~Misteri Soeharto Berpulang & Banjir Jakarta~

cover_banjir_jakarta_2008_99Banjir terjadi di Jakarta, setelah Soeharto meninggal dunia (baca [Misteri Kematian Soeharto] Mengapa Tepat pkl 01.10 PM ?), Banjir terjadi dan berkibat luas pada tgl 1-2-2008, mengutip kehebohan hari itu yang di muat di media-media:

JawaPos
Sabtu, 02 Feb 2008, Istana Dikepung Banjir, Cengkareng Lumpuh , Jadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu JAKARTA – Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. Sebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu misteri_kematian_soeharto_sama_dengan_kelahiran_soekarnolintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.


Sabtu, 02 Feb 2008,SBY Pindah Mobil, Kalla Pinjam Anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla memang kebal gangguan keamanan. Tapi, kali ini Paspampres harus melawan musuh yang tak bisa ditembak: banjir. Inilah kisah perjuangan pimpinan republik itu menembus banjir

aagm_22Surya , Kebanjiran, SBY Ngompreng Saturday, 02 February 2008 Jakarta-Surya, Banjir yang hampir merata di kota Jakarta, Jumat (1/2) kemarin, ternyata tak hanya membuat masyarakat awam kerepotan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun ikut jadi korban banjir. Itu terjadi setelah mobil kepresidenan, sedan Mercy dengan plat nomor RI-1, terjebak kemacetan karena jalan yang dilalui rombongan presiden tergenang air.Saat itu, sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan kendaraan kepresidenan yang baru pulang dari Karawang, Jawa Barat, sudah sampai di Jl MH Thamrin, Jakarta, untuk kembali ke istana kepresidenan. SBY memang baru saja melakukan inspeksi mendadak ke Kawarang untuk melihat perkembangan harga bahan kebutuhan pokok.


cover_soeharto_meninggal_22Kejadian yang berulang lagi di tahun 2008, saat peristiwa besar terjadi atas diri penguasa Orde Baru, meninggal dunia juga membentuk simbol 99, jika A=1, B=2 … Soeharto=101. Sebagai keteraturanNya, hingga dari tgl kematian beliau yakni 27-1-2008 membentuk 20 sehigga 121=101+20 yang tiada lain 99+22, Dan Meninggalnya pak Harto secara implisit juga memberikan arti saat sebelumnya yang di atas jatuh membentuk 22 dan beliau meninggal juga membentuk 22, Hingga akhirnya 5 hari berlalu dari meninggalnya pak Harto, maka Jakarta Banjir Dahsyat … dan lagi-lagi muncul numerikal 99 sebagai bagian peringatanNya kepada umat manusia.
PeringatanNya kepada umat manusia khusunya di Indonesia secara nyata terjadi lewat Banjir Dahsyat Jakarta, meninggal soeharto dan banyak kejadian yang runtun agar kembali kepadaNya

Sabtu, 02 Feb 2008,
Istana Dikepung Banjir, Cengkareng Lumpuh
sby-kebanjiranJadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu JAKARTA – Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. Sebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu lintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.Kepala Cabang (Kacab) PT Angkasa Pura (AP) II Herianto menjelaskan, karena jarak pandang 300 meter, pesawat dilarang mendarat. Ditambah kondisi landasan pacu (runway) yang tergenang air hujan hingga setinggi 15 sentimeter. “Itu riskan untuk pendaratan pesawat,” tegasnya.Akibatnya, 177 pesawat mengalami perubahan jadwal. Rinciannya, keberangkatan 92 penerbangan tertunda dan 85 pesawat yang menuju Jakarta terpaksa dialihkan ke bandara lain atau ditunda keberangkatannya. Saat dibuka, lalu lintas pesawat menjadi sangat padat. Beberapa keberangkatan tertunda hingga malam.Menurut laporan hingga pukul 21.00 tadi malam, jalan tol menuju Bandara Km 23-Km 27 masih terendam. Ketinggian air di perkirakan mencapai 50 cm. Hanya mobil besar yang bisa lewat. Jalan menuju bandara lumpuh.Banjir kemarin sama dahsyatnya dengan banjir pada 2002 dan 2007. Ketiga peristiwa itu sama-sama terjadi pada awal Februari. Setidaknya, hal itu dilihat dari ketinggian air yang mencapai 20-50 cm di jalan protokol seperti Jl Thamrin.Di etalase Jakarta itu, terjadi kemacetan total. Bahkan, rombongan Presiden SBY yang akan menuju Istana Merdeka terjebak di jalan utama tersebut. Presiden terpaksa berganti mobil saat tiba.

(Berita presiden terjebak banjir, baca : …….. di halaman ini).

Genangan air juga mengepung istana. Di Jalan Merdeka Utara, lokasi Istana Merdeka itu, ketinggian air mencapai 50 cm. Sebagian air tersebut berasal dari air yang dipompa dari dalam istana. Akibat angin kencang, pohon tanjung di halaman Istana Negara tumbang.Akses menuju Istana Wapres juga banjir. Ketinggian air di Jalan Merdeka Selatan mencapai 50 cm. Di jalan tersebut, selain Istana Wapres, ada balai kota dan Kedubes AS. Hujan lebat seharian itu membuat sejumlah perumahan di Jakarta juga terendam atau terisolasi karena digenangi air hingga satu meter. Banyak mobil dan motor yang nekat menerobos, sehingga mesin kendaraan mati. Berdasar pantauan koran ini, jalan putus terjadi di Jalan Kebayoran Lama sepanjang 100 meter dengan ketinggian air 60 cm, Pal Merah (300 meter, setinggi 50 cm), serta Slipi (100 meter, setinggi 40 cm). Jalan terputus juga terjadi mulai depan kantor Bank Indonesia hingga perempatan Jalan Sudirman yang tergenang air setinggi 40 cm. Tak sedikit yang memilih berputar arah lantaran luapan air dari anak sungai di sekitar jalan utama itu sangat deras. Begitu pula di Jalan Budi Kemulyaan, mulai depan kantor KPUD hingga Bundaran Indosat. Ketinggian air mencapai 50 cm. Genangan juga terjadi di pertigaan depan Istana Merdeka dari arah Jalan Merdeka Barat setinggi 30 cm.Selain itu, di sepanjang Jalan Lapangan Banteng Utara hingga depan Hotel Borobudur, tinggi genangan mencapai 30 cm. Genangan terus berlanjut sepanjang ruas jalan depan Stasiun Gambir hingga Tugu Tani. Untuk ruas jalan itu, hanya separo bagian timur yang tergenang. Akibatnya, banyak kendaraan yang melintas memilih lajur kanan. Sementara itu, pohon tumbang juga terjadi di depan kantor sekretariat negara. Namun, petugas Dinas Pertamanan dengan sigap datang ke lokasi dan langsung memotong batang pohon yang roboh, kemudian diangkut menggunakan truk. Tumbangnya pohon itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang. Aliran listrik di sejumlah kawasan juga padam sejak pukul 12.00. Misalnya, di Petamburan, Jakarta Pusat. Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Jaya Azwar Lubis membantah telah terjadi pemadaman listrik. “Sejauh ini belum ada pemadaman listrik. Tapi, itu bergantung situasi dan banjir_waduk_jatiluhurkondisi. Jika terpaksa, pemadaman menunggu perintah dari APD (area pengatur distribusi),” ungkapnya.Gubernur DKI Fauzi Bowo menjelaskan, banyaknya ruas jalan yang tergenang itu disebabkan buruknya drainase. Banyak selokan yang mampet. Misalnya, di Jalan Sudirman-Thamrin. Di ruas jalan tersibuk tersebut, praktis drainase tidak berfungsi optimal. Sebab, pembangunan yang dilakukan kontraktor belum sempurna. Termasuk di Kwitang, Cempaka Putih, serta depan kantor LPPM. “Saya sudah memerintahkan agar kontraktor dipanggil. Pekerjaan kok begitu buruk,” katanya kesal saat ditemui di balai kota kemarin. Menurut Manajer Krisis Center Heru Joko Santoso, genangan akibat hujan deras kemarin hampir merata terjadi di lima wilayah DKI. Hingga sore, ada sekitar 34 kelurahan di 15 kecamatan se-DKI yang terkena banjir. Misalnya, di Jakarta Pusat, banjir terjadi di 11 kelurahan di empat kecamatan. Di antaranya, banjir di Cempaka Putih dengan ketinggian 15-30 cm.Genangan tertinggi terjadi di Petamburan RT 05-08/RW 01 yang mencapai 80 cm; RT 06, 08, 09/RW 02 (80 cm); RT 04-09/RW 03 (100 cm); RT 007, 010, 011, 014/RW 04 (70 cm); RT 009, 010, 018/RW 05 (50 cm); serta depan kelurahan Petamburan (100 cm). Di daerah Kemayoran, ketinggian air mencapai 50 cm, Kebon Kosong (30 cm), Sumur Batu (40 cm), Serdang (70 cm), Harapan Mulya (50 cm), Cempaka Baru (40 cm), Gunung Sahari Selatan (30 cm), dan Gambir sekitar Istana Wapres (5 cm).Sementara itu, di Jakarta Barat, banjir menggenangi tujuh kelurahan di lima kecamatan. Misalnya, di Grogol (40 cm), daerah Tanjung Duren Sawit (20-50 cm), Jati Pulo-Palmerah (40 cm), Kota Bambu Utara (25-50 cm), kawasan Cengkareng (40 cm), serta Kebon Jeruk Jl Raya Srengseng (30 cm). Heru mengungkapkan, untuk kawasan Jakarta Selatan, banjir melanda dua titik. Yakni, di Petogogan, Kebayoran Baru, banjir terjadi di RT 001-010/RW 01. Selain itu, banjir melanda kawasan Gunung RW 08 Jl Hang Lekiu setinggi 20 cm.Untuk Jakarta Timur, ada satu kelurahan yang tergenang. Yakni di Rambutan, Ciracas, setinggi 20-60 cm.
Yang lebih merata, banjir terjadi di Jakarta Utara. Ada 15 kelurahan di lima kecamatan. Misalnya, di Penjaringan (30 cm), Penjagalan (50 cm), Kapuk Muara di empat titik (30 cm), dan Pluit (40 cm). Di Cilincing, banjir terjadi di Marunda, Rorotan, Sukapura (15 cm). Di Pademangan Barat, ketinggian air mencapai 40 cm, Pademangan Timur (15 cm), Kelapa Gading Barat (40 cm), Pegangsaan II (40 cm), dan kawasan Lagoa, Koja (20 cm). Heru mengungkapkan, hingga kemarin sore, ketinggian air di Pintu Air Manggarai mencapai 825 cm, 120 cm, Katulampa (80 cm), Karet (678 cm), Pesanggrahan (135 cm), Pulogadung (735 cm), dan Pasar Ikan (113 cm). “Untuk titik-titik rawan, sudah disiapkan perahu karet, ambulans, serta bantuan obat-obatan,” ungkapnya.

Dua Korban Tewas

Derasnya aliran air sungai di Jakarta telah menelan dua korban jiwa. Seorang bocah berusia tiga tahun bernama Pandi, warga Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, terseret arus Kali Hankam, Kembangan. Petugas TMC Polda Metro Jaya Aiptu Tarwono menjelaskan, sebelum kejadian, Pandi diketahui sedang bermain di pinggir sungai bersama kakaknya. Mendadak kaki Pandi terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Dia sempat timbul tenggelam, sebelum akhirnya hanyut terbawa arus. Sementara itu, pada saat yang sama, warga di pinggiran Kali Pesanggrahan, RT 10/004, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, dikejutkan oleh sesosok mayat perempuan yang mengambang. Diduga, korban tenggelam setelah diterjang air bah pada dini hari kemarin. (wir/aak/eos/din/eos/jpnn/tof)


Sabtu, 02 Feb 2008,
SBY Pindah Mobil, Kalla Pinjam Anak
banjir_2_2_2007Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla memang kebal gangguan keamanan. Tapi, kali ini Paspampres harus melawan musuh yang tak bisa ditembak: banjir. Inilah kisah perjuangan pimpinan republik itu menembus banjir. MOBIL Mercedes-Benz B 1905 BS yang ditumpangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono awalnya melaju lancar dibawah guyuran hujan deras dalam perjalanan dari Karawang ke Jakarta. SBY pagikemarin memang melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Baru Karawang dan petani di kabupaten tersebut. Rombongan SBY berangkat dari Jakarta ke Karawang pukul 06.30. Saat hujan baru mulai mengguyur Jakarta. SBY sengaja tidak memakai plat nomor RI 1 untuk kegiatan sidak. Ada dua mobil kepresidenan yang dibawa setiap SBY berpergian. Yakni mobil B 1905 BS dan B 2807 BS. Keduanya Mercedes-Benz warna hitam anti-peluru. SBY mengajak para menteri, yakni Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menkominfo Mohammad Nuh, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menkop UKM Suryadharma Ali, dan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar. Sejumlah wartawan juga ikut di mobil konvoi itu.
Usai sidak, rombongan SBY pun pulang ke Jakarta. Hujan mengguyur deras. Perjalanan mulai terhambat begitu masuk pintu tol Pondok Gede. Antrean kendaraan di puntu tol itu membuat polisi dan Paspampres kerepotan. Paspampres harus turun berhujan-hujan untuk mencari jalan bagi rombongan presiden. Tidak seperti biasanya, setiap rombongan presiden lewat jalanan bersih dari kendaraan. Kali ini, situasi sudah tidak bisa dikendalikan. Dari pintu tol Pondok Gede rombongan berjalan merayap melewati pintu tol Halim Perdanakusuma cover_banjir_jakarta_2008_99yang merupakan pintu tol dalam kota. Perjalanan mulai lancar ketika rombongan sampai di kawasan Semanggi dan Sudirman. Laju kendaraan mulai kencang seperti biasanya. Masuk bundaran HI kemacetan kembali terjadi. Inilah awal “insiden”. Paspampres sampai harus berlarian di bawah guyuran hujan untuk mencari jalan bagi kendaraan rombongan presiden. Polisi lalu lintas juga sibuk meminggirkan kendaraan. Di sisi timur Jalan Thamrin tak tampak kendaraan. Bukan karena sepi, tapi karena jalanan sudah digenangi air setinggi lutut orang dewasa. Rombongan tiba-tiba berhenti di depan gedung Sarinah, di Jalan M.H. Thamrin. Cukup lama sekitar 15 menit. Mobil berhenti di genangan air setinggi 25 cm. Padahal saat itu waku menunjukkan pukul 12.00. SBY harus mengejar waktu untuk salat Jumat. Para wartawan yang berada di mobil paling belakang pun celingukan mencari tahu apa yang terjadi. “Mobil SBY macet,” teriak seorang wartawan. Sontak, wartawan foto dan juru kamera televisi berhamburan keluar mobil mendatangi mobil SBY.
Rupanya mobil kepresidenan tidak mungkin melaju lagi dikarenakan genangan di perempatan Sarinah sudah mencapai sepaha orang dewasa. SBY yang mengenakan baju biru gelap pun turun dengan membawa paying warna merah. Sampai tersenyum SBY pindah ke mobil SUV (sport utility vehicle) Ford Everest warna hitam yang ditumpangi oleh Komandan Paspampres Brigjen TNI Suwarno. SBY duduk di bangku tengah. Mobil rombongan presiden pun dipindah ke jalur busway. Barulah iring-iring kendaraan rombongan presiden berjalan lancar. SBY tiba di istana negara pukul 12.15 dan langsung mengikuti salat Jumat. Sekitar pukul 14.30, barulah dua mobil kepresidenan yang ditinggal di Jalan Thamrin itu tiba di istana.
Selain berdampak pada presiden, genangan air di Jalan MH Thamrin memaksa Wakil Presiden Jusuf Kalla memarkir mobil dinas Mercedez Benz RI 2 di kantornya. Sebagai gantinya, Kalla meminjam mobil Toyota Fortuner milik salah satu anaknya agar mampu banjir_besar_jakarta_2_2008menerjang genangan setinggi 40 sentimeter di kawasan Silang Monas. Sekitar pukul 14.00 kemarin, Kalla dijadwalkan menghadiri seminar Mendorong Universitas di Indonesia menjadi Universitas Kelas Dunia, yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hassanuddin di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kalla adalah ketua IKA Unhas.
Meski hanya sekitar dua kilometer dari Istana Wakil Presiden, namun kawasan Tanah Abang merupakan daerah langganan banjir. Apalagi, usai memberi keterangan pers rutin pada wartawan Istana Wapres, Kalla mendapat informasi dari ajudannya bahwa genangan air di Jalan Medan Merdeka Selatan cukup tinggi. Karena yakin sedan dinasnya tidak mampu melintasi genangan air, Kalla segera memerintahkan ajudan mengambil Toyota Fortuner milik di kediaman dinasnya. Sekitar 13.30, mobil SUV warna silver yang masih berpelat nomor Makassar itu dibawa seorang anggota Paspampres ke Istana Wapres.
Dengan mobil gardan tinggi, mobil yang ditumpangi Kalla tanpa kesulitan membelah banjir. Setiba di Millenium, Kalla hanya tersenyum ketika mendapat laporan banyak peserta seminar yang tidak datang karena kebanjiran. Ruangan yang luas itu hanya terisi beberapa gelintir peserta. Namun, tanpa menghiraukan jumlah peserta, Wapres berapi-api berpidato tentang kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Sebelumnya, ketika memberi sambutan dalam Munas Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (Amphuri), Kalla Meski demikian, Kalla menyebut banjir di Istana sebagai pemerataan. “Jadi di mana-mana air naik. Saya tidak mau katakan ini banjir,” selorohnya. Wapres juga mengajak seluruh rakyat bersyukur karena Allah masih mau menurunkan hujan. Padahal, hujan gerimis di Arab Saudi akan langsung menjadi berita besar karena di negeri itu jarang turun hujan. “Di negeri kita, baru menjadi berita besar kalau banjir besar. Jadi bayangkan betapa indahnya negeri ini,” tutur Kalla disambut tawa ratusan peserta munas.(tom/noe/roy)


Peristiwa banjir dahsyat di tahun 2008 yang terjadi tgl 1-2-2008 adalah 1+2+2+0+0+8=13 dan ajaib banjir tahun 2007 juga memuat hal yang sama yaitu 2-2-2007 yang berarti 2+2+2+7=13 mengacu pada Quran surat ke 13 berisi 43 ayat yang memiliki jumlah 1+3+4+3=56 sebagai 5+6=11 atau jumlah digit dari surat 13 yang memiliki 43 ayat memiliki 1+3+4+3=11, sebagai salah satu dari SEBELAS surat yang memiliki pola yang sama

Makna SEBELAS sebagai siklus SEBELAS

 

Ada apa dengan SEBELAS ? Klik Penjelasan berikutnya

Halaman 1

Berikutnya Halaman Ke 2: …

sebelumnya

Apa yang Terjadi Setelah itu Semua ?

berikutnya
Iklan