Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Tanda Tanda Sebelum Bencana Besar Terjadi


Benarkah bencana besar yang akan terjadi dapat di deteksi lewat kejadian demi kejadian sebelumnya ?

Agar menjawab ini sebuah artikel yang telah lama dituliskan sebagai bahasa universal, artikel tersebut masih bisa dibaca di .:: Tanda Tanda Sebelum Bencana Besar Terjadi (2) ::.

Namun demikian “Tanda tanda sebelum bencana besar terjadi” yang telah lama di tayangkan di situs ini perlu diberikan penjelasan lebih detil dan rinci agar pembaca tidak terjebak pada kesimpulan sempit antara lain:

  1. Pembahasan di situs ini sifatnya meramal masa depan
  2. Memakai ilmu gotak-gatik matuk (menghubung-hubungkan) yang tidak ilmiah
  3. Memanfaatkan ilmu titen (ilmu jawa niteni/ teliti)
  4. Penulis di sini adalah Pekerjaan orang pengangguran
  5. dsb yang kesemuanya bersifat negatif dan menegatifkan

Situs ini, TIDAK-LAH  mengajarkan dan membahas tentang ramalan, ilmu ‘gotak-gatik matuk’, ilmu titen orang pengangguran dsb,  situs ini adalah sebuah situs yang memberikan sharing kepada pembaca dengan mengajarkan pada agama tauhid yang mengingatkan pelajaran demi pelajaran dari orang-orang terdahulu yang pernah hadir dan dicatat dalam sejarah peradaban manusia, dimana tonggak-tonggak penting banyak yang dicatat dalam kitab suci yaitu al-qur’an.

ALAM SEMESTA ADALAH SARANA PENCARIAN JATI DIRI


Pelajaran terdahulu dimulai dari kisah n. Adam, sampai tercatat bapak tauhid yaitu n. Ibrahiim, yang terlepas dari pesan tauhid yang benar, sebagai keturunan n.Adam, sehingga beliau (n. Ibrahiim) mencari tuhan yang sebenarnya. Sekiranya ‘wasiat’ n. adam sebagai nabi pertama sampai kepada n.Ibrahiim dengan benar, maka tidak perlu ada kisah pencarian tuhan yang sebenarnya.

Kisah tersebut tertuang dalam perenungan yang mana saat / jaman itu adalah kelaziman yang diterima oleh banyak pihak, bahkan ayah beliau menjadikan patung2x sebagai tuhan. (baca Fenomena ‘Petir’ Allah)

patung_yesus_tersambar_petir_2

Dan  di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar , “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (al-an’am :74)

Perenungan beliau akhirnya dibalas oleh Allah swt, yaitu dengan diperlihatkan keagungan alam semesta:

keagungan_langit_dan_bumiDan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan  di langit dan bumi dan  agar dia termasuk orang yang yakin. (al-an’am :75)

keagungan_langit

Mulanya ketika itu beliau merenung yang dalam akan alam semesta dan menyangka bahwa tuhan itu bukanlah patung, namun adalah sebuah bintang di angkasa

bintang

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang  dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”(al-an’am :76)

Setelah mencari bintang, berikutnya beliau menyangka bulan di malam hari sebagai tuhan

bulan_terbit

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.”(al-an’am :77)

Sampai perenungan yang dalam akan tuhan beliau, muncul dibenak beliau sebuah matahari yang lebih besar sebagai tuhan

tuhan_matahari

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (al-an’am :78)

Dari kesemua alat (bintang, bulan dan matahari) tidak-lah yang dicari oleh nabi ibrahiim, dan beliau berkesimpulan bahwa semua alat alam semesta adalah ciptaan:

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.(al-an’am :79)

Pesan penting dari kisah nabi ibrahiim tentang pencarian tuhan yang sebenarnya menegaskan pada kita semuanya adalah alat alam semesta adalah ciptaanNya dan tidak boleh mempersekutukan Allah swt dengan lain.

INSPIRASI KISAH PENCARIAN TUHAN DENGAN TANDA BENCANA BESAR


Alam adalah alat untuk alam semesta, sebuah perenungan yang dalam dapat pula dilakukan sebagaimana ketika nabi ibrahiim yang melakukan perenungan karena tidak ‘puas’ dengan keadaan saat itu (menyembah berhala dan mempersekutukan)

Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: “Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku”. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?”(al-an’am :80)

Pada masa kini, keadaan serupa dapat tampil lagi dalam skala mikro, masih banyak orang yang mengaku ber-tuhan Allah tetapi juga ‘menyembah’ yang lain. Kejadian ini ditemukan pada kisah sentral dan sosok mbah marijan,dimana beliau melakukan ritual tertentu sekaligus juga ber-agama Islam (bertuhan Allah).

mbah_marijan_tv_one(mbah marijan, sumber tvone)

Biasanya setiap tahun mbah marijan melakukan ritual yang disebut “Labuhan Merapi” , berikut hasil googling dari Labuhan merapi tsb:

mbah_marijan_tv_one_2(mbah marijan dan ritualnya, sumber tvone)

indosiar.com, Yogyakarta - Juru Kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan Rabu (15/08/07) kemarin, memimpin prosesi labuhan hajat dhalem Keraton Kasultanan Yogyakarta dikawasan lereng Gunung Merapi. Labuhan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Kyai Sapu Jagat yang diyakini sebagai roh penunggu Gunung Merapi yang menjaga keselamatan dan ketentraman warga Yogyakarta………….

Diambil dari sumber berikut, Labuhan Merapi Meriah

murid_mbah_marijan_bawa_keris_bendera(murid mbah marijan bawa pusaka, sumber tvone)

…………. Sela ratus atau kemenyan kemudian dibakar sebagai awal persembahan barang labuhan. Ada beberapa penjaga Gunung Merapi yang ikut hadir, yakni Empu Rama, Empu Ramadi, Gusti Panembahan Prabu Jagad, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbok Ageng Lambang Sari, Mbok Nyai Gadhung Mlati dan Kyai Megantoto……

mbah_marijan_dan_keris(mbah marijan dan keris)

Hal ini adalah bentuk kearifan lokal yang berlaku turun temurun di yogyakarta, namun berubah menjadi luar biasa ketika tahun 2006 yang lalu gunung merapi  meletus. Fokus media banyak menyoroti jejak mbah marijan yang dipercaya dapat ‘menaklukan’ gunung merapi, salah satunya berita dari media terkenal (JP):

Pada hari sabtu 20-mei-2006, halaman 3, kolom berita utama dengan Judul “Tapa Bisu Keliling Kampung”, disebutkan adanya ritual yang bertujuan untuk meminta keselamatan warga yang terus menerus di hantui aliran lava dan awan panas yang dimuntahkan merapi. Prosesi itu seakan tidak aneh dan menjadi salah satu budaya bangsa Indonesia khususnya adat jawa.
                Berita tersebut bersejajar dengan satu muatan tentang menurunnya aktifitas merapi, sehingga untuk masyarakat awam hal ini bisa dijadikan mitos atau simbol kesaktian yang melakukan ritual tersebut. Seakan bertentangan dengan ilmu pengetahuan dimana mbah marijan (sang guru kunci) di minta mengungsi tidak mau karena memiliki keyakinan bahwa merapi tidak meletus. Pembenaran ini seakan terus bergulir di bumbui dengan keselamatan presiden Yudoyono saat berkunjung ke merapi yang tertuang dalan alinea  1, berita tersebut berbunyi :

“Sleman-Mbah Marijan terus menjadi bintang Merapi. Setelah naik ke Gapura Srimanganti tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhowono berkunjung ke lereng gunung yang tengah batuk itu, kemarin dia melakukan ritual tapa bisu keliling desa. Prosesi itu dimulai pukul 21.00 dari halaman rumahnya di Dusun Kinahrejo, Desa UmbulHarjo, Cangkringan, Sleman.”

Selain media JP, pada waktu itu, banyak media yang  terpantau menyiarkan aktifitas gunung merapi dengan dibumbui kehadiran sosok juru kunci, tidak ada yang aneh dalam liputan berita tersebut. Tetapi setelah kedatangan presiden, maka sosok sang juru kunci cukup sentral, banyak media terjebak dengan opini pendek tentang kesaktian yang seakan mampu menurunkan aktifitas merapi, bahkan banyak media yang meliput Tapa Bisu Keliling Kampung. Ritual tersebut bertujuan untuk meminta keselamatan warga yang terus menerus di hantui aliran lava dan awan panas yang dimuntahkan merapi. Prosesi itu seakan tidak aneh dan menjadi salah satu budaya bangsa Indonesia khususnya adat jawa.

Berita tersebut kadang bersejajar dengan satu muatan tentang menurunnya aktifitas merapi, sehingga bisa menjadi mitos atau simbol kesaktian yang melakukan ritual tersebut. Seakan bertentangan dengan ilmu pengetahuan dimana sang juru kunci di minta mengungsi tidak mau karena memiliki keyakinan bahwa merapi tidak meletus. Pembenaran ini seakan terus bergulir di bumbui dengan keselamatan presiden Yudoyono saat berkunjung ke merapi

INSPIRASI N. IBRAHIIM DENGAN KEYAKINAN MASYARAKAT SAAT INI


Saat kearifan lokal seperti sesajen,umba rampe dsb menjadi fokus yang terus menerus, dan bahkan menjadi sosok kunci sentral, maka sebuah inspirasi dari n.Ibrahiim bahwa keadaan tsb tidaklah baik dalam segi penumbuhan karakter keagamaan. Sebagaimana kisah n. Ibrahiim yang menyatakan bahwa malapetaka yang akan diperoleh ketika kita mempersekutukanNya

Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukanNya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui? (al-an’am :81)

Ketika terdapat sebuah malapateka, maka orang ber-iman yang bersih yang akan mendapatkan keamanan

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.(al-an’am :82)

BENCANA BESAR YAITU GEMPA YOGYAKARTA 27-MEI-2006 SEBAGAI UJIAN


Inspirasi n. Ibrahiim yang menyatakan akan timbulnya malapetaka ketika masih banyak manusia yang mempersekutukanNya, merupakan perenungan yang dalam, ketika saat itu tokoh kunci sentral adalah fokus pada meletusnya gunung merapi. Sebuah kesadaran akan bahaya dan malapetaka yang timbul, menjadikan sebuah keniscayaan sebagai sebuah kisah nyatas sebagai kisah(baca Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006). Ringkasan Perjalanan Pembawa Peringatan Gempa Yogya 27 mei 2006 Sebelum Terjadinya

ringkasan_perjalanan_pembawa_peringatan_gempa_yogya_27_mei_2006

SURAT SURAT YANG DIKIRIMKAN KE PETINGGI NEGERI DAN MEDIA MASSA AKAN TERJADINYA GEMPA BUMI

surat_ke_hidayat_nur_wahid_ketua_mpr_sebelum_gempa_yogya_1surat_ke_hidayat_nur_wahid_ketua_mpr_sebelum_gempa_yogya_2surat_ke_hidayat_nur_wahid_ketua_mpr_sebelum_gempa_yogya_3Hampir semua media massa, bahkan MUI di kirimkan surat akan terjadinya gempa di yogya ini, berikut bukti-bukti surat tsb

daftar_email_ke_hnw_dan_redaksi_media_massa_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa_yogya_27_mei_2006BUKTI SURAT KE MUI, 5 HARI JELANG GEMPA YOGYA 27 MEI 2006


bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_MUI_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa

BUKTI SURAT KE JAWAPOS, 5 HARI JELANG GEMPA YOGYA 27 MEI 2006


bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_jawa_pos_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa

836cFoto Kota Jogja 2 hari Sebelum Gempa

Larut malam sekitar pukul 23 , tgl 24 Mei 2006 malamdi terminal Bungurasih Surabaya suasana masih tampak hiruk pikuk penumpang menunggu bis antar kota yang akan ditumpangi untuk pulang kampung, khususnya bis Patas Jogja yang kosong karena diserbu penumpang (mumpung ada libur panjang).

Baru sekitar pukul 01.00 pagi kami berempat (rombongan tim penyebar brosur Jogja) bisa naik bis patas Akas. Perjalanan malam yang mengasikkan dan bisnya pun enak karena mesinnya mercy. Tak terasa sampailah di Caruban di rumah makan “Pagi-Sore” pukul 03.00 kami beristirah makan sambil berfoto-foto (lihat di foto album perjalanan Jogja -red-).

Perjalanan selanjutnya terasa sunyi senyap karena penumpang pada tidur, pak sopirpun mengencangkan laju kendaraannya. Sampailah di kota Solo … Kami pun sholat Subuh dengan tayamum. Setelah beberapa lama kemudian. bis tiba di Klaten yang sangat Gelap, padahal jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi hari, matahari terasa tertutup, jarak pandang bis kira-kira hanya 100 meter. Laju bis diperlambat sampai 50 km/jam, dijalanan tidak ada orang yang naik sepeda motor (karena mungkin masih dingin).

city_fog(ilustrasi kota yang tertutup kabut, 
sumber blogspot)

Perjalanan Di klaten terasa menakutkan bahkan sampai-sampai kita berencana untuk mengurungkan niat ke jogja dan balik ke Surabaya, suasana begitu gelap tertutup kabut tebal yang kami kira akibat dari merapi. Hati dag . .dig . . dug kalau2 merapi meletus dan kami masih berada di sana. Antara kebimbangan dan keyakinan tak terasa kita berdo’a agar dilindung oleh Allah. Dan sampailah di Jogja sekitar pukul 08.30 dalam keadaan terang.

Di terminal Umbulharjo Jogja kami kebingungan mau kemana dan bagaimana ??? cari masjid gak ketemu ? cari nyebar brosur di terminal koq rasanya gak pas .. akhirnya dalam kebingungan itu, kita putuskan untuk istirahat di rumah saudara di komplek Wijilan (pusat Gudeg jogja , Lihat foto -red -).

Kemudian setelah menyegarkan tubuh dg mandi di rumah saudara. Semangat kita tumbuh kembali. Dengan berjalan kaki sekitar pukul 10.00 menyusuri benteng alun-alun selatan sampai alun-alun utara. di tiap perempatan kita berhenti untuk menyebarkan brosur dengan perasaan karena takut dituduh menghasut.

sebar_brosur_1

Perjalanan menyusur benteng terasa sangat jauh, panas, dan melelahkan dan sampai2 semua tim (kecuali fian tatak) muntah-muntah di perjalanan. rasa2nya mata sudah berkunang-kunang, dan gak mungkin melanjutkan perjalanan lagi. tapi setelah meminum sebotol minuman yang membasahi tenggorokan, semangat kita tumbuh lagi untuk melanjutkan perjalanan.

89bd Foto Sebar Brosur di Jogja

Setelah itu kita bergeser ke malioboro, dan menyebarkan brosur di sana (di perempatan depan kantor pos besar) hai kami tambah dag dig dug karena diawasi oleh polisi. Akhirnya kami minta tolong anak-anak di pinggir jalan untuk membantu menyebarkan brosur dengan Rp 10.000 per anak.

sebar_brosur_2

Dibawah terik yang panas sekitar pukul 11.00 tiba-tiba dari arah yang tidak diduga-duga dan dalam waktu yang sekejap awan datang menaungi maliboro tempat penyebaran brosur (lihat file Jogja. avi -red-) akhirnya kami lega dan seperti ditiupkan angin segar laksana AC.

Setelah itu kita masuk ke pasar bringinharjo, namun diusir satpol PP karena dianggap menggangu dan kami titipkan brosur ke masjid2 yang ada di bantu oleh mas Toni (penduduk asli Jogja).

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke UGM dengan naik bis kota ASPADA no 4. walaupun tidak ber AC namun suasana tetap dingin. Di UGM kita temui takmir masjid untuk menitipkan brosur. dan kami berencana menemui mbah marijan di gunung merapi kaliurang untuk menyadarkan beliau tentang arti tauhid. namun niat ini kami urungkan dengan pertimbangan masyarakat biasa saja sudah berpandangan sedikit “aneh” terhadap kita apalagi nanti mbah marijan.

sebar_brosur_3

Akhirnya kita putuskan untuk pulang dengan naik bis EKA ke Surabaya dann pulang ke rumah masing-masing. Hari jum’at kita jum’atan di surabaya serasa mengantuk.. karena kelelahan setelah menyebar brosur. tidur terasa gelisah.

Malam hari terasa panas dan seprtinya banyak nyamuk, radio bersuara kemresek2 (kata pak wo, anggota tim)

TIBA – TIBA Gempa yang tidak diinginkan (yang sudah diprediksi oleh tim) terjadi. Semua anggota bergetar, merinding, dan tidak tau harus bagaimana. dan semua merasa bersalah karena tidak berhasil meyakinkan masyarakat Jogja akan terjadi gempa.

Pada awal korban masih berjumlah 100 kita masih tenang (karena korban tidak terlalu banyak) ketika menginjak ribuan maka perasaan berdosa sampai saat ini menghantui anggota tim, Mengutip wikipedia

sebar_brosur_4

  1. Foto Sebagaian Kerusakan Akibat Gempa Yogya 27-mei-2006 di Bantul
  2. Awan Berbentuk Wajah Orang Sedih Di Malioboro, Sehari Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006, Lihat Videonya di youtube [http://www.youtube.com/watch?v=AIi22iGK8qA] dan amati sekilas membentuk wajah orang sedih, sebelum gempa yogya

Gempa Bumi Yogyakarta Mei 2006 adalah peristiwa gempa Bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan bahwa gempa terjadi sebesar 6,2 pada skala Richter. Korban Jiwa yang tercatat cukup besar, Korban: 6.234 tewas.

Kami berharap cukuplah ini dijadikan pelajaran agar dengan kejadian ini masyarakat tidak tinggi hati, sombong, takabur, jumawa, meremehkan, merendahkan orang lain.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: