Vihara Terbakar dan Gempa Dahsyat : Jawaban Hari Penentuan

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Apakah yang terjadi sesuai dengan penantian artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 dimana dengan jelas bagian dari doa yakni :cover_hari_penentuan_11_5_2008

…maka kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain….

Apakah yang terjadi dengan tgl 11-mei-2008 sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain …. PATUNG-PATUNG TERBAKAR yang menunjukkan pada iktibar n. Ibrahiim sebagaimana kisah terdahulu

Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. (al-ambiyaa’:63)

Patung patung di jaman modern dan jaman ilmu pengetahuan masih banyak patung – patung yang di sembah di era modern ini ? Inilah iktibar yang sesuai dan relevan dengan artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 dimana dengan jelas termuat tentang artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan yang terinspirasi dengan kisah ibrahiim mencari tuhan

Perhatikan isi artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 yang memuat tentang artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan dimana salah satu kisah n. Ibrahiim mencari tuhan, yang pada akhrinya menghancurkan patung-patung tsb :

Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali kepadanya. al-ambiyaa’:38)cover_doa_penentuan_jawaban

Bandingkan dengan kejadian Vihara yang terbakar tepat dari saat yang dinantikan yakni tgl 11-mei-2008 sebagai jawaban atas doa di artikel tsb :cover_vihara_siantar_99

11/05/2008 11:28 WIB
Tujuh Orang Tewas dalam Kebakaran Vihara di Siantar
Khairul Ikhwan – detikcom

Medan – Tujuh orang dinyatakan tewas dalam sebuah kebakaran melanda sebuah viahara di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, Minggu (11/5/2008) dinihari. Kebakaran ini juga menyebabkan delapan lainnya menderita luka-luka. Keterangan yang diperoleh menyebutkan, vihara Avalokitesvara yang berada di Jl Jalan Pematang Siantar, Kota Pematang Siantar, sekitar 128 kilometer dari Medan itu itu terbakar saat kegiatan ibadah sedang berlangsung. Itu sebabnya korban cukup banyak.

Sejauh ini tidak diketahui pasti sumber api, namun dengan cepat merambat ke lantai dua dan tiga yang merupakan lokasi ibadah. Kepala Satuan Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Bustami menyatakan, para korban tewas yang berhasil diidentifikasi sejauh ini baru empat orang, Suhu Yu Sen, Guru Budha Widodo, Dian dan Nizar yang merupakan petugas kebersihan.

“Sementara tiga lainnya yang berjenis kelamin perempuan, masih belum bisa diidentifikasi,” katanya kepada wartawan, Minggu pagi di Siantar. Dalam kasus ini, delapan orang berhasil meyelamatkan diri dengan cara melompat dari vihara.

Dikatakan Bustami, para korban ini berhasil ditemukan setelah dilakukan penyisiran di lokasi kejadian, pada Minggu sekitar pukul 08.00 WIB. Penyisiran baru dilakukan pagi sebab api terus berkobar. Dugaan sementara kebakaran ini bersumber dari konsleting listrik, namun pemeriksaan masih berlangsung.

Vihara yang terbakar ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) karena patung Avalokitesvara Bodhisattva (Dewi Kwan Im) Terbesar. Beratnya 1.500 ton, lebar 8,4 meter dan total tinggi 22,8 meter.

Lho mana patung-patungnya ?, baca di bawah inivihara_terbakar_11_5_2008_ok

    Minggu, 11 Mei 2008 12:10 WIB
DUA VIHARA DI PEMATANG SIANTAR TERBAKAR, 7 TEWAS

    Kebakaran melanda dua vihara di Pematang Siantar, Sumatra Utara

Metrotvnews.com, Pematang Siantar: Sebanyak tujuh orang tewas dalam kebakaran dua bangunan vihara terbesar di Pematang Siantar, Sumatra Utara, Ahad (11/5) dini hari tadi. Petugas vihara dan aparat kepolisian sekitar pukul 10.00 WIB telah berhasil mengevakuasi tujuh korban dari lantai tiga vihara. Dari tujuh korban, empat orang laki-laki dan tiga perempuan, salah satu di antaranya adalah bhiksu. Tiga laki-laki merupakan pekerja vihara dan tiga wanita adalah tamu yang datang dari Binjai untuk beribadah.

Api pertama kali berkobar di bagian belakang vihara. Namun, api merambat dengan cepat hingga mengakibatkan dua bangunan utama vihara ludes. Bangunan utama merupakan tempat sembahyang dan kantor Yayasan Vihara Avalokitesvara. Kebakaran ini terjadi setelah acara sembahyang menjelang Hari Raya Waisak.

Api baru dapat dipadamkan dua jam kemudian setelah Dinas Kebakaran setempat mengerahkan sepuluh unit mobil pemadam. Namun, dua gedung utama, termasuk patung-patung Budha di dalamnya, hangus terbakar. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari ledakan tabung gas di dapur bangunan utama. Sejauh ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(DOR)

Bukti hari penentuan pada Vihara terbesar se AsiaTenggara berlanjut lagi …. jawaban dari doa di artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 ,  dengan esok harinya terjadi gempa dahsyat di China

Dari itu semua di tutup dengan jelas sebagai peringatan sebagai doa tsb yakni “ …. kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain …”

Artinya pertanda dari Allah untuk memberikan pertandaNya dari peristiwa yang mengingatkan pd tgl 11-mei-2008, dan dekat tgl tersebut,  maka tepat tgl 11-mei-2008 yang dinantikan tiba, sebagaimana terbakarnya Vihara yang telah termuat di artikel penantian tsb untuk menunjukkan kepada semua pihak tentang ketuhahan yang benar

Minggu, 11 Mei 2008 23:02 WIB,  PENYEBAB KEBAKARAN VIHARA AVOLOKITESVARA MASIH GELAP
Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sumut menggelar olah TKP di Vihara Avolokitesvara

Metrotvnews.com, Pematang Siantar: Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sumatra Utara menggelar olah tempat kejadian perkara di Vihara Avolokitesvara, Pematang Siantar, Ahad (11/5). Namun tim labfor belum bisa menyimpulkan sumber api yang melalap vihara terbesar di Pamatang Siantar itu. Tim labfor masih menyelidiki penyebab kebakaran lewat pengumpulan sejumlah barang bukti. Tim sempat dihadang kendala karena beberapa titik api masih ada di sekitar vihara. Sementara beberapa petugas pemadam kebakaran juga masih berusaha memadamkan api di bagian belakang vihara. Kebakaran yang terjadi Ahad dini hari itu melumatkan dua bangunan utama vihara. Kebakaran menewaskan tujuh orang, termasuk majelis yang mengikuti ritual sembahyang menyambut Hari Waisak.(***)

Makna SEBELAS sebagai siklus SEBELAS


siklus_sebelas2

Allah swt melalui kitabNya yakni kitab suci Al-Quran memberikan penekanan yang lebih pada numerikal 11 ini:

1) Kisah Yusuf yang memuat 11 :

, ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku , sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS 12:4)

2) Jumlah Surat dalam Al-quran memiliki 11 ayat berjumlah 5 surat (terbanyak bersama surat yang memiliki 8 ayat)

lima_surat_memiliki_11_ayat_

3) Jumlah surat AlQuran   terbanyak yang memiliki pola nosurat dan ayat digitnya berjumlah 11

sebelas_11_Penekanan numerikal 11 pada Al-quran merupakan sesuatu yang patut di jadikan sebuah pijakan akan arti 11 ini, terlebih jumlah surat yang memiliki pola digit 11 sebanyak 11 surat, tiada lain arti dari 11 ini cukup penting, total adalah 121=99+22, dan 99 ada pada tangan manusia

kebesaran-allah-swt-pada-telapak-tangan-manusiaArti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa, Jika Alif=1, Ba=2 maka AlifLamRa=34, sebegai catatan surat 34 (Saba’) berisi 54 ayat yang membentuk simbol 88=34+54, pegingat surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT), memiliki 26 ayat sebagai lambang 88+26=114 adalah jumlah keseluruhan surat al-quran, berisi 5 surat

surat_114_5AlifLamRa juga berjumlah 5 surat

alif_lam_raa_62Numerikal 62 ini merujuka pada surat ke 62 yang berisi 11 ayat yang di terangkan diatas, sebagai salah satu surat dari 5 surat yang memiliki 11 ayat dan jumlah digitnya adalah 6+2+1+1=10,  sebagai 10 jari manusia yang memiliki telapak membentuk 99. Disamping itu 10 juga merujuk pada quran surat 10 memiliki 109 ayat sehingga 10+109=119 yang juga termasuk kelompok sebelas ayat yang memiliki pola jumlah digit =11 yakni 1+0+1+0+9=11. Kemudian jumlah 119 juga memiliki arti yang luas, sebagai makna 99 lagi.

119_menjadi_99

Telah diterangkan diatas arti 121=99+22, dan  ini juga  cukup signifikan karena satu-satunya Surat Al-quran yang memiliki pola nosurat+ayat=121 adalah surat 69 yang memiliki 52 ayat sehingga 121=69+52

69    Surah Al-Haqqah    الحآقّة    Hari kiamat    memilik 52

Jumlah digit dari surat Al-Haqqoh membentuk 6+9+5+2=22 yang merupakan salah satu dari tujuh surat yang memiliki pola samatujuh_surat_22Sebuah doa 22 yang pernah di panjatkan kepadaNya akan warning inidoa_22Sebelas  Surat yang bermakna digit 11 terbanyak dari surat lainnya, menunjukkan keteraturanNya dan penekanan makna, terlebih 11 surat berdigit 11 berjumlah 121, Arti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa dan  AlifLamRa juga berjumlah 5 surat masing-masing surat 10+11+12+14+15=62 sebagai makna surat ke 62 berisi 11 ayat yang membentuk jumlah digit 6+2+1+1=10 merepresentasikan makna 10 jari manusia yang unik, hingga surat 10 yang juga berdigit 11 merupakan surat berjumlah 109 sehingga makna yang dalam bahwa surat surat ke 10 berjumlah 109 menunjukkan makna 10+109=119, dan 4 surat alquran yang memiliki pola nosurat+ayat=119

119 adalah Makna Tidak Kekal


Ada apakah makna dari hal ini ? makna 119 tercatat pada 4 pola  quran yang memiliki ini

119_menjadi_99

Surat Alquran ke 10 berisi 109 ayat membentuk 119=10+109, kemudian surat ke 36 berisi 83 ayat sehingga 119=36+83, surat ke 83 berisi 36 ayat , membentuk 119=83+36, lalu surat ke 89 berisi 30 ayat membentuk 89+30=119, dan semua nomor surat tersebut berjumlah 10+36+83+89=218  hal ini pada ketetapanNya, bahwa manusia tidak-lah kekal sebagai iktibar bagi kita manusia, memori bahwa hidup tidaklah kekal abadi.

[21:8] Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. (QS 21:8)

Ket: Kami tidak menjadikan rasul-rasul itu memiliki tubuh yang berbeda dengan tubuh manusia pada umumnya, seperti tahan hidup tanpa makanan berhari-hari, misalnya. Dan mereka bukanlah orang-orang yang hidup abadi di dunia.

Nomor surat dari bentuk pola 119 menujukkan keteraturan sebagai iktibar, yaitu 10,36,83,89 kesemuanya membentuk 1+0+3+6+8+3+8+9=38 yang tercatat di Quran sebagai Surat ke 38 (Shod) berisi 88 ayat.

[38:88] Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi***

Ket:***

Kebenaran berita-berita Al Quran itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.

Syaikh As Sa’diy berkata, “Surat yang agung ini mengandung peringatan yang bijaksana, berita yang besar, penegakkan hujjah dan dalil bagi orang-orang yang mendustakan Al Qur’an dan menentangnya, serta mendustakan orang yang membawanya, sekaligus pemberitahuan tentang hamba-hamba Allah yang mukhlas, balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka. Oleh karena itu Allah bersumpah di awalnya, bahwa ia mengandung peringatan dan di akhirnya Allah menyifatinya bahwa ia peringatan bagi alam semesta. Demikian pula Allah Subhaanahu wa Ta’aala memperbanyak peringatan di antara awal dan akhir surat, seperti firman-Nya, “Wadzkur ‘abdnaa”, “Wadz kur ibaadanaa”, “Rahmatan min indinaa wa dzikraa”, dan “Haadzaa dzikr.” Ya Allah, ajarilah kami darinya sesuatu yang tidak kami ketahui, ingatkanlah kami sesuatu yang kami lupa, baik lupa dalam arti lalai maupun meninggalkannya.

Huruf Shod adalah huruf yang ke 14, angka ini merujuk pada Surat ke 14 (Ibrahiim) berisi 52 ayat hingga 66=14+52 yang pada banyak pelajaran sebagai bapak Tauhid. Inilah muncul pada tahun 2010 dan tahun 2014
Contoh angka 14 yang lain adalah ketika Al-Quran di bakar di tgl 11, tepatnya 11-9-2010 yang membentuk 1+1+9+2+0+1+0=14, maka terdapat balasanNya

Ajakan Pemurnian Ajaran Tauhid


Didalam milis tersebut terdapatlah suatu ajakan untuk memurnikan ajaran Islam yang disebut sebagai bagian dari kepedulian ketauhidan. Setting latar belakang ajakan adalah gempa jogja  adalah sebuah berita & pengagungan berlebihan terhadap sosok juru kunci merapi saat itu karena beribahdah kepadaNya dengan memakai ‘perantara’ dan membakar kemenyan

hingga terjadi gempa Jogja tgl 27-mei-2006, dan Gempa ini. telah diperingatkan sebelum terjadinya.

Tahun 2006 berlalu, 2007, 2008, 2009 dst …peristiwa pembawa peringatan gempa jogja tetap di kenang dan salah satunya lewat doa 22 yang benar terjadi ketika letusan merapi membawa pesan 22 dari tgl+bln+thn+jam+menit membentuk 22 yang di warningkan hingga mbah marijan selaku tokoh nasional yang di sentralkan ikut menjadi korban, sebagai bagian dari peringatanNya

Bapak Tauhid yakni N. Ibrahim di abadikan oleh Allah swt di surat ke 14 yang memiliki ayat 52, sehingga sebagai satu-satunya surat yang memiliki pola surat+ayat=66, tiada lain tokoh nasional yang terkenal tahun 2006-2010 ikut menjadi korban, adalah jika A=1, B=2 MARIJAN=66.

Sekali lagi ingat surat 14 ini adalah salah satu surat alquran dari 5 surat berawal AlifLamRa yang kesemua surat berjumlah 62 (ingat Jika A=1B=2 … MERAPI=62) …. AlifLamRa, Jika Alif=1, Ba=2 maka AlifLamRa=34, sebegai catatan surat 34 (Saba’) berisi 54 ayat yang membentuk simbol 88=34+54, pegingat surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT), ingatlaqh marijan dan waktu meletus membentuk 66+22=88, qurran surat ke 88 memiliki 26 ayat sebagai lambang 88+26=114 adalah jumlah keseluruhan surat al-quran,.

Sebuah kejaiaban dari kejadian ini bahwa MARIJAN=66 letusan merapi yang membuat beliau tewas …. tgl+bln_thn adalah 26-10-2010 membentuk 2+6+1+0+2+0+1+012… Ajaib bahwa Quran surat ke 66 berisi 12 ayat

Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: JPbukti_lawan_mbah_marijanpress_MPT_bag_1press_MPT_bag_2
Bagi yang ingin mengetahui bagaimana penyebaran brosur di yogyakarta, seperti yang telah dituliskan diatas, silahkan kunjungi halaman ini (Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006) Sebuah doa yang berisi harapan agar semua dapat terhindar dari letusan merapi, namun merapi membawa korban sedikit, cek tgl postingnya
doa_merapi_tgl
doa_merapi2

Apakah Doa Merapi Terjawab ? Ataukah Ritual2x Mbah Marijan Dijawab Oleh Allah Swt ?


Kenyataannya adalah merapi tidak meletus besar, justru terjadi gempa yogyakarta 27-mei-2006, dimana gempa ini oleh yang berdoa telah diperingatkan akan adanya gempa bumi sehari sebelum gempa bumi itu terjadi.


halo_matahari_padang_tandaNya_halo_matahari_padang_tandaNya_2Sebuah keputusan dariNya tentang kejadian demi kejadian, diawali dengan adanya Halo matahari tgl 21-Oktober-2010 yang terjadi dimana-mana (baca Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?) kemudian setelah itu gempa disertai tsunami terjadi tgl 25-oktober-2010, dan akhirnya merapi meletus untuk kesekian kalinya yang menjadikan korban,mbah marijan


Manifestasi pelajaran tentang inspirasi n.Ibrahiim yang terjadi pada jaman modern, kini menjadi sebuah bahasa universal, ketika malapetaka, ketidak-amanan terjadi, maka sesungguhnya, disitulah bibit atau tunas bahkan sosok keadaan persekutuan Allah dengan yang lainnya dapat dicermati.Telah banyak bukti tentang malapetaka yang diakibatkan sikap manusia yang berlebihan ataupun sifat mempersekutukanNya.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)

Ketika timbul malapetaka, bencana, kerusakan, kecelakaan, maka perlu dicermati dan diteliti apakah disitu terdapat unsur unsur yang universal yaitu persekutuan Allah dengan lainnya, sehingga ketika dibalik, ketika terdapat keadaan masyarakat yang banyak mempersekutukanNya, maka tinggal menunggu saat tertentu sehingga malapetaka tersebut datang.

 

Tulisan demi tulisan adalah Simbol yang unik Kesemua adalah Kisah Nyata yang Benar Terjadi dan di vidiokan di bawah ini

 

Kliping berita :


Terjebak Maut di Lantai Tiga

Vihara Terbakar, Tujuh Tewas
MEDAN – Umat Buddha berduka. Vihara Avalokitesra di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pukul 00.30 dini hari kemarin terbakar. Musibah itu mengakibatkan tujuh orang tewas dan sembilan lainnya luka berat. Mereka yang cedera itu meloloskan diri dengan cara meloncat dari lantai dua dan tiga.

Dari pantauan Pos Metro Siantar (Grup Jawa Pos), titik api berasal dari lantai II, yang merupakan tempat sembahyang teduh para biksu dan umat dari berbagai daerah. Ada dugaan terjadi arus pendek. Api yang meluluhlantakkan bangunan berlantai tiga itu baru bisa dikendalikan setelah empat setengah jam.

Di tengah kobaran si jago merah, beberapa kali terdengar dentaman sangat keras. Situasi itu menimbulkan kepanikan. Ribuan warga tumpah ruah di sekitar vihara terbesar di Pematang Siantar itu. Massa beberapa kali menghindar dari puing-puing yang beterbangan.

Api dengan cepat menyebar ke seluruh ruang vihara. Satu per satu ruang itu dilahap si jago merah. Mulai ruang tempat tinggal pegawai dan perpustakaan. Api juga menjilat lantai III dan pagoda vihara. Di tengah kobaran api, beberapa penghuni di lantai II dan lantai III melompat ke sebelah kiri gedung vihara, yang merupakan permukiman warga. Akibat melompat itulah, ada yang patah dan luka-luka. Para korban langsung dilarikan ke RS Vita Insani.

Hanafi, petugas malam vihara, menceritakan, saat itu dia duduk di pos penjagaan. Dia kaget ketika mendengar suara teriakan minta tolong. Dia lantas menuju ruang induk, Phon In Tha. Dari situ dia melihat api sudah membesar di lantai II. Para biksu dan pekerja lain berhamburan menyelamatkan diri.

Salah seorang warga Pematang, Br Damanik, menuturkan, kebakaran itu membuat warga yang tinggal di sekitar vihara panik dan berteriak minta tolong. Karena api semakin berkobar, warga segera menyelamatkan harta benda dengan mengeluarkan hampir seluruh isi rumah. Mereka khawatir api menjalar ke permukiman.

Sejumlah ibu yang tempat tinggalnya berdekatan dengan vihara menangis. Mereka mengangkut apa saja yang bisa dibawa. Barang-barang seperti TV, tape, dan berbagai peralatan elektronika milik warga berserakan di jalan.

Petugas kebakaran kesulitan menemukan titik api. Ini karena lantai II yang diduga menjadi sumbu api penuh dengan kamar. Api baru dikendalikan setelah empat jam. Pemadaman ini dilakukan enam mobil pemadam kebakaran yang menghabiskan 80 tangki air. Untungnya, api tidak menjalar ke permukiman.

Kebakaran tersebut meluluhlantakkan lantai II dan III vihara. Di antara ruang yang tinggal puing itu adalah ruang sembahyang teduh, ruang makan, rumah tempat tinggal pegawai, ruang perpustakaan, ruang perabuan, serta pagoda vihara.

Pukul 05.00 WIB, setelah kobaran api dijinakkan, salah satu korban yang masih hidup mengetuk-ngetuk pintu dari salah satu ruang di lantai III. Korban bernama Ahong, 65, warga Binjai itu terperangkap di salah satu kamar tempat tinggal karyawan.

Petugas pemadam kebakaran dan polisi langsung mengevakuasi wanita itu. Karena hawa panas begitu menyengat, petugas terpaksa beberapa kali menunda masuk ke lantai III.

Setelah dilakukan penyiraman, petugas baru bisa menembus lantai III dan menemukan Ahong yang sudah kesesakan asap.

Dari Ahong inilah petugas mengetahui beberapa orang yang sudah tewas hangus di lantai III. Setelah api benar-benar padam, baru dilakukan evakuasi yang dipimpin Kasatreskrim AKP Bustami. Mereka memasuki satu per satu ruang di lantai II dan III.

Korban yang pertama ditemukan adalah Suhu Yuncen, 60, di ruang belakang lantai III yang merupakan ruang makan para suhu. Tubuhnya tergeletak di sebelah meja makan.

Korban kedua ditemukan di lorong kamar tempat tinggal pegawai, yakni Widodo, 50, guru agama Buddha. Seluruh tubuhnya gosong. Korban berikutnya adalah Dian, 23, dan Nijar, 18, warga Sei Rapuh yang merupakan karyawan vihara. Keduanya ditemukan di kamar paling sudut lantai III. Lalu tiga wanita warga Binjai, yakni Ong Aini alias Sumarniah, 42, Ong Aicin, 44, dan Chuchu Hong, 65, ditemukan berdempetan di kamar nomor dua lantai III.

Dirjen Bimas Buddha Departemen Agama Budi Setiawan kemarin langsung berkunjung ke Vihara Avalokitesvara.

Menurut dia, semua itu cobaan dari Tuhan yang tidak bisa dielakkan. Dia menyebut korban jiwa bisa dinobatkan sebagai pahlawan karena mereka adalah terkena musibah dalam gedung Tuhan. (jpnn/tof)

Minggu, 11 Mei 2008 18:05 WIB
TUJUH KORBAN TEWAS KEBAKARAN VIHARA DIEVAKUASI

Kebakaran Vihara Avalokitesvara di Pematang Siantar, Sumatra Utara

Metrotvnews.com, Pematang Siantar: Tujuh korban tewas dalam kebakaran Vihara Avalokitesvara di Pematang Siantar, Sumatra Utara, berhasil dievakuasi, Ahad (11/5) sore. Sementara empat biksu yang menderita luka bakar kini sudah dirawat di Rumah Sakit Vita Insani.  Korban tewas terbakar setelah terjebak di lantai tiga vihara terbesar di Pematang Siantar, itu. Tujuh korban tewas masing-masing biksu Yuchense dan dua pekerja di Yayasan Avalokitesvara: Widodo dan Nizar. Sedangkan tiga korban lainnya tamu asal Kota Binjai, Nei, Ai Cia, dan Cici Hong.

Sementara empat biksu yang menderita luka bakar adalah suhu Sicang, Sekwat, biksu Surina, dan Suilang. Pihak yayasan berjanji menanggung semua biaya pemakaman dan perawatan para korban.

Sejauh ini belum jelas penyebab kebakaran. Kepala Satuan Reskrim Polresta Pematang Siantar Ajun Komisaris Polisi Bustami mengatakan, masih menyelidiki kasus ini. Besok, polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara.(***)