~Terungkap Tanda Misterius Gunung Merapi Meletus dan Gempa Di Jogja~

Gunung Merapi, mengutip wikipedia,

gunung_merapi_Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Gunung Merapi adalah gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Gunung ini terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa

Kota Yogyakarta mengutip wikipedia,

yogyakarta_mapDaerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia….. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah terparah akibat bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 dan erupsi Gunung Merapi pada medio Oktober-November 2010.

Antara Gunung Merapi Meletus dan Gempa Di Yogya


  1. Tahun 2005 :Aktivitas Kegunungapian,Gunung Aktif karena Gerak Lempeng Indoaustralia,Kebumen, Kompas – Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi dan Konservasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Karangsambung, Kebumen Dr Munasri, Selasa (18/4/05), mengatakan, meningkatnya aktivitas gunung api di Pulau Jawa, terutama Gunung Merapi, Dieng, dan Semeru berkorelasi dengan penajaman atau pergerakan lempeng Indoaustralia yang berada di bawah Pulau Jawa. Setiap tahun lempeng bagian dari lempeng Asia Tenggara itu bergerak sepanjang 10 sentimeter. Pada bagian lempeng yang menajam dengan dasar Pulau Jawa terjadi peleburan. Air yang dibawa partikel lempeng akan terpanaskan hingga menimbulkan uap yang membawa material magma ke atas permukaan bumi…. Ini_Foto_Lestusan_Gunung_Merapi_Pagi_IniGempa Goyang Yogya dan Pacitan,Selasa, 19 Juli 2005 | 22:46 WIB,TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya dikejutkan dengan getaran yang terasa dalam beberapa detik. Sekitar pukul 19.20 WIB, terjadi gempa bumi yang berpusat di samudra Hindia. Dikhawatirkan, terjadinya gempa tektonik itu bisa mempengaruhi aktivitas gunung Merapi yang sekarang berstatus Waspada Kepala Stasiun BMG Yogyakarta, Tiar Prasetyo saat dikonfirmasi menyatakan, pusat gempa terjadi di 9,77 Lintang Selatan dan 110,71 Bujur Timur. “Pusat gempa, terjadi di 220 kilometer sebelah selatan Yogyakarta dengan kedalaman 33 kilometer di dalam tanah,”katanya.Gempa tektonik itu, terjadi pada pukul 19.21 WIB dengan kekuatan 5,5 skala Richter. “Kami juga sudah mendapat laporan dari beberapa daerah. Yang jelas memang gempa ini sangat terasa di Yogyakarta dan daerah Pacitan,”kata Tiar.Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan kerusakan yang terjadi di Yogyakarta akibat gempa tersebut. Sebagian warga Yogya bahkan tidak menyadari telah terjadi gempa. merapi_2014Di tempat terpisah, Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subadriyo, membenarkan gempa yang terasa di kota Yogyakarta gempa tektonik. Menurut Subandriyo, gempa yang terjadi Selasa (19/7) malam itutidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung Merapi.Menurut Subadriyo, gempa tektonik yang bersumber di Samudera Indonesia itu bisa saja mempengaruhi aktivitas Merapi. “Dalam kondisi Merapi yang aktif saat ini, gempa tektonik bisa saja memicu peningkatan aktivitas, namun bisa juga tidak. Makanya, kami akan cermati efek gempa itu terhadap aktivitas Merapi,”katanya.Gempa tektonik seperti itu, bisa berpengaruh terhadap gerakan magma gunung Merapi. BPPTK, sejak adanya peningkatan aktivitas Merapi telah menyiagakan seluruh karyawannya, baik di kantor pusatnya di kawasan JlCendana Yogya maupun di seluruh pos-pos pengamatan Merapi. Sementara status aktivitas Merapi sampai saat ini masih Waspada. ….. Jateng Selatan Juga Daerah Rawan Gempa ; Oleh: Chusni Ansori26 Jan, 2005 – 07:50 suaramerdeka.com ~ MINGGU, 26 Desember 2004 lalu Aceh diguncang gempa bumi berskala 8,9 skala Richter yang diikuti oleh gelombang besar tsunami…. Gempa bumi tersebut yang merupakan gempa tektonik besar akibat adanya patahan pada posisi 3.30 o N, 95.78 o E yang berada di Samudera Indonesia. …..Sumber gempa … adalah adanya pertemuan lempeng Samudera Hindia – Australia dengan lempeng benua Asia. .. yang berbeda berat jenisnya tersebut membentuk zona subduksi/tunjaman.. Jawa Tengah bagian selatan bukan merupakan daerah bebas gempa. Hanya, ia merupakan daerah yang tetap mempunyai potensi gempa dengan frekuensi yang berbeda dari Sumatera. Jika kita lihat morfologi selatan Jawa Tengah dari Cilacap hingga Parangtritis, daerah ini merupakan dataran rendah dengan kemiringan lebih dari 5 derajat dan ketinggian 5 – 30 meter di atas laut. Bentangan dataran ini ke utara bisa mencapai 12 km tanpa pembatas rangkaian pegunungan kecuali di sekitar Karangbolong.Jawa Tengah selatan bukan daerah yang bebas gempa. Walaupun frekuensi gempanya tidak sesering di Sumatera ataupun Jawa Barat, bukan berarti tidak akan terjadi gempa bumi tektonik besar di kawasan ini.
  2. Tahun 2006 : bahwa ketika merapi beraktifitas, maka gempa bumi terjadi tgl 27 mei 2006, dan merapi meletus dahsyat tgl 14 juni 2006 atau berjarak 18 hari saja.
  3. Tahun 2010 : bahwa saat itu gempa di yogyakarta terjadi 21-agustus-2010, maka 66 hari berikutnya terjadi letusan merapi yang sangat dahsyat
  4. Tahun 2014 : bahwa terjadi gempa besar di yogya 25 januari 2014 dan gempa-gempa kecil, kini merapi juga meningkat aktifitasnyaMisteri Letusan Merapi Yang Tidak Biasanya , Dentuman Gempa Gunung Merapi Sering Terjadi Jumat, 02/05/2014 13:08 WIB Mbah Rono: Merapi Sudah Berubah, Bukan Yang Dulu Lagi sebuah pesan Mbah Rono: Tak Tahu Kapan Merapi Meletus, Lebih Baik Kita Waspada dan semakin mengkuatirkan Suara Dentuman Makin Sering sejak Merapi Waspada
  • MAGELANG, KOMPAS.com — Sejak status Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta meningkat menjadi Waspada pada Selasa (29/4/2013) pukul 23.50 WIB, muncul fenomena suara dentuman yang terdengar hingga jarak tertentu. Menurut Subandrio, Kepala Balai Penelitian dan Penyelidikan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, dentuman itu diduga karena adanya arus konveksi atau turbulensi gas di dalam perut Merapi sehingga terjadi benturan antara bebatuan dan gas. “Terdengar suara dentuman dari Pos Pemantauan Babadan, Rabu sore kemarin. Terdengar terus-menerus sebanyak 24 kali, lebih banyak dari hari sebelumnya. Ini membuktikan bahwa aktivitas gas Merapi cukup tinggi,” katanya seusai meninjau Pos Pemantauan Babadan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Kamis (1/5/2014).Dari Pos Pemantauan Babadan yang berjarak sekitar 4,4 kilometer dari puncak Merapi, tercatat sejak 29 April 2014, terdengar dentuman 17 kali, lalu meningkat pada 30 April 2014 sebanyak 24 kali yang terdengar hingga jarak 8 kilometer dari puncak. Selain itu, pada 30 April 2014 juga tercatat 35 kali gempa low frequency dan enam kali gempa tektonik.
  • Kegempaan Merapi Meningkat
  • merapi_meningkat_2_5_2014Metrotvnews.com, Magelang: Aktivitas kegempaan Gunung Merapi terus mengalami peningkatan dengan dominasi gempa berfrekuensi rendah, Jumat (2/5/2014). Selain itu, suara dentuman masih terus terdengar setiap hari hingga radius sebelas kilometer dari puncak Merapi.”

 


Catatan:[Penting] Sebelum melihat, membaca atau menonton vidio yang ada di situs ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb Beda Paranormal VS Hamba Allah


Ada apa kah dengan ini semua ? Ikuti Pembahasan dan Klik berikut ini

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan