[Misteri Ilahi] Mbah Marijan Meninggal, Posisi Sujud Atau Disujudkan ?

 

Anak Bertanya Pada Bapaknya


Seorang anak bertanya kepada bapaknya ketika menonton siaran TV yang menyiarkan jenasah mbah marijan yang ikut menjadi korban awan panas merapi, dimana oleh penyiar TV itu disebutkan mbah marijan ditemukan tewas dengan posisi bersujud. Anak itu bertanya: “Pak mbah marijan masuk surga pak ya … khan mbah marijan meninggal dalam posisi sedang sholat dan bersujud”, begitu sang anak bertanya kepada bapaknya.

Si Bapak agak bingung menjawab pertanyaan anak yang cukup cerdas ini, dikarenakan kalau si bapak menjawab “Benar”, maka ketika si anak mencari referensi keagamaan, utamanya agama islam, maka si anak akan menemukan dua sisi yang sulit dicampurkan. Tiada lain beliau adalah Mbah Marijan Pimpin Labuhan Alit di Gunung Merapi

Mbah Marijan Pimpin Labuhan Alit di Gunung MerapiAcara Labuhan Alit di Gunung Merapi (sumber okezone)

YOGYAKARTA – Juru kunci Gunung Merapi, RP Suraksohargo atau yang lebih dikenal oleh masyarakat umum Mbah Marijan memimpin prosesi labuhan alit di Gerbang Srimanganti atau Pos 2 Merapi. Upacara labuhan alit yang jatuh setiap tanggal 30 Rejeb penanggalan Jawa. Upcara labuhan alit di gunung Merapi ini dilakukan untuk memperingati jumenengan dalem atau naik tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai raja Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat.

Upacara adat Labuhan Merapi, Jumat (24/7/2009) di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta yang juga merupakan kediaman juru kunci Merapi, Mbah Marijan. Sebelum dilakukan prosesi, pada Kamis kemarin telah dilakukan upacara serah terima ubarampe labuhan dari utusan kraton Yogyakarta kepada pejabat Kabupaten Sleman di Kecamatan Cangkringan. Dari kecamatan, barang-barang yang akan dilabuh ini pada sore harinya akan diserahkan kepada kepada juru kunci Merapi, untuk disemayamkan.Baru pada hari Jumat pagi sekira pukul 05.00 WIB, prosesi labuhan dimulai dipimpin Mbah Marijan bersama beberapa abdi dalem kraton lainnya. Ratusan warga turut hadir memadati halaman rumah Mbah Marijan untuk menyaksikan prosesi tahunan ini. Sebelum prosesi arak-arakan dimulai, warga yang ingin ngalap berkah sudah ada yang mendaki lebih dulu melalui jalur pendakian bagian selatan.mbah_marijan_tv_one_2Menjelang subuh sudah banyak warga yang berkumpul di pendopo Srimanganti tempat prosesi labuhan dimulai yakni di Pos 2 di wilayah Kendhit yang merupakan batas hutan vegetasi Merapi. Beberapa barang atau uba rampe yang akan dilabuh meliputi, kain sinjang cangkring, semekan gadhung melati, semekan bango tolak, peningset yudharaga, selendang cindhe, kain kampuh poleng, minyak wangi, kemenyan ratus, uang kepeng, dan beberapa sesaji di antaranya nasi ingkung lengkap dan lain-lain.

iklan_mbah_marijan(in memoriam mbah marijan, sumber kompas.com)

Semua ubarampe labuhan dibawa oleh para abdi dalem Keraton Yogyakarta. Mbah Marijan langsung memimpin sendiri jalannya prosesi sebagai pembuka jalan. Turut mendampingi selama berlangsung prosesi hingga menuju tempat acara di Pos 2 beberapa anggota Tim SAR Pemkab Sleman dan relawan lainnya. Setelah berjalan mendaki selama lebih kurang 3 jam, rombongan tiba di tempat upacara. Ratusan orang yang sudah datang lebih dulu maupun yang datang bersamaan rombongan Mbah Marijan langsung duduk di sekitar tempat prosesi. Setelah dilakukan wilangan atau pengecekan satu-persatu barang yang akan dilabuh.

Setelah dinyatakan lengkap semua ubarampe labuhan kemudian di tempat yang telah disediakan. Bersamaan dengan dibakarnya kemenyan dilakukan doa bersama memohon keselamatan. Usai dilakukan doa bersama barang-barang yang dilabuh kemudian diperebutkan warga yang ingin ngalap berkah.

Labuhan-merapiLabuhan itu juga sebagai persembahan kepada penguasa Gunung Merapi yang dipimpin Eyang Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Nyai Gadhung Mlati dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dwi Supriyatno mengatakan labuhan Gunung Merapi merupakan event tahunan yang cukup besar dan melegenda sehingga diperkirakan akan mendatangkan ribuan wisatawan nusantara maupun mancanegara. “Upacara adat ini selalu menarik minat wisatawan yang akan melihat secara langsung ritual upacara adat yang masih kental kesakralannya di kalangan masyarakat setempat,” katanya. Dia mengatakan, menurut legenda pelaksanaan labuhan Merapi berkaitan erat dengan latar belakang cerita rakyat setempat yaitu Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Mbah Nyai Gadhung Wikarti dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi. (Daru Waskita/Trijaya/mbs)

Adanya upacara persembahan inilah yang membuat si bapak pusing tujuh keliling, sebab ketika meng-iyakan atas pertanyaan si anak tsb, maka ketika si anak menemukan sisi dari mbah marijan yang erat dengan persembahan seperti diatas, maka si anak pasti bertanya lagi pada sang bapak “Pak kalo begitu dalam islam, persembahan itu diperbolehkan pak ya …, begitu sang anak terus bertanya kepada sang bapak”ritual_merapi_Bram_1Karena sang bapak juga tidak begitu paham agama islam, maka bapak dengan enteng menjawab “ah itu khan bukan ibadah, itu hanya ritual budaya saja, ndak apa-apa nak”. Si anak lalu bertanya lebih lanjut kepada si bapak, “kalo begitu ritual itu boleh pak ya …, di jaman rasul masih hidup apa ada juga yang melakukan itu pak ya …”

Bapak Bertanya …


Si bapak tambah pusing tujuh keliling, maka bertanyalah si bapak kepada seorang ustad, “pak ustad bolehkah kita melakukan ritual budaya dengan persembahan seperti yang dilakukan oleh banyak masyarakat kita ?” Si ustad menjawab:”coba bapak buka di internet yang memuat hal yang mirip ini, PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP RITUAL PRA DAN PASCA NIKAH BAGI KEDUA MEMPELAI (STUDI KASUS DI DESA KATEKAN NGADIREJO TEMANGGUNG). Disitu dijelaskan secara lugas arti dari sesaji, mirip dengan yang di lalukan oleh mbah marijan, berikut ini kutipan artikel itu

…..Maka menurut pandangan hukum Islam tujuan ritual tersebut diperbolehkan karena tidak bertentangan dengan hukum Islam. Pelaksanaan ritual pra dan pasca nikah itu diperbolehkan karena tidak bertentangan dengan hukum Islam. Tetapi dalam pelaksanaan ritual pra dan pasca nikah ada yang menggunakan sesaji, yaitu pada ritual sajen ambenian. Dalam ritual tersebut mengandung unsur mubazir karena menyia-yiakan makanan bahkan sampai membuangnya kemudian juga ada unsur syirik karena dalam ritual tersebut mempunyai kepercayaan bahwa sesaji itu untuk persembahan kepada leluhur, dan ketika tidak dilakukan atau kurang salah satu macam sesaji akan mendapat balak. Syirik adalah menyekutukan Allah dan itu sangat tidak diperbolehkan. Apalagi dalam penggunaan sesaji terdapat unsur mubaźirnya, karena menyia-nyiakan makanan. Maka penggunaan sesaji dalam ritual pra dan pasca nikah tidak diperbolehkan karena tidak sejalan dengan hukum Islam……

Dua alasan dari kutipan diatas atas sesaji yang dilakukan yaitu, mubazir dan sesaji untuk persembahan, itulah dua kunci dari persoalan sesaji persesajian, begitu pak ustad menerangkan pada si bapak yang ditanya oleh si anak.

Bapak Menjawab …


Akhirnya si bapak memberanikan diri untuk menjawab kepada si anak, “Nak, posisi mbah marijan pada saat meninggal dalam posisi sujud, bukan jaminan bahwa beliaunya masuk surga, namun karena beliau telah tiada, maka kita doakan saja agar Allah swt menerima amalan dan arwah beliau di alam baka … amin”. Si anak pun menyela “Lho kalo gitu, kita doa-juga, tidak hanya mbah marijan, juga korban-korban lain akibat bencana ini … amien”

gunung_merapi_meletus_dahsyat_26_10_2010Si bapak masih penasaran dengan posisi sujud dari mbah marijan yang menganggu pikiran anaknya, dia berpikir bisa jadi di semua benak orang indonesia, akan tercamkan hal yang sama dengan si anak, sehingga timbulah sebuah mitos atau legenda pada mbah marijan. Si bapak akhirnya mencari-cari di internet, maka ketemulah sebuah artikel menarik yaitu, [Misteri Ilahi] Sebelum Mbah Marijan Meninggal

Si bapak-pun dengan cermat dan rajin mengkliping berita meninggalnya mbah marijan, sebab jika posisi sujud ini menjadi pembenar dari arti persembahan itu, maka sungguh, kita akan menanggung kepada generasi penerus akan sebuah mitos atau legenda yang berbelok arah. Si bapak teringat pada kisah n.Isa atau di kalangan non muslim dikenal sebagai yesus, maka berbagai macam tafsir atas kejadian penyaliban tersebut. Agar hal itu tidak menjadi buah bibir dan beban pada generasi penerus, maka si bapak mulai penyelidikan keanehan yang terjadi pada posisi sujud dari mbah marijan. Akhirnya penyelidikan itu dimulai yaitu:

Bapak Menyelidiki …


Awan panas merapi yang menyembur tgl 26-oktober-2010, sampai saat ini telah menyebabkan korban Jumat, 29/10/2010 16:11 WIB BNPB: Korban Tewas Merapi 36 Orang maka diantara korban itu adalah sebuah sosok yang dikagumi dan sangat terkenal di indonesia yaitu mbah marijan). Sempat beredar sebelumnya bahwa beliuanya selamat dari awan panas, yaitu Rumahnya Hancur, Mbah Maridjan Selamat

Kinahrejo_3(sumber gambar internet)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Setidaknya 11 korban meninggal dunia ditemukan di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (27/10/2010). Tiga di antara mereka adalah seorang dokter, editor VIVAnews Yuniawan Wahyu Nugroho, dan warga setempat bernama Sugiman. Sementara itu, rumah Mbah Maridjan diketahui hancur diterpa awan panas yang biasa disebut sebagai wedus gembel. Namun, Mbah Maridjan dikabarkan justru selamat. Dusun Kinahrejo masih tertutup hingga saat ini. Untuk sementara, evakuasi dihentikan karena dinilai terlalu berbahaya.

Diberitakan sebelumnya, Yuniawan Wahyu Nugroho akan menjemput Mbah Maridjan ke rumahnya untuk membujuk agar lelaki sepuh itu bersedia mengungsi. Namun, Yuniawan justru menjadi korban amuk Merapi.

Mbah Marijan Tidak Mau Ikut Mengungsi


Maklum, dia adalah bagian dari abdi dalem keraton, yang  hidupnya memang hanya mengabdi kepada raja.Alasan Mbah Maridjan Tak Mau Mengungsi

mbah_marijan_jangan(sumber gambar tempo.co.id)

……Jadi kalau diminta pemerintah untuk mengungsi bagaimana Mbah? Lha saya ini kerasan tinggal di sini. Saya pilih tinggal di masjid. Ndonga (berdoa). Karena tamu-tamu saya banyak. Waktu saya ke Bekasi, banyak tamu yang kecele. Coba lihat di buku tamu itu. Kalau ketemu tamu-tamu kan saya tidak melamun, malah menghibur saya. Bisa tertawa. Karena kalau saya diam, itu bisa ditandai stres…..

Selain itu, ternyata dia tidak mau mengungsi karena menunggu wangsit dari mbah petruk, tetapi akhirnya tewas menjadi korban keganasan awan merapi. Itulah makna kehendak Allah swt atas diri mbah marijan yang di tutup usia pada 83 yang ketika itu masih menunggu wangsit mbah petruk, padahal bayangan ‘mbah petruk’ sudah menampakkan diri sebelumnya,Kronologi Detik-detik Wedhus Gembel Sergap Rumah Mbah Maridjan

mbah-petruk-Selain Mbah Marijan, dua orang lain yang terjebak dan tidak bisa dievakuasi adalah Mbah Poniman dan istrinya, tokoh masyarakat Desa Kepuhardjo. Seperti juga Mbak Marijan, Mbah Poniman juga enggan dievakuasi sejak dini karena menunggu wangsit dari Petruk.

Mbah Marijan ‘Selamat’


Berita selamatnya mbah marijan menghiasi di hampir semua berita media cetak, detik.com memberitakan, Mbah Maridjan Selamat, Tapi Dalam Kondisi Lemas , media metrotvnews memberitakan Mbah Maridjan Selamat dan tempo interaktif memberitakan pula Mbah Maridjan Selamat

TEMPO Interaktif, SLEMAN – Ki Surakso Hargo alias Mbah Maridjan, juru kunci  Gunung Merapi ternyata ditemukan selamat meski kondisi fisiknya lemah. Mbah Maridjan ditemukan tak jauh dari kediamannya di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. ” Mbah Maridjan ditemukan  selamat oleh salah seorang anggota tim pencari (SAR),” kata Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta Kolonel Laut Aloysius Pramono, di Sleman, Rabu 27 Oktober 2010 dini hari. Pramono menyebut, kuncen Merapi itu ditemukan di lereng, tidak jauh dari rumahnya di Dusun Kinahrejo. Sementara di kawasan itu, setidaknya  13 korban ditemukan tewas terkena  awan panas  Merapi. Salah satunya  dokter dari Kepolisian, seorang lagi wartawan Vivanews, Yuniawan Wahyu Nugroho di dekat rumah Mbah Maridjan.hutan_mbah_marijanPantauan Tempo, kondisi kampung Mbah Maridjan di radius 5 kilometer dari puncak Merapi terhalangi pohon, debu dan air panas. Pohon-pohon di dusun itu tumbang dan semua rumah hancur dan tertutup debu dan material Merapi.  Sementara itu, di Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito telah ada 12 mayat korban keganasan awan panas Merapi. Dari 12 korban itu tidak ada mayat yang teridentifikasi sebagai Mbah Marijan. “Tidak ada (Mbah Marijan), kalau kabarnya dia selamat,” kata Banu Hernawan, Humas Sadjito. WDA | ANT | M. SYAIFULLAH

Selamat saat itu walaupun dalam posisi lemas, begitu menurut salah satu sumber didetik.com yang memberitakan Mbah Maridjan Selamat, Tapi Dalam Kondisi Lemas dimana secara menyakinkan bahwa memang mbah marijan itu selamat:

Jakarta – Akhirnya kondisi Mbah Maridjan kuncen Gunung Merapi bisa dipastikan. Dia selamat dari awan panas muntahan Gunung Merapi. Kini Mbah Maridjan masih berada di atas di lereng Merapi, dalam kondisi lemas. “Mbah Maridjan selamat, tapi dalam kondisi lemas,” kata anggota TNI, Kolonel (Laut) Pramono di lokasi pengungsian di Hargobinangun, Sleman, Senin (26/10/2010). Pramono merupakan salah satu personel tim evakuasi yang ikut menyisir rumah Mbah Maridjan sekitar pukul 22.00 WIB tadi. Tim evakuasi akhirnya menemukan Mbah Maridjan dalam kondisi lemas dan memberikan pertolongan. Namun Mbah Maridjan masih belum mau dibawa turun ke bawah. “Sekarang masih di atas,” tutup Pramono. Pramono datang bersama tim evakuasi ke lokasi rumah Mbah Maridjan di Desa Kinahrejo. Jalan menuju rumah Mbah Maridjan mencekam, karena terbakar. Di sana masih ada titik api. Hawa juga terasa panas. Banyak pohon bertumbangan dan mayat bergelimpangan di dekat rumah Mbah Maridjan. Saat tim naik ke atas, lokasi masih panas, api masih terlihat di beberapa sudut. Kondisi rumah Mbah Maridjan sendiri hancur terbakar. (ndr/asy)

Mbah Marijan Selamat !!!


Entah siapa yang mengkomando dari berita ini, ketika berita ini muncul, maka hampir ribuan simpatisan mbah marijan mengucapkan keheranan atas kejadian ini yang kalau boleh ini, meyakinkan pada simpatisan beliau bahwa itulah salah satu karomah / kelebihan beliau.iklan_mbah_marijanBarulah kemudian, terbetik kabar koreksi dari kondisi selamat namun lemas diatas, muncul sebagai mbah marijan ikut menjadi korban dan ditemukan di kamar mandi, Mbah Maridjan Tewas Dalam Rumahnya

evakuasi_mbah_marijanSleman – SURYA- Juru Kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan menjadi korban dan ikut tewas akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore. Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Slamet, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar mandi rumah Mbah Maridjan.”Kemungkinan mayat yang ditemukan tersebut adalah Mbah Maridjan, namun ini belum pasti karena wajah dan seluruh tubuhnya sudah rusak dan sulit dikenali lagi,” katanya. Menurut dia, mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon.”Biasanya di dalam rumah Mbah Maridjan tersebut hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi di dusun sekitar tempat tinggal Mbah Maridjan mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh.”Kerusakan ini akibat terjangan awan panas dan bukan karena material lava,” katanya. Kepala Humas dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha mengatakan saat ini jenazah Mbah Maridjan masih berada di Bagian Kedokteran Forensik RS Dr Sardjito, Yogyalarta. “Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB, informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung. ant

Hal yang berbeda, disebutkan oleh anggota SAR lainnya, kalau beliau meninggal di dapur, berikut ini beritanya, Mbah Maridjan Ditemukan Meninggal Dunia dalam Posisi Sujud di Dapur

mbah_marijan_tewas_2Jakarta – Akhirnya misteri keberadaan Mbah Maridjan terpecahkan. Kuncen Gunung Merapi itu ditemukan Tim SAR telah meninggal dunia. Mbah Maridjan meninggal dalam posisi sujud. “Ditemukan di dapur dalam posisi sujud,” kata anggota Tim SAR, Suseno, saat ditemui di RS Sardjito, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/10/2010). Tim evakuasi segera membawa jenazah Mbah Maridjan ke tempat yang aman. Jasad Mbah Maridjan yang lahir pada 1927 ini kini tengah diidentifikasi di rumah sakit. “Tim mengevakuasi Mbah Maridjan sekitar pukul 05.00 WIB,” tambah Suseno. Pada Senin (26/10) malam sempat tersiar kabar Mbah Maridjan masih hidup. Namun kini setelah tim evakuasi melanjutkan pencarian dipastikan Mbah Maridjan meninggal dunia. Di kawasan rumah Mbah Maridjan, ada 16 orang yang ditemukan tewas. Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu pun sebelumnya mendapatkan kabar bahwa Mbah Maridjan meninggal dunia karena ada jenazah yang mirip dengan pembantu setia (alm) Sultan HB IX itu. Kabar terbaru ini berarti juga meluruskan informasi yang berkembang sebelumnya bahwa pria bergelar Raden Ngabehi Surakso Hargo itu telah diselamatkan dalam kondisi lemas semalam. (ndr/nrl)

Barulah setelah ramai didiskusikan oleh media tentang posisi penemuan jasad mbah marijan, yang sebagian besar heran dengan penemuan ini, sebab jika di kamar mandi atau dapur, maka hal itu tidak-lah lumrah untuk melakukan sholat, akhirnya koreksi mengenai posisi ditemukannya mbah marijan yaitu di kamar beliau, Jenazah Mbah Maridjan Ditemukan Dalam Posisi Sujud

….

Marijan

Slamet, seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar rumah Mbah Maridjan…..

Mbah Marijan Meninggal …


Akhirnya berita itu dikoreksi lagi dengan tambahan sedang sujud diatas sajadah beliau, dimana hal itu disampaikan oleh pihak keluarga yaitu:

Jenazah Mbah Marijan di Sardjito forensik. Foto: JPNN

Menurut Kresno, seluruh keluarga Mbah Maridjan, baik anak maupun istrinya, selamat. Ikhwal kematian Mbah Maridjan juga dibenarkan oleh salah satu menantunya, Bambang. “Saya sudah melihat sendiri,” kata Bambang. Menurut Bambang, pakaian yang dipakai, baik batik, sarung maupun kopyah mirip yang digunakan mertuanya sehari-hari. “Beliau sujud di atas sajadah. Sujud di kamar di rumah,” kata Bambang. Bambang menjelaskan, terakhir kali Mbah Maridjan bilang kepada pihak keluarga, “Ngantiyo piye saya tidak akan turun (Meskipun meletus saya tidak akan turun).” (DOR)

Begitulah, ramai riuh rendah mengenai meninggalnya mbah marijan, yang secara sederhana, maka terlihat dengan benar beliau dalam posisi sujud dan sholat. Benarkah demikian ?

Perhatikan dengan seksama kronologis, ketika beliau dinyatakan selamat, kemudian diberitakan sosok jenasah yang mirip dengan mbah marijan, ketika itu belum pasti apakah beliau atau bukan, maka dengan polos, team SAR mengatakan jenasah itu ditemukan di kamar mandi, setelah itu di dapur. Akhirnya ketika kepastian jenasah yang ditemukan itu adalah mbah marijan, maka kesimpulan akhir adalah “Beliau sujud di atas sajadah. Sujud di kamar di rumah,” kata Bambang.

Sleman – SURYA- Juru Kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan menjadi korban dan ikut tewas akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore. Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Slamet, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar mandi rumah Mbah Maridjan.”Kemungkinan mayat yang ditemukan tersebut adalah Mbah Maridjan, namun ini belum pasti karena wajah dan seluruh tubuhnya sudah rusak dan sulit dikenali lagi,” katanya. Menurut dia, mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon.”Biasanya di dalam rumah Mbah Maridjan tersebut hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri,” katanya.

Perhatikan dengan seksama, ketika ditemukan jenasah itu, posisi sujud beliau, pada kaki sebelah kiri, menyerupai duduk i’tiraf (duduk diantara dua sujud). Jika beliau sujud, maka sujud yang sempurna dan dilakukan oleh umumnya orang sholat adalah kedua kaki lurus, perhatikan gambar dibawah ini sebagai duduk diantara dua sujud atau duduk itiraf,

Selain posisi sujud yang agak aneh, maka penemuan jasad beliau dalam waktu cukup lama dibandingkan orang-orang yang berada di rumah mbah marijan menimbulkan pertanyaan tersendiri. Jeda waktu tsb, dapat saja dijadikan rumor oleh pihak tertentu dengan motifasi tertentu, atau apapun itu tidak-lah penting, karena Korban tewas di sekitar Mbah Maridjan jadi 16 orang

evakuasi_mbah_marijan_2Sleman– Jumlah korban yang tewas di sekitar Rumah Mbah Maridjan akibat awan panas Gunung Merapi bertambah menjadi 16 orang. Di antaranya seorang wartawan dan seorang dokter polisi (dokpol). Demikian disampaikan oleh anggota TNI dari Komandan Angkatan Laut (Danlanal), Kolonel Pramono kepada wartawan di Posko Hargobinangun, Jl Kaliurang KM 20, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/10/2010). Tim Danlanal merupakan satu-satunya tim evakuasi yang berhasil mencapai rumah Mbah Maridjan.“Di sepanjang jalan menuju rumah Mbah Maridjan, anggota menemukan 12 mayat dan langsung dievakuasi, diserahkan ke ambulans. Itu belum termasuk jenazah yang ada di rumah Mbah Maridjan 4 orang,” jelas Pramono. Pramono menerangkan, timnya yang beranggotakan 37 orang ini melakukan evakuasi bersama-sama dengan tim lainnya, namun hanya timnya yang berhasil mencapai puncak karena menggunakan truk kuat.

evakuasi_mbah_marijan_3Evakuasi pertama sempat tersendat, karena jalan banyak terhalang pohon yang tumbang. Setelah pohon dipindahkan, tim melanjutkan perjalanan ke rumah Mbah Maridjan dan akhirnya berhasil menemukan mayat bergelimpangan di sepanjang jalan. “Yang meninggal itu satu wartawan, satu dokpol,” tuturnya. Pramono menceritakan, saat tiba di desa Kinahrejo, situasi sangat mencekam. Banyak pohon yang tumbang dan kering. Sejumlah rumah bahkan masih dalam keadaan terbakar. Halaman rumah Mbah Maridjan sendiri dipenuhi abu setebal 10 cm. “Di sana ketika anggota saya masuk, ketinggian abu sekitar 10 cm. Jadi begitu kaki menginjak, langsung ‘jlub’ seperti menginjak pasir,” terangnya.

evakuasi_mbah_marijan_4Selain itu, bau belerang juga tercium sangat tajam di lokasi. Atas berbagai pertimbangan, maka Pramono memutuskan untuk menarik timnya. “Tapi kemudian anggota terpaksa saya tarik pukul 23.00 WIB. Karena ada laporan kondisi di sana sudah tidak memungkinkan dilakukan evakuasi. Hanya tim kami yang sampai ujung sana. Ketika sampai di desa, tercium bau belerang yang kuat makanya segera saya tarik anggota,” jelasnya.

Kini pertanyaan: Apakah posisi mbah marijan meninggal dalam keadaan sujud tidak-lah menjadi penting, sebab mbah marijan yang ikut menjadi korban tertimbun abu vulkanik merapi, Pagi Ini Mbah Marijan Dimakamkan

…Jasad yang diyakini Mbah Marijan itu ditemukan kemarin (27/10) pukul 06.30 oleh para relawan dari tim SAR dan PMI. Saat ditemukan, tubuhnya tertimbun abu Merapi. Setelah diangkat, posisinya dalam keadaan bersujud. Diperkirakan, Mbah Marijan terkena semburan awan panas pukul 17.45.

Sleman – SURYA- Juru Kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan menjadi korban dan ikut tewas akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore. Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Slamet, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar mandi rumah Mbah Maridjan.”Kemungkinan mayat yang ditemukan tersebut adalah Mbah Maridjan, namun ini belum pasti karena wajah dan seluruh tubuhnya sudah rusak dan sulit dikenali lagi,” katanya. Menurut dia, mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon.”Biasanya di dalam rumah Mbah Maridjan tersebut hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri,” katanya.

Sebab meninggalnya mbah marijan yang timbunan abu inilah yang merupakan sebuah referensi kuat pada sejarah-sejarah para nabi atau para wali Allah swt, senantiasa seorang wali atau nabi yang diselamatkan oleh Allah swt dalam konsepsi islam, dimana kisah klasik adalah penyaliban yesus, maka konsep islam mengatakan:

“Tidaklah mereka membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa di hadapan mereka.” [AnNisa’ :157]

Begitupula kisah n.Zakaria yang masuk kedalam pohon kemudian pohon itu ditebang oleh romawi, maka sesungguhnya Allah swt telah menyelamatkan jasad n.Zakaria, ketika itu tidak ditemukan jasad beliau. Adapun orang-orang yang beriman ketika disiksa karena bertuhan Allah swt, maka sesungguhnya mereka juga ditolong olel Allah swt seperti kisah bilal yang disiksa, hal yang berbeda ketika terjadi peperangan atau jihad fi sabilillah, dimana para shabat banyak yang menjadi suhada’:

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Ali Imran: 169-170)

Kini mbah marijan menjadi salah satu korban dari awan panas yang biasanya beliau beri ‘sesaji’ rutin tiap tahunnya, maka sesungguhnya makna beliau sujud adalah beliau bertemu dengan penguasa alam sebenarnya tanpa adanya kekuatan lainnya berupa :

Merapi

Labuhan itu juga sebagai persembahan kepada penguasa Gunung Merapi yang dipimpin Eyang Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Nyai Gadhung Mlati dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi.

Kini mbah marijan telah tiada menghadap penguasa yang sebenarnya, maka sesungguhnya beliau menghadap kepada Allah swt semata, dengan posisi sujud itulah beliau meminta ampun kepada penguasa sebenarnya, untuk menjadi saksi dari jenasah beliau bagi generasi penerus bahwa kekuatan dan kekuasaan hanyalah milik Allah semata, dimana Allah swt sengaja mensujudkan beliau agar menjadi cermin bagi semuanya arti yang benar dari sebuah peribadatan, hanyalah kepada Allah swt semata. “Sesungguhnya seluruh kekuatan itu milik Allah.”(QS 2:165)

Mbah Marijan sang Penjaga Merapi


Pada bahasan diatas dijelaskan bahwa sebenarnya status awas merapi sudah dituliskan sebelum kejadian meletusnya gunung merapi, yaitu tgl 25-oktober-2010, status merapi menjadi AWAS. Banyak penduduk yang sudah bersedia mengungsi, namun mbah marijan menolak mengungsi dengan alasan beragam, salah satunya menunggu sholat magrib , Sultan: Mbah Maridjan Mau Dievakuasi Selepas Magrib‎:

Jakarta – Mbah Maridjan sebenarnya bersedia dievakuasi pada Selasa 26 Oktober, selepas magrib. Namun sebelum diungsikan, pria yang bergelar Raden Ngabehi Surakso Hargo itu ingin salat terlebih dulu. Namun sayang, awan panas alias wedhus gembel telanjur menggulung rumah Mbah Maridjan. “Mbah Maridjan bersedia dievakuasi setelah magrib, tapi dia bilang, mau salat dulu. Nah waktu salat itu, awan panas turun,” kata Sultan saat wawancara langsung di TV One, Rabu (27/10/2010). Mbah Maridjan ditemukan tewas dalam posisi bersujud di dapur rumahnya. Jenazah Mbah Maridjan dikenali dari baju batik dan kopiah yang dipakainya. Saat ini, jenazahnya masih berada RS Dr Sardjito, Yogyakarta. Hasil tes DNA dikirim ke Jakarta. Mbah Maridjan menjadi juru kunci Merapi lebih 20 tahun atas titah Sultan HB IX. SK pengangkatannya sebagai kuncen dibuat pada masa HB X. Namun, menurut Sultan, sebenarnya Maridjan bukan juru kunci Merapi, tapi juru kunci keraton untuk ritual-ritual di Merapi.  Saat Merapi meletus pada 2006, dikabarkan Mbah Maridjan sempat memiliki hubungan kurang mesra dengan HB X karena enggan mematuhi perintah HB X agar mengungsi. Saat itu, desa Maridjan selamat dari wedhus gembel. Tapi tahun ini, Mbah Maridjan tidak selamat. Gunung Merapi merupakan bagian kosmologi Jawa yang penting dan dianggap satu kesatuan dengan Keraton Yogya. (ken/asy)

Alasan lain adalah menunggu wangsit mbah petruk, Kronologi Detik-detik Wedhus Gembel Sergap Rumah Mbah Maridjan

mbah-petruk-

Selain Mbah Marijan, dua orang lain yang terjebak dan tidak bisa dievakuasi adalah Mbah Poniman dan istrinya, tokoh masyarakat Desa Kepuhardjo. Seperti juga Mbak Marijan, Mbah Poniman juga enggan dievakuasi sejak dini karena menunggu wangsit dari Petruk.

Sleman – SURYA- Juru Kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan menjadi korban dan ikut tewas akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore. Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Slamet, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar mandi rumah Mbah Maridjan.”Kemungkinan mayat yang ditemukan tersebut adalah Mbah Maridjan, namun ini belum pasti karena wajah dan seluruh tubuhnya sudah rusak dan sulit dikenali lagi,” katanya. Menurut dia, mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon.”Biasanya di dalam rumah Mbah Maridjan tersebut hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri,” katanya.

Juru Kunci Merapi dan Juru Kunci Mercu Suar


Seribu satu hal terkemuka, yang pasti mbah marijan telah tiada, hal yang sama terjadi pada seorang penjaga lain yaitu penjaga mercu suar: Tsunami Menewaskan Penjaga Mercusuar di Sibaru-baru

Breaking News / Sosbud / Sabtu, 30 Oktober 2010 12:07 WIB

Metrotvnews.com, Padang: Jumlah korban tewas akibat Tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, hingga Sabtu (30/10) ini mencapai 414 jiwa. Sementara itu pencarian korban masih terus berlangsung. Sabtu (30/10), satu jenazah dibawa ke Padang, Sumbar. Ia adalah Samsuar, pria berusia 46 tahun pegawai Departemen Perhubungan. Samsuar tewas diterjang Tsunami saat bertugas menjaga mercusuar di Pulau Sibaru-baru, Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai. Jenazah Samsuar sebenarnya akan dimakamkan secara massal di Mentawai. Namun pihak keluarga meminta jenazah dibawa ke Padang, untuk dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Pengambiran. Samsuar yang bekerja di Dephub sejak 1990 meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Data dari Badan Penanggulan Bencana Sumbar menyebutkan korban tewas akibat Tsunami di Kepulauan Mentawai mencapai 414 tewas. Sedangkan 200 orang lainnya dinyatakan hilang. Jumlah korban luka tercatat sekitar 441 orang, 279 di antaranya luka berat dan 162 lainnya luka ringan. Sementara itu jumlah warga yang harus mengungsi mencapai 12.935 orang.(DSY)

Bernasib sama yaitu menjadi korban saat bertugas, namun berbeda kehebohan yang diterima, ketika mbah marijan yang dibesarkan menjadi selebritis menjadi heboh ketika beliau meninggal. Seribu satu pujian dari sebuah iklan rosa yang menyebutkan beliau teguh menjalankan tugas sampai mati, Mbah Maridjan, Penjaga Setia Merapi | Republika Online maka hal yang berbeda diterima sang penjaga mercu suar. Tidak ada pujian sedikit-pun yang diterima oleh penjaga mercu suar, Ada kepentingan apakah ini terjadi ?

Mbah Maridjan Tak Lagi Teriak “Roso..roso!”mbah_marijan_shooting_kuku_bima_rosa

Sido Muncul akan menampilkan iklan baru. Mbah Maridjan tetap menjadi bintang iklan.

VIVAnews — Nama Mbah Maridjan tenar saat peristiwa erupsi Merapi tahun 2006. Saat itu ia menolak dievakuasi dengan alasan tak mau meninggalkan tugasnya menjaga Merapi.  Simbah bahkan didaulat menjadi bintang iklan sebuah produk minuman kesehatan. Teriakannya “Roso..roso!” jadi jargon yang populer. Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, iklan yang dibintangi Mbah Maridjan sukses besar.  “Dengan brand ambassador Mbah Maridjan, lonjakan penjualan sangat  luar biasa,” kata Irwan ditemui usai pemakaman Mbah Maridjan di Cangkringan, Kamis 28 Oktober 2010. Namun, penayangan iklan itu akan dihentikan, menyusul kabar duka wafatnya juru kunci Merapi tersebut. Irwan mengatakan, pihaknya akan mengganti dengan yang baru, untuk menghormati sang kuncen. “Sido Muncul akan terus menayangkan iklan Mbah Maridjan dengan jargon iklan baru ‘Hidup adalah Kehormatan’.” Iklan berdurasi satu menit akan menayangkan adegan Mbah Maridjan berada di lereng gunung. Ia sedang memandang Merapi yang menjulang agung.  “Syuting iklan tersebut dilakukan pada 2006 lalu di Kali Adem dan Kinahrejo,” jelas Irwan.  Iklan anyar itu akan memuat kalimat: “Mbah Maridjan, Sang Pemberani dari Lereng Merapi”.

Isinya: “Telah menghadap Sang Khalik dengan tanggung jawab,  pengabdian, dan kesetiaannya yang luar biasa.  Ia telah menepati  janji menjaga Merapi yang telah dipercayakan kepadanya sampai akhir hayat. Keberanian, kesetiaan dan kesederhanaannya menjadi inspirasi bagi  kita semua. Baginya, hidup adalah kehormatan.”

Mbah Maridjan wafat pada Selasa 26 Oktober 2010 petang — saat awan panas Merapi ‘wedhus  gembel‘ menerjang Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan,  Yogyakarta.  Pada Rabu pagi 27 Oktober 2010 pagi, pria yang mengabdi di Merapi sejak 1982 itu ditemukan  tewas di rumahnya. Dalam posisi bersujud. Hingga akhir hayat, ia terus bersama Merapi. (Laporan: Fajar Sodiq| Yogyakarta, umi) • VIVAnews

Itulah asal muasal mitos yang sebentar lagi menjadi legenda dari mbah marijan yang mana beliau belum terkenal pada tahun sebelum 2006, dan ketika sudah terkenal, maka 2010 itulah beliau akhirnya menjadi akhir riwayat beliau, Mbah Marijan Jadi Tumbal Letusan Merapi ? Mengapa mbah marijan terkenal sampai para tokoh ikut dalam pemakaman beliau ? , Aburizal Bakrie:: Mbah Marijan Panutan Bagaimana

abu_mbah_marijan(sumber situs ical)

VIVAnews – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menilai juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan, merupakan sosok pemimpin yang benar-benar menjalankan amanat dan bertanggung jawab. Almarhum, katanya, memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat tentang menjalankan tugas dan tanggung jawab. “Meski harus mengorbankan jiwa dan raganya,” kata Ical, panggilan akrab Aburizal, usai mengikuti prosesi pemakaman Mbah Marijan di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis, 28 Oktober 2010. Ical mengaku tak banyak mengenal Mbah Maridjan sebagai pribadi. Namun, ia pernah berkomunikasi dan bekerja sama dengan almarhum ketika Gunung Merapi akan meletus pada 2006. Saat itu, Ical menjabat menteri koordinator kesejahteraan rakyat (menkokesra).

Dari pertemuan tahun 2006 itu,  Ical punya kesan tersendiri terhadap Mbah Marija, yang bernama lengkap Raden Mas Ngabehi Panewuh Surakso Hargo itu. “Beliau pribadi yang santun namun tegas, lugas dan bertanggung jawab. Beliau memberikan contoh kepada kita bagaimana menjaga amanat atau tugas yang diberikan.” Ical mengikuti prosesi pemakaman jenazah Mbah Marijan didampingi sejumlah pejabat Fraksi Partai Golkar DPR RI dan petinggi DPP Partai Golkar. Di antaranya, Yorris Raweyai, Fuad H Masyhur, Setya Novanto, Bambang Soesatyo, Cicip Sutarjo, Titik Soeharto dan Mahyudin……………

Berbeda dengan pemakaman yang sama dengan sosok juru kunci, yaitu juru mercu suar, tidak ada pejabat yang mendatangi pemakaman beliau, ada apakah ?


Dua peristiwa yang nyaris sama merupakan tontonan menarik akan sebuah bahasa alam, dimana mbah marijan adalah seorang tokoh yang terkenal, mengorbit, maka bak magnet, semua langkah beliau akan didekati para penguasa, berbeda derajat walau tugasnya sama, seorang penjaga mercu suar yang tidak terkenal, maka sungguh inilah contoh terbaik, mengapa bencana selalu terjadi di Indonesia sebagai ilustrasi, kita semua suka dengan hal yang formal dan suka dengan publikasi. Pengkritik tentang politik pencitraan, sesungguhnya pula melakukan hal yang sama walau dengan format yang berbeda.

Hukum Allah QS 6:134 tentang bencana akan turun dengan sebab

(1) Penjahat besar, tokoh, pejabat, orang kaya dan terpandang berbuat kejelekakan (QS 6:123) (2) Diantara manusia memanfaatkan manusia lainnya atau berkawan dengan jin  (QS 6:128), seharusnya manusia itu memberi manfaat bagi manusia lainnya  dan bukan malah berkawan dengan jin.

Makna Mbah Marijan Meninggal


Catatan:[Penting] Sebelum melihat, membaca atau menonton vidio yang ada di situs ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb Beda Paranormal VS Hamba Allah


Tgl 26 oktober 2010, Merapi Meletusawan_panas_merapi_14_6_2006_mbah_marijan_selamatPerhatikan dengan seksama gambar diatas, sebuah awan panas merapi tgl 14/6/2006 menyapu bungker kaliadem, dan rumah mbah marijan selamat, ingat tgl 14-juni-2006, Tahun 2010 sebagai perbandingan  dengan gambar dibawah ini 26-oktober-2010, tercatat 1626 hari selang waktu terjadinya antara dua awan panas tsb, dimana rumah mbah marijan tersapu awan panas yang secara tiba-tiba awan tersebut berbelok, tidak seperti tahun 2006.

ANEH .... AWAN PANAS MERAPI 26-OKTOBER-2010 SENGAJA MENGINCAR MBAH MARIJANMengapa awan panas tahun 2010 tersebut berbelok ? hingga menewaskan mbah marijan ? apakah mbah marijan tiada diberi peringatan sebelumnya ?

Mbah marijan meninggal dunia, sebagai tokoh yang menjadi magnet bagi semua pihak, sampai-sampai pak Wapres, Wapres Harapkan Doa Mbah Maridjan‎ dan Menter Agama pula memberika komentar, Menag Akui Mbah Maridjan Memberikan Inspirasi Keteladanan‎. Semua tokoh di negeri ini hampir semua kenal dengan sosok mbah marijan, apalagi setelah beliaunya menjadi icon iklan di TV yang tiap hari di tayangkan, Mbah Maridjan Tetap Bintang Iklan

mbah_marijan_shooting_kuku_bima_rosa

Beliau meninggal tepat tgl 26-oktober-2010, Mbah Marijan Tewas, Mbah Marijan Berselang 4 Tahun 14-juni-2006 Selamat, 26-oktober-2010 menjadi korban Awan Panas Merapi Perhatikan gambar dibawah ini sebagai ilustrasi sebelum Mbah Marijan Tewas

rentetan_kegelapan_banjir_wasior_4_oktober_2010Tersebutlah bahwa 66 hari  sebelumnya jogja di guncang gempa dan ingat gambar dibawah ini yang menyebutkan MARIJAN tersusun dari 66.

marijan_dan_kode_66Perhatikan-lah bahwa marijan terusun dengan abjad yang membentuk 66, perhatikan beliau meninggal juga membentuk 66  Perhatikanlah lagi 26-10-2010 membentuk operasi sederhana 2+6+1+0+2+0+1+0=12,

Merapi meletus Dahsyat adalah bagian dari peringatanNya di muka Bumi agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya, letusan di mulai tgl 26-10-2010 membentuk 2+6+1+0+2+0+1+0=12 dan Jika A=1,B=2 … MERAPI=62, hingga semua digitnya1+2+6+2=11 (SEBELAS)

Deretan 1 sampai 11 adalah 1+2+3+4+…+11=66 yang merupakan kejadia yang dituliskan diatas, hingga merapi meletus tgl+bln+thn+jam+menit membentuk 22 seperti gambar dibawah ini

merapi_22

Ada Apakah 11, 22 dan 66 yang ditampakkan OlehNya?


Allah swt memberikan iktibar kepada yang hidup akan sebuah makna lewat sesuatu yang mudah agar dapat di-ingat-ingat dan tidak gampang lupa, Deretan angka 1+2+3+…+11=66 adalah makna yang dalam karena satu-satunya kitab suci al-quran mencatat akan pola 66 ini hanya ditemukan di surat ke 14 berisi 52 ayat sehingga 14+52=66, Quran surat ke 14 adalah surat Ibrahiim sebagai Bapak Tauhid. Pembentuk 66 ini adalah 11 (SEBELAS) yang memiliki makna khusus

Kunci sebelas dari al-quran merupakan sebuah pola yang teratur dan indah terbingkai dalam rentetan makna yang dalam yaitu jumlah digit dari semua surat di alquran yaitu digit nomor surat dan digit ayat di jumlahkan, maka hasil terbanyak adalah SEBELAS dari jumlah yang SEBELAS, seperti di tabel dibawah ini

sebelas_11_

Keajaiban dari numerikal 11 membentuk pola jumlah dgiti nosurat dan ayat terbanyak berisi SEBELAS dari semua pola yang ada, hal ini menunjukkan adanya PENEKANAN khusus akan makna SEBELAS ini.

Sekali lagi hitung keteraturan ini, bahwa no surat  digitnya di jumlahkan 1+0+1+3+1+7+1+8+2+0+3+1+6+3+9+0+1+0+2+1+0+5+1+0+6=62 dan jika ayatnya dijumlahkan keseluruhan berjumlah 59 yang terdiri dari semua jumlah ayatnya, 1+0+9+4+3+1+1+1+1+1+0+1+3+5+3+4+1+1+2+0+8+5+4=59, sehingga keseluruhan digit yang membentuk 62 dan 59 adalah 6+2+5+9=22…..

Allah swt yang menunjukkan keberadaanNya, saat AD Isarel serang gaza, maka terlihat tglnya 1+7+1+2+0+1+4=22, sebagaimmana perang itu sendiri yang membentuk 22, hingga 22 benar-benar nyata seperti dibawah iniperang_israel_gaza_tanda_2008_dan_2014

Perhatikan bahwa mereka memulai perang tgl 27/12/2008, sebuah kode aneh 2+7+1+2+2+0+0+8=22 dan kini mereka menyerang lagi tepat tgl 8/7/2014 dengan cara yang sama 8+7+2+0+1+4=22.

Sebuah perang yang aneh, karena dua kejadian ini dimulai dari tanggal-bln-tahun yang dijumlahkan semua berjumlah 22, dan sebuah jawaban dari langit akan tanda 22 ini, ketika satu demi satu pesawat jatuh membentuk simbol 22 yang aneh [Update … 22 ini muncul dan terbukti sebagai peristiwa besar dunia, lihat film ini, Dan Ajaib Sangat Ajaib …. bahwa Perang Israel-Gaza di awali 8/7/2014, maka 868 hari berikutnya Israel dilanda Kebakarann di hampir Seluruh Negeri Israel, tiada lain 8+6+8=22!

Perhatikan pola al-quran yang memiliki pola dibawah ini yang memuat 119 tiada lain 1+1+9=11 (SEBELAS) dalam bentuk lain

119_menjadi_99

Perhatikan nomor suratnya yaitu 10,36,83,89 …. dan jumlahkah digitnya membentuk , Nomor surat dari bentuk pola 119 menujukkan keteraturan sebagai iktibar, yaitu 10,36,83,89 kesemuanya membentuk 1+0+3+6+8+3+8+9=38 yang tercatat di Quran sebagai Surat ke 38 (Shod) berisi 88 ayat.

Huruf Shod adalah huruf yang ke 14, angka ini merujuk pada Surat ke 14 (Ibrahiim) berisi 52 ayat hingga 66=14+52 yang pada banyak pelajaran sebagai bapak Tauhid. Inilah muncul pada tahun 2010 dan tahun 2014, Contoh angka 14 yang lain adalah ketika Al-Quran di bakar di tgl 11, tepatnya 11-9-2010 yang membentuk 1+1+9+2+0+1+0=14, maka terdapat balasanNya

Sebagai numerikal yang khusus numerikal 11, bahwa semua bilangan sampai 11 berjumlah 66 = 1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11,dan 66 adalah bentuk pokok penting dari ketuhanan, sebagai satu-satunya surat yang memiliki pola nosurat+jumlah ayat=66 adalah surat ke 14 berisi 52 ayat, surah ibraahiim sebagai bapak Tauhid di tempatkan di no surat ke 14 dan berisi 52 ayat, sesehingga 66=14+52 merupakan salah satu konsep ketuhanan yang penting akan arti Tauhid. Arti 66 sebagai Numerikal yang berarti bahwa dengan memurnikan Tauhid, maka manusia akan selamat, tertuang dalam vidio dalam era modern sebagai kisah nyata dengan bukti lengkap di abad modern

Merapi Meletus Membentuk 22


merapi_22Ada apa dengan deretan 22 yang runtun ini ?


Dua kejadian itu hanya berjarak 22 hari satu dengan yang lain, ketika gempa jepang terjadi tgl 11-maret-2011, maka tepat 22 hari setelah itu, tepat tgl 2-April-2011 terjadilah kebakaran hebat pada kilang minyak tsb, Warga Sekitar Lokasi Kilang Pertamina Mengungsi.

Sebuah pesan 22 yang universal, terdapat pada tujuh surat yang memiliki pola 22, seperti tabel dibawah initujuh_surat_22Dan yang paling nyata tentang 22 ini adalah surat Muhammad yang ditakdirkan olehNya aagm_22cover_22_surat_muhammad

merupakan peringatan bagi umat manusia, jumlahnya 154 merupakan memori

[15:4] Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.

dan deretan 1+2+3+4….+22=253, merupakan memori

[25:3] Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

Baik jumlah 154 maupun 253 membentuk 1+5+4=10 dan 253 juga membentuk 2+5+3=10 merupakan simbol dua jari manusia yang berjumlah 10 dengan memori yang unik Sebagai bagian dari keberadaanNya di muka bumi, quran surat ke 10 berisi 109 ayat yang membentuk 1+0+1+0+9=11 (SEBELAS) sebagai salah satu kunci kitabNYa

Kunci sebelas dari al-quran merupakan sebuah pola yang teratur dan indah terbingkai dalam rentetan makna yang dalam yaitu jumlah digit dari semua surat di alquran yaitu digit nomor surat dan digit ayat di jumlahkan, maka hasil terbanyak adalah SEBELAS dari jumlah yang SEBELAS

Apakah yang Terjadi Setelah Merapi Meletus Dahsyat ?


waspada_terhadap_kembar_terbukti_2011

Di Dunia peristiwa dahsyat di tgl kembar agar mudah di ingat terjadi di tahun 2011, dimulai Banjir Australia 11-1-2011, gempa selandia baru 22-2-2011, Tsunami Jepang 11-3-2011, Gempa Spanyol 11-5-2011 dan tornado dahsyat 22-5-2011.

Tsunami yang terjadi 11-3-2011 membentuk 1+1+3+2+0+1+1=9, sebagai memori quran surat ke 9    Surah At-Taubah    التوبة‎‎    Pengampunan, agar manusia mendekatkan diri padaNya dan lebih detil adalah bukti “WASPADA yang KEMBAR”, yang pernah di tuliskan sebelumnya.

waspada_kembar_dunia

Deretan kembar agar mudah di-ingat, sebelumnya juga terus terjadi

wisma_antara_terbakar_28_2_2011_11_hari_setelahnya_tsunami_japan_11_3_11Dan terus terjadi …

lonceng_alam_semesta_halo_matahari_yogya_4_jan_2011_66_hari_kmdn_tsunami_jepang_11_3_2011

Tsunami jepang terjadi dalam prepektif setelah jumatan di Indoensia tgl 11-3-2011 pkl 12.46 WIB membentuk 1+1+3+2+0+1+1+1+2+4+6=22 yang, baik sebelumnya terjadi deretan kembar agar mudah di-ingat dan setelahnya 2-4-2011 Terjadi Kebakaran hebat di kilang terbesar di Indonesia Tsunami_Jepang_Cilacap_Indonesia

Sabtu, 02/04/2011 05:22 WIB Blarr! Ledakan Keras Terdengar dari Kilang Minyak Cilacap. Kebakaran sangat besar, sesuai dengan berita dibawah ini: Kilang Pertamina Cilacap Terbakar