.

Pada 05.45 jenazah diserahterimakan jaksa ke pilot yang akan mengantar jenazah ke keluarga masing-masing. Ada tiga helikopter yang dikerahkan untuk mengantar. Satu helikopter membawa jenazah Imam Samudra menuju Serang Banten. Dua helikopter diterbangkan ke Lamongan untuk mengangkut keluarga kakak beradik itu. Jenazah Imam Samudra sampai ke Mapolda Banten pada pukul 08.30. Sementara itu, jenazah Ali Gufron dan Amrozi tiba di Lamongan, Jawa Timur, pukul 08.05.

 

tiga_burung_melintas

TigaBurung Hitam Melintas, Suasana Tenggulun Berubah Histeris , Lamongan – Tepat pukul 08.55 WIB, Minggu (9/11/2008) sesaat menjelang kedatangan jenazah Amrozi dan Muklas, suasana di sekitar rumah Hj Tariyem mendadak berubah histeris. Selain suara tangis, sesekali juga terdengar pekikian, Allahu Akbar…. Allahu Akbar. Suasana itu terjadi saaat terlihat 3 burung berwarna hitam terbang di atas rumah ibunda Amrozi dan Muklas. Burung hitam yang datang secara tidak bersamaan itu bahkan sempat berputar-putar beberapa kali hingga akhirnya terbang berpencar.  Burung berwarna hitam itu oleh sebagian dianggap sebagai lambang kematian atau tanda orang meninggal dunia. “Allahu Akbar….Allahu Akbar. Itulah 3 mujahid,” teriak salah seorang pendukung Amrozi sambil menujuk burung yang terbang di angkasa. Tidak begitu lama kemudian, setelah berputar-putar hampir selama 5 menit, ketiga burung itu pun akhirnya terbang berpencar. Dua burung terbang ke arah timur dan satu lainnya terbang ke arah barat.(bdh/bdh)

Kejadian fenomena yang aneh bahwa Serangan ini terjadi tepat 1 tahun, 1 bulan dan 1 hari setelah Serangan 11 September ke menara WTC, Amerika Serikat…. sekali lagi Jika A=1, B=2 … KUTA=53 BALI=24 memuat 24+57=77 dan lamogan=77 serta Tenggulun = 121 (99+22)  di Eksekusi dari terjadinya 12-10-2002 ke 9-11-2008 adalah 2220 hari sebagai 99×22+42, hingga 77+42=119 yang menunjukkan keteraturan akan sebuah makna. Bahwa Jika A=1, B=2 … NUSAKAMBANGAN=119

119 adalah Makna Tidak Kekal


Ada apakah makna dari hal ini ? makna 119 tercatat pada 4 pola  quran yang memiliki ini

10 Surah Yunus ينوس Nabi Yunus 109 Mekkah
36 Surah Ya Sin يس Yaasiin 83 Mekkah
83 Surah Al-Tatfif المطفّفين Orang-orang yang curang 36 Mekkah
89 Surah Al-Fajr الفجر Fajar 30 Mekkah

Surat ke 10 berisi 109 ayat membentuk 119=10+109, kemudian surat ke 36 berisi 83 ayat sehingga 119=36+83, surat ke 83 berisi 36 ayat , membentuk 119=83+36, lalu surat ke 89 berisi 30 ayat membentuk 89+30=119, dan semua nomor surat tersebut berjumlah

10+36+83+89=218 merujuk pada kejadian bom bali dan amrozi di eksekusi

Bom Bali 12-10-2002 membentuk 1+2+1+2+0+0+2=8 dan di eksekusi 9-11-2008 membentuk 9+1+1+2+0+0+8=21 sehingga di ‘concat’ menjadi 218 merujuk pada ketetapanNya, bahwa manusia tidak-lah kekal sebagai iktibar bagi kita manusia, memori bahwa hidup tidaklah kekal abadi.

[21:8] Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. (QS 21:8)

Ket: Kami tidak menjadikan rasul-rasul itu memiliki tubuh yang berbeda dengan tubuh manusia pada umumnya, seperti tahan hidup tanpa makanan berhari-hari, misalnya. Dan mereka bukanlah orang-orang yang hidup abadi di dunia.

Nomor surat dari bentuk pola 119 menujukkan keteraturan sebagai iktibar, yaitu 10,36,83,89 kesemuanya membentuk 1+0+3+6+8+3+8+9=38 yang tercatat di Quran sebagai Surat ke 38 (Shod) berisi 88 ayat.

[38:88] Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi***

Ket:***

Kebenaran berita-berita Al Quran itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.

Syaikh As Sa’diy berkata, “Surat yang agung ini mengandung peringatan yang bijaksana, berita yang besar, penegakkan hujjah dan dalil bagi orang-orang yang mendustakan Al Qur’an dan menentangnya, serta mendustakan orang yang membawanya, sekaligus pemberitahuan tentang hamba-hamba Allah yang mukhlas, balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka. Oleh karena itu Allah bersumpah di awalnya, bahwa ia mengandung peringatan dan di akhirnya Allah menyifatinya bahwa ia peringatan bagi alam semesta. Demikian pula Allah Subhaanahu wa Ta’aala memperbanyak peringatan di antara awal dan akhir surat, seperti firman-Nya, “Wadzkur ‘abdnaa”, “Wadz kur ibaadanaa”, “Rahmatan min indinaa wa dzikraa”, dan “Haadzaa dzikr.” Ya Allah, ajarilah kami darinya sesuatu yang tidak kami ketahui, ingatkanlah kami sesuatu yang kami lupa, baik lupa dalam arti lalai maupun meninggalkannya.

Huruf Shod adalah huruf yang ke 14, angka ini merujuk pada Surat ke 14 (Ibrahiim) berisi 52 ayat hingga 66=14+52 yang pada banyak pelajaran sebagai bapak Tauhid. Inilah muncul pada tahun 2010 dan tahun 2014
Contoh numerikal 14 yang lain adalah ketika Al-Quran di bakar di tgl 11, tepatnya 11-9-2010 yang membentuk 1+1+9+2+0+1+0=14, maka terdapat balasanNya
Mengutip wikipedia:

Bom Bali 2002 (disebut juga Bom Bali I)adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.

Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri yang telah dibentuk untuk menangani kasus ini menyimpulkan, bom yang digunakan berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50-150 kg.

Kewarganegaraan Jumlah
Australia 88
Indonesia 38