~Terungkap Misteri Ilahi di Jalan Maut 204 Tragedi Mina~

Mengutip wikipedia:

  • Insiden desak-desakan pada musim Haji 2015 terjadi ketika jutaan jamaah haji berjalan berarak menuju jembatan Jamarat di Mina untuk melempar jumrah sebagai rangkaian ibadah haji. Insiden yang terjadi pada 24 September 2015
    Terjadi pertentangan mengenai penyebab insiden ini, terutama antara Arab Saudi sebagai penyelenggara haji dan Iran, yang merupakan negara dengan jumlah korban terbanyak sekaligus seteru politik Arab Saudi. Menurut Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi dalam pernyataan awalnya, insiden desak-desakan dipicu oleh dua kelompok besar jamaah yang berlawanan arah bertemu pada jalan yang sama. Lebih lanjut petugas Arab Saudi mengatakan bahwa insiden terjadi disebabkan adanya sekitar 300-an jamaah haji asal Iran yang melanggar peraturan dengan mengubah rute dan melawan arus yang mengakibatkan bertemunya dua arus jamaah yang berlawanan arah, pergerakan terhenti dan terdesak oleh jamaah yang terus berdatangan. Sementara Iran mempertanyakan kompetensi Arab Saudi sebagai penyelenggara haji dan menuntut permintaan maaf dari Arab Saudi atas peristiwa ini.

Sebelum Tragedi Mina Terjadi


Jokowi Tiba di Jeddah Saat Crane Jatuh di Masjidil HaramPresiden ke 7 bertemu dengan Raja ke 7, Sesaat kemudian Crane Jatuh, 11-9-2015

play_vidio_youtubeLihat Vidio Misteri Ilahi Crane Jatuh di Tanah Suci, Klik Gambar Diatas

Sebuah kejadian yang terlukiskan yang sampai beberapa hari menjadi headline news berita, Kronologi Tragedi Mina 2015 yang Menewaskan 700an Jemaah Haji

  • kronologi Kejadian Tragedi Mina Menurut Mayjen Mansour al Turki, “Seperti yang diketahui bersama gelombang yang menuju ke lempar jumrah ini telah diatur dengan baik. Sehingga mereka yang berada di dalam kemah itu akan keluar dengan sesuai jadwal yang diberikan. Setiap kemah sudah memiliki jadwal dan arah ke pelemparan jumroh,” ujar Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Mayjen Mansour al Turki, seperti dikutip dari AlJazeera, Kamis (24/9/2015).
  • Jika kita lihat dari peta , posisi Jalan 204 berada di jalur tengah menuju Jamarat. Di tengah Jalan 204, ada persimpangan yang mempertemukan dengan Jalan 223. Persimpangan ini masih beberapa kilometer jaraknya dari Jamarat, tempat melakukan ritual lempar jumrah. Di persimpangan itulah insiden terjadi. Jemaah yang sudah memenuhi Jalan 204 tiba-tiba berhenti, salah satu sebabnya karena pertemuan arus di persimpangan. Pasalnya, saat itu Jalan 223 juga dipenuhi jemaah yang ingin melakukan lempar jumrah. … “Jemaah dalam jumlah besar bergerak pada saat yang sama,” kata Mansour.
  • Aksi saling dorong antar jemaah yang berdesak-desakan di persimpangan pun tak terhindarkan. Pertemuan arus manusia dengan volume yang sangat tinggi, ditambah dengan suhu udara yang tinggi membuat korban berjatuhan. Suasana di lokasi agaknya sudah membikin jamaah lelah. Cuaca 46 derajat Celcius turut berkontribusi terhadap banyaknya jumlah korban. Saat para korban mulai berjatuhan, jemaah yang ingin tetap mencapai Jamarat memaksakan untuk terus bergerak. Sehingga, sebagian korban jatuh terinjak-terinjak. Korban pun terus bertambah, sebagian besar korban tewas karena terinjak-injak. Sementara itu, pihak Arab Saudi tak bisa berbuat banyak saat insiden terjadi, hanya menutup Jalan 204 yang bisa dilakukan….Tragedi Mina: Dua Keteledoran Diungkap, Arab Saudi Bereaksi dan TRAGEDI MINA: Askar Belokan Jemaah ke Jalan 204, Mengapa?
  • Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, akan menelusuri alasan askar mengarahkan jemaah berbelok kiri ke Jalan 223 sehingga mereka harus melintasi Jalan 204 ketika hendak menuju Jamarat. Jalan 204 merupakan lokasi terjadinya insiden jemaah berdesak-desakkan pada Kamis pagi, 24 September 2015…..“Sebab jalur kita adalah yang lurus sesuai dengan peta dan warna hijau,” kata Lukman, saat berbincang dengan jemaah dari kelompok terbang (kloter) JKS 61 embarkasi Jakarta-Bekasi, Jumat malam, 25 September 2015,….Jalur yang seharusnya dilintasi jemaah Indonesia, yaitu Jalan King Fahd. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah memberikan peta kepada jemaah. Warna hijau menunjukkan jalur yang harus dilintasi oleh jemaah menuju Jamarat. Jalur tersebut juga sesuai dengan pengaturan yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi….Astaghfirullah, Ini Bukti Buruknya Pelayanan Jemaah Haji di Saudi
  • Contoh kemarin rombongan Kota Papua embarkasi UPG 6 melontar sekitar jam 15.30 berangkat dari Maktab. Saat pulang dari melontar salah seorang jamaah istri Pak Syahrul pingsan. Dia lapor polisi yang ada di setiap terowongan, jaraknya sekitar 50 meter lah. Namun tidak digubris,” kata Faisal kepada JPNN.com, Minggu (27/9)…..Curhatan Jamaah di Jalur Maut: Dari Belakang Muncul Orang Afrika, dari Depan Orang Arab

    memori_kembar_jalan_204_minaplay_vidio_youtubeLihat Vidio Misteri Ilahi Tragedi Mina, Klik Gambar Diatas

  • PEMERINTAH Indonesia terus menelusuri apa alasan askar (pihak keamanan Arab Saudi) mengalihkan arus pergerakan jamaah Indonesia yang hendak menuju Jamarat (tempat melempar jumrah). Seperti diketahui, pembelokan itu membuat jamaah Indonesia harus melintasi Jalan Arab 204 yang merupakan jalur maut. Ya, di jalur itulah jamaah berdesak-desakan hingga terjadi tragedi mengerikan yang menewaskan 719 jamaah haji Kamis pagi (24/9). Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, informasi yang berdasar keterangan korban asal Indonesia itu harus ditelusuri “Sebab, jalur kita adalah yang lurus sesuai dengan peta dan warna hijau,” tegas Lukman saat mengunjungi jamaah yang tergabung dalam JKS 61 (embarkasi Jakarta Bekasi kloter 61) di maktab 7 Mina Jadid, Arab Saudi, kemarin (26/9). Mereka adalah para korban Mina di Jalan Arab 204. Para jamaah tersebut curhat langsung kepada Lukman.
  • Begitu Lukman duduk, para jamaah langsung mengitarinya. Mereka rata-rata berusia muda (30 tahunan) dan sebagian lansia. Para jamaah itu tampak sedih. Bagaimana tidak, 192 warganya dinyatakan hilang pada saat tragedi Mina di Jalan Arab 204 tersebut. Para jamaah itu bercerita, Kamis pagi tersebut mereka mulai bersiap menuju Jamarat yang terletak kira-kira 3,5 kilometer dari maktab di Mina Jadid.
  • JKS 61 adalah salah satu yang berangkat pada pagi itu. Masih ada maktab 2 dari Surabaya kloter 48 dan Batam kloter 14 yang tinggal di maktab 1 juga di Mina Jadid. Dengan bismillah dan lantunan talbiah para jamaah yang masih mengenakan ihram itu berangkat ke Jamarat untuk melempar jumrah aqabah hari pertama. Ustad Acep Saifudin, 48, yang memimpin rombongan berada di belakang. Dia mengaku saat itu membawa delapan rombongan. Pada saat tiba di persimpangan jalan antara Jalan Arab 204 dan jalan yang biasa dilalui jamaah Indonesia menuju terowongan Mina Muaisim 3, kelima rombongan berhasil melaju dengan tenang. Maklum, saat itu masih pagi, sekitar pukul 06.00. Tapi, hanya lima rombongan yang boleh masuk. “Sementara tiga rombongan yang di belakang, termasuk saya, dilarang lewat jalan ke terowongan,” ujar Ustad Acep. “Kami dibelokkan ke kiri oleh askar Arab Saudi. Kami menolak dan ngotot minta terus karena termasuk satu rombongan. Namun, mereka tetap tidak memperbolehkan. Kami pun mengalah,” lanjutnya. Tak berapa lama mereka berjalan, tiba-tiba dari arah belakang ada ratusan orang berkulit hitam (Afrika) yang masuk ke jalan selebar hanya 6 meter itu. “Jamaah sudah mulai kacau. Saya mencoba menenangkan,” ujar Acep. Keadaan menjadi makin kacau karena dari depan berlawanan arah muncul ratusan orang berwajah Arab. Mereka juga merangsek maju. Informasinya, mereka berbalik arah karena pintu besi Jamarat tiba-tiba ditutup. Akhirnya terjadi dorong-dorongan. Jamaah sudah diminta minggir, namun terus terjepit. Apalagi, semua pintu maktab di kanan dan kiri jalan dikunci. “Jamaah jadi terdesak dan saya menyaksikan sendiri bagaimana banyaknya jamaah kita jatuh. Entah sudah meninggal atau belum. Saya berusaha menolong yang bisa saya tolong,” cerita Acep yang mengaku juga terinjak-injak saat kejadian. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku sangat terpukul setelah mendengar satu per satu ungkapan jamaah di JKS 61 di maktab 7. “Kami sebagai pemerintah sangat terpukul dengan peristiwa ini, tapi tidak ingin menyalahkan siapa-siapa,” ujarnya. (*/c9/c7/kim)

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan