Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal

 

awan_panas_merapi_14_6_2006_mbah_marijan_selamatPerhatikan dengan seksama gambar diatas, sebuah awan panas merapi tgl 14/6/2006 menyapu byngker kaliadem, dan rumah mbah marijan selamat, namun bandingkan dengan gambar dibawah ini 26-oktober-2010, tercaatat 1626 hari selang waktu terjadinya antara dua awan panas tsb, dimana rumah mbah marijan tersapu awan panas yang secara tiba-tiba awan tersebut berbelok, tidak seperti tahun 2006.

ANEH .... AWAN PANAS MERAPI 26-OKTOBER-2010 SENGAJA MENGINCAR MBAH MARIJANMengapa awan panas tahun 2010 tersebut berbelok ? hingga menewaskan mbah marijan ? apakah mbah marijan tiada diberi peringatan sebelumnya ?

merapi_meletus_dan_gempa_yogya

Tulisan ini adalah salah satu seri Misi Penyelamatan Manusia Dari Bencana di Bumi, sebuah kejadian yang menimpa sosok terkenal merupakan sebuah sarana dari Allah swt untuk mengingatkan manusia.

Salah satu yang telah terbukti adalah pada kisah gempa yogya 27 mei 2006 lalu (bagi yang belum pernah membaca,silahkan dicek Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006). Rahasia alam semesta dapat terkuak, tentunya dengan berdoa iklash kepada Allah swt semata, rahasia itu diberika kepada siapa yang dikehendakiNya.

Kode kembar 66 dari sebelum mbah marijan meninggal dunia, dilanjutkan dengan kode kembar 777 dari sebelum beliau terkena awan panas merapi, merupakan sebuah keanehan tersendiri akan kode kembar ini (baca Misteri Aneh dari ‘Wasiat’ Mbah Marijan)

merapi_sby_gempa_sumsel

Kejadian aneh yang beruntun terjadi, dari tsunami mentawai (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Gempa & Tsunami Mentawai), kini muncul berita meninggalnya mbah marijan, Bersujud Hingga Ajal Menjemput, Mbah Maridjan Dipastikan Tewas, Korban Meninggal jadi 28 Orang

(sumber gambar Jenazah Mbah Marijan 
di Sardjito forensik. Foto: JPNN)

Media lain juga menyebutkan Pak Kyai Juga Pastikan Mbah Marijan Tewas sampai akhirnya pihak kedokteran juga menyatakan demikian berdasarkan ciri fisik, Mbah Maridjan Meninggal

wedhus-(sumber gambar internet)

Breaking News / Sosbud / Rabu, 27 Oktober 2010 09:51 WIB,Metrotvnews.com, Yogyakarta: Satu dari 14 korban terakhir yang dibawa ke Rumah Sakit Dokter Sardjito Yogyakarta memiliki ciri-ciri fisik yang mirip dengan Ki Surakso Hargo alias Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi. Jenazah-jenazah tersebut sebagian besar ditemukan di sekitar rumah Mbah Maridjan.

Kinahrejo_3(sumber gambar internet)

Mereka menjadi korban akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore. Secara fisik, ciri-ciri sarung, batik dan peci dari salah satu mayat cocok dengan yang dipakai Mbah Maridjan. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Humas Rumah Sakit Dokter Sardjito Dokter Kresno Heru Nugroho. Jenazah itu ditemukan di rumah Mbah Maridjan. Pihak rumah sakit juga mendapatkan informasi dari Keraton Yogyakarta salah satu ciri Mbah Maridjan adalah ibu jarinya bengkok. Setelah ditelisik, cocok. Mbah Maridjan adalah abdi dalem keraton. Namun demikian, kata Kresno, untuk memastikan bahwa yang meninggal tersebut Mbah Maridjan pihak rumah sakit sedang melakukan uji DNA. DNA itu akan dicocokan dengan keluarganya, baik istri maupun anak-anaknya. “Tunggu saja sampai identifikasi DNA selesai,” kata Kresno. Menurut Kresno, seluruh keluarga Mbah Maridjan, baik anak maupun istrinya, selamat.

Kinahrejo_2(sumber gambar internet)

Ikhwal kematian Mbah Maridjan juga dibenarkan oleh salah satu menantunya, Bambang. “Saya sudah melihat sendiri,” kata Bambang. Menurut Bambang, pakaian yang dipakai, baik batik, sarung maupun kopyah mirip yang digunakan mertuanya sehari-hari. “Beliau sujud di atas sajadah. Sujud di kamar di rumah,” kata Bambang. Bambang menjelaskan, terakhir kali Mbah Maridjan bilang kepada pihak keluarga, “Ngantiyo piye saya tidak akan turun (Meskipun meletus saya tidak akan turun).” (DOR)

KEJADIAN ANEH ANEH SEBELUM MBAH MARIJAN MENINGGAL


Sebelum mbah marijan meninggal, maka tahun 2010 di indonesia diliputi dengan keanehan demi keanehan tersendiri yang menyiratkan sebuah arti khusus terangkum di bawah ini:

[UPDATE TULISAN] Bencana demi bencana atau peristiwa besar yang terjadi di tahun 2010,  Setelah Gempa Padang terjadi 30 september 2009 , maka berikutnya sebagai urutan kejadian aneh yang terjadi sebelum bencana super besar terjadi:

gempa_padang_membentuk_66

  1. Empat (4)  bulan setelah itu, presiden RI yang ke 4 wafat, yakni tepat tgl 30 desember 2009 (baca Gus Dur, Kejadian Aneh Sebelum & Sesudah Kematian)
  2. Jatiluhur sebagai waduk terbesar di Indonesia, tidak biasanya dalam bulan-bulan ini (22 maret 2010) atau beberapa tahun belakangan menunjukkan ‘anomali’ dalam besaran volume air (baca JatiLuhur Meluap adalah Jejak Ekpresi Ketuhanan)
  3. Setelah Gusdur Wafat, kejadian demi kejadian akan aksi porno Indonesia menjadi terkenal di dunia (baca Mendunia, Video Mesum dan Porno Mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, Sebuah Teori Konspirasi ?)
  4. Setelah Gusdur Wafat Pula, ketika Dunia Selebritis heboh dengan Pornografi, maka banyak artis yang berduka, termasuk mama laurent, dewi yull dsb (baca Dewi Yull Berduka, Ada Apa Denganmu ?)
  5. Aksi Porno Mendunia, Selebritis berduka, maka entah mengapa metrotvews tgl 2-7-2010, secara tidak sengaja menyiarkan film porno (baca nonton gratis video porno nasional, ada apa ?)
  6. Makam makam banyak yang meledak (baca Fenomena Makam Meledak) seiring dengan ledakan tabung elpiji dimana2x
  7. Kemudian, entah mengapa giliran tempat tempat peribadatan kaum agama semuanya terbakar (baca Patung Yesus Tertinggi di AS Tersambar Petir dan Terbakar, Ada Apa ?)
  8. Mengacu pada GusDur yang merupakan presiden RI ke 4, maka tepat tgl 2-10-2010, Empat KA secara sekaligus bertabrakan (baca KA Argo Bromo Tabrak Senja Utama, Sudah Ada Firasat Sebelumnya)
  9. Dua hari setelah Empat KA saling bertabrakan, maka tepat tgl 4 oktober 2010, Terjadi Banjir Bandang Wasior (baca Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior)
  10. Setelah banjir bandang Wasior, maka 21 hari berikutnya terjadilah gempa dan tsunami mentawai tepat tgl 25 oktober 2010 (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Gempa & Tsunami Mentawai)
  11. Setelah itu, titik utama dari bencana demi bencana adalah meletusnya Gunung Merapi Sedahsyat-dahsyatnya hingga tokoh yang dikagumi para pejabat dan negara ikut menjadi korban. Dua puluh (22) hari setelah 4 -oktober 2010 terjadilah tgl 26 oktober 2010, Merapi Meletus (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal)

Sebuah pertanyaan muncul ? Mengapa mbah marijan meninggal tgl 26-oktober-2010 ?  Tiada lain 26 adalah sebuah enam sebanyak 2 kali yang biasa pula disebut sebagai 66, mengapa kode ini ? Ini hanya sebuah penjelasan agar pembaca awan dapat mengikutinya, bagi yang berilmu agama tinggi, silahkan membuka kitab suci alquran surat ke 6 ayat ke 6. (sebagai bukti, silahkan membaca artikel Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Letusan Merapi 2006) yang memuat sebuah doa merapi tentang tewasnya mbah marijan ini)
kode_aneh_gempa_yogya_99_dan_66

(ilustrasi gambar sebuah kehancuran 
yang telah diketahui sebelumnya)

Tidak banyak yang menyadari bahwa sebelum meninggalnya tokoh populer di indonesia ini sudah diberikan sebuah kejadian demi kejadian aneh, utamanya beliau adalah Ki Surakso Hargo –  artinya penjaga gunung –  yang kemudian lebih akrab  dipanggil dengan Mbah Maridjan adalah seorang abdi dalem keraton Jogjakarta, yang bertugas sebagai juru kunci Gunung Merapi. Selama ini, ia hanya dikenal patuh dengan perintah  Sri Sultan Hamengkubuwono, raja penguasa keraton Jogjakarta.


MBAH MARIJAN TIDAK MAU IKUT MENGUNGSI


Maklum, dia adalah bagian dari abdi dalem keraton, yang  hidupnya memang hanya mengabdi kepada raja.Alasan Mbah Maridjan Tak Mau Mengungsi

mbah_marijan_jangan(sumber gambar tempo.co.id)

……Jadi kalau diminta pemerintah untuk mengungsi bagaimana Mbah? Lha saya ini kerasan tinggal di sini. Saya pilih tinggal di masjid. Ndonga (berdoa). Karena tamu-tamu saya banyak. Waktu saya ke Bekasi, banyak tamu yang kecele. Coba lihat di buku tamu itu. Kalau ketemu tamu-tamu kan saya tidak melamun, malah menghibur saya. Bisa tertawa. Karena kalau saya diam, itu bisa ditandai stres…..

Selain itu, ternyata dia tidak mau mengungsi karena menunggu wangsit dari mbah petruk (baca Penampakan Mbah Petruk Sebelum Gunung Merapi Meletus), tetapi akhirnya tewas menjadi korban keganasan awan merapi. Itulah makna kehendak Allah swt atas diri mbah marijan yang di tutup usia pada 83 yang ketika itu masih menunggu wangsit mbah petruk, padahal bayangan ‘mbah petruk’ sudah menampakkan diri sebelumnya,Kronologi Detik-detik Wedhus Gembel Sergap Rumah Mbah Maridjan

Selain Mbah Marijan, dua orang lain yang terjebak dan tidak bisa dievakuasi adalah Mbah Poniman dan istrinya, tokoh masyarakat Desa Kepuhardjo. Seperti juga Mbak Marijan, Mbah Poniman juga enggan dievakuasi sejak dini karena menunggu wangsit dari Petruk. (baca juga Penampakan Mbah Petruk Sebelum Gunung Merapi Meletus)

Dengan demikian, baik bayangan mbah petruk dan meninggalnya mbah marijan, tiada lain sesungguhnya kehendak Allah swt atas peristiwa itu, hingga itulah, pesan yang cukup jelas bagi yang percaya kepada mbah petruk, “agar kamu tidak menyembah selain Allah.”. Sesaat sebelum kematian beliau, maka keanehan ditujunkkan oleh mbah marijan, Mbah Maridjan: Jangan Ambil Foto Saya…

iklan_mbah_marijan(sumber gambar kompas.com, 
ketika menjadi bintang iklan)

SLEMAN, KOMPAS.com — Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi, diduga tewas akibat sengatan awan panas yang disebut wedhus gembel di kediamannya Dusun Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Selasa (26/10/2010). Dusun tempat tinggal Mbah Maridjan dan kerabatnya itu luluh lantak di sapu abu panas. Belasan jenazah ditemukan dan satu di antaranya diduga adalah Mbah Maridjan. Mbah Maridjan dan kerabatnya sebelumnya menolak turun gunung untuk mengungsi.

mbah_marijan_berperilaku_anehMereka memilih bertahan di rumahnya. Beberapa menit sebelum semburan dahsyat abu gunung, Tribunnews.com sempat melakukan wawancara dengan Mbah Maridjan. Mbah Maridjan saat itu pun tampak seperti biasa menghadapi kondisi bencana tersebut. Saat wartawan Tribunnews.com memasuki halaman rumah Mbah Maridjan, Bintang iklan minuman suplemen itu menyambut dengan tawa riang. “Ini pakai bahasa Indonesia apa bahasa Yogya,” kata Mbah Maridjan mengawali pembicaraan. Meski panjang lebar dan riang menjawab pertanyaan, Mbah Maridjan mewanti-wanti agar tidak diambil fotonya. Hal ini aneh mengingat Mbah Maridjan akrab dengan kamera karena sering tampil bahkan menjadi bintang iklan sebuah produk minuman stamina. “Jangan difoto, ya,” katanya. Mbah Maridjan sore itu memang tampak berbeda. Saat juru kamera televisi mengambil gambarnya ia pun terus-menerus menutupi wajahnya


YOGYAKARTA DIGUNCANG GEMPA BUMI 21 – AGUSTUS 2010


Jauh hari sebelum kematian beliau, maka di keraton itulah tanda awal kematian mbah marijan lewat sebuah gempa bumi yang terjadi tgl 21-agustus-2010 lalu (baca Gempa Yogya, Mengapa Tepat 21-Agustus-2010 ?). Tersebutlah di dalam gempa itu cukup keras walau tidak ada korban jiwa, namun di keraton yogyakarta itulah sebuah makna terjadi, Akibat Gempa Yogya, Umpak Keraton Pecah, Sebuah Pertanda. Itulah gempa yogya yang terjadi tgl 21-agustus-2010 lalu, hingga mbah marijan meninggal tercatatlah tgl meninggalnya beliau adalah tgl 26-oktober-2010 sebagai tgl letusan g. merapi,  GKR Hemas Tengok Jasad Mbah Maridjan

merapi_meletus_dan_gempa_yogya


KODE MBAH MARIJAN SUDAH DITULISKAN SEBELUMNYA


Sebuah keanehan muncul dari rentang waktu gempa yogya 21-agustus-2010 dan letusan merapi tgl 26-oktober-2010, tercatat itulah 66 hari dari rentang waktu itu. Sekali lagi 66 hari setelah gempa yogya yang memecahkan empat umpak keraton yogyakarta, maka enam puluh enam hari itulah beliau meninggal dunia. Apakah ada yang aneh dengan 66 itu ?

Itulah bentukan dari nama beliau, MARIJAN, dimana tersusun alfabet dari huruf itu adalah M=13, A=1, R=18, I=9, J=10, A=1, N=14, kesemua itu berjumlah 66.

Nilai 66 hari adalah sebuah rentang waktu yang mudah di-ingat sebagai nilai kembar yang pernah tertulis sebelumnya, jauh kedua peristiwa itu terjadi. Tulisan 66 itu dapat dijumpai pada ulasan Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya atau artikel Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006. Dengan jelas kode 66 itu mengarah pada sosok sang juru kunci, beliaunya adalah mbah marijan, cuplikan tulisan itu (posting 20-november-2009), sebelum mbah marijan tewas akibat luncuran awan panas merapi:

kode_66_mbah_marijan(cuplikan tulisan yg telah diposting 
tgl 21 November 2009
sebelum mbah marijan tewas)
ajakan_pemurnian_tauhid(Perhatikan lingkaran merah 
yang menunjukkan tgl posting di milis)

 


AJAKAN PEMURNIAN AJARAN TAUHID


Didalam milis tersebut terdapatlah suatu ajakan untuk memurnikan ajaran Islam yang disebut sebagai bagian dari kepedulian ketauhidan. Setting latar belakang dari gempa yogya ini adalah sebuah berita & pengagungan berlebihan terhadap sosok juru kunci merapi dengan kode bencana 66,(juru kunci merapi, kode 13+1+18+9+10+1+14=66,  sedangkan gempa yogya 27-05-2006, kode gempa yogya = 27+05=32, kemudian di ikuti oleh semburan lapindo yang dimulai 29-05-2006, kode lumpur lapindo=29+05=34, sehinga dua bencana tersebut adalah 32+34=66 juga, sama dengan kode sang tokoh) Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: JP

bukti_lawan_mbah_marijanpress_MPT_bag_1(Press Release ke media, bagian 1)
press_MPT_bag_2(Press Release bagian 2)

 Bagi yang ingin mengetahui bagaimana penyebaran brosur di yogyakarta, seperti yang telah dituliskan diatas, silahkan kunjungi halaman ini (Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006)

gunung_merapi_meletus_dahsyat_26_10_2010


Sebuah Ajakan Untuk Berdoa Hanya Kepada Allah swt Saja


Sebuah kepedualian akan kiprah dan riuh riah pemberitaan akan tokoh nasional, mbah marijan yang ketika berdoa, juga beliau melakukan persembahan persembahan tertentu kepada penunggu gunung merapi (baca Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Letusan Merapi 2006), tersebutlah sebuah inspirasi dari pelajaran terdahulu.

doa_hindari_bencana

Inspirasi n. Ibrahiim (Gempa Yogya 27-mei-2006 telah di berikan peringata sebelum terjadinya) yang menyatakan akan timbulnya malapetaka ketika masih banyak manusia yang mempersekutukanNya, merupakan perenungan yang dalam, ketika saat itu tokoh kunci sentral adalah fokus pada meletusnya gunung merapi. Sebuah kesadaran akan bahaya dan malapetaka yang timbul, menjadikan sebuah keniscayaan sebagai sebuah kisah nyatas ebagai kisah

Inilah sebuah kisah nyata “Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006″….Dengan berjalan kaki sekitar pukul 10.00 menyusuri benteng alun-alun selatan sampai alun-alun utara. di tiap perempatan kita berhenti untuk menyebarkan brosur, setelah itu ke Malioboro, lalu Ke Pasar BringHarjo. Kemudian naik Bus ke UGM … dokumenter foto peristiwa dibawah, dengan membawakan brosur waspada gempa yogya yang akan terjadi, seperti berikut brosur yang disebarkan (download), Peta gambar gempa juga disertakan dan penyebab gempa juga ditulikan, Brosur Peta Gempa Yang Disebarkan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006

Bagus Kurniawan – detikcom
Sleman – Juru kunci Gunung Merapi, RP Suraksohargo yang lebih dikenal Mbah Marijan memimpin prosesi labuhan alit di Gerbang Srimanganti atau Pos 2 Merapi. Upacara labuhan alit yang jatuh setiap tanggal 30 Rejeb penanggalan Jawa 1939 itu dilakukan untuk memperingati jumenengan dalem atau naik tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai raja Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Upacara adat Labuhan Merapi hari ini, Sabtu (26/8/2006) di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman yang juga menjadi kediaman juru kunci Merapi, Mbah Marijan. Prosesi ini digelar sehari setelah dilakukan upacara labuhan di Parangkusumo Bantul. Sebelum dilakukan prosesi, pada hari Jumat  kemarin telah dilakukan upacara serah terima ubarampe labuhan dari utusan kraton kepada pejabat Kabupaten Sleman di Kecamatan Cangkringan. Dari kecamatan, barang-barang yang akan dilabuh ini pada sore harinya akan diserahkan kepada kepada juru kunci Merapi, untuk disemayamkan. Baru pada hari Sabtu pagi, prosesi labuhan dimulai dipimpin Mbah Marijan bersama beberapa abdi dalem kraton lainnya. Ratusan warga turut hadir memadati halaman rumah Mbah Marijan untuk menyaksikan prosesi tahunan ini.

Sebelum prosesi arak-arakan dimulai, warga yang ingin ngalap berkah sudah ada yang mendaki lebih dulu melalui jalur pendakian bagian selatan. Menjelang subuh sudah banyak warga yang berkumpul di pendopo Srimanganti tempat prosesi labuhan dimulai yakni di Pos 2 di wilayah Kendhit yang merupakan batas hutan vegetasi Merapi. Sejak pagi hingga acara berlangsung langit cerah dengan suhu udara sekitar 20 derajat Celcius. Menjelang dilaksanakan upacara labuhan sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi, Merapi tampak jelas, meski beberapa hari sebelumnya gunung itu selalu tertutup kabut. Beberapa barang yang dilabuh sebanyak 8 macam meliputi, kain sinjang cangkring, semekan gadhung melati, semekan bango tolak, peningset yudharaga, selendang cindhe, kain kampuh poleng, minyak wangi, kemenyan ratus, uang kepeng dan beberapa sesaji diantaranya nasi ingkung lengkap danlain-lain.

s_merapi(ilustrasi gambar dari tempo)

Semua ubarampe labuhan dibawa oleh para abdi dalem. Mbah Marijan langsung memimpin sendiri jalannya prosesi sebagai pembuka jalan. Turut mendampingi selama berlangsung prosesi hingga menuju tempat acara di Pos 2 beberapa anggota Tim SAR DIY dan relawan lainnya. Setelah berjalan mendaki selama lebih kurang 2 jam, rombongan tiba di tempat upacara. Ratusan orang yang sudah datang lebih dulu maupun yang datang bersamaan rombongan Mbah Marijan langsung duduk di sekitar tempat prosesi. Setelah dilakukan wilangan atau pengecekan satu-persatu barang yang akan dilabuh. Setelah dinyatakan lengkap semua ubarampe labuhan kemudian di tempat yang telah disediakan. Bersamaan dengan dibakarnya kemenyan dilakukan doa bersama memohon keselamatan. Usai dilakukan doa bersama barang-barang yang dilabuh kemudian diperebutkan warga yang ingin ngalap berkah.

Ubarampe yang dilabuh itu sebagai bentuk permohonan untuk mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan terutama kepada Sultan, negara Indonesia, Kraton Yogyakarta beserta warga Yogyakarta seluruhnya diberi keselamatan di jauhkan dari berbagai bencana terutama pasca erupsi Merapi tahun ini maupun berbagai bencana dan musibah lainnya.

Labuhan itu juga sebagai persembahan kepada penguasa Gunung Merapi yang dipimpin Eyang Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Nyai Gadhung Mlati dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi. (jon)

 


MARIJAN SEMPAT SELAMAT DARI MERAPI 6 -6 – 2006


awan_panas_merapi_14_6_2006_mbah_marijan_selamatItulah  kode 66 dari alfabet nama beliau dan silsilah bencana yogyakarta,tahun 2006 lalu tgl 6-6-2006, Selasa, 06/06/2006 11:57 WIB Hujan Abu Tebal, Mbah Marijan Naik ke Gunung Merapi

awan_panas_terbesar(ilustrasi gambar dari internet)

Sleman – Rumah juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan diguyur hujan abu sangat tebal. Hujan abu sejak pagi ini membuat Mbah Marijan naik ke Gunung Merapi, tepatnya di pos II jalur pendakian ke puncak Merapi, lokasi yang biasa digunakannya untuk berdoa agar diberi keselamatan. “Bapak pergi ke atas. Tetapi tidak pamit sama siapapun,” kata Bu Panut, salah seorang anak Mbah Marijan kepada detikcom saat ditemui di rumah Mbah Marijan, Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupetan Sleman, Yogyakarta, Selasa (6/6/2006). Sampai pukul 12.00 WIB, Dusun Kinahrejo bertambah gelap akibat hujan abu tebal yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi. Selain abu, mendung dan kabut juga turun. Akibat hujan abu dan kabut tebal ini, pemandangan puncak Gunung Merapi tidak tampak. Saat ditanya kapan Mbah Marijan kembali ke rumah, Bu Panut tidak tahu persis. “Bapak kalau sedang ada perlu seperti sekarang ini sulit dipastikan kapan pulangnya,” katanya. Mbah Marijan yang memiliki nama pemberian keraton Mas Ngabehi Suraksohargo sering mengadakan acara ritual di lokasi labuhan keraton, yakni pos II Jalur pendakian ke Gunung Merapi. Di tempat inilah, ia berdoa meminta agar warga tetap diberi lindungan dan keselamatan. (jon/)

 


MBAH MARIJAN TIDAK SELAMAT SETELAH 4 TAHUN BERSELANG DARI 2006


Tahun 6-6-2006 lalu, bandingkan dengan 6-6-2010 tahun ini sebagai ilustrasi, maka tgl 6-6-2010 itulah sebuah tragedi yang dilakukan sebagai bagian ritual tolak bala, malah mengundang bala, seperti yang terjadi (bacaTragedi Tolak Bala),  berita di bawah ini : 12 Anak di Aceh Tewas Saat Ritual Tolak Bala

Besi jembatan gantung lepas dan orang-orang berjatuhan. Kata orang, sungai itu angker.…. Kejadian tragis ini terjadi saat warga desa sedang melaksanakan upacara adat tolak bala, pada Minggu 6 Juni 2010, kemarin…..

Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim mengatakan, hingga kini upaya pencarian korban masih dilakukan di sekitar lokasi jembatan Sungai Alas. Diperkirakan masih ada empat korban lagi yang masih belum bisa ditemukan.  Menurutnya, ritual tolak bala yang dilakukan warga desa Meloak Ilang, merupakan tradisi, dan tiap tahun digelar warga setempat. Para tetua kampung menghanyutkan sesajian berupa ayam jantan putih ke sungai Alas, yang diyakini menangkal bala. “Saat upacara tolak bala berlangsung, banyak anak-anak berdiri di atas jembatan. Besi jembatan gantungnya lepas sehingga banyak yang tercebur ke sungai, jembatan itu memang dikenal angker,” katanya saat dihubungi , Senin, 7 Juni 2010.

Kini ‘merapi sudah tidak ramah lagi’ dengan mbah marijan, sebagai 66 dari alfabet beliau dan 6-6-2010 sebagai laku tolak bala yang akhirnya berujung maut, maka  Inilah Alasan Mbah Maridjan Tidak Turun

letusan_merapi(sumber gambar internet)

JAKARTA, KOMPAS.com — Mbah Maridjan (83), sebagai juru kunci Gunung Merapi, lebih banyak melihat fenomena menggunakan naluri yang merujuk pada kebiasaan niteni (memerhatikan). Keyakinannya tentang ancaman bahaya letusan Gunung Merapi yang hampir tidak pernah merambah Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, memberikan pelajaran niteni bahwa lingkungan alam di sisi selatan Gunung Merapi masih merupakan benteng pertahanan bagi warganya. Dalam kosmologi keraton Yogyakarta, dunia ini terdiri atas lima bagian. Bagian tengah yang dihuni manusia dengan keraton Yogyakarta sebagai pusatnya. Keempat bagian lain dihuni oleh makhluk halus. Raja bagian utara bermukim di Gunung Merapi, bagian timur di Gunung Semeru, bagian selatan di Laut Selatan, dan bagian barat di Sendang Ndlephi di Gunung Menoreh.

Namun, jauh dari ungkapan-ungkapan itu, ada suatu keyakinan yang hidup di dalam masyarakat di sekitar Gunung Merapi bahwa gunung dengan segala macam isinya dan makhluk hidup yang mendiami wilayah ini menjadi suatu komunitas. Karena itu, ada hubungan saling menjaga dan saling melindungi. Ketika salah satu anggota mengalami atau melakukan sesuatu, dia akan memberi “isyarat” kepada yang lain dan dia akan memberitahukan kepada yang lain. Demikian pula ketika Merapi “batuk-batuk”, dia juga memberi isyarat kepada yang lain, termasuk kepada Mbah Maridjan. Barangkali karena saat itu belum menerima isyarat, Mbah Maridjan berpendapat bahwa Merapi tidak akan melakukan sesuatu. Selanjutnya, Mbah Maridjan tidak mau diajak mengungsi (meninggalkan Gunung Merapi).

 


MBAH MARIJAN MENJADI KORBAN TEWAS SEMBURAN AWAN PANAS MERAPI


Tidak seperti tahun 2006 lalu, dimana beliau selamat, maka kali ini nahas menjemput beliau, Mbah Maridjan Tewas di Rumahnya

mbah_marijan_tewas_2(sumber gambar internet)

SLEMAN, KOMPAS.com — Juru Kunci Gunung Merapi, Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan, menjadi korban dan ikut tewas akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10/2010) sore. Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Slamet, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar mandi rumah Mbah Maridjan. “Kemungkinan mayat yang ditemukan tersebut adalah Mbah Maridjan, tetapi ini belum pasti karena wajah dan seluruh tubuhnya sudah rusak dan sulit dikenali lagi,” katanya.

rumah_mbah_marijan2(ilustrasi gambar rumah yang terkena semburan merapi)

Menurut dia, mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon. “Biasanya, di dalam rumah Mbah Maridjan tersebut hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri,” katanya. Kondisi di dusun sekitar tempat tinggal Mbah Maridjan mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh. “Kerusakan ini akibat terjangan awan panas dan bukan karena material lava,” katanya. Kepala Hubungan Masyarakat dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha, Rabu (27/10/2010),  mengatakan, saat ini jenazah Mbah Maridjan masih berada di Bagian Kedokteran Forensik RS Dr Sardjito, Yogyakarta. “Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB, informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung. Sebelumnya sempat dikabarkan, Mbah Maridjan ditemukan dalam kondisi selamat, tetapi fisiknya lemah, tidak jauh dari kediamannya pada Selasa (26/10/2010) tengah malam. “Juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan ditemukan dalam kondisi selamat oleh salah seorang anggota tim pencari (SAR),” kata Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta Kolonel Laut Aloysius Pramono di Sleman, Rabu dini hari, sebelum akhirnya disebutkan bahwa Mbah Maridjan ikut wafat dalam letusan gunung yang dijaganya itu.

 


MAKNA TEWAS BERSUJUD MBAH MARIJAN


Meninggal dalam posisi berujud, Mbah Maridjan Tewas Bersujud itulah sebagai makna pengabdian sebenarnya kepada Allah swt, tanpa harus ada penunggu merapi: Eyang Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Nyai Gadhung Mlati dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi

evakuasi_mbah_marijan(sumber gambar TVone)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tim evakuasi korban letusan Gunung Merapi menemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi sedang bersujud di rumah Mbah Maridjan, Rabu pagi ( 27/10/2010). Apakah jenazah tersebut Mbah Marijan atau bukan, petugas belum dapat memastikan identitasnya. Kepala Humas dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha, Rabu,  mengatakan, saat ini jenazah lelaki mirip Mbah Maridjan tersebut masih berada di Bagian Kedokteran Forensik RS Dr Sardjito, Yogyalarta.”Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB. Informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung.

mbah_marijan_jpg(sumber gambar metrotv)

Sebelumnya, kabar mengenai Mbah Maridjan simpang siur. Sempat diberitakan, juru kunci Merapi itu ditemukan selamat dalam kondisi lemas. Saat terjadi sapuan awan panas itu, Mbah Maridjan sedang shalat di masjid yang berjarak 100 meter dari rumahnya. Tapi, dia menolak untuk dievakuasi dan tetap ingin berada di masjid. Jumlah korban tewas di sekitar kediaman Mbah Maridjan akibat letusan gunung teraktif di Indonesia hingga Rabu pagi tercatat16 orang. Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komandan Angkatan Laut Kolonel Pramono mengatakan tim ini saat menuju rumah Mbah Maridjan untuk melakukan evakuasi menemukan sebanyak 12 mayat, belum termasuk mayat yang ditemukan di rumah Mbah Maridjan sebanyak empat orang. Ia mengatakan tim yang beranggotakan 38 orang ini melakukan evakuasi bersama dengan tim lain namun hanya timnya yang berhasil mencapai puncak karena menggunakan truk meskipun harus menghadapi halangan pohon tumbang di jalan menuju rumah Mbah Maridjan. (Krisdianto/Anita)

 


MBAH MARIJAN SEBAGAI SALAH SATU BUKTI KEBENARAN AYAT ALQURAN


Itulah kode 66 dari mbah marijan yang akhirnya meninggal di tgl 26 (enam sebanyak 2 kali), selang 66 hari sebelumnya terjadi gempa yogya 21-agustus-2010. Itulah 66 yang berkaca sebuah hal yang patut direnungkan dan dijadikan perhatian sesuai firman Allah swt surat 6 ayat 6

gambar_kehancuran(ilustrasi gambar knowing)

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal  telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (surat 6 ayat 6)

Rabu, 27/10/2010 13:17 WIB GKR Hemas: Kraton Akan Cari Pengganti Mbah Maridjan, semoga pengganti beliau adalah mahluk yang amanah dan sujud kepada Allah swt saja, seperti yang ditunjukkan oleh mbah marijan saat beliau dipanggil oleh penguasa yang sebenarnya.

KEMENANGAN BAGI YANG BERHAK


awan_panas_merapi_14_6_2006_mbah_marijan_selamatPerhatikan dengan seksama gambar diatas, sebuah awan panas merapi tgl 14/6/2006 menyapu byngker kaliadem, dan rumah mbah marijan selamat, namun bandingkan dengan gambar dibawah ini 26-oktober-2010, tercaatat 1626 hari selang waktu terjadinya antara dua awan panas tsb, dimana rumah mbah marijan tersapu awan panas yang secara tiba-tiba awan tersebut berbelok, tidak seperti tahun 2006.ANEH .... AWAN PANAS MERAPI 26-OKTOBER-2010 SENGAJA MENGINCAR MBAH MARIJANMengapa awan panas tahun 2010 tersebut berbelok ? hingga menewaskan mbah marijan ? apakah mbah marijan tiada diberi peringatan sebelumnya ?

gunung_merapi_meletus_dahsyat_26_10_2010

gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Sebuah doa yang penuh makna (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal) sebuah renungan akan pembaruan Tuhan kami menangkanlah kami posting Aug 27, 2006 7:47 am

doa_tuhan_menangkanlah_kami_27_agustus_2006doa_tuhan_menangkanlah_kami_27_agustus_2006_2doa_tuhan_menangkanlah_kami_27_agustus_2006_3

 

AWAN PANAS MERAPI BERBELOK SEBAGAI SEBUAH KEMENANGAN TAUHID


Sebuah perenungan yang dalam akan arti sebuah tauhid (baca Tanda Tanda Sebelum Bencana Besar Terjadi) yang akhirnya mengerti akan datangnya gempa bumi yogya 27-mei-2006, sehingga memberikan peringatan akan datangnya gempa itu sebelum terjadinya,

Tercatat penantian panjang dari agustus ke november-2006, setelah 2 bencana yang berhasil dibuktikan sebagai adanya “Teori Siklus Bencana di Indonesia”: Adapun pembuktian tsb adalah lewat artikel

  1. Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006
  2. Tanda Tanda Sebelum Tsunami Pangandaran

Setelah bulan juli-2006 yang menuangkan artikel Tanda Tanda Sebelum Tsunami Pangandaran kehidupan terus berlangsung dengan keanehan -keanehan yang mulai muncul. Tgl 22-Agustus-2006 tercatat  artikelWaspadai petunjuk bayi lahir aneh yang memuat sebuah pertanyaan:

bayi_berkepala_dua….. Dan kalau kita percaya dengan pertanda ini, maka cukuplah pertanda itu tanpa harus di jelaskan oleh ilmu pengetahuan, ketika orang ramai tentang awan gempa, padahal Allah hendak menguji kita tentang pengetahuan yang tidak masuk akal sebagai tanda Allah (Berkaca dari Kaum Tsamud) …… Ini semua terjadi pada tanggal 22-agustus-2006, artinya perlu campur tangan Allah dengan variabel yang kompleks untuk memunculkan pertanda bayi ini

Setelah bencana Tsunami pangandaran yang menyatakan sebuah kegilaan dimana seorang ibu membunuh anaknya, padahal sang ibu adalah orang yang berpendidikan tinggi, sebagai kegilaan berikutnya adalah munculnya bayi-bayi berkepala dua sebagai iktibar Munculnya Manusia Berkepala Dua Kematian bayi lahir berkepala dua tsb untuk pertama kali, tepat tgl 22-08-2006 memunculkan sebuah warning “Waspada dengan Bayi yang lahir aneh”, yakni

…… Ini semua terjadi pada tanggal 22-agustus-2006, artinya perlu campur tangan Allah dengan variabel yang kompleks untuk memunculkan pertanda bayi ini

Sebagaimana diceritakan oleh artikel Tanda Tanda Sebelum Tsunami Pangandaran tentang adanya PELAJARAN BESAR namun mentok pada pemikiran yang hanya bersifat eksak saja, maka iktibar tsb dijelaskan sebagai orang-orang yang  mengandalkan HANYA rumus saja dalam mengarungi kehidupan ini, AKAN mengabaikan pertanda dari Allah swt yang tidak masuk akal sebagaimana dilansir diatas. Sebuah asa dari kelompok penyebar brosur waspada gempa yogya [baca Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya] melakukan sebuah perjalanan mencari arti kehidupan lewat Perjalanan Mencari “Malaikat” posting Aug 25, 2006 9:40 am. Asa-asa yang senantiasa berharap agar didengar akan petunjuk-petunjuk dari Allah yang tidak masuk akal kepada masyarakat luas sebagai iktibar dari sebuah teori SIKLUS BENCANA di INDONESIA [baca Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006 ]:

Memutus Siklus Bencana, Pendekatan menanti pembawa pembaharu seperti komunitas eden, ahmadiyah dsb untuk memutus siklus ini jelas resiko besar bagi kelangsungan kehidupan, justru tafsir yang tepat adalah kita semua adalah pembaharu dengan memberikan suri tauladan bagi masyarakat lain.

Harapan untuk melakukan pembaharuan mentok pada sebuah titik kepandaian manusia yang selalu HANYA mengandalkan rumus saja dalam melakukan penyelesaian, sehingga sebuah doa dipanjatkan untuk melakukan pembaruan Tuhan kami menangkanlah kami posting Aug 27, 2006 7:47 am

doa_tuhan_menangkanlah_kami_27_agustus_2006doa_tuhan_menangkanlah_kami_27_agustus_2006_2doa_tuhan_menangkanlah_kami_27_agustus_2006_3

Doa ini berjawab 4 tahun kemudian atau tepatnya  1521 hari dengan kematian mbah marijan akibat letusan merapi yang dahsyat (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal). Tepat tgl 26 oktotober 2010 gunung merapi meletus sedahsyat-dahsyatnya

merapi_meletus_dan_gempa_yogya

Sebuah doa tgl 27-agustus-2006 agar memenangkan pembaharuan yang menjadi visi dari asa bahwa bayi-bay tsb adalah SEBUAH PERTANDA. Penantian panjang dari pertanda itu dipertegas lagi dengan artikel Petunjuk Bayi berkepala dua psoting Sep 3, 2006 5:39 am yang menceritakan :

…….Petunjuk BAYI itu diulang terus-menerus dengan kejadian rententan bayi yang lahir aneh-aneh dalam bulan agustus, artinya kita di haruskan untuk mengarah papa petunjuk bayi ini, dibanding dengan petunjuk lainnya. Adapun dukungan petunjuk itu terus-menerus ada ………Dengan petunjuk yang sudah jelas, semoga tidak salah petunjuk maka seharusnya kita mengajak semua pihak agar intropeksi agar tidak menjadi pembenar terjadinya bencana (dolly)….. mari bertakwa

Tambahan artikel tsb termuat sebagai artikel Misteri o|o posting Sep 3, 2006 5:49 am, berisi sebuah tulisan O|O atau bayi berkepala dua

Ada apa dari karakter o|o, secara mudah adalah dua o dengan satu  |, ingat dengan kejadian bayi yang lahir langka di dunia yakni dua kepala dan sau tubuh (dua o dan satu |). Rententan o kiri tgl 27-mei-06 (gempa bumi yogya), | tengah (posisi stabil, tgl 28-mei-06) dan o kanan adalah mulai lumpur lapindo (29-mei-06)
o|o = 27-mei-06 | 28-mei-06 | 29-mei-06
Setelah itu, doa-doa kembali dipanjatkan setelah merasa yakin bahwa lapindo merupakan sebuah bencana berikutnya, adapun doa-doa tsb adalah Tuhan, Berilah petunjuk posting Sep 14, 2006 1:05 pm yang memuat agar bencana lumpur lapindo di ‘ringan’kan jangan seperti yogyakarta:

doa_tuhan_berilah_petunjuk_14_september_2006_1doa_tuhan_berilah_petunjuk_14_september_2006_2doa_tuhan_berilah_petunjuk_14_september_2006_3doa_tuhan_berilah_petunjuk_14_september_2006_5

[UPDATE TULISAN]

wedhus-

Perhatikan sebuah rentang waktu terjadinya awan panas merapi ke 1 terjadi tgl 14/6/2006 dimana mbah marijan selamat, kemudian 26-oktober-2010 terjadi awan panas besar yang berbelok mengenai mbah marijan, bukankan rentang waktu terjadinya adalah 1626 yang membentuk sebuah makna “Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap  jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.” QS 16 ayat 26

Merapi

“Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap  jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.” Ayat ini terbukti dengan keadaan rumah yang hilang dari fondasinya, atapnya jatuh menimpa mereka dan mereka tidak menyadari akan bahaya itu

evakuasi_mbah_marijan


GEMPA YOGYA 2006 & GEMPA TASIKMALAYA 2009


Kebetulankah_22_gempa_yogya_27_mei_2006_dan_gempa_tasikmalaya_2_9_2009_Gempa Yogya 27 mei 2006 dan Gempa TasikMalaya,  kemiripan 22 yang Nyata

GUNUNG MERAPI 2010 & GUNUNG KELUD 2014


gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Gunung Merapi Meletus dan Gunung Kelud Meletus sebuah kenyataan tentang bukti 22

BUKTI KODE 22


time_line_kisah_nyata_pencari_tuhan_1_2006_2009time_line_kisah_nyata_pencari_tuhan_2_2010_2014

Berikut iktisar kode-kode 22 dari peristiwa besar di dunia yang menjadi pembicaraan banyak pihak: tahun demi tahun dimulai tahun 2006 sampai saat ini dan akan terus di-update

  1. Inilah Kejadian Bencana Besar 2006: Gempa Yogya, Tsunami Pangandaran dan Ledakan Lumpur Lapindo
  2. Inilah Kejadian Bencana Besar 2007: Pesawat Adam Air Jatuh, Jakarta Banjir Besar, Longsor NTT, Gempa Sumbar, Pesawat Garuda Terbakar dan Gempa Bengkulu
  3. Inilah Kejadian Bencana Besar 2008: Gempa Cina & Gempa Sumatera Selatan
  4. Inilah Kejadian Bencana Besar 2009:Pesawat Fokker & Herkules Jatuh, Gempa TasikMalaya dan Gempa Padang
  5. Inilah Kejadian Bencana Besar 2010: Gempa, Tsunami Mentawai dan Merapi Meletus
  6. Misteri Benarkah Kiamat Telah Dekat Tahun 2010 ?
  7. Misteri Benarkah Kiamat Telah Dekat Tahun 2011 ?
  8. Misteri Benarkah Kiamat Telah Dekat Tahun 2012 ?
  9. Misteri Benarkah Kiamat Telah Dekat Tahun 2013 ?

SUPER GEMPA HAITU 2010 dan SIMBOL 22


Jika Tsunami aceh dengan korban terbesar di abad modern, maka gempa haiti 2010 dengan korban jiwa yang besar ke dua, dan PBB menyatakan : PBB: Gempa Haiti Lebih Buruk dari Tsunami di Aceh,

gempa_haiti_12_jan_2010_pkl_16_53

SUPER GEMPA SELANDIA BARU 22-2-2011


Gempa dahsyat yang menguncang selandia baru tepat tgl 22-2-2011 (baca Misteri Benarkah Kiamat Telah Dekat Tahun 2011 ?) .

GEMPA HEBAT SELANDIA BARU 22-2-2011


Sebelum gempa jepang terjadi, maka di selandia baru terjadi gempa besar pula tgl 2-2-2011 (anehnya tepat tgl 22 bulan 2 di tahun 2011, yang membentuk simbol 22 dan angka kembar). Gempa bumi Christchurch 22 -2-2011  gereja_ambruk_22_2_2011Gempa Bumi Chrsitchurch 2011 adalah gempa Bumi berkekuatan 6.3 skala richter yang mengguncang Region Canterbury, Pulau Selatan, Selandia Baru, pada tanggal 22 Februari 2011, pukul 12.51 waktu lokal (21 Januari 2011, pukul 23.51 UTC). Episentrum gempa berada sekitar 2 kilometer sebelah barat kota kecil Lyttelton, dengan kedalaman 5 kilometer. Gempa Bumi ini menimbulkan kerusakan besar, terutama di kota Christchurch, kota terdekat dari episentrum gempa, dan juga kota terbesar kedua di Selandia Baru

gempa_selandia_baru_22_2_2011Gempa Selandia Baru terjadi tepat, Selasa, 22/02/2011 09:10 WIB Gempa 6,3 SR Guncang Selandia Baru, Gedung Ambruk dengan korban yang terus bertambah, Korban Gempa Selandia Baru Terus Bertambah ,situasi kota tergambarkan sebagai Dilanda Gempa 6,3 SR, Kota di Selandia Baru Bak Zona Perang

gempa_selandia_baru_22_2_2011_luluh_lantakSebuah tulisan Dahsyatnya Gempa Selandia Baru, Mengapa Terjadi Tepat 22-2-2011 ?  terjadi ditanggal kembar, maka beberapa saat kemudian gempa bumi dahsyat terjadi sesuai dengan tulisan tsb di negeri sakura biru yaitu JEPANG. Tahun 2011 atau tahun kembar yang mudah di-ingat, Kerugian Bencana Alam 2011 Terbesar Sepanjang Masa

gempa_jepang_11_maret_2011_selandia_baru_22_feb_2011

SUPER GEMPA & TSUNAMI JEPANG 11-3-2011


Gempa dahsyat di jepang tgl 11-maret-2011 yang disertai tsunami, kini ditahun 2011 gempa besar mengguncang dunia dan tercatat gempa terhebat sepanjang sejarah modern negeri jepang, (baca Gempa ini dashyat bahkan untuk standar Jepang)


gempa_tsunami_jepang_11_maret_2011_pkl_12_46_mengapa_22

Kekuatan gempa sebesar 8,9 yang menghantam pesisir Honshu, Jepang tampaknya akan menjadi peristiwa yang paling diingat sepanjang tahun 2011 mengingat skala guncangannya.Biasanya hanya terjadi satu atau dua gempa bumi dengan kekuatan seperti ini setiap tahun. Bahkan untuk negara seperti Jepang yang sudah terbiasa dengan gempa, guncangan kali ini sangat luar biasa. Sejarah mencatat tujuh gempa bumi terjadi dengan kekuatan minimal 8,0 atau lebih besar sejak tahun 1891 di Jepang. Gempa-gempa itu terjadi dengan guncangan dashyat yang datang bersama-sama gempa susulan.Setelah gempa pertama berkekuatan 8,9 menghantam pukul 1446 waktu setempat, terjadi gempa susulan yang kencang.

Enam di antaranya terjadi dalam waktu satu seperempat jam dan semuanya jauh lebih besar dari gempa yang menghantam kota Christchurch di Selandia Baru (6,3). Guncangan gempa susulan terbesar di Jepang ini tercatat berskala 7,1. Beberapa tayangan rekaman video yang tersiara dari Jepang sangat dramatis, para pekerja di pusat kota berpegang ke meja. sementara semua yang berada di sekitar mereka bergoyang-goyang. Gedung-gedung terbakar dan gelombang tsunami menyapu daerah pertanian ketika air memasuki daerah daratan.

Gempa tektonik tentu sudah dipahami di Jepang. Negaraq ini adalah daerah pegunungan yang paling aktif di dunia. Duapuluh persen gempa yang terjadi di seluruh dunia, dengan skala 6 ke atas terjadi di Jepang.

GEMPA YOGYA 2006 & GEMPA TASIKMALAYA 2009


Kebetulankah_22_gempa_yogya_27_mei_2006_dan_gempa_tasikmalaya_2_9_2009_Gempa Yogya 27 mei 2006 dan Gempa TasikMalaya,  kemiripan yang Nyata tentang 22

Gempa Yogya 27-5-2006 yang membentuk simbol 22, 2+7+5+2+0+0+6=22, juga berulang ketika gempa tasikmalaya, 2-9-2009 yang membentuk simbol 2+9+2+0+0+9=22.  (baca Kejadian Aneh-Aneh Jelang Gempa Yogya 27-mei-2006),  (baca Kejadian Aneh-Aneh Jelang Gempa Tasikmalaya). Dengan doa 22 diatas, seharusnya sebuah gempa atau peristiwa besar dapat dicegah baik korban jiwa maupun lainnya dengan cara mendekatkan diri padaNya. Sebagaimana bencana besar lainnya, senantiasa, situs ini memberikan sebuah warning akan terjadinya sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri padaNya.

GUNUNG MERAPI 2010 & GUNUNG KELUD 2014


gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Gunung Merapi Meletus dan Gunung Kelud Meletus sebuah kenyataan tentang 22

misteri_gunung_kelud_dan_pesawat_hilang_MH370Gunung Kelud meletus Gunung Kelud Meletus, Tanda Jokowi Akan Jadi Presiden ? dan  menjadi kenyataan, Jokowi Presiden Baru, Sudah Diramalkan

 Update, setelah MH 370 hilang, terjadi perang Israel-Gaza yang memuat 22 juga (baca Perang Israel-Gaza 2014, Sebuah Tanda Aneh Muncul),

perang_israel_gaza_tanda_22Rentang waktu tsb, pesawat demi pesawat jatuh membentuk 22 yang runtun, Pada waktu yang sama Israel melancarkan serangan darat ke Gaza, sebuah pesawat MH 17 jatuh di roket (baca Misteri Aneh, Antara MH17 Jatuh dan MH 370 Hilang). MH 17 jatuh membentuk kode aneh yang lain yaitu 22, seperti dibawah ini

pesawat_mh17_jatuh_simbol_22Dan setelah MH 17 jatuh, secara beruntun pesawat demi pesawat jatuh juga membentuk simbol 22 (baca Setelah MH 17 Jatuh, Kini TranAsia Jatuh, Ada Apa ?)

pesawat_pesawat_jatuh_membentuk_memori_22Setelah MH 17, Giliran pesawat TransAsia bernomor 222 jatuh

transAsiaJatuh_memori_22_berulangSetelah TransAsia Jatuh, giliran pesawat lain dengan kode 22 jatuh juga

Pesawat Aljazair AH5017 JatuhSecara ringkas jatuhnya pesawat demi pesawat dalam rentang satu minggu membuat perhatian tersendiri akan keteraturan dan fenomena ini

minggu_paling_kelam_dunia_penerbangan_2014

 MENGAPA MERAPI, TSUNAMI JEPANG, KELUD , MH 370 Hilang MEMBENTUK POLA YANG SAMA (22) ?


  1. Sebuah ajakan  sebagai ingatan 22 itu yakni untuk kembali kepada ajaran suci yaitu al-qur’an dengan ingatan bahwa, Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari
  2. Sebuah memori ingatan akan lafal Allah swt yang terekam dalam sebuah foto tepat tgl 22-11-2006, dimana lumpur lapindo meledak Lafal Allah dalam Ledakan Pertamina di Lumpur Lapindo Sidoarjo
  3. Sebuah doa 22 yang dipanjatkan untuk mengingatkan bangsa agar memurnikan ajaran tauhid agar selamat di dunia dan akhirat, Sebuah inspirasi muncul yang disebabkan keprihatinan masalah ini, berikut doa tersebut, perhatikan posting yang tidak dapat diubah (http://groups.yahoo.com/neo/groups/the_untold_stories/files) jika ingin cek harus login dengan email yahoo yang tercatat 9 desember 2006 doa_22doa_22Gempa Yogya 27-5-2006 yang membentuk simbol 22, 2+7+5+2+0+0+6=22, juga berulang ketika gempa tasikmalaya, 2-9-2009 yang membentuk simbol 2+9+2+0+0+9=22.

Kebetulankah_22_gempa_yogya_27_mei_2006_dan_gempa_tasikmalaya_2_9_2009_

Lihat gambar diatas ini, koq sama ya gempa yogya dan tasikmalaya ? pasti ada yang mengaturNya,

Gempa Yogya 27-5-2006 yang membentuk simbol 22, 2+7+5+2+0+0+6=22, juga berulang ketika gempa tasikmalaya, 2-9-2009 yang membentuk simbol 2+9+2+0+0+9=22.  (baca Kejadian Aneh-Aneh Jelang Gempa Yogya 27-mei-2006),  (baca Kejadian Aneh-Aneh Jelang Gempa Tasikmalaya). Dengan doa 22 diatas, seharusnya sebuah gempa atau peristiwa besar dapat dicegah baik korban jiwa maupun lainnya dengan cara mendekatkan diri padaNya. Sebagaimana bencana besar lainnya, senantiasa, situs ini memberikan sebuah warning akan terjadinya sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri padaNya.


KLIPING BERITA


Merapi Meletus, Rumah Mbah Maridjan Terlindung Geger Boyo

JAKARTA, KOMPAS.com – Rumah Mbah Maridjan (83) di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta–entah disadari atau tidak–secara kebetulan relatif terlindung dari ancaman awan panas Gunung Merapi, karena berada di balik tebing yang disebut Geger Boyo (punggung buaya). Tebing yang dari kejauhan tampak seperti punggung buaya dengan kepala mengarah ke atas itu dianggap warga lereng Merapi sebagai “benteng pertahanan” dari serangan awan panas.

Apakah karena alasan itu Mbah Maridjan menolak dievakuasi, tidak ada yang tahu. Yang jelas Mbah Maridjan meyakini bahwa Gunung Merapi adalah pusatnya jagad di Tanah Jawa. Dia juga percaya Gunung Merapi adalah gunung yang “hidup” yang akan senantiasa bertambah dan berubah, sehingga jika memang Gunung Merapi meletus, berarti gunung berapi yang paling aktif di dunia itu sedang “berubah” atau “bertambah”. Menghadapi situasi tersebut Mbah Maridjan mengajak siapa saja memohon keselamatan kepada yang Mahakuasa agar terhindar dari bahaya. Permohonan itu ditempuh oleh Mbah Maridjan melalui laku tirakat (puasa mutih) dan doa-doa dengan cara berjalan mengelilingi Dukuh Kinahrejo tiga putaran setiap malam. Di samping itu, masyarakat Dukuh Kinahrejo diminta memasang sesaji tolak bala berupa “ketupat luar” yang ditempatkan di atas pintu. Ketupat dari janur kuning tersebut bermakna simbolis agar warga yang memasangnya “keluar” dari bencana. Di dalam ketupat diisi garam dan daun sirih.

Makna simbolisnya, “daun sirih” adalah lambang Gunung Merapi dan “garam” lambang dari Samudera Indonesia atau Laut Selatan. Keduanya dalam pandangan supranatural berada dalam satu poros imajiner dan merupakan kekuatan spiritual bagi Keraton Yogyakarta. Dalam bahasa Mbah Maridjan, gejolak di Gunung Merapi diterjemahkan sebagai “eyang” yang melenggahinya sedang punya hajat membangun “keraton”. Mbah Maridjan yang pantang menggunakan istilah “Gunung Merapi meletus”, menjelaskan bahwa di saat eyang sedang punya hajat semua orang di lingkungan Merapi harus sabar, tabah dan tawakal.

Di Gunung Merapi, menurut Mbah Maridjan, lenggah (bertahta) sejumlah penguasa, di antaranya Eyang Empu Romo, Eyang Empu Permadi, dan Eyang Panembahan Sapujagad.

 


KLIPING BERITA


NUSANTARA – YOGYAKARTA, Rabu, 27 Oktober 2010 , 08:38:00 Bersujud Hingga Ajal Menjemput Mbah Maridjan Dipastikan Tewas, Korban Meninggal jadi 28 Orang

JAKARTA – Kesetiaan Ki Surakso Hargo atau yang akrab dipanggil Mbah Maridjan terhadap gunung merapi benar-benar sampai ajal. Tadi pagi Rabu (27/10) tim dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman menemukan mayat Mbah Maridjan di dalam kamar rumahnya di Kinahrejo. lereng Merapi.  Mbah Maridjan ditemukan tewas dalam posisi sudjud. Hingga pagi tadi, korban tewas yang berhasil dievakuasi dari lereng merapi sudah mencapai 24 orang. Termasuk di dalamnya adalah Mbah Maridjan. “Kemungkinan besar mayat itu Mbah Maridjan. Namun, kami belum berani memastikan kebenarannya. Kami hanya mengenali postur dan baju batiknya saja.  Sedangkan wajahnya sudah sulit dikenali. Selama ini, Mbah Maridjan selalu mengenakan baju batik,” ujar Wagiyo, salah seorang anggota Tagana ketika dihubungi wartawan Radar Jogja, Rabu (27/10) pagi.

Ki Surakso Hargo –  artinya penjaga gunung –  yang kemudian lebih akrab  dipanggil dengan Mbah Maridjan adalah seorang abdi dalem keraton Jogjakarta, yang bertugas sebagai juru kunci Gunung Merapi. Selama ini, ia hanya dikenal patuh dengan perintah  Sri Sultan Hamengkubuwono, raja penguasa keraton Jogjakarta. Maklum, dia adalah bagian dari abdi dalem keraton, yang  hidupnya memang hanya mengabdi kepada raja. Karena itu, tidak mengherankan jika ia tidak pernah peduli dengan  himbauan pemerintah, termasuk tim SAR yang memintanya agar turun ke pengungsian.

Sikap Mbah Maridjan yang setia kepada raja dan  patuh pada profesi itulah yang sering tidak dipahami oleh banyak pihak di era modern ini. Beberapa tahun silam, Mbah Maridjan pernah mengatakan,  kalau pun ia harus mati karena letusan Merapi, maka itu sudah takdir . “Semua orang akan mati. Kalau saya mati karena Merapi, itu sudah takdir saya begitu,” kata Mbah Maridjan kepada JPNN di akhir tahun 2006, ketika ditanya apa tidak takut mati kalau gunung merapi tiba-tiba meletus, Jabatan juru kunci di Merapi merupakan jabatan turun menurun. Mbah Maridjan sendiri mewarisi jabatannya dari ayahnya. Konon, Mbah Maridjan memiliki daya linuwih yang bisa berkomunikasi dengan dunia ghaib Merapi.

Sejauh ini  tidak jelas benar, apakah pihak keraton sudah memberikan perintah agar Mbah Maridjan turun gunung atau memang Mbah Maridjan  memiliki perhitungan lain sehingga  ia diduga ikut tewas tersapu awan panas yang disemburkan gunung Merapi tempat di mana Mbah Maridjan mengabdi selama ini. Pada Tahun 2006, Mbah Maridjan juga tidak mempedulikan himbauan pemerintah untuk mengungsi. Bahkan, ketika itu, Mbah Maridjan malah naik mendekati kawah Merapi, ketika rombongan Presiden SBY menyempatkan  bermalam dan bermain gitar dengan para pengungsi merapi.

Sejauh ini tim memang masih belum yakin benar mayat bersujud itu adalah Mbah Maridjan. Mereka hanya bisa mereka-reka dengan kondisi sehari-harinya. Yakni, kebiasaan si mbah bintang iklan jamu perkasa yang selalu mengenakan baju batik. Maklum, bajunya masih utuh namun wajah mayat pada umumnya sudah sulit dikenali, tersapu hawa panas yang konon mencapai 600 derajat celcius. “Dari postur tubuhnya memang mirip dengan Mbah Maridjan. Tapi, kalau bukan Mbah Maridjan siapa lagi, karena semua mayat di sekitar Mbah Maridjan sudah terindentifikasi,” Wagiyo menambahkan.

Wagiyo menambahkan, mayat Mbah Maridjan yang ditemukan sedang bersujud itu tertimpa reruntuhan tembok rumah dan pohon. “Pohonnya juga tinggal batang dan ranting yang terbalut debu vulkanik yang tebal.” Wagiyo juga memastikan bahwa  rumah itu hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri.

Ia mengatakan, kondisi di dusun sekitar tempat tinggal Mbah Maridjan mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh.”Kerusakan ini akibat terjangan awan panas dan bukan karena material lava,” katanya.

Kepala Humas dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha membenarkan bahwa jenazah Mbah Maridjan kini sudah berada di ruang Forensik RS Dr. Sardjito. Sampai saat ini, di rumah sakit Dr. Sardjito  Jogjakarta, posisi mayat Mbah Maridjan masih dalam posisi bersujud. “Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB, informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung. (rd/aj/jpnn)

Tulisan ini adalah salah satu seri Misi Penyelamatan Manusia Dari Bencana di Bumi, salah satu yang telah terbukti adalah pada kisah gempa yogya 27 mei 2006 lalu (bagi yang belum pernah membaca,silahkan dicek Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006) .

About these ads

Information

This entry was posted on Oktober 27, 2010 by in Berita, Fenomena, Islam.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: