Terungkap Misteri Gempa Jogja, Mbah Marijan & Gunung Merapi

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Mengutip wikipedia, Mbah Maridjan

Raden Ngabehi Surakso Hargo atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Maridjan (nama asli: Mas Penewu Surakso Hargo; lahir di Dukuh Kinahrejo, 5 Februari 1927 – meninggal di Sleman, 26 Oktober 2010 pada umur 83 tahun) adalah seorang juru kunci Gunung Merapi. Amanah sebagai juru kunci ini diperoleh dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Setiap gunung Merapi akan meletus, warga setempat selalu menunggu komando darinya untuk mengungsi. Ia mulai menjabat sebagai wakil juru kunci pada tahun 1970. Jabatan sebagai juru kunci lalu ia sandang sejak tahun 1982.

Sejak kejadian Gunung Merapi akan meletus tahun 2006, Mbah Maridjan semakin terkenal. Karena faktor keberanian dan namanya yang dikenal oleh masyarakat luas tersebut, Mbah Maridjan ditunjuk untuk menjadi bintang iklan salah satu produk minuman energi.

Pada tanggal 26 Oktober 2010, gunung Merapi kembali meletus disertai awan panas setinggi 1,5 kilometer. Gulungan awan panas tersebut meluncur turun melewati kawasan tempat mbah Maridjan bermukim. Jasad Mbah Maridjan ditemukan beberapa jam kemudian oleh tim SAR bersama dengan 16 orang lainnya telah meninggal dunia, umumnya kondisi korban yang ditemukan mengalami luka bakar serius. Jenazah tersebut dikonfirmasi sebagai jenazah Mbah Maridjan pada tanggal 27 Oktober 2010.

G. Merapi dari Tahun 2006 ke Tahun 2010


awan_panas_merapi_14_6_2006_mbah_marijan_selamatPerhatikan dengan seksama gambar diatas, sebuah awan panas merapi tgl 14/6/2006 menyapu bungker kaliadem, dan rumah mbah marijan selamat, ingat tgl 14-juni-2006 Memasuki tahun 2010, maut semakin menjadi-jadi, perhatikan gambar dibawah ini, yang tepat tgl 14-juni-2010 (empat) tahun berselang

Tahun 2010 sebagai perbandingan  dengan gambar dibawah ini 26-oktober-2010, tercatat 1626 hari selang waktu terjadinya antara dua awan panas tsb, dimana rumah mbah marijan tersapu awan panas yang secara tiba-tiba awan tersebut berbelok, tidak seperti tahun 2006.

ANEH .... AWAN PANAS MERAPI 26-OKTOBER-2010 SENGAJA MENGINCAR MBAH MARIJAN

Mengapa awan panas tahun 2010 tersebut berbelok ?


Hingga menewaskan mbah marijan ? apakah mbah marijan tiada diberi peringatan sebelumnya ? (baca Misteri Keanehan Gunung Merapi)Sebuah akibat dari sesuatu sebab yang dapat diambil hikmah dan pelajaran sebagai bagian tanda-tanda kekuasaanNya .


Tulisan ini tidak-lah bermaksud menghujat atau berkonotasi jelek terhadap Mbah Marijan, tulisan ini hanyalah meng-kliping perjalanan Kisah Mbah Marijan yang amat terkenal di Indonesia.

Ref Bacaan : [‘G]Peringatan  Allah sebelum Gempa Yogya, kisah Bacaan [P] eringatan Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya

Berikut Kliping perjalan Mbah Marijan

Mbah Marijan Dapat Wangsit


mbah_marijan_tv_one[M] 8/05/2006 12:47 Mbah Marijan Ngaku Dapat Wangsit: Merapi Tidak  Anwar Khumaini – detikcom, Sleman – Juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan mengaku mendapat wangsit (petunjuk) setelah melakukan doa dan meditasi selama 2 hari 2 malam di lokasi labuhan, Pos II jalur pendakian ke puncak Gunung Merapi.”Wangsit yang saya terima Insya Allah nanti selamat. Tidak akan terjadi apa-apa pada Gunung Merapi,” kata Mbah Marijan saat ditemui detikcom di rumahnya Dusun Kinahrejo, Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (18/5/2006).

mbah_marijan_minta_sesuatu

Wangsit: Merapi Sedang Membangun


Mbah Marijan tidak menjelaskan detail bagaimana bentuk wangsit yang ia terima. Alasannya, hanya dirinya yang mempu menangkapnya. Inti wangsit: Gunug Merapi tetap aman.”Sekarang ini Merapi sedang membangun. Jadi kami meminta agar masyarakat membantu pembangunan Merapi dengan cara tidak menambang pasir sembarangan dan menjaga Merapi tetap lestari,” katanya. Tokoh masyarakat yang cukup disegani di kawasan lereng Merapi sebelah selatan ini menuturkan, selama dua hari naik ke Merapi, dirinya melakukan meditasi dan doa meminta keselamatan dengan perantara Gunung Merapi. “Saya di sana berdoa, minta kepada Allah dengan ‘lantaran’ Merapi,” katanya. Juru kunci yang mendapat gelar dari keraton Mas Ngabehi Suraksohargo ini naik ke lereng Gunung Merapi pada Selasa 16 Mei pagi bersama dua pemuda. Ia kemudian melakukan meditasi dan doa di lokasi labuhan, yakni Pos II jalur pendakian. Dan Kamis pagi ini, Mbah Marijan telah kembali dengan selamat.

mbah_marijan_tv_one_2

Mbah Marjian Ritual Keliling  dengan MemBisu


 [M] 18/05/2006 15:46 Mbah Marijan Ritual Keliling Kampung dengan Membisu, Anwar Khumaini – detikcom, Sleman – Setiap malam Jumat, juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan melakukan upacara rutin. Keliling kampung dusun Kinahrejo sebanyak 3 kali dengan cara membisu. Tujuannya agar Dusun Kinahrejo dan sekitarnya selamat dari marabahaya. Demikian juga Kamis (18/5/2006) malam nanti. Mbah Marijan berencana akan keliling kampung dengan membisu. “Acara ritual ini sudah rutin dilakukan setiap malam Jumat. Nanti akan mulai sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Mbah Marijan saat ditemui detikcom di Masjid Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Upacara akan dimulai setelah salat magrib, yakni dengan menggelar Yasinan (membaca surat Yasin) di masjid depan rumah Mbah Marijan. Setelah itu, pada tengah malam akan menjalani upacara keliling kampung 3 kali. “Kalau mau ikut monggo. Silakan ramai-ramai. Tetapi tidak boleh ribut. Semua harus bisu,” ajak Mbah Marijan. Ketika detikcom meminta komentar adanya salam dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mbah Marijan mejawab pendek, “Terima kasih.” “Beberapa hari lalu Pak SBY juga sudah menyumbang dana untuk masjid melalui Mbak Yenny (putri Gus Dur, Yenny Wahid),” jelas sesepuh yang mendapat gelar dari keraton Mas Ngabehi Suraksohargo ini. (jon)

murid_mbah_marijan_bawa_keris_bendera

Mbah Marijan Bawa Tombak & Keris


[Fenomena TOMBAK & KERIS, ] , Mbah Maridjan Lakukan Ritual Laku Lampah Mbisu , Sleman, Yogyakarta, Jumat Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan sejak Kamis malam hingga Jumat (19/5) dini hari melakukan ritual  laku lampah mbisu (berjalan tanpa berbicara atau membisu) mengelilingi wilayah Pedukuhan Kinahrejo, Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk keselamatan warga dari bencana Merapi. Ritual yang dilakukan Mbah Marijan bersama sejumlah warga setempat dan kalangan keluarga serta kerabat dekatnya itu, sebagai wujud permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar warga masyarakat Dusun Pelemsari khususnya dan umumnya masyarakat DIY terhindar dari bencana Gunung Merapi. Mbah Maridjan dan para pengikutnya berjalan mengelilingi wilayah Pedukuhan Kinahrejo sebanyak tiga putaran. Setiap putaran jaraknya sekitar lima kilometer, termasuk melewati Pedukuhan Ngrakah dan Kaliadem. Busana yang dikenakan Mbah Maridjan adalah pakaian adat Jawa dan kain batik. Ia memakai alas kaki semacam sandal. Sekitar lima orang pengikutnya juga mengenakan pakaian seperti Mbah Marijan. Sedangkan pengikut lainnya berpakaian biasa.

Salah seorang pengikutnya membawa sebuah tombak yang dibungkus kain berwarna merah putih, dan pengikutnya yang lain membawa sebilah keris dibungkus kain putih. Kegiatan ritual tersebut dimulai sekitar pukul 23.00 WIB, dan sampai berita ini diturunkan masih berlangsung.

Sebelum kegiatan ritual itu dimulai, dilakukan pembacaan Surat Yasin di Masjid Al Amin Pedukuhan Kinahrejo. Selain Mbah Maridjan, kegiatan di masjid ini juga diikuti sejumlah warga setempat. Pembacaan Surat Yasin berlangung selama satu jam, dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut Lurah Desa Umbulharjo Bejo Mulyono, kegiatan ritual tersebut biasa dilakukan Mbah Marijdan pada setiap malam Jumat. Ia mengatakan laku lampah mbisu ini akan dilakukan terus setiap malam Jumat hingga kondisi atau aktivitas Merapi dirasa aman. Sekitar seratus lebih wartawan dari berbagai media cetak maupun elektronik dari dalam dan luar negeri meliput kegiatan itu. Bahkan sebagian dari mereka ikut mengelilingi wilayah Pedukuhan Kinahrejo bersama rombongan Mbah Maridjan. Kegiatan ritual tersebut dapat pengawalan dari sejumlah aparat kepolisian Polsek Cangkringan, Sleman. Sementara itu, Gunung Merapi yang aktivitasnya masih berstatus awas, hingga Jumat dini hari masih tampak mengeluarkan lava pijar dari puncaknya, dengan jarak luncur tiga hingga empat kilometer ke arah barat daya yakni ke hulu Kali Krasak (Kabupaten Magelang, Jawa Tengah) dan hulu Kali Boyong (Kabupaten Sleman, DIY).

mbah_marijan_dan_keris

Mbah Marijan Lakukan Laku Lampah Mbisu


[Fenomena Ritual Laku Lampah Bisu] Mbah Marijan Melakukan Ritual ‘Laku Lampah Mbisu’ YOGYAKARTA, 19 Mei:  Juru kunci Gunung Merapi, Mbah Marijan (79) sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari melakukan ritual laku lampah mbisu (berjalan tanpa berbicara atau membisu) mengelilingi wilayah Pedukuhan Kinahrejo, Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk keselamatan warga dari bencana Merapi. Ritual yang dilakukan Mbah Marijan bersama sejumlah warga setempat dan kalangan keluarga serta kerabat dekatnya itu sebagai wujud permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar warga masyarakat Dusun Pelemsari khususnya dan umumnya masyarakat DIY terhindar dari bencana Gunung Merapi. Mbah Marijan dan para pengikutnya berjalan mengelilingi wilayah Pedukuhan Kinahrejo sebanyak tiga putaran. Setiap putaran jaraknya sekitar lima kilometer, termasuk melewati Pedukuhan Ngrakah dan Kaliadem. Busana yang dikenakan Mbah Marijan adalah pakaian adat Jawa berupa stelan ‘beskap’ dan kain batik. Ia memakai alas kaki semacam sandal. Sekitar lima orang pengikutnya juga mengenakan pakaian seperti Mbah Marijan. Sedangkan pengikut lainnya berpakaian biasa.

Salah seorang pengikutnya membawa sebuah tombak yang dibungkus kain berwarna merah putih, dan pengikutnya yang lain membawa sebilah keris dibungkus kain putih.

Sebelum kegiatan ritual itu dimulai, dilakukan pembacaan Surat Yasin di Masjid Al Amin Pedukuhan Kinahrejo. Selain Mbah Marijan, kegiatan di masjid ini juga diikuti sejumlah warga setempat. Pembacaan Surat Yasin berlangung selama satu jam, dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut Lurah Desa Umbulharjo Bejo Mulyono, kegiatan ritual tersebut biasa dilakukan Mbah Marijan pada setiap malam Jumat. Ia mengatakan laku lampah mbisu ini akan dilakukan terus setiap malam Jumat hingga kondisi atau aktivitas Merapi dirasa aman. Sekitar seratus lebih wartawan dari berbagai media cetak maupun elektronik dari dalam dan luar negeri meliput kegiatan itu. Bahkan sebagian dari mereka ikut mengelilingi wilayah Pedukuhan Kinahrejo bersama rombongan Mbah Marijan. Kegiatan ritual tersebut dapat pengawalan dari sejumlah aparat kepolisian Polsek Cangkringan, Sleman. Sementara itu, Gunung Merapi yang aktivitasnya masih berstatus ‘awas’, hingga Jumat dini hari masih tampak mengeluarkan lava pijar dari puncaknya, dengan jarak luncur tiga hingga empat kilometer ke arah barat daya yakni ke hulu Kali Krasak (Kabupaten Magelang, Jawa Tengah) dan hulu Kali Boyong (Kabupaten Sleman, DIY).  (miol/broto)

Mbah Marijan Ritual Bawa Keris


[Mbah Marijan & Kerisnya] 19/05/2006 05:21 WIB, Ritual Keliling Desa Mbah Marijan Khidmat,  Mohammad Yanuar Firdaus – detikcom Sleman – Ritual keliling desa yang dilakoni Mbah Marijan dan pengikutnya berlangsung khidmat. Kondisi cuaca di daerah terdekat dari puncak Merapi ini juga terlihat cerah. Dari pantauan Detikcom yang mengikuti jalannya upacara ini, Mbah Marijan berangkat dari rumah tinggalnya pada pukul 23.00 tepat. Bersama lurah Kinahrejo, Bejo Mulyo, dan belasan warga lainnya, Mbah Marijan memulai ritual dengan membaca surah Al Fatihah sebanyak satu kali. Setelah selesai membaca surah tersebut, Mbah Marijan langsung berjalan keliling desa. Juru kunci gunung Merapi ini memakai baju beskap (baju khas Jawa, red) berwarna biru tua dengan blangkon.

Mbah Marijan juga terlihat membawa sebilah keris dengan dibalut kain mori berwarna putih. Pengikut disampingnya membawa tombak dengan dibungkus bendera merah putih. Tidak didapat keterangan mengenai arti dari benda-benda tersebut karena para warga mengikuti syarat ritual ini dengan berjalan keliling kampung dengan membisu.

Menurut informasi yang didapat, Mbah Marijan dan para warga Kinahrejo yang mengikuti ritual ini akan memutari desa sebanyak tiga kali dengan rute yang diambil yaitu daerah Kinahrejo, Ngrakah, Kaliadem dan kemudian kembali ke Kinahrejo. Diperkirakan jarak untuk satu kali putaran terhitung kurang lebih 5 km. Berarti total Mbah Marijan dan pengikutnya akan melakukan perjalanan sepanjang 15 km. Meski demikian Mbah Marijan dan beberapa warga terlihat belum letih meskipun sudah melakukan satu kali perjalanan. Berbeda dengan para wartawan yang mengikuti perjalanannya. Kebanyakan setelah satu kali putaran sudah terlihat capek dan memutuskan untuk kembali ke rumah Mbah Marijan. Hingga berita ini diturunkan Mbah Marijan dan para warga yang mengikuti ritual ini masih melakukan upacara tersebut. Sementara para wartawan sudah banyak yang turun atau pulang. (ahm)

Mbah Marijan Lakukan Ritual Tapa Bisu Keliling Dusun


[Mbah Marijan & Pengikut aliran Kepercayaan] YOGYAKARTA – Sosok yang selalu mengundang kontroversi selama Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas, Mbah Maridjan, Kamis (18/5) malam melakukan laku prihatin tapa bisu. Dia bersama beberapa orang dari Sanggar Songgo Buwono Yogyakarta berjalan mengelilingi Dusun Kinahrejo tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.  Ritual tapa bisu cukup dikenal di kalangan masyarakat Yogyakarta. Pada malam 1 Sura, misalnya, masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya juga melakukan tapa bisu mengelilingi tembok keraton mulai pukul 24.00 sampai menjelang pagi. Tidak ada yang berkata-kata selama ritual tersebut, hanya dengusan nafas yang terdengar.

Proses ritual tradisional itu dimulai dari halaman rumah Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi, pukul 21.00 Dia dan empat orang dari Sanggar Songgo Buwono, kelompok aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mengenakan pakaian Jawa lengkap dengan keris terpasang di balik tubuh. Mereka berdoa di masjid yang terletak di sisi barat rumah Mbah Maridjan. Doa-doa dipanjatkan agar masyarakat diberi keselamatan, hidup tenteram dan terhindar dari mara bahaya.

Setelah semua proses doa selesai, mereka kembali ke halaman rumah mempersiapkan diri untuk melakukan ritual tapa bisu.Sebelum ritual dimulai, Mbah Maridjan mengatakan prosesi tersebut merupakan salah satu cara memohon keselamatan pada Tuhan.

Tidak hanya untuk dia dan masyarakat sekitar, tetapi juga untuk seluruh warga lereng Merapi. ”Ini untuk mohon pada Yang di Atas agar semua selalu diberi rahmat dan keselamatan. Sebagai manusia, kita wajib berdoa dalam kondisi apa pun dan laku prihatin,” jelasnya.

Soal Merapi, dia kembali mengatakan apa yang pernah disampaikan dalam berbagai kesempatan, sudah wajar kalau gunung tersebut batuk. Cukup lama Merapi tidak mengeluarkan isinya, jadi kalaupun sekarang keluar juga tidak masalah.

Mbah Maridjan melakukan tapa bisu dengan berjalan kaki mengelilingi Kinahrejo, Kaliadem dan kembali ke rumahnya. Prosesi berkeliling dilakukan tiga kali dan jarak totalnya, sekitar 15 kilometer.

Mbah Marijan Lepas Ayam Putih


[Mbah Marijan-Bunda Lia Ritual Bersama] Yogyakarta, CyberNews. Juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan dan Pemimpin Pondok Songgo Buwono Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bunda Lia melakukan upacara ritual bersama di kaki Gunung Merapi, Jumat (2/6) dini hari.”Kamis (1/6) siang, Mbah Marijan mendatangi kami di Parangtritis untuk meminjam keris pusaka `cangkung tindik mas` yang digunakan dalam upacara malam ini. Sekarang kami menjumpai Mbah Marijan di Merapi untuk ikut dalam upacara ini,” kata Bunda Lia kepada ANTARA di Yogyakarta, Kamis Malam. Ia menjelaskan sebelum mengikuti upacara ritual bersama itu, dalam perjalan dari pantai Parangtritis, Bunda Lia bersama rombongan melepas seekor ayam putih di setiap perempatan jalan yang dilalui hingga ke tempat tinggal Mbah Marijan di dukuh Kinahrejo, Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo, Kabupaten Sleman, DIY.

Sekitar 10 orang dengan mengendarai satu mobil dan dikawal sekitar empat sepeda motor bertugas melepas ayam putih tersebut. Mereka mengenakan pakaian adat Jawa serba hitam. Sebelum melakukan upacara ritual bersama, para peserta dari Kinahrejo maupun Parangtritis yang mengenakan pakaian adat Jawa berkumpul di rumah Mbah Marijan. Mereka melakukan doa bersama kemudian melakukan upacara ritual dengan berjalan mengelilingi dusun-dusun di Desa Umbulharjo. Ritual itu diikuti sekitar 40 peserta. Sepanjang perjalanan mereka tidak berbicara karena memang upacara ritual itu harus dilakukan dengan cara membisu. “Tadi siang, ada kabar yang menyatakan Mbah Marijan mengungsi dari Gunung Merapi. Kami tegaskan, isu itu tidak benar. Mbah masih di sini dan memimpin upacara ini,” kata tokoh di dusun itu yang menjadi salah satu juru bicara rombongan. Beberapa jam sebelum dilakukan upacara ritual bersama, di Yogyakarta beredar isu akan terjadi lagi gempa bumi besar dan Gunung Merapi meletus. Baik Mbah Marijan maupun Bunda Lia menolak menjawab pertanyaan tentang kaitan antara penyelenggaraan upacara tolak bala itu dengan isu yang sempat beredar luas di masyarakat Yogyakarta tersebut. Isu tersebut beredar di tempat-tempat pengungsian korban bencana gempa bumi di DIY.( ant/Cn08 )

Merapi Kembali ‘Berulah’


 Selasa, 13/06/2006

merapi_2006[S]  18:07  Status Merapi Turun Jadi Siaga,Bagus Kurniawan – detikcom, Yogyakarta – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menurunkan status Merapi menjadi Siaga pada pukul 11.00 WIB, Selasa (13/6/2006). Sebelumnya, selama sebulan Merapi berstatus Awas. Penurunan status itu dilakukan setelah hasil pengawasan dan evaluasi menunjukkan kondisi aktivitas Merapi terus mereda sejak mengeluarkan awan panas besar pada Jumat, (9/6/2006). Selama tiga hari terakhir ini jarak luncuran awan panas juga semakin pendek dan mereda. Hal itu diungkapan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Ratdomo Purbo kepada wartawan di kantornya, Jl Cendana Yogyakarta, Selasa sore.Penurunan status Merapi tersebut dikeluarkan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Bandung melalui surat no 879/42.02/PVG/2006 yang ditandatangani ketuanya, Yousana OP Siagian. Alasan penurunan status tersebut karena aktivitas Merapi dalam empat hari terakhir terus menurun dan tidak lagi fluktuatif berdasarkan hasil rapat evaluasi pada hari Senin kemarin. Meski statusnya turun, Purbo akan terus memantau perkembangan Merapi. Saat ini awan panas memang masih terjadi dengan intensitas semakin mengecil. Saat dilakukan evaluasi, petugas berkesimpulan aktivitas memang menurun dan tidak fluktuatif pasca-runtuhnya kubah lava 2006 pada hari Jumat 9 Juni. “Itu alasan penurunan status. Tetapi jika dalam perkembangannya dinilai membahayakan atau menimbulkan ancaman bencana bagi warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana, status siaga akan ditinjau kembali,” katanya.

Dia mengatakan setelah mendapat surat dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geolog, Bandung, BPPTK langsung memberitahukan kepada semua pemerintah Kabupaten baik Sleman, Klaten, Boyolali dan Magelang. Pemerintah Provinsi DIY dan Jawa Tengah juga mendapat tembusan surat tersebut. Menurut Purbo, meski statusnya telah turun menjadi Siaga, Merapi masih dinilai rawan untuk pendakian baik melalui jalur selatan Kinahrejo, Cangkringan, maupun dari utara melalui Selo, Boyolali. Demikian pula dengan penambangan pasir serta kegiatan seperti bertani dan berladang di sekitar alur Kali Gendol, Boyong, Krasak dan Sat dalam radius 6 km dari puncak Merapi tetap harus dikosongkan. “Kami masih akan memantau perkembangan aktivitas Merapi. Jika dinilai membahayakan atau menimbulkan ancaman bencana bagi warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana, status siaga akan ditinjau kembali,” katanya. (nrl)

[L] 11:45 Luncuran Wedhus Gembel Merapi Semakin Pendek

Rabu, 14/06/2006


letusan_merapi[R 11:19 Ribuan Pengungsi Merapi Tinggalkan Barak, 

awan_panas_merapi_14_6_2006_mbah_marijan_selamatPerhatikan dengan seksama gambar diatas, sebuah awan panas merapi tgl 14/6/2006 menyapu bungker kaliadem, dan rumah mbah marijan selamat, ingat tgl 14-juni-2006merapi_meletus_14_juni_2006_dan_tanda_kiamat_55[ L] 15:33 Luncuran Awan Panas Panikkan Warga Lereng Merapi,  [ A] 16:02 Awan Panas Merapi Dekati Pemukiman, Warga Diungsikan Lagi,  [S16:46 Siaga Merapi Berumur Sehari, Sekarang Awas Lagi, Bagus Kurniawan –

detikcomYogyakarta – Status Gunung Merapi kembali berubah dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Setelah kemarin dinyatakan berstatus Siaga, mulai pukul 15.00 WIB, status Gunung Merapi kembali menjadi Awas. Kenaikan status ini disampaikan oleh Kepala Seksi Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyarakarta Subandrio, Rabu (14/6/2006) saat dihubungi melalui sambungan telepon. “Sekitar pukul 12.05 WIB terjadi lagi luncuran awan panas. Luncuran diperkirakan 5 km menuju Kali Gendol. BPPTK menaikkan lagi statusnya menjadi Awas,” kata Subandrio.

