~Terungkap Misteri Dibalik Ustad Jefri Al Buchori Wafat~

Mengutip wikipedia:

ustad_ujeJefri Al Buchori atau lebih dikenal sebagai Ustad Uje (lahir di Jakarta, 12 April 1973 – meninggal di Jakarta, 26 April 2013 pada umur 40 tahun) adalah seorang pendakwah (ustad), penyanyi, dan aktor berkebangsaan Indonesia. Uje meninggal dunia dalam usia 40 tahun pada tanggal 26 April 2013 dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 2 waktu setempat. Ia menabrak pohon setelah kehilangan kendali atas Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ yang sedang dikendarai.

Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun nyawanya tidak tertolong. Selanjutnya, jenazah Uje dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Ustadz Jeffry dimakamkan di TPU Karet Bivak, Tengsin, Jakarta Pusat setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Istiqlal

Perhatikan Gambar dibawah ini


buatsahal(awan berdoa, sumber gambar internet), Aktor dan penari: Karier sebagai aktor bermula dari kegemaran Jefri menyambangi Institut Kesenian Jakarta dan mengikuti hingga menggantikan pemain sinetron yang sedang latihan, sampai akhirnya mengikuti pemilihan pemain dan mendapat peran.[1] Ia juga menjadi penari di sebuah kelab malam. Pada tahun 1991 Jefri mendapatkan peran pada sinetron Pendekar Halilintar di TVRI, dan pada tahun 1991 terpilih sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja Sayap Patah yang ditayangkan TVRI, Penceramah, trend busana, dan penyanyi

Kariernya di bidang dakwah dimulai pada tahun 2000 saat menggantikan kakaknya yang menjadi imam di sebuah masjid di Singapura.[3] Pekerjaan kakaknya untuk memberikan khotbah di masjid-masjid dekat rumah di wilayah Pangeran Jayakarta, Jakarta diberikan pada Jefri. Pertama kali menerima honor dari pekerjaan mendakwah berasal dari sebuah masjid di bilangan Mangga Dua sebesar 35 ribu rupiah.Pada satu kesempatan saat menjadi imam, jamaah masjid bubar menolak dipimpin oleh tukang mabok

Jefri sebagai pendakwah mulai dikenal orang secara luas pada tahun 2002 untuk ceramah dan doa dalam acara “Salam Sahur (Salsa)” di TV7, dan dikontrak untuk acara yang sama pada tahun berikutnya. Pada tahun 2004 ia mengisi acara Tausiah di TPI dan tujuh episode acara “Kumis Remaja” setiap Minggu pagi.


penampakan_gunung_meletusBenar atau tidak foto awan diatas, bahwa sebuah kensicayaan terjadi, antara foto demi foto penampakan “Pada awalnya Jefri sempat berpakaian gamis panjang lengkap dengan sorban, namun menggantinya karena berpikir bahwa segmennya remaja dan tidak cocok untuk pakaian tersebut. Jefri pun populer dengan baju koko nya dan menjadi merek dagang umum sebagai daya jual pedagang untuk mempopulerkan baju tersebut.

gedung_setneg_terbakar_21_maret_2013_36_hari_sebelum_uje_wafatPada tahun 2005 kegiatan ceramahnya mencapai tiga sampai empat kali dalam sehari dan pengajian rutin “I Like Monday” di rumahnya dengan jemaah tetap. Pada tahun yang sama ia diminta memberikan ceramah di Istana Negara di mana salah satu penggemarnya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Juga pada tahun 2005 Jefri meluncurkan album rohani “Lahir Kembali” yang komersial, kemudian pada tahun 2006 ia meluncurkan album keduanya “Shalawat” di mana ia berduet dengan istrinya Pipik Dian Irawati dalam dua lagu; “Shalawat Badar” dan “Thola`al Badru”. Pada tahun 2007 Jefri juga pernah berkolaborasi dalam lmini album Ungu (yang hanya berisi lima lagu) “Para Pencari-Mu” dalam lagu “Surga Hati”. Pada tahun 2009 ia tampil langsung berduet pada Tabligh Akbar dan Konser Musik Religi Ungu di Cilegon, Jawa Barat yang dihadiri ribuan penonton”


Perhatikan lagi, Nama UJE adalah terbentuk dari posisi Abjad U=21, J=10 dan E=5, semua berjumlah 36, tercatat 36 hari sebelum UJE wafat terjadi peristiwa heboh, tgl 21-maret-2013, 36 hari sebelum UJE Wafat, ‘Penampakan Buto Ijo’ Di Gedung Setneg, 36 hari sebelum UJE Wafat, 21-maret-2013

~Terungkap Misteri Penampakan Awan Saat Ustad Jefri Al Buchori Wafat~


Selain penampakan awan yang terfoto diatas, maka sebuah kejadian unik tapi langka terjadi sesaat setelah UJE wafat, perhatikan gambar dibawah ini, Lokomotif Meluncur Sendiri dan “Lompat” ke Sawah di Kendal (Kereta Loncat, sumber internet)

ka-anjlokSemarang – Satu lokomotif berjalan sendiri saat mesinnya dipanaskan. Setelah meluncur belasan kilometer, ‘kepala kereta’ itu terhempas ke sawah di Kendal. Humas PT KAI Daop IV Semarang, Surono, mengatakan anjloknya lokomotif tersebut terjadi pukul 04.20 WIB. Lokomotif akan digunakan untuk menarik kereta Argo Sindoro pagi dari Stasiun Tawang Semarang. Seperti biasanya, mesin lokomotif lebih dahulu dipanasi di depo Poncol.

Tiba-tiba lokomotif yang masih dipanasi mesinnya dan tidak ada masinis di dalamnya itu berjalan sendiri ke arah barat. Di desa Nolokerto, Kaliwungu, Stasiun Poncol Semarang, lokomotif anjlok dan masuk ke sawah. Saat ini, lokomotif masih berada 20 meter di sebelah kanan rel. “Setelah distater, dipanasi, diperiksa, tiba-tiba meluncur sendiri tidak ada masinisnya,” kata Surono saat dihubungi detikcom, Minggu (28/4/2013). Diketahui jalur rel dari stasiun poncol ke arah Barat memang menurun. Kemudian setelah tiba di desa Nolokerto, lokomotif anjlok ke kanan dan terhempas. Tidak ada korban jiwa dalam persitiwa tersebut. “Tidak mengganggu jadwal kereta api lainnya. Begitu tahu ada lokomotuf anjlok, langsung dikondisikan,” imbuhnya.

loko_tanpa_masinisSaat ini, posisi lokomotif masih berada di lokasi kejadian dengan posisi berdiri. Sementara itu kereta trem yang digunakan untuk evakuasi masih dalam perjalanan dari Cirebon.”Penyebab masih kita dalami, kenapa lokomotif bisa jalan sendiri ketika sedang dilakukan pemeriksaan di depo Poncol,” tutupnya.

(alg/try)

Berita lainnya:

  1. Meluncur Sejauh 17 Km Tanpa Masinis, Berapa Kecepatan ‘Kereta Misterius’?
  2. Kronologi ‘Kereta Misterius’ yang Meluncur Sejauh 17 Km Tanpa Masinis

KA_jalan_sendiri_28_4_2013_2_hari_setelah_UJE_WafatKendal – Lokomotif yang digunakan menarik KA Argo Sindoro dari Stasiun Tawang Semarang ke Jakarta meluncur sendiri sejauh 17,2 km. ‘Kepala kereta’ ini akhirnya keluar rel dan terhempas di dekat permukiman warga Kaliwungu, Kendal. Berikut kronologi kejadian tersebut.

Minggu (28/4) Pukul 04.00 WIB Petugas memanaskan mesin lokomotif di depo Stasiun Poncol Semarang.
Pukul 04.03 WIB Petugas mengecek bagian luar lokomotif
Pukul 04.05 WIB Lokomotif berjalan sendiri. Lama-lama kian cepat. Petugas tak bisa mengejar.
Pukul 04.10 WIB Seluruh perlintasan dikondisikan agar lokomotif yang berjalan sendiri tak menyebabkan hal buruk
Pukul 04.20 WIB Lokomotif keluar rel dan ‘terbang’ serta terhempas setelah melintasi tikungan rel di Dukuh Mijen, Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kendal. (try/nrl)

Catatan:[Penting] Sebelum melihat, membaca atau menonton vidio yang ada di situs ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb Beda Paranormal VS Hamba Allah


Ustad UJE meninggal tgl 26-4-2013 merupakan memori peringatanNya di dunia, agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya, tiada memandang usia, ajal bisa datang kapan saja, meninggal membentuk 2+6+4+2+0+1+3=18 … Ada apakah dengan 18 ini


Ada Apakah ini Semua ? Ikuti Pembahasan dan Klik berikut ini

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya