Misteri Hari Jadi Kejaksaan

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Ti dak banyak yang mengira bahwa ultah kejaksaan yang jatuh pada tanggal 22-juli (22 Juli 1968) merupakan sejarah yang penuh makna, utamanya di tahun 2008 ini. Menengok sejarah perkembangan kejaksaan, maka berikut artikel yang dapat membantu untuk menelaah perjalanan kejaksaan RI

Kejaksaan di zaman sebelum penjajahan, diawali pada zaman kerajaan Hindu-Jawa khususnya pada zaman kerajaan Majapahit yang menunjukkan ada beberapa jabatan di negara tersebut yang dinamakan Dhyaksa (Hakim Pengadilan), Adhyaksa (Hakim Tertinggi), dan DarmaDhyaksa mempunyai tiga arti : a) Pengawas tertinggi dari kerajaan suci. b) Pengawasan tertinggi dalam hal urusan kepercayaan c) Ketua pengadilan

Kejaksaan di zaman Republik Indonesia merdeka, berdasarkan pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 yang di perjelas oleh Peraturan Pemerintah (PP) No.2/1945 sejak berdirinya Kejaksaan RI secara Yuridis-Formal adalah bertepatan dengan saat mulai berdirinya negara RI ialah tanggal 17 Agustus 1945. Dengan demikian, maka perihal penempatan Kejaksaan dalam lingkungan Departemen Kehakiman yang diputuskan dalam rapat PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 cukup memiliki dasar.

Istilah Kejaksaan secara resmi digunakan oleh UU pemerintah zaman pendudukan tentara Jepang No. 1/1942 yang kemudian diganti oleh Osamu Seirei No.3/1942, No.2/1944 dan No.49/1944. Sejak tahun 1946 hingga tahun 1968 kantor Kejaksaan Agung tercatat lebih dari 6 kali berpindah tempat, terakhir pada tanggal 22 Juli 1968 dari Jalan Imam Bonjol 66 Jakarta ke gedungnya yang permanen di Jalan Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

…………..

Pada tanggal 22 Juli 1960, kabinet dalam rapatnya memutuskan bahwa kejaksaan menjadi departemen dan keputusan tersebut dituangkan dalam surat Keputusan Presiden RI tertanggal 1 Agustus 1960 No.204/1960 yang berlaku sejak 22 Juli 1960. Dengan demikian tanggal 22 Juli ini merupakan pancangan tonggak sejarah yang mempunyai nilai penting bagi Kejaksaan, sebab bukan hanya secara formal dan material saja Kejaksaan menjadi departemen tersendiri, tetapi lebih jauh dari pada itu mempunyai dasar yang bernilai spiritual.

Saat HUT Kejaksaan, maka kejaksaan yang tepat tgl 22-juli-2008, maka saat itu kejaksaan mendapatkan ujian dari salah satu jaksa terbaiknya sedang tersandung masalah  Hal tercermin pada upacara hari jadi kejaksaan, seperti dibawah in

Ulang Tahun Kelabu Kejaksaan, Rabu, 23 Juli 2008 | 01:12 WIB

JAKARTA, RABU – Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan, bahwa ulang tahun ke-38 bagi korps Adhyaksa yang jatuh pada hari Selasa, 22 Juli 2008 adalah ulang tahun kelabu bagi Kejaksaan. Akibat ulah Urip Tri Gunawan, nama Kejaksaan kini tercoreng dan mendapat kecaman dari masyarakat.

Sebagai simbol kelabunya ulang tahun Kejaksaan, Hendarman sengaja meminta anak buahnya memasang spanduk hitam di Kejaksaan Agung. Empat perintah harian Hendarman dikeluarkan untuk keluar dari kelabu yang menyelimuti Kejaksaan.

“Peringatan hari Adhyaksa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, kita memperingatinya dalam suasana yang penuh dengan keprihatinan karena Kejaksaan sedang mengalami cobaan yang sangat berat. Berbagai peristiwa telah menimpa institusi yang kita cintai,” ujar Hendarman saat menyampaikan amanat dalam upacara Hari Bhakti Adhyaksa di Kejagung, Jakarta, Selasa (22/7).

Menurut Hendarman, sorotan dan kecaman masyarakat terjadi terus menerus tanpa henti. Seolah, menghapus segala yang telah diraih Kejaksaan selama ini. “Semua ini terjadi karena ulah oknum-oknum Kejaksaan yang telah melakukan perbuatan menyimpang. Sehingga menimbulkan tamparan yang keras dan mencoreng citra dan kredibilitas Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum,” urai Hendarman.

Hendarman mengatakan bahwa hal pertama yang dilakukan warga Kejaksaan adalah mengakui bahwa saat ini institusi Kejaksaan telah mengalami krisis kredibilitas. Pengakuan ini bagi Hendarman penting supaya tidak menutup-nutupi. Namun justru berupaya sungguh-sungguh untuk memperbaiki.

Peningkatan profesionalitas dan integritas, diharapkan Hendarman, dapat diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan wewenang. “Ada satu kelemahan mendasar yang harus kita perbaiki dalam kaitan dengan peristiwa yang menimpa satu oknum jaksa (Urip). Perbaikan mendasar itu adalah tertib moral bagi aparat Kejaksaan,” tambah mantan Ketua Timtas Tipikor ini. (Persda Network/yls)i

Apakah rententan peristiwa kelabu di hari jadi kejaksaan itu ? tidak lain berawal dari tertangkapnya jaksa terbaik sebagaimana media menyebutkan

Senin, 03 Mar 2008,
KPK Tangkap Jaksa Suap Rp 6 M

TKP di Rumah Obligor BLBI Sjamsul Nursalim
JAKARTA – Koordinator jaksa penyelidik kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) Urip Tri Gunawan tertangkap tangan saat menerima suap senilai USD 600 ribu. Jaksa yang menangani kasus Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik bos Grup Gadjah Tunggal Sjamsul Nursalim itu dicokok tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat bertransaksi dengan seorang pria berinisial AS.

Disebutkan dalam berita itu bahwa jaksa terbaik yakni

Penangkapan Urip tersebut merupakan ironi dalam penegakan hukum di negeri ini. Sebab, mantan Kajari Klungkung, Bali, itu disebut-sebut sebagai salah seorang jaksa terbaik di tanah air. Karena itulah dia direkrut ke Jakarta menjadi bagian dari 35 jaksa terbaik daerah yang ditugaskan menyelidiki kasus BLBI.

Dan lebih aneh lagi bahwa jaksa UTG adalah jaksa penuntut hukuman mati bagi amrozi cs

Wajah jaksa yang pernah menuntut mati Amrozi dan Imam Samudra itu terlihat kuyu. Dua polisi membawa pistol dan senapan mengapit tersangka yang kemarin memakai atasan kemeja putih dan celana jins biru muda tersebut. Di belakangnya, tak ketinggalan beberapa penyidik KPK yang langsung membawa Urip ke ruang pemeriksaan di gedung KPK.

Agar dapat memecahkan misteri hari jadi kejaksaan tsb, maka kita coba telusuri duka di hari jadi jaksa yang berawal dari penangkapan di bulan maret-2008. Kita tengok awal bulan yakni duka dari di hari jaksa tsb tidak sendirian,

Perhatikan dengan seksama HUT kejaksaan tgl 22-7-2008 membentuk 2+2+7+2+0+0+8=21 dan Jika A=1, B=2 … UTG=48, sehingga kesemuanya membentuk 69=21+48, Nilai 69 ini adalah kunci karena 15=6+9, sebagai bukti kebenaran Al-quran terhadap angka 15 dari yang tiap hari di lihat dan di kerjakan

Sekali lagi kunci UTG dan hari jadi Kejaksaan 22-7-2008 membentuk 69 adalah Quran surat ke 69 berisi 52 ayat sehingga 69+52=121 yang merupakan iktibar pada tahun yang sama tentang kematian pak Harto

misteri_kematian_soeharto_sama_dengan_kelahiran_soekarnoNumerikal 121 merupkan angka unik yang tersusun dari 99+22, dimana 99 sebagai peringatanNya atas namaNya (asmaul husna) dan 22 adalah kitabNya

cover_soeharto_meninggal_22Memori KitabNya

cover_22_surat_muhammad

Numerikal 121=99+22 merupakan  pembentuk siklus SEBELAS

Makna SEBELAS sebagai siklus SEBELAS


siklus_sebelas2

Allah swt melalui kitabNya yakni kitab suci Al-Quran memberikan penekanan yang lebih pada numerikal 11 ini:

1) Kisah Yusuf yang memuat 11 :

, ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku , sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS 12:4)

2) Jumlah Surat dalam Al-quran memiliki 11 ayat berjumlah 5 surat (terbanyak bersama surat yang memiliki 8 ayat)

lima_surat_memiliki_11_ayat_

3) Jumlah surat AlQuran   terbanyak yang memiliki pola nosurat dan ayat digitnya berjumlah 11

sebelas_11_Penekanan numerikal 11 pada Al-quran merupakan sesuatu yang patut di jadikan sebuah pijakan akan arti 11 ini, terlebih jumlah surat yang memiliki pola digit 11 sebanyak 11 surat, tiada lain arti dari 11 ini cukup penting, total adalah 121=99+22, dan 99 ada pada tangan manusia

kebesaran-allah-swt-pada-telapak-tangan-manusiaArti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa, Jika Alif=1, Ba=2 maka AlifLamRa=34, sebegai catatan surat 34 (Saba’) berisi 54 ayat yang membentuk simbol 88=34+54, pegingat surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT), memiliki 26 ayat sebagai lambang 88+26=114 adalah jumlah keseluruhan surat al-quran, berisi 5 surat

surat_114_5AlifLamRa juga berjumlah 5 surat

alif_lam_raa_62Numerikal 62 ini merujuka pada surat ke 62 yang berisi 11 ayat yang di terangkan diatas, sebagai salah satu surat dari 5 surat yang memiliki 11 ayat dan jumlah digitnya adalah 6+2+1+1=10,  sebagai 10 jari manusia yang memiliki telapak membentuk 99. Disamping itu 10 juga merujuk pada quran surat 10 memiliki 109 ayat sehingga 10+109=119 yang juga termasuk kelompok sebelas ayat yang memiliki pola jumlah digit =11 yakni 1+0+1+0+9=11. Kemudian jumlah 119 juga memiliki arti yang luas, sebagai makna 99 lagi.

119_menjadi_99

Telah diterangkan diatas arti 121=99+22, dan  ini juga  cukup signifikan karena satu-satunya Surat Al-quran yang memiliki pola nosurat+ayat=121 adalah surat 69 yang memiliki 52 ayat sehingga 121=69+52

69    Surah Al-Haqqah    الحآقّة    Hari kiamat    memilik 52

Jumlah digit dari surat Al-Haqqoh membentuk 6+9+5+2=22 yang merupakan salah satu dari tujuh surat yang memiliki pola samatujuh_surat_22Sebuah doa 22 yang pernah di panjatkan kepadaNya akan warning inidoa_22Sebelas  Surat yang bermakna digit 11 terbanyak dari surat lainnya, menunjukkan keteraturanNya dan penekanan makna, terlebih 11 surat berdigit 11 berjumlah 121, Arti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa dan  AlifLamRa juga berjumlah 5 surat masing-masing surat 10+11+12+14+15=62 sebagai makna surat ke 62 berisi 11 ayat yang membentuk jumlah digit 6+2+1+1=10 merepresentasikan makna 10 jari manusia yang unik, hingga surat 10 yang juga berdigit 11 merupakan surat berjumlah 109 sehingga makna yang dalam bahwa surat surat ke 10 berjumlah 109 menunjukkan makna 10+109=119, dan 4 surat alquran yang memiliki pola nosurat+ayat=119

119 adalah Makna Tidak Kekal


Ada apakah makna dari hal ini ? makna 119 tercatat pada 4 pola  quran yang memiliki ini

119_menjadi_99

Surat Alquran ke 10 berisi 109 ayat membentuk 119=10+109, kemudian surat ke 36 berisi 83 ayat sehingga 119=36+83, surat ke 83 berisi 36 ayat , membentuk 119=83+36, lalu surat ke 89 berisi 30 ayat membentuk 89+30=119, dan semua nomor surat tersebut berjumlah 10+36+83+89=218  hal ini pada ketetapanNya, bahwa manusia tidak-lah kekal sebagai iktibar bagi kita manusia, memori bahwa hidup tidaklah kekal abadi.

[21:8] Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. (QS 21:8)

Ket: Kami tidak menjadikan rasul-rasul itu memiliki tubuh yang berbeda dengan tubuh manusia pada umumnya, seperti tahan hidup tanpa makanan berhari-hari, misalnya. Dan mereka bukanlah orang-orang yang hidup abadi di dunia.

Nomor surat dari bentuk pola 119 menujukkan keteraturan sebagai iktibar, yaitu 10,36,83,89 kesemuanya membentuk 1+0+3+6+8+3+8+9=38 yang tercatat di Quran sebagai Surat ke 38 (Shod) berisi 88 ayat.

[38:88] Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi***

Ket:***

Kebenaran berita-berita Al Quran itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.

Syaikh As Sa’diy berkata, “Surat yang agung ini mengandung peringatan yang bijaksana, berita yang besar, penegakkan hujjah dan dalil bagi orang-orang yang mendustakan Al Qur’an dan menentangnya, serta mendustakan orang yang membawanya, sekaligus pemberitahuan tentang hamba-hamba Allah yang mukhlas, balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka. Oleh karena itu Allah bersumpah di awalnya, bahwa ia mengandung peringatan dan di akhirnya Allah menyifatinya bahwa ia peringatan bagi alam semesta. Demikian pula Allah Subhaanahu wa Ta’aala memperbanyak peringatan di antara awal dan akhir surat, seperti firman-Nya, “Wadzkur ‘abdnaa”, “Wadz kur ibaadanaa”, “Rahmatan min indinaa wa dzikraa”, dan “Haadzaa dzikr.” Ya Allah, ajarilah kami darinya sesuatu yang tidak kami ketahui, ingatkanlah kami sesuatu yang kami lupa, baik lupa dalam arti lalai maupun meninggalkannya.

Huruf Shod adalah huruf yang ke 14, angka ini merujuk pada Surat ke 14 (Ibrahiim) berisi 52 ayat hingga 66=14+52 yang pada banyak pelajaran sebagai bapak Tauhid. Inilah muncul pada tahun 2010 dan tahun 2014
Contoh angka 14 yang lain adalah ketika Al-Quran di bakar di tgl 11, tepatnya 11-9-2010 yang membentuk 1+1+9+2+0+1+0=14, maka terdapat balasanNya

Ajakan Pemurnian Ajaran Tauhid


Didalam milis tersebut terdapatlah suatu ajakan untuk memurnikan ajaran Islam yang disebut sebagai bagian dari kepedulian ketauhidan. Setting latar belakang ajakan adalah gempa jogja  adalah sebuah berita & pengagungan berlebihan terhadap sosok juru kunci merapi saat itu karena beribahdah kepadaNya dengan memakai ‘perantara’ dan membakar kemenyan

hingga terjadi gempa Jogja tgl 27-mei-2006, dan Gempa ini. telah diperingatkan sebelum terjadinya.

Tahun 2006 berlalu, 2007, 2008, 2009 dst …peristiwa pembawa peringatan gempa jogja tetap di kenang dan salah satunya lewat doa 22 yang benar terjadi ketika letusan merapi membawa pesan 22 dari tgl+bln+thn+jam+menit membentuk 22 yang di warningkan hingga mbah marijan selaku tokoh nasional yang di sentralkan ikut menjadi korban, sebagai bagian dari peringatanNya

Bapak Tauhid yakni N. Ibrahim di abadikan oleh Allah swt di surat ke 14 yang memiliki ayat 52, sehingga sebagai satu-satunya surat yang memiliki pola surat+ayat=66, tiada lain tokoh nasional yang terkenal tahun 2006-2010 ikut menjadi korban, adalah jika A=1, B=2 MARIJAN=66.

Sekali lagi ingat surat 14 ini adalah salah satu surat alquran dari 5 surat berawal AlifLamRa yang kesemua surat berjumlah 62 (ingat Jika A=1B=2 … MERAPI=62) …. AlifLamRa, Jika Alif=1, Ba=2 maka AlifLamRa=34, sebegai catatan surat 34 (Saba’) berisi 54 ayat yang membentuk simbol 88=34+54, pegingat surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT), ingatlaqh marijan dan waktu meletus membentuk 66+22=88, qurran surat ke 88 memiliki 26 ayat sebagai lambang 88+26=114 adalah jumlah keseluruhan surat al-quran,.

Sebuah kejaiaban dari kejadian ini bahwa MARIJAN=66 letusan merapi yang membuat beliau tewas …. tgl+bln_thn adalah 26-10-2010 membentuk 2+6+1+0+2+0+1+012… Ajaib bahwa Quran surat ke 66 berisi 12 ayat

Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: JPbukti_lawan_mbah_marijanpress_MPT_bag_1press_MPT_bag_2
Bagi yang ingin mengetahui bagaimana penyebaran brosur di yogyakarta, seperti yang telah dituliskan diatas, silahkan kunjungi halaman ini (Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006) Sebuah doa yang berisi harapan agar semua dapat terhindar dari letusan merapi, namun merapi membawa korban sedikit, cek tgl postingnya
doa_merapi_tgl
doa_merapi2

Apakah Doa Merapi Terjawab ? Ataukah Ritual2x Mbah Marijan Dijawab Oleh Allah Swt ?


Kenyataannya adalah merapi tidak meletus besar, justru terjadi gempa yogyakarta 27-mei-2006, dimana gempa ini oleh yang berdoa telah diperingatkan akan adanya gempa bumi sehari sebelum gempa bumi itu terjadi.


halo_matahari_padang_tandaNya_halo_matahari_padang_tandaNya_2Sebuah keputusan dariNya tentang kejadian demi kejadian, diawali dengan adanya Halo matahari tgl 21-Oktober-2010 yang terjadi dimana-mana (baca Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?) kemudian setelah itu gempa disertai tsunami terjadi tgl 25-oktober-2010, dan akhirnya merapi meletus untuk kesekian kalinya yang menjadikan korban,mbah marijan


Manifestasi pelajaran tentang inspirasi n.Ibrahiim yang terjadi pada jaman modern, kini menjadi sebuah bahasa universal, ketika malapetaka, ketidak-amanan terjadi, maka sesungguhnya, disitulah bibit atau tunas bahkan sosok keadaan persekutuan Allah dengan yang lainnya dapat dicermati.Telah banyak bukti tentang malapetaka yang diakibatkan sikap manusia yang berlebihan ataupun sifat mempersekutukanNya.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)

Ketika timbul malapetaka, bencana, kerusakan, kecelakaan, maka perlu dicermati dan diteliti apakah disitu terdapat unsur unsur yang universal yaitu persekutuan Allah dengan lainnya, sehingga ketika dibalik, ketika terdapat keadaan masyarakat yang banyak mempersekutukanNya, maka tinggal menunggu saat tertentu sehingga malapetaka tersebut datang.

Kejaksaan & Proes Hukum pak Harto


Pertama kita lihat kasus penghentian kasus pak Harto berikut ini

Kasus Hukum Pak Harto Tak Tersentuh Sejak Reformasi

JAKARTA – Setelah era reformasi, tidak ada satu pun kepala negara yang mengusut tuntas kasus hukum mantan Presiden Soeharto. Tindakan tersebut dinilai sebagai langkah yang sengaja dilakukan para kepala negara dari Habibie sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Pemerintah-pemerintah yang muncul setelah reformasi itu semuanya mengulur-ngulur waktu,” kritik Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim dalam perbincangannya dengan okezone di Jakarta, Selasa (15/1/2008).

Akibatnya lanjut Ifdal, masyarakat pun akhirnya terlena dan baru menyadari bahwa ternyata ada kasus yang melibatkan Pak Harto. Maka itu menurutnya, kondisi saat ini juga dinilai kurang fair. Sebab, ketika Pak Harto sakit, barulah masyarakat dan bangsa membicarakan masalah hukumnya.

“Sehingga orang baru ingat bahwa ada kasus. Jadi kita juga kurang fair terhadap Pak Harto. Kelihatannya begitu, karena semuanya begitu,” ujarnya singkat. Untuk diketahui, Kejaksaan Agung sudah menutup kasus pidana mantan Presiden Soeharto, sejak dikeluarkannya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Perkara (SKP3) tertanggal 12 Mei 2006 atau pada masa kepemimpinan Presiden SBY.
(ism)

Ditunggu sampai pak Harto meninggal dunia, maka kasus itu-pun selesai dengan tanpa keputusan yang jelas atas bersalah atau tidak-nya pak Harto. Penutupan kasus ini (aman tanpa resiko) terjadi lagi kasus besar

Kejagung Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi BLBI I dan II
Rafiqa Qurrata A – detikNews
Jakarta – Kejaksaan Agung memutuskan menghentikan kasus dugaan korupsi BLBI I dan II. Kejagung menilai tidak ada perbuatan melawan hukum dalam kedua kasus itu.

“Baik kasus BLBI I, maupun BLBI II, tidak ditemukan adanya perbuatan melawan hukum yang mengarah atau menjurus pada tindak pidana korupsi,” kata Jampidsus Kemas Yahya Rahman dalam jumpa pers di kantornya, Jl Sisingamangaraja, Jakarta, Jumat (29/2/2008).

Kemas yang didampingi Direktur Penyidikan pada Jampidsus M Salim, Direktur Penuntutan pada Jampidsus Salman Maryadi, dan Kapuspenkum Kejagung BD Nainggolan, menyatakan seluruh obligor BLBI I dan II telah menyelesaikan kewajibannya.

“Karena semua telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam MSAA diserahkan harta, dihitung secara perhitungan sudah benar, appraisal-nya independen. Cuma memang ada sedikit saat perhitungan, (yakni) jangka waktu cuma 1 bulan. Karena cuma 1 bulan, dokumen-dokumen yang diperiksa hanya dokumen secara formal saja,” kata Kemas.

Sementara mengenai penurunan nilai aset yang disita dari obligor, Kejaksaan Agung menyerahkan itu pada Menteri Keuangan. “Soal terjadi penurunan nilai, itu akan kami serahkan pada Menteri Keuangan,” pungkas Kemas.(aba/umi)

Jumat, 29/02/2008 10:51 WIB
Penyelidikan BLBI I & II Distop, Tim 35 Dibubarkan
Rafiqa Qurrata A – detikNews
Jakarta – Tim Kejagung memutuskan menghentikan penyelidikan kasus BLBI 1 dan II. Jaksa penyelidik yang tergabung dalam Tim 35 resmi dibubarkan.

“Oleh karenanya, tim BLBI 35 orang yang dibentuk oleh Pak Jaksa Agung mulai saat ini dinyatakan bubar atau selesai. Jadi tidak ada Tim 35,” kata Jampidsus Kemas Yahya Rahman di Kejagung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (29/2/2008). Menurut dia, tim 35 akan menyatu menjadi tenaga-tenaga jaksa fungsional di pidana khusus yang nanti akan memeriksa menangani penyidikan, penuntutan kasus-kasus lain. “Sudah barang tentu dari 35 orang yang dinilai berprestasi kita akan beri reward dengan penempatan pada jabatan-jabatan tertentu,” ujarnya.(aan/nrl)

Mengapa 11-mei ? itulah saat kasus pak Harto di tutup

Begitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) naik, Abdul Rahman Saleh diangkat menjadi Jaksa Agung. Pada awalnya terkesan Abdul Rahman Saleh gencar ingin mengusut harta Soeharto, namun justru pada 11 Mei 2006, keluar lagi SP3 kasus Soeharto dengan alasan sakit permanen. Surat Keputusan Penghentian Penuntutan

Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006.

Saat Kasus pak Harto ditutup 11-mei-2006, sebuah simbol kembar yang mengingatkan muncul yaitu Jika A=1,B=2 … KEJAKSAAN=73 dan penutupan kasus 11-5-2006 membentuk 1+1+5+2+0+0+6=15, kesemuanya 88=73+15

waspada_kembar_duniaQuran Surat 88 berisi 26 ayat hingga 114=88+26 yang menunjukkan jumlah surat Al-Quran, bahwa 88 ini adalah numerik yang terjadi seperti sebelum Tsunami Aceh, dimana lion air nyunsep di kuburan, hingga jika A=1, B=2 … KUBURAN=88

sebelum tsunami itu terjadi, kasus Munir mencuat

tsunami_aceh_99_11_munir_tewas

Berulang kembali sesaat sebelum Gempa Jogja, penghentian kasus Seoharto 11-5-2006 yang memuat 88, hingga terjadi gempa dahsyat Jogja yang telah di peringatkan

Dalam rentang 16 hari sejak penghentian kasus Soeharto, tiada lain 16 adalah 8+8, sebagai nilai unik dari pak Harto dengan angka 8 nya (baca [Misteri Kematian Soeharto] Ada apa di balik Kematian Soeharto?) dan kematian Soeharto membentuk 22

cover_soeharto_meninggal_22Maka tepat di meninggalnya hari itu, Jogja di guncang gempa di kedalaman 22

27/01/2008 21:16 WIB,  Pak Harto Wafat  Gempa Melengkapi Hujan Guntur Nurul Hidayati – detikcom,  Jakarta – Fenomena alam hari ini cukup lengkap di tengah momen bersejarah wafatnya Pak Harto, Minggu (27/1/2008). Hujan yang semingguan lebih tidak pernah mampir di Jakarta, tiba-tiba tercurah dengan lebat. Hujan deras ini bisa dirasakan di sebagian Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Rumah duka di Jl Cendana juga kebagian ‘tangisan’ dari langit. Hal yang sama juga terjadi di rumah masa depan Pak Harto di Astana Giribangun, Karanganyar, atau sekitar 40 km dari Solo. Hujan yang semingguan tidak menyapa, tiba-tiba hadir dengan deras. Guntur menggelegar sesekali terdengar. Angin cukup kencang juga tak mau ketinggalan.

Pada malam hari, Yogyakarta yang merupakan kota kelahiran Pak Harto digoncang gempa. BMG mencatat, gempa itu terjadi pukul 19.48.03 WIB. Gempa berkekuatan 5,2 SR ini berpusat di 115 km Tenggara Wonosari-DIY, 128 km Tenggara Bantul-DIY, 131 km Barat Daya Wonogiri-DIY, 138 km Tenggara Yogyakarta-DIY, 131 km Barat Daya Wonogiri-DIY. Pusat gempa berkedalaman 22 km ini tidak menimbulkan tsunami. ( nrl / mar )

Tulisan demi tulisan adalah Simbol yang unik Kesemua adalah Kisah Nyata yang Benar Terjadi dan di vidiokan di bawah ini

Misteri Hari jadi kejaksaan di tgl kembar 22-7 yang juga membentuk 2+2+7=11, setiap tgl 22 adalah sarana intropeksi untuk kembali kepadaNya karena amanahNya di dunia harus di pegang teguh

Kliping Berita


Senin, 03 Mar 2008,
KPK Tangkap Jaksa Suap Rp 6 M

TKP di Rumah Obligor BLBI Sjamsul Nursalim
JAKARTA – Koordinator jaksa penyelidik kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) Urip Tri Gunawan tertangkap tangan saat menerima suap senilai USD 600 ribu. Jaksa yang menangani kasus Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik bos Grup Gadjah Tunggal Sjamsul Nursalim itu dicokok tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat bertransaksi dengan seorang pria berinisial AS.

KPK menangkap Urip di rumahnya di kawasan Jakarta Selatan. Barang bukti uang tunai berbentuk dolar ikut diamankan dalam penangkapan kemarin (2/3) pukul 16.30 itu.

Penangkapan Urip tersebut merupakan ironi dalam penegakan hukum di negeri ini. Sebab, mantan Kajari Klungkung, Bali, itu disebut-sebut sebagai salah seorang jaksa terbaik di tanah air. Karena itulah dia direkrut ke Jakarta menjadi bagian dari 35 jaksa terbaik daerah yang ditugaskan menyelidiki kasus BLBI.

Bahkan, dia dipercaya menjadi koordinator untuk memeriksa dugaan korupsi kasus Sjamsul Nursalim. Hasil penyelidikan Urip dkk tidak menemukan bukti korupsi dalam BLBI senilai Rp 47,5 triliun. Jaksa menganggap Sjamsul sudah membayar sesuai kewajibannya, meski setelah dijual, negara mendapat Rp 3,4 triliun.

Urip diduga menerima suap itu terkait dengan penghentian penyelidikan kasus BLBI di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam pernyataannya, KPK tidak menyebut nama lengkap Urip, tapi hanya inisial UTG.

Urip dibawa ke KPK pukul 18.15. Dua mobil berwarna silver berhenti di depan Kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Pusat. Mobil itu adalah Kijang LGX bernopol DK 1832 CF milik tersangka dan sebuah Daihatsu Xenia milik penyidik KPK. Suasana begitu tegang ketika seorang tersangka dikeluarkan dari Kijang dengan tangan diborgol.

“Jangan, jangan diambil gambarnya dulu,” ujar seorang penyidik KPK sambil menyilangkan kedua tangannya tanda melarang kepada Jawa Pos.

Wajah jaksa yang pernah menuntut mati Amrozi dan Imam Samudra itu terlihat kuyu. Dua polisi membawa pistol dan senapan mengapit tersangka yang kemarin memakai atasan kemeja putih dan celana jins biru muda tersebut. Di belakangnya, tak ketinggalan beberapa penyidik KPK yang langsung membawa Urip ke ruang pemeriksaan di gedung KPK.

Namun, tak berapa lama kemudian, rombongan penyidik dan tersangka turun lagi dan menuju ke mobil tersangka yang diparkir di depan gedung KPK. Tak seperti sebelumnya, kali ini Urip melawan dan terkesan enggan kembali ke mobilnya. Akibatnya, terjadi tarik-menarik antara tersangka dan dua personel Brimob yang mengapitnya.

Bahkan, seorang personel Brimob sampai harus menarik lengan kiri tersangka dan menenteng pistolnya agar Urip mau dibawa lagi ke mobilnya. Akhirnya, pria berusia sekitar 40 tahun itu menurut setelah polisi membentak dan menendang kaki kanan tersangka. “Katanya saya yang ambil,” ujar Urip membentak kedua polisi yang terus memegang kedua tangannya itu.

Penyidik KPK meminta Urip kembali ke mobilnya untuk mengambil sebuah kardus minuman mineral yang berisi tumpukan kertas dan sebuah map biru tua di bagian atasnya. Penyidik, polisi, maupun tersangka sama sekali tidak mau berbicara ketika ditanya soal kasus tersebut. “Nanti saja tunggu Pak Johan (Jubir KPK), sebentar lagi juga pimpinan datang biar mereka yang bicara,” ujar seorang penyidik.

Setelah benda yang diinginkan diambil, tersangka kembali dibawa ke ruang pemeriksaan. Sekitar satu jam kemudian, Jubir KPK, Johan Budi, tiba di Kantor KPK. “KPK dapat info bahwa ada seorang penegak hukum menerima suap dalam bentuk dolar. Ya kalau dikurskan rupiah, sekitar Rp 6 miliar,” ujarnya sebelum masuk ke ruang pemeriksaan.

Menurut dia, tersangka yang berprofesi sebagai jaksa di Kejagung itu tertangkap tangan ketika menerima suap di rumahnya di kawasan Jakarta Selatan pukul 16.30. “UTG menerima uang dari AS sehingga sekarang dia diperiksa oleh penyidik KPK,” kata Johan yang kemarin memakai jaket kulit hitam.

Dia menambahkan, akan ada dua orang lagi yang diperiksa KPK. Ternyata, pernyataan Johan itu benar. Sebab, pukul 20.30, seorang laki-laki dibawa penyidik. Namun, pria yang kemarin memakai jaket warna putih dan merah itu enggan diwawancarai wartawan. Hanya, berbeda dengan Urip, pria tersebut sama sekali tidak diborgol.

Hal yang sama terjadi ketika KPK kembali membawa seorang wanita pada pukul 20.45. Wanita keturunan Tionghoa itu juga tak mau berkomentar. Menurut sumber Jawa Pos, wanita tersebut biasa dipanggil “Ibu Asun”. Namun ketika akan dikonfirmasi lebih lanjut, sumber itu menolak menjelaskan.

Bantahan Urip

Setelah diperiksa lima jam, pukul 23.02 Urip dibawa lagi ke mobilnya untuk mengambil barang bukti yang dituduhkan kepadanya. Penyidik KPK akhirnya mengeluarkan sebuah tas hitam dari jok depan mobil Kijang LGX milik tersangka. Sambil menyaksikan pengambilan barang bukti tersebut, Urip menyangkal uang yang tersimpan di tas itu ada hubungannya dengan kasus BLBI.

“Itu hasil penjualan permata. Pembeli dan kuitansi penjualannya ada,” tegasnya kepada wartawan. Dia pun mengaku siap membeberkan bukti yang dimiliki di pengadilan. “Saya berani jamin 100% tidak ada kaitannya dengan kasus BLBI,” ulangnya.

Menurut dia, uang dalam bentuk dolar itu murni hasil penjualan permata yang telah ditekuninya enam bulan sejak bertugas di Kejagung. Namun, ketika ditanya tentang bentuk dan ukuran permata yang membuat harganya menjadi sangat mahal itu, Urip menolak menjelaskan.

Lalu saat ditanya tentang dugaan KPK bahwa dia terlibat kasus BLBI, Urip mengatakan itu hak penyidik. “Silakan kalau bisa buktikan,” tambahnya.

Sesudah penahanan Urip, KPK juga memeriksa seorang wanita bernama Asung. Apakah dia ada hubungan dengan dirinya? Urip membantah. “Saya kurang tahu siapa dia karena kamar pemeriksaan kami dipisah,” bebernya.

Namun, Jubir KPK Johan Budi mengatakan, KPK menduga penyuapan terhadap tersangka ada hubungannya dengan kasus BLBI. “Kita masih mengembangkan pemeriksaan untuk lebih mendalami kasus ini,” ujarnya ketika ditanya tentang tindak lanjut dugaan tersebut.

Ketika ditanya siapa AS, pihak yang diduga menyuap tersangka, Johan mengatakan, KPK masih mendalami pemeriksaan. “Dia warga negara biasa. Sampai malam ini masih kita kembangkan penyidikannya. Dia masih saksi.”

Soal argumen Urip bahwa uang USD 600 ribu itu hasil penjualan permata, Johan mengatakan terserah tersangka. “Mengaku sih boleh-boleh saja. Yang jelas, dia kita dapatkan tertangkap tangan ketika menerima suap di sebuah rumah di kawasan Jakarta Selatan,” urainya.

Jampidus Kaget

Secara terpisah, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kemas Yahya Rahman mengaku terkejut atas penangkapan jaksa Urip Tri Gunawan yang merupakan anak buahnya. “Saya baru tahu dari teman-teman wartawan,” kata Kemas yang dihubungi koran ini tadi malam (2/3).

Kemas menegaskan, perbuatan Urip merupakan inisiatif pribadi. Mantan kepala Kejati Banten itu menolak dikaitkan dengan penangkapan tersebut. “Saya nggak pernah memerintahkan anak buah saya minta-minta (uang suap),” ujar Kemas.

Namun, sebaliknya, Kemas selalu berpesan kepada anak buahnya agar tidak melakukan tindakan yang memalukan korps kejaksaan.

Menurut Kemas, kejaksaan tidak akan membuka lagi kasus BLBI meski salah seorang koordinator jaksanya menerima suap. “Kayaknya tidak (dibuka lagi),” jelas Kemas.

Di tempat terpisah, Jaksa Agung Muda (JAM) Intelijen Wisnu Subroto mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi penangkapan Urip dari stafnya, Asintel Kejati DKI Adi Togarisman. Dia juga mengaku telah melaporkan penangkapan Urip kepada jaksa agung. “Sebenarnya ini bukan kewenangan saya. Saya hanya melaporkan ke jaksa agung,” kata Wisnu saat dihubungi koran ini kemarin (2/3).

Menurut Wisnu, Urip bisa jadi dimanfaatkan seseorang berkaitan dengan penghentian penyelidikan kasus BLBI di Gedung Bundar. “Siapa yang memanfaatkan, saya tidak tahu. Yang memeriksa kan bukan saya,” ujar Wisnu.

Pada bagian lain, pengacara Sjamsul Nursalim, Adnan Buyung Nasution, menolak mengomentari penangkapan jaksa terkait kasus BLBI kliennya. “Saya no comment dulu lah,” kata Buyung kepada koran ini tadi malam (2/3). Buyung mengatakan memang menjadi pengacara Sjamsul. Namun, sejak bertugas menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Buyung sudah tidak lagi memegang perkara, termasuk BLBI Sjamsul.

Sedangkan pengacara Sjamsul yang lain, Maqdir Ismail, mengakui mendapat informasi penangkapan jaksa terkait kliennya. “Saya kaget saja,” ujar Maqdir kepada koran ini kemarin (2/3).

Maqdir mengaku tidak tahu-menahu siapa AS yang diduga menyerahkan uang suap kepada Urip. Sebab, selama menangani kasus BLBI, tim pengacara hanya berhubungan dengan keluarga Sjamsul. “Pak Sjamsul memang di Singapura. Saya nggak kenal AS,” ujar Maqdir. Dan, selebihnya, tim pengacara tidak pernah menyarankan keluarga Sjamsul mencari “jalan tikus” melalui suap untuk menghentikan penyelidikan kasus BLBI. (ein/nue/agm/tof)