Hingga saat ini, luncuran awan panas masih terus terjadi, meki tidak sebesar siang tadi. Warga di sejumlah desa di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, dan warga di Desa Belerante kembali diungsikan. Warga yang baru saja tiba dari pengungsian tadi pagi kembali panik dengan datanganya awan panas secara tiba-tiba dengan ukuran besar ini. Tim SAR sampai saat ini masih sibuk melakukan koordinasi. (jon)

[G] 17:04  Geolog: Aktivitas Merapi Memang Sangat Fluktuatif,  [I17:20  Indonesia ‘Terikat’ Sabuk Gunung Berapi Aktif, [A17:22  Abu Merapi Mencurah Pekat, Jarak Pandang Hanya 1 Meter, [ P] 17:43  Pengungsi Merapi Balik ke Barak dengan Bungkusan Seadanya, [A17:47  Aktivitas Gunung Berapi Memang Unpredictable, [A18:29  Awan Panas Merapi Capai 6 Km Hingga Dusun Kalitengah, [L]  19:48  Listrik Mati, Evakuasi Warga Merapi Terhambat, [A20:31  Awan Panas Meluncur, Hutan di Lereng Merapi Terbakar, [A20:46  Awan Panas Merapi Bergulung-gulung dan Bergemuruh, [R]  20:47  Rumah Mbah Marijan Nyaris Dihantam Lahar Panas Merapi, [M21:15  Mbah Marijan Bertahan di Kinahrejo, Dikawal 15 Orang, [ D] 21:57  Dikepung Lahar Panas, 2 Orang Terjebak di Bunker Kaliadem

bungker_merapi

Kamis, 15/06/2006


[M] 06:06 Merapi Masih Luncurkan Awan Panas, [T06:34 Terjebak di Bunker Kaliadem, 2 Orang Belum Berhasil Dievakuasi, [ A06:46 Awan Panas Skala Besar Meluncur Setiap Setengah Jam,  [A09:39 Alat Berat Evakuasi 3 Warga yang Terjebak di Bunker Merapi, [K]   09:54 Kaliadem dan Bebeng Porak – poranda Diterjang Lahar Panas, [L10:30  Lahar Membara Sulitkan Evakuasi Warga Kaliadem, [ A11:46  Awan Panas Berukuran Besar Meluncur 4,5 Km ke Kali Gendol, [B12:05  BPPTK Harus Hati-hati Putuskan Status Merapi, [S12:06  Status Merapi Meleset, DPR Minta BPPTK Dibekali Alat Canggih, [E14:00  Evakuasi Warga Terjebak, 2 Backhoe Keruk Bunker Kaliadem, [A15:04  Awan Panas Besar Meluncur ke Kali Gendol, Tim SAR Kaliadem Panik, [E15:27   Evakuasi 2 Orang Terjebak dalam Bunker Kaliadem Dihentikan Sementara, [ L17:09  Lahar di Kaliadem Panas, Sepatu Anggota Tim SAR Meleleh, [M17:27  Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Besar, Relawan Berlarian, [218:31   2 Orang Terjebak di Bungker Kaliadem Diduga Tewas
evakuasi_korban

Jumat, 16/06/2006


[A 06:14  Awan Panas Merapi Muncul Lagi, [K08:23  Kedua Relawan di Bungker Kaliadem Ditemukan Tewas, [B08:58  Bungker Kaliadem Salah Desain, [S11:42   ‘Selamat Datang di Wisata Bebeng’ Hilang Tersapu Material Merapi18675

Sabtu, 17/06/2006


[M 12:01 Merapi Luncurkan 7 Kali Awan Panas & 49 Kali Lava Pijar, [L]   10:25 Luncuran Awan Panas Merapi Meningkat Lagi

Rabu, 12/07/2006 15:45 WIB


 Status Merapi Turun Jadi Siaga

Merapi diturunkan statusnya dari AWAS ke SIAGA (level III)Berdasarkan analisis dan evaluasi data pemantauan Gunungapi Merapi sepuluh hari terakhir, diketahui telah terjadi penurunan aktivitas Gunung Merapi yang ditunjukkan antara lain:

  1.   Data kegempaan secara umum menurun, baik gempa vulkanik, gempa MP, guguran lava, maupun awan panas.
  2. Data SO2 sudah mengalami penurunan.
  3. Intensitas awan panas dan guguran lava pijar menurun, baik jumlah kejadiannya maupun jarak luncurnya. Dalam satu minggu terakhir jarak luncur mencapai maksimum 3 km ke arah K. Gendol.
  4. Kubah lava yang berada di kawah bentukan tanggal 14 Juni 2006, sejak tanggal 25 Juni 2006 tidak lagi mengalami pertumbuhan yang signifikan. Laju pertumbuhan sudah lebih kecil dari 10.000 m³/hari.

Sehubungan dengan hal tersebut maka status aktivitas Gunung Merapi diturunkan dari “AWAS” menjadi “SIAGA” terhitung mulai tanggal 12 Juli 2006, pukul 10.00 WIB. Dengan penurunan status tersebut, maka kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kabupaten Klaten, dan Pemerintah Kabupaten Boyolali, berikut Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (SATLAK PB) kami rekomendasikan:

Untuk melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan status SIAGA Merapi.

  1. Selama status masih SIAGA, agar masyarakat tidak melakukan pendakian ke puncak dan kegiatan penambangan pasir, pertanian, perkebunan, dan aktivitas lain di sekitar alur K. Gendol, K. Boyong, K. Krasak, dan K. Sat dalam radius sampai dengan 6 km dari puncak Gunungapi Merapi, karena masih adanya guguran lava pijar dan bahaya awan panas.
  2. Dalam hal terjadi peningkatan kembali aktivitas berdasarkan data hasil pemantauan yang diperkirakan akan menimbulkan ancaman bencana bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana G. Merapi, status “Siaga” ini akan ditinjau kembali.

Mbah Marijan Mendunia


Minggu, 04/06/2006 07:43 WIBMbah Marijan Emoh Diundang ke Piala Dunia

Anwar Khumaini – detikSport,   Jakarta – Hampir setiap orang di muka bumi kini memimpikan bisa menonton Piala Dunia langsung dari pinggir lapangan. Tapi tidak buat Mbah Marijan. Juru kunci gunung Merapi itu menolak undangan gubernur Munich untuk hadir di pesta pembukaan Piala Dunia. Tentu saja bukan Christian Ude, sang gubernur Munich, yang datang langsung menyambangi Mbah marijan ke rumahnya di dusun Kinahrejo di lereng Gunung Merapi. Undangan itu dibawa seorang wartawan asal Jerman yang kebetulan sedang dalam tugas liputan, Sabtu (3/6/2006). Menurut pengakuan si wartawan, dirinya mendapat kepercayan khusus dari Ude untuk mengundang Mbah Marijan datang ke Allianz Arena saat pesta pembukaan Piala Dunia tanggal 9 Juni pekan depan.

 

Tawaran buat pria yang bernama asli Mas Ngabehi Suraksohargo itu juga tak tanggung-tanggung. Bukan cuma tiket stadion yang ditawarkan, tapi juga segala akomodasi selama di Jerman termasuk masalah pengurusan paspor. Jawaban “iya” pasti akan keluar jika tawaran itu diberikan pada Anda. Tapi tidak buat kuncen yang satu ini. Dengan polosnya Mbah Marijan menolak tawaran yang sangat menggiurkan itu. “Aku emoh, ora gelem (tidak mau), aku ini orang kecil, tidak tahu apa-apa, ya emoh. Aku ini orang kecil, sandalku aja sandal jepit, yo hilang keselempit (terselip),” ujar Mbah Marijan ketika ditemui detikcom di serambi Mesjid Al Mubarok, dusun Ketanggo, Bantul, Sabtu (3/6/2006). Wah Mbah, eman-eman (sayang) ditolak. Foto: Mbah Marijan. Tak tertarik lihat langsung Michael Ballack cs. (Bagus Kurniawan/Detikcom) (din/)

Jumat, 30 Juni 2006 – 03:02 wib Gara-gara Ngefans sama Mbah Marijan

iklan_mbah_marijanPT. Sido Muncul,  JAKARTA,KCM – Mbah Marijan, Juru Kunci Gunung Merapi, menjadi “Lelaki Pemberani” bersama Chris John, juara tinju dunia versi WBA.  Bisa ketemu, bagaimana ceritanya?     Gunung Merapi yang sampai kini masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya bersamaan dengan gempa bumi yang melanda Yogyakarta pada 27 Mei 2006 lalu tak disangka membuahkan ide pembuatan variasi iklan minuman berenergi bentuk serbuk Kuku Bima Energi (KBE), salah satu andalan Sido Muncul. Seperti diakui Irwan Hidayat, Presiden Direktur Sido Muncul kepada pers dalam acara peluncuran variasi iklan KBE versi “Lelaki Pemberani” kepada pers di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (29/6), sosok Mbah Marijan tampil dengan keluguan dan kesetiaannya menjaga Gunung Merapi. Mbah Marijan, meski sudah diperingatkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk mengungsi malah kembali lagi ke kediamannya di Kinah Rejo demi menjalankan tugasnya sebagai Juru Kunci gunung setinggi 2914 meter itu. “Sebetulnya, Mbah Marijan itu ya punya rasa takut karena aktivitas Gunung Merapi itu. Gara-gara itulah saya ngefans sama Mbah Marijan,” kata Irwan yang mengaku sempat tak dipedulikan oleh Mbah Marijan saat berkunjung ke kediaman pria bergelar Raden Ngabehi Suraksohargo itu pada Minggu (28/5) lalu. Diperkuat oleh gagasan Harry Tjahjono dalam tulisannya tentang dua lelaki pemberani, inspirasi menampilkan Mbah Marijan sebagai salah satu ikon KBE pun mengemuka.

mbah-marijan_jadi_lakonSebelumnya, KBE sudah meluncurkan dua variasi iklan televisi komersial bertajuk “Miss Energy” yang dibintangi Aline dan “Bangkitlah Yogya-ku” yang dibintangi Donny Kusuma, Rieke Diah Pitaloka, dan Chris John, juara tinju dunia versi WBA. Sementara, satu variasi lagi yakni versi “Tujuh Belasan” akan tayang mendekati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus mendatang. “Chris John, meski juara dunia juga memiliki rasa takut saat naik ke ring tinju dan ’Lelaki Pemberani’ adalah lelaki yang mampu mengalahkan rasa takutnya sendiri,” kata Irwan seraya menambahkan bakal “Lelaki Pemberani” bakal muncul di layar kaca pada 10 Juli 2006. Pengambilan gambar “Lelaki Pemberani” dilakukan pada 24-25 Juni di lokasi bunker Merapi yang telah porak poranda oleh kekuatan alam. Pengambilan gambar pun dilakukan pula di depan rumah Mbah Marijan.

mbah_marijan_shooting_kuku_bimaDi kelas minuman berenergi bentuk serbuk, KBE menguasai 25 persen pasar, menurut Ludwig Brasali, Manajer Produk KBE menjawab pertanyaan KCM, di tempat yang sama. Keberhasilan ini, jelas Ludwig, salah satunya karena variasi iklan yang terus-menerus digarap untuk mengingatkan masyarakat. “Variasi iklan itu memang membantu, khususnya dari segi penjualan,” kata Ludwig seraya menambahkan belanja iklan KBE menembus angka di atas Rp100 miliar. Dalam catatan Ludwig, produk yang dilempar ke pasaran dengan empat macam rasa, antara lain Anggur Merah Bali dan Jeruk Pontianak serta Jambu Biji, itu, satu bulannya mencapai 40 juta sachet. Sementara, penyerapan pasar terbanyak di Jawa, Indonesia bagian Timur, dan Sumatera.

Mbah Marijan Melakukan Ritual


 Mbah Marijan Pimpin Labuhan Alit di Gunung Merapi26/08/2006 13:36 WIB Mbah Marijan Pimpin Labuhan Merapi Bagus Kurniawan – detikcom, Sleman – Juru kunci Gunung Merapi, RP Suraksohargo yang lebih dikenal Mbah Marijan memimpin prosesi labuhan alit di Gerbang Srimanganti atau Pos 2 Merapi. Upacara labuhan alit yang jatuh setiap tanggal 30 Rejeb penanggalan Jawa 1939 itu dilakukan untuk memperingati jumenengan dalem atau naik tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai raja Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Upacara adat Labuhan Merapi hari ini, Sabtu (26/8/2006) di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman yang juga menjadi kediaman juru kunci Merapi, Mbah Marijan. Prosesi ini digelar sehari setelah dilakukan upacara labuhan di Parangkusumo Bantul.

Sebelum dilakukan prosesi, pada hari Jumat  kemarin telah dilakukan upacara serah terima ubarampe labuhan dari utusan kraton kepada pejabat Kabupaten Sleman di Kecamatan Cangkringan. Dari kecamatan, barang-barang
yang akan dilabuh ini pada sore harinya akan diserahkan kepada kepada juru kunci Merapi, untuk disemayamkan. Baru pada hari Sabtu pagi, prosesi labuhan dimulai dipimpin Mbah Marijan bersama beberapa abdi dalem kraton lainnya. Ratusan warga turut hadir memadati halaman rumah Mbah Marijan untuk menyaksikan prosesi tahunan ini.

Sebelum prosesi arak-arakan dimulai, warga yang ingin ngalap berkah sudah ada yang mendaki lebih dulu melalui jalur pendakian bagian selatan. Menjelang subuh sudah banyak warga yang berkumpul di pendopo Srimanganti tempat prosesi labuhan dimulai yakni di Pos 2 di wilayah Kendhit yang merupakan batas hutan vegetasi Merapi. Sejak pagi hingga acara berlangsung langit cerah dengan suhu udara sekitar 20 derajat Celcius. Menjelang dilaksanakan upacara labuhan sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi, Merapi tampak jelas, meski beberapa hari sebelumnya gunung itu selalu tertutup kabut. Beberapa barang yang dilabuh sebanyak 8 macam meliputi, kain sinjang cangkring, semekan gadhung melati, semekan bango tolak, peningset yudharaga, selendang cindhe, kain kampuh poleng, minyak wangi, kemenyan ratus, uang kepeng dan beberapa sesaji diantaranya nasi ingkung lengkap danlain-lain. Semua ubarampe labuhan dibawa oleh para abdi dalem. Mbah Marijan langsung memimpin sendiri jalannya prosesi sebagai pembuka jalan. Turut mendampingi selama berlangsung prosesi hingga menuju tempat acara di Pos 2 beberapa anggota Tim SAR DIY dan relawan lainnya.

Setelah berjalan mendaki selama lebih kurang 2 jam, rombongan tiba di tempat upacara. Ratusan orang yang sudah datang lebih dulu maupun yang datang bersamaan rombongan Mbah Marijan langsung duduk di sekitar tempat prosesi. Setelah dilakukan wilangan atau pengecekan satu-persatu barang yang akan dilabuh. Setelah dinyatakan lengkap semua ubarampe labuhan kemudian di tempat yang telah disediakan. Bersamaan dengan dibakarnya kemenyan dilakukan doa bersama memohon keselamatan. Usai dilakukan doa bersama barang-barang yang dilabuh kemudian diperebutkan warga yang ingin ngalap berkah. Ubarampe yang dilabuh itu sebagai bentuk permohonan untuk mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan terutama kepada Sultan, negara Indonesia, Kraton Yogyakarta beserta warga Yogyakarta seluruhnya diberi keselamatan di jauhkan dari berbagai bencana terutama pasca erupsi Merapi tahun ini maupun berbagai bencana dan musibah lainnya.

Labuhan itu juga sebagai persembahan kepada penguasa Gunung Merapi yang dipimpin Eyang Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Nyai Gadhung Mlati dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi.
(jon)

Mbah Marijan Di Temui Para Tokoh & Mendapat Award Jawapos


Kamis, 07 Juni 2007, Kearifan Mbah Marijan, Oleh M. Mas’ud Said, Otonomi Award 2007
Berbeda dengan perhelatan tahun-tahun sebelumnya, pada Otonomi Award 2007 ini, JPIP akan menampilkan Mbah Marijan sebagai salah satu pembaca nomine peraih Otonomi Award yang memiliki prestasi dalam pelestarian lingkungan pada pelaksanaan otonomi daerah. Penampilan Mbah Marijan, walaupun tidak langsung (karena direkam), akan menjadi daya tarik tersendiri. Setelah tahun lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir, seakan-akan rating malam Otonomi Award sudah mencapai puncaknya, bahasa Jawanya hampir notok.

Menyadari keadaan dan sesuai dengan falsafah “selalu ada yang baru”, Tim JPIP mengundang DR Datuk Mahathir Muhammad, mantan perdana menteri (PM) Malaysia, yang berhasil meletakkan dasar kesejahteraan bangsanya dengan kemandirian sebagai esensi otda. Karena alasan kesehatan, Mahathir berhalangan hadir. Akhirnya, salah seorang top figur yang “ditampilkan” malam otonomi 2007 adalah tokoh lokal bernama Marijan.

Makna Hakiki Otda

Tulisan ini ingin mendalami keyakinan bahwa justru pada situasi seperti saat ini, saat tokoh formal tak kunjung menjadi teladan, kehadiran sosok yang arif dari lokal -seperti Mbah Marijan- begitu penting dalam pelaksanaan otonomi daerah. Mengapa? Sebab, semua tujuan otonomi di dunia ini adalah kesejahteraan dan kemajuan lokal. Juga tidak ada otonomi tanpa kemandirian dan kemajuan. Kemajuan apa pun tak akan punya makna tanpa perlindungan lingkungan dan keberpihakan pada masyarakat lokal. Untuk hal itu, orang boleh belajar banyak dari Mbah Marijan.

Tidak disangsikan lagi, salah satu tolok ukur mengapa suatu daerah dapat meraih penghargaan ialah bagaimana pimpinan, tokoh masyarakat, termasuk masyarakat dunia usaha dan rakyat, bisa merajut kemajuan berbasis kemandirian, kesejahteraan, keadilan, dan kearifan lokal. Semakin hari kita menemukan kompleksitas pemerintahan dalam konteks otonomi daerah. Harus diakui, hingga enam tahun pelaksanaannya, otda belum bisa memberikan manfaat kepada masyarakat banyak. Beberapa sigi mengindikasikan bahwa otda yang diberikan selama ini belum mengembangkan hak-hak adat, kekayaan adat masyarakat, dan keadilan. Otonomi kita, kata sebagian mereka, hanya membuat raja-raja kecil berserta para tengkulak. Beberapa tahun terakhir, banyak bupati dan wali kota bertanya-tanya, mengapa mereka tak kunjung mendapatkan penghargaan otonomi, padahal APBD mereka besar, investasi mereka tergolong tinggi, dan pembanguan fisik sangat maju pesat. Mereka lupa bahwa tidak semua investasi berguna bagi rakyat. Adakalanya demi investasi, tanah-tanah publik, fasilitas umum, dan tanah rakyat dikorbankan. Sengketa tanah antara negara dan rakyat tidak saja terjadi pada zaman Soeharto, sekarang juga malah merebak.

Ide mengundang Mbah Marijan dalam malam penganugerahan Otonomi Award boleh dibilang cerdas. Terlebih kalau hal itu dikaitkan dengan data hasil sigi beberapa media yang menunjukkan betapa harapan masyarakat akan hadirnya tokoh-tokoh daerah yang bersih dan berwibawa masih jauh dari harapan. Sebagaimana dikeluhkan banyak kalangan, dapat dikatakan, citra para politikus, pejabat, polisi, hakim kita akhir-akhir ini turun di mata rakyat. Mereka suka lupa akan janjinya, dianggap lebih mementingkan diri dan keluarga daripada memperjuangkn kemaslahatan umum.

Kapasitas Mbah Marijan mencintai masyarakat dan komunitasnya, berupa alam dan kecintaan kepada hewan, jiwa manusia, dan lingkungan sekitarnya, termasuk gundukan batu yang ada di sekelilingnya, sensitivitas akan lingkungan, adalah esensi yang justru harus dimiliki pelaksana pemerintahan dalam era otonomi daerah. Di negara paternalistis seperti Indonesia, terutama jika masyarakat mulai bosan dengan pidato pejabat, biasanya tokoh lokal seperti Mbah Marijan akan menjadi alternatif panutan. Di negara lain pun, para tokoh moral seperti Dalai Lama dari pegunungan Tibet dan atau Mother Theresia di Eropa, Mahatma Gandhi dari India, dan tokoh spiritual lainnya selalu menjadi alternatif contoh masyarakat. Bukan pejabat resmi pemerintah. Dilihat dari ilmu komunikasi, kehadiran Mbah Marijan akan mendongkrak moralitas Otonomi Award dengan citra yang dimiliki Mbah Marijan. Yaitu, pengabdiannya kepada lingkungan. Dengan kata lain, otda harus memiliki moral, kurang lebih seperti yang diperjuangkan Mbah Marijan. Sebagaimana diketahui, Mbah Marijan bukanlah tokoh kalangan petinggi dari Istana, bukan pula pimpinan elite partai politik yang sering berjanji membela rakyat kecil. Orang yang rendah hati tersebut bukan juga seorang lulusan sekolah formal dengan gelar berjajar-jajar. Mengapa diundang? Alasannya kurang lebih ialah bahwa dia tokoh yang belum memiliki cacat politik.

Moralitas Otonomi Daerah

Dengan totalitas dalam menjaga lingkungan, bahkan Mbah Marijan memerlukan diri untuk minta maaf dengan jalan bersemedi kepada penguasa gunung (Allah SWT) saat ada ranting tanaman yang patah oleh ulah penduduk atau batu pasir yang menangis dikeruk untuk kepentingan ekonomi manusia melebihi takarannya. Selama lebih dari 40 tahun, dia menyatu dengan alam Merapi dan mengetahui dengan benar napas lokalitas Merapi. Menurut saya, salah satu catatan yang perlu dipelajari para pejabat ialah pesan moral beliau yang dikutip media Juni 1996 bahwa “manusia yang menyuarakan kebaikan akan mendapatkan perlakuan yang baik”. Pernyataan itu pas untuk pejabat dan bupati/wali kota peraih Otonomi Award. Seiring dengan gejala lemahnya kepercayaan rakyat kepada elite (the decline of public trust in elites) dan menguatnya kebutuhan adopsi kearifan lokal (local wisdom), sebetulnya mengangkat sosok Mbah Marijan dalam acara penting sangat membantu menaikkan citra otda. Insya Allah.

M. Mas’ud Said PhD, dosen ilmu pemerintrahan UMM dan ketua DPP Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI). Email: masudsaid@…

mbah_marijan_dan_jk15-April-2007  ANTARA News :: Wapres Hadirkan Mbah Marijan Yogyakarta (ANTARA News) – Tidak seperti umumnya pertemuan politik, penutupan acara Rapat Konsultasi Nasional Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Yogyakarta, Minggu sore, justru dilakukan dengan menghadirkan tokoh kharismatik Mbah Marijan. Kehadiran Mbah Marijan sempat membuat pengurus DPD Partai Golkar se-Indonesia terkejut. Mbah Marijan hadir dalam acara penutupan bukan karena ia telah masuk ke partai berlambang pohon beringin tersebut, namun atas undangan Ketua Umum DPP Parta Golkar Jusuf Kalla serta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Menurut Jusuf Kalla, kehadiran Mbah Marijan merupakan kehormatan bagi Partai Golkar, karena Mbah Marijan telah memberikan ketauladanan, disiplin, serta amanah dalam menjalankan tugasnya. “Mbah Marijan tegas dan mampu mengambil keputusan dengan segala risikonya,” kata Jusuf Kalla

 

16/04/07 08:50  Mbah Marijan “Masuk” Golkar
Yogyakarta (ANTARA News) – Mbah Marijan ikut-ikutan berpolitik?. Mbah Marijan masuk Partai Golkar?. “Luar biasa”, mungkin itu kata yang pas. Dan kenyataannya memang mbah Marijan, si “pawang” Gunung Merapi, benar-benar “masuk” Partai Golkar. Namun bukan sebagai anggota, tetapi justru mendapatkan kehormatan untuk memberi “khotbah” kepada para pimpinan Partai Golkar. “Untuk menutup Rapat Konsultasi Nasional DPP Partai Golkar ini, saya minta Mbah Marijan yang menutupnya dan memberikan pidatonya,” kata Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla. Menurut Jusuf Kalla kehadiran Mbah Marijan merupakan kehormatan bagi Partai Golkar, karena Mbah Marijan telah memberikan ketauladanan, disiplin, serta amanah dalam menjalankan tugasnya. “Mbah Marijan tegas dan mampu mengambil keputusan dengan segala risikonya,” kata Jusuf Kalla.

Mbah Marijan yang datang dengan pakaian kebesarannya, beskap kain surjan warna hijau tua lengkap dengan keris terselip di punggungnya. Dengan sikap tetap bersahaja khas “Kawulo Dalem”, Mbah Marijan memberikan khotbahnya, dengan menggunakan bahasa Jawa Kromo Inggil. Yang tak kalah hebatnya, pidato Mbah Marijan justru diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Pokoknya Mbah Marijan pidato saja, nanti saya yang menterjemahkan. Opo tumon,” kata Sri Sultan HB X menggunakan bahasa Jawa sambil meminta Mbah Marijan berpidato. Di hadapan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla serta seluruh Ketua DPD se Indonesia, Mbah Marijan tanpa canggung berpidato.

“Yang terpenting dengan niat bismillah, saya jalankan tugas yang dibebankan oleh Sri Sultan HB IX,” kata Mbah Marijan, yang mengaku memulai tugasnya sebagai “juru kunci” Gunung Merapi sejak 1974. Selama menjalankan tugas, tambahnya, harus dijalaninya dengan keiklasan. Bahkan, tambah Mbah Marijan, ketika ia diminta membintangi iklan sebuah produk jamu, seluruh honornya diserahkannya untuk pembangunan masjid dan keperluan sosial kemasyarakatan lainnya. Sifat iklas, disiplin, kuat memegang amanah dan berjiwa sosial yang tinggi dari Mbah Marijan inilah yang ingin “ditularkan” kepada kader-kader Partai Golkar. Tak salah jika Jusuf Kalla meminta para kadernya untuk bisa meniru ketauladanan dari Mbah Marijan.

“Beliau (Mbah Marijan) disiplin dan betul-betul memegang amanah dalam menjalankan tugasnya. Bukan berarti kita tidak mampu, tetapi Mbah Marijan telah memberikan ketauladanan,” kata Jusuf Kalla. Bagi Mbah Marijan, kehadirannya di tengah-tengah pimpinan Partai Golkar menjadi sebuah catatan tersendiri. Keiklasan, ketauladanan dan sikap amanah Mbah Marijan telah membawanya “menembus batas” sekat duniawi. (*)

Selasa, 02/10/2007 21:41 WIB Sutiyoso Temui Mbah Maridjan di Lereng Merapi

02/10/2007 21:41 WIB Sutiyoso Temui Mbah Maridjan di Lereng Merapi,  Bagus Kurniawan – detikcom,  Sleman – Sehari setelah menggelar deklarasi sebagai Calon Presiden (Capres) 2009, Sutiyoso melawat ke Yogyakarta. Pria yang sering disapa Bang Yos ini menemui juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di kediamannya Dusun Kinahrejo Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman.

Dalam safari politiknya di Yogyakarta ini, Bang Yos meminta dukungan resmi Mbah Maridjan untuk maju mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2009 nanti. Dalam pertemuan yang dibungkus dalam acara buka bersama dengan warga dusun Kinahrejo itu, Sutiyoso datang bersama dengan bos Sido Muncul, Irwan Hidayat. Sutiyoso yang datang mengenakan kemeja batik itu langsung disambut Mbah Maridjan di depan rumah. Setelah saling mengucap salam dan berjabat tangan, Bang Yos dipersilakan masuk ke dalam rumah Mbah Maridjan. Keduanya sempat terlibat dalam obrolan dengan menggunakan Bahasa Jawa. Awalnya Sutiyoso menanyakan kabar Mbah Maridjan, serta bertanya seputar keadaan lingkungan Mbah Maridjan. Di sini saya bersama dengan keluarga, anak saya ada di sini, semua saudara saya di sini,” kata Mbah Maridjan. Mbah Maridjan juga menerangkan kepada Sutiyoso tentang kondisi rumah, gambar karikatur Mbah Maridjan serta foto-foto Sultan. Setelah itu, Mbah Maridjan meminta Sutiyoso untuk mengisi buku tamu yang tersedia di ruang tamu.

“Nanti saya minta ngisi buku tamu di situ, biar nanti yang pada datang ke sini kenal,” tutur dia. Kepada Mbah Maridjan, Sutiyoso mengaku senang bertemu dengannya. Oleh karena itu, dia berharap Mbah Maridjan bersedia memenuhi undangan untuk datang ke Jakarta. Dengan sopan dan bahasa Jawa bercampur Bahasa Indonesia, Mbah Maridjan menyatakan dirinya bila tidak ada perintah dari Ngraso Dalem Sri Sultan tidak akan ke mana-mana. Sebab dirinya hanya sebagai orang kecil saja. “Saya tidak mau orang kecil mengaku jadi orang besar, orang kerdil mengaku jadi orang tinggi,” terang Mbah Marijan. Mendengar statemen Mbah Maridjan, Sutiyoso memberikan pujian. “Anda hebat, ajaran Anda luar biasa,” puji purnawirawan letnan jenderal yang saat ini masih menjabat Gubernur DKI Jakarta itu. (bgs/asy)

Semboyan Iklan Kuku Bima “Rosa”


RADAR SEMARANG  Rabu, 20 Des 2006,  mbah Marijan Menjadi Lakon Sido Muncul Santuni 1.000 Anak Yatim
KARTASURA- Acara pemberian >Bantuan PT Sido Muncul Kepada Anak Yatim Piatu di Solo< — yang dipusatkan di Panti Asuhan Mardhatillah, Kartasura — berlangsung supermeriah. Kemeriahan itu bisa dilihat dari hadirnya 1.000 anak yatim. Ribuan anak yatim itu merupakan perwakilan dari 15 panti asuhan di Solo, Sragen, Sukoharjo, dan Karanganyar. Acara tersebut juga dihadiri Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat, para bintang iklan produk PT Sido Muncul seperti Anna Maria, Dony Kusuma, Ikang Fawzi, Renald Kasali dan juru kunci gunung Merapi Mbah Marijan.

Kehadiran para artis ibukota tersebut membuat para anak panti dan juga warga sekitar, antusias. Maklum, selama ini mereka hanya bisa melihat wajah para artis itu lewat layar kaca. Jadi, begitu rombongan turun dari mobil, anak-anak tersebut langsung berebut berjabat tangan dan foto bersama. Tak ketinggalan Mbah Marijan, tokoh yang memopulerkan istilah >rosa rosa< juga menjadi incaran warga yang ingin melihat langsung sosok “Presiden Gunung Merapi” itu. Akibat serbuan warga itu, membuat tokoh dari Desa Kinahrejo tersebut kewalahan. Meski demikian, dengan sabar Mbah Marijan menyalami para ibu dan tamu yang hadir sembari tetap mengembangkan senyum. Bahkan begitu naik ke atas panggung, serempak para tamu undangan langsung menyerukan slogan yang khas dari Mbah Marijan dengan penuh semangat. Melihat sambutan seperti itu, yang bersangkutan malah mengajukan protes

“Sanes rosa-rosa (Bukan rosa-rosa), tapi pakai u, rusa rusa,” protes Mbah Marijan yang langsung disambut gelak tawa tamu undangan yang memadati halaman panti asuhan Mardhatillah. Meski agak molor, namun acara yang dipandu salah satu bintang produk Kuku Bima Energi, Dony Kusuma berjalan meriah. Anak-anak panti terlihat begitu antusias mengikuti game dan hiburan yang diberikan bintang tamu. Bantuan senilai Rp 100 juta tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat dan diterima Ketua Panti Asuhan Mardhatillah Siti Taurat. Sedang penyerahan bantuan untuk masing-masing panti asuhan diberikan secara berurutan dari bintang iklan maupun dari tim marketing PT Sido Muncul kepada masing-masing perwakilan panti asuhan. Para perwakilan pun tak mau buang kesempatan, hampir semua artis yang ada disalami.

Ditemui di sela-sela acara, Public Relation Manager PT Sido Muncul Nanik R Sunarso mengatakan kegiatan tersebut merupakan kali ke-9 digelar PT Sido Muncul. Pemberian bantuan sendiri sudah dilakukan di delapan kota di Indonesia lainnya. “Dalam rentang waktu tiga bulan terakhir ini, kami telah melakukan kegiatan serupa di kota lainnya, seperti di Makasar, Banjarmasin, Bandung, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Medan, dan Palembang dan kali ini di Solo,” terang Nanik. Dia menambahkan, kegiatan tersebut memang menjadi agenda PT Sido Muncul. Ssedang dana bantuan sendiri diambil dari dana iklan yang ada. Sebelumnya, PT Sido Muncul telah mengalokasikan dana untuk membantu anak-anak yang kurang mampu melalui beberapa yayasan dan panti asuhan.

Irwan Hidayat sendiri, dalam sambutannya mengatakan berharap bantuan dari Tolak Angin dan Kuku Bima Energi yang diberikan dapat membantu anak-anak yang kurang mampu, khusunya dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Meski nilai bantuan ini masih jauh dari kebutuhan, kami berharap dapat meringankan beban panti asuhan,” ujar Irwan.(mg3)

RADAR JOGJA     Jumat, 06 Apr 2007,  Tambah Vega ”Ngatini” dan M Rachman

iklan_kuku_bima_pitaloka_donyMbah Marijan Syuting Lagi di Kaliadem

SLEMAN – Seorang tokoh masyarakat, tiga selebritis dan dua jawara tinju kemarin dipertemukan di lereng Gunung Merapi. Lima orang yang namanya sudah populer di masyarakat itu bertatap muka dan ngobrol di kawasan wisata Bebeng, Kaliadem, Cangkringan. Mereka adalah Juru Kunci Gunung Merapi Mas Panewu Surakso Hargo atau Mbah Marijan, Doni Kesuma, Rieke Dyah “Oneng” Pitaloka, Vega “Ngatini” yang kerap tampil di tayangan Empat Mata, Chris John dan M Rachman. Dua nama terakhir adalah petinju yang sedang ngetop di atas ring tingkat nasional maupun internasional.

Lantas, untuk apa mereka dipertemukan? Kehadiran mereka di kawasan wisata berhawa sejuk itu untuk syuting iklan Kuku Bima Energi Sido Muncul. “Ini hari kedua pengambilan gambar,” terang Dirut Sido Muncul Irwan Hidayat kepada wartawan di sela-sela shooting, kemarin.Iklan tersebut berdurasi 20 detik yang lokasinya mengambil tempat persis di atas jurang sisi utara. Irwan mengatakan, pengambilan gambar kemarin merupakan pengambilan gambar keempat terhadap Mbah Marijan yang khas dengan kemeja batik dan kopiah warna hitam. Sebelumnya, Mbah Marijan bersama Chris John pernah syuting di lokasi sama. Pengambilan gambar berikutnya saat pelepasan karyawan pada mudik Lebaran lalu di Candi Prambanan. Irwan mengatakan, pada pembuatan iklan kali ini terdapat dua nama baru. Yakni Vega “Ngatini” dan M Rachman. Saat ditanya mengapa Sido Muncul masih memakai Mbah Marijan untuk iklan, Irwan menjawab simpel. “Mbah Marijan dengan rosa-rosanya membuat penjualan Kuku Bima melonjak empat kali lipat,” terangnya. Sementara itu, kehadiran Mbah Marijan, Doni Kesuma, Rieke, Vega, Chris John dan M Rachman mengundang perhatian masyarakat yang sedang berkunjung ke Kaliadem. Mereka ikut menyaksikan pengambilan gambar di bawah awan yang menggantung di langit, mulai pukul 08.00 hingga 12.00. Bahkan, tak sedikit mereka yang berebut salaman dan mengajak foto bareng bersama Doni, Rieke dan Vega usai pengambilan gambar. (uki)

[ 28 Nov 2007 ],  MBAH MARIJAN JURU KUNCI MERAPI RESMIKAN PERLUASAN PABRIK KUKU BIMA ENERGI SIDO MUNCUL


 Jumat (23/11), bertempat di Ungaran, Semarang diadakan peresmian perluasan pabrik Kuku Bima Energi. Pabrik ini diresmikan oleh Juru Kunci Merapi yang juga bintang iklan Kuku Bima Energi, Mbah Marijan dengan didampingi oleh Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat serta para bintang iklan Kuku Bima Energi lainnya seperti Rieke Diah Pitaloka, Donny Kesuma, Vega Darwanthi, Ade Rai, Chris John, M. Rachman dan Trio Macan.Tampak hadir dalam kesempatan ini adalah seluruh jaringan distribusi Sido Muncul yang merupakan ujung tombak penjualan produk-produk Sido Muncul yang pada hari sebelumnya diadakan acara silaturahmi dengan keluarga besar Sido Muncul.

Prosesi peresmian perluasan pabrik diawali dengan musik Sinten Remen pimpinan Djaduk Ferianto dan diteruskan dengan Monolog Butet Kerta Radjasa serta hiburan dari para bintang seperti Vega Darwanthi dan Trio Macan.

Perluasan plant produksi Kuku Bima Energi berlokasi di area pabrik PT Sido Muncul Jl. Soekarno Hatta KM 28 Desa Bergas Klepu Ungaran, Kab Semarang. Unit baru ini dibangun dengan luas 5.000 m2 dengan luas bangunannya 10.000 m2 . Pada bangunan baru ini dilengkapi sarana yang lebih modern yakni menggunakan high speed machine / mesin berkecepatan tinggi dan mampu melakukan reject terhadap kemasan yang tidak memenui standar, mesin pencampur menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi sehingga menjamin homogenitas produk, mesin pengering menggunakan drying conveyor yaitu pengeringan dengan pengkondisian kelembaban sehingga cukup memerlukan termperatur rendah yang dapat menjamin zat aktif tidak akan rusak, packing sekunder menggunakan mesin yang mampu melakukan kontrol jumlah dengan kecepatan yang tinggi secara otomatis dan sistem racking di semua gudang dapat menjamin pengaturan FIFO dan mempermudah pengelompokan bahan. Bangunan terintegrasi, dari gudang bahan sampai produk jadi, ada dalam satu lokasi sehingga menjamin proses yang berkesinambungan dimana tiap ruang dikondisikan (kelembaban dan suhunya) sesuai persyaratan proses produksi yang dilakukan.

Dengan adanya perluasan pabrik baru ini Kuku Bima Energi ini bisa diproduksi hingga 400 ton / bulan atau 100 juta sachet / shift per bulan, 5 kali lipat dari hasil produksi sebelumnya.

Irwan Hidayat – Direktur Utama PT Sido Muncul mengatakan sangat bersyukur dengan diresmikannya perluasan pabrik baru Kuku Bima Energi. ”Kami sangat berterima kasih kepada para bintang iklan kami terutama Rieke Diah Pitaloka dan Donny Kesuma yang sejak awal bergabung dengan kami untuk memasarkan produk Kuku Bima Energi turun ke pasar-pasar bersama kami. Juga kepada bintang iklan lainnya seperti Wynne Prakusya, Ade Rai, Chris John, M. Rachman, Vega ”Ngatini” Darwanthi, Trio Macan dengan personelnya Lia, Dian dan Eva, Mbah Marijan dan seluruh bintang iklan Kuku Bima Energi lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Juga kepada seluruh karyawan dari bagian Produksi, R & D dan seluruh staf yang ikut menjadikan Kuku Bima Energi dengan posisi seperti saat ini. Dan yang tak kalah pentingnya juga karena peranan rekan media yang membantu program-program khusus kehumasan kami”.

Kuku Bima Energi pelopor minuman energi rasa, sejak diluncurkan 23 April 2004 lalu langsung mendapatkan sambutan yang baik dari para konsumen bahkan sudah bisa menempati peringkat dua bahkan satu di beberapa daerah untuk kategori minuman energi.

”Selama 18 tahun minuman energi selalu berwarna kuning, kami adalah yang pertama mengeluarkan minuman energi dengan berbagai rasa selain original, ada rasa anggur, jambu, jeruk, kopi dan teh. Karena permintaan pasar yang terus meningkat inilah maka kami putuskan untuk memperluas pabrik Kuku Bima energi”, tambah Irwan.

Diharapkan dengan diresmikannya pabrik baru Kuku Bima Energi ini dapat mengantisipasi permintaan pasar sehingga perluasan pabrik dan modernisasi pabrik sesuai keadaan saat ini perlu dijalankan.(PRDept/22/XI/07)

ROSA-ROSA, sebuah idiom yang kebetulan, benarkah kebetulan dengan mila ROSA di artikel ‘Gagak’ Allah sebelum Gempa Yogya, sekali benarkah kebetulan atau ada yang mengatur ?  (baca  Tidak Ada yang Kebetulan)

Peringatan Sebelum Merapi Meletus Dahsyat 26-oktober-2010


Sebuah peringatan demi peringatan yang digaungkan akan terjadinya “rencana besar” yang akan terjadi sebagai titik utama dari kisah ini, dimulai banyaknya artis yang bermasalah tahun 2010,   salah satu contoh adalah Pornografi marak, Heboh Video Mesum dan Porno mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, Ada Apa ? yang memuat kode ‘kiamat’ yang aneh

ariel_peterpan_dan_kode_kiamatKemudian secara tiba-tiba setelah itu, gunung Sinabung yang sekian lama tidur, tiba-tiba ‘bangun’ seperti pada gambar berikut ini,  Jika Video Hot, Mesum, Porno dan Sex benar, maka lubang demi lubang telah ditampakkan, gambaran nafsu seperti lumpur yang terus menerus menyembur, tidak bisa di halang-halangi, tinggal selangkah lagi untuk menuju titik tujuan.

Gunung Sinabung Aktif setelah lama tidur, ketika Ariel Terungkap masalah Porno-nya


gunung_sinabung_meletus_29_8_2010_membentuk_22peringatan_sebelum_gunung_sinabung_meletus_pertama_kali_29_8_2010Pornografi yang Aneh, Mengaktifkan Simbol 22 yang lain Sebagai ‘Kiamat’ Sudah Dekat

Kode Kiamat Juga Aktif sebagai memori 14-juni-2006 ketika G.Merapi Meletus


merapi_meletus_14_juni_2006_dan_tanda_kiamat_55Memori kode kiamat muncul tepat di tanggal yang sama 14-juni-2010, ketika di Indonesia terjadi ‘sesuatu’, secara global juga terjadi hal yang memngingatkan pada memori 55 ini (baca nonton gratis video porno nasional, ada apa ?), KPI Stop Headline News Pagi Metro TV karena Tayangkan Video Porno

Jakarta – Tayangan Headline News pukul 05.00 WIB Metro TV dihentikan sementara oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Sanksi itu dijatuhkan karena acara itu kecolongan menayangkan adegan video porno.

KPI Pusat melansir dalam situsnya, adegan video porno itu disiarkan saat berita soal razia video porno di sebuah warnet di Trenggalek, Jawa Timur. Berita itu disiarkan pada 14 Juni pukul 05.00 WIB. “Metro TV mendapat sanksi penghentian sementara Program Siaran Headline News yang ditayangkan pukul 05.00 WIB selama satu minggu (tujuh hari berturut-turut),” tulis KPI Pusat, Jumat (2/7/2010). Selain penghentian sementara siaran, Metro TV juga diwajibkan meminta maaf secara terbuka kepada publik selama tiga hari berturut-turut dengan format yang telah ditentukan. “Dari pagi hari pukul 07.00 WIB, siang pukul 13.00 WIB, dan malam hari pukul 19.00 WIB,” lanjutnya. Metro TV juga diminta berjanji tidak akan melakukan pelanggaran berat seperti diatur dalam Standar Program Siaran (SPS) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2009. KPI Pusat telah menyerahkan surat teguran itu pada Metro TV di kantor KPI pada Kamis 1 Juli 2010. Hadir dalam kesempatan itu adalah Makroen Sanjaya, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV.

Tepat ketika pagi hari di Indonesia media menyiarkan adegan porno, maka sebuah kenyataan global juga terjadi yaitu 14-juni-2010 (baca Patung Yesus Tertinggi di AS Tersambar Petir dan Terbakar, Ada Apa ?)

patung_yesus_tersambar_petir_dan_terbakar_14_juni_2010_dan_55


Perhatikanlah bahwa gambar demi gambar diatas yang memuat semua 55, tiada lain sebuah memori 55 tertuang didalam bulan 10 yang kesemuanya berjumlah 5+5=10 yaitu bulan 10 tahun 2010. Bulan oktober 2010 sebagai miniatur ‘kiamat’ ditampakkan 4 kejadian sekaligus:empat_ka_saling_bertabrakan_mengapa_empat_bencana_oktober_2010

 

Tahun 2010, Merapi Meletus Dahsyat sebagai Rencana Besar menuju Titik Utama


ringkasan_bencana_tahun_2010_Tahun 2010 adalah tahun ‘buruk’ karena tingkah orang-orang yang tidak bermoral, berikut ini daftar dari sebuah catatan 2010. Sebuah bencana dahsyat terjadi di bulan oktober 2010,    langkah demi langkah dituliskan & disarikan bencana kelam di tahun 2010,  Setelah Gempa Padang terjadi 30 september 2009 , maka berikutnya sebagai urutan kejadian aneh yang terjadi sebelum bencana super besar terjadi:

  1. Empat (4)  bulan setelah itu, presiden RI yang ke 4 wafat, yakni tepat tgl 30 desember 2009 (baca Gus Dur, Kejadian Aneh Sebelum & Sesudah Kematian)
  2. Longsor Ciwidey tgl 22 Februari 2010, dituliskan sebagai “Longsor Ciwidey, Awal Dari Bencana Besar” dan akhrinya benar terbukti
  3. Jatiluhur sebagai waduk terbesar di Indonesia, Meluap di tanggal kembar 22 maret 2010. Tidak biasanya dalam bulan-bulan ini (22 maret 2010) atau beberapa tahun belakangan menunjukkan ‘anomali’ dalam besaran volume air (baca JatiLuhur Meluap adalah Jejak Ekpresi Ketuhanan)
  4. Semua Icon Internasional terbakar (Icon internasional BALI, Icon internasional JW Marriot Terbakar, Icon internasional BATAM) Semua Terbakar Tepat di tanggal Kembar 22 APRIL 2010 (baca Batam Rusuh: Bagian Dari Skenario Besar)
  5. Sebuah Pesawat Presiden Polandia Jatuh 10-4-2010, Pesawat Jatuh, Presiden Polandia Tewas:Miniatur Bagi RI yang akhirnya miniatur itu terbukti ketika tgl dan bulan dibalik sebagai 4 kejadian dibulan 10 yang mematikan (Empat KA salingbertabrakan sekaligus, Banjir Bandang Wasior, Gempa dan Tsunami Mentawai dan Merapi meletus sejadi-jadinya)
  6. Sebuah Meteor yang langka jatuh di Jakarta tgl 29 April 2010 (baca Meteor Jatuh Di Jakarta, Sebuah Tanda Yang Jelas) dan menjadi bukti akan hal ini.
  7. Mantan Ibu Negara  Meninggal di Tanggal Kembar 22-mei-2010 (baca Mantan Ibu Negara Ainun Habibie Wafat, Mengapa Tepat 22-mei-2010?)
  8. Kejadian demi kejadian akan aksi porno Indonesia menjadi terkenal di dunia (baca Mendunia, Video Mesum dan Porno Mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, Sebuah Teori Konspirasi ?)
  9. Dunia Selebritis heboh dengan Pornografi, maka banyak artis yang berduka, termasuk mama laurent, dewi yull dsb (baca Dewi Yull Berduka, Ada Apa Denganmu ?)
  10. Aksi Porno Mendunia, Selebritis berduka, maka entah mengapa metrotvews tgl 2-7-2010, secara tidak sengaja menyiarkan film porno (baca nonton gratis video porno nasional, ada apa ?), sebelumnya didahului oleh kebakaran demi kebakaran yang melanda media nasional (baca Aneh, Kantor Republika Terbakar Setelah Sebelumya TV9 Terbakar, Ada apa ?). Paling tidak ada 3 media yang terbakar (Republika, TV9 dan SuaraSurabaya, baca Kebakaran yang Aneh, Jelang Kejadian Besar)
  11. Makam makam banyak yang meledak (baca Fenomena Makam Meledak) seiring dengan ledakan tabung elpiji dimana2x
  12. Diskotek demi diskotek terbakar, KA saling anjlok dan gempa terus bermunculan (baca Diskotek Terbakar Lagi, KA anjlok lagi, Gempa Datang Lagi)
  13. Kemudian, entah mengapa giliran tempat tempat peribadatan kaum agama semuanya terbakar (baca Patung Yesus Tertinggi di AS Tersambar Petir dan Terbakar, Ada Apa ?)
  14. Gerhana Matahari Total di Chile sebagai tanggal kembar 11 juli 2010 (baca Kegelapan Dari Chile Akan Segera Melanda RI) yang akhirnya terbukti 106 hari tulisan itu
  15. Gempa Yogya terjadi 21 Agustus 2010 yang dituliskan sebagai Gempa Yogya, Bagian Dari Rentetan Kegelapan yang kemudian terbukti dengan kegelapan terjadi di bulan oktober 2010
  16. Tepat di tanggal Kembar 22 september 2010, Sebuah Masjid Bergeser Sendiri Arah Kiblatnya (baca Tiang Masjid Bergeser Sendiri, Sebuah Penegasan Akan Keniscayaan)
  17. Rumah Presiden, Wapres, Rumah Gubernur Jawa Barat dan jalanan semua menunjukkan keanehan (baca Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ?. Setelah rumah, berikutnya jalan demi jalan juga mengalami keanehan, Jalan Cikini Meledak, Jalan Martadinata Ambles dan Jalan Naripan Terbakar: Sebuah Keniscayaan)
  18. Tepat tgl 2-10-2010, Empat KA secara sekaligus bertabrakan (baca KA Argo Bromo Tabrak Senja Utama, Sudah Ada Firasat Sebelumnya)
  19. Dua hari setelah Empat KA saling bertabrakan, maka tepat tgl 4 oktober 2010, Terjadi Banjir Bandang Wasior (baca Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior)
  20. Munculnya Halo Matahari di mana-mana khususnya di kota padang sebagai penarik perhatian akan bencana besar yang terjadi dalam waktu dekat (baca Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?)
  21. Setelah banjir bandang Wasior, maka 21 hari berikutnya terjadilah gempa dan tsunami mentawai tepat tgl 25 oktober 2010 (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Gempa & Tsunami Mentawai)
  22. Setelah itu, titik utama dari bencana demi bencana adalah meletusnya Gunung Merapi Sedahsyat-dahsyatnya hingga tokoh yang dikagumi para pejabat dan negara ikut menjadi korban. Dua puluh (22) hari setelah 4 -oktober 2010 terjadilah tgl 26 oktober 2010, Merapi Meletus (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal)

Titik Utama ini sebenarnya telah diperingatkan akan terjadinya bahwa manusia sudah kelewatan sikap dan perbuatannya, hingga suatu masa

G. Merapi Meletus adalah sarana untuk Intropeksi


G. Merapi meletus pada tanggal 26-oktober-2010 yang muncul kode Asmaul Husna merupaka sebuah bentuk memori agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya,

merapi_meletus_26_oktober_2010_sebagai_tanda_KekuasaanNyaSebuah kemiripan yang nyata dari G.Merapi meletus 2010 (4 tahun setelah meletus 2006), maka 4 tahun berikutnya giliran G.Kelud meletus tgl 13-feb-2014, sebuah kemiripan yang muncul yaitu

G. Merapi  2010 & G. Kelud 2014


gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Gunung Merapi Meletus dan Gunung Kelud Meletus sebuah kenyataan tentang 22

Tentunya ketepatan ini dalam level 22 skala tgl-bln-thn-jam-menit bukan merupakan sebuah kebetulan semata akan letusan G. Merapi yang membentuk simbol 22 sama dengan G. Kelud. Sebuah hal yang merupakan keteraturan demi keteraturan yang terjadi akan 22, terlihat pula pada gempa yogya dan tasikmalaya, serta g. sinabung.

 

Merapi Meletus 26 oktober 2010


Merapi meletus, didahului dengan peningkatan status menjadi awas yang berbarengan dengan terjadinya gempa dan tsunami mentawai. Tepat pagi hari status awas merapi, maka tidak berapa lama, gempa besar mengguncang, dimana akhirnya dari gempa itu, terjadilah tsunami di mentawai. Esoknya, merapi meletus tgl 26-10-2010, dengan membawa korban. Pada letusan 26 Oktober 2010, sebanyak 44 warga tewas, termasuk Mbah Maridjan.  

Setelah itu merapi agak mereda, hingga datanglah letusan kedua yang dahsyat, tgl 5-november-2010 atau 10 hari setelah letusan pertama, dengan korban jiwa sementara, 69 Warga Tewas, 127 Ribu Mengungsi‎. Sampai tulisan ini di-update, maka menurut media kompas, Bencana Siang Ini Merapi Meletus Lagi! Jumat, 5 November 2010 | 11:50 WIB

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel yang membubung tinggi hingga terlihat di Deles, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (4/11/2010).

Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Merapi Meletus


Sebelum meletus dengan dahsyat, sebagaimana bencana di tanah air, maka tanda-tanda bencana itu akan ditampakkan oleh Allah swt berupa kejadian demi kejadian yang menurut manusia adalah aneh, namun sesungguhnya kejadian itu adalah sebuah penarik perhatian manusia akan sebuah pelajaran terdahulu. Kejadian aneh aneh menjelang bencana besar terjadi pada hakikatnya adalah sebuah tanda dari sang pencipta alam ini untuk memberitahu kepada manusia akan sebuah kejadian besar (baca .:: Tanda Tanda Sebelum Bencana Besar Terjadi ::.).  Catatan demi catatan akan kejadian aneh yang menunjukkan akan datangnya bencana besar merupakan sebuah test case akan keberadaan sang pencipta. Sama seperti tsunami Aceh, gempa yogya, tsunami pangandaran, gempa tasikmalaya, gempa padang, banjir wasior dan terakhir adalah tsunami mentawai.

Petunjuk Allah swt Sebelum Merapi Meletus Dahsyat


Ketika merapi meletus, sesungguhnya Allah swt telah menampakkan sebuah miniatur yang amat langka, sebagai penarik umat manusia akan sebuah kelangkaan itu, hingga manusia akan berpikir, “Ada apakah itu ?” yang beberapa orang yang berpikir dengan jernih, ketika tanda itu datang, maka dia akan semakin mendekatkan diri kepada Allah swt. Merapi yang terletak di perbatasan daerah yogyakarta dan Jawa Tengah, maka sebelum merapi itu meletus, maka sebuah miniatur telah ditampakkan oleh Allah swt kepada kita semua, tercatat sebuah kejadian langka yang unik di dunia, hanya berselang 6 menit saja, di dua tempat yang berbeda, empat KA saling bertabrakan sekaligus.

KA_Argo_Angrek_VS_KA_Senja_UtamaDua KA bertabrakan di SOLO, sedangkan dua KA lainnya bertabrakan di pamulang. Berikut catatan resmi dari empat KA itu yang terjadi di JAWA TENGAH: di Pemalang, KA Argo Bromo Angrek VS Senja Utama, Dirjen KA Beberkan Kronologis Tabrakan

tabrakankereta-

Jakarta (ANTARA News) – Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian, Tundjung Inderawan, menyampaikan kronologis kejadian tabrakan kereta api di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/10) dinihari….. “Kronologis ini kami sampaikan terkait adanya simpang siur soal terjadinya kecelakaan,” kata Inderawan, saat memberikan keterangan pers, di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin. Menurut dia, peristiwa luar biasa di stasiun Petarukan terjadi pukul 02:45 WIB antara KA Senja Utama Semarang Jurusan Jakarta-Semarang dengan KA Agrobromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya. Peristiwa ini mengakibatkan 34 orang korban meninggal, dan 36 orang lainnya luka-luka.  Kronologisnya, menurut dia, pada KA 116 Senja Utama Semarang tiba di stasiun Petarukan dan berhenti di lintasan III, karena menunggu KA 101 Senja Utama Kediri jurusan Jakarta yang berjalan langsung di lintasan II pada pukul 02:44 WIB. ….

Argo_Bromo_Anggrek_vs_Senja_Utama_Selang pada waktu yang nyaris bersamaan, maka KA di solo juga bertabrakan, KA Bima VS Gaya Baru, Dirjen KA: Kecelakaan di Pemalang dan Solo Kasusnya Berbeda

KA_Bima_VS_Gaya_BaruREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Menjawab simpang-siur jumlah korban kecelakaan kereta api (KA) di Stasiun Petarukan, Pemalang dan Stasiun Purwosari, Solo pada Sabtu (2/10) lalu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Tundjung Inderawan, angkat bicara. Untuk kejadian kecelakaan KA di Purwosari, Solo, Tundjung menyatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 02.39 WIB. Dia menjelaskan saat itu rangkaian KA 34 Bima menabrak KA rangkaian terakhir KA 144 Gaya Baru Malam Selatan yang belum masuk sempurna di Spoor I (KA rangkaian terakhir masih berada di wesel. Pada saat yang bersamaan, terdapat massa yang melempar batu ke rangkaian KA 144 untuk menyerang supporter sepak bola Persib, klub sepak bola Bandung. Dinyatakan, satu nyawa melayang akibat kejadian di Purwosari ini. “Jadi, kasus antara PLH di Petarukan dan Purwosari ini berbeda. Waktu memang tidak jauh, cuma enam menit tapi situasinya lain. Kalau di Petarukan indikasi awal karena pelanggaran sinyal, kalau di Purwosari itu kurang sempurnanya PTKA dalam menghentikan KA Gaya Baru Malam ke Spoor I dan kondisi situasi lingkungan akibat adanya pelemparan massa ke arah KA,” jelas Tundjung.

Empat Kereta Api Saling Bertabrakan Sekaligus


Empat KA yang saling bertabrakan pada waktu dini hari itulah sebagai peristiwa yang aneh, mengapa ?

Karena waktu yang terjadi dua kecelakaan itu selang 6 menit saja. Apakah Makna 6 ini ? Perhatikan kode 6 ini yang telah tertuliskan sebelum KA ini saling menabrak (Keanehan Musibah Jamaah Haji Indonesia)

Tiga kejadian tsb kesemuanya jatuh dari lt 6, sehingga dapat dituliskan sebagai, ada apakah iktibar dari lt 6 ini ? sebuah pertanyaan besar tentang makna lt 6 adalah sebuah ingatan kelam tentang 6 ini (sebagai bentuk dasar dari kejadian dengan atribut jatuh) dari sebuah peristiwa lain di tahun 2006 yakni: Ingatan kelam di tahun 2006 (iktibar jatuh dari lantai 6) yang kemudian bersambung pada atribut kejadian di tahun 2007. Hal yang menegaskan bahwa pembacaan iktibar jatuh di lt 6 adalah benar sebagai ingatan kelam di tahun 2006, kejadian dibawah ini menegaskan kebenaran iktibar tsb, yakni setelah di tahun 2006, maka terjadilah musibah Adam Air di tahun 2007, maka iktibar ini bergulir sebagai meninggalnya jamaah di atas pesawat, beberapa saat setelah jatuh di lt 6.

Kode Mbah Marijan Sudah Dituliskan Sebelumnya


Sebuah keanehan muncul dari rentang waktu gempa yogya 21-agustus-2010 dan letusan merapi tgl 26-oktober-2010, tercatat itulah 66 hari dari rentang waktu itu. Sekali lagi 66 hari setelah gempa yogya yang memecahkan empat umpak keraton yogyakarta, maka enam puluh enam hari itulah beliau meninggal dunia. Apakah ada yang aneh dengan 66 itu ?marijan_dan_kode_66

Itulah bentukan dari nama beliau, MARIJAN, dimana tersusun alfabet dari huruf itu adalah M=13, A=1, R=18, I=9, J=10, A=1, N=14, kesemua itu berjumlah 66.

Nilai 66 hari adalah sebuah rentang waktu yang mudah di-ingat sebagai nilai kembar yang pernah tertulis sebelumnya, jauh kedua peristiwa itu terjadi. Tulisan 66 itu dapat dijumpai pada ulasan Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya atau artikel Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006. Dengan jelas kode 66 itu mengarah pada sosok sang juru kunci, beliaunya adalah mbah marijan, cuplikan tulisan itu (posting 20-november-2009), sebelum mbah marijan tewas akibat luncuran awan panas merapi:kode_aneh_gempa_yogya_99_dan_66

kode_66_mbah_marijan(cuplikan tulisan yg telah diposting tgl 21 November 2009 sebelum mbah marijan tewas)

ajakan_pemurnian_tauhid(Perhatikan lingkaran merah yang menunjukkan tgl posting di milis) gempa_yogya_21_8_2010_sebelum_merapi_meletus_66_hari_26_10_2010

Ajakan Pemurnian Ajaran Tauhid


Didalam milis tersebut terdapatlah suatu ajakan untuk memurnikan ajaran Islam yang disebut sebagai bagian dari kepedulian ketauhidan. Setting latar belakang dari gempa yogya ini adalah sebuah berita & pengagungan berlebihan terhadap sosok juru kunci merapi dengan kode bencana 66,marijan_dan_kode_66(juru kunci merapi, kode 13+1+18+9+10+1+14=66,  sedangkan gempa yogya 27-05-2006, kode gempa yogya = 27+05=32, kemudian di ikuti oleh semburan lapindo yang dimulai 29-05-2006, kode lumpur lapindo=29+05=34, sehinga dua bencana tersebut adalah 32+34=66 juga, sama dengan kode sang tokoh) Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: JP

bukti_lawan_mbah_marijanpress_MPT_bag_1press_MPT_bag_2(Press Release bagian 2)

 

Bagi yang ingin mengetahui bagaimana penyebaran brosur di yogyakarta, seperti yang telah dituliskan diatas, silahkan kunjungi halaman ini (Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006)

Sebuah Ajakan Untuk Berdoa Hanya Kepada Allah Swt Saja


Sebuah kepedualian akan kiprah dan riuh riah pemberitaan akan tokoh nasional, mbah marijan yang ketika berdoa, juga beliau melakukan persembahan persembahan tertentu kepada penunggu gunung merapi (baca Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Letusan Merapi 2006), tersebutlah sebuah inspirasi dari pelajaran terdahulu.

Inspirasi n. Ibrahiim (Gempa Yogya 27-mei-2006 telah di berikan peringata sebelum terjadinya) yang menyatakan akan timbulnya malapetaka ketika masih banyak manusia yang mempersekutukanNya, merupakan perenungan yang dalam, ketika saat itu tokoh kunci sentral adalah fokus pada meletusnya gunung merapi. Sebuah kesadaran akan bahaya dan malapetaka yang timbul, menjadikan sebuah keniscayaan sebagai sebuah kisah nyatas ebagai kisah

Inilah sebuah kisah nyata “Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006″….Dengan berjalan kaki sekitar pukul 10.00 menyusuri benteng alun-alun selatan sampai alun-alun utara. di tiap perempatan kita berhenti untuk menyebarkan brosur, setelah itu ke Malioboro, lalu Ke Pasar BringHarjo. Kemudian naik Bus ke UGM … dokumenter foto peristiwa dibawah, dengan membawakan brosur waspada gempa yogya yang akan terjadi, seperti berikut brosur yang disebarkan (download), Peta gambar gempa juga disertakan dan penyebab gempa juga ditulikan, Brosur Peta Gempa Yang Disebarkan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006

Brosur dicetak 1000 lembar dan dibagikan di titik titik keramaian pusat kota, pasar bringharjo,perempatan malioboro dan terakhir di kampus UGM. Selain menyebarkan brosur, juga diberikan email dan ke media masa, berikut yang tercatat pada file arsip: (lihat arsip file di sini)

Sebelum Merapi Meletus Kereta Saling Bertabrakan


Kembali pada persoalan KA BBM yang aneh, dikemudikan oleh mila rossa, maka setelah gempa yogya itulah, sebuah nama menjadi terkenal, karena gunung merapi, itulah mbah marijan dengan semboyan “ROSA” atau roso pada banyak media iklan di televisi, media cetak dsb. Kini, kurang lebih empat tahun berselang dari kejadian merapi dan gempa yogya 2006 lalu, maka kejadian yang nyaris serupa terulang, dimana empat KA saling bertabrakan sekaligus

  1. Di SOLO, rangkaian KA 34 Bima menabrak KA rangkaian terakhir KA 144 Gaya Baru Malam Selatan
  2. Di Pemalang, KA Agrobromo Anggrek yang direncanakan akan masuk ke lintasan I setelah KA 101 Senja Utama lewat, tiba-tiba masuk di lintasan III dan menabrak KA 116 Senja Utama pada pukul 02:45 WIB.

Itulah sebuah KA ArgoBromo Anggrek yang menabrak KA senja utama, dimana terlihat korban jiwa cukup banyak di KA senja utama. Sebuah KA ArgoBromo Anggrek sebagai sebuah ingatan yang tentang Argo Bromo yang merupakan icon gunung bromo, dan empat KA yang bertabrakan itu pula mengingatkan pada kejadian sebelum gempa yogya 27-mei-2006 lalu.

Empat KA yang bertabrakan di dua tempat yang berbeda, maka sesungguhnya ketika kejadian itu terjadi tgl 2-oktober-2010, maka sebuah iktibar, dari DUA kecelakaan KA yang terjadi, melibatkan EMPAT KA yang terlibat, hingga membentuk sebuah harmonisas DUA EMPAT yang tiada lain itulah hari setelah itu tgl 2-oktober-2010, ke 24 hari setelah itu, maka 26-oktober-2010 itulah gunung merapi meletus.

Itulah sebuah warning telah dituliskan, jelang detik-detik bencana itu, sebagai ulasan Awas Merapi, Akankah di-Ikuti Gempa Besar ? posting pagi hari, tgl 25-oktober-2010, maka tulisan itu akhirnya terbukti dengan gempa dan tsunami mentawai (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Gempa & Tsunami Mentawai). Didalam akhir tulisan itu tersebutlah tentang DUA EMPAT, berikut cuplikan:

….Kini KA itu muncul lagi sebagai keanehan yang sangat mengherankan, dimana empat KA sekaligus, KA itu saling bertabrakan. Bahaya yang ditampakkan berarti terdapat DUA BAHAYA DARI EMPAT. Satu bahaya kecil (korban satu tewas, KA Bima vs Gaya Baru ) sedangkan yang lain bahaya besar (KA Argo Bromo VS KS Senja Utama). Rentang waktu itu, maka sesungguhnya telah terjadi bencana dengan skala yang minor (baca Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior), maka sesungguhnya bencana lebih besar telah tampak didepan mata (baca Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?)

Dua Bahaya Dari Empat


Dua bencana yang pertama, adalah gempa dan tsunami mentawai, terjadi sesaat dari tulisan awas gempa besar, kemudia yang kedua adalah letusan merapi yang terjadi tgl 26- oktober- 2010 sampai waktu tertentu. Itulah kejadian aneh aneh jelang meletusnya merapi, berupa DUA kecelakaan kereta api yang melibatkan EMPAT kereta api secara hampir bersamaan, dan sekali lagi itulah DUA EMPAT dari kejadian kereta api yang bertabrakan tgl 2-oktober-2010, dengan selang DUA EMPAT hari itulah tgl 26-oktober-2010, letusan merapi yang lumayan dahsyat, hingga mbah marijan ikut menjadi korban (baca Mbah Marijan Meninggal, Mengapa Tepat tgl 26-oktober-2010 ?)peringatan_sudah_saat_nya_akan_kematian_mbah_marijan_26_okt_2010

Tanggal 26-oktober-2010 itulah akhir riwayat dari tokoh terkenal di indonesia sebagai juru kunci merapi, tiada lain, ketepatan tgl 26 adalah sebuah kejadian di tahun 2006 lalu dengan 00 adalah sebuah simbol dari kematian, maka sesungguhnya ketika merapi meletus pada 2006 lalu membawa korban hanya 2 orang saja,Kedua Relawan di Bungker Kaliadem Ditemukan Tewas

Kini, korban itu tidak hanya dua seperti tahun 2006, bahkan mbah marijan ikut menjadi korban (Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal) dan total korban sampai update tulisan ini, Korban Meninggal Merapi 109 Orang

Jum’at, 05 November 2010 | 18:01 WIB
fotoPara petugas dan tim SAR membawa jenasah yang ditemukan tewas terkena awan panas di Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (5/11). TEMPO/Arif Wibowo

TEMPO Interaktif, Jakarta -Korban Merapi terus bertambah. Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana sampai pukul 16.30 korban meninggal dunia berdasarkan data forensik RS Sardjito bertambah 4 orang. “Jadi total meninggal 109 orang,” tulis Andi Arief dalam akun twitternya pada Jumat (5/11). Menurut Andi Arief dari data RS Sardjito, korban erupsi dan awan panas tadi malam sebanyak 64 orang dan pada erupsi pertama sebanyak 45 orang. Setelah dua hari tidak berhenti menyemburkan awan panas, aktivitas Gunung Merapi hari ini mulai mereda. Tetapi belum tentu sudah aman dan tidak ada erupsi. Sebab gempa tremor masih sering terjadi dan sesekali meluncurkan awan panas. “Aktivitas Merapi sudah agak mereda, tetapi bukan berarti sudah tidak ada erupsi, sebab tekanan magma dari dalam masih kuat,” kata Subandrio, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Jumat (5/11). Ia menjelaskan, pengamatan visual sejak pagi masih terhalang oleh kabut. Sedangkan pemantauan melalui seismograf hanya mengandalkan satu seismometer yang berada di Plawangan, Kaliurang, Sleman. Sedangkan empat alat pemantau yang berada di dekat puncak gunung Merapi, mati karena rusak akibat diterjang awan panas. POERNOMO | MUH SYAIFULLAH

Setelah kejadian demi kejadian aneh di merapi inilah, maka kejadian aneh berikutnya terjadi, ketika bapak presiden kita, bapak SBY menerima tamu negara dari Australia, Senin, 01/11/2010 13:41 WIB Usai Bertemu PM Australia, SBY Akan ke Merapi

Benarlah bapak presiden SBY ke merapi Rabu, 03/11/2010 09:13 WIB, SBY Sambangi Pengungsi Merapi, Tanyakan Desa Mbah Maridjan DAN  hal yang aneh, ketika bapak presiden kita ke merapi, esok harinya pesawat australia ‘meledak’ di udara indonesia (baca Jelang Kedatangan Obama, Pesawat Qantas Malah Meledak di Udara).

Hingga sampai kini keanehan di udara demi keanehan terjadi, tercatat pada esok harinya, dua pesawat jatuh secara bersamaan., Pesawat Kuba Jatuh, 68 Orang Tewas dan salah kemudian pesawat kedua juga jatuh, Lagi, Pesawat Jatuh, 21 Tewas

Apakah ada yang teringat dengan kejadian aneh dari pesawat demi pesawat yang jatuh pada tahun 2006 lalu ?

Silahkan di cek pada Kejadian Aneh-Aneh Jelang Tsunami Pangandaran 17-juli-2006. Tinggalah sebuah penyerta a (tidak harus sama persis, walau berbeda kejadian, namun esensi sama yaitu sebuah perulangan yang terjadi) dari kejadian aneh itu, yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt, dan berdoa menghindarkan diri dari kebinasaan selanjutnya setelah drama letusan merapi … semoga perulangan ini hanyalah perulangan saja tanpa membawa bencana yang dahsyat …. amien.

Titik Utama ini sebenarnya telah diperingatkan akan terjadinya bahwa manusia sudah kelewatan sikap dan perbuatannya, hingga suatu masa

G. Merapi Meletus 26 oktober 2010


G. Merapi meletus pada tanggal 26-oktober-2010 yang muncul kode Asmaul Husna merupaka sebuah bentuk memori agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya,

merapi_meletus_26_oktober_2010_sebagai_tanda_KekuasaanNyaSebuah kemiripan yang nyata dari G.Merapi meletus 2010 (4 tahun setelah meletus 2006), maka 4 tahun berikutnya giliran G.Kelud meletus tgl 13-feb-2014, sebuah kemiripan yang muncul yaitu

G. Merapi  2010 & G. Kelud 2014


gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Gunung Merapi Meletus dan Gunung Kelud Meletus sebuah kenyataan tentang 22

Tentunya ketepatan ini dalam level 22 skala tgl-bln-thn-jam-menit bukan merupakan sebuah kebetulan semata akan letusan G. Merapi yang membentuk simbol 22 sama dengan G. Kelud. Sebuah hal yang merupakan keteraturan demi keteraturan yang terjadi akan 22, terlihat pula pada gempa yogya dan tasikmalaya, serta g. sinabung. Semua tulisan di sini adalah sebuah rangkuman dalam jejak yang teratur seperti di filmkan dibawah ini

[Update]

Jika di indonesia di kenal dengan simbol 22 yang muncul pada dua letusan dahsyat G. Merapi & G. Kelud, perhatikan gambar dibawah gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_

Sebelum G. Kelud Meletus,  meteor Raksasa jatuh di bumi sebelum Kelud Meletus,

Kejadian demi kejadian setelah G.Kelud Meletus,   Rentetan peristiwa yang runut dan runtun, Bahkan di Ibukota pula terkena dampak setelahnya,Simbol yang unik Kesemua adalah Kisah Nyata yang Benar Terjadi dan di vidiokan di bawah ini