~[Misteri Ilahi] Air Asia Jatuh Sudah dituliskan di Al-Quran~

Air Asia yang Jatuh tgl 28-12-2014 merupakan tragedi kesekian dari dunia penerbanga. Penyebab jatuhnya pesawat Air Asia dinyatakan sebagai berikut, Keganasan Awan Kumulonimbus Ditakuti Dunia Penerbanganairasia_99

  • Jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 menambah panjang daftar korban keganasan awan Kumulonimbus. Pesawat rute Surabaya-Singapura ini tak kuasa menghadapi ganasnya awan mengerikan itu saat melintasi perairan Bangka Belitung.

Penyebab ini telah pula dibahas sebagai memuat, Analisis BMKG Soal Mesin Air Asia Beku Keliru)

  • Jose Silva, pengajar senior di sekolah Teknik Penerbangan, Mekanik, dan Manufaktur di RMIT, Melbourne, Australia, menilai anggapan bahwa kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 disebabkan pembekuan mesin tidak tepat. “Pesawat komersial modern sudah melalui uji antibeku untuk menghindari pembekuan mesin,” kata Silva seperti dilansir dari The Sydney Morning Herald, Senin, 5 Januari 201.,..

AirAsia QZ8501 Jatuh Bukan karena Cuaca


JAKARTAKomite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan hasil investigasi kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Perairan Selat Karimata, pada Minggu 28 Desember 2014 silam.

  • Investigator KNKT, Nurcahyo Utomo menjelaskan, pesawat yang terbang dari Bandara Juanda, pukul 05.35 Wib menuju ke Changi, Singapura itu tersebut sudah beberapa kali mengalami gangguan setelah terbang sekitar 30 menit. “Sejak pukul 06.01 WIB, flight data recorder (FDR) mencatat adanya aktivasi peringatan sebanyak 4 kali. Ini disebabkan karena terjadinya gangguan pada sistem Rudder Travel Limiter (RTL). Gangguan itu juga mengaktifkan Electronic Centralized Aircraft Monitoring (ECAM) berupa pesan ‘Auto FLT RUD TRV LIM SYS’,” ujar Cahyo.misteri_pilot_pramugari_pramugara_dan_penumpang_air_asia_hilang_28_12_2014
  • Gangguan yang muncul pada sistem RTL tersebut kemudian ditangani oleh awak pesawat, sesuai instruksi dari ECAM. Gangguan pada sistem RTL tersebut dipastikan Cahyo bukan suatu yang membahayakan penerbangan. Kemudian muncul gangguan keempat. FDR, kata Cahyo, mencatat gangguan ini berbeda dengan gangguan awal tadi. Ganguan keempat ini menunjukkan kesamaan dengan kejadian pada 25 Desember 2014 atau tiga hari sebelum pesawat celaka. Saat itu, ketika masih di darat pesawat QZ8501 menunjukkan gangguan circuit breaker (CB) dari Flight Auqmentation Computer (FAC) direset. ‎”Tindakan awak pesawat setelah gangguan keempat ini mengaktifkan tanda peringatan kelima yang memunculkan pesan di ECAM berupa ‘Auto FLT FAC 1 Fault’ dan peringatan keenam yang memunculkan pesan di ECAM berupa ‘Auto FLT FAC 1+2 Fault’,” beber Cahyo.
  • Setelah ‎pesan ‘Auto FLT FAC 1-2 Fault’ ‎itu, sistem auto-pilot dan auto-thrust tidak aktif. Sistem kendali fly by wire pesawat lantas berganti, dari normal law ke alternate law, di mana beberapa proteksi tidak aktif. “Pengendalian pesawat oleh awak dari auto pilot ke manual itu selanjutnya menyebabkan pesawat masuk dalam kondisi ‘upset condition’ dan ‘stall’ hingga akhirnya terekam FDR,” ulas Cahyo dalam jumpa persnya, di kantornya, Jakarta, Selasa (1/12). (chi/jpnn)air_asia_hilang_28_12_2014_reg_pk_axc

Tragedi Air Asia, 41 Korban Jemaat dari Satu Gereja

  • TEMPO.CO, Jakarta Lebih dari seperempat penumpang Air Asia QZ 8501 yang diduga jatuh di Selat Karimata, Ahad, 28 Desember 2014, ternyata jemaat dari gereja yang sama. Mereka berasal dari Gereja Mawar Sharon. “Empat puluh satu penumpang jemaat Gereja Mawar Sharon, dan sepuluh di antaranya anggota gereja,” kata Pastor Caleb Natanielliem kepada NBC News, Senin, 5 Desember 2015. Menurut Natanielliem, para jemaat itu tidak sedang bepergian dalam satu rombongan untuk menghadiri konferensi. Namun dia mengetahui bahwa beberapa keluarga memang berencana menghabiskan liburan bersama di Singapura. Mereka semula akan melewatkan pergantian tahun di negara belanja itu.

Bahkan sebuah berita terjadi, Jenazah Pendeta Korsel Dikenali dari Gigi Emas

SURYA.co.id, SURABAYA – Dua dari tiga jenazah warga Korea Selatan (Korsel) yang menjadi korban pesawat AirAsia QZ8501 berhasil diidentifikasi, Minggu (11/1/2015). Dua warga Korsel dikenali dari gigi emas milik korban. Dua warga korsel tersebut adalah pasangan Kyung Hwa Lee (34), dan Seoung Beom Park (37). Jenazah Kyung dibawa ke RS Bhayangkara dengan label B047. Sementara jenazah suaminya dibawa dengan label B048. “Pemeriksaan primer atas dua jenazah ini sesuai antara ante mortem (AM) dan post mortem (PM). Diketahui ada tambalan gigi berbahan emas,” kata Ketua Tim DVI Jatim, Kombes Pol Budiyono.

  • Selain data primer, tim identifikasi juga mengenali jenazah dua warga Korsel dari property yang dikenakan. Jenazah Kyung dikenali dari bra khusus ibu menyusui. Sementara jenazah Park dikenali dari gendongan bayi. Data ini sesuai dengan rekaman CCTV saat boarding pass. Park datang ke Indonesia untuk khotbah di sejumlah gereja. Sebelum naik pesawat AirAsia tujuan Singapura tersebut, Park baru saja mengisi khotbah di Kota Malang. Selain didampingi istrinya, Park juga memboyong anaknya, Yuna Park (1) ke Indonesia.
  • Sampai hari ini RS Bhayangkara sudah menerima 48 jenazah korban. Untuk mengenali jenazah Yuna lebih mudah karena satu-satunya bayi yang ikut penerbangan pesawat Airasia. Tapi jenazah Yuna masih belum masuk ke RS Bhayangkara. “Kami juga sudah mendapat sampel DNA dari orang tuanya,” tambahnya. Jenazah Kyun dan Park tidak langsung dibawa ke Korsel. Tim DVI sudah koordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Korsel untuk membicarakan soal pemulangan jenazah korban. Menurutnya, dua jenazah dititipkan sementara di RS Bhayangkara. “Kami belum tahu nantinya dipulangkan bersama anaknya atau tidak. Kami menunggu kepastian dari keluarga,” terang Budiyono….Satu Keluarga Pendeta Asal Korsel Jadi Penumpang Air Asia yang Hilang Kontak Satu keluarga pendeta asal Korea Selatan menjadi salah satu penumpang pesawat Air Asia QZ 8501 tujuan Singapura yang hilang kontak. Mereka merupakan pendeta asal Korea Selatan yang sedang melakukan lawatan di sejumlah Gereja di Kota Malang sejak beberapa bulan lalu. …. Staf Kedubes: 3 WN Korsel di AirAsia Adalah Satu Keluarga Pendeta ketiga WN Korsel tersebut merupakan satu keluarga yakni bapak, ibu dan anak. Mereka tinggal di Malang dan menjadi pendeta. “Mereka tinggal di Malang untuk promosi pendeta (bapak). Tapi saya nggak tahu tujuan ke Singapura ke mana,” tuturnya. …. Jadi Penumpang AirAsia, Keluarga Pendeta Asal Korea Ikut Hilang sebuah duka Pesawat AirAsia QZ8501 Bawa 3 Anggota Keluarga Pendeta dari Korsel yang lain ikut jadi korban Jenazah Paranormal Asal Tulungagung Dikenali dari KTP

 

 

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan