~[Misteri Ilahi] Dibalik Robohnya Crane di Masjidil Haram ~

Gedung Tempat Sai juga Berdengung, Seakan Hendak Runtuh

  • HAYATI Kaddam, CJH asal Kutai Timur, Kalimantan Timur, duduknya tidak jauh dari lokasi kejadian ambruknya crane di Masjidilharam, Jumat (11/9) sore waktu setempat. Ketika itu, bersama rekannya, Idawati, dia beristirahat sembari menunggu azan Magrib. Cuaca buruk sekali kala itu. Gumpalan awan hitam dan tiupan angin kencang terlihat menakutkan. Samsudin Senang, ketua rombongan 3 kelompok terbang (kloter) 7 embarkasi Balikpapan, juga mengingat, lantai 1 Masjidilharam terendam air setinggi mata kaki.
  • ”Jamaah haji harus berhati-hati saat melangkah untuk menuju tempat salat di Masjidilharam,” ujarnya kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group) melalui telepon. Hayati menjelaskan, sudah jadi kebiasaan sejak tiba di Makkah pada 31 Agustus, jamaah disarankan untuk salat Asar, Magrib, dan Isya berjamaah di Masjidilharam. Itu sesuai arahan para pendamping rombongan haji. Sekitar pukul 17.45 waktu setempat, papar dia, embusan angin yang disertai hujan makin kencang. Tak beberapa lama kemudian terdengar suara ledakan petir. Hayati yang sebelumnya dekat dengan tempat tawaf memilih masuk ke area masjid. Bersama Idawati, dia mencari lokasi berlindung dari hujan yang kian deras. Beberapa saat kemudian, suara kencang lain terdengar. Braaakkk… Sebuah crane jatuh di salah satu sisi langit-langit masjid. Hayati menyaksikan langsung beberapa orang tertimpa alat berat tersebut. ”Saya langsung menggenggam tangan Idawati, lalu kami berlari menjauhi tempat kejadian, berlindung agar tidak terkena reruntuhan atau serpihan susulan,” tutur dia….“Suara seperti Guntur, Crane Itu Jatuh Tepat di Hadapan Saya”
  • Crane itu berada di lantai 3, sedangkan saya berada di lantai 2. Crane itu jatuh tepat di hadapan saya,” tutur Ninda via telepon sambil tersedu, Sabtu (12/9). Ia menceritakan, kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba, tak seorang pun bisa mengelakkannya. Persisnya pukul 17.15. Posisi Ninda di lantai 2 tepat menghadap Multazam, pintu Kabah, tempat favorit yang selalu dituju jamaah jika shalat. Bakda Ashar itu, cuaca memang ekstrim. Suhu begitu panasnya di luar Masjidil Haram dengan angin kencang disertai hujan. Aninda memilih tetap di tempatnya dan mulai mengaji. “Setelah shalat Ashar, memang liat langit mendung. Tapi, Ninda tetap di situ, berdoa dan mengaji. Tiba-tiba ada debu kabut gitu disertai angin. Di situ udah gak enak perasaan,” tuturnya. Namun dia tetap bertahan di tempat itu dan berharap sampai ke magrib. Begitupun jemaah sekelilingnya, tetap khusuk mengaji dan berzikir. Ninda tetap mengaji. “Tiba-tiba langsung turun hujan deras. Semua pada bertebaran nyelamatin diri, sampai Ninda terpisah dari rombongan,” lanjut dia … DATA TERBARU! Tujuh Jamaah asal Indonesia Tewas dan Ada 15 Crane Besar di Masjidil Haram Saat Kejadian, Arab Saudi Dikritik
  • Riyadh, – Otoritas Arab Saudi telah memulai penyelidikan atas jatuhnya crane di Masjidil Haram di Makkah yang menewaskan 107 orang. ..Korban Luka Crane Terjungkal Makkah: Duar! Ambruk Semuanya

 

crane_robohplay_vidio_youtubeLihat Vidio Misteri Ilahi CraneRoboh , Klik Gambar Diatas

 

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan