Misteri Aneh Gunung Raung Meletus & Presiden Jokowi


gunung_raung_Material pijar mulai menyembur pada tanggal 26 Juni 2015Gunung Raung, mengutip wikipedia,

Gunung Raung (puncak tertinggi: 3.344 m dpl) adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia. Secara administratif, kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Secara geografis, lokasi gunung ini berada dalam kawasan kompleks Pegunungan Ijen dan menjadi puncak tertinggi dari gugusan pegunungan tersebut. Dihitung dari titik tertinggi, Gunung Raung merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Gunung Semeru, serta menjadi yang tertinggi keempat di Pulau Jawa. Kaldera Gunung Raung juga merupakan kaldera kering yang terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat

Letusan 2015

Laporan mengenai peningkatan aktivitas diberikan sejak tanggal 21 Juni 2015. Satelit Landsat 8 NASA mendeteksi adanya dua lubang magma sehingga diperkirakan tidak akan terjadi letusan besar. Material pijar mulai menyembur pada tanggal 26 Juni 2015 dan rangkaian letusan terjadi sejak tanggal 4 Juli 2015. Karena lubang magma terletak pada kawah yang dalam, semburan material pijar tidak keluar dari kawah. Meskipun demikian, daerah di sekitar Gunung Raung dituruni hujan abu serta merasakan gempa tremor[6]. Letusan ini terus berlanjut pada hari-hari selanjutnya sehingga mulai mengganggu perhubungan udara. Terhitung mulai tanggal 10 Juli 2015, lima bandar udara ditutup dan tidak melayani penerbangan rutin. Lima bandara tersebut adalah Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali; Bandara Internasional Lombok; Bandara Selaparang, Lombok; Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan Bandara Notohadinegoro, Jember[7]. Pada tanggal 16 Juli 2015, tiga bandar udara utama Jawa Timur yaitu Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo; Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang[8]; serta Bandara Trunojoyo, Sumenep juga ditutup…. berita lain menyebutkan, Gunung Raung ‘Rawon’, letusannya kecil tetapi sering

…..
Letusan Gunung Raung bertipe letusan Strombolian, yaitu letusan kecil tetapi terus-menerus mengeluarkan pijar. Material pijar mulai menyembur pada tanggal 26 Juni 2015 dan letusan terjadi pada tanggal 4 Juli 2015. Namun, semburan materi pijar tidak keluar dari kawah meski pun daerah di sekitar Gunung Raung sudah dituruni hujan abu serta tremor

Gunung Raung yang bersuara gemuruh, Gunung Raung Bergemuruh, Wisatawan di Puncak Ijen Panik  diawal tahun 2015

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Aktivitas vulkanik Gunung Raung, Banyuwang,i mulai berdampak pada pariwisata. Sejumlah wisatawan asing yang mendaki puncak Ijen, Banyuwangi, sempat dibuat panik. Pemicunya, gemuruh Gunung Raung terasa mengerikan, mirip petir dan berulang-ulang.

Kondisi ini dirasakan wisatawan asing di puncak Ijen, Minggu (26/04/2015) pagi. ” Gemuruh Gunung Raung memang mengerikan. Suaranya mirip petir dan terdengar jelas sampai di puncak Ijen,” kata Yudi, salah satu guide di puncak Ijen, Selasa (28/04/2015) siang. Pria ini menuturkan suara gemuruh ini masih terus terasa sampai hari ini. Dia mengaku sempat mendampingi sejumlah wisatawan naik ke Ijen. Saat di puncak, gemuruh dari vulkanik Gunung Raung membuat kaget wisatawan. Bahkan, mereka dilanda kepanikan. Dentuman dari Raung ini kata dia terjadi setengah jam sekali. ” Suaranya benar-benar keras dan mengerikan,” tegasnya.

Aktivitas Gunung Raung ini menurutnya hanya suara, sedangkan semburan abu vulkanik masih belum ada. Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam menjelaskan laporan dari Pos Pengamat Gunung Raung masih berstatus waspada…..Wisatawan Ijen Mendengar Suara Gemuruh Gunung Raung dan Gunung Raung Diduga Telah Meletus

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menduga Gunung Raung di perbatasan Banyuwangi-Jember-Bondowoso, sudah meletus. Tapi, letusan Gunung Raung tergolong kecil dan belum mengancam warga. “Ancamannya masih di sekitar kaldera,” kata Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG, Hendra Gunawan, kepada Tempo, Senin, 16 Februari 2015. Hendra menjelaskan, letusan Gunung Raung bertipe strombolian. Ciri-ciri letusan strombolian yaitu letusannya kecil namun terus-menerus mengeluarkan material pijar. Letusan kali ini mirip dengan letusan 19 Oktober 2012.

Kemungkinan Gunung Raung meletus, kata Hendra, berdasarkan beberapa indikasi. Yakni keluarnya cahaya api, tingginya kegempaan, suara gemuruh, dan adanya embusan asap. Cahaya api dan embusan asap, diperkirakan adalah lontaran material pijar.  PVMBG mendeteksi cahaya api telah keluar sejak Desember 2014 dan terakhir tercatat pada 14 Februari 2015. Namun PVMBG kesulitan memantau langsung letusan Gunung Raung karena kalderanya luas dan dalam. Kaldera itu berukuran 2.250 x 1.750 meter, kedalamannya 500 meter. Luasnya kaldera ini membuat material Gunung Raung tak sampai terlontar keluar.

Meski begitu, status gunung setinggi 3.332 meter dari permukaan laut ini tetap waspada (level II). PVMBG meminta warga tak mendekat ke puncak dalam radius dua kilometer. “Kami harap warga tetap tenang, dan menghindari radius dua kilometer dari puncak,” kata Hendra. Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) Raung, Mukijo, mengatakan kegempaan tremor Gunung Raung pada Ahad kemarin tercatat 114 kali, dengan durasi 50-1.508 detik. Embusan asap pekat setinggi seratus meter. Sedangkan pada Senin hari ini mulai pukul 06.00-12.00, gempa tremor tercatat 24 kali dengan durasi 83-1.637 detik. “Asap juga masih muncul setinggi 100 meter,” kata Mukijo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo, mengatakan hujan abu Gunung Raung dirasakan sejumlah warga desa di kaki Gunung Raung yang berada di kawasan Kabupaten Jember. “Hampir sepekan terakhir ini,” kata Heru di kantor BPBD Jember, Senin, 16 Februari 2015. Selain hujan abu, warga juga melihat sinar pijar di atas Raung serta bau belerang…..Gunung Raung Bergemuruh, Warga Mulai Mengungsi

Metrotvnews.com, Jawa Timur: Warga sekitar lereng Gunung Raung, Bondowoso, Jawa Timur, mulai mengungsi meninggalkan kediamannya. Hal ini menyusul semakin sering dan kerasnya suara gemuruh dan dentuman dari kawah gunung. Ratusan warga memilih tinggal sementara di rumah kerabatnya yang berada jauh dari lereng gunung. Semakin kerasnya suara gemuruh dan dentuman yang dirasakan mulai membuat warga desa di Kecamatan Sumber Wringin di sekitar gunung, ketakutan. Kepala Desa Sumber Wringin Maryudi menjelaskan, pengungsian warga sudah dimulai sejak Sabtu 14 Februari lalu. Kala itu, Gunung Raung sudah mulai menunjukan keperkasaannya. Beberapa kali terdengar dentuman keras dari kawah gunung yang sampai membuat kaca di rumah warga bergetar. “Mereka mengungsi ada yang kembali saat pagi hari, ada pula yang memilih bertahan di rumah saudaranya. Warga yang kembali saat pagi, umumnya yang bekerja di ladang-ladang sekitar Gunung Raung,” kata Maryudi, Rabu (18/2/2015). Menurut dia, sejatinya pemerintah desa telah menjelaskan ke warga status Gunung Raung belum siaga. Namun, warga sudah terlanjur ketakutan dan lebih memilih mengungsi. Kaum lansia, kata dia, merasa takut melihat kondisi Gunung Raung akhir-akhir ini….

5 Abad Sejarah Gunung Raung

Gunung Raung meletus kali pertama tahun 1586. Letusan pertama tersebut tercatat sebagai letusan hebat. Mengakibatkan wilayah disekitarnya rusak dan memakan korban jiwa. Sebelas tahun kemudian, atau pada tahun 1597 Gunung dengan nama lain Gunung Rawon itu meletus lagi. Letusan kedua sama hebatnya dengan letusan pertama. Letusan hebat tersebut kembali memakan korban jiwa.

Lagi-lagi letusan dahsyat kembali terjadi pada tahun 1638. Letusan mengakibatkan banjir besar dan lahar di daerah antara Kali Setail Kecamatan Sempu dan Kali Klatak Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Namun letusan yang paling dahsyat terjadi di tahun 1730. Tercatat erupsi eksplosif disertai dengan hujan abu serta lahar. Bahkan wilayah terdampak erupsi meluas dibanding letusan pertama, kedua dan ketiga. Korban jiwa pun berjatuhan lagi di saat itu.

Sejarah kelam Gunung terbesar di Pulau Jawa itu masih berlanjut. Diantara tahun 1800 hingga 1808 di waktu pemerintah Residen Malleod (Hindia Belanda) terjadi letusan lagi. Namun tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Sekali lagi letusan terjadi antara tahun 1812 hingga 1814. Direntang empat tahun itu letusan disertai hujan abu lebat dan suara bergemuruh. Setahun kemudian, di tahun 1815 antara 14 hingga 12 April terjadi hujan abu di Besuki, Situbondo dan Probolinggo.

44 tahun kemudian Gunung Raung relatif tenang. Aktivitas vulkaniknya kembali meningkat pada tahun 1859. Tanggal 6 Juli 1864 terdengar suara gemuruh dan di siang hari menjadi gelap. Selanjutnya tahun 1881, 1885, 1890, 1896, terjadi aktivitas vulkanik meliputi suara gemuruh, Paroksisma, hujan abu tipis di kawasan Banyuwangi. Dan gempa bumi di kawasan Besuki, Situbondo. 16 Februari 1902 muncul kerucut pusat.

Di tahun 1913 antara bulan Mei hingga Desember Gunung Raung kembeli bergemuruh, bahkan terjadi dentuman keras. Hal yang sama terjadi tiga tahun berturut-turut. Yakni tahun 1915, 1916 dan 1917. Aliran lava di dalam kaldera terjadi tahun 1921 dan 1924. Fenomena vulkanik dahsyat kembali ditunjukan gunung berbahaya ini tahun 1927. Letusan asap cendewan dan hujan abu sejauh 30 kilometer keluar dari puncaknya. Ditahun yang sama, tepatnya 2 Agustus-Oktober terdengar dentuman bom dan terlontas sejauh 500 meter.

Di tahun berikutnya, 1928 terlihat celah merah di dasar kaldera dan mengeluarkan lava. Fenomena yang sama masih terjadi di tahun 1929. Tahun 1933 hingga 1945 hanya terjadi peningkatan aktivitas. Tidak tercatat adanya kejadian, hanya ada aliran lava di kaldera. Gunung yang memiliki bibir kaldera seluas 1.200 meter persegi ini kembali unjuk gigi. 31 Januari hingga 18 Maret, puncak gunung semburkan asap membara dengan guguran. Tinggi awan letusan mencapai 6 kilometer di atas puncak. Abunya menyebar hingga radius 200 meter. Empat tahun kemudian, 13-19 Februari 1956 terjadi paroksisma. Tercatat pula adanya tiang asap 12 kilometer. Tahun-tahun berikutnya hanya ada peningkatan aktifitas. Namun tahun 1986 letusan asap terjadi di bulan Januari hingga Maret. Data terbaru aktivitas vulkanik kembali meningkat pada 17 Oktober 2012. Status Gunung Raung dari normal naik menjadi waspada sehari kemudian. Pada 22 Oktober 2012 statusnya kembali naik menjadi siaga.

Gunung Raung Meletus, Bupati Anas: Itu Teguran Bagi Elite untuk Introspeksi Diri

Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menangkap isyarat alam di balik bencana letusan Gunung Raung. Ia mengajak segenap masyarakat berdoa dan mengoreksi diri saat momen lebaran ini. Anas yang memilih berlebaran di kampung halamannya di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi itu merefleksikan jika fenomena alam berupa letusan Gunung Raung ini sebagai pengingat bagi ‘kaum atas’.

Semburan abu vulkanik yang membumbung tinggi ke udara dan mengakibatkan aktivitas penerbangan di beberapa bandara terganggu diibaratkan seperti isyarat alam dan dampaknya kini bisa dirasakan oleh para pengguna dan penyedia jasa penerbangan yang mayoritas merupakan ‘high class’. “Yang kena dampak ialah warga yang gunakan pesawat, yang bisa naik pesawat siapa? Orang mampu kan? Penyedianya? Orang kaya kan? Kita yang di darat, di bawah nggak kerasa dampak apa-apa. Nah ini seperti isyarat, teguran bagi kaum atas, elite untuk merenung dan introspeksi diri,” jelas Anas di sela sela open house di kediamannya, Jumat (17/7/2015).

Misteri Gunung Raung Membentuk Simbol 99


Perhatikan dengan cermat, ketika momen pertengahan 2015, maka semua fokus penyebutan Raung dan Jokowi selaku presiden. Gunung Raung yang dahulu kurang mendapat perhatian dibandindkan merapi sinabung, kelud, maka tepat di tahun 2015 ini mencuat hingga berhari-hari membuat penerbangan tertunda, ada apakah ? perhatikan gambar dibawah ini

misteri_gunung_raung_dan_presiden_jokowiGunung Raung yang merupakan tanda alam dari sekian tanda yang terjadi di saat Presiden Jokowi berkuasa, sebelum berkuasa gunung kelud meletus sebagai tanda alam,  Gunung Kelud Meletus, Tanda Jokowi Akan Jadi Presiden ? , mulai berkuasa ketika baru dilantik sebagian Jateng Padam, gelap gulita, Jokowi-JK dilantik Jadi Presiden, Trafo GI Ungaran Tersambar Petir, Sebagian Jateng-DIY Gelap Gulita

jokowi_dilantik_gi_disambar_petir_membentuk_88Setelah dilantik terjadi secara runtun dalam siklus kembar sebuah kejadian demi kejadian untuk menarik perhatian, Misteri Aneh Jokowi Jadi Presiden, Sebuah Tanda Dari Langit

Sebelas Hari Setelah Pelantikan 20-10-2014


Perhatikan sebuah kedukaan dibawah ini, dari rentang 20-10-2014 ke sebelas hari adalah 31-10-2014, berikut ini

jokowi_dilantik_20_10_2014_dan_11_hari_berikutnya_

JAKARTA, KOMPAS.com — Jembatan penghubung Gedung Arsip dan Perpustakaan DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki ambruk. Peristiwa itu menewaskan empat orang dan lima orang lainnya terluka berat, yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini.  Menurut Supri (35), salah satu pekerja bangunan di sana, ambruknya jembatan penghubung terjadi sekitar pukul 06.00. “Tadi pagi kayak ada gempa gitu. Kedengaran banget suaranya,” kata dia, Jumat (31/10/2014).

Salah satu petugas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat, Sudarno, mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 06.00. Hingga saat ini belum dipastikan penyebabnya dari robohnya jembatan. Namun, ia memperkirakan ambruknya jembatan diakibatkan oleh tidak adanya penyangga yang kuat pada konstruksi bangunan tersebut. “Belum ada penyangganya, makanya roboh,” kata dia.  Penyangga, kata dia, belum dipasang karena jalan yang berada di bawah jembatan masih sering digunakan untuk akses jalan. Maka, proses pengecoran yang dilakukan pada Kamis (30/10/2014) malam menambah beban pada jembatan dan akibatnya bangunan pun roboh…………..

Sebuah memori kedukaan 4 tewas dari Jalan CIKINI yang pernah terjadi, 4 tahun yang lalu yaitu 2010, Cikini Meledak, Ada Apa ?

Sekali lagi ada ledakan itu terjadi ? jawaban saat ini , Diduga dari Sumber Biogas Ledakan Cikini Bukan dari Pipa Gas. Sekali lagi perhatikan, mengapa meledak dekat dengan SPBU nomor 31-1003-03 , jawaban didapat dengan menjumlahkan semua angka dari nomor tsb yaitu 3+1+1+0+0+3+0+3=SEBELAS….


Sebuah memori akan 4 tahun lalu, jln Cikini meledak, Perhatikan dengan seksama bahwa CIKINI adalah sebuah susunan huruf C=3,I=9,K=11,I=9,N=14 dan I=9, semua berjumlah 3+9+11+9+14+9=55 !!,  hal ini terbukti kemudian pada Air Asia Jatuh yang membawa simbol 55,

air_asia_hilang_28_12_2014_reg_pk_axc

dan kemudian gempa dahsyat di Nepal seperti gambar dibawah ini,

gempa_nepal_terbukti_telah_diperingatkan

Ketika Jokowi di Australia 15-nov-2014


gempa_besar_15_11_2014_maluku_utara_gorontalo_manadoBaca Tiga Gempa Besar Di Maluku Utara, Berpotensi Tsunami Bagian dari Rentetan Siklus

Rentang 22 Hari Setelah Pelantikan 20-10-2014

Bagaimana dengan 22 hari setelah pelantikan yang jatuh pada tgl 11-11-2014 ? sebuah bahasan yang tegas dan menegaskan, baca Misteri Wanita-Wanita Cantik Pembawa Tanda Dari Langit

tembok_penjara_runtuh_22_11_2014

Rentang 33 Hari Setelah Pelantikan 20-10-2014 Gempa Jepang & Cina Terjadi di Tanggal Kembar 22-11-2014


Misteri terbesar akan dua gempa ini terjadi, sebagai bagian memori dari sebuah peristiwa di Indonesia yang baru saja terjadi, perhatikan gambar berikut ini dalam rentang kembar, baca Misteri Dua Gempa Aneh di Jepang & Cina

misteri_dua_gempa_22_11_2014_jepang_dan_cina

Gempa Dahsyat Guncang Nepal 25-April-2015, 187 (99+88) hari setelah Jokowi Dilantik


Sebuah rentetang sejarah kelam gempa terjadi di Nepal 25-April-2015 sebagai rentang kembar dari Presiden Jokowi,   baca Ajaib, Gempa Dahsyat Nepal 25-4-2015 Tercatat di Al-quran

gempa_nepal_25_4_2015_154_hari_gempa_jepang_cina_22_11_2014

Pesawat Herkules Jatuh 30-Juni-2015, Rentang 253 (99+99+55) hari Setelah  Jokowi Dilantik


Peristiwa kelam dari Herkules jatuh 30-juni-2015 (baca Ajaib, Pesawat Hercules Jatuh 30 juni 2015 di Medan Telah Tertulis Di Al-Quran)

pesawat_herkules_jatuh_30_juni_2015Rentetan Peristiwa Herkules jatuh terekam pada gambar berikut ini

rentetan_sebelum_hercules_jatuh

Pesawat demi Pesawat Jatuh/bermasalah seperti gambar dibawah ini menyatakan bahwa Pesawat Herkules Jatuh 30-Juni-2015, Rentang 253 (99+99+55) hari Setelah  Jokowi Dilantik 20-10-2014

rentetang_pesawat_jatuh_sebelum_hercules_jatuh_30_juni_2015

F-16 demi F-16 jatuh atau tergelincir sebuah simbol F-16 adalah F=5, hingga 5+1+6=22, tepat saat pelantikan Jokowi, Misteri Aneh Pesawat F-16 Jatuh Terbakar & Jatuhnya Satgultor TNI Jatuh dari Gedung Bertingkat di Upacara Pengukuhan Jokowi … Berita lain menyebutkan Seorang Anggota Satgultor TNI Jatuh dari Gedung Bertingkat di Upacara Pengukuhan Jokowisimbol_kembar_aneh_tanda_dari_langit

Sebuah Kenyataan Longsor Banjar Negara di tanggal kembar 12-12-2014


Longsor banjarnegara di tanggal kembar 12-12-2014, ,baca Longsor Banjarnegara Sebuah Tanda Aneh dari Langit

rumah_ajaib_longsor_banjar_negara_12_12_2014

Sebuah Kenyataan Air Asia Jatuh Memuat Simbol Kembar


Air asia Jatuh 28-12-2014, yang membentuk simbol kembar,, baca Misteri Pramugari Cantik Air Asia Yang Jatuh

misteri_pilot_pramugari_pramugara_dan_penumpang_air_asia_hilang_28_12_2014

Pesawat Jupiter Saling Bertabrakan 77 hari setelah Air Asia Jatuh


Simbol demi simbol muncul sebagai bagian dari makna, Pesawat Jupiter TNI Jatuh Bertabrakan, 77 hari Setelah Air Asia Jatuh

Empat Pilot Pesawat Aerobatik TNI AU bertabrakan 15 3 2015

Gunung Raung Meletus Membentuk Simbol Kembar


misteri_gunung_raung_dan_presiden_jokowi

Gempa Besar Landa Jawa Tengah 25-Juli-2015 Memuat Simbol Kembar


Perjalanan catatan demi catatan hingga sampai Gunung Raung menjadi fokus, tiba-tiba gempa cukup kuat terjadi baca Misteri Gempa Guncang Ciamis, Bantul dan Yogya Saat Subuh 25-Juli-2015 memuat simbol kembar juga, [UPDATE[ manakala menuliskan hal ini tentang 38, maka tiada lama kemudian muncul gempa besar landa malang yang secara keseluruhan memuat 38 ini sebagai penegas (baca Misteri Gempa Guncang Malang 26-Jul-2015, Sebuah Rangkaian)

gempa_malang_dan_simbol_33Perhatikan tgl-bln-thn-jam-menit=33 maka semua detik dijumlahkan adalah pkl 14.05.05 sehingga 33+5=38