Terungkap Misteri peringatanNya Sebelum Bencana Terjadi di Indonesia

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Mari kita merenung barang sedikit waktu, meluangkan tenaga dan pikiran untuk sedikit memikirkan apa yang telah terjadi. Mulai Tsunami aceh 26-12-04   sampai akhir 2007 ini bencana demi bencana kita lalui. Jika kita berpikir bahwa alam-lah yang berpolah, maka pikiran kita jelas salah, karena saat teknis yang menjadi masalah seperti pesawat jatuh, kereta anjlok, kapal terbakar dan tenggelam, semua rangkaian bencana itu bukanlah karena semata alam, namun karena faktor manusia.

Faktor manusia, terlihat pada jatuh dan terbakarnya garuda 7-maret-2007 di yogya, yang sudah di selidiki memang karena human error. Dari sinilah kita harus berkeyakinan bahwa bencana demi bencana bukanlah karena kebetulan alam yang berpolah, namun bencana itu menyimpan maksud pelajaran yang maha tinggi

Allah tuhanmu, tuhan saya dan tuhan kita semua, adalah tuhan yang maha penyayang dan pengasih, ketika bencana datang, yakinlah bahwa Allah mengirimkan tanda-tanda untuk penyelematkan manusia dari bencana dengan ilmuNya. Ketika tanda itu menjadi nyata, yakinlah bahwa itulah bentuk rohman dan rohimnya Allah.

Berpuluh puluh tahun kita beribadah menyembah Allah, tentu dan pasti Dia akan menyayangi kita semua, tiada bencana yang akan melanda kecuali Dia telah mengirimkan pertandaNya lewat imuNya. Bentuk rasa sayang Allah, dan bentuk kepedulian Allah terhadap hambaNya, tidak boleh di ragukan dan di abaikan.

Ada pertanyaan dari seorang kawan “Jika Allah sayang hambaNya, mengapa Dia kirim bencana demi bencana ?”. Pertanyaan ini selalu muncul ketika bencana datang dan setelah itu, manusia bertanya-tanya, ada apa gerangan ?. Menjawab hal ini ada analogi menarik “Jika Allah sayang hambaNya, tentu kita tidak perlu susah-susah mencari makan, sebab Allah sayang pada kita”

Analogi diatas menunjukkan bahwa kita tetap mencari makan walau susah, apalagi yang di takdirkan lahir di orang tua miskin, maka amat sangat merasakan bagaimana susahnya cari makan. Kenyataan ini tidaklah menjadikan sifat rohman dan rohimNya Allah hilang bagi manusia yang malang itu, namun rohman dan rohimNya Allah muncul dalam bentuk yang lain sesuai ilmuNya

Kembali ke bencana demi bencana, “jika Allah menyayangi umatNya, mengapa bencana itu terus terjadi ?”. Padahal kita berpuluh puluh tahun beribadah kepadaNya, mengapa terkena bencana juga ?. Analogi menarik lainnya adalah “betapa malangnya manusia yang lahir cacat, padahal ibu bapaknya seorang yang soleh soleha, mengapa Allah ‘tega’ memberi keturunan yang cacat ?”

Sekali lagi analogi diatas adalah sangat relevan dengan masyarakat mayoritas muslim, namun bencana demi bencana terus berdatangan, beberapa pihak mengklaim bahwa bencana itu karena menolak nabi yang datang (lia eden, al-qiyadah dsb), beberapa pihak mengatakan karena kurang sesaji dsb …. Pernahkah kita merenung dan berpikir, bahwa bencana itu adalah universal, tidak memandang suku, agama, ras dan bahasa.

Bencana demi bencana merupakan titik balik untuk kebangkitan umat manusia. Saat umat manusia sadar bahwa bencana itu-lah alat yang efektif untuk intropeksi, sebagai alat bercermin, sebagai penggugah keimanan, sebagai ujian keyakinan, siapakah penolongmu sebenarnya ? Saat manusia sadar, tiada yang sanggup menolong kecuali Allah semata, maka saat itulah momen yang paling tepat untuk memulai kehidupan yang lebih adil, lebih manusiawi, lebih beradab, lebih santun. Mengapa ? karena ibadah puluhan tahun, lima kali sholat tiadalah berarti apapun kecuali mengharapkan keiklasan kepada Allah, bukanlah timbangan amal, bukanlah hitungan banyaknya sholat, namun bagaimana ketika bersikap di tengah masyarakat sebagai wujud dari ibadah yang dilakukan tsb

Pola berpikir bahwa hanya semata Allah saja yang mampu menolong manusia, akan melahirkan bentuk muslim yang sebenarnya, pasrah, rendah diri adalah ciri utama pondasi masyarakat yang di ridhoi oleh Allah.

Tidak saling ‘memakan’ manusia lain, tidak memandang derajat, pangkat dan golongan sebagai bagian penghormatan atas manusia Bagaimana saat manusia tidak sadar bahwa kehendak Allah akan bencana itu adalah titik balik kebangkitan umat ? Sejarah telah membuktikan bahwa manusia yang lalai akan ‘cubitan’ bencana itu berarti menuju pada jurang kehancuran

Allah yang maha rohman dan rohim membuat bencana itu lewat alam, lewat manusia, lewat apapun bentuknya sebagai bahan penggugah nurani manusia untuk bangkit dan yakin bahwa hanya Allah lah semata yang mampu menolong, Allah yang memberi rejeki, Allah yang menyembuhkan dan hanya kepada Allah saja manusia bergantung

Saat bencana itu datang, maka Allah mengirimkan pertandaNya dan menyelamatkan siapa yang Dia kehendaki, maka beruntunglah orang yang mampu membaca tanda dari Allah. Sayang sebagian besar manusia mengira tanda itu adalah diada-adakan, sayang manusia yang berpuluh puluh tahun beribadah, menyangka Allah berpangku tangan terhadap bencana yang akan datang

Mulai Tsunami Aceh 26/12/04, Allah mengirimkan tandaNya sejenis dengan gagak qobil, yakni di jatuhkankanNya helikopter berturutan 22/12/04, Heli TNI AL untuk Yudoyhono yang akan berkunjung ke korban Gempa nabire 26/11/04 jatuh. Untuk meyakinkan lagi maka kembali Allah menjatuhkan heli TNI AU sehari setelah itu yakni 23/12/04, barulah manusia di beri perkabaran selama tiga hari untuk memikirkan kejadian itu

Sayang kebanyakan manusia lengah akan pertanda itu, padahal jelas saat itu gub Aceh, Abdullah Puteh lagi terkena kasus korupsi helikopter. Setelah Tsunami Aceh, maka pelajaranNya berulang saat gempa yogya 27/05/06, dimana kejadian amat sangat langka yakni seorang gila bernama mila ROSA (sebut saja mbak ROsa) membajak KA BBM dari Surabaya (daratan) menuju Malang (ketinggian), saat akan menambah loko karena tidak kuat hanya satu loko saja.

Tepat kamis, 11/05/06 malam mbak Rosa membajak KA BBM,  itu hingga akhirnya berjalan mundur dari bangil ke surabaya dan hebatnya tidak ada korban jiwa saat melintas di perlintasan KA yang tidak di tutup ini hari akhrinya KA BBM itu tiba di Surabaya dan di gulingkan, begitulah Allah memberikan tanda-tandaNya yang amat sangat jelas yakni, bahayanya mundur ke daratan. Tentu saat itu masih ingat bahwa orang lagi ramai tentang meletusnya G. MErapi, maka Allah memberikan permisalan dari mbak Rosa, orang gila, yang menjalankan KA BBM mundur dari ketinggian (merapi) ke daratan (yogya)

Tidak cukup dari itu, maka sekelompok manusia menyebarkan brosur waspada gempa tiga hari menjelang gempa yogya, yang tidak di pikirkan oleh siapapun, sebab konsentrasi tercurah pada merapi dan tokoh paling populer yakni mbah marijan, peristiwa itu saat ini di abadikan secara tidak sengaja oleh mbah marijan yang selalu menyebut rosa rosa yang entah mengapa tertulis di banyak media, iklan dsb menjadi ROSA. Sebuah perumpamaan yang indah, namun kebanyakan manusia menganggap itu kebetulan saja

Setelah gempa yogya 27/05/06, maka giliran gempa & tsunami pangandaran 17/07/06    dimana lagi lagi Allah mengirimkan pertandaNya lewat awan vertikal yang terlihat jelas beberapa hari sebelum itu, yang oleh BMG, hanya di beri pengantar SEBATAS DI AMATI. Pelajaran itu lewat karena manusia selalu beranggapan bahwa fenomena yang terjadi haruslah dapat di jelaskan oleh akal manusia, padahal akal manusia terbatas. Di sinilah sebenarnya Allah seolah hendak mengatakan kepada manusia “Hey manusia, Aku lah Tuhanmu, dan Akulah yang pantas menyelamatkanmu”

Setelah BMG, maka giliran BPPTK gunung merapi yang menurunkan status awas merapi. Setelah di turunkan justru merapi menyemburkan awan panas yang hebat dan dahsyat yang akhirnya menewaskan 2 orang yang terkubur dalam bunker. Setelah sehari di turunkan, maka status merapi kembali di naik-kan dan dengan berbagai ‘alibi’ manusia kembali menyatakan bahwa perilaku merapi memang susah di tebak … benarkah ?

Dengan peristiwa merapi tsb membali Allah seolah mengatakan “Hey manusia berdoalah kepadaKu, jangan lainnya pasti aku selamatkan engkau, yakinlah” Setelah kejadian pangandaran, merapi, maka ramailah orang tentang lumpur lapindo yang semua sepakat di mulai tgl 29/05/06. Hal ini di tandai dengan kejadian langka di Jakarta 7/8/06 lahir bayi safitri yakni bayi cukup langka, bayi lahir berkepala dua, sampai-sampai pihak istana-pun ingin melihatnya.

Bayi cukup langka ini sejenis dengan KA BBM yang cukup langka sebelum gempa yogya, yang berarti bahwa kejadian itulah untuk menarik perhatian manusia, sayang manusia selalu mengabaikan tanda tanda dari Allah. Pihak kedokteran menyatakan bahwa itulah wajar dan normal dalam dunia medik, maka kembali Allah mengirimkan tandaNya bahwa bayi berkepala dua lahir cukup banyak atau berulang ulang di kirim bayi itu agar manusia tersadar bahwa itulah pertanda dari Allah.

Dibanding kan dengan tahun tahun sebelumnya, maka bayi berkepala dua ini marak lahir di tahun 2006, bahkan ada koran yang menyatakan keanehan ini sebagai kata-kata “LAgi, lahir bayi berkepala dua” Bayi itu akhirnya meninggal tepat tgl 22/08/06

Mari kita renungkan sebentar barang semenit saja “Bagaimana Allah berkomunikasi secara masal kepada hambaNya, lewat apakah komunikasi itu ? Umat islam yang selalu beribadah kepada Allah, berhak mendapatkan komunikasi itu, lalu lewat apa ? lewat mimpi seseorang ? lewat ilham, lewat perantara ? ” Semua komunikasi yang lewat perantara seperti yang disebtukan, tidaklah universal dan menyebabkan ributnya orang akan komunikasi itu. Secara universal adalah semua orang melihat, mendengar dan dapat di buktikan

Benarkan bayi berkepala dua itu adalah bentuk komunikasi Allah kepada hambaNya ? …. Ahh itu tidak masuk akal, itu klenik … ini …. itu …. bla … bla

Cobalah menjawab bagaimana lagi Allah berkomunikasi dengan hambanya secara universal ? kalau semua di bantah, semua di patahkan, lalu bagaimana lagi kita dapat mengerti bahwa Allah ingin menjelaskan sesuatu ?

Bayi kembar berkepala dua adalah sebuah perumpamaan indah layaknya umat islam yang harus bersaudara, sehati, seiman saling tolong menolong, namun jika persaudaraan itu ‘maunya’ banyak atau berkepala dua padahal tubuhnya satu, maka tunggulah kehancurannya. PAra politisi saling bersaing, para pebisnis saling berebut, maka rakyatlah korbannya, bagai lagu bang rhoma “yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin”

Hati manusia yang berkeras untuk menolak bahwa bayi berkepala dua itulah tanda dari Allah, maka untuk ‘meruntuhkan’ atau meluluhkan sifat keras manusia, maka Allah memberikan bencana lewat bayi berkepala dua itu tahun 2007

sebelas_kejadian_besar_2007_ok

Mari kita renungkan bencana gempa bumi yogya 27/05/06 adalah bencana dan di beri simbol O, dan tgl 29/05/06 adalah bencana pula sehingga dapat pula di beri simbol O, sedangkan tgl 28/05/06 tidak bencana di beri simbol |, maka mari kita susun yang akhirnya menjadi O|O, apakah itu ? bayi berkepala dua !

Ketika manusia tidak percaya akan simbol itu, maka kembali Allah menunjukkanNya lewat ledakan pertamina lapindo tepat tgl 22-11-2006, dimana terlihat jelas lafal Allah dalam jilatan api. Semua orang bertanya ada apakah ini ? Ledakan hebat yang membawa korban tepat tgl 22/11/06 adalah tiga bulan setelah bayi berkepala dua meninggal tgl 22/08/06. Ada sesuatu yang istimewa dari tgl 22, apakah itu ?

aagm_22

Sebagai umat islam, kita tentu paham bahwa al-qur’an di turunkan dalam rentang waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari, sebuah kebetulankan lafal Allah muncul tepat tgl 22 dengan rentang waktu di turunkan alquran

Lewat lumpur lapindo, Allah ‘mengajari’ manusia lewat lumpur lapindo yang sekali lagi sama dengan BMG yang lalai pada kasus gempa & Tsunami pangandaran, BPPTK kasus merapi dimana 2 orang tewas dalam bungker, maka lewat lumpur itu, para ahli pengeboran, perminyakan, perbetonan dsb semua ilmuwan di ‘tantang’ untuk menghentikan lumpur lapindo, namun sampai saat ini manusia tiada berhasil Sekali lagi lewat lumpur itu, Allah seolah mengatakan “Hey manusia percayalah hanya kepadaKu, segala upayamu tanpa melibatkan Aku, maka akan sia-sia belaka”

Ketika pelajaran itu tidak tertangkap, maka pelajaran itu mengarah ke jantung negara yakni Jakarta, bagaimana terjadi ? Sekali lagi lewat tgl 22/12/06 lalu untuk pertama kali PDAM di lapindo jebol dan aspal tengah jalan merekah.

cover_lumpur_lapindo_99Mengapa harus tgl 22 ? mengapa tidak tgl lain saja ? Hal ini membuktikan bahwa kehendak Allah adalah untuk memunculkan pelajaran itu, dan sekali lagi hati manusia tetap keras menolak

Seolah mereka santai saja terhadap persoalan ini dan bahkan yang ‘kebangeten’ saat orang lagi berduka karena bencana demi bencana, maka ulah oknum tokoh yang kurang ber-empati terhadap bencana, justru heboh dengan poligami vs permesemuman (KH AAGym berpoligami dengan Rini, Anggota DPR bidang kerohanian Yahza Zaini dan Maria Eva, pedangdut dari sidoarjo tempat lapindo) tgl 30/11/2006

Dimulai-lah episode kelam tentang bayi kembar itu yang bertujuan untuk meluluhkan hati manusia yang keras bagai batu terhadap fenomena tanda tanda dari Allah. Maka tepat 1-1-2007 tanpa sebab yang jelas Adam Air hilang misterius,

cover_adam_air_99inilah refleksi kembar yang pertama menimpa orang-orang mapan, mengapa harus Adam air ? sebuah kebetulan bahwa itulah huruf pertama dari AAGM,

Kemudian 2-2-2007 jantung negara yakni Jakarta lumpuh akibat banjir, itulah refleksi kedua dari bayi kembar tsb yang sekali lagi memunculkan pertanyaan mengapa harus tgl 2-2-2007 ? mengapa tidak hari lain?

cover_banjir_jkt_2007_99Saat dua kembar itu terjadi, maka tinggalah yang refleksi ketiga dari si kembar sebagai hari penentuan yakni tgl 22-2-2007 ? Sebuah kisah perjalanan manusia asal sidoarjo yang meyakini bahwa tgl 22-2-2007 itulah lapindo amblas, sehingga meminta pertanda dari Allah tuhan saya, tuhanmu dan tuhan kita semua untuk memberi tanda lewat pesawat yang bermasalah di juanda surabaya

Tidak lama tepat sore, tgl 21-2-2007 kembali Adam air ‘hard landing’ di juanda surabaya sesuai dengan permintaan tanda diatas. Mengapa harus Adam air, itulah sebuah kebetulan dari huruf kedua AAGM

aagm_22

Sesuai niat, maka kisah perjalanan manusia bergegas meninggalkan sidoarjo menuju luar kota sesuai tanda itu, namun yang ditunggu tepat tgl 22-2-2007 ternyata lapindo tidak amblas, namun hikmah lain muncul yakni dini hari tepat tgl 22-2-2007 kapal Levina Terbakar. Hikmah dari situ mengapa lapindo tidak amblas adalah Allah masih membiarkan pelajaranNya untuk di mengerti oleh banyak orang

Lewat levina terbakar yang kemudian di tarik dan tenggelam, dimana para wartawan, para petugas polisi, forensik mengalami trauma yang luar biasa ketika naik ke badan kapal dan saat naik itulah kapal tenggelam. mengapa levina terbakar tepat tgl 22 ? tidak-kah itu angka yang mengingatkan tentang lafal Allah dan al-quran

Hikmah dari itu semua maka ada seorang manusia yang menuliskan “Bacalah 22/02/05, jangan lupakan, Indonesia akan berduka melalui longsor, gempa dan masalah pesawat”

Benarkah apa yang di tulis ? tepat sehari setelah itu, maka istana pagaruyung, padang SUMBAR terbakar di sambar petir, dimana tepat pula setahun lalu tgl 22/09/2006 presiden yudoyhono di lantik di istana itu sebagai tetua adat. Lagi-lagi angka 22 muncul

Maka tidak lama kemudian tepat tgl 3-3-2007 NTT longsor, lebih dari 60 tewas, itulah refleksi kembar yang ketiga. Setelah NTT longsor sesuai tulisan diatas, maka tiga hari setelah itu giliran sumbar Gempa Bumi 6-3-2007 dan tidak menunggu lama, maka Garuda terbakar 7-3-2007, 22 tewas di yogyakarta

Telah terbukti akhirnya bacalah 22 itu, indonesia berduka, melalui longsor NTT, gempa Sumbar dan Garuda terbakar. Mengapa harus Garuda, itulah kebelan dari huruf ke tiga AAGM

Setelah itu dinginlah bumi ini karena hati manusia menjadi tobat, tobat nasional, seolah sesuai dengan keinginan Allah, bahwa “KepadaKu lah kamu semua meminta pertolongan” Bukan karena teknis Adam Air jatuh 2x, namun yang engkau anggap perkasa di udara-pun Aku jatuhkan, agar engkau menyadari keberadaanKu atas bencana-bencana ini”

Tepat tgl 4-4-2007 Gempa bengkulu 5.9, dan alhamdulilah tidak merusak, sebab manusia telah bertobat dan tidak ada alasan bagi Allah untuk tidak menerima tobat mereka.

Hari demi hari, maka kembali Jakarta di kejutkan gempa besar berpusat di indramayu tepat tgl 8-8-2007 (+4 menit) setelah pilkada DKI. Dari gempa ini yang kebetulan tepat tgl kembar seolah ingin menegur manusia, “Bagaimana dengan tobatmu ?” Sekali lagi untuk menarik perhatian manusia, bahwa bayi berkepala dua itu memang perumpamaan dari Allah, maka Allah kembali membuat tanda tandanya lewat janin langka 19/4/2007, RS Soetomo Tangani Janin Langka Surabaya – RSU dr Soetomo Surabaya merawat janin kembar yang berusia 26 minggu dalam perut seorang ibu asal Surabaya. Salah satu janin ini tidak memiliki jantung atau acardiac twin.

Saat menangani bayi langka itu, maka kejadian aneh-pun terjadi, yakni Dr soetomo meledak 23/04/2007 dan di ikuti dengan ledakan di Pasar Turi. 24/04/2007 “Ada Ledakan di Pasar Turi Surabaya, 1 Orang Tewas Surabaya – Duarr! Suara ledakan keras terdengar di sekitar Pasar Turi Surabaya, Selasa (24/4/2007) pukul 12.38 WIB. Warga maupun pengendara motor sempat kaget. Seorang tewas terkena ledakan itu.

Sungguh perjalan yang amat mengagumkan tentang janin langka ini, dimana pasar turi meledak dan menjadikan tanda yang sangat masuk akal saat tepat tgl 9-9-2007 kembali pasar Turi terbakar (terbakar 2 kali, kebakaran pertama tgl 26/07/07) Pasar turi terbakar sebagai tanda refleksi si kembar mulai aktif lagi dan tidak menunggu lama, maka tiga hari setelah itu atau tepat sehari sebelum puasa 12/09/2007 terjadilah gempa bengkulu.

doa_22Sesuatu yang sudah dinantikan dan teramat jelas apa yang akan terjadi

aagm_22

Sekali lagi untuk menutup masalah pesawat, maka tepat tgl 1-11-2007, tergelincilah Mandala, mengapa harus mandala ? itulah kebetulan dari huruf terkahir dari AAGyM. Benarkah AAGyM itu memuat bayi berkepala dua ? Mari kita sedikit berhitung, bukan pula dengan ilmu gotak gatik matuk, tapi inilah rahasia yang tersembunyi dari pelajaran Allah

  • Kita ambil tengah-tengan AAGM, kita dapatkan AG,
    tgl 21-02-2007 Adam Air hard landing di Surabaya/ Juanda / Sidoarjo
    tgl 07-03-2007 Garuda Terbakar di Yogyakarta
    _____________+
    tgl 28-05-2007

Ada apakah tgl 28/05 ?, tentu masih ingat dari uraian diatas yakni itulah tgl cepitan gempa yogya dan lapindo di sidoarjo, mengingatkan apakah itu ?

  • 27-05-2006 Gempa yogya (garuda terbakar di yogya), simbol O
    28-05-2006 Tidak bencana, simbol |
    29-05-2006 Lapindo Sidoarjo (Adam Air Hard Landing di Surabaya), simbol O

Mengingatkan O|O atau bayi berkepala dua !

  • Cukupkah ? mari kita ulangi penjumlahan itu pada huruf pertama dan terakhir yaitu AM
    01-01-2007 Adam Air Jatuh
    01-11-2007 Mandala tergelincir
    ___________ +
    02-12-2007

Ada apakah 02-12-2007 ? pasti anda terkejut, entah kebetulan apakah dan siapakah yang mengatur tgl 02-12-2007 lahir bayi berkepala dua di Jakarta Memasuki desember-2007, hebohlah penduduk bengkulu lewat ramalan ahli gempa yang sebutkan selalu tepat memprediksi gempa. Ahli tsb menyatakan akan terjadi gempa dahsyat tgl 23-desember-2007 di bengkulu

Benarkah ? hal itu tidak terbukti, seorang anak manusia telah menuliskan bahwa ramalan itu akan sia sia karena tidak berbanding lurus dengan pelajaran Allah tentang bayi berkepala dua

Dari berbagai uraian diatas, maka sewajarnya gempa adalah sesuatu yang lumrah terjadi, namun menjadi luar biasa saat di temukan pelajaran Allah bahwa seolah ada statemen “Hendaklah manusia hanya bergantung kepada Allah semata, dan untuk umatKu bersaudaralah agar kamu menjadi umat yang di segani dan menjadi kebanggan di atas umat yang lain” Hal yang mengkuatirkan adalah jika hal di atas justru menambah keras hati manusia, maka Allah akan kembali menagih janji taubat manusia indonesia, lewat jantung negara ini yakni Jakarta. Untuk menghindari ini, maka seriuslah dalam bertaubat

Satu catatan penting bahwa bencana layak datang sebagai tagihan janji manusia indonesia keseluruhan lebih khusus para pemimpin adalah tulisan rencana yang matang yakni tgl 8-8-2007 gempa indramayu ini dapat kembali aktif !

Saat 4-4-2007 gempa bengkulu 5.9 teredam oleh taubat dan kembali aktif 5 bulan kemudian yakni
4+5/4+5/2007 sehingga tepat tgl 9/9/2007 lewat pasar turi terbakar lagi (2x terbakar), dalam artian di butuhkan 5 bulan setelah itu untuk melihat keseriusan dalam bertaubat

Kami kuatir, Allah ‘menagih’ keseriusan dalam bertaubat itu dalam gempa indramayu setelah lima bulan kemudian, sebagai catatan :

>Kecelakaan di indramayu
tgl 17/12/2007 5 Staf DEPLU tewas
tgl 20/12/2007 5 Santri tewas
>Bacalah fonomena 22 yang memuat tahun 2005 adalah gempa Jakarta
Senin, 10/10/2005 19:08 WIB Gempa 5,7 SR Guncang Jakarta Perhatikan berita di bawah ini dimana nomor cantik kembali muncul dimana gempa terjadi 10-10-2005 dan 17.55.55 WIB. Sekali lagi nomor cantik untuk jam – menit – detik 05.55.55 petang dan tanggal-bulan-tahun 10-10-2005

 

Semua tulisan di sini adalah sebuah rangkuman dalam jejak yang teratur seperti di filmkan dibawah ini, Simbol yang unik Kesemua adalah Kisah Nyata yang Benar Terjadi dan di vidiokan di bawah ini

 

Hampir semua bencana besar di Indonesia (khususnya) terdapat tanda-tanda bencana sebelum terjadinya. Hal ini adalah manifestasi dari sebuah pelajaran terdahulu tentang petunjuk sang Maha Tahu sebagaimana kisah qobil & gagaknya. Gagak si qobil adalah komunikasi efektif antara kekuatan super (Tuhan) dengan manusia yang memiliki keterbatasanHal yang patut di mengerti adalah Qabil sebagai orang yang berdosa akhirnya menyesal sedalam-dalamnya, sehingga mampu menerima ‘komunikasi’ Allah dengan dirinya lewat iktibar burung gagak

Al-maa’idah:31 Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya . Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.

Apalah yang terjadi sekiranya qabil tidak menyesali perbuatan atas visinya yang salah ? Bisa jadi dia tidak mampu menangkap ‘komunikasi’ Allah dengan mahluknya lewat burung gagak. Penyesalan adalah batas terendah manusia dan saat itulah senyampang pintu dunia masih terbuka maka Allah memberikan petunjukNya.

Diberi kemudahan untuk menerima petunjukNya bagi orang yang menyesal atas perbuatannya. Hal ini menunjukkan bahwa Dzikir taubat merupakan pintu untuk menerima petunjukNya dalam arti bentuk komunikasi Allah kepada hambaNya. Sekali lagi SEKIRANYA qobil tidak menyesal atas kejadian itu, maka petunjuk Allah akan sulit di terima dan mungkin menganggap bahwa burung gagak itu sebagai burung yang biasa saja.

Bentuk komunikasi efektif lewat gagak dapat berwujud apa saja, saat awal di perkenalkan perintah kubur, maka tiada perintah dalam nash atau qauli wahyu, namun berupa iktibar gagak, kemudian dari itulah kuburan di-kenal, mengapa Allah tidak langsung ‘berbicara’ atau ilham tetapi harus melalui burung gagak (ayat 31) ? (baca Kekuatan Tauhid : Bahasa di atas bahasa manusia) Berikut ini adalah intisari daftar tanda-tanda sebelum bencana besar terjadi