~Misteri Aneh Mobil Ambulan ~

Akhir-akhir ini kecelakaan semakin aneh saja terjadi, yang mencuat adalah kecelakaan yang terhubung dengan aktifitas rumah sakit, mulai helikopter rumah sakit yang jatuh, ambulan pembawa pasien rujukan terperosok, sampai orang yang akan takziah mengalami kecelakaan parah.

1. Kecelakaan Aneh Helikoter Rumah Sakit Jatuh

heli_jatuh_di_rumah_sakitLiputan6.com, Berastagi : Helikopter jatuh tepat di depan Rumah Sakit Umum (RSU) Efarina Etaham, Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 1 Orang dilaporkan tewas dan 4 lainnya dalam kondisi kritis. Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Senin (30/12/2013), helikopter jatuh di setelah lepas landas dari atap RS Efarina. Terlihat sejumlah warga sekitar melihat lokasi kejadian. Helikoter tampak ringsek berat. Lokasi jatuhnya helikopter pun dijaga ketat aparat kepolisian. Lalu lintas di sekitar lokasi kejadian, yakni Jalur Medan-Kaban Jahe sempat ditutup. Jalan pun sempat macet total. Laporan terbaru, kini jalan sudah dibuka dan lalu lintas lancar.

Saksi mata mengatakan, helikopter tiba-tiba hilang kendali lalu jatuh. Evakuasi terhadap para korban telah dilakukan. Sejauh ini, dikabarkan ada 1 orang yang tewas dan 3 lainnya tengah kritis. Hingga kini belum diketahui tujuan dari helikopter tersebut terbang dari rumah sakit. Belum diketahui juga identitas para korban. (Riz/Ism)

Jenis Heli, Karo – Helikopter jenis Bell 206 yang jatuh di depan RS Efarina Etaham Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), baru dioperasikan tiga tahun. Sebelumnya tidak pernah ada masalah.Pemilik helikopter yang juga Bupati Simalungun JR Saragih menyatakan, heli itu selama ini dalam keadaan baik. Tidak pernah ada masalah.”Sudah dipergunakan tiga tahun ini, untuk operasional rumah sakit,” kata Saragih kepada wartawan di Sakit Efarina Etaham Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Senin (30/12/2013).Mengenai kondisi dan perawatan helikopter selama ini, Saragih mempersilahkan media untuk menanyakan langsung kepada Kementerian Perhubungan. Maksudnya agar tidak bias, dan terkesan pembelaan.”Silakan ke Perhubungan saja ditanyakan, tapi selama ini tidak ada masalah,” kata Saragih.

Kecelakaan itu menewaskan Arif Setyawan, teknisi heli. “Korban meninggal dunia masih di sini, nanti akan dikirim ke Jakarta,” kata JR Saragih.Helikopter jenis Bell 206 dengan register PK DAL itu jatuh sekitar pukul 10.45 WIB sesaat setelah take off dari helipad di lantai atas Rumah Sakit Efarina Etaham, Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Kabupaten Karo. Helikopter itu baru datang dari Simalungun, untuk menjemput tiga penumpang.

2. Ambulan Terperosok Sehingga pasien Tewas

Setelah Ditabrak Mobil, Ambulans Masuk Jurang, Bocah 6 Tahun Tewas

ambulan_terperosok(ilustrasi ambulan terperosok, sumber therealsingapore)

BANYUWANGI – Tawa riang Rara 13, tidak terdengar lagi di rumahnya di Lingkungan Sutri, RT 02/RW 1, Kelurahan Sobo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi. Nyawa bocah kelas 6 SD bernama lengkap Rahma Nisya Afifi, itu terenggut secara memilukan. Betapa tidak, dia mendapat petaka beruntun dua kali sebelum akhirnya dijemput maut. Petaka pertama terjadi Sabtu sore (28/12). Saat itu Rara ditabrak mobil anggota DPRD Banyuwangi Muhammad Hidayat hingga kritis. Setelah beberapa saat di RS Yamin dia lantas dirujuk ke RS dr Soebandi Jember menggunakan ambulance. Ironisnya, ambulans yang mengangkutnya nyemplung ke jurang sedalam sepuluh meter. Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JPNN Group), kecelakaan pertama yang meli­batkan Dayat -sapaan karib Muhammad Hidayat tersebut terjadi pukul 17.30. Kala itu Dayat mengendarai pikap hitam melintasi jalan yang cukup sempit dengan kecepatan sedang dari barat. Sesampai di tempat kejadian, Rara yang me­nunggang sepeda pancal tiba-tiba keluar dari mulut gang. Kebetulan, tepat di sebelah barat mulut gang tersebut terdapat mobil Nissan Evalia yang tengah parkir. Meski begitu, saat Rara di badan jalan, Dayat sempat melihatnya dan memberikan isyarat lampu. Tidak cukup dengan isyarat lampu, anggota DPRD dari Partai Golkar itu langsung mengerem dan banting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan. Sayangnya, benturan antara sepeda pancal dan pikap tersebut tidak dapat dihindarkan.

Mobil yang dikemudikan Dayat menabrak sepeda Rara. Diduga lantaran kepala Rara terbentur aspal jalan, bocah kelas enam SD itu langsung koma. Warga sekitar yang mengetahui kecelakaan yang terjadi tepat setelah maghrib tersebut langsung semburat menolong gadis malang itu. Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah. Setelah beberapa jam dirawat dan berhasil melalui masa kritis, Rara dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Yasmin untuk menjalani CT-scan atau pemeriksaan penunjang medis dengan menggunakan sinar X. Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui efek benturan di kepala Rara. Hasilnya, korban ternyata harus dirujuk ke RS dr Soebandi Jember. Namun, sebelum dirujuk, Rara dibawa kembali ke RSI Fatimah. Sekitar pukul 01.00 kemarin (29/12), sulung tiga bersaudara putri pasangan Nur Syamsi, 40, dan Eny Suwarti, 35, tersebut dibawa ke Jember. Tetapi, sesampai di wilayah Kecamatan Sempolan, Jember, ambulans yang mengangkut Rara nyemplung ke jurang sedalam lebih dari 10 meter. ”Mungkin sopir ambulansnya mengantuk. Sebab, selain tidak ada kendaraan lain yang melintas, haluan mobil (ambulans) cenderung ke tengah beberapa kali saat menikung. Selain itu, kondisi cuaca tidak hujan yang berarti jalanan tidak licin,” ujar Syamsi yang mengantar anaknya saat dievakuasi ke Jember.

Ironisnya, saat nyemplung ke jurang, mobil ambulans beberapa kali terguling. Akibatnya, slang oksigen dan infus yang dipasang di tubuh Rara terlepas. ”Gigi bagian depan perawat yang mengawal kami pun ikut terlepas,” tambah Syamsi. Ketika mobil ambulans terguling, kata dia, perawat langsung naik tebing untuk meminta tolong kepada pengguna jalan. Beberapa saat kemudian, Syamsi menggantikan perawat untuk meminta bantuan kepada pengguna jalan.

3. Petakziah Kecelakaan Maut

tabrakan_maut_tongas_probolinggo

Metrotvnews.com, Probolinggo: Korban tewas akibat tabrakan yang melibatkan mobil pikap dan truk gandeng di Jalur Pantura, Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Probolinggo, bertambah menjadi 18 korban. Kecelakaan terjadi Sabtu (28/12) sekitar pukul 16.00 WIB. Proses evakuasi yag dilakukan petugas kepolisian dan warga mengalami kesulitan. Terlebih, saat mengevakuasi jenazah sopir pikap yang terjepit bodi mobil. Sopir pikap itu merupakan korban terakhir yang berhasil dievakuasi. Jasad sopir selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Tongas. Korban tewas rata-rata perempuan dan anak kecil. Peristiwa kecelakaan maut itu terjadi saat mobil bak yang sarat puluhan penumpang hendak bertakziah ke daerah Pasuruan. Diduga, karena sopir pikap nekat menyalip kendaraan di depan langsung menghantam truk gandeng bermuatan tepung yang tiba-tiba muncul dari arah berlawanan.

Kecelakaan tak terhindarkan. Semua penumpang yang duduk di belakang langsung terpental. Sebanyak 18 penumpang tewas, sedangkan penumpang belasan lainnya mengalami luka-luka. (Rudi Ulhaq)

Rombongan Takziah Warga Empat Desa di Probolinggo Pikap Tabrak Truk Gandeng, 18 Tewas

pick_up_tabrakan_probolinggoPROBOLINGGO – Agenda takziah yang dilakukan warga dari empat desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Sabtu (28/12) berujung petaka. Mobil pikap Mitsubishi T120 yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan maut dengan menabrak truk gandeng di Jalan Raya Tongas, Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 16.10. Hingga tadi malam, pukul 21.00, tercatat 18 orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka gara-gara insiden itu. Informasi yang dihimpun Jawa Pos (Induk JPNN) di lapangan menyebutkan, pikap bernopol B 2625 XCU yang ditumpangi warga dari empat desa, yakni Desa Mentor, Sumurmati, Muneng, dan Jangur, tersebut memuat 30 orang plus satu sopir. Sore itu rombongan warga Sumberasih tersebut hendak pergi ke Kota Pasuruan untuk bertakziah. Warga yang akan ikut rombongan takziah berkumpul di tiga titik. Ada yang di Desa Muneng, Jangur, dan Mentor. Pikap kinyis-kinyis yang nopolnya masih berwarna putih itu dikemudikan Slamet, 45, warga Muneng. Slamet menjemput penumpang dari Muneng, kemudian lanjut ke Jangur dan Mentor. Rata-rata mereka merupakan wali santri sebuah pesantren di Jangur. Ketika keluarga pengasuh yang ada di Pasuruan meninggal dunia, sebagai wali santri, mereka hendak bertakziah ramai-ramai.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, sopir pikap mengemudi dengan kecepatan tinggi ke arah Pasuruan. ”Sopirnya itu memang ngebut,” kata Agung, 43, warga Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, yang mengendarai motor di belakang pikap. Setelah melewati jembatan kecil di Dusun Krajan, Desa Curahtulis, Slamet berusaha mendahului tiga kendaraan di depannya. Yaitu Toyota Avanza, Mitsubishi Colt Diesel, dan bus pariwisata Delima berwarna merah. Saat menyalip, Slamet mengikuti mobil Avanza putih yang juga menyalip tiga kendaraan tadi. Pada saat bersamaan, truk gandeng bernopol P 8568 UL yang dikemudikan Paiman, 40, warga Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, dengan kernet Ulum berjalan dari arah berlawanan. Saat Avanza putih berhasil menyalip iring-iringan kendaraan, Slamet dalam posisi kres.

Misteri Heli RS Jatuh, Ambulan Terperosok, Takziah Kecelakaan


Sebuah pertayaan yang muncul, mengapa kecelakaan ini beruntun, apakah benar untuk menarik perhatian manusia banyak tentang kecelakaan ini ?

 

 

 


Ada apa kah dengan ini semua ? Ikuti Pembahasan dan Klik berikut ini