Misteri DiBalik Malam Lailatul Qodar

Sebuah malam yang dicatat dalam al-quran dalam surat ke 97. AL QADR (KEMULIAAN) , إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – 97:1 Sahih International ” Indeed, We sent the Qur’an down during the Night of Decree. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – 97:2 and what can make you know what is the Night of Decree? لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ – 97:3 The Night of Decree is better than a thousand months. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ – 97:4 The angels and the Spirit descend therein by permission of their Lord for every matter. سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ – 97:5 Peace it is until the emergence of dawn.

Allah swt menjelaskan dalam al-quran tentang sebuah fenomena alam semesta, melalui malam yang dapat diamati dan dirasakan dan malam yang berbeda dengan malam-malam yang lain, jika dalam satu tahun 365 hari, maka hanya satu hari saja malam itu muncul, Malam Lailatul Qadar juga disebut malam yang lebih baik dari malam seribu bulan.

Tanda-tanda alam hadirnya Lailatu Qadar


Beberapa ciri datangnya malam Lailatul Qadar yang salah satunya adalah turun dimalam-malam ganjil pada 10 malam terakhir Ramadan. Berdasarkan hadis nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Bukhari, disebutkan lailatul qadar akan datang pada malam-malam Ramadhan di sepuluh hari terakhir.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari),

Rasulullah Muhammad SAW juga memberikan petunjuk bahwa malam lailatul qadar itu akan datang pada malam-malam gajil sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

حَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Di hadis yang lain, Rasulullah Muhammad SAW lebih rinci dalam memberikan petunjuk kapan malam lailatul qadar datang. الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki.  Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak dan ulama salaf lainnya.

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)“Diriwayatkan dari Abu Salamah RA, bahwa dia bertanya kepada Abu Sa’id ra mengenai Lailatul Qadr, kemudian Abi Sa’id mengatakan: Kami pernah beriktikaf bersama Nabi Saw pada sepuluh hari yang tengah di bulan Ramadan, kemudian pada pagi hari yang kedua puluh beliau keluar dan memberi tahu kami, ‘Aku telah diberi tahu tentang tanggal Lailatul Qadr, namun aku lupa, maka carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam yang gasal di akhir Ramadan. Aku bermimpi bahwa aku bersujud di tanah yang berair dan berlumpur, maka siapa yang telah beriktikaf dengan Rasulullah SAW, hendaklah ia kembali beriktikaf lagi (pada sepuluh malam yang akhir dan gasal tersebut).’ Kata Abu Sa’id RA: Kami kembali beriktikaf lagi tanpa melihat segumpal awan pun di langit, tiba-tiba awan muncul dan hujan pun turun sehingga air mengalir melalui atap masjid yang ketika itu terbuat dari pelepah pohon kurma, kemudian salat dilaksanakan. Saya melihat Rasulullah SAW bersujud di atas tanah yang berair dan berlumpur sehingga saya melihat bekas lumpur di dahi Rasulullah SAW.” (Hadis Riwayat Bukhari Nomor 2.016)

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA, dalam riwayat lain: Rasulullah SAW bersabda, ‘Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam Ramadan yang akhir, yaitu pada sembilan malam yang pertama (malam ke 21 sampai dengan 29) atau tujuh malam yang akhir (malam ke 23 sampai dengan akhir Ramadan).” (Hadis Riwayat Bukhari Nomor 2.022)

“Dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Carilah Lailatul Qadr pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadan.” (Hadis Riwayat Bukhari, I, kitab Al-Tarawih, hlm. 225)

“Dari Ibnu Umar RA, bahwa beberapa orang laki-laki diberi tahu Lailatul Qadr dalam mimpi pada tujuh terakhir (Ramadan), lalu Rasulullah SAW bersabda: Saya melihat mimpimu sekalian bertepatan dengn malam tujuh terakhir, barangsiapa mencarinya, maka carilah ia pada malam tujuh terakhir.” (Hadis Riwayat Muslim Nomor 205/1.165)

Rasul juga memberitahukan bahwa pada ciri lain Lailatul Qadar di antaranya suasana malam yang terang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung, tidak hujan dan berangin dan tidak ada bintang berjalan,” Saat malam Lailatul Qadar, udara terasa sejuk. Tidak panas dan tidak dingin. Suasananya sangat nyaman. Di malam itu tidak ada hawa yang gerah maupun terasa dingin.Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18/361, shahih).  dalam sebuah hadits, ”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin,matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

Malam saat Lailatul Qadar langit tampak cerah. Langit tampak terang dan terlihat indah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadlan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR. Muslim no. 762)

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban).

Misteri DiBalik Malam Lailatul Qodar


Tanda-tanda alam secara tidak sadar, manusia di minta untuk meneliti komunikasi efektif antara Allah swt dengan manusia pada kejadian lailatul qodar, teridentifikasi dalam fenomena alam sebagai hadis hadis yang menerangkan tanda-tanda alam.

Secara umum, pembahasan diatas merupakan dorongan motivasi agar mencari malam lailatul qodar, penjelasan yang jamak diatas, dapat dirangkaikan tanpa putus pada al-quran surat ke 44 yang juga menjelaskan sesuatu yang besar,

[44:3] sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.
 [44:4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah
[44:5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,
[44:6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
[44:7] Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
[44:8] Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.
[44:9] Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan.
[44:10] Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata
[44:11] yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.

Pembahasan malam lailatul qodar sebagai sesuatu yang besar pada dua sisi, yaitu sisi pertama bagi kaum muslimin, maka malam itu sesuai hadis “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)“, sisi yang lain adalah bagi manusia, setelahnya sebagai penegasan akan peringatanNya, إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ – 44:3 Indeed, We sent it down during a blessed night. Indeed, We were to warn [mankind].

Sebuah peristiwa besar terjadi tahun 2004, ramahdan hari ke 29, mengutip,/www.al-habib.info,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1425 H Jum’at 12 November 2004

dan tepat 12-november-2004, entah kebetulan atau tidak, maka 44 hari (bandingkan dengan surat ke 44 diatas, إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ – 44:3, setelahnya peristiwa yang dahsyat terjadi, yang akan di kenang dari generasi ke generasi, 

Peristiwa sangat dahsyat yang terjadi hingga di kenang sampai kini dan mungkin dari generasi ke generasi, kemudian  berulang-ulang terjadi, dalam rentang kembar yang mengingatkan, yakni setelahnya 517 hari (dalam rentang kembar, agar mudah di-ingat, 99+99+99+99+99+22 hari, terjadi gempa dahsyat di yogyakarta 27-mei-2006, Setiap tahun dua kejadian besar dikenang ini muncul sebagai dalam simbol unik dan kembar yaitu 27-mei, maka 99+114 hari setelahnya 26-desember, sebagai 99 dan 114 (memori jumlah surat dalam al-quran)

secara runtun terjadi, hingga dalam rentang kembar yang lain terjadi lagi dan di kenang sebagai gempa terdahsyat dalam sejarah jepang yakni Tsunami Jepang 11-maret-2011 terhitung dalam rentang kembar agar mudah di ingat, 1749 hari atau dlam rentang kembar yang mengingatkan 99×17+66 hari adalah 1749.

Tahun 2006 yang berlalu, setelah Gempa Jogja terjadi, maka munculah Lumpur Lapindo yang meledak di tgl bulan kembar agar mudah di ingat yaitu meledak 22-11-2006, sebagai memori ramdhan hari ke 29, jatuh pada tgl 22-10-2006, hingga sebulan kemudian 22 muncul kembali, yaitu tgl 22-11-2006, lumpur lapindo meledak

 

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1426 H Rabu 02 November 2005

Tanggal 2-11-2005 adalah ramdhan hari ke 29, dan sama seperti diatas, maka dalam rentang kembar yang mudah di-ingat yaitu 114+99+44 hari berikutnya terjadi Tsunami Pangandaran 17-7-2006, yang di dahului dengan letusan merapi seperti gambar dibawah ini , G. Merapi meletus dahsyat 14-juni-2006, hingga 33 hari (dari 114+99+11 ramadhan hari ke 29, 2-nov-2005) , merapi meletus dahsyat dan kemudian 33 hari berikutnya terjadi tsunami pangandaran 17-7-2006

Sebagai bagian memori dua sisi yang dijelaskan diatas, maka surat 97. AL QADR (KEMULIAAN) , berisi 5 ayat sebagai memori bahwa 97+5=102 merupakan memori dalam rangkaian yang terjadi di tahun 2006, yang menuju pada memori lain surat ke 102, 102. AT TAKAATSUR (BERMEGAH-MEGAHAN)  berisi 8 ayat sebagai memori digit tunggal 1+0+2+8=SEBELAS yang benar terjadi di tahun 2009

Hingga runtun dan terjadi dari yang kembar mengingatkan agar dapat di kenang sebagai sarana untuk mendekatkan diri padaNya, setelah maka di tahun 2006, lapindo  meledak di tgl bulan kembar 22-11-2006, maka beruntun terjadi, 1-1-2007 Adam Air Jatuh, kemudian 2-2-2007 Jakarta Banjir Besar dan 3-3-2007 NTT longsor, hingga beruntun dalam waktu yang dekat 6-3-2007 Gempa Sumbar lalu di tutup dengan 7-3-2007 Garuda Jatuh (semua telah diperingatkan sebelum terjadinya agar korban dapar di minimalkan dalam bingkai bacalah 22)

Tahun 2008, kejadian yang berulang terjadi, di Indonesia dalam rentang 114+99 =213 hari, dalam memori 27-mei kemudian 213 hari 26-desember: dua peristiwa terjadi (Tsunami Aceh dan Gempa Jogja), maka hal ini terjadi lagi dan merupakan Gempa paling dahsyat yang menimpa Cina di abad modern, yg di dahului dengan peristiwa di Indonesia

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1428 H Kamis 11 Oktober 2007

Tercatat 11-oktober-2007, sebagai ramadhan hari ke 29, maka 213 (114+99) terjadi Vihara terbakar, hingga esoknya Gempa paling dahsyat dalam era modern, terjadi di China

Sekali lagi, peristiwa demi peristiwa kembar, muncul sebelumnya, hingga benar terjadi gempa dahsyat yang menewaskan ratusan ribu orang

Pada peristiwa lain yang terjadi pula tahun 2009,merupakan rangkaian kembar dari gempa china tersebut, sesuai ilustrasi gambar dibawah ini, yaitu 99+99+99+22 hari, setelah gempa dahsyat di China, maka terjadilah ‘Tsunami Jakarta’ waduk situ gintung jebol 27-maret-2009, hingga terjadilah gempa padang dari kembar yang mengingatkan, 99+88 hari terjadi Gempa Dahsyat di Padang  30-9-2009

Berikut mengutip penanggalan,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1430 H Sabtu 19 September 2009

maka SEBELAS hari, 11 hari setelahnya, tgl 30-9-2009 terjadilah peristiwa dahsyat yang muncul lagi, sebuah keteraturanNya dimulai dari 44, 11 sebagai bentuk kembar agar mudah di-ingat-ingat sebagai bagian sarana untuk mendekatkan diri padaNya, makna SEBELAS ini adalah dalam simbol yang mudah dan jelas pada gambar dibawah ini surat 97. AL QADR (KEMULIAAN) , berisi 5 ayat sebagai memori bahwa 97+5=102 merupakan memori dalam rangkaian yang terjadi di tahun 2006, yang menuju pada memori lain surat ke 102, 102. AT TAKAATSUR (BERMEGAH-MEGAHAN)  berisi 8 ayat sebagai memori digit tunggal 1+0+2+8=SEBELAS

Ramadhan berlalu, hingga muncul syawal, mengutip penanggalan,

Awal Bulan Syawwal 1 Syawwal 1430 H Ahad 20 September 2009

Sebagai memori jumlah surat dalam al-quran 114, maka terjadilah peristiwa yang dahsyat setelahnya, 114 hari di belahan bumi amerika (perbedaan waktu, pagi hari-malam), mengacu pada ramdahan ke 29, maka 114 hari adalah 12-1-2010, sebagai gempa paling dahsyat dunia #1,

 

Kejadian demi kejadian besar di atas terjadi dalam tentang kembar (mudah di-ingat) sebagai sarana introspeksi bagi manusia agar senantiasa mendekatkan diri padaNya, tahun 2010, rentang kembar yang pendek terjadi untuk menarik perhatian manusia,

Hingga merapi meletus dahsyat dalam rentang kembar yang mengingatkan terjadi 26-10-2010, seperti berikut ini

Hingga merapi meletus Dahsyat yang membentuk simbol 22 seperti dibawah ini, dan berulang-ulang muncul dalam G. Kelud

Tahun 2010, mengutip penanggalan,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1431 H Rabu 08 September 2010

Tiba-tiba saja dunia heboh, karena terjadi pembakaran al-quran di Amerika, 11-9-2010 atau tepatnya TIGA hari setelah malam 29 ramadhan, hingga 44 hari setelahnya kejadian besar beruntun terjadi, yaitu terjadi 25-10-2010, Tsunami Mentawai dilanjutkan dengan G.Merapi meletus sangat dahsyat

Hingga setelahnya (pembakaran al-quran terjadi) maka kejadian demi kejadian besar beruntun terjadi, sampai tsunami japan dst dan entah kebetulan atau tidak, semua terjadi di tanggal kembar (agar tidak mudah dilupakan), sebagai firman Allah swt إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ – 44:3  [44:3] sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

Pada satu sisi malam yang penuh berkah bagi kaum muslim (sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi) , pada sisi yang lain, saat al-quran dibakar, maka Allah swt memberikan peringatanNya (dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.)

Tiga hari setelah bulan ramahdan hari ke 29, tiba-tiba al-quran dibakar dan di organisir secara nyata, maka Allah swt memberikan tanda demi tandaNya

 

Apakah terus berlangsung ? kita lihat tahun 2014, menurut penanggalan,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1434 H Rabu 07 Agustus 2013

Tepat 7-agustus-2013, maka kembali 213 muncul lagi (bandingkan dengan 213 diatas), yaitu 99+114 setelah 7 agustus 2013, maka peristiwa dahsyat terjadi dan menjadi misteri sampai saat ini, yakni 99+114 hari setelah ramadhan hari ke 29, jatuh pada 8-maret-2014, sebagai hari Hilangnya MH 370 yang tanpa bekas

Hingga dalam rentang kembar yang mengingatkan seperti dalam gambar dibawah ini

Dan tahun 2014 peristiwa demi peristiwa terjadi, membentuk rentang yang kembar agar mudah di-ingat-ingatdan khusus dalam lintasan di Indonesia, peristiwa ini membingkai dalam bentuk yang mirip, seperti dibawah iniHingga akhirnya muncul gempa kembar di tgl bulan kembar 22-11-2014 (bandingkan dengan ledakan lapindo), dan akhirnya menjelma menjadi gempa nepal yang sangat dahsyat

Perhatikan sekali lagi, mengutip penanggalan,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1435 H Ahad 27 Juli 2014

Adakah peristiwa besar terjadi dalam rentang kembar yang mengingatkan ? ya… itulah 27-juli-2014, maka 154 hari (99+55) hari setelahnya terjadilah 28-12-2014, Air Asia Jatuh dan membawa sesuatu yang kembar

Apakah misteri malam lailatu qodar dan setelahnya benar seperti diatas ? wallau’alam bishowab, dibalik malam lailatul qodar terdapat dua sisi yang perlu di gali lagi, sebagai contoh peristwa besar di tanah suci yang sempat membuat perenungan yang sangat dalam, yaitu

10 Hari Terakhir Ramadhan 22 Ramadhan 1436 H Kamis 09 Juli 2015

Tanggal 22 ramadhan, jatuh pada 9-juli-2015, dan 77 hari setelahnya tepat tgl 24-9-2015 terjadi tragedi Mina, dengan diberikan peringatan sebelumnya yakni Pres ke 7 bertemu raja ke 7, saat 11-9-2015, Crane Roboh

Dibalik malam lailatul qodar, maka satu sisi adalah berkah dan rahmad, di sisi lain peringatanNya sebagai bagian agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya, dibalik gelapnya malam, disitulah terangnya agar senantiasa mempelajari fenomena demi fenomena yang terjadi di dunia… bagaimana dengan tahun 2016, 2017 dan 2018 ?, Sebagai sesuatu yang mudah dan berulang-ulang terjadi di tgl – bulan kembar 22-11-2016, kembali terjadi

Lalu di Amerika badai demi badai dahsyat terjadi, dalam rentang yang mengingatkan sebagai sarana agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya

 

Kesimpulan dari malam lailatul qodar sebagai tanda-tanda alam semesta, agar mempelajari tanda fenomena alam sebagai bagian dari malam yang penuh kemulyaan, disamping itu juga membawa kabar peringatan yang nyata, sebagai al-quran itu sendiri


إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ – 38:87, Sahih International It is but a reminder to the worlds., [38:87] Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ – 38:88 Sahih International And you will surely know [the truth of] its information after a time.”  38:88] Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi


SubhanAllah, bahwa hal ini merupakan rangkaian yang benar dalam lailatul qodar, penuh hikmah dan malam kemulyaan, hingga berbobot 1000 bulan, dan dengan penegasan, yang sempurna, dua peristiwa yang runtun terjadi setelahnya, pada surat [44:3]

  • sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi
  • dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 6:48) Katakanlah:”Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. 16:102) “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. 36:11) Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” (QS. 33:45) “Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” (QS. 25:56)

Iklan

Misteri Rahasia Ilahi : Super Blue Blood Moon sebuah Siklus

Sebuah peristiwa alam yang terjadi, Rabu (31/1/2018), peristiwa penting akan terjadi. Bulan menunjukkan tiga fenomena sekaligus, yaitu supermoon, blue moon, dan gerhana bulan, yang dijuluki NASA sebagai fenomena super blue blood moon.

Fenomena langka yang dapat diamati di Indonesia tersebut muncul karena Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis. Saat itu, Bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, “Kejadian ini sangat langka. Fenomena ini hanya terulang lebih dari 100 tahun lagi,”

1. Pernah Terjadi 152 Tahun Lalu

Menurut siaran pers yang dipublikasikan oleh Lapan, Super Blue Blood Moon ini termasuk langka karena terakhir kali terjadi sekitar 152 tahun lalu lalu. Dikutip dari Channel News Asia, Super Blue Blood Moon pernah terjadi pada 31 Maret 1866 serta saat itu bisa dilihat dari Amerika Serikat dan Amerika Utara.blood_moon

2. Gabungkan 3 Fenomena Alam

Gerhana Bulan kali ini menggabungkan tiga fenomena alam sekaligus sehingga disebut sebagai Super Blue Blood Moon. Fenomena pertama adalah Supermoon. Disebut demikian, karena Bulan masih berada di titik terdekatnya dengan Bumi. Dengan begitu, Bulan akan terlihat lebih besar dan bercahaya dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Kemudian, fenomena alam yang kedua adalah Bluemoon. Disebut Blue Moon karena merupakan Bulan purnama kedua pada Januari. Sekadar diketahui, Bulan purnama pada bulan ini sebelumnya juga terjadi pada 1 Januari. Fenomena selanjutnya adalah Gerhana Bulan total, yang sering disebut Blood Moon, sebab saat Gerhana Total, Bulan tampak berwarna merah darah karena cahayanya ditapis sedemikian rupa oleh atmosfer Bumi.

3. Proses Gerhana Super Blue Blood Moon

Mengutip Lapan, Gerhana Bulan terjadi saat Bulan purnama Bumi menutupi Bulan sehingga Bulan tertutupi oleh bayangan Bumi. Orbit Bulan mengelilingi Bumi berbentuk elips sehingga jarak Bumi dengan Bulan selalu berubah, dan saat Bulan berada di titik terdekat (perigee) dengan Bumi bertepatan dengan Bulan purnama terjadilah supermoon.


Sebuah peristiwa alam yang biasa terjadi, dan dibalik itu semua, simbol demi simbol yang pernah terjadi tahun 2015 saat blood moon terjadi, hingga kini menjadi misteri, sebuah pesawat hilang tanpa bekas hingga kini mengiringi terjadinya bloodmoon

Hingga akhirnya benar-benar terjadi saat Pres ke 7 bertemu Raja ke 7, terjadilah Crane Roboh 11-9-2015, kemudian 13 hari setelahnya 24-9-2015 terjadi tragedi Mina, lihat vidio dibawah ini

Tahun 2018


Di tanggal kembar yang mudah di-ingat 22-1-2018, sebuah LRT roboh yang memuat 77 yang sama, sebagai memori beberapa waktu sebelum dalam bingkai siklus yang berulang-ulang agar manusia memahaminya

Kini, 31-1-2018 terjadi peristiwa serupa, apakah akan terulang lagi ? sebagai sarana instrospeksi bagi manusia akan peristiwa demi peristiwa penting di dunia, pada hakikatnya adalah peringatanNya di dunia ini, lihat vidio di bawah ini