Peringatan Waspada Gempa Jogya Sebelum Terjadinya

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Sebelum gempa yogya 27-mei-2006 lalu, terdapat peristiwa sangat langka, namun merupakan ‘kiriman’ dari Allah sang Maha Penyayang, yakni perumpamaan Kereta Api BBM yang di kemudikan Orang gila, mulai tgl 11-05-2006 lalu KA BBM meluncur dari Surabaya Ke Malang, namun di tengah jalan di ‘serobot’ oleh wanita gila bernama MILA ROSA sehingga berjalan mundur lagi ke surabaya.

Sekiranya saat itu banyak yang memikirkan tanda-tanda Kekuasaan Allah, maka tertangkaplah pertanda itu dan terhindarlah korban gempa bumi itu (baca kisah perjalanan 2 hari sebelum gempa Jogja)

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan , menjelaskan tanda-tanda , supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu. (Ar-ra’d:2)

Peringatan dariNya saat Tsunami Aceh 26-des-2004 lalu berupa gagak-gagak besi yang berjatuhan, maka sebelum gempa yogya, gagak itu menjelma menjadi KA BBM yang di kemudikan orang gila bernama mila ROSA. Dikemudian mundur dari arah ketinggian (bangil) kembali ke Surabaya kemudian terguling.

Hal itu menunjukkan dengan jelas arti harfiahnya yaitu kejadian yang saat itu ramai diperbicangkan yakni G. Merapi, lalu mundur ke daratan sampai lautan, dan titik itulah terjadi gempa yogya 27-mei-2006 lalu

Tidak cukup dengan itu peringatan Allah swt  yang menjelma menjadi KA BBM berjalan mundur dan amat sangat langka karena dikemudikan oleh orang Gila bernama mila ROSA, maka ada upaya dari sekelompok hamba Allah yang mengingatkan warga yogya tentang bahaya gempa bumi. Mereka menyebarkan brosur ajakan kebaikan dan menghindari bahaya gempa bumi yang akan terjad. Peta yang jelas ttg lokasinya

Berikut ini beritanya

Sebuah ingatan akan brosur yang disebarkan sebelum gempa yogyakarta 27 mei 2006, brosur yang disebarkan (download), Peta gambar gempa juga disertakan dan penyebab gempa juga ditulikan, Brosur Peta Gempa Yang Disebarkan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006 Peta Gempa yang disebarkan ke yogya sebelum gempa besar 27-mei-2006.

brosur_1brosur_2brosur_3Sebuah ingatan akan brosur yang disebarkan sebelum gempa yogyakarta 27 mei 2006, brosur yang disebarkan (download), Peta gambar gempa juga disertakan dan penyebab gempa juga ditulikan, Brosur Peta Gempa Yang Disebarkan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006

Brosur dicetak 1000 lembar dan dibagikan di titik titik keramaian pusat kota, pasar bringharjo,perempatan malioboro dan terakhir di kampus UGM. Selain menyebarkan brosur, juga diberikan email dan ke media masa, berikut yang tercatat pada file arsip: (lihat arsip file di sini).

Kisah pemberi peringatan 3 hari sebelum gempa yogya

Waspadai yang tidak terungkap dalam rentetan Meletusnya Merapi

Mari kita telaah berita sekitar sebelum merapi meletus dan keanehannya, sekitar april-2006,

[Antara News April 16-2006], Masih sulit untuk memprediksi kapan Gunung Merapi meletus meskipun gempa fase banyak (MP) sudah mencapai 150 kali, kata staf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Triyani ketika dihubungi Minggu.Menurut dia, kalau melihat aktivitas sekarang dengan jumlah kegempaan yang semakin meningkat terutama untuk MP tercatat 105 kali, maka kemungkinan Gunung Merapi mendekati untuk meletus.”Karena berdasarkan perhitungan, gunung meletus kalau MP sudah lebih dari 90 kali, dan apa yang terjadi di Merapi sudah melebihi, tercatat 150 kali,” katanya.Namun, menurut Triyani, meskipun aktivitas terus menunjukkan peningkatan termasuk MP, bahkan kondisi seperti ini sudah melampaui aktivitas sebelum meletus tahun 2001, tetap sulit memprediksi kapan Gunung Merapi meletus, bisa cepat atau lambat, karena setiap letusan memiliki karakteristik tersendiri.

Mengapa merapi secara ilmu pengetahuan seharusnya sudah meletus ternyata belum meletus, kemudian berita yang bertautan bahwa ada faktor pemicu sehingga merapi dinyatakan meletus

Aktivitas Kegunungapian,Gunung Aktif karena Gerak Lempeng Indoaustralia,Kebumen, Kompas – Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi dan Konservasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Karangsambung, Kebumen Dr Munasri, Selasa (18/4/05), mengatakan, meningkatnya aktivitas gunung api di Pulau Jawa, terutama Gunung Merapi, Dieng, dan Semeru berkorelasi dengan penajaman atau pergerakan lempeng Indoaustralia yang berada di bawah Pulau Jawa. Setiap tahun lempeng bagian dari lempeng Asia Tenggara itu bergerak sepanjang 10 sentimeter. Pada bagian lempeng yang menajam dengan dasar Pulau Jawa terjadi peleburan. Air yang dibawa partikel lempeng akan terpanaskan hingga menimbulkan uap yang membawa material magma ke atas permukaan bumi……baca lebih lengkap >

Gempa Goyang Yogya dan Pacitan,Selasa, 19 Juli 2005 | 22:46 WIB,TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya dikejutkan dengan getaran yang terasa dalam beberapa detik. Sekitar pukul 19.20 WIB, terjadi gempa bumi yang berpusat di samudra Hindia. Dikhawatirkan, terjadinya gempa tektonik itu bisa mempengaruhi aktivitas gunung Merapi yang sekarang berstatus Waspada Kepala Stasiun BMG Yogyakarta, Tiar Prasetyo saat dikonfirmasi menyatakan, pusat gempa terjadi di 9,77 Lintang Selatan dan 110,71 Bujur Timur. “Pusat gempa, terjadi di 220 kilometer sebelah selatan Yogyakarta dengan kedalaman 33 kilometer di dalam tanah,”katanya.Gempa tektonik itu, terjadi pada pukul 19.21 WIB dengan kekuatan 5,5 skala Richter. “Kami juga sudah mendapat laporan dari beberapa daerah. Yang jelas memang gempa ini sangat terasa di Yogyakarta dan daerah Pacitan,”kata Tiar.Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan kerusakan yang terjadi di Yogyakarta akibat gempa tersebut. Sebagian warga Yogya bahkan tidak menyadari telah terjadi gempa.Di tempat terpisah, Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subadriyo, membenarkan gempa yang terasa di kota Yogyakarta gempa tektonik. Menurut Subandriyo, gempa yang terjadi Selasa (19/7) malam itutidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung Merapi.

Menurut Subadriyo, gempa tektonik yang bersumber di Samudera Indonesia itu bisa saja mempengaruhi aktivitas Merapi. “Dalam kondisi Merapi yang aktif saat ini, gempa tektonik bisa saja memicu peningkatan aktivitas, namun bisa juga tidak. Makanya, kami akan cermati efek gempa itu terhadap aktivitas Merapi,”katanya.Gempa tektonik seperti itu, bisa berpengaruh terhadap gerakan magma gunung Merapi. BPPTK, sejak adanya peningkatan aktivitas Merapi telah menyiagakan seluruh karyawannya, baik di kantor pusatnya di kawasan JlCendana Yogya maupun di seluruh pos-pos pengamatan Merapi. Sementara status aktivitas Merapi sampai saat ini masih Waspada.

Jateng Selatan Juga Daerah Rawan Gempa ; Oleh: Chusni Ansori26 Jan, 2005 – 07:50 suaramerdeka.com ~ MINGGU, 26 Desember 2004 lalu Aceh diguncang gempa bumi berskala 8,9 skala Richter yang diikuti oleh gelombang besar tsunami…. Gempa bumi tersebut yang merupakan gempa tektonik besar akibat adanya patahan pada posisi 3.30 o N, 95.78 o E yang berada di Samudera Indonesia. …..Sumber gempa … adalah adanya pertemuan lempeng Samudera Hindia – Australia dengan lempeng benua Asia. .. yang berbeda berat jenisnya tersebut membentuk zona subduksi/tunjaman.. Jawa Tengah bagian selatan bukan merupakan daerah bebas gempa. Hanya, ia merupakan daerah yang tetap mempunyai potensi gempa dengan frekuensi yang berbeda dari Sumatera. Jika kita lihat morfologi selatan Jawa Tengah dari Cilacap hingga Parangtritis, daerah ini merupakan dataran rendah dengan kemiringan lebih dari 5 derajat dan ketinggian 5 – 30 meter di atas laut. Bentangan dataran ini ke utara bisa mencapai 12 km tanpa pembatas rangkaian pegunungan kecuali di sekitar Karangbolong.Jawa Tengah selatan bukan daerah yang bebas gempa. Walaupun frekuensi gempanya tidak sesering di Sumatera ataupun Jawa Barat, bukan berarti tidak akan terjadi gempa bumi tektonik besar di kawasan ini.

Jelas dari penyebaran brosur ke yogya secara langsung dan bahkan mengirimkan ke media massa di Indonesia untuk mengingatkan GEMPA BUMI yang akan terjadi, dan bahkan memuat dalam gambar peta yang jelas serta ulasan-ulasan ttg GEMPA BUMI secara ilmiah dengan kata-kata WASPADA.

Berikut ini adalah Salah satu Press Release yang di edarkan ke media massa tgl sebelum gempa yogya May 22, 2006 5:41 am,

Press Release

MASYARAKAT PEDULI TAUHID

Sekretariat : Jln. Marinas Barat IV/0 Surabaya

Assalamu’alaikum wr. Wb

Dengan hormat redaksi media JawaPos

Pada hari sabtu 20-mei-2006, halaman 3, kolom berita utama dengan Judul “Tapa Bisu Keliling Kampung”, disebutkan adanya ritual yang bertujuan untuk meminta keselamatan warga yang terus menerus di hantui aliran lava dan awan panas yang dimuntahkan merapi. Prosesi itu seakan tidak aneh dan menjadi salah satu budaya bangsa Indonesia khususnya adat jawa.

Berita tersebut bersejajar dengan satu muatan tentang menurunnya aktifitas merapi, sehingga untuk masyarakat awam hal ini bisa dijadikan mitos atau simbol kesaktian yang melakukan ritual tersebut. Seakan bertentangan dengan ilmu pengetahuan dimana mbah marijan (sang guru kunci) di minta mengungsi tidak mau karena memiliki keyakinan bahwa merapi tidak meletus. Pembenaran ini seakan terus bergulir di bumbui dengan keselamatan presiden Yudoyono saat berkunjung ke merapi yang tertuang dalan alinea 1, berita tersebut berbunyi :

“Sleman-Mbah Marijan terus menjadi bintang Merapi. Setelah naik ke Gapura Srimanganti tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhowono berkunjung ke lereng gunung yang tengah batuk itu, kemarin dia melakukan ritual tapa bisu keliling desa. Prosesi itu dimulai pukul 21.00 dari halaman rumahnya di Dusun Kinahrejo, Desa UmbulHarjo, Cangkringan, Sleman.”

Pertautan berita itu mengandung makna yang sangat berbahaya karena unsur klenik dimasukkan ke dalam fakta sehingga kalau dipahami oleh orang awam menjadi berita yang sangat menyesatkan walaupun kami memahami itulah fakta yang terjadi. Tetapi kalau kita jeli tentang perilaku Mbah Marijan adalah : “Mengapa dia melakukan itu saat merapi aktifitasnya cenderung turun dan secara ilmu pengetahuan juga menyatakan begitu, terbukti pihak yang berwenang dalam hal ini BPPTK Jogyakarta, memutuskan untuk menerima kunjungan presiden Yudoyono. Pertanyaan besar mengapa mbah marijan tidak melakukan saat tanggal 13 atau 14 mei di mana itulah letusan atau guguran lava atau awan panas paling besar terjadi ? “

Tentunya pertautan berita diatas jika dipahami oleh orang Islam dengan kadar iman tinggi tidak menjadi masalah, tetapi jika dipahami oleh masyarakat awam, tentu akan sangat membahayakan sifat ketauhidan. Pendidikan masyarakat khususnya pembaca harus di-imbangi dengan berita yang memuat pendapat orang yang berilmu agama dalam hal ini adalah agama Islam, sehingga pembaca dapat membandingkan berita tersebut dan mendapat berita berimbang. Dengan pemberitaan berimbang maka masyarakat tidak membaca berita itu mentah-mentah dan menjadi opini yang benar.

Untuk itulah kami mohon agar redaksi dalam menyajikan berita dapat lebih selektif memilih antara fakta dan opini dengan berita berimbang. Kami masyarakat peduli tauhid sangat berterima kasih jika redaksi memahami kerisauan kami tentang ‘kesaktian mbah marijan’, sebab banyaknya bencana dan musibah yang terjadi di Indonesia adalah pelajaran besar bagi umat Islam dan alhamdulilah banyak masyarakat yang sekarang lebih paham tentang ketauhidan dengan adanya pelajaran itu. Jangan sampai pelajaran besar yang merupakan ‘grand design’ dari Allah, bisa kacau ke arah klaim sempit perseorang seperti mbah marijan atau klaim kelompok seperti komunitas Eden. Sifat pelajaran yang universal atas bencana dan musibah di Indonesia harus di tonjolkan untuk menuju masyarakat yang bertakwa.

Sebagai informasi dalam melawan opini mbah marijan, kami, Masyarakat Peduli Tauhid InsyaAllah akan ke yoyga hari kamis tgl 26-mei-2006 untuk membagikan brosur melawan opini mbah marijan yang terbangun dari media-media di Indonesia

Sekian, terima kasih

Wassalam u’alaikum wr wb.

Dengan biaya sendiri, para relawan berangkat naik bus , selengkapnya kisah selengkapnya [detail ]

Surat Surat Yang Dikirimkan Ke Petinggi Negeri Dan Media Massa Akan Terjadinya Gempa Bumi


surat_ke_hidayat_nur_wahid_ketua_mpr_sebelum_gempa_yogya_1surat_ke_hidayat_nur_wahid_ketua_mpr_sebelum_gempa_yogya_2surat_ke_hidayat_nur_wahid_ketua_mpr_sebelum_gempa_yogya_3Hampir semua media massa, bahkan MUI di kirimkan surat akan terjadinya gempa di yogya ini, berikut bukti-bukti surat tsb

daftar_email_ke_hnw_dan_redaksi_media_massa_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa_yogya_27_mei_2006

Bukti Surat Ke Mui, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006


bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_MUI_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa

Bukti Surat Ke Jawapos, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006


bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_jawa_pos_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa

Bukti Surat Ke Humas Antv, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006

bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_antv_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa

Bukti Surat Ke Pks Dan Detik.Com, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006


bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_detik_com_ketuaMPR_pks_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa
Bukti Surat Ke Manajemen Qolbu, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006

bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_dt_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa

Bukti Surat Ke Pks Dan Eramuslim, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006

bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_pks_era_muslim_dll_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa
Bukti Surat Ke Rcti , 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006

bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_rcti_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa

Bukti Surat Ke Suara Surabaya, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006

bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_suara_surabaya_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa
Bukti Surat Ke Tv7, 5 Hari Jelang Gempa Yogya 27 Mei 2006

bukti_press_release_waspada_gempa_yogya_ke_tv7_22_mei_2006_5_hari_sebelum_gempa

Ya ….. tercatat tgl 22-mei-2006 lalu press release di edarkan ke media massa dan hampir seluruh orang terkenal di negeri ini, bandingkan meomen tgl 22 ini dengan ‘gagak’ Allah yang lain :

 

Sungguh indah kemiripan tgl 22 itu seakan mengatakan sesuatu betapa pentingnya tgl itu, dan saat dicari-cari ternyata angka 22 itu bukanlah ajaib melainkan sebuah perumpamaan berupa “ajakan kembali kepada quran” Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari

[Update]

Jika di indonesia di kenal dengan simbol 22 yang muncul pada dua letusan dahsyat G. Merapi & G. Kelud, perhatikan gambar dibawah gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_

  • Gunung Kelud Merapi letus dahsyat 26-okto-2010 yang membawa ‘pesan’ khusus berjejak sama
  • Gunung Kelud Meletus dahsyat 13-feb-2014 yang membawa ‘pesan’ khusus berjejak sama

Di dunia muncul pada:

  • gempa hebat di haiti 12-jan-2010, gempa_haiti_12_jan_2010_pkl_16_53
  • Tsunami Jepang 11-3-11, gempa_tsunami_jepang_11_maret_2011_pkl_12_46_mengapa_22

Tsunami jepang yang terjadi hari jumat tgl 11 maret 2011 yang didahului oleh gempa besar terjadi pkl 14:46:23, 11 Maret 2011 atau di indonesia menjadi 12.46, sebuah ilustrasi dari Tsunami ini tgl-bln-thn-jam-menit menjadi 11-maret 2011 pkl 12.46 WIB yang membuat sebuah arti 1+1+3+2+0+1+1+1+2+4+6=22

Pasti ada yang bertanya, kenapa menghitungnya memakai waktu WIB kenapa tidak waktu jepang saja ? perhatikan bahwa sebuah doa untuk memberikan tanda alam digaungkan selepas jumat di indonesia dan tidak seberapa lama tanda alam itu terjadi sesuai dengan doa 22 yang telah dipanjatkan tgl 9-des-2006 di sidoarjo atau lebih spesifik lagi sebagai WASPADA YANG KEMBAR pada tgl 23-nov-2006, terbukti beberapa tahun kemudian.

Perhatikan jika memakai waktu jepang yaitu 11-3-11 pkl 14.46 terjadi gempa, tidak-kah 1+1+3+1+1+1+4+4+6=22 juga, sebuah 22 yang terang,

 

Ya …. berita KA BBM di kemudikan oleh orang Gila sangat langka (termuat di hampir semua media) kemudian di tambah pembawa surat peringatan bahaya gempa bumi yang jelas. Sungguh pertanda yang masuk akal dan di ulang agar manusia dapat selamat dari bencana itu. Mari kita kenang perjalanan dari hari ke hari sebelum gempa yogya, dengan di-iringi mulainya gejala-gejala merapi, Perjalanan menuju Gempa yogya dalam catatan kliping urut waktu dan jam secara ascending, sumber ada di link kurung siku [..]). Di bandingkan dengan surat Waspada Gempa yogya

[Update]

Jika di indonesia di kenal dengan simbol 22 yang muncul pada dua letusan dahsyat G. Merapi & G. Kelud, perhatikan gambar dibawah gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_

Sebelum G. Kelud Meletus,  meteor Raksasa jatuh di bumi sebelum Kelud Meletus,

Kejadian demi kejadian setelah G.Kelud Meletus,   Rentetan peristiwa yang runut dan runtun, Bahkan di Ibukota pula terkena dampak setelahnya,Simbol yang unik Kesemua adalah Kisah Nyata yang Benar Terjadi dan di vidiokan di bawah ini

Selasa, 09-05-2006

Mulai mendirikan milis untuk mencatat perjalan dan sebagai saksi catatan yang tidak dapat diubah tgl postingnya [http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/]

Group Information Category: Islam Founded: May 9, 2006 Language: Indonesian

  • [A] 14:20 Aktivitas Vulkanik Gunung Talang Kembali Meningkat
  • [K] 16:06 Ketoprak di Pos Pengungsian, Lava Pijar Jadi Tontonan

Rabu, 10-05-2006

Sehari setelah membuat milis, tidak ada aktivitas apapun, kecuali menghubungi kolega agar mau bergabung

  • [P] 12:25 Pengungsian Kosong, Warga Merapi Gelar Pentas Kubro Siswo
  • [G] 14:13 Gempa di Puncak Merapi Semakin Meningkat

Kamis, 11-05-2006

  • [S] 01:08 Sultan HB X Mengaku Jenuh Ngurusi Merapi
  • [K] 08:24 Kalla Kunjungi Gunung Merapi
  • [I] 14:23 Ical Puji Antisipasi Bencana Merapi
  • [W] 14:30 Wapres Tunda Umumkan Status Awas Merapi
  • [K] 15:25 Kalla Minta Separo Warga Lereng Merapi Radius 12 Km Dievakuasi
  • [G]20:25 Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar Cukup Lama
  • [L] 20:34 Lava Pijar Merapi Jadi Tontonan, Jalanan Yogya Macet
  • [K] 22.00 Kereta Pengangkut Solar Mulai Berangkat
  • [K] 23.15 Kereta mengangkut BBM bernomor lokomotif CC 20179 itu masuk ke Stasiun Bangil, Kamis (11/05) pukul 23.15 WIB dan harus berhenti karena ada kereta lain yang akan lewat. Sesuai prosedur, untuk masuk ke Malang maksimal 1 lokomotif hanya bisa membawa 5 gerbong BBM, sehingga dibutuhkan setidaknya 5 kali pemberangkatan.
  • [K] KA Ngguling Dikira Gempa Bumi Tergulingnya kereta api (KA) pengangkut BBM, tak jauh dari Depo Lokomotif Sidotopo, Jumat (12/05) malam, mengagetkan masyarakat sekitar. Awalnya, dikira terjadi gempa bumi.“Tadi malam itu, saya baru pulang dari terop. Kebetulan ada tetangga hajatan. Tiba-tiba rasanya ada yang bergetar gitu, saya lari. Ternyata ada kereta api yang terguling,” terang BUDI KARSIDI warga Simokerto gang 3, Jumat (12/05). Kepada suarasurabaya.net, BUDI menceritakan tergulingnya kereta api pengangkut BBM di dekat Depo Lokomotif Sidotopo, Kamis (11/05) malam itu, awalnya dikira gempa bumi.Sejumlah warga Simokerto yang sedang melekan tak jauh dari lokasi Depo Lokomotif Sidotopo, beberapa diantaranya langsung semburat dan mencari sumber suara dan getaran yang cukup keras tersebut.“Mungkin karena gerbongnya berisi muatan penuh jadi nggak terlalu kerasa suaranya. Tapi akibat gerbong yang terguling itu, getarannya cukup keras. Orang-orang langsung berlarian menyelamatkan diri,” lanjut BUDI KARSIDI yang juga Ketua RT 3 Simokerto itu.Demikian juga SUJAK petugas sinyal Depo Lokomotif Sidotopo, yang sedang bertugas Kamis (11/05) malam menjelang dini hari itu, langsung lari keluar dari lantai 2 tempatnya berjaga.“Ternyata gerbong terguling. Langsung saya hubungi kepala depo, dan Polisi. Dibantu warga, ada perempuan gila yang ditangkap, dan diduga mengemudikan kereta BBM itu,” terang SUJAK pada suarasurabaya.net

Jumat, 12-05-2006

“Wedhus Gembel mulai muncul”, selain itu Jakarta di guncang gempa

  • [W] 14:34 Wedhus Gembel Merapi Muncul
  • [H] 15:18 Hindari Letusan Merapi, Warga Sembelih 4 Kambing
  • [G] 15:30 Gempa Guncang Jakarta!
  • [G] 18:50 Gubernur Jateng: Tanda Letusan Merapi Makin Kelihatan
  • [S] 18:55 Seluruh Pos Pengungsian Merapi di Klaten Kosong

Sabtu, 13/05/2006

Hari ke dua mulai-lah status AWAS Merapi, di barengi dengan gempa di Aceh

  • [G] 10:10 Guguran Lava Pijar Merapi 1 Km, Warga Dievakuasi Besar-besaran
  • [S] 10:25 Status Gunung Merapi Awas!
  • [M] 11:29 Merapi Awas: 27 Gempa Fase, 25 Gempa Guguran, 14 Awan Panas
  • [S] 12:12 Sultan Perintahkan Juru Kunci Merapi Ikut Mengungsi
  • [A] 11:20 Aceh Diguncang Gempa 5,9 SR
  • [G] 16:29 Guguran Lava Kacaukan Evakuasi di Balerante
  • [E] 21:36 Evakuasi Total Warga Lereng Merapi Terus Berlangsung
  • [ L] 22:32 Lava Pijar Merapi Jadi Tontonan

Minggu, 14/05/2006

Hari ketiga merapi terus keluarkan Pijaran, namun Gempa tidak muncul lagi

  • [M] 08:21 Merapi Terus Muntahkan Lava Pijar
  • [M] 22:56 Malam Cerah, Warga Tonton Lava Pijar Merapi

Senin, 15/05/2006

Hari ke-empat, semakin membesar Merap, tanda ** berarti aktivitas yang di lakukan oleh milis untuk menandingi gemerlap merapi dan bukannya merapi itu yang berbahaya, namun bencana gempa bumi-lah yang berbahaya

  • [M] 7:31 **  Misteri Teorema Alif-Lam-HaÂ’
  • [K ] 8:03 ** KEAJAIBAN DAN BUKTI KEBENARAN BENCANA TSUNAMI ACEH
  • [G] 08:21 Gunung Merapi Meletus, Awan Panas Meluncur 4 Km
  • [M] 09:07 Merapi Tunggu Letusan Besar
  • [T] 09.54 ** Teori Siklus Bencana di Indonesia [Memutus siklus bencana di Indonesia]
  • [G] 11:18 Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Terbesar
  • [M] 11:43 Merapi Terus-Menerus Keluarkan Awan Panas
  • [S] 19:28 SBY akan Bermalam Bersama Pengungsi Merapi

Selasa, 16/05/2006

Hari ke-lima tetap akitivitas merapi, dan Gempa meningkat lagi

  • [M] 01:10 Merapi Terus Keluarkan Lava Pijar
  • [D] 05.42 ** Doa Merapi
  • [A] 08:20 Aktivitas Merapi Lebih Kecil
  • [S] 16:41 SBY Tidur di Tenda, Tapi Pakai Springbed
  • [S] 20:45 SBY: Salam Buat Mbah Marijan
  • [G] 23:30 Gempa 6,9 SR Guncang Padang

Rabu, 17/05/2006

Hari ke-enam, merapi tetap beraktivitas

  • [M] 08:29 Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar dan Awan Panas
  • [G] 09:58 Gunung Merapi Terus Semburkan Awan Panas
  • [D] 10:29 Dikawal Dua Pemuda, Mbah Marijan Dekati Puncak Merapi
  • [M] 16:42 Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas
  • [M] 18:11 Merapi Kalem, Status Tetap Awas
  • [W] 19:15 Wedhus Gembel Muncul Lagi, Hujan Abu Guyur Magelang

Kamis, 18/05/2006

Hari ke tujuh, merapi aktivitas fluktuatif

  • [M] 08:56 Merapi Relatif Masih Tenang
  • [M] 10:44 Mbah Marijan Sudah Kembali ke Rumah dengan Selamat
  • [L] 11:29 Luncuran Awan Panas dan Lava Merapi Berkurang
  • [M] 12:47 Mbah Marijan Ngaku Dapat Wangsit: Merapi Tidak Berbahaya
  • [M] 15:46 Mbah Marijan Ritual Keliling Kampung dengan Membisu
  • [K] 16:38 Ki Joko Bodo Temui Mbah Marijan

Jumat, 19/05/2006

Hari ke-delapan, mbah marijan jadi lakon

  • [M] 00:21 Mbah Marijan Kritik Wartawan
  • [L] 07:27 Lava dan Awan Panas Merapi Terus Muncul
  • [M] 14:29 Mbah Marijan Jadi Selebritis, Kedatangan Tamu Mulai Dijadwal
  • [P] 19:49 Puncak Merapi Hujan Deras, Lahar Dingin Terancam Longsor
  • [M] 20:04 Mbah Marijan Kelelahan, Keluarga Sesalkan Ulah Wartawan TV

Minggu, 21/05/2006

Enam hari menjelang gempa yogya

  • [P] 13:00 Pengungsi Merapi Kibarkan Bendera Setengah Tiang
  • [M] 13:40 Merapi Masih Keluarkan Awan Panas
  • [M] 16:42 Mbah Marijan Ditawari Jadi Bintang Iklan
  • [A] 17:19 Awan Panas dan Lava Pijar Masuk Hulu Kali Krasak
  • [T] 18:18 Terlihat dengan Mata Telanjang Wedhus Gembel Kembali Muncul
  • [G] 21:11 Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar Tiap Menit

Senin, 22/05/2006

Lima hari menjelang gempa yogya, mulai team menyebarkan email ke seluruh media dan orang penting di negeri ini, serta pesan brosur untuk di sebarkan di yogya

  • [L] 05.41 ** Lawan mbah Marijan
  • [W] 15:25 Wedhus Gembel Terus Terjadi, Mbah Marijan Topo Bisu

Selasa, 23/05/2006

Empat hari menjelang gempa yogya, brosur tetap di sebarkan ke email-email penting

  • [M] 08:41 Merapi Kembali Semburkan Awan Panas
  • [K] 11:32 Kediaman Mbah Marijan Diguyur Hujan Abu Tebal
  • [K] 12:14 Klaten Utara Diguyur Hujan Abu Tebal
  • [B] 18.10 Brosur Lawan Mbah Marijan

Rabu, 24/05/2006

Tiga hari menjelang gempa yogya, team berangkat ke yogya pkl 23.0, kisah selengkapnya baca dibawah ini

Kisah Perjalanan 2 Hari Ke Jogja,

Mengenang – Surabaya, 24 Mei 2006 malam yang lalu –
Antara kebimbangan dan keyakinan tak terasa kita berdo’a agar dilindung oleh Allah. Dan sampailah di Jogja sekitar pukul 08.30 dalam keadaan terang. Di terminal Umbulharjo Jogja kami kebingungan mau kemana dan bagaimana ? [ detail ]

  • [H] 11:21 Hujan Abu & Awan Panas Masih Mengancam Lereng Merapi

Kamis, 25/05/2006

Dua hari menjelang gempa yogya, cuti bersama dan kaliurang di buka lagi, sedangkan team penyebar brosur waspada gempa bumi sudah sampai di yogya dan sekitar pkl pagi sampai sore, team keliling yogya untuk menyebar brosur, terakhir sampai di UGM, kemudian istirahat dan malamnya pulang ke surabaya

  • [C] 07:42 Cuti Bersama, Tiket Kereta Api Keluar Jakarta Laris
  • [A] 18:20 Awas Merapi Kawasan Kaliurang Dibuka

Jumat, 26/05/2006

Sehari menjelang gempa yogya, team sudah sampai di surabaya, sholat jum’at dan kemudian malamnya berdoa kepada Allah, kuatir bahwa brosur itu salah, maka akan di caci banyak orang (baca  Kisah di Balik UGM), hening tidak ada berita ttg aktivitas Merapi

  • [K] 23:43 Kereta Jayabaya Anjlok di Madiun

Sabtu, 27/05/2006

Dan terjadilah gempa yogya, sama persis lokasinya dengan peta yang disebarkan di yogya, perasaan berdosa dan bersalah karena tidak mampu meyakinkan banyak pihak sehingga timbulah korban jiwa

  • [G] 06:10 Gempa Besar Goncang Yogya
  • [G] 07:11 Gempa Bergoncang, Awan Panas Merapi Bergulung-gulung

Bencana itu tetap tidak dapat di-elak-kan dengan korban jiwa yang tidak mampu di cegah. Sekiranya ada yang memperhatikan ‘Gagak’ Allah sebelum Gempa Yogya atau sekiranya ada yang mau mendengar brosur itu …….. semua sudah terlambat, tinggal kita kedepan apakah tetap mengabaikan gagak-gagak Allah ?

Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (Yunus:14)

Berikut ini kliping Gempa yogya dari beberapa sumber, agar mengingatkan bencana itu telah datang gagak dan di tambahkan dengan pembawa peringatan gempa bumi itu

[G] Sabtu, 27 Mei 2006 12:16 WIB SAAT GEMPA, MERAPI MEMUNTAHKAN AWAN PANAS ‘RAKSASA’

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kekacayan dan kepanikan warga terjadi di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya saat terjadi gempa tektonik berkekuatan 5,9 pada skala Richter, Sabtu (27/5) pukul 5.55 WIB. Kepanikan warga, khususnya yang tinggal di sekitar Gunung Merapi, bertambah ketika dalam waktu bersamaan terjadinya gempa, Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas berskala besar.Gempa disertai semburan awan panas besar tersebut menyebabkan warga sekitar Merapi berhamburan keluar rumah karena panik atas aktivitas gunung berapi paling aktif di dunia tersebut. Dilaporkan pula aliran listrik di sekitar Merapi langsung padam setelah gempa dan luncuran awan panas keluar dari puncak Merapi. Belum diketahui luncuran awan panas tersebut menyebabkan korban jiwa atau tidak. Yang pasti, akibat gempa ini, peralatan di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta tidak bisa berfungsi karena alat pengontrol gempa rubuh.(DEN)

[K] Sabtu, 27 Mei 2006 11:52 WIB KORBAN TEWAS GEMPA YOGYAKARTA SUDAH 130 JIWA

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 5,9 pada skala Richter pukul 05.55 WIB, terus bertambah. Besar kemungkinan jumlah korban meninggal lebih dari 100 orang. Sebab, hingga siang ini, di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta saja, jumlah korban meninggal sudah mencapai 70 orang dari 500 korban yang masuk ke rumah sakit tersebut. Sementara dilaporkan dari Rumah Sakit dokter Sardjito, korban tewas telah berjumlah 60 orang dari sekitar 1.500 korban luka yang dibawa ke rumah sakit tersebut.

Wakil Direktur RS Bethesda Heru Adiprasetya saat dihubungi Metro TV, Sabtu (27/5) pukul 11.26 WIB menyebutkan, jumlah korban gempa yang dibawa ke Bethesda mencapai lebih kurang 500 orang. Dan hingga pukul 11.00 WIB tadi, korban meninggal mencapai 70 orang, beberapa di antaranya adalah anak-anak. Namun, Hari belum bisa menyebutkan identitas korban meninggal. Hari mengatakan, pihaknya cukup kewalahan menangani korban gempa ini. Tapi dipastikan pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk menolong korban. Seluruh tim medis dikerahkan untuk membantu korban. Kondisi RS Bethesda sendiri mengalami retak-retak. Pasien yang sebelumnya dirawat di lantai atas dievakuasi ke lantai bawah.

Korban gempa lebih besar juga berdatangan ke RS dokter Sardjito. Menurut Heru Nugroho, Kepala Humas RS Sardjito, korban tewas terus berjatuhan karena terlambat mendapat bantuan. Laporan tentang korban tewas terus masuk. Hingga saat ini, korban meninggal mencapai 60 orang. Sementara korban luka mencapai sekitar 1.500 orang. Heru mengatakan, seperti rumah sakit lainnya, pihaknya juga kewalahan menangani korban gempa. Karena itu, pasien korban gempa terpaksa dirawat dengan peralatan seadanya. Pihak rumah sakit juga sudah mendirikan tenda perawatan di halaman. Heru menambahkan, bagi keluarga yang ingin mengetahui data korban bisa menghubungi 520410 kode wilayah Yogyakarta.(DEN)

[P] Sabtu, 27 Mei 2006 12:27 WIB PRESIDEN YUDHOYONO AKAN MENGUNJUNGI LOKASI GEMPA YOGYAKARTA

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengunjungi lokasi gempa Yogyakarta, Ahad besok, melalui jalan darat setelah berkunjung ke Ponorogo, Jawa Timur. Juru Bicara Kepresidenan Andi Alvian Mallarangeng di Jakarta, Sabtu (27/5) siang, mengatakan, Presiden Yudhoyono sudah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah daerah dan pusat untuk saling berkoordinasi dalam menangani musibah gempa ini. “Yang penting sekarang, Presiden menginstruksikan supaya semua pihak berkoordinasi untuk menangani dan mengevakuasi korban,” jelas Andi.

Gempa yang terjadi tadi pagi di Yogyakarta dan Jawa Tengah juga menyebabkan kepanikan warga dan kerusakan sejumlah bangunan di Kabupaten Klaten, Jateng. Setelah gempa terbesar pukul 05.55 WIB, di Klaten, telah terjadi tiga kali gempa susulan. Memang, kekuatannya tidak sedahsyat yang pertama. Namun, itu semua tetap membuat panik warga sekitar. Bahkan, hingga siang ini, masih banyak warga yang tidak berani masuk rumah karena khawatir terjadi gempa susulan lebih besar. Mereka memilih berkerumun di lapangan, dan sebagian lainnya membantu korban luka.

Berdasarkan data yang diperoleh Metro TV korban tewas di Klaten, telah mencapai 34 orang. Dengan demikian, hampir dipastikan korban jiwa akibat gempa tadi pagi bisa mencapai 150 orang. Sebab, sebelumnya, Wakil Direktur Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta melaporkan korban meninggal di rumah sakitnya telah mencapai 70 orang. Dan Kepala Humas RS dokter Sardjito Heru Nugroho juga menyebutkan bahwa korban meninggal di Sardjito sudah sampai angka 60 jiwa. Heru mengatakan, korban meninggal karena terlambat mendapat pertolongan medis. Jumlah korban jiwa dipastikan bertambah karena data dari beberapa daerah lainnya yang juga terkena gempa belum semuanya masuk.(DEN)

[Y] Sabtu, 27 Mei 2006 09:10 WIB YOGYAKARTA DAN BANTUL PORAK-PORANDA, DUA TEWA

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Gempa berkekuatan 5,9 pada skala Richter yang terjadi sekitar pukul 05.55 WIB, telah memorakporandakan kawasan Bantul, Yogyakarta. Sejumlah rumah rubuh. Bahkan, sejumlah telepon yang masuk ke Redaksi Metro TV menyebutkan, di kawasan Bantul banyak rumah yang rata dengan tanah. Gempa ini dilaporkan sudah menelan dua korban jiwa. Mereka adalah orangtua yang tertimpa reruntuhan rumahnya.

Guncangan gempa tektonik ini dirasakan hingga ke kawasan Kudus di Pantai Utara Jawa Tengah. Keterangan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan, pusat gempa berada di Samudera Hindia sekitar 37 kilometer sebelah selatan Yogyakarta pada kedalaman 33 kilometer. Gempa berkekuatan 5,9 SR ini mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya selama 57 detik.

Guncangan selama hampir satu menit itu menimbulkan kerusakan merata di seluruh penjuru Yogyakarta dan sekitarnya. Sejumlah rumah warga rubuh dan bangunan-bangunan kantor rusak. Kerusakan terjadi secara merata di pesisir selatan Yogyakarta. Di kawasan ini, hampir tidak ada lagi bangunan yang utuh. Sebagian besar bangunan bahkan runtuh dan rata dengan tanah. Di Yogyakarta, salah satu gedung yang paling parah mengalami kerusakan adalah Gedung Olahraga Amangrogo. Dinding dan atap gedung tersebut rubuh karena getaran gempa.

Hingga saat ini, warga masih berkerumun di luar rumah dan lapangan terbuka karena masih trauma dan khawatir terjadi gempa susulan lebih besar. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran gempa yang sangat besar. Gempa ini sudah menelan dua korban jiwa. Mereka adalah orangtua yang tertimpa reruntuhan rumahnya yang rubuh. Sementara ratusan warga lainnya mengalami luka-luka dan dibawan ke Rumah Sakit Bethasda, Yogyakarta. Beberapa korban luka juga dirawat di RS Wirosabang dan dokter Sardjito.

Sementara gempa tektonik ini juga langsung menghambat kerja para petugas di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. Ini karena peralatan untuk mengukur kekuatan gempa di BPPTK, roboh akibat gempa. Petugas BPPTK Yogyakarta memperkirakan gempa yang terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, masuk katagori gempa tektonik.

Pada saat bersamaan, Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga dilaporkan kembali meluncurkan awan panas berskala besar. Kantor Berita Antara melaporkan sebelum Merapi meluncurkan awan panas raksasa tersebut didahului dengan gempa yang diperkirakan berskala 5,9 SR. Getaran gempa ini terasa hingga di Solo, Karanganyar, Bantul dan Semarang, Jateng. Gempa disertai awan panas besar tersebut menyebabkan warga sekitar Merapi berhamburan keluar rumah karena panik atas aktivitas gunung berapi paling aktif di dunia tersebut.

Dilaporkan pula aliran listrik di sekitar Merapi langsung padam setelah gempa dan luncuran awan panas atau biasa disebut wedhus gembel keluar dari puncak Merapi. Belum diketahui luncuran awan panas tersebut menyebabkan korban jiwa atau tidak. Sementara warga di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, sekitar pukul 06.30 WIB juga merasakan getaran gempa, meski tak sebesar yang dirasakan warga Yogyakarta.

Budi Waluyo, staf BMG membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan bahwa getaran gempa terasa hingga Solo, Klaten, Semarang, bahkan Surabaya dan Tulungagung. Di Yogyakarta dan Bantul, aliran listrik dan saluran telepon saat ini terganggu. BMG mengakui bahwa gempa ini sebelumnya tidak terdeteksi. Ada 10 kali gempa susulan. Yang cukup besar terjadi pada pukul 08.05 WIB dengan kekuatan sekitar 5,6 SR. Budi memastikan bahwa gempa ini tidak akan menimbulkan Tsunami. Tsunami akan terjadi dari pantai Yogyakarta sekitar 10 menit setelah gempa. Jadi, menurut Budi, gempa ini tidak menimbulkan Tsunami. BMG pusat akan mengirim tim ke lokasi untuk memonitor gempa-gempa susulan.(DEN)

[K] Sabtu, 27 Mei 2006 16:50 WIB KORBAN TEWAS GEMPA DI YOGYAKARTA 2.345 ORAN G

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sebagian besar rumah di kawasan Patuh, Gunung Kidul, Yogyakarta, rusak berat akibat gempa, Sabtu (27/5) tadi pagi. Kini, warga mengungsi di halaman rumah dan jalan. Mereka enggan kebali ke rumah yang masih utuh karena masih trauma dengan gempa. Mereka juga sangat membutuhkan bahan makanan dan barang-barang lain seperti selimut. Sebab, hingga siang tadi belum ada bantuan yang datang.

Hingga sore ini, banyak jenazah yang belum dikebumikan. Warga masih sibuk menyelamatkan warga lain yang terjebak di dalam bangunan rumah yang runtuh. Korban tewas di kawasan Patuh sebanyak 18 orang. Menurut data Satuan Koordinasi Pelaksana Penanganan Gempa di Yogyakarta, total korban jiwa sebanyak 2.345 orang. Di Bantul, 291 tewas, luka berat 1.017 orang, luka ringan 872. Kota Yogyakarta, korban tewas sebanyak 101 jiwa, Gunung Kidul 21 orang, Sleman 55 orang, dan Kulonprogo tujuh orang. Sedangkan rumah yang roboh sebanyak 2.938.

Banyaknya korban dalam bencana ini membuat kesibukan luar biasa di sejumlah rumah sakit di Yogyakarta dan sekitarnya. Di RS Sardjito, ratusan pasien datang untuk memita perawatan. Karena rumah sakit tak bisa menampung dan untuk antisipasi gempa susulan, banyak pasien yang dirawat di tenda-tenda di luar RS Sardjito. Jumlah pasien di RS ini saat ini sekitar 1.500 orang. Data di RS ini menyebutkan korban tewas sebanyak 74 orang, 12 di antaranya tidak terindentifikasi dan 23 sudah diambil keluarga. Saat ini, RS Sardjito juga butuh logistik dan air minum.

Kesibukan juga terjadi di RS Suradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit ini belum dapat dipastikan. “Perkiraan lebih dari 600 pasien, sedang yang masih dirawat 415 orang,” kata Direktur RS Suradji Tirtonegoro, dr. Arief Faisal. Sementara jumlah korban tewas di RS ini tercatat sebanyak 55 orang. Sebagian besar korban tewas telah diambil keluarga.

Saat ini juga banyak pasien yang dirawat di luar ruang perawatan karena RS tak mampu menampung. Namun, kondisi pasien dalam keadaan stabil. “Masa-masa kritis sudah teratasi, sehingga tinggal tahap pemulihan,” ujar Dr. Arief. RS Suradji Tirtonegoro juga saat ini sangan membutuhkan tempat tidur buat pasien dan obat-obatan seperti antibiotik, obat anastesi, dan cairan infus dan selang infus. Untuk kebutuhan darah, pihak RS sudah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia cabang Klaten.(BEY)

[B] Sabtu, 27 Mei 2006 10:15 WIB BANDARA ADI SUCIPTO YOGYAKARTA SEMENTARA DITUTUP

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Gempa berkekuatan 5,9 pada skala Richter yang terjadi sekitar pukul 05.55 WIB, telah memorakporandakan kawasan Yogyakarta. Sejumlah rumah rubuh. Bahkan, banyak rumah yang rata dengan tanah. Gempa ini juga mengakibatkan Bandar Udara Adi Sucipto Yogyakarta ditutup sementara. Di sisi lain, jumlah korban jiwa dari beberapa daerah yang terkena gempa, masih simpang siur.

Dari Bandara Adi Sucipto dilaporkan kepanikan dan kekacauan sempat terjadi saat pegawai dan calon penumpang berhamburan keluar saat gempa terjadi. Saat kejadian, situasi bandara memang sedang ramai. Ini karena jadwal penerbangan menuju beberapa daerah, terutama Jakarta, di pagi hari ini, sangat padat. Sejumlah calon penumpang mengaku merasakan guncangan cukup kuat saat mereka menunggu keberangkatan pesawat di ruang tunggu penumpang. Kontan, para calon penumpang berhamburan keluar, begitu juga dengan para pegawai bandara. Mereka kemudian berkumpul di tempat terbuka di halaman bandara.

Sejak pagi tadi baru satu persawat yang tinggal landas, yakni Garuda Airways. Pesawat Garuda ini tinggal landas sekitar pukul 5.45 WIB atau beberapa menit sebelum gempa terjadi. Kerusakan terjadi pada beberapa bangunan di Bandara Adi Sucipto. Bahkan, atap dan plafon sebuah bangunan bandara ada yang rubuh. Kerusakan lainnya terjadi di ruang check in, dan sedikit kerusakan pada menara pengamat. Sejauh ini belum diketahui sampai kapan penundaan penerbangan akan diberlakukan.

Dari Kulonprogo juga dilaporkan kepanikan dan kekacauan sempat terjadi. Beberapa bangunan rusak dan rubuh. Sekolah di kawasan ini langsung diliburkan karena khawatir terjadi gempa susulan. Kondisi lebih parah terjadi di Bantul, tepatnya di Desa Bajang, Kecamatan Pandak. Hampir 95 persen, rumah warga dan bangunan di desa tersebut rusak dan rubuh. Bahkan, kabarnya di daerah ini, gempa sudah menelan lima korban jiwa dan melukai 65 orang lainnya. Korban meninggal bernama Aji Prayitno (57), Mugiono (40), Murni (22), Sakir (52) dan Setiawan.

Di Kecamatan Bantul, dilaporkan beberapa warga dilaporkan masih terjebak dalam reruntuhan bangunan yang rubuh. Kerusakan bangunan juga terjadi di Wonokromo. Sekitar 80 persen rumah warga di kawasan ini rusak parah.

Guncangan gempa tektonik tadi pagi memang dirasakan hingga ke kawasan Kudus di Pantai Utara Jawa Tengah. Keterangan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan, pusat gempa berada di Samudera Hindia sekitar 37 kilometer sebelah selatan Yogyakarta pada kedalaman 33 kilometer. Gempa berkekuatan 5,9 SR ini mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya selama 57 detik.

Gempa yang berlangsung selama hampir satu menit itu menimbulkan kerusakan merata di seluruh penjuru Yogyakarta dan sekitarnya. Hingga saat ini, warga dilaporkan masih berkerumun di luar rumah dan lapangan terbuka karena masih trauma dan khawatir terjadi gempa susulan lebih besar. Namun, secara umum, situasi Yogyakarta sudah kondusif. Kekacauan dan kepanikan warga sudah tidak ada lagi. Kesibukan kini terlihat di beberapa rumah sakit, khususnya RS Bethesda Yogyakarta. Rumah sakit ini menerima puluhan warga yang mengalami luka-luka.(DEN)

[S]Sabtu, 27 Mei 2006 09:19 WIB KOTA SOLO BERGUNCANG, PULUHAN PASIEN BERHAMBURAN

Metrotvnews.com, Solo: Gempa yang berkekuatan cukup besar yang mengguncang Yogyakarta, ternyata dirasakan pula di daerah Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 05.50 WIB. Gempa yang berlangsung antara satu hingga dua menit ini sempat membuat panik warga Solo. Di Rumah Sakit Panti Waluyo Baru, Solo, misalnya, sekitar 70 orang pasien keluar dari rumah sakit itu karena ketakutan dan merasa trauma dengan guncangan gempa yang cukup kuat.

Seluruh pasien mulai dari pasien dewasa hingga anak-anak diantar keluar oleh petugas rumah sakit. Mereka berkumpul di halaman rumah sakit untuk menghindari kemungkinan tertimpa reruntuhan gedung. Tidak sedikit keluarga pasien yang berdatangan untuk mengetahui kondisi anggota keluarga mereka yang dirawat di RS Panti Waluyo.

Setelah beberapa lama bertahan di luar rumah sakit, para perawat kemudian membawa semua pasien memasuki gedung RS Panti Waluyo karena keadaan dianggap telah kondusif. Namun, beberapa pasien yang mengaku masih trauma tetap bertahan di selasar rumah sakit dan tidak ingin kembali ke ruangan karena khawatir terjadinya gempa susulan.

Selain itu, gempa juga menimbulkan kerusakan di sejumlah bangunan di Kota Solo. Bangunan pusat perbelanjaan Solo Square misalnya, menderita kerusakan yang cukup parah. Kerusakan sedemikian parah sehingga bangunan tersebut nyaris rubuh karena beberapa bagiannya retak-retak serta beberapa beton penyangga hancur. Akibatnya, bagian atap bangunan yang terbuat dari kaca praktis tinggal puing.

Sejauh ini, tidak ada laporan korban luka-luka maupun tewas dalam insiden tersebut karena aktivitas di Solo Square belum dimulai saat gempa terjadi. Para karyawan yang datang pagi ini mulai membersihkan puing-puing bangunan dari sekitar gedung. Situasi Kota Solo sendiri telah berangsur normal dan warga tidak lagi dilanda kepanikan. Aliran listrik dan jalur komunikasi yang sempat terganggu di beberapa titik, juga telah kembali berfungsi.(AMR)

[P] Sabtu, 27 Mei 2006 22:17 WIB PERBAIKAN BANDARA ADI SUCIPTO DITARGETKAN SELESAI MALAM M

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Panglima TNI Marsekal DJoko Suyanto menyatakan perbaikan Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta, ditargetkan selasai pada Sabtu (27/5) malam. Dengan begitu, Ahad besok pagi, bandara sudah dapat digunakan lagi, terutama pesawat yang mengangkut bantuan untuk korban gempa bumi di Yogyakarta.

Menurut Djoko, diharapkan pada pukul 20.00 WIB retakan akibat gempa di landasan pacu Bandara Adi Sucipto sudah selesai diperbaiki hingga dapat didarati kembali. Ia menilai kerusakan di Bandara Adi Sucipto tidak begitu parah meski sempat mengakibatkan pengalihan sejumlah penerbangan ke Bandara Adi Sumarno, Solo, Jawa Tengah dan Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jateng. Penutupan bandara juga karena tidak berfungsinya peralatan yang mendukung penerbangan akibat putusnya aliran listrik.

Untuk mendukung penanganan gempa di Yogyakarta, TNI telah mengerahkan sejumlah armadanya. Antara lain, pesawat CN-235 untuk pemotretan udara dan pesawat tiga kali angkut jenis Superpuma dari Skuadron 17 Halim Perdanakusuma, dan helikopter Twinpack dan Kolibri masing-masing dari Skuadron 6 dan Lapangan Udara Suryadarma.(BEY)

[P] Sabtu, 27 Mei 2006 20:10 WIB PRESIDEN YUDHOYONO MENGUNJUNGI KORBAN GEMPA DI BANTUL

Metrotvnews.com, Bantul: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi pengungsian korban gempa bumi di Bantul, Yogyakarta, Sabtu (27/5) malam. Presiden Yudhoyono yang didampingi ibu negara Kristiani Yudhoyono sempat berdialog dengan para korban di pengungsian di Trirenggo, Bantul. Ia meminta para pengungsi sabar menghadapi musibah tersebut. “Yang sabar dulu. Kita selamatkan dulu. Banyak yang luka-luka kita obati. Insya Allah kita bangun lagi rumah yang hancur,” ujar Presiden Yudhoyono.

Sebelumnya Presiden Yudhoyono sempat mengunjungi korban gempa bumi di Klaten, Jawa Tengah. Ia sempat datang di Rumah Sakit Umum Klaten, Jawa Tengah. Ia diterima Bupati Klaten, Haryanto Wibowo dan Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto. Kepada Presiden, Bupati Klaten melaporkan masyarakat membutuhkan makanan, obat-obatan, dan tenda-tenda darurat.(BEY)

Metrotvnews.com, Klaten: Jumlah korban tewas akibat gempa yang disemayamkan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Suradji Tirtonegoro, Klaten, Jawa Tengah, bertambah menjadi 55 orang. Dari jumlah tersebut, hanya 11 jenazah yang dapat ditampung di kamar jenazah RSUP, sedangkan 44 jenazah lainnya ditempatkan di garasi rumah sakit. Selain di RSUP Suradji, 31 korban tewas lainnya ditampung di Rumah Sakit Jiwa Klaten. Rumah sakit itu difokuskan untuk menampung korban tewas karena daya tampung RSUP Suradji yang terbatas.

Sementara itu, korban luka-luka yang dirawat di RSUP Suradji Tirto yang sama mencapai 600 orang. Demikian informasi yang disampaikan oleh Direktur RSUP Suradji Tirtonegoro, dokter Arif Faisal, kepada Metro TV, Sabtu (27/5). Sebagian korban luka-luka juga dirawat secara darurat di garasi ambulans RSUP Suradji. Sebagian besar pasien menderita luka yang cukup parah di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan rumah, sementara sebagian lainnya menderita patah tulang.

Titin, salah satu korban asal Kecamatan Prambanan yang dirawat di pelataran RSUP Suradji, mengalami luka di kepala sehingga harus mendapatkan sejumlah jahitan. Meski telah mendapatkan penanganan medis, kondisi Titin masih lemah dengan selang cairan infus menempel di tangannya. Titin mengatakan, dia tidak mampu berdiri maupun menggerakkan kedua kakinya. Ia terkena reruntuhan tembok rumahnya saat sedang berusaha berlari keluar dengan menggendong anaknya yang baru berusia dua tahun.

“Anak saya lepas dari gendongan saya, dia kena reruntuhan. Saya lihat terakhir kali mukanya sudah penuh darah semua,” ucap Titin. Titin mengatakan, dia sempat dibawa oleh polisi ke RS Panti Rini, namun karena tempat itu tidak mampu lagi menampung pasien, akhirnya dia dibawa ke RSUP Suradji. Saat ini, Titin terpisah dari Ica, anak tunggalnya itu. Ia mengimbau kepada pihak yang menemukan Ica untuk membawanya ke rumah sakit untuk dirawat.

Kecamatan Gantiwarno, Klaten, adalah yang paling parah terkena gempa yang terjadi sekitar pukul 05.55 WIB tersebut. Di Dusun Dukuh Ngalian, Desa Gesikan, adalah daerah yang mengalami kerusakan yang paling parah. Di daerah itu terdapat enam orang meninggal. Para warga terus berupaya mencari korban jiwa yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan bangunan. Gempa juga menyebabkan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Gantiwarno terbelah. Selain di Gantiwarno, beberaa kecamatan lain di Klaten juga menderita kerusakan parah.(AMR)