~Terungkap Tanda Misterius DiBalik Gunung Sinabung Meletus Dahsyat~

Mengutip wikipedia :

  • gunung_sinabung_meletus_29_8_2010_membentuk_22Gunung Sinabung (bahasa Karo: Deleng Sinabung) adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter. Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini.
  • Agustus 2010 : Pada 27 Agustus 2010, gunung ini mengeluarkan asap dan abu vulkanis.[3] Pada tanggal 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB (28 Agustus 2010, 17.15 UTC), gunung Sinabung mengeluarkan lava. Status gunung ini dinaikkan menjadi Awas.[3] Dua belas ribu warga disekitarnya dievakuasi dan ditampung di 8 lokasi. Abu Gunung Sinabung cenderung meluncur dari arah barat daya menuju timur laut.[9] Sebagian Kota Medan juga terselimuti abu dari Gunung Sinabung. Satu orang dilaporkan meninggal dunia karena gangguan pernapasan ketika mengungsi dari rumahnya
  • asap-letusan-gunung-sinabung_viva_co_idSeptember 2010 : Pada tanggal 3 September, terjadi 2 letusan. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Letusan pertama menyemburkan debu vuklkanis setinggi 3 kilometer.[ Letuasn kedua terjadi bersamaan dengan gempa bumi vulkanis yang dapat terasa hingga 25 kilometer di sekitar gunung ini. Pada tanggal 7 September, Gunung Sinabung kembali metelus. Ini merupakan letusan terbesar sejak gunung ini menjadi aktif pada tanggal 29 Agustus 2010. Suara letusan ini terdengar sampai jarak 8 kilometer. Debu vulkanis ini tersembur hingga 5.000 meter di udara.
  • Letusan 2013—14 : Pada tahun 2013, Gunung Sinabung meletus kembali, sampai 18 September 2013, telah terjadi 4 kali letusan. Letusan pertama terjadi ada tanggal 15 September 2013 dini hari, kemudian terjadi kembali pada sore harinya. Pada 17 September 2013, terjadi 2 letusan pada siang dan sore hari. Letusan ini melepaskan awan panas dan abu vulkanik. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya akan peningkatan aktivitas sehingga tidak ada peringatan dini sebelumnya. Hujan abu mencapai kawasan Sibolangit dan Berastagi. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, tetapi ribuan warga pemukiman sekitar terpaksa mengungsi ke kawasan aman. Akibat peristiwa ini, status Gunung Sinabung dinaikkan ke level 3 menjadi Siaga. Setelah aktivitas cukup tinggi selama beberapa hari, pada tanggal 29 September 2013 status diturunkan menjadi level 2, Waspada. Namun demikian, aktivitas tidak berhenti dan kondisinya fluktuatif. Memasuki bulan November, terjadi peningkatan aktivitas dengan letusan-letusan yang semakin menguat, sehingga pada tanggal 3 November 2013 pukul 03.00 status dinaikkan kembali menjadi Siaga.[18] Pengungsian penduduk di desa-desa sekitar berjarak 5 km dilakukan.gunung_sinabung_meletus_republika_co_idLetusan-letusan terjadi berkali-kali setelah itu, disertai luncuran awan panas sampai 1,5 km. Pada tanggal 20 November 2013 terjadi enam kali letusan sejak dini hari. Erupsi (letusan) terjadi lagi empat kali pada tanggal 23 November 2013 semenjak sore, dilanjutkan pada hari berikutnya, sebanyak lima kali. Terbentuk kolom abu setinggi 8000 m di atas puncak gunung. Akibat rangkaian letusan ini, Kota Medan yang berjarak 80 km di sebelah timur terkena hujan abu vulkanik.[19] Pada tanggal 24 November 2013 pukul 10.00 status Gunung Sinabung dinaikkan ke level tertinggi, level 4 (Awas). Penduduk dari 21 desa dan 2 dusun harus diungsikan. Status level 4 (Awas) ini terus bertahan hingga memasuki tahun 2014. Guguran lava pijar dan semburan awan panas masih terus terjadi sampai 3 Januari 2014.[20] Mulai tanggal 4 Januari 2014 terjadi rentetan kegempaan, letusan, dan luncuran awan panas terus-menerus sampai hari berikutnya. Hal ini memaksa tambahan warga untuk mengungsi, hingga melebihi 20 ribu orang. Setelah kondisi ini bertahan terus, pada minggu terakhir Januari 2014 kondisi Gunung Sinabung mulai stabil dan direncanakan pengungsi yang berasal dari luar radius bahaya (5 km) dapat dipulangkan.[22] Namun demikian, sehari kemudian 14 orang ditemukan tewas dan 3 orang luka-luka terkena luncuran awan panas ketika sedang mendatangi Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung yang berada dalam zona bahaya I. Letusan 2016 : Pada tanggal 21 Mei 2016 pukul 16:48 WIB, Gunung Sinabung kembali meletus dengan mengeluarkan awan panas. Awan panas ini menyelimuti Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Akibatnya 7 orang meninggal dunia, dan 2 lainnya mengalami luka bakar. Para korban diketahui tengah berada di zona merah di kawasan Desa Gamber yang beradius 4 Km dari Gunung Sinabung . Sampai dengan 22 Mei 2016, telah terjadi 4 kali letusan. Menurut petugas pos gunung Sinabung, luncuran awan panas akibat erupsi pertama kali terjadi sekira pukul 14.30 WIB

Aktivitas Sinabung Menurun, Pengungsi 16 Desa Segera Dipulangkan

ritual_tolak_bala_sinabung(sumber gambar kompas.com)

Medan – Aktivitas erupsi Gunung Sinabung mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Jika situasinya terus membaik, pengungsi dari 16 desa kemungkinan bisa segera dipulangkan. Rencana pemulangan ini mencuat dalam rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian dan instansi terkait penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung. Rapat itu berlangsung di rumah dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (30/1/2014). Dalam rapat itu dilaporkan, aktivitas erupsi Gunung Sinabung cenderung menurun, tetapi statusnya masih tetap awas atau level IV. Situasi ini memungkinkan untuk mengembalikan 4.639 keluarga atau 13.828 jiwa pengungsi dari 16 desa yang berada di luar radius 5 kilometer dari Sinabung. Kepala BNPB Syamsul Maarif menyatakan, rencana ini masih dalam tahap sosialisasi dan pengamatan terus-menerus. Pemulangan tahap pertama ini baru bisa dilaksanakan dengan catatan infrastruktur desa sudah beres. Misalnya jalanan sudah bersih bisa dilalui, aliran listrik PLN harus menyala. “Jika kondisi terus membaik maka masuk tahap kedua, memulangkan warga dari radius tiga kilometer,” kata Maarif. Sementara Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho menyatakan, diperlukan kebersamaan semua pihak terutama bimbingan dan arahan serta fasilitasi dari BNPB yang sarat pengalaman dalam menangani kebencanaan. Selain itu Gubernur Gatot juga memberikan arahan langsung kepada jajarannya untuk menindaklanjuti apa-apa yang menjadi perhatian dari penyampaian dan arahan Kepala BNPB sebagai Komandan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Sinabung.


sutopo_pembicara_Beberapa informasi mengenai penurunan aktifitas gunung sinabung membuat beberapa orang untuk mengunjungi desa mereka, bahkan dari beberapa mereka berasalan tertentu, Minggu, 02 Februari 2014 , 15:21:00, Salurkan Hasrat Bercinta, Pengungsi Sinabung Langgar Larangan Pulang

JAKARTA – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ada beberapa faktor penyebab sejumlah warga pengungsi letusan Gunung Sinabung kerap mencoba kembali ke kampung halaman. Selain ingin melihat kebun dan rumahnya, juga karena alasan tertentu.


Apakah yang terjadi ketika aktifitas gunung menurun dan pengunsi akan di kembalikan sesuai saran dari yang berwenang ?

Sabtu, 01/02/2014 13:55 WIB, Warga Terkena Awan Panas Letusan Sinabung, BNPB: Korban Tewas Awan Panas Sinabung Jadi 14 Orang, 3 Luka Bakar

sinabung_erupsi_lagi_1_2_2014Jakarta – Korban meninggal akibat bencana awan panas Gunung Sinabung di Sumatera Utara bertambah menjadi 14 orang. Selain korban tewas, 3 korban lainnya mengalami luka bakar. Informasi yang diperoleh detikcom dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (1/2/2014) menyebutkan seluruh korban tewas yang ditemukan telah dapat diidentifikasi.


Kejadian Sama yang Berulang 2010 dan 2014, Letusan tidak Diduga, Rentetan G. Sinabung Meletus 29-Agustus-2010


(Gunung Sinabung meletus, sumber youtube)Perjalanana berita yang runtun didapatkan dalam media detik.com urut waktu kejadian seperti dibawah ini : Jumat 27/08/2010 (wib)

  1. 20:33 Gunung Sinabung Keluarkan Asap, Penduduk Kabupaten Karo Panik
  2. 22:37 Gunung Sinabung Berasap, Warga 15 Desa Kabupaten Karo Mengungsi

Sabtu 28/08/2010 (wib)

  1. 00:29 PVMBG: Ada Aktivitas, Namun Kecil Kemungkinan Gunung Sinabung Meletus
  2. 01:39 PVMBG Imbau Warga Dekat Gunung Sinabung Tak Panik, Cukup Pakai Masker
  3. 09:53 Gunung Sinabung Masih Berasap, Warga Masih Takut Pulang ke Rumah
  4. 16:26 Gunung Sinabung Berasap Lagi, Warga Desa Sukanalu Mengungsi

PVMBG: Ada Aktivitas, Namun Kecil Kemungkinan Gunung Sinabung Meletus


  • gunung_sinabung_meletus_republika_co_idMedan – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membenarkan ada aktivitas vulkanik yang terjadi di Gunung Sinabung. Namun, kecil kemungkinan gunung tersebut meletus. Dijelaskan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (27/8/2010), bahwa di Sumatera Utara terdapat 4 gunung berapi berdekatan letaknya. Yaitu Gunung Pusuk Bukit yang bertipe C, Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung bertipe B serta Gunung Sorik Marapi bertipe A. “Artinya tipe B, gunung api yang sejak tahun 1600 tidak dikenali letusannya. Bahwa di situ ada manifestasi sulfatara (belerang) dan fumarol (asap/uap air), karena gunung api tersebut aktif, dengan tipe B. Artinya gunung api itu dikategorikan tidak berbahaya,” ujar Surono. Sedangkan gunung berapi tipe A, adalah gunung berapi yang pernah meletus sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Dan gunung api tipe C adalah gunung berapi yang tidak diketahui pernah meletus dalam sejarah namun ada aktivitas sulfatara dan fumarol yang lemah. Karena itu, PVMBG tidak melakukan pemantauan yang terus menerus seperti yang dilakukan terhadap Gunung Sorik Marapi.
  • Bergemuruh, Gunung Sinabung Meletus LagiNah, keluarnya asap dari Gunung Sinabung, Surono menjelaskan ada hujan lebat sebelumnya di kawasan itu. “Air banyak masuk di kawah Sinabung. Air kemudian menjadi uap air bertekanan tinggi dan membawa material berupa abu. Lantas angin membawa abu ke arah Tenggara, karena bukaan kawah Sinabung ke Tenggara,” jelas Surono. Surono menegaskan asap dari Gunung Sinabung ini sama sekali tidak berbahaya, tidak seperti ‘wedhus gembel’ atau awan panas yang pernah keluar dari Gunung Merapi di Yogyakarta.

Minggu 29/08/2010 (wib)

Beberapa Saat Setelah Dinyatakan Kecil Kemungkinan Meletus, Ternyata Malah Meletus dan Membuat Warga Kaget


  1. 00:04 Puncak Gunung Sinabung Pancarkan Api, Warga Panik
  2. 01:01 Gunung Sinabung Meletus, Warga Diminta Ikuti Instruksi Petugas
  3. 02:07 Belum Dievakuasi, Penduduk Desa Kuta Gugung Panik & Bingung
  4. 04:04 Debu Gunung Sinabung Mulai Dirasakan di Deli Serdang
  5. 14:55 Gunung Sinabung MeletusRute Penerbangan Tertutup Debu, Pesawat Dirut PLN Balik ke Medan
  6. 15:19 Pesawat Dahlan Iskan Balik karena Rute Terbang Lewati Awan Panas

Senin, 30/08/2010

  1. 06:51 Gunung Sinabung Meletus Lagi, Warga Panik
  2. 07:08 Gunung Sinabung Mengeluarkan Lahar Panas Disusul Ledakan 4 Kali

Secara runtun dan runut berita diatas, memenunjukkan sebuah peristiwa meletusnya gunung sinabung, dimedia lain hal itu disebutkan sebagai “Gunung Sinabung di kawasan Kabupaten Karo, Sumut, kemarin (29/8), tepatnya pukul 00.08, meletus. Letusan terjadi dua kali. Lahar panas juga mulai turun ke kaki gunung. “ [jawapos]

Letusan yang Tidak Diduga, Ada Apa ?



Sebuah dugaan manusia boleh benar, bisa juga tidak,seperti letusan gunung Sinabung yang dinyatakan kecil sekali meletus, namun beberapa jam setelah dinyatakan seperti itu, maka g. Sinabung malah meletus. Sabtu 28/08/2010 (wib), 00:29 PVMBG: Ada Aktivitas, Namun Kecil Kemungkinan Gunung Sinabung Meletus : dan Akibatnya Minggu 29/08/2010 (wib) , 00:04 Puncak Gunung Sinabung Pancarkan Api, Warga Panik 01:01 Gunung Sinabung Meletus, Warga Diminta Ikuti Instruksi Petugas 02:07 Belum Dievakuasi, Penduduk Desa Kuta Gugung Panik & Bingung Kala itu Dirut PLN yang tiada lain Dahlan Iskan terkena imbasnya…. ada apakah ?

 

 


Ada apa kah dengan ini semua ? Ikuti Pembahasan dan Klik berikut ini

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan