~Terungkap Tanda Ilahi di Lumpur Lapindo~

Mengutip wikipedia,

  • Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo , adalah peristiwa awal_lapindomenyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
  • Berdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan, banyak tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti Gunung Anyar di Madura, “gunung” lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bledug Kuwu). Fenomena ini sudah terjadi puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu. Jumlah lumpur di Sidoarjo yang keluar dari perut bumi sekitar 100.000 meter kubik per hari, yang tidak mungkin keluar dari lubang hasil “pengeboran” selebar 30 cm

(lumpur lapindo awal sebelum semuanya tenggelam)

Sebelum Lumpur Lapindo Meledak tgl 22-11-2006, terdapat empat peristiwa beruntun yang patut di renungkan yaitu empat_200688

  1. Gempa Jogja 27-5-2006
  2. Lumpur Lapindo Mulai Menyembur 29-5-2006
  3. Merapi Meletus 14-6-2006
  4. Tsunami Pangandaran 17-7-2006

Empat Peristiwa diatas membentuk sebuah memori untuk menyadarkan manusia akan keberadaanNya di muka bumi ini dengan sebuah misteri ilahi atas semua kejadian diatas, tersusun dalam tabel di bawah ini: Empat peristiwa sebelum lumpur lapindo meledak membuat simbol yang mudah di-ingat yaitu 88, sebagai memori kita mulia kitab Al-Quran Surat ke 88 Surah Al-Gasyiyah الغاشية Hari Pembalasan berisi 26 ayat yang merupakan salah satu dari lima surat al-quran yang memiliki pola 88+26=114, seperti di gambar berikut ini terdapat lima surat saja

surat_114_5Makna Lima Surat saja yang memiliki pola 114 merujuk pada jumlah digitnya yaitu 5+1+1+4=SEBELAS

Mengutip wikipedia : “Berdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan, banyak tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti lumpur_lapindoGunung Anyar di Madura, “gunung” lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bledug Kuwu). Fenomena ini sudah terjadi puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu. Jumlah lumpur di Sidoarjo yang keluar dari perut bumi sekitar 100.000 meter kubik per hari, yang tidak mungkin keluar dari lubang hasil “pengeboran” selebar 30 cm. Dan akibat pendapat awal dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia maupun Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia yang mengatakan lumpur di Sidoarjo ini berbahaya, menyebabkan dibuat tanggul di atas tanah milik masyarakat, yang karena volumenya besar sehingga tidak mungkin menampung seluruh luapan lumpur dan akhirnya menjadikan lahan yang terkena dampak menjadi semakin luas.”

(lumpur lapindo mulai menenggelamkan pabrik pabrik)

Mengutip wikipedia “Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan.lumpur_lapindo_x Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas Inc sebagai operator blok Brantas. Oleh karena itu, hingga saat ini, semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Pertama, semburan lumpur berhubungan dengan kesalahan prosedur dalam kegiatan pengeboran. Kedua, semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Namun bahan tulisan lebih banyak yang condong kejadian itu adalah akibat pengeboran. Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan permukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi.” (pusat lumpur lapindo semakin tidak bisa di jangkau)


Catatan bencana besar terakhir di tahun 2006 adalah tsunami pangandaran tgl 17-7-2006, sebagai catatan dari keduanya adalah 177 dari tgl dan bulan yang disatukan, maka sesungguhnya lumpur lapindo mulai menyembur tgl 29-mei-2006, maka 177 hari berikutnya lumpur itu meledak tepat tgl 22-november-2006. Numerikal 177 dalam bentuk sederhana adalah 1+7+7=15, mengacu pada al-quran surat ke 15 sebagai satu-satunya surat yang berisi 99 ayat, dan termasuk lima surat yang memiliki pola 114 (15+99=114)

7d43.jpg(lumpur lapindo menenggelamkan apapun yang ada)

Lumpur Lapindo mulai menyembur 29-5-2006, Kemudian Lumpur Lapindo meledak tgl 22-11-2006 membentuk 2+2+1+1+2+0+0+6=14, sebagai memori pada surat al-quran surat ke 14 Surah Ibrahim إبراهيم Nabi Ibrahim berisi 52 ayat, N. Ibrahiim di kenal sebagai Bapak Tauhid, yang pada masa lumpur lapindo suasana sangat kental terhadap sosok mbah marijan yang akan dibahas di bawah ini. Surat Ibrahiim hanya satu satunya yang berpola 14+52=66, yang merujuk pada jumlah deretan bilangan 1 sd SEBELAS, yakni 1+2+3+…+11=66

Ledakan Lumpur Lapindo 22-11-2006 yang membentuk 14, sehingga tahun 2006 semua peristiwa besar menjadi 88+14=102, seperti tabel dibawah inilima_peristiwa_besar_2006_siklus_sebelasDan…. Ajaib … bahwa lima peristiwa besar tahun 2006 berjumlah 102, mengacu pada surat al-quran ke 102 Surah At-Takasur التكاثر‎‎ Bermegah-megahan berisi 8 ayat yang memiliki pola yang sama dengan diatas, yaitu 1+0+2+8=SEBELAS, Ledakan Lumpur Lapindo memuat makna yang cukup dikenal yaitu 99

Mengutip wikipedia “Ada yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo di dekat lokasi itu. Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakancover_lumpur_lapindo_99 perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta. Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8.500 kaki (2.590 meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping). Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung”

Ledakan Lumpur Lapindo 22-11-2006 membentuk 99 yang unik, yaitu tgl terjadinya 22-11-2006 dengan operasi sederhana 2+2+1+1+2+0+0+6=14 dan terjadi di PORONG terbentuk dari P=16,O=15,R=18 …. berjumlah =85, sehingga 14+85=99.

Ada Apakah Setelah Ledakan Lumpur Lapindo ?


Ada apa kah ini semua ? ikuti penjelasan berikutnya

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan