~Misteri Anak Raksasa Gunung Kelud~

Pelan tapi pasti anak kelud terus tumbuh dan berkembang, dan mengutip wikipedia, gunung kelud, Gunung Kelud (sering disalahtuliskan menjadi Kelut dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet, atau Kloete) adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang tergolong aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang , kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri.

Sebagaimana Gunung Merapi, Gunung Kelud merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sejak tahun 1000 M, Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan terbesar berkekuatan 5 Volcanic Explosivity Index (VEI). play_vidio_youtubeLetusan terakhir Gunung Kelud terjadi pada tahun 2014.

Gunung kelud adalah memiliki arti tersendiri bagi p. Jawa, dimana dalam bahasa universal gunung itu memiliki 88 kelud_jawa_88sebagai KELUD=53 dan JAWA=35 hingga 88=35+53. Peristiwa besar yang mengiringi adalah kelahiran presiden Soekarno dengan letusan kelud, dalam Al-quran 88 ini menujukkan pada surat ke 88 yang berisi 26 ayat sehingga 114=88+26 adalah 114 jumlah surat dalam al-quran.

Presiden RI Pertama Soekarno yang dilahirkan dua pekan setelah Gunung Kelud meletus pada 22-23 Mei 1901 pukul 06.00 WIB dari pasangan suami istri, Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai pada 6 Juni 1901.Kejadian yang berulang saat G. Kelud Meletus 2014, dan Terpilih Presiden RI yang ke 7 adalah Jokowidodo

kelud_presidenNama Jokowidodo membentuk, Jika A=1, B=2 … JOKOWIDODO=121 yang juga muncul pada lahir dan kematian mantan presiden Soeharto Sebagai bentuk 121 yang mudah adalah 99+22, dimana 99 dikenal sebagai simbol asmaul husna dan 22 adalah kitabNya, Sebelum Soeharto meninggal dunia, maka yang diatas jatuh membentuk 22,m Hingga kemudian Soeharto meninggal Dunia membentuk 22, Alam yang berubah menunjukkan kekuatan yang sebenarnya, saat beranjak dewasa kadang terpikir satu pertanyaan : play_vidio_youtube“Bagaimana proses pembentukan gunung ?”, maka dengan adanya lumpur lapindo dan anak G. Kelud, proses itu seolah memberi gambaran untuk jawaban pertanyaan tsb.

Lebih jauh lagi, fenomena alam itu dapat pula di ambil iktibar sebagai ilustrasi atau gambaran perilaku umat manusia,sebagai bentuk keteraturanNya di muka bumi, dan terbukti saat G. Kelud Meletus juga membentuk 22, kelud_22

Setelah kematian Soeharto, Anak Gunung Kelud terus tumbuh, berselang maka fenomena alam itu menjadi headline news dari media besar lewat artikel
Kamis, 14 Feb 2008,

Sehari 2,5 Meter, Anak Kelud Sudah 240 Meter

KEDIRI – Anak Gunung Kelud terus tumbuh. Menurut Budi Prianto, petugas Pos Pengamat Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, kemarin (13/2), tinggi kubah lavaplay_vidio_youtube sudah mencapai 240 meter dengan diameter 400 meter. Itu berarti pertumbuhannya mencapai 30 meter dalam dua minggu atau sekitar 2,5 meter setiap hari. Sebab, pada akhir Januari lalu, ketinggian anak gunung yang tumbuh dari dasar danau kawah itu masih 210 meter. “Kami belum tahu sampai berapa ketinggian kubah lava ini pada akhirnya. Sebab, setiap hari terus bertambah,” ujarnya


Tidak hanya bentuk kebetulan dari bahasan tsb, maka lumpur lapindo-pun berulah dengan kejadian Kamis, 14 Feb 2008 Api Jalan di Udara, Kolam Ikut MembaraSemburan Terbakar, Penjual Mi Luka

Peringatan dini Tim Fergaco bahwa kandungan gas yang muncul dari dalam tanah berpotensi bahaya layak dicamkan. Penjual mi rebus Lilik Nurjanah, 42, harus dirawat di Puskesmas Porong sore kemarin. Gara-garanya, dia tersulut api dari kandungan gas liar di kawasan Jatirejo saat menyalakan kompor. Menurut Kapolsek Porong AKP Dwi Yuliati, kebakaran bermula ketika Lilik melayani seorang pemesan mi rebus di warung, bekas Pasar Buah Jatirejo, sisi timur Jalan Raya Porong. Lilik berniat menyalakan kompor di bagian belakang warung sekitar pukul 16.00 kemarin. “Dia mengira tidak akan terjadi apa-apa karenacover_lumpur_lapindo_99 sudah biasa,” kata Kapolsek. Namun, sulutan api ke kompor ternyata juga menyambar gas liar di sekitar warung. Sebab, di dekat lokasi terdapat semburan air bercampur gas. Semburan itu pernah dicoba ditutup, tapi gagal. “Gas terbakar seperti angin,” tambah Kapolsek. Api sempat berkobar hingga setinggi lima meter. Warga sekitar pun panik. Lilik berteriak karena tubuhnya terkena jilatan api. Dia dilarikan ke Puskesmas Porong. Petugas PMK dari Pemkab Sidoarjo sempat kesulitan memadamkan api. Setiap disiram air, api malah berkobar. Petugas lantas mencampurkan detergen ke air, lalu menyemprotkan ke semburan yang terbakar itu. Sekitar pukul 17.15, api bisa dipadamkan. (riq/roz)


Perhatikan kejadian demi kejadian sebelum anak Gunung Kelud Tumbuh berkembang, maka semuaplay_vidio_youtube kejadian di Indonesia membentuk 99, Numerikal 99 terus menerus hadir di Indonesia, Hingga deretan 99 selalu muncul pada peristiwa besar di Indonesia di tgl kembar, mulai lumpur Lapindo 22-11-2006, Kemudian Jakarta Adam Air Jatuh di tgl kembar 1-1-2007 juga membentuk 99, Hingga Banjir Dahsyat Jakarta di tgl kembar 2-2-2007 juga play_vidio_youtubemembentuk 99 Hingga Kesemuanya Membuat Bangsa Bertobat akan deretan yang runtun ini Kejadian yang berulang lagi di tahun 2008, saat banjir besar Jakarta berulang lagi membentuk 99 lagi

Bayi Rakasa Kelud ‘Berulah’ Di Tgl Kembar 2-2-2014


Waspada kepada yang kembar, terjadi setelah sekian lama bayi raksasa kelud ‘tidur’, Tepat tgl 2-2-2014, maka status, Minggu, 02/02/2014 14:47 WIB Statusnya Dinaikkan Jadi Waspada, Gunung Kelud Ditutup untuk Wisatawan
anak-kelud-Kediri – Status Gunung Kelud di Kabupaten Kediri dinaikkan dari Normal menjadi Waspada. Obyek wisata itu kini disterilkan dari wisatawan dengan jarak 2 kilometer. “Sesuai rekomendasi PVMBG kita tutup,” kata kepala Pos Pengamantan Gunung Kelud Khoirul Huda kepada wartawan, Minggu (2/2/2014). Akibat peningkatan status ini, pukul 09.40 WIB pagi tadi seluruh wisatawan yang sedang berkunjung di obyek wisata Gunung Kelud diimbau untuk segera meninggalkan obyek wisata, Gunung Kelud Waspada, Bupati Kediri Minta Jajaran Siaga DAN Muncul Gelembung di Sekitar Anak Gunung Kelud
Perhatikan bahwa tgl 2-2-2014 membentuk 2+2+2+0+1+4=11, hingga sebuah peringatan yang pernha di gaungkan, lewat siklus SEBELAS

Bayi Rakasa Kelud Meletus 11 (Kembar) Hari Setelah ‘Berulah’ Tgl 2-2-2014


Waspada kepada yang kembar, akhirnya terjadi sebagai selang 11 hari dari anak raksasa kelud berulah, Gunung Kelud Meletus (erupsi) tepat tgl 13 Februari 2014, Kamis, 13/02/2014 23:20 WIB, Gunung Kelud Berstatus Awas, Radius 10 Km dari Puncak Dikosongkan
kelud_22Jakarta – Status Gunung Kelud naik menjadi Awas (level IV). Warga dilarang tinggal dalam radius 10 kilometer dari puncak gunung berapi yang terletak di Jawa Timur ini. “Kenaikan Status AWAS adalah status peringatan tertinggi dari gunung berapi berdasarkan ancamannya. Radius ditetapkan 10 km dari puncak kawah Gunung Kelud tidak ada aktifitas masyarakat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui surat elektroniknya, Kamis (13/2/2014). Penetapan status ini berlaku sejak pukul 21.15 WIB karena ada peningkatan aktifitas vulkanis. Sedikitnya 200 ribu orang tinggal dalam radius 10 Km dari puncak. “Ada sekitar 200.000 jiwa lebih masyarakat dari 36 desa yang tinggal di dalam radius 10 km,” ujar Sutopo. Belum ada informasi proses evakuasi yang akan dilakukan. Pada Senin (10/2) lalu, status Gunung Kelud adalah siaga (level III). Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak mendekati puncak kawah Gunung Kelud.
Kemudian tidak berapa lama, meletus, Gunung Kelud Erupsi, Warga Dievakuasi Menuju Pos Pengungsian hingga sampai saat ini letusan berkali-kali

  1. Dentuman Gunung Kelud Terdengar Hingga Jateng
  2. Jumat, 14/02/2014 00:21 WIB, Letusan Gunung Kelud Masih Terus Belangsung, Hujan Kerikil Radius 15 KM
  3. Letusan Gunung Kelud Bikin Kaca Rumah di Pati Jateng Bergetar
  4. Hujan Kerikil Gunung Kelud Sampai Pare Jatim
  5. Getaran Dentuman Gunung Kelud Bikin Rumah di Kediri Ambruk
  6. Gemuruh Genung Kelud Terdengar Hingga Bali
  7. Hujan Abu Gunung Kelud Sampai ke Yogyakarta

Anak Kelud sudah hilang di ganti menjadi danau, Anak Gunung Kelud Berubah Menjadi Danau

anak_kelud_hilang

Apakah pesan universal dari Anak Kelud dan Lumpur Lapindo ?

Bahasan pesan ini adalah sentuhan kesadaran, bukan sebagai klenik, paranormal atau hal hal mistis dan ghoib. Pesan ini universal semua orang bisa membaca, melihat dan membuat kesimpulan atas pesan tsb, layaknya ketika kita di beri sakit, maka secara ilmiah kita ke dokter dan di beri obat, lebih jauh lagi sakit yang kita derita adalah teguran dan sang Maha Kuasa terhadap perilaku kita, lihat ditanggal kembar yang mudah di-ingat oleh manusia. Tepat tgl 22-11-2006 pipa gas lumpur lapindo meledak mengeluarkan api yang menyala sangat hebat, Api Ledakan Pipa Pertamina di Lapindo Berlafal Allah & Kuda Laut

Manusia tanpa rasa sakit menyebabkan dirinya menjadi sombong, apalagi ketika semua dapat di atasi oleh dokter atau obat obatan, maka manusia akan menganggap bahwa sang Maha Kuasa tidak memiliki maksud terhadap sakit kita. Jadilah sedikit demi sedikit, presepsi kita terhadap semua fenomena alam (termasuk sakit ) menjadi presepsi jauh dari sang Maha Kuasa. Manusia bijaksana, layaknya menyadari keterbatasan dirinya dan ilmu pengetahuan sehingga menerima dan menyadari keberadaan sang Maha Kuasa atas fenomena yang terjadi (termasuk ketika sakit)
Kembali pada bahasan anak kelud, pelan tapi pasti fenomena ini merupakan iktibar yang ingin di tunjukkan kepada kita sebagai gambaran penerus generasi nanti. Saat ini anak anak kita masih kecil, dan akan tumbuh dewasa dimana sudah jauh dari angkatan pejuang kemerdekaan
Generasi anak anak kita adalah warisan dari tingkah orang orang saat ini, sama juga generasi saat ini pula merupakan warisan dari tingkah orang orang terdahulu. Dua presiden memiliki pro dan kontra dan terwariskan dalam perkembangan politik yang pada akhirnya dan mau tidak mau kita saat ini larut pula dalam pro dan kontra warisan tsb. Terakhir sebelum meninggal, mantan presiden Soeharto memberikan inspirasi adanya bahaya kondisi sosial masyarakat saat ini, cover_soeharto_meninggal_22 (selengkapnya baca [Misteri Kematian Soeharto] Ada apa di balik Kematian Soeharto?) Jan 29, 2008 8:31 am
Kondisi Masyarakat Saat Ini Adalah Kehilangan Pemimpin Yang Di Teladani, Semua Masyarakat Saat Ini Ibarat Bayi Berkepala Dua Yakni Kemampuan Terbatas (Satu Tubuh) Namun Maunya Banyak, Sehingga Saling Rebut, Sikut Dan Bersaing Tidak Sehat

Saat anak Gunung Kelud terus tumbuh, rentang tersebut, mantan penguasa orde baru meninggal membentul 22, dan akhirnya G. Kelud meletus membentuk 22, maka sebenarnya dapat dilihat akan 22 ini ketika soeharto meninggal dunia membentuk 121 = 99+22, hingga muncul pemimpin baru Indonesia yang secara numerikal adalah 121 juga (JOKOWIDODO=121). Dua kejadian yang berurutan membentuk tol_bandara_lumpuh99 dan 22, sebagai banjir besar Jakarta 1-2-2008 membentuk 99

Sabtu, 02/02/2008 : 00:03 [T]engah Malam, Tol Cawang-Tomang Masih Belum Bergerak, 06:48 [T]ol Jakarta-Tangerang Macet, Tol Bandara Tertutup, 11:26 [B]anjir Jakarta Telan 3 Nyawa, 11:41 [R]ibuan Korban Banjir Jakarta Mulai Mengungsi

Apa yang MENGINGATKAN dari berita-berita di atas ?


Sabtu, 02 Feb 2008, Istana Dikepung Banjir,
Cengkareng Lumpuh
Jadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu
JAKARTA – Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. sby-kebanjiranSebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu lintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.

Anak Raksasa Gunung Kelud Telah Meletus Tanda Pergantian Pimpinan


lumpur_lapindo_xAnak raksasa yang menyembul mulai tahun 2007, hingga tahun 2008, maka benar terjadi meletus, 13-februari-2014, dalam rentang 7 tahun, hingga lahirlah presiden ke 7 yang memiliki nama membentuk 121=99+22

Pekerjaan rumah dari generasi ke 7 presiden RI cukup banyak, kondisi saat ini akan di wariskan kepada generasi anak cucu kita, kondisi saat ini sangat berbahaya dan di ulangi warning bahaya bahaya, Lihat iktibar dari lumpur lapindo yang menjadi perhatian tidak hanya nasional, namun skala dunia-pun menaruh perhatian pada kejadian langka ini.

Masalah apakah lapindo itu ?
Ya …. pesan jelas bahwa itu adalah masalah sumber daya alam (terlepas dari kesalahan pengeboran). Sumber daya alam sebagai kekayaan dan energi adalah masalah terbesar dari generasi berikutnya (anak cucu kita). Saat ini pemakaian sumber daya alam sebagai penopang kegiatan ekonomi sangat besar, dan kurang ada terobosan yang kuta agar bertahan tanpa sumber daya alam
Ingatlah sumber daya alam ini akan habis dan diwariskan kepada anak cucu kita, lihat gambaran lapindo sebagai masalah sumber daya alam, kemudian anak kelud yang terus membesar dengan mengeringkan air danau

 

Sementara itu, Bupati Kediri Sutrisno tak khawatir dengan hilangnya danau Kelud berwarna kehijauanplay_vidio_youtube yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata di sana. Baginya, Kelud tetap elok dan bisa dijual tanpa hal itu. “Apakah tempat wisata itu harus ada airnya?” tanyanya. Salah satu konsep yang bisa dikembangkan di sana adalah wisata petualangan atau wisata pengetahuan tentang kegunungapian. (tyo/hid/roy)

Air Danau kehijauan laksana sumber kehidupan atau sebagai penopang laju ekonomi, perlahan habis di pakai/di jual oleh generasi saat ini, mereka tanpa sadar dan tidak kuatir telah mewariskan air danau yang kosong, hingga sumber daya alam semakin sedikit maka berebut-lah untuk mendapatkan sumber daya itu.

Laksana anak kelud yang menerobos kubah lava, itulah nafsu manusia saat ini, perlombaan dan persaingan tidak sehat, yang kaya harus semakin kaya, sementara yang miskin melongo, pada akhirnya mereka berebut mengelola sumber daya alam tanpa sadar sumber daya alam itu habis layaknya danau yang hilang Ibarat anak kelud yang terus tumbuh dan tidak sadar bahkan tidak kuatir air danau telah habis, maka orang-orang sekitar kelud malah mensiasati anak kelud tsb dengan cara tradisional (baca Gunung kelud dan pelajaranNya)
Larung sesaji, malah suhu G. KELUD naik ( Sep 12, 2007 10:14 am) kemudian malah memperburuk masalah lewat sesaji Tidak mempan larung, gelar ritual Sep 21, 2007 3:14 am.

Padahal pelajaran yang dapat dibaca secara universal lewat quran : Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya. (Ibrahim:46))

Pelajaran Gunung lenyap sebagaimana kasus G. Merapi,

Cara tradisional dalam menghadapi anak kelud dapat meniadakan arti sebenarnya gunung itu sebagai iktibar generasi anak cucu kita, lihat berkali kali hal ini terjadi baca berita ini Peningkatan Status Gunung Kelud Setelah Ritual pejabat
gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Lalu mengapa tahun 2008 ini cara itu masih dipakai ?

Senin, 04 Feb 2008 Kubah Lava Capai 210 Meter, Pintu Terowongan Dibuka, Warga Gelar Ruwatan
………. Kades yang kembali terpilih untuk periode kedua ini menambahkan, ruwatan Suro dimaksudkan agar Kediri dan sekitarnya diberi keselamatan. “Sugihwaras kan masuk di ring 1. Makanya kami berdoa agar diberi keselamatan,” imbuhnya. Hal ini diamini oleh Mbah Ronggo. Menurutnya, ruwatan Suro di dekat kawah Kelud tersebut sudah menjadi ritual tahunan. Makanya, mereka tetap menggelarnya di sana. “Mau di mana lagi? Wong setiap suroan juga di sini,” katanya. Dia menuturkan, ruwatan atau selamatan kemarin bukanlah pengganti larung sesaji. Melainkan, murni tradisi yang mereka gelar sendiri setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa


30 Januari 2008, 18:56:45, Laporan Birgitta Nurina Ningga Mone, Pemkab Kediri Tetap Gelar Larung Sesaji
suarasurabaya.net| Meski danau kawah Gunung Kelud sudah hilang menyusul kemunculan kubah lava, Pemerintah Kabupaten Kediri tetap akan menggelar larung sesaji. Hanya saja bentuk ritual larung sesaji akan berbeda dari tahun sebelumnya. HERU COKRO Kepala Seksi Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri pada DICKY reporter Radio Andika Kediri dalam Jaring Suara Surabaya, Rabu (30/01), mengatakan bentuk larung sesaji yang akan digelar tahun ini masih belum ditentukan. Namun yang jelas, pihaknya tetap menggelar karena merupakan agenda rutin Pemkab Kediri. Selain itu ritual larung sesaji juga merupakan daya tarik wisata Gunung Kelud. Larung sesaji merupakan wujud kegiatan sebagai syukur pada Tuhan atas kemakmuran dan kesuburan wilayah Kabupaten Kediri. (bir/tin)
Ritual di Puncak Kelud
Warga lereng Gunung Kelud Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, melakukan ritual di area berbahaya di Pucak Gunung Kelud, Minggu (3/2). Tim vukanologi Bandung telah memberikan peringatan bahwa radius 1,5 km dari puncak Kelud dinyatakan berbahaya. NURAINI FAIQ 03-02-2008


Senin, 04 Feb 2008 Kubah Lava Capai 210 Meterpenampakan_awan_keludPintu Terowongan Dibuka, Warga Gelar Ruwatan, KEDIRI – Kubah lava Gunung Kelud masih terus berkembang. Berdasarkan data di Pos Pemantau Gunung Kelud, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, ketinggiannya hingga akhir Januari lalu telah mencapai 210 meter. Sedangkan diameternya 400 meter. “Kubah lava itu akan terus berkembang karena saat ini aktivitasnya masih berlangsung,” ujar Budi Prianto, petugas pemantau di pos tersebut, kepada Radar Kediri kemarin. Budi mengatakan, rata-rata pertumbuhan anak Gunung Kelud itu sekitar 10 centimeter setiap hari. Karena masih beraktivitas, hingga kemarin seismograf di pos pemantau tetap mencatat adanya kegempaan. Yakni, gempa embusan. Sampai pukul 06.00, frekuensinya tercatat sebanyak 143 kali. Data ini jauh menurun dibanding 1 dan 2 Januari lalu yang mencapai 844 dan 779 kali. “Untuk gempa tektonik dan vulkanik tidak ada,” katanya. Masih adanya aktivitas di dapur magma juga diketahui dari munculnya gas CO2 dari kubah lava. Makanya, lanjut Budi, Kelud masih tetap bertahan pada status waspada. Pada radius 1,5 kilometer dari lokasi kubah lava, orang dilarang untuk mendekat. Ini demi keselamatan. Namun, dari pantauan Radar Kediri, peringatan itu seringkali diabaikan oleh warga maupun wisatawan. Meskipun terowongan yang menjadi akses paling mudah menuju kawah sudah ditutup, mereka banyak yang nekat. Puluhan wisatawan tetap bisa mencapainya meski harus berjalan memutar tebing.

Akan tetapi, khusus kemarin, pintu terowongan dibuka. Warga Sugihwaras yang dipimpin Kepala Desa Bejo Utami dan juru kunci Kelud Mbah Ronggo menggelar ruwatan Suro di dekat kubah lava. Ini dilakukan mulai sekitar pukul 08.00 hingga pukul 09.00. “Pintu terowongan ini dibuka hanya untuk suroan ini saja. Setelah ini akan kami tutup lagi,” ujar Bejo. Kades yang kembali terpilih untuk periode kedua ini menambahkan, ruwatan Suro dimaksudkan agar Kediri dan sekitarnya diberi keselamatan. “Sugihwaras kan masuk di ring 1. Makanya kami berdoa agar diberi keselamatan,” imbuhnya. Hal ini diamini oleh Mbah Ronggo. Menurutnya, ruwatan Suro di dekat kawah Kelud tersebut sudah menjadi ritual tahunan. Makanya, mereka tetap menggelarnya di sana. “Mau di mana lagi? Wong setiap suroan juga di sini,” katanya. Dia menuturkan, ruwatan atau selamatan kemarin bukanlah pengganti larung sesaji. Melainkan, murni tradisi yang mereka gelar sendiri setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Sementara itu, Kepala Kantor Pariwisata dan Seni Budaya (Parsenibud) Kabupaten Kediri Mudjianto melalui Kasi Objek Daya Tarik Wisata M.Z. Heru Cokro mengatakan, karena saat ini air danau di kawah Kelud sudah tidak ada, maka acara larung sesaji nanti diganti dengan selamatan. Hanya saja, tradisinya sebagai objek wisata akan tetap dipakai sebagai andalan untuk menarik wisatawan. “Waktunya tetap bulan September,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah. (tyo/hid)


Kamis, 14 Feb 2008, Sehari 2,5 Meter, Anak Kelud Sudah 240 Meter larung_sesaji_gunung_keludKEDIRI – Anak Gunung Kelud terus tumbuh. Menurut Budi Prianto, petugas Pos Pengamat Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, kemarin (13/2), tinggi kubah lava sudah mencapai 240 meter dengan diameter 400 meter. Itu berarti pertumbuhannya mencapai 30 meter dalam dua minggu atau sekitar 2,5 meter setiap hari. Sebab, pada akhir Januari lalu, ketinggian anak gunung yang tumbuh dari dasar danau kawah itu masih 210 meter. “Kami belum tahu sampai berapa ketinggian kubah lava ini pada akhirnya. Sebab, setiap hari terus bertambah,” ujarnya saat dihubungi Radar Kediri (Grup Jawa Pos) tadi malam. Kubah lava itu kali pertama terdeteksi pada 4 November 2007. Awalnya hanya berupa noktah hitam di tengah danau kawah disertai kepulan asap putih yang tebal. Lalu, dari hari ke hari, noktah hitam tersebut semakin besar dan akhirnya membentuk kubah lava. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas dalam dapur magma yang berada di bawah kawah tak mampu menjebol sumbat lava. Karena itu, Kelud tak jadi meletus dan muncullah anak gunung tersebut. Budi mengatakan, hingga kemarin status Gunung Kelud masih berada di level waspada. PVMBG belum menurunkannya menjadi aktif normal. Sebab, aktivitas di dapur magma masih terus terjadi. Hal itu tecermin dari terus tumbuhnya kubah lava. Juga mengepulnya asap putih dan meluncurnya material panas dari puncak kubah lava. Dengan status tersebut, lanjutnya, dalam radius 1,5 kilometer, warga dilarang mendekat. Terowongan yang menjadi akses termudah dan terdekat menuju kawah pun masih ditutup. “Tapi, peringatan ini sering tidak dipatuhi. Masih banyak warga yang mendekat ke kubah lava,” katanya. Para pengunjung itu biasanya memilih jalan setapak yang memutar mengelilingi tebing. “Kami hanya bisa mengimbau karena Kelud masih berbahaya. Sebab, masih ada kandungan CO2-nya,” lanjut pria berkacamata itu. Efek CO2 mengganggu pernapasan. Budi menambahkan, dua hari lalu masih terjadi gempa embusan 175 kali dan gempa tektonik dua kali. Lalu, kemarin hingga pukul 06.00 WIB, terekam 48 kali gempa embusan tanpa ada gempa tektonik.

Sementara itu, Bupati Kediri Sutrisno tak khawatir dengan hilangnya danau Kelud berwarna kehijauan yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata di sana. Baginya, Kelud tetap elok dan bisa dijual tanpa hal itu. “Apakah tempat wisata itu harus ada airnya?” tanyanya. Salah satu konsep yang bisa dikembangkan di sana adalah wisata petualangan atau wisata pengetahuan tentang kegunungapian. (tyo/hid/roy)


Sekali lagi, Perhatikan bahwa tgl 2-2-2014 membentuk 2+2+2+0+1+4=11, hingga sebuah peringatan yang pernah di gaungkan, lewat siklus SEBELAS

Makna SEBELAS sebagai siklus SEBELAS

Ada apa dengan SEBELAS ? Klik Penjelasan berikutnya

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya