~Misteri Perang Israel-Gaza ~

Agresi israel berlangsung selama 22 hari dimulai tgl 27-desember-2008 dan berakhir 18-januari-2009, tank_israel(tank israel yang bersiap-siap perang) Israel meninggalkan Jalur Gaza setelah melakukan agresi militer selama 22 hari sejak 27 Desember 2008, yang menewaskan sedikitnya 1.300 warga Palestina, termasuk lebih dari 400 anak, dan 5.300 orang lainnya cedera. Di pihak Israel, hanya tiga warga sipil dan 10 prajurit tewas. Selama perang 22 hari itu, sekolah, rumah sakit, bangunan PBB dan ribuan rumah hancur terkena gempuran Israel, dan Pemerintah Palestina menyatakan jumlah kerugian prasarana saja mencapai 476 juta dolar.

Bagaimana dengan akibat perang tsb ?
Perang 22 Hari Israel di Gaza dalam Angka, Jerusalem (ANTARA News) – Israel, Sabtu, mengumumkan gencatan senjata sepihak atas perang 22 harinya terhadap Hamas di Gaza. Serangan paling mematikan negara Yahudi itu hingga sejauh ini pada kawasan kantong Palestina tersebut dilancarkan untuk menanggapi peluncuran roket Hamas ke wilayah Israel. Di bawah ini beberapa angka dari serangan itu :
gaza_membara
Korban Palestina menurut para petugas medis Gaza :
— 1.205 tewas, termasuk :
— 410 anak-anak (di bawah 6 tahun)
— 108 wanita
— 113 pria lansia
— 14 petugas medis
— 4 wartawan
— 5,300 orang menderita luka-luka.

Korban pihak Israel, menurut petugas medis :
— 13 tewas dalam pertempuran dan serangan roket, antara lain :
— 10 tentara (sembilan orang dalam pertempuran, seorang akibat serangan roket)
— tiga penduduk sipil akibat serangan roket

Perang 22 hari


Mengapa israel menghentikan perang tsb dalam waktu 22 hari ? mengapa tidak 23 hari atau bahkan kurang dari itu ? untuk menjawab pertanyaan itu ada dua yakni, Secara internal di israel, memang sudah menghitung bahwa militernya tidak dirancang untuk berperang berlama-lama, apalagi hujatan anti isreal, semakin deras kemudian bertepatan pula dengan presiden baru AS: B. Obama akan dilantikKecam Arab yang Bungkam
president_iranTEHERAN – Sikap pasif dan masa bodoh mayoritas negara-negara Arab terhadap penderitaan Palestina, memicu kegeraman Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Dia kemarin melayangkan secarik surat kepada pemimpin Arab Saudi Raja Abdullah. ”Sayangnya, beberapa kawasan, negara Islam maupun Arab entah karena alasan apa dan dengan tersenyum puas, mendukung bahkan menoleransi genosida (pembunuhan masal) ini,” tulis Ahmadinejad dalam surat yang dipublikasikan situs resmi presiden (www.presiden.ir). Surat itu disampaikan persis satu hari sebelum pemimpin Saudi mengimbau negara-negara kawasan teluk menggelar KTT pemimpin negara-negara Arab. ”Mereka (Arab) berharap agar (Hamas-Palestina) yang lemah itu akan hancur lalu menyerah pada tekanan penjajah,” kritik Ahmadinejad.

Kecaman paling keras Iran memang ditujukan kepada Arab Saudi. Negara penghasil minyak terbesar dunia itu selama ini cenderung diam raja_arabdan tak melakukan aksi apapun terkait serangan Israel ke Gaza. Kepada Raja Abdullah, Ahmadinejad mengatakan agar segera bangkit dari kebungkamannya dan tidak ragu melontarkan pandangannya tentang krisis di Gaza. Dalam surat itu, Iran sekali lagi mengungkapkan prinsipnya untuk tidak mengakui eksistensi Israel. Selama ini, baik di forum-forum nasional maupun internasional, Ahmadinejad selalu secara tegas menyatakan, perang_israel_gaza_tanda_22Israel seharusnya dihapus dari peta dunia. ”Dengan pertolongan Tuhan dan bersandar pada kekuatan perlawanan rakyat Gaza serta iman pada Tuhan, tanpa keraguan sedikitpun, rezim Zionis akan gagal dan sebentar lagi bakal runtuh,” tulis Ahmadinejad.

Ahmadinejad tak hanya mengkritik negara-negara Arab, melainkan juga menyentil hati nurani serdadu Israel di lapangan. Kepada mereka Ahmadinejad menyerukan agar mengabaikan perintah serangan dari panglima mereka. ”Hei perang_israel_gaza_27_12_2008_dalam_22_harikalian para serdadu Zionis, mengapa kalian tega membunuh perempuan dan anak-anak tak berdosa? Kini saatnya kalian harus melawan dan mengabaikan perintah panglima kalian,” ujar Ahmadinejad dalam pesan keduanya yang juga diposting dalam situs pribadinya. Terpisah, pada Rabu lalu waktu setempat, Venezuela dan Bolivia memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk protes. Sebelum memutuskan hubungan diplomatik secara permanen, Venezuela sudah terlebih dahulu mengusir kedutaan besar Israel keluar perang_israel_gaza_8_juli_2014dari Caracas para 5 Januari lalu. Sementara pemerintah Bolivia memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel selang beberapa jam sebelum Venezuela mendeklarasikan keputusannya. Kepada beberapa diplomat di ibu kota La Paz, Presiden Evo Morales berencana bakal menekan mahkamah kejahatan internasional di Amsterdam untuk memproses pelanggaran kemanusiaan yang diperbuat serdadu Israel. (ape/ami)

Perang terjadi lagi tahun 2014 juga memuat simbol 22, perang_israel_gaza_tanda_2008_dan_2014Ada Apakah dengan 22 ini ?

Israel ‘KALAH’ dalam 22 ini karena menghentikan perang, karena tidak ingin kalah lagi dalam persenjataan dan serdadunya yang harus istirahat selama perang sudah 22 hari, tanpa menunjukkan kemenangan. Adalah simbol 22 yang mampu menghentikan perang ini merupakan simbol unik sebagai pengingat bahwa Allah swt mentakdirkan akan 22 ini sebagai sesuatu yang mudah di-ingat-ingat

 

Ada apakah ini semua ?

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan