Terungkap Tanda Misterius G Merapi


Gunung merapi, mengutip wikipedia, Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu awan_panas_merapi_14_6_2006_mbah_marijan_selamatgunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.play_vidio_youtube
Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh pemukiman yang sangat padat. Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat pemukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak.

Letusan Besar Merapi 2006


Pada kasus merapi, letusan ini cukup mengundang perhatian disebabkan letak merapi di pusat pulau jawa.(sumber gambar) foto_merapi_tempoMengutip dari wikipedia: Gunung Merapi adalah gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Gunung ini terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa. Puncak yang sekarang ini tidak ditumbuhi vegetasi karena aktivitas vulkanik tinggi. Puncak ini tumbuh di sisi barat daya puncak Gunung Batulawang yang lebih tua.

Tanda Letusan Merapi Semakin Terlihat 12 Mei 2006


Pada tahun 2006 lalu, letusan merapi membuat fokus perhatian yang besar dikarenakan sosok penunggu merapi membuat merapi_2006kontroversi dengan melawan perintah Raja, yakni : [S] 12:12 Sultan Perintahkan Juru Kunci Merapi Ikut Mengungsi, tetapi penunggu merapi tidak mau ikut mengungsi: [M] 12:47 Mbah Marijan Ngaku Dapat Wangsit: Merapi Tidak Berbahaya

Perintah Sultan yogyakarta merupakan langkah dari pantauan secara ilmiah akan terjadinya gunung merapi yang akan meletus, [ K] 15:25 Kalla Minta Separo Warga Lereng Merapi Radius 12 Km Dievakuasi, [G] 18:50 Gubernur Jateng: Tanda Letusan Merapi Makin Kelihatan, [G] 10:10 Guguran Lava Pijar Merapi 1 Km, Warga Dievakuasi Besar-besaran, [S] 10:25 Status Gunung Merapi Awas!, [E] 21:36 Evakuasi Total Warga Lereng Merapi Terus Berlangsung, [M] 09:07 Merapi Tunggu Letusan Besar,[G] 11:18 Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Terbesar, [M] 11:43 Merapi Terus-Menerus Keluarkan Awan Panas, [S] 19:28 SBY akan Bermalam Bersama Pengungsi Merapi, [S] 16:41 SBY Tidur di Tenda, Tapi Pakai Springbed, [S] 20:45 SBY: Salam Buat Mbah Marijan

Status Merapi Turun Menjadi Siaga 13-Juni-2006

Selasa, 13/06/2006,


[S] 18:07 Status Merapi Turun Jadi Siaga, Bagus Kurniawan – detikcom, Yogyakarta – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, play_vidio_youtubeBadan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menurunkan status Merapi menjadi Siaga pada pukul 11.00 WIB, Selasa (13/6/2006).Sebelumnya, selama sebulan Merapi berstatus Awas…..[L] 11:45 Luncuran Wedhus Gembel Merapi Semakin Pendek

Sehari Setelah Status di Turunkan, Merapi Meletus Tiba-tiba, Rabu, 14/06/2006,


[R] 11:19 Ribuan Pengungsi Merapi Tinggalkan Barak,[ L] 15:33 Luncuran Awan Panas Panikkan Warga Lereng Merapi,wedus-gembel-saat-letusan-gunung-merapi-tahun-2006_ A] 16:02 Awan Panas Merapi Dekati Pemukiman, Warga Diungsikan Lagi,[S] 16:46 Siaga Merapi Berumur Sehari, Sekarang Awas Lagi,

  • Bagus Kurniawan – detikcom Yogyakarta – Status Gunung Merapi kembali berubah dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Setelah kemarin dinyatakan berstatus Siaga, mulai pukul 15.00 WIB, status Gunung Merapi kembali menjadi Awas., Korban berada di bungker , Warga yang baru saja tiba dari pengungsian tadi pagi kembali panik dengan datanganya awan panas secara tiba-tiba dengan ukuran besar ini. Tim SAR sampai saat ini masih sibuk melakukan koordinasi. (jon)

Merapi Membawa Korban, Rabu, 14/06/2006,


[G] 17:04 Geolog: Aktivitas Merapi Memang Sangat Fluktuatif, [I] 17:20 Indonesia ‘Terikat’ Sabuk Gunung Berapi Aktif, [A] 17:22 Abu Merapi bungker_merapiMencurah Pekat, Jarak Pandang Hanya 1 Meter, [ P] 17:43 Pengungsi Merapi Balik ke Barak dengan Bungkusan Seadanya, [A] 17:47 Aktivitas Gunung Berapi Memang Unpredictable, [A] 18:29 Awan Panas Merapi Capai 6 Km Hingga Dusun Kalitengah, [L] 19:48 Listrik Mati, Evakuasi Warga Merapi Terhambat, [A] 20:31 Awan Panas Meluncur, Hutan di Lereng Merapi Terbakar, [A] 20:46 Awan Panas Merapi Bergulung-gulung dan Bergemuruh, [R] 20:47 Rumah Mbah Marijan Nyaris Dihantam Lahar Panas Merapi, [M] 21:15 Mbah Marijan Bertahan di Kinahrejo, Dikawal 15 Orang, [ D] 21:57 Dikepung Lahar Panas, 2 Orang Terjebak di Bunker Kaliadem

Merapi Meletus dengan Luncuran Awan Panas, Kamis, 15/06/2006


[M] 06:06 Merapi Masih Luncurkan Awan Panas, [T] 06:34 Terjebak di Bunker Kaliadem, 2 Orang Belum Berhasil Dievakuasi, [ A] 06:46 Awan Panas Skala Besar Meluncur Setiap Setengah Jam, [A] 09:39 Alat Berat Evakuasi 3 Warga yang Terjebak di Bunker Merapi, [K] 09:54 Kaliadem dan Bebeng Porak – poranda Diterjang Lahar Panas, [L] 10:30 Lahar Membara Sulitkan Evakuasi Warga Kaliadem, [ A] 11:46 Awan Panas Berukuran Besar Meluncur 4,5 Km ke Kali Gendol, [B] 12:05 BPPTK Harus Hati-hati Putuskan Status Merapi, [S] 12:06 Status Merapi Meleset, DPR Minta BPPTK Dibekali Alat Canggih,

SISMOGRAF_BPPTKStatus Merapi Meleset, DPR Minta BPPTK Dibekali Alat Canggih

Jakarta – Ramalan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) soal Gunung Merapi yang meleset disesali anggota DPR. BPPTK harusnya lebih jeli dalam menjalankan tugas. Dengan demikian, BPPTK bisa menginformasikan hasil penelitiannya dengan benar dan tidak mengeluarkan pengumuman yang salah.

“Sebelum dilakukan pengumuman harus diteliti lebih detil. Namun karena keterbatasan peralatan teknologi bisa dipahami,” kata anggota FPKS Wahyudin Munawir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6/2006). Wahyudin menambahkan, BPPTK juga harus meningkatkan tenaga ahli dan menambah teknologinya dengan peralatan canggih untuk meneliti gerakan dan gejala-gejala kegunungapian di Indonesia. Sehingga setiap terjadi ancaman bisa diprediksi secara detil dan baik. “Pemerintah harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menambah tenaga ahli dan teknologi, dan kemampuan masyarakatnya,” kata dia. Wakil Ketua Komisi VII Sony Keraf menilai, apa yang disampaikan BPPTK dengan menurunkan status Merapi dari Awas ke Siaga diyakini sudah melalui proses penelitian yang mendalam. Namun jika ternyata terjadi hal lain di luar prediksi, itu dinilai di luar kemampuan BPPTK. “Saya kira yang mereka sampaikan sudah melalui pengkajian ilmiah, tapi kalau kejadiannya lain, berarti ada faktor lain.

Kita tidak mampu mengatasinya,” kata Keraf. Karena itu ia menyarankan agar pemerintah mengkoordinasikan seluruh lembaga penelitian di bawah Kementerian Ristek. Ini penting untuk efisiensi anggaran dan pencapaian target.

Evakuasi Korban Letusan Merapi, Kamis, 15/06/2006


[E] 14:00 Evakuasi Warga Terjebak, 2 Backhoe Keruk Bunker Kaliadem, [A] 15:04 Awan Panas Besar Meluncur ke Kali Gendol,evakuasi_korban Tim SAR Kaliadem Panik, [E] 15:27 Evakuasi 2 Orang Terjebak dalam Bunker Kaliadem Dihentikan Sementara, [ L] 17:09 Lahar di Kaliadem Panas, Sepatu Anggota Tim SAR Meleleh, [M] 17:27 Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Besar, Relawan Berlarian, [2] 18:31 2 Orang Terjebak di Bungker Kaliadem Diduga Tewas,

Suasana evakuasi, tehadap jenazah dua relawan yang tewas di dalam bunker persembunyian Gunung Merapi, Kaliadem, (16/6). Dua orang relawan yang tewas karena tak sanggup menahan suhu panas di dalam bunker evakuasi dari semburan lava Gunung Merapi tersebut membuktikan bahwa bunker yang dijadikan alternatif tempat upaya penyelamatan diri bila terjadi letusan, tidak mampu menahan suhu panas yang terdapat di luar bunker. REUTERS,

Kendaraan Alat Berat di Kerahkan Jumat, 16/06/2006


Kendaraan alat berat membongkar bungker yang tertutup timbunan material vulkanik Gunung Merapi. (Metro TV), Metrotvnews.com, Sleman: Dua relawan yang terjebak di bungker di Kaliadem, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (16/6), berhasil ditemukan Tim SAR Dandim Sleman 0732 dalam keadaan tewas. Keduanya masing-masing bernama Sudarwanto alias Kenteng dan Warjono. Kenteng ditemukan dalam keadaan masih berpakaian lengkap. Namun, tubuhnya melepuh seperti terbakar.18675
Menurut Ketua Tim Evakuasi Dandim Sleman 0732, Letnan Kolonel Infanteri Mursal, Kenteng ditemukan setelah pintu kedua bunker dapat dibuka dalam posisi terlentang. Sedangkan Warjono ditemukan di dalam bak mandi yang suhu airnya masih panas. Kedua relawan terjebak dalam bunker Kaliadem sejak Rabu silam. Mereka terjebak ketika Gunung Merapi meluncurkan awan panas besar berjarak tujuh kilometer yang mengarah ke sektor selatan. Warjono adalah warga Kecamatan Cangkringan. Sedangkan, Sudarwanto adalah relawan Artha Graha yang membantu evakuasi warga ke tempat pengungsian menyusul luncuran awan panas.Upaya evakuasi kedua korban tersebut sempat dihentikan, Kamis kemarin. Pasalnya, bunker tertutup timbunan material vulkanik berupa batu-batuan besar, pasir dan debu. Hingga kemarin, panas material vulkanik masih mencapai 200 derajat Celcius sehingga evakuasi baru dilanjutkan Jumat pagi ini.(*/BEY),


[A] 06:14 Awan Panas Merapi Muncul Lagi, [K] 08:23 Kedua Relawan di Bungker Kaliadem Ditemukan Tewas, [B] 08:58 Bungker Kaliadem Salah Desain, [S] 11:42 ‘Selamat Datang di Wisata Bebeng’ Hilang Tersapu Material Merapi

Muncul Awan Panas Lagi, Sabtu, 17/06/2006


[M] 12:01 Merapi Luncurkan 7 Kali Awan Panas & 49 Kali Lava Pijar, [L] 10:25 Luncuran Awan Panas Merapi Meningkat Lagi Merapi Turun Status menjadi Siaga Rabu, 12/07/2006 15:45 WIB, Status Merapi Turun Jadi Siaga, Merapi diturunkan statusnya dari AWAS ke SIAGA (level III)

Miniatur Tahun 2006, Empat Tahun Berselang, Letusan Merapi Terjadi pada 26-oktober-2010


awan_panas_merapi_14_6_2006_mbah_marijan_selamatEmpat Tahun berselang, Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut agar penduduk yang tinggal di dekat Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan. Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Kepala BPPTK Daerah Istimewa Yogyakarta, Ratdomo Purbo menjelaskan bahwa sekitar 2-4 Juni volume lava di kubah Merapi sudah mencapai 4 juta meter kubik – artinya lava telah memenuhi seluruh kapasitas kubah Merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru akan langsung keluar dari kubah Merapi. ANEH .... AWAN PANAS MERAPI 26-OKTOBER-2010 SENGAJA MENGINCAR MBAH MARIJANTanggal 1 Juni, Hujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Muntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini. Tanggal 8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09.03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Semburan awan panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman.

play_vidio_youtubeMengutip wikipedia “Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB tanggal 26 Oktober. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas yang menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. dan menelan korban 43 orang, ditambah seorang bayi dari Magelang yang tewas karena gangguan pernapasan.”

Perjalanan Aktifitas Merapi Naik Menjadi Waspada 20-september-2010


Aktifitas merapi ini mulai menjadi perhatian sejak 20-september-2010, Status Gunung Merapi Naik Jadi ‘Waspada’

  • VIVAnews – Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Sri Sumarti, menyatakan aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan sehingga status yang semula ‘normal’ kini dinaikkan menjadi ‘waspada’. “Gempa multiphase (gempa permukaan) dan gempa vulkanik terjadi lebih sering dari biasanya, sehingga status Merapi dari normal kita naikkan ke waspada,” kata Sumarti, Jumat, 24 September 2010. Status Gunung Merapi sudah dinaikkan sejak 20 September 2010 lalu…..

Aktifitas Merapi Naik Menjadi Siaga 21-oktober-2010


Setelah beraktifitas intens, maka status merapi naik lagi menjadi Kamis, 21/10/2010 21:27 WIB Status Gunung Merapi Naik Jadi Siaga

  • Jakarta – Status Gunung Merapi naik menjadi siaga. Sebelumnya gunung di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta ini berstatus waspada. “Status Merapi sejak pukul 18.00 berubah menjadi siaga,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief dalam akun twitternya, Kamis (21/10/2010)….

Aktifitas Merapi Naik Menjadi Awas 25-oktober-2010


marijan_dan_kode_66Hingga akhrinya naik lagi menjadi AWAS, Senin, 25/10/2010 08:19 WIB Status Gunung Merapi Dinaikkan Menjadi Awas

Sleman – Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Merapi diminta bersiap dievakuasi. Status gunung Merapi kini telah dinaikkan menjadi ‘awas’ dari sebelumnya ‘siaga’. “Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendapat surat pemberitahuan peningkatan status dari siaga ke awas,” kata Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu kepada detikcom, Senin (25/10/2010). Pemberitahuan itu disampaikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta lewat surat bernomor 2044/45/BGL.V/2010, tanggal 25 Oktober 2010 mulai pukul 06.00 WIB. Pemerintah Kabupaten Sleman meminta agar masyarakat tidak panik dan siap untuk dievakuasi. Dia berharap agar masyarakat berdoa agar aktivitas Merapi membawa berkah. “Sedang berjalan untuk melakukan evakuasi sudah koordinasi untuk mempersiapkan,” tambahnya. Merapi semakin meningkat aktivitasnya sejak pekan lalu. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono menegaskan arah luncuran lava pijar bakal lebih dominan menuju ke arah selatan Merapi. Pihaknya meminta warga di Kabupaten Sleman dan Klaten untuk meningkatkan kewaspadaannya. Meski demikian, pihaknya juga belum bisa memastikan waktu munculnya lava ke permukaan. Sedang gejala-gejala adanya tekanan magma dari perut bumi ke atas sudah muncul.

Peningkatan status tersebut merujuk pada aktifitas g.Merapi itu sendiri, dimana disebutkan Kini Lima Kali Lebih Berbahaya

  • JAKARTA — Pemerintah menyatakan bahwa kondisi gunung Merapi kali ini lima kali lebih berbahaya dibanding pada tahun 2006. Artinya, kemungkinan besar gunung Merapi akan meletus sudah sangat tinggi. Indikasinya, pertumbuhan pembengkakan badan (deformasi) Gunung Merapi terus menguat dan mencapai 12 sentimeter (cm) per hari. “Pertumbuhan deformasinya cepat. Saat berstatus waspada tumbuhnya 6 milimeter per hari. Saat ini menjadi 12 Centimeter per hari. Artinya, ini sudah sangat berbahaya,” kata Kepala Vulkanologi, Mitigasi, Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono ketika dihubungi Sabtu (23/10) kemarin. Surono mengungkapkan, percepatan pertumbuhan deformasi itu menandakan bahwa saat ini magma sudah dekat dengan permukaan. Melihat deformasi yang ada mengarah ke selatan, kemungkinan erupsinya juga mengarah ke Selatan. Ia menjelaskan, dengan pertumbuhan deformasi yang mengarah ke selatan, saat ini persiapan pengungsian lebih terfokuskan juga di kawasan selatan Gunung Merapi. “Kalau benar-benar erupsi ke selatan, masyarakat di selatan Gunung Merapi lebih siap. Apalagi mereka punya pengalaman saat erupsi 2006,” kata dia.

Merapi Meletus 26-oktober-2010


Mengutip wikipedia, Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB tanggal 26 Oktober. merapi_22 Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas yang menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. dan menelan korban 43 orang, ditambah seorang bayi dari Magelang yang tewas karena gangguan pernapasan. Sejak saat itu mulai terjadi muntahan awan panas secara tidak teratur. Mulai 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB Selanjutnya mulai teramati titik api diam di puncak pada tanggal 1 November, menandai fase baru bahwa magma telah mencapai lubang kawah. Namun, berbeda dari karakter Merapi biasanya, bukannya terjadi pembentukan kubah lava baru, malah yang terjadi adalah peningkatan aktivitas semburan lava dan awan panas sejak 3 November. Erupsi eksplosif berupa letusan besar diawali pada pagi hari Kamis, 4 November 2010, menghasilkan kolom awan setinggi 4 km dan semburan awan panas ke berbagai arah di kaki Merapi. Selanjutnya, sejak sekitar pukul tiga siang hari terjadi letusan yang tidak henti-hentinya hingga malam hari dan mencapai puncaknya pada dini hari Jumat 5 November 2010. Menjelang tengah malam, radius bahaya untuk semua tempat diperbesar menjadi 20 km dari puncak. Rangkaian letusan ini serta suara gemuruh terdengar hingga Kota Yogyakarta (jarak sekitar 27 km dari puncak), Kota Magelang, dan pusat Kabupaten Wonosobo (jarak 50 km). Hujan kerikil dan pasir mencapai Kota Yogyakarta bagian utara, sedangkan hujan abu vulkanik pekat melanda hingga Purwokerto dan Cilacap. Pada siang harinya, debu vulkanik diketahui telah mencapai Tasikmalaya, Bandung,dan Bogor.awan_panas_merapi_14_6_2006_dan_26_10_2010

Bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin juga mengancam kawasan lebih rendah setelah pada tanggal 4 November terjadi hujan deras di sekitar puncak Merapi. Pada tanggal 5 November Kali Code di kawasan Kota Yogyakarta dinyatakan berstatus “awas” (red alert).
Letusan kuat 5 November diikuti oleh aktivitas tinggi selama sekitar seminggu, sebelum kemudian terjadi sedikit penurunan aktivitas, namun status keamanan tetap “Awas”. Pada tanggal 15 November 2010 batas radius bahaya untuk Kabupaten Magelang dikurangi menjadi 15 km dan untuk dua kabupaten Jawa Tengah lainnya menjadi 10 km. Hanya bagi Kab. Sleman yang masih tetap diberlakukan radius bahaya 20 km.play_vidio_youtube

Gunung Merapi Meletus dan Gunung Kelud Meletus Dahsyat membentuk 22 dari waktunya yaitu 26-10-2010 pkl 17.02 membentuk 2+6+1+0+2+0+1+0+1+7+0+2=22, dalam rentang waktu dari letusan 2006 adalah 99×16+11 hari. Meletus tgl 26-10-2010 membentuk 2+6+1+0+2+0+1+0=12 dan Jika A=1, B=2 … MERAPI=62 sehingga 12+62=74 yang membentuk sederhana sebagai 7+4=11 (SEBELAS) … dan ajaib … bahwa hal ini tercatat dalam al-quran sebagai surat ke 74 Surah Al-Muddassir المدشّر Orang yang berkemul berisi 56 ayat yang membentuk pola 7+4+5+6=22 bersama tujuh surat lainnya membentuk hal ini

Merapi & Mbah Marijan


marijan_dan_kode_66Sebuah pelajaran yang nyata diabad modern tentang tanda tanda kekuasaanNya, ketika 66 merujuk pada nama sebuah tokoh yang saat itu dipuja dan disanjung, (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal). Mengutip wikipedia “Raden Ngabehi Surakso Hargo atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Maridjan (nama asli: Mas Penewu Surakso Hargo; lahir di Dukuh Kinahrejo, 5 Februari 1927 – meninggal di Sleman, 26 Oktober 2010 pada umur 83 tahun adalah seorang juru kunci Gunung Merapi. Amanah sebagai juru kunci ini diperoleh dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Setiap gunung Merapi akan meletus, warga setempat selalu menunggu komando darinya untuk mengungsi Ia mulai menjabat sebagai wakil juru kunci pada tahun 1970. Jabatan sebagai juru kunci lalu ia sandang sejak tahun 1982. Sejak kejadian Gunung Merapi akan meletus tahun 2006, Mbah Maridjan semakin terkenal. mbah_marijan_tv_one_2Karena faktor keberanian dan namanya yang dikenal oleh masyarakat luas tersebut, Mbah Maridjan ditunjuk untuk menjadi bintang iklan salah satu produk minuman energi.” Pada tanggal 26 Oktober 2010, gunung Merapi kembali meletus disertai awan panas setinggi 1,5 kilometer. Gulungan awan panas tersebut meluncur turun melewati kawasan tempat mbah Maridjan bermukim. Jasad Mbah Maridjan ditemukan beberapa jam kemudian oleh tim SAR bersama dengan 16 orang lainnya telah meninggal dunia, umumnya kondisi korban yang ditemukan mengalami luka bakar serius. Jenazah tersebut dikonfirmasi sebagai jenazah Mbah Maridjan pada tanggal 27 Oktober 2010.

Almarhum Mbah Maridjan, mendapat penghargaan Anugerah Budaya 2011 dari Pemerintahan Provinsi DIY, dalam kategori pelestari adat dan tradisi. Pemberian penghargaan dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi DIY Ikhsanuri, pada tanggal 29 November 2011, di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta

(mbah marijan dan ritualnya, sumber tvone)

Sebuah 99 vs 66 yang dikarenakan sebuah tokoh tanpa sadar telah melakukan percampuran ibadah, antara Allah swt denganmurid_mbah_marijan_bawa_keris_bendera penunggu merapi, sehingga sebuah kesadaran akan datangnya Gempa Bumi. Perhatikan bahwa gempa yogya ini telah diperingatkan sebelum terjadinya (baca Tanda Tanda Sebelum Bencana Besar Terjadi)

  • indosiar.com, Yogyakarta – Juru Kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan Rabu (15/08/07) kemarin, memimpin prosesi labuhan hajat dhalem Keraton Kasultanan Yogyakarta dikawasan lereng Gunung Merapi. Labuhan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Kyai Sapu Jagat yang diyakini sebagai roh penunggu Gunung Merapi yang menjaga keselamatan dan ketentraman warga Yogyakarta………….

merapi_22Diambil dari sumber berikut, Labuhan Merapi Meriah

…………. Sela ratus atau kemenyan kemudian dibakar sebagai awal persembahan barang labuhan. Ada beberapa penjaga Gunung Merapi yang ikut hadir, yakni Empu Rama, Empu Ramadi, Gusti Panembahan Prabu Jagad, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbok Ageng Lambang Sari, Mbok Nyai Gadhung Mlati dan Kyai Megantoto……gempa_yogya_21_8_2010_sebelum_merapi_meletus_66_hari_26_10_2010

Gunung Merapi Meletus dan Gunung Kelud Meletus Dahsyat membentuk 22 dari waktunya yaitu 26-10-2010 pkl 17.02 membentuk 2+6+1+0+2+0+1+0+1+7+0+2=22, dalam rentang waktu dari letusan 2006 adalah 99×16+11 hari. Meletus tgl 26-10-2010 membentuk 2+6+1+0+2+0+1+0=12 dan Jika A=1, B=2 … MERAPI=62 sehingga 12+62=74 yang membentuk sederhana sebagai 7+4=11 (SEBELAS) … dan ajaib … bahwa hal ini tercatat dalam al-quran sebagai surat ke 74 Surah Al-Muddassir المدشّر Orang yang berkemul berisi 56 ayat yang membentuk pola 7+4+5+6=22 bersama tujuh surat lainnya membentuk hal ini … dan Jika A=1, B=2 … MARIJAN =66, sebelum merapi meletus dahsyat, maka gempa jogja terjadi hingga keraton menjadi bergetar hebat, Ada apakah dengan 66 ini yang runtun terjadi, tiada lain 1+2+3+4…+11=66, sebagai jumlah 1 sampai 11 adalah 66

Ada apa dengan SEBELAS, 22, 66 yang berulang-ulang di sebut diatas ?

Ada apakah dengan ini Semua ? Ada Apakah SEBELAS ?

SIMBOL KEMBAR MENGINGATKAN


gunung_merapi_meletus_dahsyat_26_10_2010Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan Inilah Bukti Kiamat Sudah Dekat . Tulisan tsb menceritakan kejadian demi kejadian besar dalam rentang tahun 2004 (Tsunami Aceh) , 2006 sampai 2010, yang secara tragis tahun 2010 ditandai dengan letusan merapi yang menewaskan tokoh dalam fokus bahasan di situs ini sebagai bahan renungan.
Tahun 2010 berulang tahun 2014 sebagia renungan untuk semua pihak akan kekuasaan Allah swt yang meliputi segalanya

Gunung Merapi Meletus dan Gunung Kelud Meletus sebuah kenyataan

gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Dua gunung di tanah jawa sebagai pusat perhatian nasional dan internasional, memberikan renungan ketika tgl-bln-tahun-jam-menit meletus gunung tsb membentuk sebuah simbol 22. Sebuah simbol yang unik ketika sebuah dua gempa juga terjadi dalam simbol 22 yang unik

Gempa Yogya 27 mei 2006 dan Gempa TasikMalaya, Nyata Mirip

Kesemua kisah perjalanan kiamat sudah dekat selengkapnya yang memuat tulisan diatas, dapat dibaca di Inilah Kebetulankah_22_gempa_yogya_27_mei_2006_dan_gempa_tasikmalaya_2_9_2009_Bukti Kiamat Sudah Dekat, kini tahun terus berjalan menapaki tahun 2011 keatas. Perjalanan kiamat sudah dekat tahun 2011 ini sungguh sangat dramatis, karena tahun 2011 yang dapat pula disebut tahun dua ribu sebelas, yang dengan SEBELAS itulah sebagai sebuah warning yang dituliskan sebelumnya (baca Bacalah 29, Jakarta Telah Diperingatkan) Tulisan yang memperingatkan akan datangnya gempa besar beberapa saat sebelum gempa padang terjadi tgl 30 september 2009.

Sebuah Gempa yang paling dikenang pada tahun 2011 membentuk sebuah simbol 22 seperti pada tulisan sebelumnya (baca Inilah Bukti Kiamat Sudah Dekat) merupakan Gempa yang telah dituliskan sebelum terjadinya, sehingga menjadi renungan akan sebuah 22 yang tertulis dengan jelas akan arti gempa dahsyat ini, tercatat pada ayat suci al-quran surat 22 ayat 1, bahwa gempa jepang 11 maret 2011 merupakan sebuah miniatur kiamat yang kecil dari yang besar.

  • Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar .

Hal ini (gempa jepang yang terjadi 11 maret 2011/ tgl kembar dan tahun kembar) merupakan sebuah miniatur yang telah ditampakkan olehNya dan pernah dituliskan akan sebuah warning

  • WASPADA DENGAN YANG KEMBAR, lihat email yang mencatat tanggal penyimpanan cek disini, : Tulisan WASPADA YANG KEMBAR bersamaan dengan lumpur lapindo meledak tgl 22/11/2006, hingga memunculkan lafaz Allah swt

ANGKA 22 ADALAH PENGINGAT AKAN KIAMAT YANG AKAN DATANG


Sebuah angka 22 yang terjadi adalah sebuah pengingat akan surat ke 22 dalam kitab suci al-quran yaitu surat al-hajj ayat 1 dan 2, dimana Allah swt berfirman:

  • “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar . pada hari kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.”

MENGAPA MERAPI, TSUNAMI JEPANG, KELUD , MH 370 Hilang MEMBENTUK POLA YANG SAMA (22) ?


  1. Sebuah ajakan sebagai ingatan 22 itu yakni untuk kembali kepada ajaran suci yaitu al-qur’an dengan ingatan bahwa, Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari
  2. Sebuah memori ingatan akan lafal Allah swt yang terekam dalam sebuah foto tepat tgl 22-11-2006, dimana lumpur lapindo meledak
  3. Sebuah doa 22 yang dipanjatkan untuk mengingatkan bangsa agar memurnikan ajaran tauhid agar selamat di dunia dan akhirat, Sebuah inspirasi muncul yang disebabkan keprihatinan masalah ini, berikut doa tersebut, perhatikan posting yang tidak dapat diubah (http://groups.yahoo.com/neo/groups/the_untold_stories/files) jika ingin cek harus login dengan email yahoo yang tercatat 9 desember 2006
    doa_22

Klik Penjelasan berikutnya

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan

One thought on “Terungkap Tanda Misterius G Merapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s