DiBalik Misteri Penyerang Novel Baswedan

Tahun 2017, begitu banyak peristiwa yang menyita perhatian, hingga yang masih hangat

terjadi, yaitu untuk menarik perhatian manusia nomor #1 Indonesia, Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Ungkap Kasus Novel Baswedan

Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah melaporkan perkembangan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka. Usai bertemu Presiden Jokowi, Kapolri mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta agar kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan bisa segera dituntaskan. “Kami sudah sampaikan langkah yang dilakukan, tapi terkadang ada kendala di lapangan,” kata Tito Karnavian di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 31 Juli 2017….Novel Sempat Dapat Info soal Penyerangnya dari Rekan di Densus

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penyidik KPK Novel Baswedan, yang mengalami teror siraman air keras, sempat mencari informasi sendiri mengenai kasusnya itu. Novel kemudian mendapat informasi dari salah seorang anggota Densus 88 Antiteror terkait dengan orang yang diduga sebagai pelaku penyerangan terhadap dirinya. Pelaku yang dicurigai Novel tersebut bernama Lestaluhu. Pria tersebut juga sudah diperiksa oleh Polri, dan hasilnya pria itu dianggap bukanlah sebagai pelaku. “Yang dimaksud itu Saudara Lestaluhu. Ini kan nomor 3 ini (dari lima orang yang diperiksa Polri). Ini berdasarkan keterangan dari Saudara Novel Baswedan. Tapi kita tanya Saudara Novel dapat informasi dari mana, informasi dapat dari seorang anggota polisi Densus,” kata Tito saat jumpa pers di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/7/2017). Tito mengatakan, begitu kasus ini terjadi, dia langsung memerintahkan jajarannya di bawah untuk segera mengusut tuntas. Berbagai keterangan pun dicari oleh Polri.

“Karena memang pada waktu awal peristiwa saya memerintahkan sejumlah tim untuk mengungkap kasus ini. Mulai tim Polres Jakarta Utara, saya telepon Kapolres, tim dari Polda Metro saya telepon Kapolda Metro, tim dari Kabaresrim saya telepon, dan berikutnya Kepala Densus Antiteror Irjen Syafei. Semua telepon keempat pejabat tersebut untuk menurunkan tim pengungkap kasus sejak awal,” jelas Tito.

Selanjutnya, kata Tito, ada seorang perwira dari Tim Densus Antiteror melakukan penelusuran lewat Facebook terkait orang yang dicurigai. Hasilnya didapat foto Muhammad Lestaluhu yang selanjutnya ditunjukkan ke beberapa saksi. “Dia mendapatkan foto si Muhammad Lestaluhu ini. Kemudian disampaikan fotonya ke beberapa saksi di TKP. Saksi menyatakan pernah melihat, tapi bukan waktu kejadian. Pernah melihat beberapa waktu sebelumnya Saudara Lestaluhu ini. Kemudian informasi ini sampai kepada Novel Baswedan, persepsinya menjadi berubah bahwa itulah pelakunya,” jelas Tito.

Polri kemudian mencari Lestaluhu dan berhasil meminta keterangan kepadanya. Diketahui, Lestaluhu bekerja sebagai petugas satpam di salah satu tempat hiburan di Jakarta Pusat. “Setelah diamankan, kemudian dicek semua. Dia pertama tidak ngaku, kemudian dicek alibi-alibinya yang bersangkutan tidak ada di TKP dan tidak pernah masuk ke wilayah Kelapa Gading dan itu dibuktikan IT-nya yang sudah dicek tim IT kita,” kata Tito.

Tito mengatakan pihaknya terus melakukan penelusuran secara detail mengenai teror ini. Termasuk penelusuran CCTV di tempat yang tak jauh dari lokasi kejadian. Hasilnya menguatkan bahwa Lestaluhu bukanlah pelaku penyerangan Novel. “Sampai detail hari itu, detail jam per jam, menit per menit, detik per detik, dia ke mana, kita pelajari alibinya. Ada saksi-saksinya, ada CCTV dan lain-lain menunjukkan positif yang bersangkutan bukan (pelaku). Namun, lanjut Tito, jika ada yang berkeberatan dengan kesimpulan yang diambil Polri tersebut, pihaknya bersedia untuk melakukan konfrontasi dengan para saksi.

“Kalau memang kita masih belum puas, kita lakukan konfrontir, konfrontir dengan saksi-saksi di TKP pada saat kejadian ini, termasuk Lestaluhu, bukan,” katanya. Terlebih dari hasil penelusuran Polri yang terbaru, pelaku diduga memiliki tinggi badan 167-170 cm, sedangkan Lestaluhu lebih kecil dari ukuran itu. “Apalagi badannya kecil. Pelaku ini 167-170, Lestaluhu ini 157 cm, jadi bukan pada profil itu. Dan saksi sudah di-BAP, saksi yang melihat sudah di-BAP mengatakan bukan dia. Kalau ada yang tidak puas, nggak ada masalah, kita justru meminta kepada tim dari KPK untuk melakukan verifikasi ulang. Silakan verifikasi ulang, kita berikan akses, silakan verifikasi ulang, dibawa declare detik per detik, jam per jam, termasuk call recorder-nya bisa kita uji. Dan saya yakin teman-teman KPK tidak kalah dengan Polri kalau untuk urusan melakukan penyidikan di lapangan seperti ini,” jelasnya.
(jor/rvk)

Era Orang Baik Jadi Korban


Novel Baswedan adalah salah satu penyidik KPK yang memberantas para korupter, menjadi korban dari sebuah peristiwa penyiraman AIR KERAS, mirip dengan sebuah idiom yang terkenal, tentang

Dari Aisyah Ra. ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga seorang anak menjadi sebab kemarahan (bagi ibu bapaknya) hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas), akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik, anak-anak menjadi berani melawan para orang tua serta orang yang jahat berani melawan orang -orang baik,” (HR. Thabrani).

Orang Jahat Menyerang AirKeras, hingga iktibar ini diulang lagi lewat peristiwa alam yang runtun dan teratur, bahwa Novel Baswedan diserang tgl 11-4-2017 dengan air keras, adalah Jika A=1, B=2 … AIRKERAS=82, maka ajaib… teratur dan …. mungkin kebetulankah ? bahwa sejak Novel Baswedan di Siram AIRKERAS=82, maka 82 hari

berikutnya tgl 2/7/2017, Orang Baik (penolong) menjadi korban, 8 Penumpang Helikopter Basarnas yang Jatuh Ditemukan Tewas

Delapan jenazah korban jatuhnya helikopter milik Basarnas di Bukit Muntung, Gunung Butak, Dusun Canggal Bulu, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung, Minggu (2/7/2017), sudah diangkat petugas…. Helikopter Basarnas Jatuh Diduga Menabrak TebingSebuah helikopter tipe HR 3602 milik Basarnas Jawa Tengah, hancur setelah jatuh saat melintasi gunung Butak di Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, pada Minggu,2 Juli 2017.Delapan orang yang terdiri dari empat kru dan empat penumpang dari Tim Basarnas seluruhnya tewas di lokasi kejadian.

Heli yang memuat orang menolong jatuh 82 hari setelah Novel Baswedan di siram Air keras, jatuh tgl 2-7-2017 yang membentuk sederhana adalah 2+7+2+0+1+7=19 dan ajaib …. Al-quran mencata surat ke 82 berisi 19 ayat, surat 82 Surah Al-Infitar الانفطار yang berarti Terbelah berisi 19 ayat

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْئًا ۖ وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ – 82:19 hari seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Iklan