Misteri Ilahi Tenggelam dan Terbakarnya Kapal Kapal (88-2018)

Setelah beberapa waktu berselang, tulisan Misteri DiBalik Malam Lailatul Qodar maka setelahnya benar terjadi di ketahui sebagai peristiwa besar yang menyedot khalayak, dimulai dari tenggelalamnya kapal di danau toba,

Kapal Tenggelam di Danau Toba


kapaldanautobaSAR: 164 Penumpang Kapal Tenggelam di Danau Toba Belum Ditemukan

Kapal motor (KM) Sinar Bangun tenggelam di Perairan Danau Toba, Sumut, pada Senin (18/6/2018) sore. KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun pada Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.15 WIB. Kapal tenggelam sekitar satu mil dari Pelabuhan Tigaras. Kapal kayu ini kerap dioperasikan untuk membawa manusia dan kendaraan roda dua untuk menyeberangi Danau Toba. Biasanya, penumpang membayar ongkos di dalam saat kapal sudah berlayar.  Menhub: Kapal Tenggelam Di Danau Toba Karena Puting Beliung, Laporan awal yang dia terima, cuaca buruk yang memunculkan angin puting beliung di tengah danau mengganggu perjalanan kapal. “Dari info yang kami peroleh disana ada puting beliung yaitu angin keras dan ombak besar jadi kapal gak stabil,” jelasnya.

Kapal Tenggelam di Selayar


Setelahnya kapal tenggelam lagi,Korban Meninggal Kapal Tenggelam KM Lestari Maju Jadi 35 Orang

kapal

Tenggelamnya KM Lestari Maju di Perairan Selayar karena Bagian Bawah Kapal Alami Kebocoran, Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju mengalami insiden tragis yang berakibat adanya korban jiwa, Selasa (3/7/2018) siang. KEPULAUAN SELAYAR – Kapal Muat Penumpang (KMP) Lestari Maju mengalami masalah di tengah lalu Route Pelabuhan Bira-Pamatata, Selasa (3/7/2018) siang. Kronologi kejadian bermula sekira pukul 10.00 Wita, KMP Lestari Maju berangkat dari selayarPelabuhan Bira Kabupaten Bukukumba dengan tujuan Pelabuhan Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar. Pada pukul 13.40 wita, kapal mengalami masalah, di mana air masuk ke dek lantai bawah. Karena tengah beradai di lautan, KMP Lestari Maju merapat ke pantai Pabbadilan Desa Bungayya, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Tiga peristiwa yang terjadi yang urut, merupakan sebuah renungan yang dalam, dimulai dari danau toba, kemudian selayar, adalah sebuah keteraturan toba=38 dan selayar=81, sebagai sebuah iktibar yang runtun, terhadap bahasa universal, musuh abadi manusia yakni iblis yang bersumpah hingga di beri tangguh, QS 38:81[38:81] sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)”.

Renungan yang dalam ini adalah berkaitan dengan  sebuah kehidupan manusia, yakni 38+81=119 merupakan bentuk umum dari 99+20=119 dimana 99 biasa dikenal sebagai asmaul husna, dan 20 adalah jumlah jari kaki dan tangan manusia, hingga dikenang oleh semua manusia 119 merupakan 17×7=119 bentuk meminta perlindungan kepadaNya, setiap hari sholat wajib 17 rekaat dengan membaca 7 ayat al-fatehah yang merupakan perwujudan permohonan minimal 119 kali dalam sehari,

[1:4] Yang menguasai4 di Hari Pembalasan
iyyaaka na’budu wa-iyyaaka nasta’iinu
[1:5] Hanya Engkaulah yang kami sembah,6 dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.7
ihdinaa alshshiraatha almustaqiima
[1:6] Tunjukilah8 kami jalan yang lurus,
shiraatha alladziina an’amta ‘alayhim ghayri almaghdhuubi ‘alayhim walaa aldhdhaalliina
[1:7] (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.9

Dua rentang kapal tenggelam, tiba-tiba saja G.Agung yang telah berkali-kali meletus mulai thn 2017, maka muncul api yang membakar dari letusan itu, Gunung Agung Meletus, Lava Terlontar 2 Km dan Membakar Hutan

Gunung Agung Meletus


gunung-agung-meletusMasyarakat dikejutkan oleh suara ledakan keras dari Gunung Agung. Abu vulkanik membumbung 1.000 meter hingga 2.000 meter. Relawan Pasebaya melaporkan bahwa lontaran lava pijar dari puncak Gunung Agung ke lereng bagian timur hingga timur laut ke daerah Culik dan Dukuh di Kabupaten Karangasem. Juga mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya, hutan di puncak kawah terbakar cukup luas.

waspada_kembar_duniaAdalah setelah danau toba, kemudian gunung agung merupakan rangkaian yang mudah yakni toba=38 agung=50 kesemuanya membentuk 38+50=88 [ANGKA KEMBAR YG UNIK] yang telah banyak dibahas di situs ini maupun di vidio fenomena alam semesta [https://www.youtube.com/channel/UCxnylLCxfQqs8mIQZTHBogQ%5D

Misteri Angka 88


Setelah tobaselayar=88, maka di Jakarta 88 ini kembali muncul, bahwa telah di-ingatkan dengan munculnya selayar,  agar sehari-hari di-ingatkan dengan yg 119 (sholat 17 rekaat, memanjaatkan doa dalam bingkai 7 ayat alfatehah, 17*7=119) ini, dan kali ini muncul pada peristiwa kelam di toba dan selayar dalam waktu yang dekat, hingga kemudian kebakaran di jantung ibukota terjadi, Kebakaran di Kantor Kemenhub Tewaskan 4 Orang tiada lain terjadi tgl 8-7-2018 membentuk 26 dan Jakarta=62 sebagai bentuk yang mudah 26+62=88, Hingga kemudian beralih kebakaran melanda,Gedung Kemenhub Kebakaran, 4 Orang Tewas

Kebakaran di Kantor Kemenhub Tewaskan 4 Orang

kemenhubJakarta, CNBC Indonesia – Kebakaran terjadi di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hari Minggu (8/7/2018) dini hari dan menewaskan empat orang korban. Hingga 17 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Pada pukul 7.30 WIB proses pemadaman dan evakuasi korban masih dilakukan meskipun kondisi asap masih tebal, Berdasarkan laporan kronologis, api diketahui muncul sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu petugas keamanan kantor yang sedang bertugas langsung memadamkan panel listrik yang berada di Gedung Karya Lantai 1 Kemenhub.”Menurut laporan api diketahui pukul 03.30 dan satpam yang bertugas langsung mematikan panel listrik. Kemudian petugas pemadam kebakaran datang pukul 04.00,” terang Djoko. Saat ini, tim pemadam kebakaran masih menyisir seluruh gedung yang memiliki 25 lantai dan satu basement. Kondisi dipastikan telah aman.

Kapal2x terbakar


Setelah kapal demi kapal tenggelam, kini beralih kapal2x terbakar, di benoa bali.. Video: ‘Neraka’ yang Hanguskan 39 Kapal Ikan di Benoa

39 Kapal Ikan Terbakar di Pelabuhan Benoa Bali Badung kapalterbakar– Kebakaran terjadi di Pelabuhan Benoa, Badung, Bali. Sebanyak 39 unit kapal ikan terbakar dalam peristiwa itu. Kebakaran terjadi pada pukul 02.00 Wita. Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Kebakaran di Pelabuhan Benoa Diprediksi Padam Malam Nanti

 

Hal yang runtun, dan perlu di ambil hikmah dari rentetan yang terjadi, kesemuanya setelah terjadi setelah bulan puasa (baca DiBalik Malam Lailatul Qodar  ). Setelah g.agung meletus, hari ini kapal2x terbakar hebat, tiada lain benoabali=61 terjadi 9-7-2018=27 yg kesemuanya membentuk 61+27=88 .. sama persis yg telah kami sampikan sebelumnya sebagai bentuk keteraturanNya, sehari sebelumnya 8-7-2018=26 dijakarta gedung kemenhub terbakar hebat, jakarta=62 juga membentuk 26+62=88

Ada yg tahu 88 yg terus menerus berulang ulang? Sebagai bentuk keteraturanNya di dunia dan peringatanNya?


Wahyu yg diturunkan ke 88 adalah surat ke 8 al anfal .. salah satunya berisi informasi:

وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.(Al-Anfal – 25)

 

Tafsir ibnu katsir


{وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (25) }

Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Allah Swt. memperingatkan hamba-hamba-Nya yang mukmin agar waspada terhadap fitnah. Yang dimaksud dengan fitnah ialah cobaan dan bencana. Apabila ia datang menimpa, maka pengaruhnya meluas dan menimpa semua orang secara umum, tidak hanya orang-orang durhaka dan orang yang melakukan dosa saja, melainkan bencana dan siksaan itu mencakup kesemuanya; tidak ada yang dapat menolaknya, tidak ada pula yang dapat melenyapkannya.

 

Seperti yang disebutkan oleh Imam Ahmad; dia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id maula Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Syaddad ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Gailan ibnu Jarir, dari Mutarrif yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Az-Zubair, “Wahai Abu Abdullah, apakah yang mendorong kamu datang? Kamu telah menyia-nyiakan khalifah yang telah terbunuh, lalu sekarang kamu datang untuk menuntut darahnya.” Az-Zubair menjawab, “Kami dahulu di masa Rasulullah Saw.. Abu Bakar, Umar, dan Usinan r.a. biasa membaca firman-Nya yang mengatakan: Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. (Al-Anfal: 25) Kami tidak menduga bahwa kami adalah orang-orang yang dimaksud,” hingga fitnah  itu terjadi di kalangan kita seperti yang kita alami sekarang.

Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bazzar melalui Mutarrif, dari Az-Zubair. Selanjutnya Al-Bazzar mengatakan, “Kami tidak mengetahui Mutarrif pernah meriwayatkan dari Az-Zubair selain dalam hadis ini.” Imam Nasai telah meriwayatkan hal yang semisal melalui hadis Jarir ibnu Hazim, dari Al-Hasan, dari Az-Zubair.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Haris, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Mubarak ibnu Fudalah, dari Al-Hasan yang menceritakan bahwa Az-Zubair pernah mengatakan, “Sesungguhnya kami (para sahabat) merasa takut.” Yang dimaksudkannya adalah tentang makna firman-Nya: Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. (Al-Anfal: 25) “Saat itu kami bersama dengan Rasulullah Saw. dan kami tidak menduga bahwa ayat tersebut berkaitan khusus dengan kami.” Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Humaid, dari Al-Hasan, dari Az-Zubair r.a.
Daud ibnu Abu Hindun telah meriwayatkan dari Al-Hasan sehubungan dengan ayat ini, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Ali, Ammar, Talhah, dan Az-Zubair; semoga Allah melimpahkan keridaan-Nya kepada mereka.

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari As-Silt ibnu Dinar, dari Uqbah ibnu Sahban; ia pernah mendengar Az-Zubair mengatakan bahwa sesungguhnya ia membaca ayat berikut selama beberapa tahun, sedangkan kami menduga bahwa kami bukan orang yang dimaksud, tetapi ternyata kamilah orang-orang yang dimaksud olehnya, yaitu firmannya: Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Al-Anfal: 25)

Hal ini telah diriwayatkan melalui berbagai jalur, bersumber dari Az-Zubair ibnul Awwam.As-Saddi mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan kaum muslim yang terlibat dalam Perang Badar secara khusus, dan ternyata dalam Perang Jamal fitnah itu melanda mereka sehingga mereka saling berperang satu sama lainnya.
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubung­an dengan makna firman-Nya: Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. (Al-Anfal: 25) Khitab ayat ini secara khusus ditujukan kepada sahabat-sahabat Nabi Saw.

Ali ibnu Abu Talhah mengatakan pula dari Ibnu Abbas dalam riwayat yang lainnya sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin, janganlah mereka menyetujui perkara yang mungkar yang terjadi di hadapan mereka, maka akibatnya Allah akan menimpakan siksaan secara umum kepada mereka. Tafsir ini terbilang sangat baik.

Karena itulah sehubungan dengan tafsir firman-Nya, Mujahid mengatakan: Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. (Al-Anfal: 25) Bahwa ayat ini berkenaan dengan mereka pula.
Hal yang sama dikatakan oleh Ad-Dahhak dan Yazid ibnu Abu Habib serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Ibnu Mas’ud pernah mengatakan, “Tiada seorang pun di antara kalian melainkan akan tertimpa fitnah. Sesungguhnya Allah Swt. telah berfirman: Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan (bagi kalian). (At-Taghabun: 15) Maka barang siapa yang memohon perlindungan di antara kalian, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari fitnah yang menyesatkan.” Riwayat Ibnu Jarir.

Pendapat yang mengatakan bahwa fitnah ini secara umum menimpa para sahabat dan lainnya, sekalipun khitab ini ditujukan kepada mereka; pendapat inilah yang benar. Hal ini didukung oleh hadis-hadis yang memperingatkan agar bersikap waspada terhadap fitnah-fitnah. Karena itulah kami akan menjelaskan masalah ini dalam suatu pembahasan terpisah seperti halnya yang banyak dilakukan oleh para imam, mereka secara khusus menulis kitab-kitab mengenainya. Di antara yang terpenting untuk disebutkan secara khusus dalam hal ini ialah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Imam Ahmad mengatakan:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَجَّاجِ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ -يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ-أَنْبَأَنَا سَيْفُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ، سَمِعْتُ عَدِيّ بْنَ عَدِيّ الْكِنْدِيَّ يَقُولُ: حَدَّثَنِي مَوْلًى لَنَا أَنَّهُ سَمِعَ جَدِّي -يَعْنِي عَدِيّ بْنَ عَمِيرَةَ -يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ، لَا يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوُا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهم، وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلَا يُنْكِرُوهُ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّب اللَّهُ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ”

telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Hajjaj, telah menceritakan kepada kami Abdullah (yakni Ibnul Mubarak), telah menceritakan kepada kami Saif ibnu Abu Sulaiman; ia pernah mendengar Addi ibnu Addi Al-Kindi mengatakan bahwa telah menceritakan kepadanya seorang maula (bekas budak) kami, bahwa ia pernah mendengar kakeknya (yakni Addi ibnu Umairah) mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya Allah Swt. tidak akan menyiksa kalangan umum karena perbuatan yang dilakukan- oleh kalangan khusus, sebelum kalangan umum melihat di hadapan mereka perbuatan mungkar, sedangkan mereka mampu mencegahnya, lalu mereka tidak mencegahnya. Apabila mereka melakukan hal tersebut (yakni diam saja melihat perkara mungkar dikerjakan di hadapan mereka), maka barulah Allah akan mengazab kalangan khusus (yang terlibat) dan kalangan umum (yang menyaksikannya)

Di dalam sanad hadis ini terdapat seorang perawi yang dicurigai predikatnya, tidak ada seorang pun di antara pemilik kitab sittah yang mengetengahkannya.
Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa:

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ الْهَاشِمِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ -يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ -أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَشْهَلِ، عَنْ حُذَيفة بْنِ الْيَمَانِ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ، وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ، أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقابا مِنْ عِنْدِهِ، ثُمَّ لتَدعُنّه فَلَا يَسْتَجِيبُ لَكُمْ”

telah menceritakan kepada kami Sulaiman Al-Hasyimi, telah menceritakan kepada kami Ismail (yakni Ibnu Ja’far), telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Abu Umar, dari Abdullalh ibnu Abdur Rahman Al-Asyhal, dari Huzaifah ibnul Yaman, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Demi Tuhan Yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan­Nya, kalian benar-benar harus memerintahkan kepada kebajikan dan melarang perbuatan mungkar, atau Allah benar-benar dalam waktu yang dekat akan mengirimkan kepada kalian suatu siksaan dari sisi-Nya, kemudian kalian benar-benar berdoa kepada-Nya, tetapi Dia tidak memperkenankannya bagi kalian.

Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula dari Abu Sa’id dari Ismail ibnu Ja’far, dan ia mengatakan:

“أَوْ لَيَبْعَثَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ قَوْمًا ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يَسْتَجِيبُ لَكُمْ “

Atau Allah benar-benar akan mengirimkan suatu kaum kepada kalian, kemudian kalian berdoa (memohon pertolongan) kepada-Nya, tetapi Dia tidak memperkenankan doa kalian.

Imam Ahmad’mengatakan: telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Numair, telah menceritakan kepada kami Zurr ibnu Habib Al-Juhanni Abur Raqqad yang mengatakan bahwa ia berangkat bersama maulanya ke rumah Huzaifah. saat itu ia sedang mengatakan, “Sesungguhnya dahulu di masa Rasulullah Saw. ada seorang lelaki yang mengucapkan suatu kalimat, lalu ia menjadi orang munafik. Dan sesungguhnya saya telah mendengar kalimat itu dari seseorang di antara kalian lebih empat kali dalam suatu majelis. Sesungguhnya kalian benar-benar mengerjakan amar ma’ruf dan nahi munkar, dan kalian benar-benar saling menganjurkan kepada kebaikan, atau Allah akan menimpa­kan kepada kalian semua suatu azab, atau Dia akan menguasakan kalian kepada orang-orang yang jahat di antara kalian, kemudian orang-orang pilihan kalian berdoa, tetapi doa mereka tidak diperkenankan.”

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dia mengatakan:

حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ زَكَرِيَّا، حَدَّثَنَا عَامِرٌ، قَالَ: سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، يَخْطُبُ يَقُولُ -وَأَوْمَأَ بِإِصْبَعَيْهِ إِلَى أُذُنَيْهِ -يَقُولُ: مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فيها -أو المُداهن فِيهَا -كَمَثَلِ قَوْمٍ رَكِبُوا سَفِينَةً، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا وَأَوْعَرَهَا وَشَرَّهَا، وَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوُا الْمَاءَ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَآذُوهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ خَرَقْنا فِي نَصِيبِنَا خَرْقا، فَاسْتَقَيْنَا مِنْهُ، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا، فَإِنْ تَرَكُوهُمْ وَأَمْرَهُمْ هَلَكوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا جَمِيعًا.

telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa’id, dari Zakaria; telah menceritakan kepada kami Amir r.a. yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar An-Nu’man ibnu Basyir r.a. berkhotbah, antara lain ia mengatakan seraya mengisyaratkan kepada telinganya dengan kedua jari telunjuknya (yang maksudnya dia telah mendengar ucapannya itu dari Nabi Saw.): Perumpamaan orang yang menegakkan batasan-batasan Allah dan arang yang melanggarnya serta orang yang berdiplomasi terhadapnya sama dengan suatu kaum yang menaiki sebuah kapal laut. Sebagian ‘dari mereka ada yang menempati bagian bawah dari kapal itu, yaitu bagian yang paling tidak enak dan buruk; sedangkan sebagian yang lain menempati bagian atas (geladak)nya. Orang-orang yang menempati bagian bawah kapal itu apabila mengambil air minum harus melalui orang-orang yang bertempat di atas mereka, sehingga mengganggunya. Akhirnya orang-orang yang tinggal di bagian bawah kapal itu mengatakan, “Seandainya saja kita membuat lubang untuk mengambil bagian kita hingga dapat mengambil air dan tidak mengganggu orang-orang yang ada di atas kita.” Jika orang-orang yang berada di atas membiarkan mereka untuk melakukan niatnya itu, niscaya mereka semuanya binasa (karena kapal akan tenggelam). Dan jika orang-orang yang berada di atas mau saling bantu dengan orang-orang yang ada di bawah mereka, niscaya mereka semuanya selamat.

Hadis diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara munfarid tanpa Imam Muslim. Imam Bukhari meriwayatkannya di dalam Bab “Syirkah” dan Bab “Syahadat” (Persaksian). Imam Turmuzi meriwayatkannya di dalam Bab “Fitan” melalui berbagai jalur, dari Sulaiman ibnu Mahran Al-A’masy, dari Amir ibnu Syurahil Asy-Sya’bi dengan lafaz yang sama.

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa:

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ، حَدَّثَنَا خَلَف بْنُ خَلِيفَةَ، عَنْ لَيْث، عَنْ عَلْقَمَة بْنِ مَرْثد، عَنِ الْمَعْرُورِ بْنِ سُوَيْد، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَاصِي فِي أُمَّتِي، عَمَّهم اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ”. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمَا فِيهِمْ أُنَاسٌ صَالِحُونَ؟ قَالَ: “بَلَى”، قَالَتْ: فَكَيْفَ يَصْنَعُ أُولَئِكَ؟ قَالَ: “يُصِيبُهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسُ، ثُمَّ يَصِيرُونَ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ”

telah menceritakan kepada kami Husain, telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnu Khalifah, dari Lais, dari Alqamah ibnu Marsad, dari Al-Ma’rur ibnu Suwaid, dari Ummu Salamah —istri Nabi Saw.— yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Apabila perbuatan-perbuatan maksiat muncul di kalangan umatku, maka Allah menimpakan azab dari sisi-Nya kepada mereka secara menyeluruh. Ummu Salamah bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah bila di antara mereka terdapat orang-orang yang saleh?” Rasulullah Saw. menjawab, “Ya, ikut tertimpa azab pula.” Ummu Salamah bertanya, “Lalu bagaimanakah nasib mereka selanjutnya?” Rasulullah Saw. bersabda, “Orang-orang saleh itu ikut tertimpa azab yang menimpa kaumnya, kemudian mendapat ampunan dan rida dari Allah Swt”

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa:

حَدَّثَنَا حَجَّاج بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْمُنْذِرِ بْنِ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَا مِنْ قَوْمٍ يَعْمَلُونَ بِالْمَعَاصِي، وَفِيهِمْ رَجُلٌ أَعَزُّ مِنْهُمْ وَأَمْنَعُ لَا يُغَيِّرُونَ، إِلَّا عَمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ -أَوْ: أَصَابَهُمُ الْعِقَابُ”.

telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Abu Ishaq, dari Al-Munzir ibnu Jarir, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tiada suatu kaum pun yang mengerjakan kemaksiatan, sedangkan di antara mereka terdapat seorang lelaki yang paling kuat dan paling berpengaruh di antara mereka, lalu ia tidak mencegahnya, melainkan Allah akan menimpakan siksaan kepada mereka secara menyeluruh, atau Allah menimpakan bencana siksaan kepada mereka.
Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Musaddad, dari Abul Ahwas, dari Abu Ishaq dengan sanad yang sama.
Imam Ahmad mengatakan pula:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ يُحَدِّثُ، عَنْ عُبَيد اللَّهِ بْنِ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا مِنْ قَوْمٍ يُعْمَل فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي، هُمْ أعَزّ وَأَكْثَرُ مِمَّنْ يَعْمَلُهُ، لَمْ يُغَيِّرُوهُ، إِلَّا عَمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ”

telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah; ia pernah mendengar Abu Ishaq menceritakan hadis berikut dari Ubaidillah ibnu Jarir, dari ayahnya, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Tidak sekali-kali suatu kaum yang dilakukan perbuatan maksiat di kalangan mereka, sedangkan kaum itu lebih kuat dan lebih berpengaruh (lebih mayoritas) daripada orang-orang yang berbuat maksiat, lalu mereka tidak mencegahnya, melainkan Allah akan menimpakan siksaan kepada mereka secara menyeluruh.
Kemudian Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari Waki’ dari Israil. Juga dari Abdur Razzaq dari Ma’mar, dari Aswad, dari Syarik dan Yunus; semuanya dari Abu Ishaq As-Subai’i dengan sanad yang sama. Ibnu Majah telah meriwayatkannya dari Ali ibnu Muhammad, dari Wakj’, dengan sanad yang sama.
Imam Ahmad mengatakan:

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا جَامِعُ بْنُ أَبِي رَاشِدٍ، عَنْ مُنْذِر، عَنْ حَسَنِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنِ امْرَأَتِهِ، عَنْ عَائِشَةَ تَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِذَا ظَهَرَ السُّوءُ فِي الْأَرْضِ، أَنْزَلَ اللَّهُ بِأَهْلِ الْأَرْضِ بَأْسَهُ”. قَالَتْ: وَفِيهِمْ أَهْلُ طَاعَةِ اللَّهِ؟ قَالَ: “نَعَمْ، ثُمَّ يَصِيرُونَ إِلَى رحمة الله”

telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Jami* ibnu Abu Rasyid, dari Munzir. dari Al-Hasan ibnu Muhammad, dari istrinya, dari Aisyah yang sampai kepada Nabi Saw. Disebutkan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: Apabila kejahatan muncul di muka bumi, maka Allah menurunkan siksa-Nya kepada penduduk bumi. Siti Aisyah r.a. bertanya, “Bagaimanakah nasib orang-orang yang taat kepada Allah di antara mereka?” Rasulullah Saw. bersabda, “Ya ikut tertimpa pula, kemudian mereka beroleh rahmat dari Allah Swt.”

Iklan

Misteri DiBalik Malam Lailatul Qodar

Sebuah malam yang dicatat dalam al-quran dalam surat ke 97. AL QADR (KEMULIAAN) , إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – 97:1 Sahih International ” Indeed, We sent the Qur’an down during the Night of Decree. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – 97:2 and what can make you know what is the Night of Decree? لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ – 97:3 The Night of Decree is better than a thousand months. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ – 97:4 The angels and the Spirit descend therein by permission of their Lord for every matter. سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ – 97:5 Peace it is until the emergence of dawn.

Allah swt menjelaskan dalam al-quran tentang sebuah fenomena alam semesta, melalui malam yang dapat diamati dan dirasakan dan malam yang berbeda dengan malam-malam yang lain, jika dalam satu tahun 365 hari, maka hanya satu hari saja malam itu muncul, Malam Lailatul Qadar juga disebut malam yang lebih baik dari malam seribu bulan.

Tanda-tanda alam hadirnya Lailatu Qadar


Beberapa ciri datangnya malam Lailatul Qadar yang salah satunya adalah turun dimalam-malam ganjil pada 10 malam terakhir Ramadan. Berdasarkan hadis nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Bukhari, disebutkan lailatul qadar akan datang pada malam-malam Ramadhan di sepuluh hari terakhir.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari),

Rasulullah Muhammad SAW juga memberikan petunjuk bahwa malam lailatul qadar itu akan datang pada malam-malam gajil sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

حَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Di hadis yang lain, Rasulullah Muhammad SAW lebih rinci dalam memberikan petunjuk kapan malam lailatul qadar datang. الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki.  Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak dan ulama salaf lainnya.

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)“Diriwayatkan dari Abu Salamah RA, bahwa dia bertanya kepada Abu Sa’id ra mengenai Lailatul Qadr, kemudian Abi Sa’id mengatakan: Kami pernah beriktikaf bersama Nabi Saw pada sepuluh hari yang tengah di bulan Ramadan, kemudian pada pagi hari yang kedua puluh beliau keluar dan memberi tahu kami, ‘Aku telah diberi tahu tentang tanggal Lailatul Qadr, namun aku lupa, maka carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam yang gasal di akhir Ramadan. Aku bermimpi bahwa aku bersujud di tanah yang berair dan berlumpur, maka siapa yang telah beriktikaf dengan Rasulullah SAW, hendaklah ia kembali beriktikaf lagi (pada sepuluh malam yang akhir dan gasal tersebut).’ Kata Abu Sa’id RA: Kami kembali beriktikaf lagi tanpa melihat segumpal awan pun di langit, tiba-tiba awan muncul dan hujan pun turun sehingga air mengalir melalui atap masjid yang ketika itu terbuat dari pelepah pohon kurma, kemudian salat dilaksanakan. Saya melihat Rasulullah SAW bersujud di atas tanah yang berair dan berlumpur sehingga saya melihat bekas lumpur di dahi Rasulullah SAW.” (Hadis Riwayat Bukhari Nomor 2.016)

“Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA, dalam riwayat lain: Rasulullah SAW bersabda, ‘Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam Ramadan yang akhir, yaitu pada sembilan malam yang pertama (malam ke 21 sampai dengan 29) atau tujuh malam yang akhir (malam ke 23 sampai dengan akhir Ramadan).” (Hadis Riwayat Bukhari Nomor 2.022)

“Dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Carilah Lailatul Qadr pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadan.” (Hadis Riwayat Bukhari, I, kitab Al-Tarawih, hlm. 225)

“Dari Ibnu Umar RA, bahwa beberapa orang laki-laki diberi tahu Lailatul Qadr dalam mimpi pada tujuh terakhir (Ramadan), lalu Rasulullah SAW bersabda: Saya melihat mimpimu sekalian bertepatan dengn malam tujuh terakhir, barangsiapa mencarinya, maka carilah ia pada malam tujuh terakhir.” (Hadis Riwayat Muslim Nomor 205/1.165)

Rasul juga memberitahukan bahwa pada ciri lain Lailatul Qadar di antaranya suasana malam yang terang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung, tidak hujan dan berangin dan tidak ada bintang berjalan,” Saat malam Lailatul Qadar, udara terasa sejuk. Tidak panas dan tidak dingin. Suasananya sangat nyaman. Di malam itu tidak ada hawa yang gerah maupun terasa dingin.Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18/361, shahih).  dalam sebuah hadits, ”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin,matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

Malam saat Lailatul Qadar langit tampak cerah. Langit tampak terang dan terlihat indah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadlan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR. Muslim no. 762)

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban).

Misteri DiBalik Malam Lailatul Qodar


Tanda-tanda alam secara tidak sadar, manusia di minta untuk meneliti komunikasi efektif antara Allah swt dengan manusia pada kejadian lailatul qodar, teridentifikasi dalam fenomena alam sebagai hadis hadis yang menerangkan tanda-tanda alam.

Secara umum, pembahasan diatas merupakan dorongan motivasi agar mencari malam lailatul qodar, penjelasan yang jamak diatas, dapat dirangkaikan tanpa putus pada al-quran surat ke 44 yang juga menjelaskan sesuatu yang besar,

[44:3] sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.
 [44:4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah
[44:5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,
[44:6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
[44:7] Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.
[44:8] Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.
[44:9] Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan.
[44:10] Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata
[44:11] yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.

Pembahasan malam lailatul qodar sebagai sesuatu yang besar pada dua sisi, yaitu sisi pertama bagi kaum muslimin, maka malam itu sesuai hadis “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)“, sisi yang lain adalah bagi manusia, setelahnya sebagai penegasan akan peringatanNya, إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ – 44:3 Indeed, We sent it down during a blessed night. Indeed, We were to warn [mankind].

Sebuah peristiwa besar terjadi tahun 2004, ramahdan hari ke 29, mengutip,/www.al-habib.info,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1425 H Jum’at 12 November 2004

dan tepat 12-november-2004, entah kebetulan atau tidak, maka 44 hari (bandingkan dengan surat ke 44 diatas, إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ – 44:3, setelahnya peristiwa yang dahsyat terjadi, yang akan di kenang dari generasi ke generasi, 

Peristiwa sangat dahsyat yang terjadi hingga di kenang sampai kini dan mungkin dari generasi ke generasi, kemudian  berulang-ulang terjadi, dalam rentang kembar yang mengingatkan, yakni setelahnya 517 hari (dalam rentang kembar, agar mudah di-ingat, 99+99+99+99+99+22 hari, terjadi gempa dahsyat di yogyakarta 27-mei-2006, Setiap tahun dua kejadian besar dikenang ini muncul sebagai dalam simbol unik dan kembar yaitu 27-mei, maka 99+114 hari setelahnya 26-desember, sebagai 99 dan 114 (memori jumlah surat dalam al-quran)

secara runtun terjadi, hingga dalam rentang kembar yang lain terjadi lagi dan di kenang sebagai gempa terdahsyat dalam sejarah jepang yakni Tsunami Jepang 11-maret-2011 terhitung dalam rentang kembar agar mudah di ingat, 1749 hari atau dlam rentang kembar yang mengingatkan 99×17+66 hari adalah 1749.

Tahun 2006 yang berlalu, setelah Gempa Jogja terjadi, maka munculah Lumpur Lapindo yang meledak di tgl bulan kembar agar mudah di ingat yaitu meledak 22-11-2006, sebagai memori ramdhan hari ke 29, jatuh pada tgl 22-10-2006, hingga sebulan kemudian 22 muncul kembali, yaitu tgl 22-11-2006, lumpur lapindo meledak

 

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1426 H Rabu 02 November 2005

Tanggal 2-11-2005 adalah ramdhan hari ke 29, dan sama seperti diatas, maka dalam rentang kembar yang mudah di-ingat yaitu 114+99+44 hari berikutnya terjadi Tsunami Pangandaran 17-7-2006, yang di dahului dengan letusan merapi seperti gambar dibawah ini , G. Merapi meletus dahsyat 14-juni-2006, hingga 33 hari (dari 114+99+11 ramadhan hari ke 29, 2-nov-2005) , merapi meletus dahsyat dan kemudian 33 hari berikutnya terjadi tsunami pangandaran 17-7-2006

Sebagai bagian memori dua sisi yang dijelaskan diatas, maka surat 97. AL QADR (KEMULIAAN) , berisi 5 ayat sebagai memori bahwa 97+5=102 merupakan memori dalam rangkaian yang terjadi di tahun 2006, yang menuju pada memori lain surat ke 102, 102. AT TAKAATSUR (BERMEGAH-MEGAHAN)  berisi 8 ayat sebagai memori digit tunggal 1+0+2+8=SEBELAS yang benar terjadi di tahun 2009

Hingga runtun dan terjadi dari yang kembar mengingatkan agar dapat di kenang sebagai sarana untuk mendekatkan diri padaNya, setelah maka di tahun 2006, lapindo  meledak di tgl bulan kembar 22-11-2006, maka beruntun terjadi, 1-1-2007 Adam Air Jatuh, kemudian 2-2-2007 Jakarta Banjir Besar dan 3-3-2007 NTT longsor, hingga beruntun dalam waktu yang dekat 6-3-2007 Gempa Sumbar lalu di tutup dengan 7-3-2007 Garuda Jatuh (semua telah diperingatkan sebelum terjadinya agar korban dapar di minimalkan dalam bingkai bacalah 22)

Tahun 2008, kejadian yang berulang terjadi, di Indonesia dalam rentang 114+99 =213 hari, dalam memori 27-mei kemudian 213 hari 26-desember: dua peristiwa terjadi (Tsunami Aceh dan Gempa Jogja), maka hal ini terjadi lagi dan merupakan Gempa paling dahsyat yang menimpa Cina di abad modern, yg di dahului dengan peristiwa di Indonesia

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1428 H Kamis 11 Oktober 2007

Tercatat 11-oktober-2007, sebagai ramadhan hari ke 29, maka 213 (114+99) terjadi Vihara terbakar, hingga esoknya Gempa paling dahsyat dalam era modern, terjadi di China

Sekali lagi, peristiwa demi peristiwa kembar, muncul sebelumnya, hingga benar terjadi gempa dahsyat yang menewaskan ratusan ribu orang

Pada peristiwa lain yang terjadi pula tahun 2009,merupakan rangkaian kembar dari gempa china tersebut, sesuai ilustrasi gambar dibawah ini, yaitu 99+99+99+22 hari, setelah gempa dahsyat di China, maka terjadilah ‘Tsunami Jakarta’ waduk situ gintung jebol 27-maret-2009, hingga terjadilah gempa padang dari kembar yang mengingatkan, 99+88 hari terjadi Gempa Dahsyat di Padang  30-9-2009

Berikut mengutip penanggalan,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1430 H Sabtu 19 September 2009

maka SEBELAS hari, 11 hari setelahnya, tgl 30-9-2009 terjadilah peristiwa dahsyat yang muncul lagi, sebuah keteraturanNya dimulai dari 44, 11 sebagai bentuk kembar agar mudah di-ingat-ingat sebagai bagian sarana untuk mendekatkan diri padaNya, makna SEBELAS ini adalah dalam simbol yang mudah dan jelas pada gambar dibawah ini surat 97. AL QADR (KEMULIAAN) , berisi 5 ayat sebagai memori bahwa 97+5=102 merupakan memori dalam rangkaian yang terjadi di tahun 2006, yang menuju pada memori lain surat ke 102, 102. AT TAKAATSUR (BERMEGAH-MEGAHAN)  berisi 8 ayat sebagai memori digit tunggal 1+0+2+8=SEBELAS

Ramadhan berlalu, hingga muncul syawal, mengutip penanggalan,

Awal Bulan Syawwal 1 Syawwal 1430 H Ahad 20 September 2009

Sebagai memori jumlah surat dalam al-quran 114, maka terjadilah peristiwa yang dahsyat setelahnya, 114 hari di belahan bumi amerika (perbedaan waktu, pagi hari-malam), mengacu pada ramdahan ke 29, maka 114 hari adalah 12-1-2010, sebagai gempa paling dahsyat dunia #1,

 

Kejadian demi kejadian besar di atas terjadi dalam tentang kembar (mudah di-ingat) sebagai sarana introspeksi bagi manusia agar senantiasa mendekatkan diri padaNya, tahun 2010, rentang kembar yang pendek terjadi untuk menarik perhatian manusia,

Hingga merapi meletus dahsyat dalam rentang kembar yang mengingatkan terjadi 26-10-2010, seperti berikut ini

Hingga merapi meletus Dahsyat yang membentuk simbol 22 seperti dibawah ini, dan berulang-ulang muncul dalam G. Kelud

Tahun 2010, mengutip penanggalan,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1431 H Rabu 08 September 2010

Tiba-tiba saja dunia heboh, karena terjadi pembakaran al-quran di Amerika, 11-9-2010 atau tepatnya TIGA hari setelah malam 29 ramadhan, hingga 44 hari setelahnya kejadian besar beruntun terjadi, yaitu terjadi 25-10-2010, Tsunami Mentawai dilanjutkan dengan G.Merapi meletus sangat dahsyat

Hingga setelahnya (pembakaran al-quran terjadi) maka kejadian demi kejadian besar beruntun terjadi, sampai tsunami japan dst dan entah kebetulan atau tidak, semua terjadi di tanggal kembar (agar tidak mudah dilupakan), sebagai firman Allah swt إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ – 44:3  [44:3] sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

Pada satu sisi malam yang penuh berkah bagi kaum muslim (sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi) , pada sisi yang lain, saat al-quran dibakar, maka Allah swt memberikan peringatanNya (dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.)

Tiga hari setelah bulan ramahdan hari ke 29, tiba-tiba al-quran dibakar dan di organisir secara nyata, maka Allah swt memberikan tanda demi tandaNya

 

Apakah terus berlangsung ? kita lihat tahun 2014, menurut penanggalan,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1434 H Rabu 07 Agustus 2013

Tepat 7-agustus-2013, maka kembali 213 muncul lagi (bandingkan dengan 213 diatas), yaitu 99+114 setelah 7 agustus 2013, maka peristiwa dahsyat terjadi dan menjadi misteri sampai saat ini, yakni 99+114 hari setelah ramadhan hari ke 29, jatuh pada 8-maret-2014, sebagai hari Hilangnya MH 370 yang tanpa bekas

Hingga dalam rentang kembar yang mengingatkan seperti dalam gambar dibawah ini

Dan tahun 2014 peristiwa demi peristiwa terjadi, membentuk rentang yang kembar agar mudah di-ingat-ingatdan khusus dalam lintasan di Indonesia, peristiwa ini membingkai dalam bentuk yang mirip, seperti dibawah iniHingga akhirnya muncul gempa kembar di tgl bulan kembar 22-11-2014 (bandingkan dengan ledakan lapindo), dan akhirnya menjelma menjadi gempa nepal yang sangat dahsyat

Perhatikan sekali lagi, mengutip penanggalan,

10 Hari Terakhir Ramadhan 29 Ramadhan 1435 H Ahad 27 Juli 2014

Adakah peristiwa besar terjadi dalam rentang kembar yang mengingatkan ? ya… itulah 27-juli-2014, maka 154 hari (99+55) hari setelahnya terjadilah 28-12-2014, Air Asia Jatuh dan membawa sesuatu yang kembar

Apakah misteri malam lailatu qodar dan setelahnya benar seperti diatas ? wallau’alam bishowab, dibalik malam lailatul qodar terdapat dua sisi yang perlu di gali lagi, sebagai contoh peristwa besar di tanah suci yang sempat membuat perenungan yang sangat dalam, yaitu

10 Hari Terakhir Ramadhan 22 Ramadhan 1436 H Kamis 09 Juli 2015

Tanggal 22 ramadhan, jatuh pada 9-juli-2015, dan 77 hari setelahnya tepat tgl 24-9-2015 terjadi tragedi Mina, dengan diberikan peringatan sebelumnya yakni Pres ke 7 bertemu raja ke 7, saat 11-9-2015, Crane Roboh

Dibalik malam lailatul qodar, maka satu sisi adalah berkah dan rahmad, di sisi lain peringatanNya sebagai bagian agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya, dibalik gelapnya malam, disitulah terangnya agar senantiasa mempelajari fenomena demi fenomena yang terjadi di dunia… bagaimana dengan tahun 2016, 2017 dan 2018 ?, Sebagai sesuatu yang mudah dan berulang-ulang terjadi di tgl – bulan kembar 22-11-2016, kembali terjadi

Lalu di Amerika badai demi badai dahsyat terjadi, dalam rentang yang mengingatkan sebagai sarana agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya

 

Kesimpulan dari malam lailatul qodar sebagai tanda-tanda alam semesta, agar mempelajari tanda fenomena alam sebagai bagian dari malam yang penuh kemulyaan, disamping itu juga membawa kabar peringatan yang nyata, sebagai al-quran itu sendiri


إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ – 38:87, Sahih International It is but a reminder to the worlds., [38:87] Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ – 38:88 Sahih International And you will surely know [the truth of] its information after a time.”  38:88] Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi


SubhanAllah, bahwa hal ini merupakan rangkaian yang benar dalam lailatul qodar, penuh hikmah dan malam kemulyaan, hingga berbobot 1000 bulan, dan dengan penegasan, yang sempurna, dua peristiwa yang runtun terjadi setelahnya, pada surat [44:3]

  • sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi
  • dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 6:48) Katakanlah:”Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. 16:102) “Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. 36:11) Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” (QS. 33:45) “Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” (QS. 25:56)