~Terungkap Heboh Susu Formula Berbakteri ~

Hari demi hari penantian akan penjelasan resmi pemerintah tentang merk susu formula yang mengandung bakteri, dan telah diumumkan sebagaimana berita dibawah ini, Menkes Kukuh Tak Buka Merek Susu Formula Tercemar

susu_bakteriMetrotvnews.com, Jakarta: Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih berkeras tidak mau mengumumkan merek-merek susu formula yang diduga terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii. Bakteri tersebut diduga bisa menyebabkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak) bayi yang mengonsumsinya. Endang mengaku tidak memiliki data nama-nama merek susu formula tersebut. “Biar kita dipencet dan diperas, nggak bisa karena kita tidak tahu. Peneliti itu punya otoritas sendiri. IPB itu punya otoritas sendiri. Kita dipancing dengan apa saja, kita tidak tahu,” kata Endang Rahayu Sedyaningsih dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (10/2). Endang menggelar konferensi pers didampingi Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kustantinah dan difasilitasi oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring.

Desakan agar Kementerian Kesehatan mengumumkan merek-merek susu formula itu muncul setelah keluar putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi Menteri Kesehatan, Badan POM, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) perihal susu formula, Januari lalu. MA memerintahkan ketiga lembaga itu mengumumkan kepada publik produk- produk susu formula yang dinyatakan terkontaminasi bakteri. Putusan MA keluar atas gugatan praktisi hukum David Tobing terhadap IPB, Badan POM, dan Kementerian Kesehatan pada 2008 ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ketiga lembaga dinilai meresahkan rakyat akibat publikasi hasil penelitian IPB tentang merek susu formula yang terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii. David menggugat karena kedua anaknya mengonsumsi susu formula. Ia resah.

mengkesMenteri Kesehatan menjelaskan, sejak ada publikasi hasil penelitian IPB itu ia juga tidak melakukan langkah-langkah apapun kepad produsen. “Karena kita tidak tahu. Tapi kita sampling dengan mengambil 96 sampel. Ternyata tidak ada (bakteri Enterobacter sakazakii),” kata Endang. Penelitian IPB dilakukan untuk susu yang diproduksi tahun 2003-2006. Boleh jadi, kata Endang, susu tersebut sudah tak beredar di pasar. Saat ditanya Menteri Kesehatan hanya melempar tanggung jawa dan membiarkan warga resak, kembali Endang menegaskan lembaganya tidak tahu merek-merek susu tersebut. “Untuk melindungi masyarakat, makanya jangan minum susu formula, terutama untuk anak di bawah enam bulan,” kata Endang. Susu formula hanya boleh diberikan jika terpaksa. Itu pun harus selalu dalam kondisi hangat atau dipanaskah terlebih dahulu. Jika dingin lebih dua jam, susu formula tak boleh diberikan. Endang menjelaskan, nantinya yang akan mengumumkan adalah IPB. Menurut informasi yang ia terima, IPB sampai saat ini belum menerima salinan putusan itu. “Pemerintah tidak mendorong IPB untuk mengungkapkan. Yang menetapkan harus mengungkapkan itu pengadilan, bukan Kementerian Kesehatan,” kata Endang. Kepala Badan POM Kustantinah menjelaskan, sebelum ditetapkan standard makanan bayi tak boleh mengandung Enterobacter Sakazakiii bukan berarti tak ada standar. Ia menyebutkan ada empat cemaran yang dibolehkan ada dalam susu atau makanan bayi dalam batas maksimun. Antara lain colliform, dan salmonella. Setelah itu, pada tahun 2008 ada Codex baru. Codex itu diikuti Badan POM. “Ini tidak berlaku surut.” Kustantinah mengimbau agar warga tidak resah dengan hasil penelitian IPB itu. Badan POM, sesuai amanah Undang-undang, Badan POM harus mengawal keamanan mutu dan gizi pangan. “Badan POM akan selalu mengawal, mengawasi, dan menyampling produk yang beredar,” kata Kustantinah. (DOR)

Dari pengumuman resmi pemerintah tsb, maka para penanti menjadi kecewa, Kamis, 10/02/2011 15:20 WIB Tak Diumumkannya Merek Susu Formula Berbakteri Munculkan Kecaman

Misteri Heboh Susu Formula Berbakteri


Dengan pertimbangan tertentu, maka pemangku kekuasaan tidak dapat mengumumkan susu formula tsb, aspek ekonomi tentu menjadi perhatian dominan, dimana ketika masyarakat enggan minum susu formula, tentu para peternak susu akan merugi yang pada akhirnya berimbas pada tekanan ekonomi nasional. Kejadian ini mirip dengan rokok, dimana telah jelas manfaat dan resikonya bagi manusia, namun ketika akan ditutup, maka tekanan ekonomi yang besar akan menganggu stabilitas. Terlepas dari aspek diatas, sesungguhnya ada apa sebenarnya, hingga susu formula tsb mengemuka ditahun ini ? tiada lain berita yang muncul itu adalah sebuah ingatan di tahun 2008 lalu, tepatnya berita tentang susu formula terkontaminasi yang ramai diberitakan ditahun 2008, tepatnya adalah bulan yang sama dengan bulan ini,


gambar-bakteriHindari Bakteri Sakazakii pada Susu Formula
Kamis, 28 Februari 2008 | 18:45 WIB JAKARTA, KAMIS – Kalangan masyarakat resah atas temuan hasil penelitian awal oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai adanya dugaan sebagian susu formula tercemar oleh bakteri enterobacter sakazakii. Sebab, konsumsi susu formula bagi bayi dan anak di bawah usia lima tahun (balita) untuk mengoptimalkan tumbuh kembang relatif tinggi . “Masyarakat harus berhati-hati dalam membeli produk susu formula dan makanan bayi. Produk pangan yang tercemar enterobacter sakazakii membahayakan kesehatan bayi,” kata Direktur Standardisasi Produk Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Sri Irawati Susalit, Kamis (28/2), di Kantor Badan POM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta. Enterobacter sakazakii adalah bakteri gram negatif yang tahan panas dan tidak membentuk spora. Secara klinis, cemaran enterobacter sakazakii menimbulkan diare yang bila tidak diobati dapat menimbulkan dehidrasi dan dapat berakibat fatal pada kesehatan bayi dan anak balita.

Pada tahun 2005, World Health Assembly (WHA) menginformasikan pada negara-negara anggota mengenai ada kemungkinan cemaran mikroba enterobact er sakazakii pada susu formula. WHA lalu mengeluarkan resolusi agar Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta Badan Pangan dan Agrikultur (FAO) menyiapkan pedoman, pesan dan pelabelan produk tentang penyiapan penyimpanan dan penanganan susu formula. Belakangan ini ramai diberitakan hasil riset dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut PertanianBogor (IPB) yang dimuat dalam situs IPB bahwa 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April – Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Sampel makanan dan susu formula yang di teliti berasal dari produk lokal. Sejumlah staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain Dr Sri Estuningsih, Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, Dr. Rochman Naim.

Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia ada susu formula dan makanan bayi terkontaminasi E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian itu. Sangat penting dipahami susu formula bayi bukan produk steril, sehingga penggunaan serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk itu . Terkait hasil kajian ilmiah itu, Irawati menyatakan Badan POM melakukan pengawasan susu formula secara rutin setiap tahun di semua laboratorium Balai Besar POM di berbagai daerah. “Kami mengawasi susu formula melalui evaluasi premarket sebelum izin edar dan kontrol setelah produk beredar, ujarnya.” Pemeriksaan cemaran mikroba merupakan bagian dari pemeriksaan rutin lembaga itu terhadap produk pangan, termasuk susu formula.


Perhatikan berita diatas, sebuah kejadian tgl 28-2-2008, dengan judul Hindari Bakteri Sakazakii pada Susu Formula , lalu di tahun 2011 ini, tepatnya tgl 10-2-2011, Menkes: Hindari Bakteri, Berilah ASI

JAKARTA, KOMPAS.com – Bayi baru lahir atau yang berusia kurang dari 28 hari, bayi prematur serta bayi dengan daya tahan tubuh rendah adalah kelompok yang rentan terhadap Enterobacter sakazakii. Untuk itulah, para ibu disarankan untuk selalu memberikan ASI kepada bayi, bukan susu formula….


Bu Menkes… dipanggil sang Khalik 2-mei-2012 (447 hari setalah kasus ini ), mengutip wikipedia, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH (lahir di Jakarta, 1 Februari 1955 – meninggal di Jakarta, 2 Mei 2012 pada umur 57 tahun) adalah Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II yang menjabat sejak 22 Oktober 2009 hingga 30 April 2012….

Ada apakah dengan Heboh Kasus ini ? apakah ini hanyalah pengalihan isu ? … baca ~ Terungkap Misteri Tanggul Lumpur Lapindo Jebol ~ yang mengungkap pada tanggal yang sama 10-2-2011 terjadi … seperti kutipan berikut ini

  • Rentetan peristiwa demi peristiwa, titik terakhir terjadi adalah kerusuhan di waktu yang berdekatan Dua kejadian itu, entah mengapa terjadi setelah adanya tokoh lintas agama menyetel lagu keras tentang detikNews : SBY Berbohong, Warning dari Tokoh Lintas Agama berikutnya giliran forum rektor yang menyatakan keprihatinannya, detikNews : Forum Rektor: Indonesia Menuju Negara Gagal!Dua bentuk keprihatinan diatas, entah mengapa sekarang gaungnya ‘tenggelam’ di telan angin kerusuhan, tiba-tiba saja setelah kerusuhan temanggung, maka sebuah kejadian yang sering terjadi kembali berulang

Susu Berbakteri pengalihan isu-kah ? … semua terjawab lewat : Isyarat Bendera Biru Saat Tanggul Lapindo Ambrol


Ada Apakah ini Semua ? Ikuti Pembahasan dan Klik berikut ini

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan

One thought on “~Terungkap Heboh Susu Formula Berbakteri ~

Komentar ditutup.