~Misteri Hari Jadi Kejaksaan~

Tidak banyak yang mengira bahwa ultah kejaksaan yang jatuh pada tanggal 22-juli 22 Juli 1968) merupakan sejarah yang penuh makna, utamanya di tahun 2008 ini. Menengok sejarah perkembangan kejaksaan, maka berikut artikel yang dapat membantu untuk menelaah perjalanan kejaksaan RI


Kejaksaan di zaman sebelum penjajahan, diawali pada zaman kerajaan Hindu-Jawa khususnya pada zaman kerajaan Majapahit yang menunjukkan ada beberapa jabatan di negara tersebut yang dinamakan Dhyaksa (Hakim Pengadilan), Adhyaksa (Hakim Tertinggi), dan DarmaDhyaksa mempunyai tiga arti :

  1. Pengawas tertinggi dari kerajaan suci.
  2. Pengawasan tertinggi dalam hal urusan kepercayaan
  3. Ketua pengadilan Kejaksaan di zaman Republik Indonesia merdeka, berdasarkan pasal II Aturan Peralihan UUD 1945 yang di perjelas oleh Peraturan Pemerintah (PP) No.2/1945 sejak berdirinya Kejaksaan RI secara Yuridis-Formal adalah bertepatan dengan saat mulai berdirinya negara RI ialah tanggal 17 Agustus 1945.

Dengan demikian, maka perihal penempatan Kejaksaan dalam lingkungan Departemen Kehakiman yang diputuskan dalam rapat PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 cukup memiliki dasar. Istilah Kejaksaan secara resmi digunakan oleh UU pemerintah zaman pendudukan tentara Jepang No. 1/1942 yang kemudian diganti oleh Osamu Seirei No.3/1942, No.2/1944 dan No.49/1944. Sejak tahun 1946 hingga tahun 1968 kantor Kejaksaan Agung tercatat lebih dari 6 kali berpindah tempat, terakhir pada tanggal 22 Juli 1968 dari Jalan Imam Bonjol 66 Jakarta ke gedungnya yang permanen di Jalan Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Pada tanggal 22 Juli 1960, kabinet dalam rapatnya memutuskan bahwa kejaksaan menjadi departemen dan keputusan tersebut dituangkan dalam surat Keputusan Presiden RI tertanggal 1 Agustus 1960 No.204/1960 yang berlaku sejak 22 Juli 1960. Dengan demikian tanggal 22 Juli ini merupakan pancangan tonggak sejarah yang mempunyai nilai penting bagi Kejaksaan, sebab bukan hanya secara formal dan material saja Kejaksaan menjadi departemen tersendiri, tetapi lebih jauh dari pada itu mempunyai dasar yang bernilai spiritual.

Misteri HUT ke 38


Saat HUT Kejaksaan, maka kejaksaan yang tepat tgl 22-juli-2008, maka saat itu kejaksaan mendapatkan ujian dari salah satu jaksa terbaiknya sedang tersandung masalah Hal tercermin pada upacara hari jadi kejaksaan, seperti dibawah in

utg_Ulang Tahun Kelabu Kejaksaan, Rabu, 23 Juli 2008 | 01:12 WIB
JAKARTA, RABU – Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan, bahwa ulang tahun ke-38 bagi korps Adhyaksa yang jatuh pada hari Selasa, 22 Juli 2008 adalah ulang tahun kelabu bagi Kejaksaan. Akibat ulah Urip Tri Gunawan, nama Kejaksaan kini tercoreng dan mendapat kecaman dari masyarakat. Sebagai simbol kelabunya ulang tahun Kejaksaan, Hendarman sengaja meminta anak buahnya memasang spanduk hitam di Kejaksaan Agung. Empat perintah harian Hendarman dikeluarkan untuk keluar dari kelabu yang menyelimuti Kejaksaan. “Peringatan hari Adhyaksa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, kita memperingatinya dalam suasana yang penuh dengan keprihatinan karena Kejaksaan sedang mengalami cobaan yang sangat berat. Berbagai peristiwa telah menimpa institusi yang kita cintai,” ujar Hendarman saat menyampaikan amanat dalam upacara Hari Bhakti Adhyaksa di Kejagung, Jakarta, Selasa (22/7). Menurut Hendarman, sorotan dan kecaman masyarakat terjadi terus menerus tanpa henti. Seolah, menghapus segala yang telah diraih Kejaksaan selama ini. “Semua ini terjadi karena ulah oknum-oknum Kejaksaan yang telah melakukan perbuatan menyimpang. Sehingga menimbulkan tamparan yang keras dan mencoreng citra dan kredibilitas Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum,” urai utg_20_thnHendarman. Hendarman mengatakan bahwa hal pertama yang dilakukan warga Kejaksaan adalah mengakui bahwa saat ini institusi Kejaksaan telah mengalami krisis kredibilitas. Pengakuan ini bagi Hendarman penting supaya tidak menutup-nutupi. Namun justru berupaya sungguh-sungguh untuk memperbaiki.Peningkatan profesionalitas dan integritas, diharapkan Hendarman, dapat diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan wewenang. “Ada satu kelemahan mendasar yang harus kita perbaiki dalam kaitan dengan peristiwa yang menimpa satu oknum jaksa (Urip). Perbaikan mendasar itu adalah tertib moral bagi aparat Kejaksaan,” tambah mantan Ketua Timtas Tipikor ini. (Persda Network/yls)i


Apakah rententan peristiwa kelabu di hari jadi kejaksaan itu ? tidak lain berawal dari tertangkapnya jaksa terbaik sebagaimana media menyebutkan


Senin, 03 Mar 2008,
KPK Tangkap Jaksa Suap Rp 6 M TKP di Rumah Obligor BLBI Sjamsul Nursalim JAKARTA – Koordinator jaksa penyelidik kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) Urip Tri Gunawan tertangkap tangan saat menerima suap senilai USD 600 ribu. Jaksa yang menangani kasus Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik bos Grup Gadjah Tunggal Sjamsul Nursalim itu dicokok tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat bertransaksi dengan seorang pria berinisial AS. Disebutkan dalam berita itu bahwa jaksa terbaik yakni Penangkapan Urip tersebut merupakan ironi dalam penegakan hukum di negeri ini. Sebab, mantan Kajari Klungkung, Bali, itu misteri_kematian_soeharto_sama_dengan_kelahiran_soekarnodisebut-sebut sebagai salah seorang jaksa terbaik di tanah air. Karena itulah dia direkrut ke Jakarta menjadi bagian dari 35 jaksa terbaik daerah yang ditugaskan menyelidiki kasus BLBI.


Dan lebih aneh lagi bahwa jaksa UTG adalah jaksa penuntut hukuman mati bagi amrozi cs :

  • Wajah jaksa yang pernah menuntut mati Amrozi dan Imam Samudra itu terlihat kuyu. Dua polisi membawa pistol dan senapan mengapit tersangka yang kemarin memakai atasan kemeja putih dan celana jins biru muda tersebut. Di belakangnya, tak ketinggalan beberapa penyidik KPK yang langsung membawa Urip ke ruang pemeriksaan di gedung KPK.

cover_soeharto_meninggal_22Agar dapat memecahkan misteri hari jadi kejaksaan tsb, maka kita coba telusuri duka di hari jadi jaksa yang berawal dari penangkapan di bulan maret-2008. Kita tengok awal bulan yakni duka dari di hari jaksa tsb tidak sendirian, Perhatikan dengan play_vidio_youtubeseksama HUT kejaksaan tgl 22-7-2008 membentuk 2+2+7+2+0+0+8=21 dan Jika A=1, B=2 … UTG=48, sehingga kesemuanya membentuk 69=21+48, Nilai 69 ini adalah kunci karena 15=6+9, sebagai bukti kebenaran Al-quran terhadap angka 15 dari yang tiap hari di lihat dan di kerjakan

shodSekali lagi kunci UTG dan hari jadi Kejaksaan 22-7-2008 membentuk 69 adalah Quran surat ke 69 berisi 52 ayat sehingga 69+52=121 yang merupakan iktibar pada tahun yang sama tentang kematian pak Harto, Numerikal 121 merupkan angka unik yang tersusun dari 99+22, dimana 99 sebagai peringatanNya atas namaNya (asmaul husna) dan 22 adalah kitabNya Memori KitabNya, Numerikal 121=99+22 merupakan pembentuk siklus SEBELAS (11×11=121) dan HUT ke 38 dalam bentuk sederhana adalah 3+8, dalam Al-quran surat ke 38 Surah Sad ص Shaad berisi 88 ayat di turunkan di Mekkah dalam urutan 38 pewahyuan . Adalah Huruf Shod yang berarti huruf ke 14 dalam abjad hijaiyah, merupakan memori quran surat ke 14 Surah Ibrahim إبراهيم Nabi Ibrahim berisi 52 ayat sebagai satu-satunya pola 14+52=66 yang merupakan bentuk dari jumlah bilangan 1 sd 11 (SEBELAS)… 1+2+3+…11=66 yang akan dijelaskan selanjutnya

Ada apa dengan SEBELAS ? Klik Penjelasan berikutnya

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan