Misteri Gunung Lawu & ‘Foto Penampakan’


misteri_gunung_lawuMengutip wikipedia,

Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu terletak di antara dua kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” (diperkirakan terahkir meletus pada tanggal 28 November 1885  dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

 

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia,

Misteri gunung Lawu

Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.

Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar si pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani.
Legenda gunung Lawu

Cerita dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit (1400 M) pada masa pemerintahan Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5 (Pamungkas). Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Raden Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong.

Raden Fatah setelah dewasa beragama islam, berbeda dengan ayahandanya yang beragama Budha. Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Raden Fatah mendirikan Kerajaan Demak dengan pusatnya di Glagah Wangi (Alun-Alun Demak).

Melihat kondisi yang demikian itu , masygullah hati Sang Prabu. Sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia pun akhirnya bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dalam semedinya didapatkannya wangsit yang menyatakan bahwa sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan Demak.

Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton dan melanglang praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang kepala dusun yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia dua orang itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu saja. Merekapun pergi bersama ke puncak Harga Dalem.

Saat itu Sang Prabu bertitah, “Wahai para abdiku yang setia sudah saatnya aku harus mundur, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai ini. Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua makhluk gaib dengan wilayah ke barat hingga wilayah gunung Merapi/gunung Merbabu, ke timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.

Tak kuasa menahan gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada Sang Prabu: Bila demikian adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan naik ke Harga Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini.

Singkat cerita Sang Prabu Brawijaya pun muksa di Harga Dalem, dan Sabdopalon moksa di Harga Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Sebuah keniscayaan , bahwa Jika A=1, B=2 dst … maka LAWU=57+JAWA=35 membentuk simbol (57+35=92) … ada apakah dengan 92 ini (9+2=11/SEBELAS)

Allah swt mentadirkan quran surat ke 92 berisi 21 ayat yang merupakan jumlah digitnya 9+2+2+1=14, sebagai bagian dari peringatanNya, bahwa quran mencatat surat ke 14 berisi 52 ayat yang di kenal surat Ibrahiim sebagai bapak Tauhid, hingga pola nosurat+ayat membentuk 14+52=66 sebagai satu-satunya surat yang memiliki pola 66… dan tiada lain deretan 1+2+3+4+…+10+11=66

Perhatikan juga gambar dibawah ini yang mengandung makna 92, dibawah ini

longsor_banjarnegara_dan_cincin_g_slamet_Sebuah nilai 92 adalah kesempurnaan menuju 99 ketika di tambahkan dengan 7, menjadi 92+7=99, hingga 7 ini-lah bermakna agar memperlihatkan makna 7,

“Allah Pencipta langit dan bumi, bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka cukup dengan hanya mengatakan: “Jadilah! lalu jadilah sesuatu itu”. Kalimat perintah penciptaan dalam ayat ini adalah ‘Kun fayakun’, yang struktur kalimat arabnya terdiri dari 7 huruf (kaf, nun, fa, ya, kaf, wawu dan nun).

Allah SWT telah menciptakan alam untuk mendukung kekhalifahan manusia dengan konsistensi struktur angka 7, yaitu di antaranya:-7 hari seminggu (Ahad, Senen, Selasa, Rabo, Kamis, Jum’at dan Sabtu).

  • -7 planet (Sun, Moon, Vinus, Sturn, Jupiter, Mecury, dan Mars).
  • -7 lapis langit (Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Termosfer, Ionosfer,dan Eksosfer).
  • -7 lapis bumi (Inner Core, Core Outer, Gutenberg Discontinuity, Mantle, Mohorovicic Discontinuity, Asthenosphare, dan Crust).
  • -7 warna pelangi (Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Indigo, dan Violet).
  • -7 benua (Afrika, Amerika Selatan, Amerika Utara, Antartika, Asia, Eropa, dan Oceania)
  • -7 komponen atom (Electron, Proton, Quark, Boson, Meson, Photon, dan Lepton).

Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai khalifah-Nya dengan konsistensi sruktur angka 7, yaitu diantaranya:

  • -Tulang manusia berjumlah 206 jenis, dapat dikelompokan menjadi 14 kelompok, yang berarti 2×7.
  • -7 (kelompok) tulang untuk bersujud (2 ujung kaki, 2 lutut, 2 telapak tangan dan 1 kening).
  • -7 anggota badan (2 tangan, 2 kaki, 2 lutut, dan 1 wajah).
  • -7 lubang di kepala (2 lubang mata, 2 lubang telinga, 2 lubang hidung dan 1 lubang mulut).
  • -7 tahap pertumbuhan manusia (masa menyusui, disapih, bayi, remaja, pemuda, dewasa, dan masa tua).
  • -7 dimensi kehidupan manusia (tubuh, pikiran atau mental, qolb emosi, fu’ad atau ruhani, nafs atau jiwa dan Ruh).
  • -7 cara bepikir manusia (ta’qilun, yatafakkarun, yanzhurun, yafqahun, yatadabbarun, yasma’un, dan beraqal sehat atau ulil albab).

Dan Allah SWT telah memfirmankan Alquran sebagai petunjuk kekhalifahan manusia, juga dengan konsistensi angka 7, yaitu di antaranya:

  • -7 huruf Alquran (alif, lam, qof, ro, hamzah, alif dan nun).
  • -7 ayat Al-Fatihah (alif, lam, fa, alif, ta’, ha, dan ha).
  • -7 dalam Alquran disebut sebanyak 27 kali dalam 23 surah. Bila angka ini dijumlakan: 2+7+2+3 = 14, yang berarti: 2 x 7.
  • -7 macam bacaan Al-Quran (Nafi (w. 169 H); Ibn Katsir (w. 120 H); Abu ‘Amr (w. 154 H); Ibn ‘Amir (w. 118 H); Ashim (w. 128 H); Hamzah (w. 80 H); Al-Kisa’i (w. 189 H).
  • -7 surat panjang Al-Quran ( Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maidah, An-Nissa’, Al ‘Araf, Al An’am dan Al-Anfal).
  • -Al-Quran menggunakan 28 jenis huruf, yang berarti: 4×7.
  • -Al-Quran mengandung 14 singkatan, yang berarti: 2×7.Maka, apakah kemunculan angka 7 ini kebetulan? Pasti tidak. Karena suatu yang kebetulan pasti tidak akan terjadi berulang-ulang. Apa lagi dengan pengulangan yang sangat sering dan terjadi dalam 3 konteks kehidupan yang berbeda: Alquran, manusia dan alam.  Maka angka 7 ini adalah desain Allah. Dia telah menciptakannya sebagai sandi pesan tentang kemahaesaan dan kemahakuasaan-Nya, bagi orang-orang yang mau berpikir. Subhanallah.

DALAM satu minggu ada 7 hari, tawaf mengelilingi kabah sebanyak 7 kali, 7 langit bertingkat-tingkat, 7 keajaiban di dunia. Ada apa dengan angka 7?

Setiap orang pasti mempunyai angka kesenangannya masing-masing. Ada yang menyukai angka 1,2, 3 atau sebagainya. Ada pula yang hanya suka dengan angka genap atau angka ganjil saja. Menurut sebagian orang, angka ganjil itu angka yang sangat bagus. Sebab angka ganjil merupakan angka yang di sukai oleh Allah. Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW yang bersabda, “Sesungguhnya Allah itu witir (esa/ganjil) dan suka pada yang ganjil.” Hadits Hasan diriwayatkan oleh Abu Daud dan Turmudzi

Dijelaskan pula mengenai angka ganjil yaitu angka tujuh yang sering disebut dalam Al Quran baik yang tertulis maupun yang tersirat. Allah menurunkan wahyunya dalam Al Quran. Dan sangat dijelaskan sekali terdapat banyak penjelasan angka 7 di dalam Al Quran. Penjelasan tersirat dan tertulis dalam Al Quran yang menunjukan angka 7 dalam kehidupan sehari hari sebagai berikut:

Pertama, Allah menciptakan tujuh langit dalam dua masa pada setiap langit. Hal ini di jelaskan pada Surat Fussilat ayat 12 yang berbunyi, “Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), kami hiasi dengan bintang-bintang, dan kami (ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan Allah yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.”

Kedua, ada surat lain yang mengatakan Langit dan Bumi terdiri dari tujuh lapis. Angka tujuh disini di terangkan, “Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan yang Maha Pengasih, Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?,” Surat Al Mulk ayat 3

Ketiga, diangkat dari kisah Nabi Yusuf yang terdapat dalam Al Quran yang menceritakan kisah Nabi Yusuf yang menafsirkan tentang mimpi Raja Mesir yang berkaitan dengan angka 7. Dari kisah inilah terdapat dalam, Al Quran Surat Yusuf ayat 43-50.

Keempat, Surat Al Fatihah yang sering kali dibaca ulang-ulang setiap waktu untuk mengawali semua kegiatan. Pada waktu solat juga Surat Al Fatihah sangat penting. Surat Al Fatihah terdiri dari 7 ayat.Ya, lagi-lagi angka 7.

Kelima, angka 7 pada wahyu pertama Al Quran. Wahyu yang di dapat Rasullah SAW pada surat Al Alaq terdri dari 7 unsur. Iqra yang berarti bacalah. 7 unsur tersebut adalah Bi yang artinya dengan, ismi artinya nama, robbi artinya tuhan, ka yang artinya mu, al lazi artinya yang, dan khalaq berarti menciptakan

Keenam, kalimat Kun Fayakun adalah perkataan Allah yang diucapkan bila berkehendak menciptakan sesuatu kejadian. Kalimat ini tertulis dalam Surat Al Baqarah ayat 117. Kun Fakun terdiri dari 7 huruf arab yaitu kaf, nun, fa, ya, kaf, wau, dan nun.

Ketujuh, kalimat tauhid terdiri dari 7 kata dalam arab maupun Indonesia. Kalimat tauhid yang dimaksud yaitu Lailahaillah Muhammadarrasullah. Yang artinya Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Rasull Allah.

Dari makna Gunung Lawu yang membentuk 92 adalah sebuah makna harfiah agar manusia melengkapi dengan yang 7, sebab jika tidak akan timbul malapetaka di mana-mana,

Perhatikan saat Gunung Lawu terbakar membawa korban 18-10-2015, Kebakaran Hutan di Gunung Lawu Tewaskan 7 Orang Pendaki dan  Kronologi Pendaki Tewas Terbakar di Gunung Lawu

TEMPO.CO, Jakarta -Kobaran api melumat kawasan hutan di Gunung Lawu siang tadi. Musibah yang dipicu perapian para pendaki gunung itu menewaskan 6 orang dan melukai dua lainnya. “Telah terjadi kebakaran hutan akibat api unggun dari pendaki gunung yang ditinggal dan belum dipadamkan,” ujar Kepala Pusat Dara Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan persnya, Ahad, 18 Oktober 2015.

simbol_aneh_gunung_lawu….

Berikut kronologi musibah tersebut:

  1. Pkl 08.00 WIB terlihat kepulan asap di sekitar Pos 3 Cemoro Sewu.
  2. Pkl 09.30 WIB Tim gabungan dari Perhutani, Anggota Koramil 0804/02 Plaosan dan masyarakat menuju TKP utk melaksanakan pemadaman.
  3. Pkl 13.40 WIB Tim gabungan yg sedang menuju TKP mendapatkan informasi dari pendaki a.n Sdr Mansur Salim, 46 Th, alamat Ds Rowosari Kec Tembalang Kab Semarang Jateng bahwa telah menolong 1 org pendaki tepatnya antara Pos 4 dan Pos 3 a.n Dita Kurniawan 18 Th, pelajar SMK Yosonegoro Magetan, alamat Ds Candirejo Kec/Kab Magetan dan mendapat informasi juga dari pendaki yang telah ditolong bahwa ada 8 org korban yang masih terjebak di atas.
  4. Pkl 14.00 WIB, Dita Kurniawan, dibawa turun ke Pos 1 dan menceritakan bahwa pada Sabtu (17-10-2015) telah mendaki melalui jalur Cemoro Kandang bersama 13 org, namun 11 org temannya belum diketahui keberadaanya karena terpisah dalam perjalanan.
  5. Pkl 14.20 WIB Tim gabungan menemukan 1 korban a.n Sdr Eko Nurhadi, 45 Th, almt Ngawi dlm keadaan luka bakar 50 % (perut, tangan dan wajah ).
  6. Pkl 14.30 WIB Korban dievakuasi ke POS 1 Pemberangkatan, selanjutnya Korban dievakuasi menuju RSUD DR Sayidiman Magetan.
  7. Sampai dengan Pkl 18.00 WIB Tim gabungan TNI, Polri, Perhutani, BPBD, AGL ( Anak Gunung Lawu) dibantu Masyarakat Cemoro Sewu dan Singolangu masih melaks penyisiran dan evakuasi.
  8. Hasil penyisiran sementara sampai dgn saat ini diperoleh infomasi korban kebakaran hutan yang terjadi diantara Pos 3 dan Pos 4 adalah 8 org dgn rincian 6 org meninggal, 2 org dlm kondisi kritis dan masih dlm proses evakuasi.

Makna kebakaran gunung lawu yang membawa korban tercatat tgl 18-10-2015 adalah 1+8+1+0+2+0+1+5=18, merupakan catatan alquran surat ke 18 berisi 110 ayat yang membentuk digitnya sebagai 1+8+1+1+0=11 (SEBELAS), sama dengan Gunung Lawu dan Jawa yang membentuk 92 adalah (9+2=11/SEBELAS)

Ada apakah dengan SEBELAS ini


Sebagai memori agar mendekatkan diri padaNya, AL-Quran adalah Kitab yang Mulia, kitab Umat Islam yang menyimpan banyak keajaiban salah satunya adalah numerikal al-quran, kali ini adalah terlihat pada numerikal angka 11 (SEBELAS)

Selama ratusan tahun, keajaiban ini tersimpan dalam sebuah bayang bayang, kini mulai terkuak yaitu ketika al-quran yang di beri nomor dan jumlah surat membentuk digit, sehingga masing-masing digit dijumlahkan mengandung sebuah keajaiban sebagai arti yang dalam.

Keajaiban ini terlihat pertama kali terlihat sebagai jumlah surat al-quran berjumlah 114 surat yang tersusun atas digit 1,1 dan 4, dan pola nomor surat + jumlah ayat berjumlah 114 terdiri dari lima surat saja yaitu

  1. Surat Al-Hijr nomor surat 15 memiliki 99 ayat sehingga 15+99=114
  2. Surat Az-Zumar nomor surat 39 memiliki 75 ayat sehingga 39+75=114
  3. Surat Al-Ma’arij nomor surat 70 memiliki 44 ayat sehingga 70+44=114
  4. Surat Al-Ghosiyah nomor surat 88 memiliki 26 ayat sehingga 88+26=114
  5. Surat Al-Ma’un nomor surat 107 berisi 7 ayat sehingga 107+7=114

Makna surat dengan pola 114 berjumlah 5 surat merupakan suatu keajaiban sebagai kunci dari jumlah digit masing-masing angka yaitu 1+1+4+5=11 (SEBELAS)surat_114_5

Kunci sebelas dari al-quran merupakan sebuah pola yang teratur dan indah terbingkai dalam rentetan makna yang dalam yaitu jumlah digit dari semua surat di alquran yaitu digit nomor surat dan digit ayat di jumlahkan, maka hasil terbanyak adalah SEBELAS dari jumlah yang SEBELAS, seperti di tabel dibawah ini

sebelas_11_

Keajaiban dari numerikal 11 membentuk pola jumlah dgiti nosurat dan ayat terbanyak berisi SEBELAS dari semua pola yang ada, hal ini menunjukkan adanya PENEKANAN khusus akan makna SEBELAS ini.

  1. Surat ke 10     memiliki 109 ayat,  sehingga 1+1+9=11
  2. Surat ke 13     memiliki 43 ayat ,  sehingga 1+3+4+3=11
  3. Surat ke 17     memiliki 111 ayat,  sehingga  1+7+1+1+1=11
  4. Surat ke 18     memiliki 110  ayat, sehingga 1+8+1+1+0=11
  5. Surat ke 20    memiliki 135 ayat, sehingga 2+0+1+3+5=11
  6. Surat ke 31     memiliki 34 ayat, sehingga 3+1+3+4=11
  7. Surat ke 63     memiliki 11 ayat, sehingga 6+3+1+1=11
  8. Surat ke 90     memiliki 20 ayat, sehingga 9+0+2+0=11
  9. Surat ke 102   memiliki 8 ayat sehingga 1+0+2+8=11
  10. Surat ke 105   memiliki  5  ayat, sehingga 1+0+5+5=11
  11. Surat ke 106    memoliki 4 ayat, sehingga 1+0+6+4=11

Sekali lagi hitung keteraturan ini, bahwa no surat  digitnya di jumlahkan 1+0+1+3+1+7+1+8+2+0+3+1+6+3+9+0+1+0+2+1+0+5+1+0+6=62 ….

Ajaib numerikal 62 ini cukup banyak mewarnai perjalanan indonesia, dimulai dari ibukota jakarta, jika A=1, B=2 … JAKARTA=62, BLITAR=62 dsb … kemudian 121 yang sudah dibahas sebelumnya  bahwa Al-Quran mengandung 121 dan tokoh bangsa juga memuat 121, dan ingat sejarah indonesia di tentukan dengan  SUPERSEMAR, surat SEBELAS….

Dan … Ajaib jumlah SEBELAS membentuk 121 di indonesia Ptesiden ke 7 adalah JOKOWIDODO yang merupakan bentuk jika a=1,b=2 … JOKOWIDODO=121, hingga gunung lawu terbakar hebat membawa korban, dimana lawu 92 sebagai peringatanNya kepada presiden ke 7…. sekali lagi bahwa Gunung Lawu terbakar membawa korban, membentuk 92 (lawu) +18 (tglwaktu) = 110, hingga menuju 121 adalah memerlukan 11, sebagai memori sebelumnya bahwa 1+2+3+…+10+11=66, saat sebelum menjadi presiden terjadi peristiwa heboh

sebagai makna yang dalam agar dapat  mengacu pada quran surat ke 14 yang berisi 52 ayat sehingga sebagai satu-satunya surat yang berpola 14+52+66, adalah makna ketauhidan, agar memurnikan tauhid agar dapat menyelamatkan manusia,merupakan renungan akan sebuah makna quran surat ke 14 berisi 52 ayat di kenal sebagai surat Ibrahiim (bpk Tauhid), dimana oleh Allah ta’ala di takdirkan surat itu bernomor 14 dan memiliki ayat 52, yang merupakan satu-satunya pola no_surat+ayat adalah 14+52-66. Arti 66 sebagai Numerikal yang berarti bahwa dengan memurnikan Tauhid, maka manusia akan selamat, tertuang dalam vidio dalam era modern sebagai kisah nyata dengan bukti lengkap di abad modern

Makna yang dalam akan 66 ini muncul sebagai bagian sistem numerikal sederhana bahwa 1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11=66,dari deretan yang unik tentang memori”Keajaiban Angka 11 pada Al-Quran” dan telah dibuktikan bahwa Allah swt mentakdirkan angka 11 cukup siginifikasn pada al-quran sebagai bagian memori untuk manusia.

Sebelas (11) adalah jumlah pola SEBELAS terbanyak pada al-quran yang memiliki pola jumlah digit=11 berjumlah sebelas dan pola ini paling banyak di al-quran di banding pola lain, NB: Jika A=1, B=2 … JOKOWIDODO=121