Misteri Banjir Dahsyat Jakarta Setelah Soeharto Meninggal Dunia

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Banjir terjadi di Jakarta, setelah Soeharto meninggal dunia (baca [Misteri Kematian Soeharto] Mengapa Tepat pkl 01.10 PM ?), Banjir terjadi dan berkibat luas pada tgl 1-2-2008, mengutip kehebohan hari itu yang di muat di media-media:

cover_banjir_jakarta_2008_99

JawaPos
Sabtu, 02 Feb 2008,
Istana Dikepung Banjir, Cengkareng Lumpuh

Jadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu
JAKARTA – Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. Sebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu lintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.
Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.
Sabtu, 02 Feb 2008,
SBY Pindah Mobil, Kalla Pinjam Anak

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla memang kebal gangguan keamanan. Tapi, kali ini Paspampres harus melawan musuh yang tak bisa ditembak: banjir. Inilah kisah perjuangan pimpinan republik itu menembus banjir
Surya ,  Kebanjiran, SBY Ngompreng        Saturday, 02 February 2008
Jakarta-Surya, Banjir yang hampir merata di kota Jakarta, Jumat (1/2) kemarin, ternyata tak hanya membuat masyarakat awam kerepotan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun ikut jadi korban banjir. Itu terjadi setelah mobil kepresidenan, sedan Mercy dengan plat nomor RI-1, terjebak kemacetan karena jalan yang dilalui rombongan presiden tergenang air.Saat itu, sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan kendaraan kepresidenan yang baru pulang dari Karawang, Jawa Barat, sudah sampai di Jl MH Thamrin, Jakarta, untuk kembali ke istana kepresidenan. SBY memang baru saja melakukan inspeksi mendadak ke Kawarang untuk melihat perkembangan harga bahan kebutuhan pokok.

 

Peristiwa banjir dahsyat di tahun 2008 yang terjadi tgl 1-2-2008 adalah 1+2+2+0+0+8=13 dan ajaib banjir tahun 2007 juga memuat hal yang sama yaitu 2-2-2007 yang berarti 2+2+2+7=13  mengacu pada  Quran surat ke 13 berisi 43 ayat yang memiliki jumlah 1+3+4+3=56 sebagai 5+6=11 atau jumlah digit dari surat 13 yang memiliki 43 ayat memiliki 1+3+4+3=11, sebagai salah satu dari SEBELAS surat yang memiliki pola yang sama

Makna SEBELAS sebagai siklus SEBELAS


siklus_sebelas2

Allah swt melalui kitabNya yakni kitab suci Al-Quran memberikan penekanan yang lebih pada numerikal 11 ini:

1) Kisah Yusuf yang memuat 11 :

, ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku , sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS 12:4)

2) Jumlah Surat dalam Al-quran memiliki 11 ayat berjumlah 5 surat (terbanyak bersama surat yang memiliki 8 ayat)

lima_surat_memiliki_11_ayat_

3) Jumlah surat AlQuran   terbanyak yang memiliki pola nosurat dan ayat digitnya berjumlah 11

sebelas_11_Penekanan numerikal 11 pada Al-quran merupakan sesuatu yang patut di jadikan sebuah pijakan akan arti 11 ini, terlebih jumlah surat yang memiliki pola digit 11 sebanyak 11 surat, tiada lain arti dari 11 ini cukup penting, total adalah 121=99+22, dan 99 ada pada tangan manusia

kebesaran-allah-swt-pada-telapak-tangan-manusiaArti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa, Jika Alif=1, Ba=2 maka AlifLamRa=34, sebegai catatan surat 34 (Saba’) berisi 54 ayat yang membentuk simbol 88=34+54, pegingat surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT), memiliki 26 ayat sebagai lambang 88+26=114 adalah jumlah keseluruhan surat al-quran, berisi 5 surat

surat_114_5AlifLamRa juga berjumlah 5 surat

alif_lam_raa_62Numerikal 62 ini merujuka pada surat ke 62 yang berisi 11 ayat yang di terangkan diatas, sebagai salah satu surat dari 5 surat yang memiliki 11 ayat dan jumlah digitnya adalah 6+2+1+1=10,  sebagai 10 jari manusia yang memiliki telapak membentuk 99. Disamping itu 10 juga merujuk pada quran surat 10 memiliki 109 ayat sehingga 10+109=119 yang juga termasuk kelompok sebelas ayat yang memiliki pola jumlah digit =11 yakni 1+0+1+0+9=11. Kemudian jumlah 119 juga memiliki arti yang luas, sebagai makna 99 lagi.

119_menjadi_99

Telah diterangkan diatas arti 121=99+22, dan  ini juga  cukup signifikan karena satu-satunya Surat Al-quran yang memiliki pola nosurat+ayat=121 adalah surat 69 yang memiliki 52 ayat sehingga 121=69+52

69    Surah Al-Haqqah    الحآقّة    Hari kiamat    memilik 52

Jumlah digit dari surat Al-Haqqoh membentuk 6+9+5+2=22 yang merupakan salah satu dari tujuh surat yang memiliki pola samatujuh_surat_22Sebuah doa 22 yang pernah di panjatkan kepadaNya akan warning inidoa_22Sebelas  Surat yang bermakna digit 11 terbanyak dari surat lainnya, menunjukkan keteraturanNya dan penekanan makna, terlebih 11 surat berdigit 11 berjumlah 121, Arti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa dan  AlifLamRa juga berjumlah 5 surat masing-masing surat 10+11+12+14+15=62 sebagai makna surat ke 62 berisi 11 ayat yang membentuk jumlah digit 6+2+1+1=10 merepresentasikan makna 10 jari manusia yang unik, hingga surat 10 yang juga berdigit 11 merupakan surat berjumlah 109 sehingga makna yang dalam bahwa surat surat ke 10 berjumlah 109 menunjukkan makna 10+109=119, dan 4 surat alquran yang memiliki pola nosurat+ayat=119

119 adalah Makna Tidak Kekal


Ada apakah makna dari hal ini ? makna 119 tercatat pada 4 pola  quran yang memiliki ini

119_menjadi_99

Surat Alquran ke 10 berisi 109 ayat membentuk 119=10+109, kemudian surat ke 36 berisi 83 ayat sehingga 119=36+83, surat ke 83 berisi 36 ayat , membentuk 119=83+36, lalu surat ke 89 berisi 30 ayat membentuk 89+30=119, dan semua nomor surat tersebut berjumlah 10+36+83+89=218  hal ini pada ketetapanNya, bahwa manusia tidak-lah kekal sebagai iktibar bagi kita manusia, memori bahwa hidup tidaklah kekal abadi.

[21:8] Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. (QS 21:8)

Ket: Kami tidak menjadikan rasul-rasul itu memiliki tubuh yang berbeda dengan tubuh manusia pada umumnya, seperti tahan hidup tanpa makanan berhari-hari, misalnya. Dan mereka bukanlah orang-orang yang hidup abadi di dunia.

Nomor surat dari bentuk pola 119 menujukkan keteraturan sebagai iktibar, yaitu 10,36,83,89 kesemuanya membentuk 1+0+3+6+8+3+8+9=38 yang tercatat di Quran sebagai Surat ke 38 (Shod) berisi 88 ayat.

[38:88] Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi***

Ket:***

Kebenaran berita-berita Al Quran itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.

Syaikh As Sa’diy berkata, “Surat yang agung ini mengandung peringatan yang bijaksana, berita yang besar, penegakkan hujjah dan dalil bagi orang-orang yang mendustakan Al Qur’an dan menentangnya, serta mendustakan orang yang membawanya, sekaligus pemberitahuan tentang hamba-hamba Allah yang mukhlas, balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka. Oleh karena itu Allah bersumpah di awalnya, bahwa ia mengandung peringatan dan di akhirnya Allah menyifatinya bahwa ia peringatan bagi alam semesta. Demikian pula Allah Subhaanahu wa Ta’aala memperbanyak peringatan di antara awal dan akhir surat, seperti firman-Nya, “Wadzkur ‘abdnaa”, “Wadz kur ibaadanaa”, “Rahmatan min indinaa wa dzikraa”, dan “Haadzaa dzikr.” Ya Allah, ajarilah kami darinya sesuatu yang tidak kami ketahui, ingatkanlah kami sesuatu yang kami lupa, baik lupa dalam arti lalai maupun meninggalkannya.

Huruf Shod adalah huruf yang ke 14, angka ini merujuk pada Surat ke 14 (Ibrahiim) berisi 52 ayat hingga 66=14+52 yang pada banyak pelajaran sebagai bapak Tauhid. Inilah muncul pada tahun 2010 dan tahun 2014
Contoh angka 14 yang lain adalah ketika Al-Quran di bakar di tgl 11, tepatnya 11-9-2010 yang membentuk 1+1+9+2+0+1+0=14, maka terdapat balasanNya

Ajakan Pemurnian Ajaran Tauhid


Didalam milis tersebut terdapatlah suatu ajakan untuk memurnikan ajaran Islam yang disebut sebagai bagian dari kepedulian ketauhidan. Setting latar belakang ajakan adalah gempa jogja  adalah sebuah berita & pengagungan berlebihan terhadap sosok juru kunci merapi saat itu karena beribahdah kepadaNya dengan memakai ‘perantara’ dan membakar kemenyan

hingga terjadi gempa Jogja tgl 27-mei-2006, dan Gempa ini. telah diperingatkan sebelum terjadinya.

Tahun 2006 berlalu, 2007, 2008, 2009 dst …peristiwa pembawa peringatan gempa jogja tetap di kenang dan salah satunya lewat doa 22 yang benar terjadi ketika letusan merapi membawa pesan 22 dari tgl+bln+thn+jam+menit membentuk 22 yang di warningkan hingga mbah marijan selaku tokoh nasional yang di sentralkan ikut menjadi korban, sebagai bagian dari peringatanNya

Bapak Tauhid yakni N. Ibrahim di abadikan oleh Allah swt di surat ke 14 yang memiliki ayat 52, sehingga sebagai satu-satunya surat yang memiliki pola surat+ayat=66, tiada lain tokoh nasional yang terkenal tahun 2006-2010 ikut menjadi korban, adalah jika A=1, B=2 MARIJAN=66.

Sekali lagi ingat surat 14 ini adalah salah satu surat alquran dari 5 surat berawal AlifLamRa yang kesemua surat berjumlah 62 (ingat Jika A=1B=2 … MERAPI=62) …. AlifLamRa, Jika Alif=1, Ba=2 maka AlifLamRa=34, sebegai catatan surat 34 (Saba’) berisi 54 ayat yang membentuk simbol 88=34+54, pegingat surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT), ingatlaqh marijan dan waktu meletus membentuk 66+22=88, qurran surat ke 88 memiliki 26 ayat sebagai lambang 88+26=114 adalah jumlah keseluruhan surat al-quran,.

Sebuah kejaiaban dari kejadian ini bahwa MARIJAN=66 letusan merapi yang membuat beliau tewas …. tgl+bln_thn adalah 26-10-2010 membentuk 2+6+1+0+2+0+1+012… Ajaib bahwa Quran surat ke 66 berisi 12 ayat

Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: JPbukti_lawan_mbah_marijanpress_MPT_bag_1press_MPT_bag_2
Bagi yang ingin mengetahui bagaimana penyebaran brosur di yogyakarta, seperti yang telah dituliskan diatas, silahkan kunjungi halaman ini (Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006) Sebuah doa yang berisi harapan agar semua dapat terhindar dari letusan merapi, namun merapi membawa korban sedikit, cek tgl postingnya
doa_merapi_tgl
doa_merapi2

Apakah Doa Merapi Terjawab ? Ataukah Ritual2x Mbah Marijan Dijawab Oleh Allah Swt ?


Kenyataannya adalah merapi tidak meletus besar, justru terjadi gempa yogyakarta 27-mei-2006, dimana gempa ini oleh yang berdoa telah diperingatkan akan adanya gempa bumi sehari sebelum gempa bumi itu terjadi.


halo_matahari_padang_tandaNya_halo_matahari_padang_tandaNya_2Sebuah keputusan dariNya tentang kejadian demi kejadian, diawali dengan adanya Halo matahari tgl 21-Oktober-2010 yang terjadi dimana-mana (baca Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?) kemudian setelah itu gempa disertai tsunami terjadi tgl 25-oktober-2010, dan akhirnya merapi meletus untuk kesekian kalinya yang menjadikan korban,mbah marijan


Manifestasi pelajaran tentang inspirasi n.Ibrahiim yang terjadi pada jaman modern, kini menjadi sebuah bahasa universal, ketika malapetaka, ketidak-amanan terjadi, maka sesungguhnya, disitulah bibit atau tunas bahkan sosok keadaan persekutuan Allah dengan yang lainnya dapat dicermati.Telah banyak bukti tentang malapetaka yang diakibatkan sikap manusia yang berlebihan ataupun sifat mempersekutukanNya.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42)

Ketika timbul malapetaka, bencana, kerusakan, kecelakaan, maka perlu dicermati dan diteliti apakah disitu terdapat unsur unsur yang universal yaitu persekutuan Allah dengan lainnya, sehingga ketika dibalik, ketika terdapat keadaan masyarakat yang banyak mempersekutukanNya, maka tinggal menunggu saat tertentu sehingga malapetaka tersebut datang.

 

Masa Berkabung pak Harto, Jakarta Banjir Dahsyat


Masih dalam masa perkabungan nasional selama 7 hari ketika pak Harto Meninggal dunia 27-1-2008, lebih tepatnya 5 hari setelah pak Harto meninggal dunia. Dan sangat ajaib … memori 5 ini juga mengingatkan sama dengan banjir Jakarta tahun 2008 yang membentuk numerikal 99,

Numerik 5 adalah perintahNya dalam sholat 5 waktu, dan ajaib 5 angka ini selalu di lihat orang, ketika banyak manusia memakai kalkulator, maka angka tengah adalah 5, dan jika di jumlahkan dengan kiri maupun kanan serta serong, maka di hasilkan angka 15 dan Quran Surat ke 15 adalah satu-satunya surat yang memiliki ayat 99 sehingga jumlah surat dalam quran tergambarkan sebagai 114=15+99

dan  sembahlah  Tuhanmu  sampai  datang  kepadamu  yang diyakini .(QS 15:99)

Sekali lagi keteraturanNya terjadi, sebelum pak Harto meninggal, pak Harto yang identik dg angka 8, maka tgl 22-1-2008, banyak yang jatuh di lt8 baca [Misteri Kematian Soeharto] Ada apa di balik Kematian Soeharto?  hingga hal ini membentuk 2+2+1+2+0+0+8=15

Numerikal 99 terus menerus hadir di Indonesia,

Hingga deretan 99 selalu muncul pada peristiwa besar di Indonesia di tgl kembar, mulai lumpur Lapindo 22-11-2006

cover_lumpur_lapindo_99

Kemudian Jakarta Adam Air Jatuh di tgl kembar 1-1-2007 juga membentuk 99

cover_adam_air_99

Hingga Banjir Dahsyat Jakarta di tgl kembar 2-2-2007 juga membentuk 99

cover_banjir_jkt_2007_99

Hingga Kesemuanya Membuat Bangsa Bertobat akan deretan yang runtun ini

Kejadian yang berulang lagi di tahun 2008, saat peristiwa besar terjadi atas diri penguasa Orde Baru, meninggal dunia juga membentuk simbol 99

jika A=1, B=2 … Soeharto=101.  Sebagai keteraturanNya, hingga dari tgl kematian beliau yakni 27-1-2008 membentuk 20 sehigga 121=101+20 yang tiada lain 99+22

misteri_kematian_soeharto_sama_dengan_kelahiran_soekarnoDan Meninggalnya pak Harto secara implisit juga memberikan arti saat sebelumnya yang di atas jatuh membentuk 22aagm_22 dan beliau meninggal juga membentuk 22

cover_soeharto_meninggal_22

Hingga akhirnya 5 hari berlalu dari meninggalnya pak Harto, maka Jakarta Banjir Dahsyat … dan lagi-lagi muncul numerikal 99 sebagai bagian peringatanNya kepada umat manusia.
cover_banjir_jakarta_2008_99PeringatanNya kepada umat manusia khusunya di Indonesia secara nyata terjadi lewat Banjir Dahsyat Jakarta, meninggal soeharto dan banyak kejadian yang runtun agar kembali kepadaNya
cover_22_surat_muhammad

Tulisan demi tulisan adalah Simbol yang unik Kesemua adalah Kisah Nyata yang Benar Terjadi dan di vidiokan di bawah ini

_______________________________________________________________
Kliping berita selengkapnya
Jadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu
JAKARTA – Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. Sebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu lintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.
Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.Kepala Cabang (Kacab) PT Angkasa Pura (AP) II Herianto menjelaskan, karena jarak pandang 300 meter, pesawat dilarang mendarat. Ditambah kondisi landasan pacu (runway) yang tergenang air hujan hingga setinggi 15 sentimeter. “Itu riskan untuk pendaratan pesawat,” tegasnya.Akibatnya, 177 pesawat mengalami perubahan jadwal. Rinciannya, keberangkatan 92 penerbangan tertunda dan 85 pesawat yang menuju Jakarta terpaksa dialihkan ke bandara lain atau ditunda keberangkatannya. Saat dibuka, lalu lintas pesawat menjadi sangat padat. Beberapa keberangkatan tertunda hingga malam.Menurut laporan hingga pukul 21.00 tadi malam, jalan tol menuju Bandara Km 23-Km 27 masih terendam. Ketinggian air di perkirakan mencapai 50 cm. Hanya mobil besar yang bisa lewat. Jalan menuju bandara lumpuh.Banjir kemarin sama dahsyatnya dengan banjir pada 2002 dan 2007. Ketiga peristiwa itu sama-sama terjadi pada awal Februari. Setidaknya, hal itu dilihat dari ketinggian air yang mencapai 20-50 cm di jalan protokol seperti Jl Thamrin.Di etalase Jakarta itu, terjadi kemacetan total. Bahkan, rombongan Presiden SBY yang akan menuju Istana Merdeka terjebak di jalan utama tersebut. Presiden terpaksa berganti mobil saat tiba. (Berita presiden terjebak banjir, baca : …….. di halaman ini).Genangan air juga mengepung istana. Di Jalan Merdeka Utara, lokasi Istana Merdeka itu, ketinggian air mencapai 50 cm. Sebagian air tersebut berasal dari air yang dipompa dari dalam istana. Akibat angin kencang, pohon tanjung di halaman Istana Negara tumbang.Akses menuju Istana Wapres juga banjir. Ketinggian air di Jalan Merdeka Selatan mencapai 50 cm. Di jalan tersebut, selain Istana Wapres, ada balai kota dan Kedubes AS. Hujan lebat seharian itu membuat sejumlah perumahan di Jakarta juga terendam atau terisolasi karena digenangi air hingga satu meter. Banyak mobil dan motor yang nekat menerobos, sehingga mesin kendaraan mati. Berdasar pantauan koran ini, jalan putus terjadi di Jalan Kebayoran Lama sepanjang 100 meter dengan ketinggian air 60 cm, Pal Merah (300 meter, setinggi 50 cm), serta Slipi (100 meter, setinggi 40 cm). Jalan terputus juga terjadi mulai depan kantor Bank Indonesia hingga perempatan Jalan Sudirman yang tergenang air setinggi 40 cm. Tak sedikit yang memilih berputar arah lantaran luapan air dari anak sungai di sekitar jalan utama itu sangat deras. Begitu pula di Jalan Budi Kemulyaan, mulai depan kantor KPUD hingga Bundaran Indosat. Ketinggian air mencapai 50 cm. Genangan juga terjadi di pertigaan depan Istana Merdeka dari arah Jalan Merdeka Barat setinggi 30 cm.Selain itu, di sepanjang Jalan Lapangan Banteng Utara hingga depan Hotel Borobudur, tinggi genangan mencapai 30 cm. Genangan terus berlanjut sepanjang ruas jalan depan Stasiun Gambir hingga Tugu Tani. Untuk ruas jalan itu, hanya separo bagian timur yang tergenang. Akibatnya, banyak kendaraan yang melintas memilih lajur kanan. Sementara itu, pohon tumbang juga terjadi di depan kantor sekretariat negara. Namun, petugas Dinas Pertamanan dengan sigap datang ke lokasi dan langsung memotong batang pohon yang roboh, kemudian diangkut menggunakan truk. Tumbangnya pohon itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang. Aliran listrik di sejumlah kawasan juga padam sejak pukul 12.00. Misalnya, di Petamburan, Jakarta Pusat. Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Jaya Azwar Lubis membantah telah terjadi pemadaman listrik. “Sejauh ini belum ada pemadaman listrik. Tapi, itu bergantung situasi dan kondisi. Jika terpaksa, pemadaman menunggu perintah dari APD (area pengatur distribusi),” ungkapnya.Gubernur DKI Fauzi Bowo menjelaskan, banyaknya ruas jalan yang tergenang itu disebabkan buruknya drainase. Banyak selokan yang mampet. Misalnya, di Jalan Sudirman-Thamrin. Di ruas jalan tersibuk tersebut, praktis drainase tidak berfungsi optimal. Sebab, pembangunan yang dilakukan kontraktor belum sempurna. Termasuk di Kwitang, Cempaka Putih, serta depan kantor LPPM. “Saya sudah memerintahkan agar kontraktor dipanggil. Pekerjaan kok begitu buruk,” katanya kesal saat ditemui di balai kota kemarin. Menurut Manajer Krisis Center Heru Joko Santoso, genangan akibat hujan deras kemarin hampir merata terjadi di lima wilayah DKI. Hingga sore, ada sekitar 34 kelurahan di 15 kecamatan se-DKI yang terkena banjir. Misalnya, di Jakarta Pusat, banjir terjadi di 11 kelurahan di empat kecamatan. Di antaranya, banjir di Cempaka Putih dengan ketinggian 15-30 cm.Genangan tertinggi terjadi di Petamburan RT 05-08/RW 01 yang mencapai 80 cm; RT 06, 08, 09/RW 02 (80 cm); RT 04-09/RW 03 (100 cm); RT 007, 010, 011, 014/RW 04 (70 cm); RT 009, 010, 018/RW 05 (50 cm); serta depan kelurahan Petamburan (100 cm). Di daerah Kemayoran, ketinggian air mencapai 50 cm, Kebon Kosong (30 cm), Sumur Batu (40 cm), Serdang (70 cm), Harapan Mulya (50 cm), Cempaka Baru (40 cm), Gunung Sahari Selatan (30 cm), dan Gambir sekitar Istana Wapres (5 cm).Sementara itu, di Jakarta Barat, banjir menggenangi tujuh kelurahan di lima kecamatan. Misalnya, di Grogol (40 cm), daerah Tanjung Duren Sawit (20-50 cm), Jati Pulo-Palmerah (40 cm), Kota Bambu Utara (25-50 cm), kawasan Cengkareng (40 cm), serta Kebon Jeruk Jl Raya Srengseng (30 cm). Heru mengungkapkan, untuk kawasan Jakarta Selatan, banjir melanda dua titik. Yakni, di Petogogan, Kebayoran Baru, banjir terjadi di RT 001-010/RW 01. Selain itu, banjir melanda kawasan Gunung RW 08 Jl Hang Lekiu setinggi 20 cm.

Untuk Jakarta Timur, ada satu kelurahan yang tergenang. Yakni di Rambutan, Ciracas, setinggi 20-60 cm.

Yang lebih merata, banjir terjadi di Jakarta Utara. Ada 15 kelurahan di lima kecamatan. Misalnya, di Penjaringan (30 cm), Penjagalan (50 cm), Kapuk Muara di empat titik (30 cm), dan Pluit (40 cm). Di Cilincing, banjir terjadi di Marunda, Rorotan, Sukapura (15 cm). Di Pademangan Barat, ketinggian air mencapai 40 cm, Pademangan Timur (15 cm), Kelapa Gading Barat (40 cm), Pegangsaan II (40 cm), dan kawasan Lagoa, Koja (20 cm). Heru mengungkapkan, hingga kemarin sore, ketinggian air di Pintu Air Manggarai mencapai 825 cm, 120 cm, Katulampa (80 cm), Karet (678 cm), Pesanggrahan (135 cm), Pulogadung (735 cm), dan Pasar Ikan (113 cm). “Untuk titik-titik rawan, sudah disiapkan perahu karet, ambulans, serta bantuan obat-obatan,” ungkapnya.

Dua Korban Tewas

Derasnya aliran air sungai di Jakarta telah menelan dua korban jiwa. Seorang bocah berusia tiga tahun bernama Pandi, warga Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, terseret arus Kali Hankam, Kembangan. Petugas TMC Polda Metro Jaya Aiptu Tarwono menjelaskan, sebelum kejadian, Pandi diketahui sedang bermain di pinggir sungai bersama kakaknya. Mendadak kaki Pandi terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Dia sempat timbul tenggelam, sebelum akhirnya hanyut terbawa arus. Sementara itu, pada saat yang sama, warga di pinggiran Kali Pesanggrahan, RT 10/004, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, dikejutkan oleh sesosok mayat perempuan yang mengambang. Diduga, korban tenggelam setelah diterjang air bah pada dini hari kemarin. (wir/aak/eos/din/eos/jpnn/tof)


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla memang kebal gangguan keamanan. Tapi, kali ini Paspampres harus melawan musuh yang tak bisa ditembak: banjir. Inilah kisah perjuangan pimpinan republik itu menembus banjir.
——-

MOBIL Mercedes-Benz B 1905 BS yang ditumpangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono awalnya melaju lancar dibawah guyuran hujan deras dalam perjalanan dari Karawang ke Jakarta. SBY pagikemarin memang melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Baru Karawang dan petani di kabupaten tersebut. Rombongan SBY berangkat dari Jakarta ke Karawang pukul 06.30. Saat hujan baru mulai mengguyur Jakarta. SBY sengaja tidak memakai plat nomor RI 1 untuk kegiatan sidak. Ada dua mobil kepresidenan yang dibawa setiap SBY berpergian. Yakni mobil B 1905 BS dan B 2807 BS. Keduanya Mercedes-Benz warna hitam anti-peluru. SBY mengajak para menteri, yakni Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menkominfo Mohammad Nuh, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menkop UKM Suryadharma Ali, dan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar. Sejumlah wartawan juga ikut di mobil konvoi itu.

Usai sidak, rombongan SBY pun pulang ke Jakarta. Hujan mengguyur deras. Perjalanan mulai terhambat begitu masuk pintu tol Pondok Gede. Antrean kendaraan di puntu tol itu membuat polisi dan Paspampres kerepotan. Paspampres harus turun berhujan-hujan untuk mencari jalan bagi rombongan presiden. Tidak seperti biasanya, setiap rombongan presiden lewat jalanan bersih dari kendaraan. Kali ini, situasi sudah tidak bisa dikendalikan. Dari pintu tol Pondok Gede rombongan berjalan merayap melewati pintu tol Halim Perdanakusuma yang merupakan pintu tol dalam kota.

Perjalanan mulai lancar ketika rombongan sampai di kawasan Semanggi dan Sudirman. Laju kendaraan mulai kencang seperti biasanya. Masuk bundaran HI kemacetan kembali terjadi. Inilah awal “insiden”. Paspampres sampai harus berlarian di bawah guyuran hujan untuk mencari jalan bagi kendaraan rombongan presiden. Polisi lalu lintas juga sibuk meminggirkan kendaraan. Di sisi timur Jalan Thamrin tak tampak kendaraan. Bukan karena sepi, tapi karena jalanan sudah digenangi air setinggi lutut orang dewasa.

Rombongan tiba-tiba berhenti di depan gedung Sarinah, di Jalan M.H. Thamrin. Cukup lama sekitar 15 menit. Mobil berhenti di genangan air setinggi 25 cm. Padahal saat itu waku menunjukkan pukul 12.00. SBY harus mengejar waktu untuk salat Jumat. Para wartawan yang berada di mobil paling belakang pun celingukan mencari tahu apa yang terjadi. “Mobil SBY macet,” teriak seorang wartawan. Sontak, wartawan foto dan juru kamera televisi berhamburan keluar mobil mendatangi mobil SBY.

Rupanya mobil kepresidenan tidak mungkin melaju lagi dikarenakan genangan di perempatan Sarinah sudah mencapai sepaha orang dewasa. SBY yang mengenakan baju biru gelap pun turun dengan membawa paying warna merah. Sampai tersenyum SBY pindah ke mobil SUV (sport utility vehicle) Ford Everest warna hitam yang ditumpangi oleh Komandan Paspampres Brigjen TNI Suwarno. SBY duduk di bangku tengah. Mobil rombongan presiden pun dipindah ke jalur busway. Barulah iring-iring kendaraan rombongan presiden berjalan lancar. SBY tiba di istana negara pukul 12.15 dan langsung mengikuti salat Jumat. Sekitar pukul 14.30, barulah dua mobil kepresidenan yang ditinggal di Jalan Thamrin itu tiba di istana.

Selain berdampak pada presiden, genangan air di Jalan MH Thamrin memaksa Wakil Presiden Jusuf Kalla memarkir mobil dinas Mercedez Benz RI 2 di kantornya. Sebagai gantinya, Kalla meminjam mobil Toyota Fortuner milik salah satu anaknya agar mampu menerjang genangan setinggi 40 sentimeter di kawasan Silang Monas. Sekitar pukul 14.00 kemarin, Kalla dijadwalkan menghadiri seminar Mendorong Universitas di Indonesia menjadi Universitas Kelas Dunia, yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hassanuddin di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kalla adalah ketua IKA Unhas.

Meski hanya sekitar dua kilometer dari Istana Wakil Presiden, namun kawasan Tanah Abang merupakan daerah langganan banjir. Apalagi, usai memberi keterangan pers rutin pada wartawan Istana Wapres, Kalla mendapat informasi dari ajudannya bahwa genangan air di Jalan Medan Merdeka Selatan cukup tinggi. Karena yakin sedan dinasnya tidak mampu melintasi genangan air, Kalla segera memerintahkan ajudan mengambil Toyota Fortuner milik di kediaman dinasnya. Sekitar 13.30, mobil SUV warna silver yang masih berpelat nomor Makassar itu dibawa seorang anggota Paspampres ke Istana Wapres.

Dengan mobil gardan tinggi, mobil yang ditumpangi Kalla tanpa kesulitan membelah banjir. Setiba di Millenium, Kalla hanya tersenyum ketika mendapat laporan banyak peserta seminar yang tidak datang karena kebanjiran. Ruangan yang luas itu hanya terisi beberapa gelintir peserta. Namun, tanpa menghiraukan jumlah peserta, Wapres berapi-api berpidato tentang kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Sebelumnya, ketika memberi sambutan dalam Munas Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji (Amphuri), Kalla Meski demikian, Kalla menyebut banjir di Istana sebagai pemerataan. “Jadi di mana-mana air naik. Saya tidak mau katakan ini banjir,” selorohnya. Wapres juga mengajak seluruh rakyat bersyukur karena Allah masih mau menurunkan hujan. Padahal, hujan gerimis di Arab Saudi akan langsung menjadi berita besar karena di negeri itu jarang turun hujan. “Di negeri kita, baru menjadi berita besar kalau banjir besar. Jadi bayangkan betapa indahnya negeri ini,” tutur Kalla disambut tawa ratusan peserta munas.(tom/noe/roy)