~Terungkap Misteri Tanda Tuhan Pada Gereja Terbakar Dahsyat ~

Tanggal 22 januari 2014, sebuah gereja terbakar sehari sebelum presiden SBY akan ke pengungsi Gunung Sinabung, Kejadian terbakarnya gereja di tanggal kembar merupakan sebuah kejadian yang mungkin wajar saja, Diduga gara-gara Lilin, Gereja dan Rumah Pendeta Ludes Terbakar,

gereja_ludes_terbakar_22_1_2014GUNUNG SITOLI, KOMPAS.com — Sebuah gereja dan rumah pendeta yang bersebelahan di Kota Gunung Sitoli, Sumatera Utara, terbakar pada Rabu (22/1/2014). Dugaan sementara, kebakaran dipicu lilin. Gereja dan rumah pendeta itu berada di Desa Sifalaete, tepatnya di Jalan Tirta, Kecamatan Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Lokasi kebakaran yang berada di kawasan padat penduduk membuat dua mobil pemadam kebakaran sempat kesulitan mendekat. Api baru dapat dipadamkan setelah empat jam, itu pun pemadaman dilakukan bergiliran oleh dua mobil milik Pemkot Gunung Sitoli. Informasi yang dihimpun Kompas.com, api diduga bermula dari lilin yang sebelumnya dinyalakan pembantu pendeta untuk menghibur anak-anak pendeta itu. Saat kejadian, pendeta tersebut sedang memberikan pelayanan rohani di salah satu rumah jemaat. Gereja dan rumah pendeta habis terbakar karena sepenuhnya berbahan kayu. Pada saat kebakaran terjadi, cuaca juga sedang cerah.

Gereja yang terbakar ini merupakan kejadian sehari sebelum presiden SBY ke Gunung Sitoli (baca Kunjungan Presiden SBY ke Sinabung)

Kamis (23/1/2014) 11.00 WIB ke Tanah Karo untuk melihat para pengungsi di sana, menginap bersama warga Karo ditenda pengungsian utama yang terletak di kantor DPRD Karo, Jalan Veteran, Jumat (24/1/2014), presiden menuju Bandara KNIA, Kabupaten Deliserdang kemudian ke Kota Medan mencoba Kereta Api bandara yang bernama City Link dan menginap di Hotel JW Marriot di Jalan Putri Hijau. Sabtu (25/1/2014) SBY akan bertolak ke bandara Suwondo dan kembali ke Jakarta.

Sebuah tgl 22-1-2014 adalah membentuk sebuah misteri yang akan terungkap mengenai hal ini di akhir tahun, yaitu 2+2+1+2+0+1+4=12 dan jika A=1, B=2 .. GEREJA=46, sebuah firman Allah swt QS 12:46 “: “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir yang hijau dan lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.””

air_asia_hilang_28_12_2014_QZ_8501Terdapat kisah Yusuf yang ditanya tentang tujuh ekor sapi gemuk dan tujuh ekor sapi kurus dan tujuh bulir hijau …. semua berbicara tentang tujuh …. dan terungkap bahwa tahun 2014 terjadi momen nasional dengan perhelatan Presiden ke 7, hingga AirAsia Jatuh membentuk 77 seperti di gambar dibawah ini “Indonesia AirAsia Penerbangan 8501 (nomor penerbangan: QZ8501/AWQ8501) (sering disebut dengan Tragedi AirAsia QZ8501) adalah pesawat Airbus A320 milik Indonesia AirAsia (grup AirAsia) yang dinyatakan hilang kontak di sekitar Laut Jawa dekat Selat Karimata pada saat terbang dari Surabaya, Indonesia menuju Singapura pada tanggal 28 Desember 2014.[3] dengan 155 penumpang dan 7 orang kru di dalam pesawat. Pada 30 Desember 2014, puing-puing pesawat ini telah ditemukan mengapung di Laut Jawa. Tubuh manusia juga ditemukan bersamaan dengan penemuan puing pesawat yang berjumlah 162 orang dinyatakan tewas. Tragedi AirAsia, Gereja Mawar Sharon Kehilangan 46 Jemaat

  • Surabaya, – Selain keluarga penumpang, jemaat gereja Mawar Sharon juga merasakan duka mendalam. Karena 46 jemaatnya juga menjadi penumpang AirAsia QZ8501. Pengurus Gereja Mawar Sharon, Prasetyo, mengungkapkan data 46 jemaat diperoleh setelah pengurus mendapat manifest penumpang. Data tersebut dikroscek dengan data jemaat serta laporan dari keluarga penumpang yang melapor ke gereja. “Dari 46, 20 di antaranya ikut rombongan tour and travel Universal,” ujar Prasetyo yang mewakili jemaat di Crisis Center Gedung Mahameru, Polda Jatim, Jumat (2/1/2015).. Pihaknya pun berharap seluruh jamaat dan penumpang AirAsia bisa segera ditemukan. Prasetyo mengungkapkan pihak gereja bersama keluarga penumpang lain selalu melakukan kebaktian dan berdoa. “Kita juga minta ke AirAsia agar kita diperbolehkan membuat posko care center karena jemaat kita juga banyak dalam pesawat itu. Tapi posko itu juga buat untuk umum,” imbuh Prasetyo yang bekerja di bagian IT dan data ini.

Ada apa kah dengan ini semua ? Ikuti Pembahasan dan Klik berikut ini

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan