Misteri Keanehan Anak Raksasa Gunung Kelud Yang Meletus

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Pelan tapi pasti anak kelud terus tumbuh dan berkembang, dan mengutip wikipedia, gunung kelud,

Gunung Kelud (sering disalahtuliskan menjadi Kelut dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet, atau Kloete) adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang tergolong aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang , kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri.

Sebagaimana Gunung Merapi, Gunung Kelud merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sejak tahun 1000 M, Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan terbesar berkekuatan 5 Volcanic Explosivity Index (VEI). Letusan terakhir Gunung Kelud terjadi pada tahun 2014.kelud_jawa_88

Gunung kelud adalah memiliki arti tersendiri bagi p. Jawa, dimana dalam bahasa universal gunung itu memiliki 88 sebagai KELUD=53 dan JAWA=35 hingga 88=35+53. Peristiwa besar yang mengiringi adalah kelahiran presiden Soekarno dengan letusan kelud, dalam Al-quran 88 ini menujukkan pada surat ke 88 yang berisi 26 ayat sehingga 114=88+26 adalah 114 jumlah surat dalam al-quran.

Presiden RI Pertama Soekarno yang dilahirkan dua pekan setelah Gunung Kelud meletus pada 22-23 Mei 1901 pukul 06.00 WIB dari pasangan suami istri, Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai pada 6 Juni 1901.soekarno_mudaKejadian yang berulang saat G. Kelud Meletus 2014, dan Terpilih Presiden RI yang ke 7 adalah Jokowidodo

kelud_presiden

Nama Jokowidodo membentuk, Jika A=1, B=2 … JOKOWIDODO=121 yang juga muncul pada lahir dan kematian mantan presiden Soeharto

misteri_kematian_soeharto_sama_dengan_kelahiran_soekarno misteri_kelahiran_soehartoSebagai bentuk 121 yang mudah adalah 99+22, dimana 99 dikenal sebagai simbol asmaul husna dan 22 adalah kitabNya

cover_22_surat_muhammadSebelum Soeharto meninggal dunia, maka yang diatas jatuh membentuk 22

aagm_22Hingga kemudian Soeharto meninggal Dunia membentuk 22

cover_soeharto_meninggal_22

Alam yang berubah menunjukkan kekuatan yang sebenarnya, saat beranjak dewasa kadang terpikir satu pertanyaan : “Bagaimana proses pembentukan gunung ?”, maka dengan adanya lumpur lapindo dan anak G. Kelud, proses itu seolah memberi gambaran untuk jawaban pertanyaan tsb.

Lebih jauh lagi, fenomena alam itu dapat pula di ambil iktibar sebagai ilustrasi atau gambaran perilaku umat manusia,sebagai bentuk keteraturanNya di muka bumi, dan terbukti saat G. Kelud Meletus juga membentuk 22

kelud_22

Setelah kematian Soeharto, Anak Gunung Kelud terus tumbuh,  berselang maka fenomena alam itu menjadi headline news dari media besar lewat artikel

Kamis, 14 Feb 2008,

Sehari 2,5 Meter, Anak Kelud Sudah 240 Meter

KEDIRI – Anak Gunung Kelud terus tumbuh. Menurut Budi Prianto, petugas Pos Pengamat Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, kemarin (13/2), tinggi kubah lava sudah mencapai 240 meter dengan diameter 400 meter. Itu berarti pertumbuhannya mencapai 30 meter dalam dua minggu atau sekitar 2,5 meter setiap hari. Sebab, pada akhir Januari lalu, ketinggian anak gunung yang tumbuh dari dasar danau kawah itu masih 210 meter. “Kami belum tahu sampai berapa ketinggian kubah lava ini pada akhirnya. Sebab, setiap hari terus bertambah,” ujarnya

Tidak hanya bentuk kebetulan dari bahasan tsb, maka lumpur lapindo-pun berulah dengan kejadian

Kamis, 14 Feb 2008
Api Jalan di Udara, Kolam Ikut MembaraSemburan Terbakar, Penjual Mi Luka

Peringatan dini Tim Fergaco bahwa kandungan gas yang muncul dari dalam tanah berpotensi bahaya layak dicamkan. Penjual mi rebus Lilik Nurjanah, 42, harus dirawat di Puskesmas Porong sore kemarin. Gara-garanya, dia tersulut api dari kandungan gas liar di kawasan Jatirejo saat menyalakan kompor. Menurut Kapolsek Porong AKP Dwi Yuliati, kebakaran bermula ketika Lilik melayani seorang pemesan mi rebus di warung, bekas Pasar Buah Jatirejo, sisi timur Jalan Raya Porong. Lilik berniat menyalakan kompor di bagian belakang warung sekitar pukul 16.00 kemarin. “Dia mengira tidak akan terjadi apa-apa karena sudah biasa,” kata Kapolsek. Namun, sulutan api ke kompor ternyata juga menyambar gas liar di sekitar warung. Sebab, di dekat lokasi terdapat semburan air bercampur gas. Semburan itu pernah dicoba ditutup, tapi gagal. “Gas terbakar seperti angin,” tambah Kapolsek. Api sempat berkobar hingga setinggi lima meter. Warga sekitar pun panik. Lilik berteriak karena tubuhnya terkena jilatan api. Dia dilarikan ke Puskesmas Porong. Petugas PMK dari Pemkab Sidoarjo sempat kesulitan memadamkan api. Setiap disiram air, api malah berkobar. Petugas lantas mencampurkan detergen ke air, lalu menyemprotkan ke semburan yang terbakar itu. Sekitar pukul 17.15, api bisa dipadamkan. (riq/roz)

Perhatikan kejadian demi kejadian sebelum anak Gunung Kelud Tumbuh berkembang, maka semua kejadian di Indonesia membentuk 99

Numerikal 99 terus menerus hadir di Indonesia,

Hingga deretan 99 selalu muncul pada peristiwa besar di Indonesia di tgl kembar, mulai lumpur Lapindo 22-11-2006

cover_lumpur_lapindo_99

Kemudian Jakarta Adam Air Jatuh di tgl kembar 1-1-2007 juga membentuk 99

cover_adam_air_99

Hingga Banjir Dahsyat Jakarta di tgl kembar 2-2-2007 juga membentuk 99

cover_banjir_jkt_2007_99

Hingga Kesemuanya Membuat Bangsa Bertobat akan deretan yang runtun ini

Kejadian yang berulang lagi di tahun 2008, saat banjir besar Jakarta berulang lagi membentuk 99 lagi

cover_banjir_jakarta_2008_99

 

Bayi Rakasa Kelud ‘Berulah’ Di Tgl Kembar 2-2-2014


Waspada kepada yang kembar,waspada_kembar_dunia

terjadi setelah sekian lama bayi raksasa kelud ‘tidur’, Tepat tgl 2-2-2014, maka status, Minggu, 02/02/2014 14:47 WIB Statusnya Dinaikkan Jadi Waspada, Gunung Kelud Ditutup untuk Wisatawan

anak-kelud-Kediri – Status Gunung Kelud di Kabupaten Kediri dinaikkan dari Normal menjadi Waspada. Obyek wisata itu kini disterilkan dari wisatawan dengan jarak 2 kilometer. “Sesuai rekomendasi PVMBG kita tutup,” kata kepala Pos Pengamantan Gunung Kelud Khoirul Huda kepada wartawan, Minggu (2/2/2014). Akibat peningkatan status ini, pukul 09.40 WIB pagi tadi seluruh wisatawan yang sedang berkunjung di obyek wisata Gunung Kelud diimbau untuk segera meninggalkan obyek wisata, Gunung Kelud Waspada, Bupati Kediri Minta Jajaran Siaga DAN Muncul Gelembung di Sekitar Anak Gunung Kelud

Perhatikan bahwa tgl 2-2-2014 membentuk 2+2+2+0+1+4=11, hingga sebuah peringatan yang pernha di gaungkan, lewat siklus SEBELAS

siklus_sebelas2Dan terbukti pada tahun 2007,

sebelas_kejadian_besar_2007_ok

Makna SEBELAS sebagai siklus SEBELAS


siklus_sebelas2

Allah swt melalui kitabNya yakni kitab suci Al-Quran memberikan penekanan yang lebih pada numerikal 11 ini:

1) Kisah Yusuf yang memuat 11 :

, ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku , sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS 12:4)

2) Jumlah Surat dalam Al-quran memiliki 11 ayat berjumlah 5 surat (terbanyak bersama surat yang memiliki 8 ayat)

lima_surat_memiliki_11_ayat_

3) Jumlah surat AlQuran   terbanyak yang memiliki pola nosurat dan ayat digitnya berjumlah 11

sebelas_11_Penekanan numerikal 11 pada Al-quran merupakan sesuatu yang patut di jadikan sebuah pijakan akan arti 11 ini, terlebih jumlah surat yang memiliki pola digit 11 sebanyak 11 surat, tiada lain arti dari 11 ini cukup penting, total adalah 121=99+22, dan 99 ada pada tangan manusia

kebesaran-allah-swt-pada-telapak-tangan-manusiaArti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa, Jika Alif=1, Ba=2 maka AlifLamRa=34, sebegai catatan surat 34 (Saba’) berisi 54 ayat yang membentuk simbol 88=34+54, pegingat surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT), memiliki 26 ayat sebagai lambang 88+26=114 adalah jumlah keseluruhan surat al-quran, berisi 5 surat

surat_114_5AlifLamRa juga berjumlah 5 surat

alif_lam_raa_62Numerikal 62 ini merujuka pada surat ke 62 yang berisi 11 ayat yang di terangkan diatas, sebagai salah satu surat dari 5 surat yang memiliki 11 ayat dan jumlah digitnya adalah 6+2+1+1=10,  sebagai 10 jari manusia yang memiliki telapak membentuk 99. Disamping itu 10 juga merujuk pada quran surat 10 memiliki 109 ayat sehingga 10+109=119 yang juga termasuk kelompok sebelas ayat yang memiliki pola jumlah digit =11 yakni 1+0+1+0+9=11. Kemudian jumlah 119 juga memiliki arti yang luas, sebagai makna 99 lagi.

119_menjadi_99

Telah diterangkan diatas arti 121=99+22, dan  ini juga  cukup signifikan karena satu-satunya Surat Al-quran yang memiliki pola nosurat+ayat=121 adalah surat 69 yang memiliki 52 ayat sehingga 121=69+52

69    Surah Al-Haqqah    الحآقّة    Hari kiamat    memilik 52

Jumlah digit dari surat Al-Haqqoh membentuk 6+9+5+2=22 yang merupakan salah satu dari tujuh surat yang memiliki pola samatujuh_surat_22Sebuah doa 22 yang pernah di panjatkan kepadaNya akan warning inidoa_22Sebelas  Surat yang bermakna digit 11 terbanyak dari surat lainnya, menunjukkan keteraturanNya dan penekanan makna, terlebih 11 surat berdigit 11 berjumlah 121, Arti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa dan  AlifLamRa juga berjumlah 5 surat masing-masing surat 10+11+12+14+15=62 sebagai makna surat ke 62 berisi 11 ayat yang membentuk jumlah digit 6+2+1+1=10 merepresentasikan makna 10 jari manusia yang unik, hingga surat 10 yang juga berdigit 11 merupakan surat berjumlah 109 sehingga makna yang dalam bahwa surat surat ke 10 berjumlah 109 menunjukkan makna 10+109=119, dan 4 surat alquran yang memiliki pola nosurat+ayat=119

119 adalah Makna Tidak Kekal


Ada apakah makna dari hal ini ? makna 119 tercatat pada 4 pola  quran yang memiliki ini

119_menjadi_99

Surat Alquran ke 10 berisi 109 ayat membentuk 119=10+109, kemudian surat ke 36 berisi 83 ayat sehingga 119=36+83, surat ke 83 berisi 36 ayat , membentuk 119=83+36, lalu surat ke 89 berisi 30 ayat membentuk 89+30=119, dan semua nomor surat tersebut berjumlah 10+36+83+89=218  hal ini pada ketetapanNya, bahwa manusia tidak-lah kekal sebagai iktibar bagi kita manusia, memori bahwa hidup tidaklah kekal abadi.

[21:8] Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. (QS 21:8)

Ket: Kami tidak menjadikan rasul-rasul itu memiliki tubuh yang berbeda dengan tubuh manusia pada umumnya, seperti tahan hidup tanpa makanan berhari-hari, misalnya. Dan mereka bukanlah orang-orang yang hidup abadi di dunia.

Nomor surat dari bentuk pola 119 menujukkan keteraturan sebagai iktibar, yaitu 10,36,83,89 kesemuanya membentuk 1+0+3+6+8+3+8+9=38 yang tercatat di Quran sebagai Surat ke 38 (Shod) berisi 88 ayat.

[38:88] Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi***

Ket:***

Kebenaran berita-berita Al Quran itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.

Syaikh As Sa’diy berkata, “Surat yang agung ini mengandung peringatan yang bijaksana, berita yang besar, penegakkan hujjah dan dalil bagi orang-orang yang mendustakan Al Qur’an dan menentangnya, serta mendustakan orang yang membawanya, sekaligus pemberitahuan tentang hamba-hamba Allah yang mukhlas, balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka. Oleh karena itu Allah bersumpah di awalnya, bahwa ia mengandung peringatan dan di akhirnya Allah menyifatinya bahwa ia peringatan bagi alam semesta. Demikian pula Allah Subhaanahu wa Ta’aala memperbanyak peringatan di antara awal dan akhir surat, seperti firman-Nya, “Wadzkur ‘abdnaa”, “Wadz kur ibaadanaa”, “Rahmatan min indinaa wa dzikraa”, dan “Haadzaa dzikr.” Ya Allah, ajarilah kami darinya sesuatu yang tidak kami ketahui, ingatkanlah kami sesuatu yang kami lupa, baik lupa dalam arti lalai maupun meninggalkannya.

Huruf Shod adalah huruf yang ke 14, angka ini merujuk pada Surat ke 14 (Ibrahiim) berisi 52 ayat hingga 66=14+52 yang pada banyak pelajaran sebagai bapak Tauhid. Inilah muncul pada tahun 2010 dan tahun 2014
Contoh angka 14 yang lain adalah ketika Al-Quran di bakar di tgl 11, tepatnya 11-9-2010 yang membentuk 1+1+9+2+0+1+0=14, maka terdapat balasanNya

Ajakan Pemurnian Ajaran Tauhid


Didalam milis tersebut terdapatlah suatu ajakan untuk memurnikan ajaran Islam yang disebut sebagai bagian dari kepedulian ketauhidan. Setting latar belakang ajakan adalah gempa jogja  adalah sebuah berita & pengagungan berlebihan terhadap sosok juru kunci merapi saat itu karena beribahdah kepadaNya dengan memakai ‘perantara’ dan membakar kemenyan

hingga terjadi gempa Jogja tgl 27-mei-2006, dan Gempa ini. telah diperingatkan sebelum terjadinya.

Tahun 2006 berlalu, 2007, 2008, 2009 dst …peristiwa pembawa peringatan gempa jogja tetap di kenang dan salah satunya lewat doa 22 yang benar terjadi ketika letusan merapi membawa pesan 22 dari tgl+bln+thn+jam+menit membentuk 22 yang di warningkan hingga mbah marijan selaku tokoh nasional yang di sentralkan ikut menjadi korban, sebagai bagian dari peringatanNya

Bapak Tauhid yakni N. Ibrahim di abadikan oleh Allah swt di surat ke 14 yang memiliki ayat 52, sehingga sebagai satu-satunya surat yang memiliki pola surat+ayat=66, tiada lain tokoh nasional yang terkenal tahun 2006-2010 ikut menjadi korban, adalah jika A=1, B=2 MARIJAN=66.

Sekali lagi ingat surat 14 ini adalah salah satu surat alquran dari 5 surat berawal AlifLamRa yang kesemua surat berjumlah 62 (ingat Jika A=1B=2 … MERAPI=62) …. AlifLamRa, Jika Alif=1, Ba=2 maka AlifLamRa=34, sebegai catatan surat 34 (Saba’) berisi 54 ayat yang membentuk simbol 88=34+54, pegingat surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT), ingatlaqh marijan dan waktu meletus membentuk 66+22=88, qurran surat ke 88 memiliki 26 ayat sebagai lambang 88+26=114 adalah jumlah keseluruhan surat al-quran,.

Sebuah kejaiaban dari kejadian ini bahwa MARIJAN=66 letusan merapi yang membuat beliau tewas …. tgl+bln_thn adalah 26-10-2010 membentuk 2+6+1+0+2+0+1+012… Ajaib bahwa Quran surat ke 66 berisi 12 ayat

Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: JPbukti_lawan_mbah_marijanpress_MPT_bag_1press_MPT_bag_2
Bagi yang ingin mengetahui bagaimana penyebaran brosur di yogyakarta, seperti yang telah dituliskan diatas, silahkan kunjungi halaman ini (Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006) Sebuah doa yang berisi harapan agar semua dapat terhindar dari letusan merapi, namun merapi membawa korban sedikit, cek tgl postingnya
doa_merapi_tgl
doa_merapi2

Apakah Doa Merapi Terjawab ? Ataukah Ritual2x Mbah Marijan Dijawab Oleh Allah Swt ?


Kenyataannya adalah merapi tidak meletus besar, justru terjadi gempa yogyakarta 27-mei-2006, dimana gempa ini oleh yang berdoa telah diperingatkan akan adanya gempa bumi sehari sebelum gempa bumi itu terjadi.


halo_matahari_padang_tandaNya_halo_matahari_padang_tandaNya_2Sebuah keputusan dariNya tentang kejadian demi kejadian, diawali dengan adanya Halo matahari tgl 21-Oktober-2010 yang terjadi dimana-mana (baca Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?) kemudian setelah itu gempa disertai tsunami terjadi tgl 25-oktober-2010, dan akhirnya merapi meletus untuk kesekian kalinya yang menjadikan korban,mbah marijan


Manifestasi pelajaran tentang inspirasi n.Ibrahiim yang terjadi pada jaman modern, kini menjadi sebuah bahasa universal, ketika malapetaka, ketidak-amanan terjadi, maka sesungguhnya, disitulah bibit atau tunas bahkan sosok keadaan persekutuan Allah dengan yang lainnya dapat dicermati.Telah banyak bukti tentang malapetaka yang diakibatkan sikap manusia yang berlebihan ataupun sifat mempersekutukanNya.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)

Ketika timbul malapetaka, bencana, kerusakan, kecelakaan, maka perlu dicermati dan diteliti apakah disitu terdapat unsur unsur yang universal yaitu persekutuan Allah dengan lainnya, sehingga ketika dibalik, ketika terdapat keadaan masyarakat yang banyak mempersekutukanNya, maka tinggal menunggu saat tertentu sehingga malapetaka tersebut datang.

 

Bayi Rakasa Kelud Meletus 11 (Kembar)  Hari Setelah ‘Berulah’ Tgl 2-2-2014


Waspada kepada yang kembar, akhirnya terjadi sebagai selang 11 hari dari anak raksasa kelud berulah,  Gunung Kelud Meletus (erupsi) tepat tgl 13 Februari 2014, Kamis, 13/02/2014 23:20 WIB, Gunung Kelud Berstatus Awas, Radius 10 Km dari Puncak Dikosongkan

kelud_22Jakarta – Status Gunung Kelud naik menjadi Awas (level IV). Warga dilarang tinggal dalam radius 10 kilometer dari puncak gunung berapi yang terletak di Jawa Timur ini. “Kenaikan Status AWAS adalah status peringatan tertinggi dari gunung berapi berdasarkan ancamannya. Radius ditetapkan 10 km dari puncak kawah Gunung Kelud tidak ada aktifitas masyarakat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui surat elektroniknya, Kamis (13/2/2014). Penetapan status ini berlaku sejak pukul 21.15 WIB karena ada peningkatan aktifitas vulkanis. Sedikitnya 200 ribu orang tinggal dalam radius 10 Km dari puncak. “Ada sekitar 200.000 jiwa lebih masyarakat dari 36 desa yang tinggal di dalam radius 10 km,” ujar Sutopo. Belum ada informasi proses evakuasi yang akan dilakukan. Pada Senin (10/2) lalu, status Gunung Kelud adalah siaga (level III). Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak mendekati puncak kawah Gunung Kelud.

Kemudian tidak berapa lama, meletus, Gunung Kelud Erupsi, Warga Dievakuasi Menuju Pos Pengungsian hingga sampai saat ini letusan berkali-kali

  1. Dentuman Gunung Kelud Terdengar Hingga Jateng
  2. Jumat, 14/02/2014 00:21 WIB, Letusan Gunung Kelud Masih Terus Belangsung, Hujan Kerikil Radius 15 KM
  3. Letusan Gunung Kelud Bikin Kaca Rumah di Pati Jateng Bergetar
  4. Hujan Kerikil Gunung Kelud Sampai Pare Jatim
  5. Getaran Dentuman Gunung Kelud Bikin Rumah di Kediri Ambruk
  6. Gemuruh Genung Kelud Terdengar Hingga Bali
  7. Hujan Abu Gunung Kelud Sampai ke Yogyakarta

Anak Kelud sudah hilang di ganti menjadi danau, Anak Gunung Kelud Berubah Menjadi Danau

anak_kelud_hilang

Apakah pesan universal dari Anak Kelud dan Lumpur Lapindo ?

Bahasan pesan ini adalah sentuhan kesadaran, bukan sebagai klenik, paranormal atau hal hal mistis dan ghoib. Pesan ini universal semua orang bisa membaca, melihat dan membuat kesimpulan atas pesan tsb, layaknya ketika kita di beri sakit, maka secara ilmiah kita ke dokter dan di beri obat, lebih jauh lagi sakit yang kita derita adalah teguran dan sang Maha Kuasa terhadap perilaku kita, lihat ditanggal kembar yang mudah di-ingat oleh manusia. Tepat tgl 22-11-2006 pipa gas lumpur lapindo meledak mengeluarkan api yang menyala sangat hebat, Api Ledakan Pipa Pertamina di Lapindo Berlafal Allah & Kuda Laut

Manusia tanpa rasa sakit menyebabkan dirinya menjadi sombong, apalagi ketika semua dapat di atasi oleh dokter atau obat obatan, maka manusia akan menganggap bahwa sang Maha Kuasa tidak memiliki maksud terhadap sakit kita. Jadilah sedikit demi sedikit, presepsi kita terhadap semua fenomena alam (termasuk sakit ) menjadi presepsi jauh dari sang Maha Kuasa. Manusia bijaksana, layaknya menyadari keterbatasan dirinya dan ilmu pengetahuan sehingga menerima dan menyadari keberadaan sang Maha Kuasa atas fenomena yang terjadi (termasuk ketika sakit)

Kembali pada bahasan anak kelud, pelan tapi pasti fenomena ini merupakan iktibar yang ingin di tunjukkan kepada kita sebagai gambaran penerus generasi nanti. Saat ini anak anak kita masih kecil, dan akan tumbuh dewasa dimana sudah jauh dari angkatan pejuang kemerdekaan

Generasi anak anak kita adalah warisan dari tingkah orang orang saat ini, sama juga generasi saat ini pula merupakan warisan dari tingkah orang orang terdahulu. Dua presiden memiliki pro dan kontra dan terwariskan dalam perkembangan politik yang pada akhirnya dan mau tidak mau kita saat ini larut pula dalam pro dan kontra warisan tsb. Terakhir sebelum meninggal, mantan presiden Soeharto memberikan inspirasi adanya bahaya kondisi sosial masyarakat saat ini, cover_soeharto_meninggal_22 (selengkapnya baca [Misteri Kematian Soeharto] Ada apa di balik Kematian Soeharto?) Jan 29, 2008 8:31 am

Kondisi Masyarakat Saat Ini Adalah Kehilangan Pemimpin Yang Di Teladani, Semua Masyarakat Saat Ini Ibarat Bayi Berkepala Dua Yakni Kemampuan Terbatas (Satu Tubuh) Namun Maunya Banyak, Sehingga Saling Rebut, Sikut Dan Bersaing Tidak Sehat

 

Saat anak Gunung Kelud terus tumbuh, rentang tersebut, mantan penguasa orde baru meninggal membentul 22, dan akhirnya G. Kelud meletus membentuk 22, maka sebenarnya dapat dilihat akan 22 ini ketika soeharto meninggal dunia membentuk 121 = 99+22, hingga muncul pemimpin baru Indonesia yang secara numerikal adalah 121 juga (JOKOWIDODO=121).

 cover_soeharto_meninggal_22Dua kejadian yang berurutan membentuk 99 dan 22, sebagai banjir besar Jakarta 1-2-2008 membentuk 99

cover_banjir_jakarta_2008_99

Sabtu, 02/02/2008
  • 00:03  [T]engah Malam, Tol Cawang-Tomang Masih Belum Bergerak
  • 06:48  [T]ol Jakarta-Tangerang Macet, Tol Bandara Tertutup
  • 11:26  [B]anjir Jakarta Telan 3 Nyawa
  • 11:41 [R]ibuan Korban Banjir Jakarta Mulai Mengungsi tol_bandara_lumpuh
Apa yang MENGINGATKAN dari berita-berita di atas ?


Sabtu, 02 Feb 2008,
Cengkareng Lumpuh
Jadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu
JAKARTA – Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. Sebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu lintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.

Anak Raksasa Gunung Kelud Telah Meletus  Tanda Pergantian Pimpinan


Anak raksasa yang menyembul mulai tahun 2007, hingga tahun 2008, maka benar terjadi meletus, 13-februari-2014, dalam rentang 7 tahun, hingga lahirlah presiden ke 7 yang memiliki nama membentuk 121=99+22

Pekerjaan rumah dari generasi ke 7 presiden RI cukup banyak, kondisi saat ini akan di wariskan kepada generasi anak cucu kita, kondisi saat ini sangat berbahaya dan di ulangi warning bahaya bahaya, Lihat iktibar dari lumpur lapindo yang menjadi perhatian tidak hanya nasional, namun skala dunia-pun menaruh perhatian pada kejadian langka ini.

Masalah apakah lapindo itu ?

lumpur_lapindo_x

Ya …. pesan jelas bahwa itu adalah masalah sumber daya alam (terlepas dari kesalahan pengeboran). Sumber daya alam sebagai kekayaan dan energi adalah masalah terbesar dari generasi berikutnya (anak cucu kita). Saat ini pemakaian sumber daya alam sebagai penopang kegiatan ekonomi sangat besar, dan kurang ada terobosan yang kuta agar bertahan tanpa sumber daya alam
Ingatlah sumber daya alam ini akan habis dan diwariskan kepada anak cucu kita, lihat gambaran lapindo sebagai masalah sumber daya alam, kemudian anak kelud yang terus membesar dengan mengeringkan air danau

Sementara itu, Bupati Kediri Sutrisno tak khawatir dengan hilangnya danau Kelud berwarna kehijauan yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata di sana. Baginya, Kelud tetap elok dan bisa dijual tanpa hal itu. “Apakah tempat wisata itu harus ada airnya?” tanyanya. Salah satu konsep yang bisa dikembangkan di sana adalah wisata petualangan atau wisata pengetahuan tentang kegunungapian. (tyo/hid/roy)

Air Danau kehijauan laksana sumber kehidupan atau sebagai penopang laju ekonomi, perlahan habis di pakai/di jual oleh generasi saat ini, mereka tanpa sadar dan tidak kuatir telah mewariskan air danau yang kosong, hingga sumber daya alam semakin sedikit maka berebut-lah untuk mendapatkan sumber daya itu.

Laksana anak kelud yang menerobos kubah lava, itulah nafsu manusia saat ini, perlombaan dan persaingan tidak sehat, yang kaya harus semakin kaya, sementara yang miskin melongo, pada akhirnya mereka berebut mengelola sumber daya alam tanpa sadar sumber daya alam itu habis layaknya danau yang hilang

Ibarat anak kelud yang terus tumbuh dan tidak sadar bahkan tidak kuatir air danau telah habis, maka orang-orang sekitar kelud malah mensiasati anak kelud tsb dengan cara tradisional (baca Gunung kelud dan pelajaranNya)

Larung sesaji, malah suhu G. KELUD naik ( Sep 12, 2007 10:14 am) kemudian malah memperburuk masalah lewat sesaji Tidak mempan larung, gelar ritual Sep 21, 2007 3:14 am.

Padahal pelajaran yang dapat dibaca secara universal lewat quran

(Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya. (Ibrahim:46))

Pelajaran Gunung lenyap sebagaimana kasus G. Merapi,

Cara tradisional dalam menghadapi anak kelud dapat meniadakan arti sebenarnya gunung itu sebagai iktibar generasi anak cucu kita, lihat berkali kali hal ini terjadi baca berita ini Peningkatan Status Gunung Kelud Setelah Ritual pejabat

gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Lalu mengapa tahun 2008 ini cara itu masih dipakai ?

Senin, 04 Feb 2008 Kubah Lava Capai 210 Meter, Pintu Terowongan Dibuka, Warga Gelar Ruwatan

………. Kades yang kembali terpilih untuk periode kedua ini menambahkan, ruwatan Suro dimaksudkan agar Kediri dan sekitarnya diberi keselamatan. “Sugihwaras kan masuk di ring 1. Makanya kami berdoa agar diberi keselamatan,” imbuhnya. Hal ini diamini oleh Mbah Ronggo. Menurutnya, ruwatan Suro di dekat kawah Kelud tersebut sudah menjadi ritual tahunan. Makanya, mereka tetap menggelarnya di sana. “Mau di mana lagi? Wong setiap suroan juga di sini,” katanya. Dia menuturkan, ruwatan atau selamatan kemarin bukanlah pengganti larung sesaji. Melainkan, murni tradisi yang mereka gelar sendiri setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa

30 Januari 2008, 18:56:45, Laporan Birgitta Nurina Ningga Mone, Pemkab Kediri Tetap Gelar Larung Sesaji

suarasurabaya.net| Meski danau kawah Gunung Kelud sudah hilang menyusul kemunculan kubah lava, Pemerintah Kabupaten Kediri tetap akan menggelar larung sesaji. Hanya saja bentuk ritual larung sesaji akan berbeda dari tahun sebelumnya. HERU COKRO Kepala Seksi Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri pada DICKY reporter Radio Andika Kediri dalam Jaring Suara Surabaya, Rabu (30/01), mengatakan bentuk larung sesaji yang akan digelar tahun ini masih belum ditentukan. Namun yang jelas, pihaknya tetap menggelar karena merupakan agenda rutin Pemkab Kediri. Selain itu ritual larung sesaji juga merupakan daya tarik wisata Gunung Kelud. Larung sesaji merupakan wujud kegiatan sebagai syukur pada Tuhan atas kemakmuran dan kesuburan wilayah Kabupaten Kediri. (bir/tin)

Ritual di Puncak Kelud

Warga lereng Gunung Kelud Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, melakukan ritual di area berbahaya di Pucak Gunung Kelud, Minggu (3/2). Tim vukanologi Bandung telah memberikan peringatan bahwa radius 1,5 km dari puncak Kelud dinyatakan berbahaya. NURAINI FAIQ 03-02-2008

Tulisan demi tulisan adalah Simbol yang unik Kesemua adalah Kisah Nyata yang Benar Terjadi dan di vidiokan di bawah ini

Kliping berita


Senin, 04 Feb 2008
Kubah Lava Capai 210 Meter

Pintu Terowongan Dibuka, Warga Gelar Ruwatan
KEDIRI – Kubah lava Gunung Kelud masih terus berkembang. Berdasarkan data di Pos Pemantau Gunung Kelud, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, ketinggiannya hingga akhir Januari lalu telah mencapai 210 meter. Sedangkan diameternya 400 meter. “Kubah lava itu akan terus berkembang karena saat ini aktivitasnya masih berlangsung,” ujar Budi Prianto, petugas pemantau di pos tersebut, kepada Radar Kediri kemarin. Budi mengatakan, rata-rata pertumbuhan anak Gunung Kelud itu sekitar 10 centimeter setiap hari. Karena masih beraktivitas, hingga kemarin seismograf di pos pemantau tetap mencatat adanya kegempaan. Yakni, gempa embusan. Sampai pukul 06.00, frekuensinya tercatat sebanyak 143 kali. Data ini jauh menurun dibanding 1 dan 2 Januari lalu yang mencapai 844 dan 779 kali. “Untuk gempa tektonik dan vulkanik tidak ada,” katanya. Masih adanya aktivitas di dapur magma juga diketahui dari munculnya gas CO2 dari kubah lava. Makanya, lanjut Budi, Kelud masih tetap bertahan pada status waspada. Pada radius 1,5 kilometer dari lokasi kubah lava, orang dilarang untuk mendekat. Ini demi keselamatan. Namun, dari pantauan Radar Kediri, peringatan itu seringkali diabaikan oleh warga maupun wisatawan. Meskipun terowongan yang menjadi akses paling mudah menuju kawah sudah ditutup, mereka banyak yang nekat. Puluhan wisatawan tetap bisa mencapainya meski harus berjalan memutar tebing.

Akan tetapi, khusus kemarin, pintu terowongan dibuka. Warga Sugihwaras yang dipimpin Kepala Desa Bejo Utami dan juru kunci Kelud Mbah Ronggo menggelar ruwatan Suro di dekat kubah lava. Ini dilakukan mulai sekitar pukul 08.00 hingga pukul 09.00. “Pintu terowongan ini dibuka hanya untuk suroan ini saja. Setelah ini akan kami tutup lagi,” ujar Bejo. Kades yang kembali terpilih untuk periode kedua ini menambahkan, ruwatan Suro dimaksudkan agar Kediri dan sekitarnya diberi keselamatan. “Sugihwaras kan masuk di ring 1. Makanya kami berdoa agar diberi keselamatan,” imbuhnya. Hal ini diamini oleh Mbah Ronggo. Menurutnya, ruwatan Suro di dekat kawah Kelud tersebut sudah menjadi ritual tahunan. Makanya, mereka tetap menggelarnya di sana. “Mau di mana lagi? Wong setiap suroan juga di sini,” katanya. Dia menuturkan, ruwatan atau selamatan kemarin bukanlah pengganti larung sesaji. Melainkan, murni tradisi yang mereka gelar sendiri setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Sementara itu, Kepala Kantor Pariwisata dan Seni Budaya (Parsenibud) Kabupaten Kediri Mudjianto melalui Kasi Objek Daya Tarik Wisata M.Z. Heru Cokro mengatakan, karena saat ini air danau di kawah Kelud sudah tidak ada, maka acara larung sesaji nanti diganti dengan selamatan. Hanya saja, tradisinya sebagai objek wisata akan tetap dipakai sebagai andalan untuk menarik wisatawan. “Waktunya tetap bulan September,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah. (tyo/hid) Kamis, 14 Feb 2008,
Sehari 2,5 Meter, Anak Kelud Sudah 240 Meter


KEDIRI – Anak Gunung Kelud terus tumbuh. Menurut Budi Prianto, petugas Pos Pengamat Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, kemarin (13/2), tinggi kubah lava sudah mencapai 240 meter dengan diameter 400 meter. Itu berarti pertumbuhannya mencapai 30 meter dalam dua minggu atau sekitar 2,5 meter setiap hari. Sebab, pada akhir Januari lalu, ketinggian anak gunung yang tumbuh dari dasar danau kawah itu masih 210 meter. “Kami belum tahu sampai berapa ketinggian kubah lava ini pada akhirnya. Sebab, setiap hari terus bertambah,” ujarnya saat dihubungi Radar Kediri (Grup Jawa Pos) tadi malam. Kubah lava itu kali pertama terdeteksi pada 4 November 2007. Awalnya hanya berupa noktah hitam di tengah danau kawah disertai kepulan asap putih yang tebal. Lalu, dari hari ke hari, noktah hitam tersebut semakin besar dan akhirnya membentuk kubah lava. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas dalam dapur magma yang berada di bawah kawah tak mampu menjebol sumbat lava. Karena itu, Kelud tak jadi meletus dan muncullah anak gunung tersebut. Budi mengatakan, hingga kemarin status Gunung Kelud masih berada di level waspada. PVMBG belum menurunkannya menjadi aktif normal. Sebab, aktivitas di dapur magma masih terus terjadi. Hal itu tecermin dari terus tumbuhnya kubah lava. Juga mengepulnya asap putih dan meluncurnya material panas dari puncak kubah lava. Dengan status tersebut, lanjutnya, dalam radius 1,5 kilometer, warga dilarang mendekat. Terowongan yang menjadi akses termudah dan terdekat menuju kawah pun masih ditutup. “Tapi, peringatan ini sering tidak dipatuhi. Masih banyak warga yang mendekat ke kubah lava,” katanya. Para pengunjung itu biasanya memilih jalan setapak yang memutar mengelilingi tebing. “Kami hanya bisa mengimbau karena Kelud masih berbahaya. Sebab, masih ada kandungan CO2-nya,” lanjut pria berkacamata itu. Efek CO2 mengganggu pernapasan. Budi menambahkan, dua hari lalu masih terjadi gempa embusan 175 kali dan gempa tektonik dua kali. Lalu, kemarin hingga pukul 06.00 WIB, terekam 48 kali gempa embusan tanpa ada gempa tektonik.

Sementara itu, Bupati Kediri Sutrisno tak khawatir dengan hilangnya danau Kelud berwarna kehijauan yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata di sana. Baginya, Kelud tetap elok dan bisa dijual tanpa hal itu. “Apakah tempat wisata itu harus ada airnya?” tanyanya. Salah satu konsep yang bisa dikembangkan di sana adalah wisata petualangan atau wisata pengetahuan tentang kegunungapian. (tyo/hid/roy)