Misteri Jakarta & Tanda Misterius di Candi Borobudur

Membaca judul diatas, tentu banyak yang bertanya dan penasaran, hubungan apakah AHOK yang belakangan menjadi buah bibir di hampir semua masyarakat di indonesia, bahkan tukang cukur, sopir angkot, tukang becak, politisi, ustad, Kyai, Habib, orang kaya, orang miskin … dlsb hampir semua akhirnya familier dengan kata ‘AHOK’, begitu pula dengan Candi borobudur, hampir semua orang di indonesia, bahkan di internasional, mengenal candi yang merupakan monumen paling terkenal di Indonesia

[ update

play_vidio_youtube
Misteri Ilahi Jakarta DiKepung Banjir dan Terbakar

Tulisan ini dibuat tgl 18-2-2017 yang memuat 77, maka tiga hari berikutnya peristiwa yang menjadi trending topic terjadi, yaitu Jakarta Banjir Dahsyat memuat 77 lagi, terjadi tgl 21-2-2017 membentuk 2+1+2+2+0+1+7=15 dan Jika A=1, B=2 … JAKARTA=62, sehingga 15+62=77, ]

stupa_borobudur


Mengutip wikipedia “Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Candi BorobudurMenurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.


borobudur_wikiHampir semua familier dengan frasa BOROBUDUR+MAGELANG adalah sebuah frase ajaib yang sengaja di munculkan olehnya pada masa modern bagi sejarah bangsa indonesia, yang saat ini suka dengan rumus matemarika, angka, menghitung dlsb, hal ini sebagai bukti kebenaran kitab suci al-quran bagi orang-orang suka dengan hitung menghitung, bahwa Jika A=1, B=2 maka BOROBUDURMAGELANG=176 sebagai kelipatan bilang yang sangat terkenal yaitu 99 yang merupakan 99+77. Hal ini tercatat pada al-quran yang memiliki satu-satunya ayat berjumlah 99 di al-quran adalah surat 15 Surah Al-Hijr الحجر Al Hijr (nama gunung) 99 Mekkah, hingga sebagai sebuah tanda jumlah surat al-quran berjumlah 114 terbentuk dari surat ini yakni 15+99=114. “Stupa Borobudur dengan jajaran perbukitan Menoreh. Selama berabad-abad bangunan suci ini sempat terlupakan.”

candi_borobudur_99_77Kebenaran ini letak di perbukitan dan diapit dua gunung bahwa Borobudur adalah monumen sejarah dari kebudayaan yang ‘musnah’ sebagai saksi kemegahan jaman terdahulu, sebagai memori jaman terdahulu sebelum masehin yang berulang di masa borobudur tercatat pada alquran surat al-hijir ayat 77: إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّلْمُؤْمِنِينَ” Indeed in that is a sign for the believers. : Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. “

Ayat ini menceritakan jaman sebelum masehi yakni kisah jaman nabi Luth yang menghancurkan kota sodom & gomorah, kemudian ayat selanjutnya menceritakan tentang jaman yang menceritakan tentang kisah penduduk madyan yang musnah, mengutip wikipedia “Syu’aib (bahasa Arab: شعيب; Shuʕayb, Shuʕaib, Shuaib) (sekitar 1600 SM – 1500 SM) adalah seorang nabi yang diutus kepada kaum Madyan dan Aikah menurut tradisi Islam. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1550 SM. Namanya disebutkan sebanyak 11 kali di dalam Al-Qur’an dan ia wafat di Madyan. Dalam Kitab Keluaran Alkitab Ibrani atau Alkitab Kristen tercatat seorang tokoh yang dianggap sama yaitu, Rehuel atau Yitro, imam di Madyan yang menjadi mertua Musa.”

Syu’aib secara harafiah artinya “Yang Menunjukkan Jalan Kebenaran”. Karena menurut kisah Islam, Syu’aib telah berusaha untuk menujukkan jalan yang lurus kepada umatnya yaitu penduduk Madyan dan Aykah.

madyanMenurut Islam, Syu’aib adalah salah satu dari 4 nabi bangsa Arab. Tiga nabi lainnya adalah Hud, Shaleh, dan Muhammad. Ia seorang nabi yang dijuluki juru pidato karena kecakapan dan kefasihannya dalam berdakwah. Dia diyakini merupakan cicit laki-laki Ibrahim. Dia diutus sebagai nabi untuk kaum Madyan untuk memperingatkan mereka karena kecurangan-kecurangan mereka. Ketika mereka tidak menyesali perbuatannya, Allah menghancurkan kaum tersebut.

Umat muslim meyakini bahwa Syu’aib ditetapkan oleh Allah untuk menjadi seorang nabi yang tinggal di timur Gunung Sinai kepada kaum Madyan dan Aykah. Yaitu kaum yang tinggal di pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai. Masyarakat tersebut disebut karena terkenal perbuatan buruknya yang tidak jujur dalam timbangan dan ukuran juga dikenal sebagai kaum kafir yang tidak mengenal Tuhan. Mereka menyembah berhala bernama al-Aykah, yaitu sebidang tanah gurun yang ditumbuhi pepohonan atau pepohonan yang lebat. Syu’aib memperingatkan perbuatan mereka yang jauh dari ajaran agama, namun kaumnya tidak menghiraukannya. Syu’aib menceritakan pada kaumnya kisah-kisah utusan-utusan Allah terdahulu yaitu kaum Nuh, Hud, Shaleh, dan Luth yang paling dekat dengan Madyan yang telah dibinasakan Allah karena enggan mengikuti ajaran nabi. Namun, mereka tetap enggan, akhirnya Allah menghancurkan kaum Madyan dengan bencana melalui doa Syu’aib.

madyan_2Ketika berdakwah bagi kaum Madyan, Nabi Syu’aib menerima ejekan masyarakat yang tidak mau menerima ajarannya karena mereka enggan meninggalkan sesembahan yang diwariskan dari nenek moyang kepada mereka. Namun, Syu’aib tetap sabar dan lapang dada menerima cobaan tersebut. Ia tidak pernah membalas ejekan mereka dan tetap berdakwah. Bahkan, dakwahnya semakin menggugah hati dan akal. Dalam berdakwah kadang ia memberitahukan bahwa dia sebenarnya sedarah dengan mereka. Hal ini memiliki tujuan agar kaumnya mau menuju jalan kebenaran. Karena itulah ia diangkat menjadi rasul Allah yang diutus bagi kaumnya sendiri. Nabi Syu’aib yang saat itu memiliki beberapa pengikut, mulai mendapat ejekan kasar dari kaum lain. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai penyihir dan pesulap ulung.

Nabi Syu’aib mengerti bahwa kaumnya telah ditutup hatinya. Ia berdoa kepada Allah agar diturunkan azab pada kaum Madyan. Allah mengabulkan doa Syu’aib dan menimpakan azab melalui beberapa tahap. Kaum Madyan pada awalnya diberi siksa Allah melalui udara panas yang membakar kulit dan membuat dahaga. Saat itu, pohon dan bangunan tidak cukup untuk tempat berteduh mereka. Namun, Allah memberikan gumpalan awan gelap untuk kaum Madyan. Kaum Madyan pun menghampiri awan itu untuk berteduh sehingga mereka berdesak-desakan dibawah awan itu. Hingga semua penduduk terkumpul, Allah menurunkan petir dengan suaranya yang keras di atas mereka. Saat itu juga Allah menimpakan gempa bumi bagi mereka, menghancurkan kota dan kaum Madyan.

Misteri Jakarta & Borobudur

Klik Penjelasan berikutnya

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan