~Kisah Nyata : Doa yang Berjawab~

Apakah yang terjadi sesuai dengan penantian artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 dimana dengan jelas bagian dari doa yakni :cover_hari_penentuan_11_5_2008

…maka kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain….

Apakah yang terjadi dengan tgl 11-mei-2008 sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain …. PATUNG-PATUNG TERBAKAR yang menunjukkan pada iktibar n. Ibrahiim sebagaimana kisah terdahulu, Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. (al-ambiyaa’:63)

Patung patung di jaman modern dan jaman ilmu pengetahuan masih banyak patung – patung yang di sembah di era modern ini ? Inilah iktibar yang sesuai dan relevan dengan artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 dimana dengan jelas termuat tentang artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan yang terinspirasi dengan kisah ibrahiim mencari tuhan. Perhatikan isi artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 yang memuat tentang artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan dimana salah satu kisah n. Ibrahiim mencari tuhan, yang pada akhrinya menghancurkan patung-patung tsb :

Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali kepadanya. al-ambiyaa’:38)cover_doa_penentuan_jawaban

Bandingkan dengan kejadian Vihara yang terbakar tepat dari saat yang dinantikan yakni tgl 11-mei-2008 sebagai jawaban atas doa di artikel tsb :

11/05/2008 11:28 WIB
Tujuh Orang Tewas dalam Kebakaran Vihara di Siantar
Khairul Ikhwan – detikcom

Medan – Tujuh orang dinyatakan tewas dalam sebuah kebakaran melanda sebuah viahara di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, Minggu (11/5/2008) dinihari. Kebakaran ini juga menyebabkan delapan lainnya menderita luka-luka. Keterangan yang diperoleh menyebutkan, vihara Avalokitesvara yang berada di Jl Jalan Pematang Siantar, Kota Pematang Siantar, sekitar 128 kilometer dari Medan itu itu terbakar saat kegiatan ibadah sedang berlangsung. Itu sebabnya korban cukup banyak. Sejauh ini tidak diketahui pasti sumber api, namun dengan cepat merambat ke lantai dua dan tiga yang merupakan lokasi ibadah. Kepala Satuan Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Bustami menyatakan, para korban tewas yang berhasil diidentifikasi sejauh ini baru empat orang, Suhu Yu Sen, Guru Budha Widodo, Dian dan Nizar yang merupakan petugas kebersihan. “Sementara tiga lainnya yang berjenis cover_vihara_siantar_99kelamin perempuan, masih belum bisa diidentifikasi,” katanya kepada wartawan, Minggu pagi di Siantar. Dalam kasus ini, delapan orang berhasil meyelamatkan diri dengan cara melompat dari vihara. dikatakan Bustami, para korban ini berhasil ditemukan setelah dilakukan penyisiran di lokasi kejadian, pada Minggu sekitar pukul 08.00 WIB. Penyisiran baru dilakukan pagi sebab api terus berkobar. Dugaan sementara kebakaran ini bersumber dari konsleting listrik, namun pemeriksaan masih berlangsung.

Vihara yang terbakar ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) karena patung Avalokitesvara Bodhisattva (Dewi Kwan Im) Terbesar. Beratnya 1.500 ton, lebar 8,4 meter dan total tinggi 22,8 meter.

Lho mana patung-patungnya ?, baca di bawah ini


Minggu, 11 Mei 2008 12:10 WIB DUA VIHARA DI PEMATANG SIANTAR TERBAKAR, 7 TEWAS, Kebakaran melanda dua vihara di Pematang Siantar, Sumatra Utara

vihara_terbakar_11_5_2008_okMetrotvnews.com, Pematang Siantar: Sebanyak tujuh orang tewas dalam kebakaran dua bangunan vihara terbesar di Pematang Siantar, Sumatra Utara, Ahad (11/5) dini hari tadi. Petugas vihara dan aparat kepolisian sekitar pukul 10.00 WIB telah berhasil mengevakuasi tujuh korban dari lantai tiga vihara. Dari tujuh korban, empat orang laki-laki dan tiga perempuan, salah satu di antaranya adalah bhiksu. Tiga laki-laki merupakan pekerja vihara dan tiga wanita adalah tamu yang datang dari Binjai untuk beribadah.

Api pertama kali berkobar di bagian belakang vihara. Namun, api merambat dengan cepat hingga mengakibatkan dua bangunan utama vihara ludes. Bangunan utama merupakan tempat sembahyang dan kantor Yayasan Vihara Avalokitesvara. Kebakaran ini terjadi setelah acara sembahyang menjelang Hari Raya Waisak. Api baru dapat dipadamkan dua jam kemudian setelah Dinas Kebakaran setempat mengerahkan sepuluh unit mobil pemadam. Namun, dua gedung utama, termasuk patung-patung Budha di dalamnya, hangus terbakar. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari ledakan tabung gas di dapur bangunan utama. Sejauh ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(DOR)


Bukti hari penentuan pada Vihara terbesar se AsiaTenggara berlanjut lagi …. jawaban dari doa di artikel play_vidio_youtubeHari Penentuan : 11 Mei 2008 , dengan esok harinya terjadi gempa dahsyat di China, Dari itu semua di tutup dengan jelas sebagai peringatan sebagai doa tsb yakni “ …. kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain …”

Artinya pertanda dari Allah untuk memberikan pertandaNya dari peristiwa yang mengingatkan pd tgl 11-mei-2008, dan dekat tgl tersebut, maka tepat tgl 11-mei-2008 yang dinantikan tiba, sebagaimana terbakarnya Vihara yang telah termuat di artikel penantian tsb untuk menunjukkan kepada semua pihak tentang ketuhahan yang benar


vihara_terbakar_11_5_2008Minggu, 11 Mei 2008 23:02 WIB, PENYEBAB KEBAKARAN VIHARA AVOLOKITESVARA MASIH GELAP
Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sumut menggelar olah TKP di Vihara Avolokitesvara

Metrotvnews.com, Pematang Siantar: Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sumatra Utara menggelar olah tempat kejadian perkara di Vihara Avolokitesvara, Pematang Siantar, Ahad (11/5). Namun tim labfor belum bisa menyimpulkan sumber api yang melalap vihara terbesar di Pamatang Siantar itu. Tim labfor masih menyelidiki penyebab kebakaran lewat pengumpulan sejumlah barang bukti. Tim sempat dihadang kendala karena beberapa titik api masih ada di sekitar vihara. Sementara beberapa petugas pemadam kebakaran juga masih berusaha memadamkan api di bagian belakang vihara. Kebakaran yang terjadi Ahad dini hari itu melumatkan dua bangunan utama vihara. Kebakaran menewaskan tujuh orang, termasuk majelis yang mengikuti ritual sembahyang menyambut Hari Waisak.(***)

Terjebak Maut di Lantai Tiga

Vihara Terbakar, Tujuh Tewas
MEDAN – Umat Buddha berduka. Vihara Avalokitesra di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pukul 00.30 dini hari kemarin terbakar. Musibah itu mengakibatkan tujuh orang tewas dan sembilan lainnya luka berat. Mereka yang cedera itu meloloskan diri dengan cara meloncat dari lantai dua dan tiga.vihara_pematang_siantarDari pantauan Pos Metro Siantar (Grup Jawa Pos), titik api berasal dari lantai II, yang merupakan tempat sembahyang teduh para biksu dan umat dari berbagai daerah. Ada dugaan terjadi arus pendek. Api yang meluluhlantakkan bangunan berlantai tiga itu baru bisa dikendalikan setelah empat setengah jam. Di tengah kobaran si jago merah, beberapa kali terdengar dentaman sangat keras. Situasi itu menimbulkan kepanikan. Ribuan warga tumpah ruah di sekitar vihara terbesar di Pematang Siantar itu. Massa beberapa kali menghindar dari puing-puing yang beterbangan.

Api dengan cepat menyebar ke seluruh ruang vihara. Satu per satu ruang itu dilahap si jago merah. Mulai ruang tempat tinggal pegawai dan perpustakaan. Api juga menjilat lantai III dan pagoda vihara. Di tengah kobaran api, beberapa penghuni di lantai II dan lantai III melompat ke sebelah kiri gedung vihara, yang merupakan permukiman warga. Akibat melompat itulah, ada yang patah dan luka-luka. Para korban langsung dilarikan ke RS Vita Insani.

Hanafi, petugas malam vihara, menceritakan, saat itu dia duduk di pos penjagaan. Dia kaget ketika mendengar suara teriakan minta tolong. Dia lantas menuju ruang induk, Phon In Tha. Dari situ dia melihat api sudah membesar di lantai II. Para biksu dan pekerja lain berhamburan menyelamatkan diri. Salah seorang warga Pematang, Br Damanik, menuturkan, kebakaran itu membuat warga yang tinggal di sekitar vihara panik dan berteriak minta tolong. Karena api semakin berkobar, warga segera menyelamatkan harta benda dengan mengeluarkan hampir seluruh isi rumah. Mereka khawatir api menjalar ke permukiman.

Sejumlah ibu yang tempat tinggalnya berdekatan dengan vihara menangis. Mereka mengangkut apa saja yang bisa dibawa. Barang-barang seperti TV, tape, dan berbagai peralatan elektronika milik warga berserakan di jalan. Petugas kebakaran kesulitan menemukan titik api. Ini karena lantai II yang diduga menjadi sumbu api penuh dengan kamar. Api baru dikendalikan setelah empat jam. Pemadaman ini dilakukan enam mobil pemadam kebakaran yang menghabiskan 80 tangki air. Untungnya, api tidak menjalar ke permukiman.

cover_vihara_siantar_99Kebakaran tersebut meluluhlantakkan lantai II dan III vihara. Di antara ruang yang tinggal puing itu adalah ruang sembahyang teduh, ruang makan, rumah tempat tinggal pegawai, ruang perpustakaan, ruang perabuan, serta pagoda vihara. Pukul 05.00 WIB, setelah kobaran api dijinakkan, salah satu korban yang masih hidup mengetuk-ngetuk pintu dari salah satu ruang di lantai III. Korban bernama Ahong, 65, warga Binjai itu terperangkap di salah satu kamar tempat tinggal karyawan. Petugas pemadam kebakaran dan polisi langsung mengevakuasi wanita itu. Karena hawa panas begitu menyengat, petugas terpaksa beberapa kali menunda masuk ke lantai III. Setelah dilakukan penyiraman, petugas baru bisa menembus lantai III dan menemukan Ahong yang sudah kesesakan asap. Dari Ahong inilah petugas mengetahui beberapa orang yang sudah tewas hangus di lantai III. Setelah api benar-benar padam, baru dilakukan evakuasi yang dipimpin Kasatreskrim AKP Bustami. Mereka memasuki satu per satu ruang di lantai II dan III. Korban yang pertama ditemukan adalah Suhu Yuncen, 60, di ruang belakang lantai III yang merupakan ruang makan para suhu. Tubuhnya tergeletak di sebelah meja makan.

Korban kedua ditemukan di lorong kamar tempat tinggal pegawai, yakni Widodo, 50, guru agama Buddha. Seluruh tubuhnya gosong. Korban berikutnya adalah Dian, 23, dan Nijar, 18, warga Sei Rapuh yang merupakan karyawan vihara. Keduanya ditemukan di kamar paling sudut lantai III. Lalu tiga wanita warga Binjai, yakni Ong Aini alias Sumarniah, 42, Ong Aicin, 44, dan Chuchu Hong, 65, ditemukan berdempetan di kamar nomor dua lantai III. Dirjen Bimas Buddha Departemen Agama Budi Setiawan kemarin langsung berkunjung ke Vihara Avalokitesvara. Menurut dia, semua itu cobaan dari Tuhan yang tidak bisa dielakkan. Dia menyebut korban jiwa bisa dinobatkan sebagai pahlawan karena mereka adalah terkena musibah dalam gedung Tuhan. (jpnn/tof)


Minggu, 11 Mei 2008 18:05 WIB
TUJUH KORBAN TEWAS KEBAKARAN VIHARA DIEVAKUASI

Kebakaran Vihara Avalokitesvara di Pematang Siantar, Sumatra Utara, vihara_terbakar_11_5_2008_okMetrotvnews.com, Pematang Siantar: Tujuh korban tewas dalam kebakaran Vihara Avalokitesvara di Pematang Siantar, Sumatra Utara, berhasil dievakuasi, Ahad (11/5) sore. Sementara empat biksu yang menderita luka bakar kini sudah dirawat di Rumah Sakit Vita Insani. Korban tewas terbakar setelah terjebak di lantai tiga vihara terbesar di Pematang Siantar, itu. Tujuh korban tewas masing-masing biksu Yuchense dan dua pekerja di Yayasan Avalokitesvara: Widodo dan Nizar. Sedangkan tiga korban lainnya tamu asal Kota Binjai, Nei, Ai Cia, dan Cici Hong. Sementara empat biksu yang menderita luka bakar adalah suhu Sicang, Sekwat, biksu Surina, dan Suilang. Pihak yayasan berjanji menanggung semua biaya pemakaman dan perawatan para korban.

Sejauh ini belum jelas penyebab kebakaran. Kepala Satuan Reskrim Polresta Pematang Siantar Ajun Komisaris Polisi Bustami mengatakan, masih menyelidiki kasus ini. Besok, polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara.(***)


Sekali lagi :..maka kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain…….

SEBELAS adalah sebuah makna

Ada apa dengan SEBELAS ? Klik Penjelasan berikutnya

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan