Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Tanda Tanda Sebelum Tsunami Pangandaran

Tulisan ini adalah salah satu seri Misi Penyelamatan Manusia Dari Bencana di Bumi, sebuah kejadian atau bencana yang menimpa sebuah bangsa  merupakan sebuah sarana dari Allah swt untuk mengingatkan manusia.

Salah satu yang telah terbukti adalah pada kisah gempa yogya 27 mei 2006 lalu (bagi yang belum pernah membaca,silahkan dicek Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006). Rahasia alam semesta dapat terkuak, tentunya dengan berdoa iklash kepada Allah swt semata, rahasia itu diberikan kepada siapa yang dikehendakiNya

tsunami_pangandaranAdalah fenomena cukup langka sebelum Tsunami pangandaran 17-juli-2006, kejadian aneh dan unik ketika rentetan pesawat bermasalah tiap hari terjadi mulai tgl 5-juli-2006, kemudian tgl 6, tgl 8 terjadi 2 kali pesawat bermasalah. Adalah fenomena ganjil ketika seorang ibu yang berpendidikan tinggi dan agamis tega membunuh 3 anaknya

Tulisan seri tanda tanda sebelum bencana besar di indonesia merupakan pelajaran tematik bahwa sesungguhnya bencana adalah sebuah kegiatan fisik yang biasa terjadi bagai sebuah tubuh manusia yang mengalami perubahan fisiologis sehingga tubuh merasa sakit atau bahkan menuju kematian. Sebelum Tsunami pangandaran, maka bencana besar di indonesia yang dapat di catat adalah:

  1. Tanda Tanda Sebelum Tsunami Aceh
  2. Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006

Ketika tubuh terjadi perubahan, maka lingkungan atau environment akan menyesuaikan sehingga dari perubahan tsb, tubuh akan merasakan ‘guncangan’ hebat. Persis sama dengan fisiologis manusia, maka bumi yang sudah berusia milyaran tahun, pada fase-fase tertentu akan mengalami perubahan sehingga menimbulkan ‘goncangan’. Sebelum hal itu terjadi, ibarat tubuh yang dapat dideteksi lewa suhu tubuh, pencernaan, darah dsb, maka bumi-pun dapat dideteksi perubahan itu dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah aliran ‘darah’ atau sifat-sifat penghuninya saat itu.

tsunami_pangandaran_(akibat tsunami pangandaran 17 juli 2006)

Suasana saat sebelum Tsunami Pangandaran tgl 17-juli-2006 adalah bumi baru saja merasakan shock atau guncangan lewat gempa yogya 27-mei-2006. Sesaat setelah gempa bumi yogya 27-mei-2006, maka sifat fisiologi alam menyesuiakan dengan munculnya fenomena alam yang tercatat paling langka di dunia yakni lumpur lapindo tgl 29-mei-2006

Secara fisiologi, dua perubahan besar bumi tersebut secara pencatatan dapat dituliskan berdamping bencana gempa, jeda, kemudian bencana lagi atau bisa dicatat 27-05:28-05:29-05, atau kode bencana 27+5:28+5:29+5=32:33:34. sehingga khusus tgl bencana tsb di jumlahkan menjadi 32+34=66, penejalasan kode bencana 66 baca  Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya

BUKTI KEBENARAN TANDA TANDA SEBELUM BENCANA BESAR


[UPDATE TULISAN] Kode 66 ini terbukti dengan bencana merapi yang meletus sejadi-jadinya 26 oktober 2010, sehingga tokoh dengan julukan kode 66 ikut menjadi korban (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal), Tulisan ini dibuat sebelum mbah marijan tewas.


KODE MBAH MARIJAN SUDAH DITULISKAN SEBELUMNYA


Sebuah keanehan muncul dari rentang waktu gempa yogya 21-agustus-2010 dan letusan merapi tgl 26-oktober-2010, tercatat itulah 66 hari dari rentang waktu itu. Sekali lagi 66 hari setelah gempa yogya yang memecahkan empat umpak keraton yogyakarta, maka enam puluh enam hari itulah beliau meninggal dunia. Apakah ada yang aneh dengan 66 itu ?

Itulah bentukan dari nama beliau, MARIJAN, dimana tersusun alfabet dari huruf itu adalah M=13, A=1, R=18, I=9, J=10, A=1, N=14, kesemua itu berjumlah 66.

Nilai 66 hari adalah sebuah rentang waktu yang mudah di-ingat sebagai nilai kembar yang pernah tertulis sebelumnya, jauh kedua peristiwa itu terjadi. Tulisan 66 itu dapat dijumpai pada ulasan Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya atau artikel Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006. Dengan jelas kode 66 itu mengarah pada sosok sang juru kunci, beliaunya adalah mbah marijan, cuplikan tulisan itu (posting 20-november-2009), sebelum mbah marijan tewas akibat luncuran awan panas merapi:

kode_66_mbah_marijan

(cuplikan tulisan yg telah diposting 
tgl 21 November 2009
sebelum mbah marijan tewas)
ajakan_pemurnian_tauhid(Perhatikan lingkaran merah 
yang menunjukkan tgl posting di milis)

 

SUASANA SEBELUM TSUNAMI PANGANDARAN 17 JULI 2006


Suasana sebelum Tsunami pangandaran sesuai dengan kode diatas adalah 32:33:34, dimana kode tersebut bencana:tidak bencana:bencana, ketika kode tsb dijumlahkan 3+2:3+3:3+4=5:6:7 sebuah susunan kode unik dan harmonisasi yang dapat dijelaskan bencana:tidak bencana:bencana. Kode tersebut menunjukkan bulan bencana yang terjadi yakni mei=bencana:juni=tidak bencana:juli=bencana

awal_lapindo(lumpur lapindo)

Banjir Lumpur Panas Sidoarjo, adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

Arti secara tematik dari rentetan dua bencana diatas adalah bahwa bencana gempa bumi yogya 27-mei-2006 yang terjadi bukanlah bencana tunggal, namun bencana yang memiliki sambungan yang mirip dan terjadi selang dua bulan setelah itu. Adapun tanda-tanda sebelum bencana kedua yang mirip meiliki keterkaitan pula dengan gempa yogya (baca Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006)

TSUNAMI DAPAT DI’DETEKSI’ SEBELUM TERJADINYA


Gempa bumi kuat yang terjadi di laut biasanya di ikuti dengan tsunami, dapat dideteksi dengan mudah, sebagai bukti akan keberadaan pencipta alam semesta alam. Maksud dideteksi ini adalah untuk memberi peringatan akan terjadinya bahaaya yang akan terjadi sehingga korban dapat diminimalkan. Hal ini pernah dilakukan sebelumnya (baca Inilah Bukti Gempa Bumi Besar Dapat Di’Kendalikan’), bagaimana caranya mengendalikan ? dapat dibaca sebagai bukti yaitu Inilah Bukti Letusan Besar Gunung Berapi Bisa Di’Kendalikan’.

seismograf

Tsunami pangandaran sebagai kasus untuk deteksi tsunami dapat di-ikuti satu persatu, langkah demi langkah sebagai bagian dari keberadaan sang pencipta alam semesta. Dimulai dari sebuah keprihatinan tentang terjadinya gempa yogya 27-mei-2006 yang telah diperingatkan sebelumnya, namun tidak ada yang menggubris (baca Gempa Yogyakarta, Ternyata Sudah Diperingatkan Sehari Sebelumnya ::). Suasana keprihatinan tersebut membawa kepada sebuah perenungan diri akan jati diri, bahwa mungkin memang harus begitu nasib daripada korban, karena tidak berhasil mencegah atau melakukan antisipasi terjadinya gempa bumi.

Suasana keprihatinan tersebut membuat sebuah ujian dengan melakukan perenungan yang menghasilkan sebuah doa yang khusus akan terjadinya tsunami itu sebagai PELAJARAN BESAR dari Allah swt, yang kedua setelah gempa yogya, perhatikan 5 hari menjelang tsunami aceh, deteksi keberadaan bencana itu sudah dirasakan sehingga melakukan doa (perhatikan tanggal submit yang tidak dapat diubah, automatis dari system, cek di http://groups.yahoo.com/neo/groups/the_untold_stories/conversations/topics/79)

doa_pangandaran

Sebuah doa yang dipanjatkan akan sebuah visi yang jelas bahwa bencana akan terjadi dalam waktu dekat, sebagai bagian dari pelajaran besar dari Allah swt kepada manusia. Secara detil deteksi itu dapat dibaca di Tanda Tanda Sebelum Tsunami Pangandaran

Inilah bukti tsunami dapat deteksi, gempa juga dapat dideteksi (bukti, baca Inilah Bukti Gempa Bumi Besar Dapat Di’Kendalikan’) dan letusan besar gunung berapi dapat pula diketahui (baca Inilah Bukti Letusan Besar Gunung Berapi Bisa Di’Kendalikan’). Semua itu adalah sebuah pelajaran besar dari Allah swt kepada umat manusia akan arti bencana itu sendir yaitu sebagai bagian  Sebuah pelajaran universal adalah ketika hadirnya bencana demi bencana senantiasa mengingatkan pada kita akan arti bencana itu, sebagaimana yang brosur disebarkan sebelum gempa bumi yogya 27-mei-2006, berikut arti bencana itu:Brosur Waspada Gempa Besar, yang diSebarkan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006, download


KEANEHAN DEMI KEANEHAN SEBELUM TSUNAMI PANGANDARAN



knowing_ilustrasi(ilustrasi pengetahuan berusaha 
menguak rahasia alam semesta)

TANDA PERTAMA: 09-Juni-2006: IBU BUNUH TIGA ANAKNYA


Tanda pertama atau tanda pembuka dari bencana  Tsunami pangandaran adalah sebuah kegilaan yang terjadi, mirip dengan tanda kedua tanda sebelum gempa yogya yakni 11-mei-2006: Wanita Gila Bajak KA BBM

Tragedi Ibu Habisi Tiga Buah Hati, “SAYA GAGAL SEBAGAI IBU” Sarjana Planologi ini membunuh tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Akumulasi masalah tak terpecahkan ditambah kekhawatiran yang berlebihan, diduga sebagai pemicu perbuatan itu. Masyarakat Bandung geger ketika terdengar kabar seorang ibu membunuh tiga buah hatinya yang masih kecil. Anik Khoriah Sriwijaya (31), nama ibu itu, kini menjadi tersangka tunggal dan ditahan di Polresta Bandung Timur. Ia didakwa mengakhiri hidup Abdullah Faras Elmaki (5,5), Nazhif Aulia Rahmatullah (3), dan Umar Nasrullah (9 bulan).

Tanda pertama kegilaan ini awal mulanya tidak ada artinya, hanya merupakan kelanjutan dari kegilaan pada tanda kedua gempa yogya. Kejadian  ini sangat berhubungan untuk menarik perhatian umat manusia saat itu, dimana justru orang yang ‘berpendidikan tinggi’ dan ‘beragama’-lah yang berbahaya. Sebagaimana pada gempa bumi yogya 27-mei-2006 lalu, penyebaran 1000 brosur tentang waspada gempa yogya dilakukan sebelum gempa itu terjadi. Selain itupula dikirimkan ke email para tokoh, media dsb, maka iktibar ibu yang ‘berpendidikan’ dan ‘beragama’ tsb membunuh anaknya, Adalah para penerima brosur, press relesease dan email yang rata – rata ‘ber pendidikan’ tinggi adalah orang-orang yang ‘tega’ membunuh rakyat kecil.


TANDA KEDUA:29-Juni-2006: PESAWAT WAPRES PECAH KACA


Tanda pertama sebagai tanda ‘kegilaan’ yang beriktibar bahwa orang yang ‘berpendidikan’ yang berbahaya , maka penegasan dari iktibar tsb dilanjutkan lewat sebuah siklus-siklus yang menunjukkan bahwa yang tinggi diatas itulah yang berbahaya (lihat bedanya dengan iktibar gempa yogya, dimana justru di daratlah yang berbahaya, baca Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006)

  1. Heli terhadang awan sehingga pak Presiden harus jalan darat 13-April-2006
  2. KA Saling bertubrukan dua kali berurutan tgl 14 dan tgl 15 – April-2006 (bandingkan dengan Tsunami Aceh yang heli 2 kali jatuh berututan tgl yang berseri, tgl 22 dan tgl 23)
  3. KA BBM mundur dari ketinggian  11-mei-2006

Suasana pada saat sebelum gempa yogya “ADALAH ANEH TIDAK ADA PESAWAT YANG BERMASALAH dibandingkan dengan DIDARAT” seolah hendak mengatakan bahwa “YANG BERBAHAYA adalah di daratan daripada merapi”. Hal ini berbeda dengan suasana sebelum Tsunami pangandaran, dimana pesawat nyaris celaka dialami oleh Wapres Jusuf Kalla

INSIDEN PENERBANGAN,  Kaca Kokpit Pesawat Rombongan,  Wapres Pecah di Udara,  Jumat, 30 Juni 2006 JAKARTA (Suara Karya): Pesawat Kepresidenan perlu diganti dengan yang baru. Itu karena pesawat yang sekarang digunakan tidak cukup aman. Buktinya, kemarin, pesawat jenis Fokker-28 milik TNI-AU yang mengangkut rombongan Wapres Jusuf Kalla dari Jakarta menuju Medan mengalami pecah kaca depan kokpit.

Kejadian yang mirip dengan sebelum gempa yogya, dimana presiden SBY helinya terhadang oleh awan, kejadian sebelum tsunami pangandaran kali ini dialami oleh pak Wapres. Dijelaskan didalam preambule diawal artikel bahwa 5=bencana:6=tidak bencana:7=bencana, yang dapat diartikan pula sebagai adanya keterkaitan gempa yogya tersebut dengan Tsunami pangandaran, maka keanehan muncul tepat tgl 29, sekali tepat tgl 29-juni-2006 Wapres nyaris celaka. Tgl 29-juni-2006 adalah tepat sebulan mulainya lumpur lapindo, wapres nyaris celaka, ‘seolah’ menegaskan bahwa itulah tanda yang mengingatkan akan kode bencana dari lapindo.

Kejadian yang mirip dengan sebelum gempa yogya, dimana presiden SBY helinya terhadang oleh awan (baca Kejadian Aneh-Aneh Jelang Gempa Yogya 27-mei-2006) , kejadian sebelum tsunami pangandaran kali ini dialami oleh pak Wapres.

Setelah itu, hari demi hari, pesawat demi pesawat mengalami kejadian yang aneh, mengapa Aneh ?

merapi_knowing(Siklus Siklus yang Aneh 
sebagai Pengetahuan)

KEKADIAN ANEH, SETELAH PESAWAT WAPRES, SIKLUS PESAWAT BANYAK YANG BERMASALAH

[UPDATE TULISAN]Aneh, setelah pak Wapres bermasalah dengan pesawatnya, maka berikutnya satu demi satu pesawat banyak bermasalah, seperti penegas akan sebuah pesawat pak Wapres ini.  Sayangnya, kejadian pak Wapres ini, yang merupakan teguran dari Allah swt secara halus atas tindakan beliau waktu letusan merapi, mengikuti dan menokohkan mbah marijan. Teguran dari Allah swt secara halus tidak juga banyak diperhatikan dengan kejadian ini. Sebagai bukti, pak Wapres ini tidak TERPILIH LAGI MENJADI WAPRES LAGI. Berikut ini adalah sikap yang mengundang teguran dari Allah swt sebagai jawaban masalah pada kaca pesawat wapres.

Tulisan ini adalah  kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006, bersambung ke tulisan kedua yakni Inilah Bukti Gempa Yogya Telah Diperingatkan Sebelumnya

APAKAH MAKSUD DARI PEMBAWA PERINGATAN SEBELUM GEMPA YOGYAKARTA ?


Gempa yogya yang terjadi tgl 27-mei-2006 merupakan sebuah kunci jawabanakan kepedulian tentang masalah nuansa religi, saat itu suasana kebatinan masyarakat yogyakarta diliputi olehe kekhawatiran akan meletusnya gunung merapi, namun justru gemba bumi yang terjadi. Pada waktu itu, semua fokus pada persoalan merapi dengan tokohnya mbah marijan yang harus melakukan tapa bisu, labuhan merapi dsb, berikut kronologi dari kejadian tsb:

[SUMBER GAMBAR DARI INTERNET]

letusan_merapi

:::::>>>>> Selasa, 09-05-2006 <<<<<:::::

Mulai mendirikan milis untuk mencatat perjalan dan sebagai saksi catatan yang tidak dapat diubah tgl postingnya [the_untold_stories] Group Information Category: Islam Founded: May 9, 2006 Language: Indonesian

  • [A] 14:20 Aktivitas Vulkanik Gunung Talang Kembali Meningkat
  • [K] 16:06 Ketoprak di Pos Pengungsian, Lava Pijar Jadi Tontonan

:::::>>>>>Rabu, 10-05-2006 <<<<<:::::

Sehari setelah membuat milis, tidak ada aktivitas apapun, kecuali menghubungi kolega agar mau bergabung

  • [ P] 12:25 Pengungsian Kosong, Warga Merapi Gelar Pentas Kubro Siswo
  • [ G] 14:13 Gempa di Puncak Merapi Semakin Meningkat

:::::>>>>>Kamis, 11-05-2006 <<<<<:::::

kalla_pengungsi_merapi

  • [S] 01:08 Sultan HB X Mengaku Jenuh Ngurusi Merapi
  • [ K] 08:24 Kalla Kunjungi Gunung Merapi
  • [I] 14:23 Ical Puji Antisipasi Bencana Merapi
  • [ W] 14:30 Wapres Tunda Umumkan Status Awas Merapi
  • [ K] 15:25 Kalla Minta Separo Warga Lereng Merapi Radius 12 Km Dievakuasi
  • [G]20:25 Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar Cukup Lama
  • [L] 20:34 Lava Pijar Merapi Jadi Tontonan, Jalanan Yogya Macet

-luncuranlavapijar-

:::::>>>>>Jumat, 12-05-2006 <<<<<:::::

“Wedhus Gembel mulai muncul”, selain itu Jakarta di guncang gempa

  • [W] 14:34 Wedhus Gembel Merapi Muncul
  • [H] 15:18 Hindari Letusan Merapi, Warga Sembelih 4 Kambing
  • [G] 15:30 Gempa Guncang Jakarta!
  • [G] 18:50 Gubernur Jateng: Tanda Letusan Merapi Makin Kelihatan
  • [S] 18:55 Seluruh Pos Pengungsian Merapi di Klaten Kosong

wedhus-

:::::>>>>>Sabtu, 13/05/2006 <<<<<:::::

Hari ke dua mulai-lah status AWAS Merapi, di barengi dengan gempa di Aceh

  • [G] 10:10 Guguran Lava Pijar Merapi 1 Km, Warga Dievakuasi Besar-besaran
  • [S] 10:25 Status Gunung Merapi Awas!
  • [M] 11:29 Merapi Awas: 27 Gempa Fase, 25 Gempa Guguran, 14 Awan Panas
  • [S] 12:12 Sultan Perintahkan Juru Kunci Merapi Ikut Mengungsi
  • [A] 11:20 Aceh Diguncang Gempa 5,9 SR
  • [G] 16:29 Guguran Lava Kacaukan Evakuasi di Balerante
  • [E] 21:36 Evakuasi Total Warga Lereng Merapi Terus Berlangsung
  • [ L] 22:32 Lava Pijar Merapi Jadi Tontonan

:::::>>>>>Minggu, 14/05/2006 <<<<<:::::

Hari ketiga merapi terus keluarkan Pijaran, namun Gempa tidak muncul lagi

  • [M] 08:21 Merapi Terus Muntahkan Lava Pijar
  • [M] 22:56 Malam Cerah, Warga Tonton Lava Pijar Merapi

:::::>>>>>Senin, 15/05/2006 <<<<<:::::

Hari ke-empat, semakin membesar Merap, tanda ** berarti aktivitas yang di lakukan oleh milis untuk menandingi gemerlap merapi dan bukannya merapi itu yang berbahaya, namun bencana gempa bumi-lah yang berbahaya

awan_panas_terbesar

  • [G] 08:21 Gunung Merapi Meletus, Awan Panas Meluncur 4 Km
  • [M] 09:07 Merapi Tunggu Letusan Besar
  • [G] 11:18 Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Terbesar
  • [M] 11:43 Merapi Terus-Menerus Keluarkan Awan Panas
  • [S] 19:28 SBY akan Bermalam Bersama Pengungsi Merapi

:::::>>>>>Selasa, 16/05/2006 <<<<<:::::

Hari ke-lima tetap akitivitas merapi, dan Gempa meningkat lagi

SBY_Salam_Buat_Mbah_Marijan

  • [M] 01:10 Merapi Terus Keluarkan Lava Pijar
  • [D] 05.42 ** Doa Merapi
  • [A] 08:20 Aktivitas Merapi Lebih Kecil
  • [S] 16:41 SBY Tidur di Tenda, Tapi Pakai Springbed
  • [S] 20:45 SBY: Salam Buat Mbah Marijan
  • [G] 23:30 Gempa 6,9 SR Guncang Padang
doa_merapi_tgl(Doa merapi, 
cek tglnya 15 mei 2006)

Apakah doa ini terkabul ? cek di Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Letusan Merapi 2006)

:::::>>>>>Rabu, 17/05/2006 <<<<<:::::

Hari ke-enam, merapi tetap beraktivitas

  • [M] 08:29 Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar dan Awan Panas
  • [G] 09:58 Gunung Merapi Terus Semburkan Awan Panas
  • [D] 10:29 Dikawal Dua Pemuda, Mbah Marijan Dekati Puncak Merapi
  • [M] 16:42 Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas
  • [M] 18:11 Merapi Kalem, Status Tetap Awas
  • [W] 19:15 Wedhus Gembel Muncul Lagi, Hujan Abu Guyur Magelang

:::::>>>>>Kamis, 18/05/2006 <<<<<:::::

Hari ke tujuh, merapi aktivitas fluktuatif

ki-joko-bodo-dan-mbah-maridjan-

  • [M] 08:56 Merapi Relatif Masih Tenang
  • [M] 10:44 Mbah Marijan Sudah Kembali ke Rumah dengan Selamat
  • [L] 11:29 Luncuran Awan Panas dan Lava Merapi Berkurang
  • [M] 12:47 Mbah Marijan Ngaku Dapat Wangsit: Merapi Tidak Berbahaya
  • [M] 15:46 Mbah Marijan Ritual Keliling Kampung dengan Membisu
  • [K] 16:38 Ki Joko Bodo Temui Mbah Marijan

:::::>>>>>Jumat, 19/05/2006 <<<<<:::::

Hari ke-delapan, mbah marijan jadi lakon

mbah-marijan_jadi_lakon(Kedekatan mbah marijan dengan Wapres JK)
  • [M] 00:21 Mbah Marijan Kritik Wartawan
  • [L] 07:27 Lava dan Awan Panas Merapi Terus Muncul
  • [M] 14:29 Mbah Marijan Jadi Selebritis, Kedatangan Tamu Mulai Dijadwal
  • [P] 19:49 Puncak Merapi Hujan Deras, Lahar Dingin Terancam Longsor
  • [M] 20:04 Mbah Marijan Kelelahan, Keluarga Sesalkan Ulah Wartawan TV

:::::>>>>>Minggu, 21/05/2006 <<<<<:::::

Enam hari menjelang gempa yogya, gempa sudah bertubi-tubi, namun lengah dengan kode 66 [baca Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya ].

kuku_bima_iklan

  • [P] 13:00 Pengungsi Merapi Kibarkan Bendera Setengah Tiang
  • [M] 13:40 Merapi Masih Keluarkan Awan Panas
  • [M] 16:42 Mbah Marijan Ditawari Jadi Bintang Iklan
  • [A] 17:19 Awan Panas dan Lava Pijar Masuk Hulu Kali Krasak
  • [T] 18:18 Terlihat dengan Mata Telanjang Wedhus Gembel Kembali Muncul
  • [G] 21:11 Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar Tiap Menit

:::::>>>>>Senin, 22/05/2006 <<<<<:::::

Lima hari menjelang gempa yogya, mulai team menyebarkan email ke seluruh media dan orang penting di negeri ini, serta pesan brosur untuk di sebarkan di yogya

topo_bisu

  • [L] 05.41 ** Lawan mbah Marijan
  • [W] 15:25 Wedhus Gembel Terus Terjadi, Mbah Marijan Topo Bisu
bukti_lawan_mbah_marijan(Brosur dan Press Release, 
cek tgl-nya sebagai bukti)

:::::>>>>>Selasa, 23/05/2006 <<<<<:::::

Empat hari menjelang gempa yogya, brosur tetap di sebarkan ke email-email penting

  • [M] 08:41 Merapi Kembali Semburkan Awan Panas
  • [K] 11:32 Kediaman Mbah Marijan Diguyur Hujan Abu Tebal
  • [K] 12:14 Klaten Utara Diguyur Hujan Abu Tebal
  • [B] 18.10 Brosur Lawan Mbah Marijan

press_MPT_bag_1press_MPT_bag_2

:::::>>>>>Rabu, 24/05/2006 <<<<<:::::

Tiga hari menjelang gempa yogya, team berangkat ke yogya pkl 23.0, kisah selengkapnya baca dibawah ini

Kisah Perjalanan 2 Hari Ke Jogja, Mengenang – Surabaya, 24 Mei 2006 malam yang lalu -
Antara kebimbangan dan keyakinan tak terasa kita berdo’a agar dilindung oleh Allah. Dan sampailah di Jogja sekitar pukul 08.30 dalam keadaan terang. Di terminal Umbulharjo Jogja kami kebingungan mau kemana dan bagaimana ? [ detail ]

brosur_1brosur_2brosur_3

  • [H] 11:21 Hujan Abu & Awan Panas Masih Mengancam Lereng Merapi

:::::>>>>>Kamis, 25/05/2006 <<<<<:::::

Dua hari menjelang gempa yogya, cuti bersama dan kaliurang di buka lagi, sedangkan team penyebar brosur waspada gempa bumi sudah sampai di yogya dan sekitar pkl pagi sampai sore, team keliling yogya untuk menyebar brosur, terakhir sampai di UGM, kemudian istirahat dan malamnya pulang ke surabaya

  • [C] 07:42 Cuti Bersama, Tiket Kereta Api Keluar Jakarta Laris
  • [A] 18:20 Awas Merapi Kawasan Kaliurang Dibuka

:::::>>>>>Jumat, 26/05/2006 <<<<<:::::

Sehari menjelang gempa yogya, team sudah sampai di surabaya, sholat jum’at dan kemudian malamnya berdoa kepada Allah, kuatir bahwa brosur itu salah, maka akan di caci banyak orang (baca  Kisah di Balik UGM), hening tidak ada berita ttg aktivitas Merapi

  • [K] 23:43 Kereta Jayabaya Anjlok di Madiun

:::::>>>>>Sabtu, 27/05/2006 <<<<<:::::

Dan terjadilah gempa yogya, sama persis lokasinya dengan peta yang disebarkan di yogya, perasaan berdosa dan bersalah karena tidak mampu meyakinkan banyak pihak sehingga timbulah korban jiwa

  • [G] 06:10 Gempa Besar Goncang Yogya
  • [G] 07:11 Gempa Bergoncang, Awan Panas Merapi Bergulung-gulung
iklan_mbah_marijan[in memoriam mbah marijan 
saat jadi bintang iklan, 
sumber kompas]

Setelah Gempa Yogya tgl 27-mei-2006 dengan korban jiwa cukup besar, Korban: 6.234 tewas., Apakah perlu di berikan peringatan lagi untuk meminimalkan korban jiwa ? Ternyata dari hari ke hari banyak yang masih enggan untuk mendengarkan sedikir masalah ini, justru malah tokoh sentral yang menjadi terkenal, sampai akhirnya 4 tahun berselang, beliau ikut menjadi korban dari keganasan merapi (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal). Akibat penokohan dan pengagungan yang berlebihan terhadap sosok mbah marijan, maka terjadilah gempa bumi yang telah diperingatkan dan disebarkan brosur, bahkan ke Ketua MPR, Tokoh 2x dsb

Sepenggal kisah dari kedekatan wapres JK dengan mbah marijan mengundan teguran dari Allah swt lewat kaca pesawat yang bermasalah, sayangnya teguran ini tidak dapat dimengerti oleh wapres, sehingga kejadian demi kejadian aneh sebagai penegas berikutnya tidak dapat ditangkap  Bahkan sampai berlalunya kejadian tsunami pangandaran, tetap saja pelajaran akan teguran dari Allah swt tidak ter-siarkan, berikut ini:

15-April-2007  ANTARA News :: Wapres Hadirkan Mbah Marijan,  Yogyakarta (ANTARA News) – Tidak seperti umumnya pertemuan politik, penutupan acara Rapat Konsultasi Nasional Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Yogyakarta, Minggu sore, justru dilakukan dengan menghadirkan tokoh kharismatik Mbah Marijan.


16/04/07 08:50  Mbah Marijan “Masuk” Golkar Yogyakarta (ANTARA News) – Mbah Marijan ikut-ikutan berpolitik?. Mbah Marijan masuk Partai Golkar?. “Luar biasa”, mungkin itu kata yang pas. Dan kenyataannya memang mbah Marijan, si “pawang” Gunung Merapi, benar-benar “masuk” Partai Golkar. Namun bukan sebagai anggota, tetapi justru mendapatkan kehormatan untuk memberi “khotbah” kepada para pimpinan Partai Golkar. “Untuk menutup Rapat Konsultasi Nasional DPP Partai Golkar ini, saya minta Mbah Marijan yang menutupnya dan memberikan pidatonya,” kata Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla. Menurut Jusuf Kalla kehadiran Mbah Marijan merupakan kehormatan bagi Partai Golkar, karena Mbah Marijan telah memberikan ketauladanan, disiplin, serta amanah dalam menjalankan tugasnya.


TANDA KETIGA:09-JuLi-2006: SIKLUS – SIKLUS YANG ANEH


 

merapi_knowing(Siklus Siklus yang Aneh 
sebagai Pengetahuan)

Tanda pertama DAN tanda kedua yang menegaskan iktibar yang tinggi yang berbahaya sebagai orang yang ‘berpendidikan tinggi’ yang ‘berbahaya’ ditegaskan lagi. Maksud dari ‘berpendidikan tinggi’ disini bukan ilmunya yang berbahaya, namun sikap humanis atau sisi sosiologisnya tsb yang berbahaya karena selalu berkata secara rumus empiris atau eksakta, padahal di kehidupan akhirat kelak, semua rumus tidak ada artinya. Unsur sosiologis yang dibangun pada masa dahulu [baca Pelajaran yang Terabaikan ] sering terjadi sebagai petunjuk dari Allah swt yang tidak masuk akal. Tanda atau petunjuk Allah swt yang tidak bisa diterima secara rumus :

Kisah Unta Betina dari n. Sholeh,  Kisah ini sangat tidak masuk akal bahkan dijamannya-pun diolok sebagai hal yang mengada-ada, karena mereka berpikir mengapa pertanda dari Tuhan hanyalah seekor unta ? Namun Allah membenarkan pertanda itu (unta betina).  Dan  kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh.   Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun,   kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (al-a’raaf:73)

Sekiranya kita saat ini hidup dijaman n.Sholeh maka kemungkinan besar pula kita akan berpendapat sama seperti kaumnya n.Sholeh. Pelajaran yang berulang akan bencana di Indonesia, seri berikutnya sebagai kisah sebelum Tsunami pangandaran dengan diawali iktibar: “Orangselalu menggunakan hanya mengandalkan rumus eksakta saja itulah yang akan mengabaikan pelajaran Allah”. Tanda ketiga sebagai penegasan tanda pertama, kedua yang merujuk pada yang ‘berpendidikan tinggi’ itulah yang berbahaya, hal ini  dilanjutkan lewat sebuah siklus-siklus  tercatat dalam milis (tidak dapat diubah tanggalnya) sebagai  [Jul 9, 2006[S] 3:12 pm “Siklus – siklus yang aneh”]

Sebagai bukti bahwa ibu yang ‘berpendidikan tinggi’ tersebut merupakan iktibar tanda yang meyakinkan, maka tercatat dalam milis (the_untold_stories) dimana tgl pengiriman tidak dapat diubah, disitu tercatat:


PEMBUKTIAN TEORI SIKLUS BENCANA


Teori yang telah terbukti dalam gempa bumi yogya 27-mei-2006, yang dengan itu dikirimkan brosur gempa yang akan terjadi [baca Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006]. Setelah gempa bumi yogya, maka teori tersebut diuji kembali.

Jul 5, 2006, [S] 7:50 pm “Sebuah pertanda yang terlupakan” tertulis “Pelajaran Besar”, berikut petikan “…… Sidoarjo, 3-juli-2006, 01.00 dini hari, menunggu piala dunia jerman dan italia. Pertanda-pertanda yang semakin banyak dan pertanda yang menunjukkan semakin dekatnya ‘Pelajaran Besar’ dari Allah sebagai konsekwensi ‘teori Siklus Bencana di Indonesia’ yang belum dapat dipatahkan siklusnya karena belum bisa mengambil inti yang terdapat pada pelajaran bencana itu.”

doa_hindari_bencana

Pelajaran Allah dilupakan manusia dan Allah senantiasa mengulangi PelajaranNya sehingga lahirlah suatu Siklus. “Pelajaran Besar” dari Allah tidak harus berupa bencana, namun juga bisa jadi bencana, yang penting kita harus selalu siap dalam ketakwaan. Dalam rangkaian peristiwa ini terlalu banyak peristiwa kebetulan yang terkait dalam susunan cerita sebagai wujud dari makna dalam teori “orang Gila” …. seorang ibu di bandung tega membunuh tiga anaknya. Peristiwa ini cukup langka di dunia bahkan di dunia hewanpun tidak pernah di jumpai induk memakan anankya sendiri…..”


SIKLUS PESAWAT BERMASALAH: PERTAMA :05-JULI-2006:PESAWAT JATUH DI LAPINDO


Tanda siklus dari pesawat wapres yang bermasalah tepat tgl 29 atau sebulan setelah lumpur lapindo menyembur, maka penegasan pesawat wapres tsb memang sesuatu yang penting atau terkait dengan lumpur lapindo dari tgl terjadinya (sama-sama tgl 29). Penegasan keterkaitan ini dibuktikan lewat sebuah pesawat Jatuh di lumpur lapindo:

PESAWAT JATUH DI SEKITAR LUMPUR PANAS Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pesawat latih jenis Ultralight milik Institut Teknologi 10 November (ITS) jatuh di areal persawahan di kawasan Gedung Cangkring, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (5/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Pesawat jatuh ketika sedang melakukan pemotretan lokasi semburan lumpur panas dari sumur eksplorasi milik PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo.

Adalah sesuatu yang mengherankan bahwa ibu yang ‘berpendidikan tinggi’  membunuh anaknya sebagai iktibar yang memiliki ‘pendidikan tinggi’ yang berbahaya ditegaskan dengan pesawat milik perguruan tinggi, seolah menegaskan keterkaitan tsb.


SIKLUS PESAWAT BERMASALAH: KEDUA :06-JULI-2006:ADAM AIR PECAH BAN


Seri pesawat bermasalah bersambung kembali, seolah deret yang berjajar, maka esok harinya dari pesawat jatuh di lapindo, maka 6-juli-2006, pesawat kembali bermasalah:

ilustrasi_adam_air(ilustrasi Adam Air)

Kompas/Bahana Patria Gupta, Pesawat terbang milik Adam Air jurusan Jakarta-Solo parkir setelah pecah roda depan saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (6/7) pagi.  Kompas/Bahana Patria Gupta
Pesawat terbang milik Adam Air jurusan Jakarta-Solo parkir setelah pecah roda depan saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (6/7) pagi. Adam Air Pecah Ban Saat Mendarat di Bandara Adisumarmo, Laporan Wartawan Kompas Sri Rejeki  BOYOLALI, KOMPAS – Pesawat Adam Air tujuan Jakarta-Solo mengalami pecah ban saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Boyolali, Kamis (6/7). Pesawat dengan nomor penerbangan KIO160 yang berangkat dari Jakarta pukul 08.00 membawa 129 penumpang ini, dirasakan penumpang tidak ada masalah ketika lepas landas dari Cengkareng. Namun saat hendak mendarat dan menyentuh landasan Bandara Adisumarmo, penumpang merasakan bau asap yang menyengat. Pesawat terasa direm mendadak dan tubuh pesawat berguncang-guncang keras. “Semua penumpang panik saat itu, apalagi tidak ada pemberitahuan apapun sampai kami turun dari pesawat,” tutur salah satu penumpang, Henis.


SIKLUS PESAWAT BERMASALAH: KETIGA :08-JULI-2006:PESAWAT MERPATI GAGAL TERBANG


Setelah adam air pecah ban tgl 6-juli-2006, maka tidak berselang lama sebuah pesawat kembali bermasalah yakni:

merpati_gagal_terbang(ilustrasi pesawat merpati gagal terbang)

Sabtu, 08/07/2006 20:17 WIB,  Alarm Bunyi, Merpati Gagal Terbang, Gede Suardana – detikNews Denpasar – Sebuah pesawat milik Maskapai Merpati Nusantara Airlines (MNA) jenis Fokker-27 dengan nomor lambung 6550 dengan rute Denpasar-Labuhan Bajoe, NTT mengalami gagal terbang. Pesawat mengalami gangguan 10 menit setelah take off dari Ngurah Rai. Pesawat itu lepas landasan sekitar pukul 14.00 Wita.  Setelah sempat berada di udara, pilot terpaksa mendaratkan pesawat karena alarm indikator kerusakan berbunyi di kokpit. “Indikator itu menyala dan berbunyi sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Ngurah Rai,” ujar Distrik Manager MNA Asrianto kepada wartawan di Denpasar, Bali, Sabtu (8/7/2006).


SIKLUS PESAWAT BERMASALAH: KEEMPAT :08-JULI-2006:PESAWAT JATUH LAGI DI LAPINDO 


Penegasan pesawat pertama yang memiliki keterkaitan dengan tanda pertama dan ketiga, maka perulangan kembali terjadi lewat jatuhnya peswat dilapindo untuk kedua kalinya

PESAWAT TANPA AWAK JATUH KE LUMPUR Metrotvnews.com, Jakarta: Pesawat tanpa awak jenis Uaf milik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, jatuh di sekitar jalan tol Gempol-Surabaya di kilometer 38, Sabtu (8/7). Pesawat seberat 3,5 kilogram dan dikendalikan dengan remote kontrol itu sesuai rencana dimanfaatkan untuk memotret kondisi lumpur di sekitar jalan tol. Pesawat dilengkapi kamera digital dan handycam. … Namun, setelah terbang selama satu menit, angin kencang datang secara tiba-tiba. Pesawat seharga Rp 15 juta itu tidak terkendali dan jatuh di lumpur dekat Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Porong. Pesawat mengalami kerusakan di bagian sayap dan ekor. Sedangkan badan dan mesin pesawat masih utuh. Bukan kali pesawat jatuh di sekitar lokasi semburan lumpur panas. Sebelumnya pesawat pemantau dengan satu awak juga terjatuh di Desa Cangkring, Kecamatan Jambon, Sidoarjo. Tak ada korban dalam kecelakaan ini. Hanya pilot pesawat mengalami luka-luka dan harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Sidoarjo.(BEY)

Dengan dua pesawat yang jatuh di lapindo, maka dapat disusun harmonisasi kejadian dari tanda pertama, kedua dan ketiga

  1. Tgl 09-juni-2006: Ibu ‘berpendidikan tinggi’ bunuh anak
  2. Tgl 29-juni-2006: Pesawat WAPRES pecah kaca kopkit:sebulan lapindo
  3. Tgl 05-juli-2006: Pesawat Jatuh di lapindo dari yang berpendidikan tinggi
  4. Tgl 06-juli-2006:Pesawat Adam Air pecah ban, sebagai penegasan pertama yang tinggi bermasalah
  5. Tgl 08-juli-2006:Pesawat Merpati Gagal Terbang sebagai penegasan kedua yang tinggi bermasalah
  6. Tgl 08-juli-2006:Pesawat Jatuh yang kedua kali di lapindo dari yang berpendidikan tinggi sebagai penutup seri siklus yang aneh-aneh

Siklus yang aneh-aneh dan tidak masuk akal merupakan upaya secara sosiologis untuk menarik perhatian manusia utamanya bencana yang BELUM SELESAI  dari kelanjutan kode 5=bencana:6=tidak bencana:7=bencana. Bulan 5 atau mei dan 7 atau juli adalah bencana sedangkan bulan 6 atau juni, merupakan fase pengiriman pertanda

PERTANYAAN BUKTI TEORI SIKLUS BENCANA DI INDONESIA


Telah tertulis sebelum Tsunami pangandaran, si ibu yang berpendidikan tinggi membunuh anak, kaca wapres pecah dan berurutan pesawat-pesawat bermasalah, maka sebuah pertanyaan yang meminta bukti bahwa hal tsb (teori tsb benar) adalah:

teory_chaos_disaster(ilustrasi ilmu toeri bencana)

Kita mengakui bahwa perawatan pesawat adalah hal yang rumit, dan teliti sebab resiko penerbangan cukup besar. Dari perawatan yang teliti tersebut diharapkan tidak ada lagi ‘error mechanical’ kecuali faktor alam dan nasib. Dari hal ini silahkan diambil garis apakah pesawat itu ‘sengaja’ di munculkan untuk menarik perhatian manusia terhadap ‘sesuatu’ atau memang sekedar kecelakaan biasa. Memang semua ‘masalah’ pesawat itu tidak ada korban jiwa, dan tidak ada bedanya adalah hal ‘sepele’ yang terjadi, seperti diakui oleh pihak merpati bahwa tidak terjadi kerusakan, sehingga pihak KNKT tidak perlu turun tangan.

Perlu kita tunggu ke depan, jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi (bisa yogya atau aceh atau lainnya karena heli->Tsunami, kereta->gempa, pesawat ?), jika tidak ada, boleh jadi hanyalah ‘kembang’ tidur siang atau memang itulah cukup tandanya

Pertanyaan tsb dituliskan setelah rentetan siklus pesawat jatuh di lapindo, sehingga tercatat sehari setelah itu, maka  artikel Jul 9, 2006 [S] 3:12 pm “Siklus – siklus yang aneh” , tulisan itu di buat 4 hari setelah itu. Di situ tertuang penantian dari tulisan itu ttg akan terjadinya bencana yang cukup mengagumkan.  Pertanyaan tsb adalah sebuah tantangan untuk pembukian bahwa siklus pertanda adalah benar terjadi sebagai urutan dari artikel  Jul 5, 2006, [S] 7:50 pm “Sebuah pertanda yang terlupakan” tertulis “Pelajaran Besar”,

JAWABAN BUKTI TEORI SIKLUS BENCANA DI INDONESIA


Setelah dituliskan pertanyaan tantangan:

Perlu kita tunggu ke depan, jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi (bisa yogya atau aceh atau lainnya karena heli->Tsunami, kereta->gempa, pesawat ?), jika tidak ada, boleh jadi hanyalah ‘kembang’ tidur siang atau memang itulah cukup tandanya

maka jawaban tersebut didapat sebagai SIKLUS PERTANDA dari PELAJARAN BESAR.  Ya … sebuah pertanyaan atas beruntunnya kecelakaan itu, apakah memang biasa saja atau memang petnujuk Allah untuk umatnya sebagai Kasih SayangNya Allah. Apakah yang terjadi setelah pertanyaan itu ? Tidak menunggu terlalu lama, maka pertanyaan itu menemukan jawabannya. Jul 10, 2006 [s] 1:48 pm “siklus yang aneh [Aneh 2 pesawat " Aneh bin ajaib, sengaja yang kebetulan atau sengaja dibetulakan

pesawat-pakistan-jatuh(Pesawat Pakistan Jatuh, 
sumber gambar merdeka.com)
  1. [P] Minggu, 09 Juli 2006 12:03 WIB,PESAWAT AIRBUS JATUH, 150 ORANG TEWAS
  2. [P] Senin 10 juli 2006 19:11  PESAWAT PAKISTAN AIRLINES PESAWAT JATUH, 45 TEWAS

Dua jawaban tertuang cukup cepat selang hanya beberapa jam saja dari tulisan tsb dibuat (tgl 9-juli-2006 pagi), maka siangnya sebuah pesawat  jatuh dan diulang sebagai penegasan pesawat jatuh lagi. Perhatikan tgl terjadinya pembuktian dari pertanyaan:

jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi

Adalah sebuah harmonisasi jawaban tsb tepat sebulan setelah ibu berpendidikan tinggi membunuh anaknya. Bukankah iktibar yang selalu hanya memakai rumus tersebut yang berbahaya. Sifat humanisme dan sosiologisnya hilang tertelan rumus ketika berhadapan sesuatu yang tidak masuk akal

  1. Tgl 09-Juni-2006: Ibu bunuh anak
  2. Tgl 09-juli-2006:Pesawat jatuh sebagai jawaban SIKLUS pertanda dari PELAJARAN BESAR

SIKLUS PERTANDA TELAH TERBUKTI


Setelah terbukti siklus pertanda dengan jawaban tsb, maka kami berkeyakinan sebentar lagi kode bencana yang kedua (34) akan tiba, hal ini dituliskan dengan MEYAKINKAN:

tsunami_bbc(ilustrasi tsunami di pesisir pantai)

HARI PERTAMA PENANTIAN:13-JULI-2006


Artikel penantian hari demi hari akan PELAJARAN BESAR yang sudah didapatkan kode bencana dan jawaban sebagai SIKLUS PERTANDA: Jul 13, 2006 [I] 10:18 am “Inikah yang di tunggu ? “. Perhatikan tulisan itu, 4 hari menjelang gempa dan tsunami pangandaran.  Ketika keyakinan akan munculnya bencana besar, maka tertulis agar diberi petunjuk oleh Allah lewat berdoa kepada Allah swt yang dituliskan pada hari berikutnya

HARI KEDUA PENANTIAN:14-JULI-2006


 

  • [D] 2:11 am Doa Pertanda (dipanjatkan tgl 12-07-06, pkl 03.00 dinihari dan berulang-ulang)

doa_pangandaran

Detik-detik menjelang gempa bumi dan Tsunami Pangandaran, tertulis artikel-artikel yang sarat ajakan kebaikan

HARI TERAKHIR  PENANTIAN:17-JULI-2006


Pagi hari sesaat sebelum Tsunami pangandaran, maka tertuliskan dengan jelas

  • [T] 6:31 am, “Tidak Sama” , dimana sekali lagi melihat dengan trenyuh bahwa kekalahan kebenaran itu ( Senin, 17/07/2006 12:28 WIB Pakai Bikini, Nadine Dinilai Tak Peka Pornografi ) Tak sampai berselang jam, artikel kedua terpostingkan lagi satu artikel yang cukup heboh masa itu
  • [A] 7:48 am, “Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi, Tapi Pertanda “, dimana berkaitan dengan doa pertanda, inilah artikelnya dimana tertulis dengan jelas siklus Pesawat sebelumnya sudah terjawab, maka untuk menyakinkan lagi, di-ingatkan ttg berita komet sbg Tsunami Aceh dari artikel yang oleh BMG bukan pertanda bencana (“sebatas diamati”)

PELAJARAN BESAR TELAH TIBA: Senin, 17/07/2006 15:34 WIB Gempa Goyang Jakarta & Bandung


Sesuai dengan urutan siklus pertanda maupun doa pertanda akan tibanya pelajaran besar, maka doa itu berjawab, namun khusus lokasinya seperti adanya hujan atau petir tidak berjawab, seolah menjadi rahasia Allah swt tentang lokasi gempa tsb.

gempa_hamburan_keluar

(Gambar dari internet)

Secara fisiologis lokasi gempa dapat dijejaki lewat tanda pesawat wapres JK yang merupakan teguran dari Allah swt akan bencana yang akan datang. Dan itulah iktibar akhir sebagai jawaban atas artikel [A] 7:48 am, “Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi, Tapi Pertanda “, dimana berkaitan dengan doa pertanda, inilah artikelnya dimana tertulis dengan jelas siklus Pesawat sebelumnya sudah terjawab, maka untuk menyakinkan lagi, di-ingatkan ttg berita komet sbg Tsunami Aceh dari artikel yang oleh BMG bukan pertanda bencana (“sebatas diamati”). Pada kasus lain ada ibu yang berpendidikan tinggi tega membunuh anaknya sendiri, ini berarti secara sosiologi pula sebatas diamati adalah mirip dengan ibu yang berpendidikan tinggi namum membunuh anaknya. Ya …. awan yang langka itu tidaklah harus berujung pada gempa, karena ilmu pengetahuan untuk kesekian kalinya ‘menyerah’ pada fenomena alam.

Kita sebagai mahluk ciptaan Allah harus yakin itulah pertanda dari Allah untuk orang-orang yang yakin. Mari kita ikuti sedikit perintah untuk mengamati langit dan bumi sebagai pertanda kekuasaan Allah Himbauan dari BMG untuk sebatas di-amati, di jelaskan di artikel tsb bahwa justru itulah dengan pertanda dari Allah sebagai untaian artikel tsb, “Masih ingat dengan berita komet ???, sebagai pertanda “Tsunami Aceh des-2004” dan dijelaskan di bawahnya tulisan awan vertikal. Terpakai bahasa yang halus itu (pertanda dari Allah), sebab saat itu lagi gencarnya isu gempa bumi dan pihak yang berwajib akan menangkap penebar isu. Inilah beritanya

Selasa, 11 Juli 2006, Isu Gempa 6,5 SR Resahkan Warga, sumber suara merdeka, SEMARANG – Pemprov Jateng, khususnya Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), kemarin resah. Sebuah edaran yang disebar dalam pengajian di Klaten, memastikan empat hari lagi atau 15 Juli mendatang di daerah itu akan kembali diguncang gempa susulan 6,5 skala Richter (SR).

Ya …. bandung tempat ibu berpendidikan tinggi yang membunuh anaknya , dan waktu-demi waktu telah tertuliskan akhirnya, yang dinantikan tiba sore hari, sayang …. peringatan diatas sebelumnya tiada yang peduli,

Ya…. mirip dengan Tsunami Aceh dari tulisan pagi hari di artikel pagi hari yakni pkl 7:48 am, “Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi, Tapi Pertanda “( “Masih ingat dengan berita komet ???, sebagai pertanda “Tsunami Aceh des-2004) yang terjadi di dekat Bandung

Sekali lagi kegilaan adalah korban sedikit yang bisa dapat mencegah korban yang lebih besar, namun sayang walau sudah dituliskan langlah demi langkah sampai berdoa (baca ….. sebagaimana yogya (baca Peringatan Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya ….. tanda-tanda dariNya-pun lewat, Ref bacaan : [Kisah di balik Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran ]

Kliping berita metronews.tv

 Senin, 17 Juli 2006 18:09 WIB, Perincian informasi gempa., Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga kali gempa bumi, Senin (17/7) sore tadi, mengguncang ibukota Jakarta dan sebagian kota di wilayah selatan Jawa Barat. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), pusat gempa berada di Samudera Hindia, sekitar 620 kilometer selatan Kota Bandung di kedalaman 33 kilometer dari permukaan laut. Kekuatan gempa mencapai 5,5 hingga 6,8 pada skala Richter. Gempa pertama berkekuatan 6,8 pada skala Richter terjadi sekitar pukul 15:19 WIB. Guncangan gempa sekitar 30 detik membuat panik warga ibukota Jakarta, terutama mereka yang berkantor di gedung bertingkat tiga ke atas. Gempa juga membuat panik warga di Kota Bandung, Sukabumi dan Ciamis. Beberapa menit setelah gempa pertama terjadi gempa kedua berkekuatan 5,5 pada skala Richter. Gempa susulan ini kembali membuat warga panik. Apalagi, sekitar pukul 16:13 WIB gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter kembali mengguncang. Menyusul terjadinya gempa di kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dilaporkan terjadi air pasang setinggi satu meter yang masuk ke darat hingga sejauh satu kilometer. Sementara saksi mata menyatakan, sebuah hotel di Pantai Pangandaran mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Seorang saksi mata bernama Yanto, warga Cilacap, sempat melihat gelombang pasang. Saat itu ia berada di pinggiran pantai Teluk Benyu. Ia melihat air bergetar. Kafe-kafe lesehan di pinggir laut terkena ai dengan ketinggian sekitar setengah meter. Ia belum melihat ada korban. Bangunan kafe hanya terendam air. Namun, warga sempat panik. Hardi, seorang saksi lain di Pangandaran, menceritakan gelombang pasang diawali gempa. Tak lama kemudian datang air setinggi lima meter masuk ke daratan sekitar lima puluh meter. Setelah air surut, ada beberapa orang tersangkut di pohon. Ada beberapa yang meninggal akibat tertimpa reruntuhan rumah atau hotel. “Saya melihat tiga korban,” kata Hardi. Ketiganya meninggal tersangkut di pohon. Hardi tinggal sekitar 50 meter dri pantai. Namun, rumah dia tidak terkena air.  Menurut penglihatan Hardi, mobil-mobil hancur, rumah hancur. Warga panik dan mencari anggota keluarga mereka yang hilang. Tiang-tiang listrik roboh, makanya listrik dimatikan. Setidaknya ada tiga hotel yang rusak, yakni Hotel Surya, Hotel Uni dan Hotel Balabar.  Agus, Kapolsek Pangandaran, menceritakan bahwa sekarang situasi masih kacau balau. Ia telah mengecek ke lapangan, sepanjang bibir pantai selatan bangunan yang tidak permanen rata dengan tanah. Yang meninggal banyak. Namun, karena situasi kacau balau, ia belum bisa memastikan jumlahnya. Yang ia tahu, enam orang meninggal. Sekarang ini, warga dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi. Mereka dievakuasi dengan jalan kaki karena jalan raya tertutup oleh sampah dan reruntuhan bangunan yang terbawa air.(***)

Senin, 17 Juli 2006 21:09 WIB,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbicara dengan bupati Ciamis., Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta bupati Ciamis memprioritaskan keselamatan warga, menyusul terjadinya gempa bumi dan gelombang tsunami di Pangandaran, Ciamis. Presiden menginstruksikan hal tersebut melalui pembicaraan telepon dengan bupati Ciamis, Senin (17/7) petang. Gempa tektonik berkekuatan 6,8 pada skala Richter di pantai selatan Jawa Barat ini menyebabkan dua kampung di sekitar Pantai Pangandaran terkena gelombang pasang tsunami. Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Suharjono mengatakan, gempa terjadi karena patahan di sebelah selatan Pulau Jawa, yakni di pertemuan lempeng Indo Australia dengan Eurasia. Hingga menjelang maghrib hari ini telah terjadi tujuh kali gempa susulan dengan skala bervariasi, antara 4,8 hingga 6,1 pada skala Richter. BMG memperkirakan, masih akan terjadi gempa susulan.(***)

Selasa, 18 Juli 2006 16:03 WIB,  Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.  Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Aburizal Bakrie, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Selasa (18/7) siang, berangkat menuju Pangandaran, Jawa Barat. Rombongan menteri ini berangkat dari base ops lapangan udara Halim Perdana Kusumah untuk meninjau langsung ke lokasi bencana gempa dan tsunami. Sebelum bertolak ke lokasi bencana, Menko Kesra selaku Ketua Pelaksana Harian Bakornas mengatakan, akan mendata kebutuhan pengungsi di lokasi bencana. Namun, Menko Kesra belum mengetahui jumlah dana yang akan dikeluarkan pemerintah untuk menanggulangi bencana tersebut. Sementara itu, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari mengatakan, saat ini Dinas Kesehatan Pusat sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Propinsi Jawa Barat, yakni untuk melakukan upaya evakuasi dan penyelamatan korban gempa. Dinas kesehatan juga akan segera mengirim tenaga medis dan sukarelawan untuk membantu penanggulangan korban bencana gempa di Pangandaran, Ciamis.(***)

Cari_Tewas_Pangandaran_2006

Selasa, 18 Juli 2006 17:05 WIB,  Seorang warga mencari keluarganya yang tewas., Metrotvnews.com, Ciamis: Sedikitnya 337 orang tewas dan 510 lainnya terluka akibat gempa dan Tsunami yang mengguncang garis Pantai Selatan, Pulau Jawa, Senin (17/7) sore. Sebagian besar korban tewas berasal dari kawasan Wisata Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Sedangkan korban yang dilaporkan hilang sebanyak 150 orang. Menurut Kepala Penanggulangan Bencana Departemen Kesehatan, Rustam Pakaya, dua warga asing tewas dalam bencana tersebut. Namun, ia belum dapat menjelaskan identitas kedua warga asing tersebut.  Bencana tersebut juga mengakibatkan 52.700 warga kehilangan tempat tinggal. Sedikitnya 23 ribu warga mengungsi. Kebanyakan dari mereka yang rumahnya hancur. Selain itu, mereka juga khawatir akan terjadinya Tsunami susulan.  Gelombang pasang Tsunami yang dipicu gempa berkekuatan 6,8 skala Richter menerjang kawasan wisata pantai sepanjang 177 kilometer dari bibir pantai. Kepala Penanggulangan Korban Gempa, Agus Sutrisno menyebutkan lebih dari 1.500 pekerja telah dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Namun, mereka kekurangan peralatan, sehingga evakuasi korban tidak dapat berlangsung cepat.(BEY)

Selasa, 18 Juli 2006 05:01 WIB, Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga kali gempa bumi, Senin (17/7) sore, mengguncang Jakarta dan sebagian kota di wilayah selatan Jawa Barat. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), pusat gempa berada di Samudra Hindia, sekitar 620 kilometer selatan Kota Bandung di kedalaman 33 kilometer dari permukaan laut. Gempa pertama berkekuatan 6,8 pada Skala Richter terjadi sekitar pukul 15.19 WIB. Guncangan gempa sekitar 30 detik membuat panik warga Ibukota Jakarta, terutama yang berkantor di gedung bertingkat tiga ke atas. Gempa juga membuat panik warga di Kota Bandung, Sukabumi dan Ciamis. Beberapa menit setelah gempa pertama, terjadi gempa kedua berkekuatan 5,5 pada Skala Richter. Gempa susulan ini kembali membuat warga panik. Apalagi, sekitar pukul 16.13 WIB, gempa berkekuatan 6,1 pada Skala Richter kembali mengguncang.  Menyusul terjadinya gempa di kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dilaporkan terjadi air pasang setinggi satu meter yang masuk ke darat hingga sejauh satu kilometer. Sementara, saksi mata menyatakan sebuah hotel di Pantai Pangandaran mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.(AMR)

Berikut kliping berita dari detik.com

Senin, 17/07/2006

  • [G] 15:34 Gempa Goyang Jakarta & Bandung.
  • [G] 15:39 Gempa Panikkan Pekerja Kantoran
  • [G] 15:54 Gempa Jakarta 5,5 SR
  • [G] 16:14 Gempa Tak Dirasakan di Pantai Pangandaran
  • [G] 16:27 Gempa Susulan Mengguncang
  • [B] 16:30 BMG Jepang: Gempa Jakarta Bisa Picu Tsunami
  • [G] 16:47 Gempa Susulan 6,1 SR
  • [U] 17:01 USGS Catat Gempa Jakarta 7,2 SR
  • [P] 17:06 Pangandaran Dilanda Tsunami
  • [A] 17:11 Air Laut Surut Setelah Gempa, Warga Cilacap Panik Mengungsi]
  • [A] 17:22 Air Laut Mulai Naik di Desa Bunton Cilacap
  • [W] 17:31 Warga Gombong Ikut Panik
  • [W] 17:35 Warga Cilacap Luber di Terminal
  • [W] 17:36 Warga Pangandaran Panik, Berlarian ke Gunung
  • [K] 17:38 Khawatir Tsunami, Warga Cilacap Tumpah Ruah ke Jalan
  • [S] 17:41 Sepanjang Bibir Pantai Pangandaran Terendam Air Laut
  • [G] 17:43 Gelombang Laut Hingga 5 M, RS Cilacap Diminta Waspada
  • [O] 17:44 Ombak Dahsyat Bikin Takut Warga Teluk Penyu Cilacap
  • [P] 17:57 Polisi Sibuk Tenangkan Warga Desa Buton Cilacap
  • [T] 17:59 Tsunami Pangandaran, SBY Langsung Telepon Bupati Ciamis
  • [T] 18:02 Tsunami di Pangandaran SBY: Korban Tewas 5 Orang
  • [C] 18:03 Cipatujah, Tasikmalaya, Gelombang Pasang 3 Meter
  • [J] 18:15 Jalan Cilacap ke Tritih Macet Total
  • [T] 18:17 Tsunami Juga Melanda Kebumen
  • [C] 18:18 Cipatujah, Lokasi Gempa Terparah di Tasikmalaya
  • [A] 18:23 Atasi Tsunami Pangandaran, Ical-Gubernur Jabar Koordinasi
  • [S] 18:26 Suara Mirip Meriam Bikin Panik Warga Pantai Petanahan
  • [G] 18:39 Gerbang Pangandaran Terendam Sepinggang Orang Dewasa
  • [P] 18:46 Pantai Ayah Diterjang Tsunami, Warga Naik ke Gunung
  • [T] 18:56 Tsunami, RS Kebumen Kirim Tim Medis ke Pantai Suwuk
  • [D] 19:12 Diterjang Tsunami, 2 Napi LP Permisan Nusakambangan
  • [A] 19:20 Akibat Gempa, PLTU Cilacap Alami Gangguan
  • [T] 19:35 Tsunami di Cilacap, LP Permisan Dilanda Kepanikan
  • [T] 20:31 Tsunami di Bantul Terjang Restoran, Parkiran, Batas Sawah
  • [U] 21:00 USGS Catat Gempa Kelima 5,9 SR
  • [D] 21:42 Dua Hotel Pangandaran Hancur
  • [T] 21:58 Tsunami, Ratusan Warga Cibalong Garut Lari ke Hutan Karet
  • [R] 21:59 Ratusan Warga Suwuk Mengungsi

Selasa, 18/07/2006

  • [P] 05:39 Pangandaran Porak-poranda
  • [J] 09:14 Jerit Tangis Warnai Evakuasi Korban Tsunami di Cilacap
  • [G] 09:58 Gubernur Jabar: Tsunami Pangandaran Bukan Bencana Nasional
  • [99] 10:43 99% Hotel di Pangandaran Rusak
  • [P] 11:57 Puluhan Warga Kecamatan Ayah Hilang Disapu Tsunami
  • [T] 19:54 Tsunami di Laut Selatan Kesra: 341 Orang Tewas,229 Hilang

Rabu, 19/07/2006

  • [T] 10:56 Tsunami Laut Selatan, Kawasan Elit Cikembulan Hancur
  • [U] 17:52 UpdatedKorban Tewas 471 Orang
  • [G] 18:03 Gempa Gede Goncang Jakarta
  • [D] 18:06 DPR Akan Minta BMG Klarifikasi Soal Informasi Tsunami
  • [G] 18:14 Gempa 6,2 SR Berpusat di Selat Sunda
  • [W] 18:19 Waspadalah! Gempa Jakarta Berpotensi Tsunami
  • [G] 18:20 Gempa 6,2 SR Guncang Jabotabek, Warga Keluar dari Rumah
  • [G] 18:28 Gempa Goyang Jakarta, Penghuni Apartemen Menteng Berhamburan
  • [G] 18:28 Gempa Berpotensi Tsunami, BMG Sibuk Kirim SMS & Faks
  • [G] 18:29 Gempa Panikkan Pegawai di Gedung BEJ
  • [G] 18:31 Gempa Mengguncang, Anggota DPR Berhamburan Keluar
  • [G] 19:02 Gempa Jakarta, Banyak Pegawai Terjebak di Lift
  • [P] 19:42 Polisi Jakarta Sempat Tunggang-langgang karena Gempa
  • [B] 20:34 BMG Batalkan Potensi Tsunami Pascagempa Jabotabek

Kamis, 20/07/2006

  • [G] 10:42 Gempa Susulan Lingkari Jakarta
  • [M] 12:32 Menkominfo ke BMG, Gempa Susulan pun Datang
  • [S]14:13 SBY: Giatkan Sosialisasi Cara Selamatkan Diri dari Gempa
  • [S] 16:10 SBY Ceramah Gempa 2 Jam

Jumat, 21/07/2006

  • [P] 08:20 Presiden Kunjungi Pangandaran
  • [T] 10:30 Tsunami Laut SelatanDepkes: Korban Tewas 565 Orang
  • [T] 10:26 Tsunami Laut SelatanDepsos: 557 Korban Tewas
  • [S] 13:09 SBY Ikuti Salat Gaib untuk Korban Tsunami

Sabtu, 22/07/2006

  • [S] 11:14 SBY: Gempa Bumi Karya Agung Tuhan


Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran, sebelum terjadinya

Rate This

Quantcast

// Kasih sayang Allah terhadap umatnya tanpa batas waktu dan ruang, setiap ada bencana besar maka Allah ‘mengirimkan’ petunjukNya, sayang petujuk itu kadang diabaikan.

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (Yunus:44)

Berkaca pada kasus ‘ilmu yang hilang’ dari n. Khidir, tersebutlah suatu kisah tiga penyelamatan yang dilakukan oleh n. Khidir, berikut petikan artikel Mengais Kasih Sayang Allah posting May 4, 2007 12:21 pm

Mengais Kasih Sayang Allah

Informasi atau kejadian yang lalu lalang di depan kita merupakan tumpukan tumpukan informasi yang dapat dibaca, didengar dan di analisa. Sebagian kita sering mengabaikan informasi yang tidak berkaitan dengan kepentingan kita, bahkan sebagian orang menyaring informasinya berdasarkan ukuran keuntungan materi

Bagai tumpukan sampah yang jutaan kubik, kejadian hari demi hari bulan demi bulan tahun demi tahun akhirnya berupa onggokan sampah yang tidak menguntungkan jika kita mengingatnya.

Tidak semua tumpukan sampah itu tidak berguna, bahkan diantara peristiwa yang menurut rasional kita tidak berguna, justru itulah yang berguna. Kata mengais adalah tepat ketika informasi yang kita buang itu ternyata adalah bentuk Kasih Sayang Allah (baca artikel Kasih sayang-Nya Allah)

Tiga kejadian adalah untuk meyakinkan

Sebagaimana artikel Fenomena 3 hari yang menentukan , maka tidak serta merta manusia meyakini tumpukan informasi sampah itu adalah salah satu bentuk Kasih sayang-Nya Allah.

Perhatikan cerita ahli syariat yakni n. Musa dengan ahli ilmu Allah lain yakni n. Khidir. Musa sebagai pencetus aturan tertulis di muka bumi lewat Ten Commander’ justru mengakui ‘kekalahan’ ilmu n. Khidir

QS 18:65-66 Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”.

Dengan rangkaian indah cerita melobangi perahu, membunuh anak dan membangun tembok runtuh tanpa minta upah menunjukkan bahwa untuk meyakinkan n. Musa di perlukan tiga kejadian peristiwa bahwa dibalik kejadian yang menurut kacamata ahli syariat seperti n. Musa, maka pelajaran Allah atau ilmu Allah sangatlah luas

Bahkan tercermin dari cerita itu adalah adanya Kasih Sayang Allah lewat cerita menyedihkan itu terutama pembunuhan anak (baca Filosofi tangan kosong)

Terakhir perpisahan musa dengan khidir tercermin adanya perbedaan ilmu-ilmu Allah
QS 18:77 Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.

Lautan ilmu Allah

Dari kejadian tersebut, maka kita perlu membuka cakrawala berpikir baik yang rasional sebagaimana kisah fir’aun dengan ilmunya mampu membuat piramid, patung, tulisan dan istana megah

Kebudayaan yang dihasilkan oleh firaun merupakan peradaban yang sangat maju dan itupula ilmu Allah. Diantara ilmu Allah lain adalah kisah n. Musa mengenai mukjizat dan di tutup dengan ilmu n. Khdiri

Secara bertingkat adanya perbedaan ilmu sebagaimana firaun lewat ilmu pengetahuan yang terlihat secara fisik dari bangunan yang indah, tulisan yang tertata, teknik pembalseman, kemudian ke mukjizat dan hukum Allah dan terakhir adalah ilmu hikmah dari n. Khidir

Arti itu semua adalah apapun yang terjadi di alam ini adalah ilmu Allah. Tak terbatas oleh pikiran rasio manusia :

QS 18:109: Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu “.
Salah satu ciri dari tumpukan informasi sampah yang dapat berarti bagi kita adalah adanya tiga kejadian sebagaimana kisah N. Khidir

Ya filosofi ‘ilmu yang hilang’ adalah pengorbanan yang kecil untuk menyelamatkan yang besar (baca Mengapa Korban Bencana selalu orang Kecil ?)

Filosofi yang lain adalah berulang-ulang kejadian itu adalah untuk meyakinkan, sama dengan filosofi ilmu gagak qobil (baca Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004)

Dua filosofi itu sangat universal dan banyak di temukan pada kehidupan, maka dengan dua filosofi ini-lah kita dapat mengaruingi lautan ’sampah’ berita yang terus menerus terdengar, terbaca oleh kita

Bagaimana kasih sayang Allah sebelum gempa bumi dan Tsunami Pangandaran ?

Permulaan kisah ini adalah gempa yogya 27-mei-2006 lalu dimana di dahului oleh satu peristiwa langka yakni orang Gila menjadi masinis KA BBM yang pada akhirnya berjalan mundur (baca “‘Gagak’ Allah sebelum Gempa Yogya“) Kisah pemberi peringatan gempa yogya ini dapat dibaca pada artikel “Peringatan Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya“.

Keterlanjutan dari fenomena orang Gila inilah yang terus diulang sebagai filosofi berulang-ulang, Adakah yang gila sebelum Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran ?

Sumber Tabloid Nova

Tragedi Ibu Habisi Tiga Buah Hati
“SAYA GAGAL SEBAGAI IBU”

Sarjana Planologi ini membunuh tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Akumulasi masalah tak terpecahkan ditambah kekhawatiran yang berlebihan, diduga sebagai pemicu perbuatan itu.

Masyarakat Bandung geger ketika terdengar kabar seorang ibu membunuh tiga buah hatinya yang masih kecil. Anik Khoriah Sriwijaya (31), nama ibu itu, kini menjadi tersangka tunggal dan ditahan di Polresta Bandung Timur. Ia didakwa mengakhiri hidup Abdullah Faras Elmaki (5,5), Nazhif Aulia Rahmatullah (3), dan Umar Nasrullah (9 bulan).

KLIK - Detail Kenapa peristiwa tragis ini mesti terjadi? Iwan Hilmansyah, SH,MH kuasa hukum Anik mengungkapkan, Jumat (9/6), Iman Abdullah (31), pulang ke rumah mengendarai mobil kantor, disertai rekannya bernama Mislam. Ketika masuk rumahnya di kawasan perumahan Margahayu Raya Barat Blok U II, Kelurahan Margacinta, Bandung, ia mendapati tiga anaknya sudah tidak bernyawa.

Ayah muda ini pun panik. Apalagi, sang istri, Anik Khoriah, tak menjawab pertanyaan Imam. “Dibantu temannya, Pak Iman lalu membawa anak-anaknya ke RS. Al-Islam. Warga dan teman-teman kantor menduga, ketiga anak itu meninggal akibat flu burung atau keracunan,” terang Iwan.

Untuk memastikan penyebab kematian tiga anak itu, RS.Al-Islam meminta izin Iman agar jenazah ketiganya diotopsi. Tapi, Iman menolak. Khawatir ada wabah flu burung, warga melalui Ketua RT melaporkan kejadian itu ke Polsek Margacinta. Sementara Anik yang terlihat shock, diungsikan ke rumah teman di Lembang. “Maksudnya agar bisa menenangkan diri,” ujar Iwan.

Esok harinya, Sabtu (10/6) ayah Anik tiba dari Boyolali. Ia langsung bergabung dengan orang tua Iman yang menyusul Anik ke Lembang. Keluarga besar ini menanyai Anik, kenapa anak-anaknya meninggal. “Saat itulah Bu Anik baru bisa menangis keras-keras. Ia mengaku telah membunuh ketiga darah dagingnya sendiri.”

Karuan saja keluarga jadi tercengang seakan tak percaya dengan pengakuan sarjana Planologi ITB itu. Terlebih alasannya, “Karena mencemaskan masa depan ana-anaknya. Takut anak-anak kelak tidak bisa jadi anak yang soleh. Bu Anik merasa sebagai ibu yang gagal,” tutur Iwan.

TERUS DILANDA KECEMASAN
Iwan bersama timnya, Adardam Ahyar, S.H., M.H., M. Irwan Nasution, S.H., dan T. Raihansyah,S.H. yang ditunjuk Iman sebagai penasihat hukum istrinya menyarankan segera menyerahkan diri ke polisi. Menurut pengakuan Anik, seperti dituturkan Iwan, peristiwa tragis itu berawal Kamis (8/6) pagi di rumahnya.

KLIK - Detail Pagi itu, Anik menyuruh suaminya lekas berangkat kerja. Kala itu, si sulung Faras sudah berangkat sekolah di TK Zakaria. Entah kenapa, ia cemas masa depan anak-anaknya suram. Bayangan buruk itu terus menggelayuti benaknya. Sampai akhirnya sekitar pukul 10.00, Anik membekap wajah Umar yang masih bayi dengan bantal di kamar depan.

Setelah anaknya meninggal, Anik semakin cemas. Sepanjang siang itu ia gelisah karena takut perbuatannya diketahui Nazhif. Anak keduanya yang tengah nonton teve ini dibunuh dengan cara yang sama dengan Umar. Kedua anaknya ini disatukan di kamar belakang.
Rupanya kecemasan Anik bertambah besar. Dia terus berpikir, bagaimana bila Faras sepulang sekolah nanti tidak mendapati kedua adiknya? Bagaimana kalau Faras tahu adik-adiknya sudah dibunuh ibunya? Kecemasan makin membayang ketika Faras tiba di rumah pukul 17.00.

Tak tahan lagi membayangkan pertanyaan Faras, Sabtu (9/6) pukul 05.00, nyawa Faras dihabisi Ani dengan cara membekap dengan bantal. Faras sempat meronta, namun ia kalah tenaga. Bocah malang ini pun terkulai tak bernyawa. Ketika mobil jemputan anaknya datang pukul 07.00, Anik menjawab Faras tak bisa masuk sekolah karena sakit. Rupanya hari itu suami Anik tak pulang ke rumah.

Pagi itu, Anik dilanda kegelisahan, sampai akhirnya mendapat telepon dari sahabatnya bernama Yayuk (baca Boks). Dalam percakapan lewat telepon, Yayuk menanyakan keadaan anak-anak Anik. Anik menjawab, anaknya sakit. Dari sinilah Yayuk berinisiatif menghubungi suami Anik di kantor dan mengabarkan anaknya sakit. Selanjutnya, Iman pulang seperti cerita di awal tulisan.

SUAMI KURANG PERHATIAN
Dugaan Iwan, Anik melakukan perbuatan itu karena adanya gangguan kejiwaan. Anik memiliki obsesi atau kekecewaan yang bertumpuk-tumpuk sehingga Anik khawatir terhadap masa depan anak-anaknya. “Saya gagal sebagai ibu,” begitu kata Iwan menirukan Anik.
Anik juga mengeluhkan, kenapa ketiga anaknya tak bisa ceria setiap kali bersama dirinya. Sebaliknya ketika mertuanya berkunjung, anak-anak terlihat bahagia. “Ketika anaknya sakit, kecemasan Bu Anik semakin menjadi. Dia takut anaknya tidak bisa menjadi anak yang soleh.”

Ada lagi kekecewaan Anik yang begitu besar. Sebagai sarjana Planologi lulusan ITB dengan IPK 3,24, kenapa ia hanya menjadi ibu rumah tangga. “Kasihan anak-anak punya Ibu seperti saya,” tutur Anik seperti ditirukan Iwan.

Akumulasi masalah yang diam-diam dipendam Anik, bisa jadi tak akan menimbulkan masalah bila komunikasi antara suami-istri lancar. “Ada tengara komunikasi itu macet dan suaminya kurang care terhadap keluhan istrinya selama ini,” tutur Iwan.

Bagi orang lain, lanjut Iwan, hal-hal seperti yang diinginkan Anik mungkin sesuatu yang biasa dan kecil. “Tapi bagi Anik menjadi seuatu yang besar. Karena hal-hal seperti ini lama dipendam, akhirnya terakumulasi seperti itu.”

Sayang, Iman Abdullah tak bersedia diwawancarai NOVA seputar masalah ini. Ia selalu saja menjawab belum siap. Anik pun tidak bisa ditemui wartawan karena tidak diperbolehkan petugas. Bahkan untuk mengambil gambar Anik wartawan perlu menunggu seharian.
Iman yang tengah mengenyam pendidikan S2 mengaku masih bingung. Itu sebabnya, ia mendatangi Aa Gym ke pesantrennya di Gegerkalong minta doa dan nasihat. Tak hanya nasihat, Aa Gym dan istrinya Hj. Ninih Muthmainah serta putri bungsunya Gheriya, malah mengunjungi Anik yang kini mendekam di tahanan Polres Bandung Tengah.

Pada Aa Gym dan istrinya yang menemui Anik di ruang kerja Kapolres Bandung Timur, AKBP. Edison Sitorus, Anik menyatakan penyesalan yang amat dalam telah membunuh ketiga darah daging sendiri. Ekspresi penyesalan Anik, diungkapkan oleh dai kondang itu. ” Ia menangis terus. Wajar seorang ibu yang kehilangan anak.”

Hj. Ninih juga memberi nasihat pada Anik, “Jangan terus bersedih. Yang penting benar-benar bertobat untuk memperbaiki diri. Meski nanti berada di tahanan, harus berbuat yang terbaik. “

Usai bertemu Aa Gym, Iman Abdullah sempat ditanya wartawan, “Apakah ia tetap mencintai istrinya?” Iman hanya menjawab singkat, “Insya Allah.”

KLIK - Detail CEMASKAN ANAK
Terketuk rasa persahabatan yang mendalam, Jumat (9/6) pagi kurang lebih pukul 09.30, Ny.Yayuk (38) menelepon Anik. Yayuk menanyakan kabar ketiga anak Anik. Dari seberang telepon, Anik menjawab, ketiga anaknya masih sakit. “Saya agak curiga karena suaranya kecil. Dia juga bilang, suaminya tak ada di rumah,” ujar Yayuk.

Sebagai sahabat lama sejak sama-sama kuliah di ITB (Anik di Planologi, sedangkan Yayuk di Fakultas MIPA jurusan Matematika), Yayuk merasakan kegelisahan Anik. Terdorong naluri keibuannya, “Saya menelepon suami Anik. Saya sampaikan ketiga anaknya sakit,” kata Yayuk.

Setelah itu, Yayuk mengaku tak tahu bagaimana kondisi sahabatnya. Tahu-tahu ia mendengar kabar, tiga anak Anik meninggal. Semula Yayuk juga beranggapan tiga anak sahabatnya itu meninggal karena sakit. “Setelah mendengar kabar duka itu, saya langsung menemui Anik di rumah sakit. Saya tidak menyangka waktu menelepon Anik, sebenarnya anak-anaknya sudah meninggal.”

Ketika mendengar kabar, ternyata ketiga anak itu dibunuh Anik Yayuk merasa kaget. “Saya seperti bermimpi. Tidak percaya sampai sekarang.”

Yayuk menceritakan persahabatan mereka yang terus dijalin meski mereka sama-sama sudah berumah tangga. “Kami saling mengunjungi bersama anak-anak dan suami. Pembicaraan tak lepas dari masalah anak-anak,” ucap Yayuk yang memiliki enam buah hati.
Setiap kali bertemu Anik, diam-diam Yayuk memperhatikan ketelitian Anik mengasuh buah hatinya. “Dia selalu memperhatikan tumbuh-kembang anak hingga sekecil-kecilnya. Bila anaknya sakit, Anik kerap minta pendapat saya. Saya selalu anjurkan agar dia membawa anaknya ke dokter.”

Suatu kali, ujar Yayuk, Anik memang pernah mengeluhkan masa depan anak-anaknya. “Saya bilang, sebagai ibu, kita hanya bisa mendidik disertai doa. Saya sendiri pun tak pernah tahu bagaimana nanti masa depan anak-anak saya. Sampai di sini saya tidak tahu sebesar apa kecemasannya.”

Meski tidak saban hari bergaul dengan Anik, Yayuk bisa menilai sahabatnya itu adalah tipe perempuan yang introvert. Anik tidak mudah curhat pada orang yang tak dikenalnya. “Saya pun tidak tahu apa yang dia inginkan . Dia tidak pernah mengungkapkan isi hatinya soal keinginannya yang tinggi, sehingga dia merasa gagal sebagai ibu.”

Kini, Yayuk hanya berpesan agar sahabatnya bertobat dan tidak putus asa. “Allah Maha Pemaaf, Penyayang dan Pemurah. Taubat nasuha, istilahnya.”

Ya … sebuah tragedi yang amat sangat memilukan, namun jika kita melihat kisah N. Khidir yang membunuh anak agar orang tuanya selamat, maka ibu anik ini-lah ‘penyelamatnya’ dalam arti luas fenomena ibu anik ini sangat menarik perhatian kita, dimana kejadian tgl 9-juni-2006 lalu di bandung

….. BANDUNG – Entah setan apa yang merasuki pikiran Anik Koriah (31). Ibu muda ini diduga kuat menghabisi nyawa 3 anaknya sekaligus. Ketiga anak itu, Faras (6), Najib (4) dan Umar (9 bulan), ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Jalan Galaksi I No 124, Kompleks Margahayu Raya, Bandung, pada Jumat 9 Juni pukul 11.00 WIB. ……

Rangkaian yang kalau boleh di bilang ke’Gilaan’ ini di buktikan adanya gangguan jiwa yang terbukti dibebaskannya ibu anik

Kamis, 04 Januari 2007 12:45 WIB

ANIK KOMARIAH DIPASTIKAN BEBAS

Anik Komariah dalam persidangan.

Metrotvnews.com, Bandung: Kepastian Anik Komariah, terdakwa pembunuh tiga orang anaknya, divonis bebas semakin kuat. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis(4/1), kuasa hukum Anik Komariah menegaskan perbuatan kliennya membunuh ketiga anaknya hingga tewas akibat gangguan jiwa berat.

Kuasa hukum terdakwa sepakat dengan jaksa penuntut umum agar terdakwa dibebaskan. Namun kuasa hukum terdakwa tetap menolak tuduhan jaksa bahwa pembunuhan tersebut direncanakan. Kuasa hukum pun meminta terdakwa dirawat di rumah sakit jiwa untuk memulihkan kondisi kejiwaan terdakwa. Majelis hakim akan membacakan vonis bagi terdakwa pada sidang Senin 15 Januari mendatang.(YUL)

Sekali lagi ke’gila’an (bandingkan dengan gagak yogya) yang bertempat di bandung itu itu merupakan satu jejak pengenal terjadinya musibah besar di kemudian hari. Dari kasus itulah tertulis dalam milis http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories yakni ,

Jul 5, 2006

  • [S] 7:50 pm “Sebuah pertanda yang terlupakan” tertulis “Pelajaran Besar”, berikut petikan

…… Sidoarjo, 3-juli-2006, 01.00 dini hari, menunggu piala dunia jerman dan italia. Pertanda-pertanda yang semakin banyak dan pertanda yang menunjukkan semakin dekatnya ‘Pelajaran Besar’ dari Allah sebagai konsekwensi teori Siklus Bencana di Indonesiayang belum dapat dipatahkan siklusnya karena belum bisa mengambil inti yang terdapat pada pelajaran bencana itu.

Pelajaran Allah dilupakan manusia dan Allah senantiasa mengulangi PelajaranNya sehingga lahirlah suatu Siklus. “Pelajaran Besar” dari Allah tidak harus berupa bencana, namun juga bisa jadi bencana, yang penting kita harus selalu siap dalam ketakwaan. Dalam rangkaian peristiwa ini terlalu banyak peristiwa kebetulan yang terkait dalam susunan cerita sebagai wujud dari makna dalam teori “orang Gila” untuk kejelasannya dari teori ini dapat anda lihat pada‘’.

…. seorang ibu di bandung tega membunuh tiga anaknya. Peristiwa ini cukup langka di dunia bahkan di dunia hewanpun tidak pernah di jumpai induk memakan anankya sendiri…..”

Terakhir pertanda di tutup dengan lagi-lagi orang Gila (Surabaya) tampil di menara reklame dan terjun. Jelas pertanda ini digerakkan oleh orang yang tidak waras untuk menarik perhatian bagi yang waras, ada sesuatu kekuatan yang mendorong orang Gila (Surabaya) untuk naik reklame dan terjun bebas. Pertanda lain yang cukup langka lagi adalah pesawat yang beurutan

Information

This entry was posted on November 22, 2009 by in Berita, Fenomena, Islam.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: