Gunung Kelud dari Masa Ke Masa

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Gunung Kelud dengan ketinggian 1.731 Mdpl merupakan gunung aktif di wilayah Kabupaten Kediri Jawa Timur. Gunung Kelud termasuk Gunung Api tipe strato dengan danau kawah yang tingginya 1113,9 meter. kelud duluGunung ini tercatat pernah meletus sebanyak 25 kali.

Letusan 1586 | Menurut surat kabar The Age yang terbit sejak tahun 1854, letusan Gunung Kelud menyebabkan lebih dari 10.000 orang meninggal dunia.  Gunung Kelud memiliki tiga puncak yakni Puncak Kelud yang merupakan puncak tertinggi terletak di timur laut kawah, Puncak Gajah Mungkur di sisi barat dan Puncak Sumbing di sisi selatan.

Letusan 1919 | Letusan pada 1919 termasuk yang paling mematikan karena menelan korban 5.160 jiwa, merusak 15.000 hektare lahan produktif karena aliran lahar mencapai 38 kilometer. Kendati di Kali Badak, telah dibangun bendungan penahan lahar pada 1905. Selain itu, Hugo Cool pada 1907 juga ditugaskan melakukan penggalian saluran melalui pematang atau dinding kawah bagian barat. Usaha itu berhasil mengeluarkan air 4,3 juta meter kubik.

Karena letusan inilah kemudian dibangun sistem saluran terowongan pembuangan air danau kawah, dan rampung pada 1926. Secara keseluruhan dibangun 7 terowongan. Pada masa setelah kemerdekaan dibangun terowongan baru setelah letusan 1966, 45 meter di bawah terowongan lama. Terowongan yang selesai pada 1967 itu diberi nama Terowongan Ampera. Saluran ini berfungsi mempertahankan volume danau kawah agar tetap 2,5 juta meter kubik.
Letusan 1990  | Letusan 1990 berlangsung selama 45 hari, yaitu 10 Februari 1990 hingga 13 Maret 1990. Pada letusan ini, Gunung Kelud memuntahkan 57,3 juta meter kubik material vulkanik. Lahar dingin menjalar sampai 24 kilometer dari danau kawah melalui 11 sungai yang berhulu di gunung itu. Letusan ini sempat menutup terowongan Ampera dengan material vulkanik. Proses normalisasi baru selesai 1994.

muncul_anak_kelud

Kegiatan vulkanik Gunung Kelud meningkat pada akhir September 2007. Dan terus berlanjut hingga November tahun yang sama, ditandai dengan meningkatnya suhu air danau kawah, peningkatan kegempaan tremor, serta perubahan warna danau kawah dari kehijauan menjadi putih keruh.
muncul_anak_kelud_2

Status Awas ( tertinggi ) dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak 16 Oktober 2007 yang berimplikasi penduduk dalam radius 10 km dari gunung ( lebih kurang 135 ribu jiwa ) yang tinggal di lereng gunung tersebut harus mengungsi. Namun letusan tidak terjadi.
kelud anak membara
Sempat agak mereda, aktivitas Kelud kembali meningkat sejak 30 Oktober 2007 dengan peningkatan pesat suhu air danau kawah dan kegempaan vulkanik dangkal. Pada 3 November 2007, tepat sekitar pukul 16.00 WIB, suhu air danau melebihi 74 derajat Celsius — jauh di atas normal gejala letusan sebesar 40 derajat Celsius — sehingga menyebabkan alat pengukur suhu rusak.
Gunung-Kelud_mulai_berhenti
Getaran gempa tremor dengan amplitudo besar ( lebih dari 35 mm ) mengakibatkan petugas pengawas harus mengungsi, namun kembali tidak terjadi letusan.

Akibat aktivitas tinggi tersebut terjadi gejala unik dalam sejarah Kelud dengan munculnya asap tebal putih dari tengah danau kawah diikuti dengan kubah lava dari tengah – tengah danau kawah sejak 5 November 2007 dan terus `tumbuh` hingga berukuran selebar 100 meter.
anak-kelud-
Para ahli menganggap kubah lava inilah yang menyumbat saluran magma, sehingga letusan tidak segera terjadi. Energi untuk letusan dipakai untuk mendorong kubah lava sisa letusan 1990.

Sejak peristiwa tersebut, aktivitas pelepasan energi semakin berkurang dan pada 8 November 2007 status Gunung Kelud diturunkan menjadi Siaga. Namun, danau kawah Gunung Kelud praktis `hilang` karena kemunculan kubah lava yang besar. Yang tersisa hanyalah kolam kecil berisi air keruh berwarna kecoklatan di sisi selatan kubah lava.

Letusan 13 February 2014 | Aktivitas Gunung Kelud kembali meningkat sejak akhir 2013. Aktivitas gunung ini sebelumnya terjadi pada November 2007. Saat itu, aktivitas kegempaan meningkat dan diakhiri dengan erupsi efusif yakni peristiwa keluarnya magma dalam bentuk lelehan lava.

 

Hari-hari bulan Oktober 2007 yang lalu, kita di kejutkan dengan meningkatnya aktivitas beberapa gunung di Indonesia, salah satunya adalah G. Kelud, ditingkatkan statusnya menjadi Awas :

Status Gunung Kelud, Awas

BANDUNG, KOMPAS – Status Gunung Kelud dinaikkan dari siaga menjadi awas. Status awas adalah yang tertinggi dan paling berbahaya. Meningkatnya gempa vulkanik dalam di Gunung Kelud menjadi salah satu penyebabnya. Demikian dikatakan Kepala Pusat Mitigasi dan Bencana Geologi Departemen Sumber Daya Energi dan Mineral, Surono di Bandung, Selasa (16/10) sore. Menurut Surono, hal ini dilakukan sehubungan meningkatnya aktivitas vulkanik yang tercatat pukul 11.00 – 17.00 pada tanggal 16 Oktober 2007. Berdasarkan pengamatan, terjadi 67 gempa vulkanik dangkal. Hal ini menujukan keadaan di Kelud semakin kritis dan selanjutnya berpotensi disusul letusan. Oleh karena itu, ia mengatakan sejak pukul 17.24 WIB, pihaknya menaikan status Kelud dari siaga menjadi awas. Dengan status ini, pihaknya lantas merekomendasikan agar masyarakat yang berada dalam radius 10 Kilometer mengungsi. Selain itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas di dalam atau sekitar bantaran sungai yang berhulu di atau dari puncak Kelud. (CHE)

Sampai berhari-hari, waktu demi waktu, Selasa, 30 Oktober 2007 21:16 WIB STATUS AWAS KELUD TETAP DIPERTAHANKAN kemudian Puncak Krisis Kelud Diperkirakan Terjadi 3 November lalu Gunung Kelud Masih Menghembuskan Asap Putih dan akhirnya statusnya menjadi siaga

Gunung Kelud masih mengeluarkan asap putih.

Metrotvnews.com, Kediri: Status Gunung Kelud mulai Kamis (8/11) pukul 04.05 WIB diturunkan dari Awas level 4 ke Siaga level 3. Keputusan tersebut diambil Tim Pantau Gunung Kelud setelah melihat perubahan karakter erupsi Kelud dari erupsi eksplosif menjadi efusif. Selain itu, tidak terekamnya gempa vulkanik dalam dan dangkal menunjukkan tidak adanya potensi magma ke kubah lava.    Saat ini, air danau kawah Gunung Kelud telah berubah warna menjadi hijau keruh. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono, kendati pertumbuhan lava terus terjadi, kecil kemungkinan sisa energi dalam tubuh Kelud dapat memicu letusan yang dapat mendobrak kubah lava. Namun, walau status Gunung Kelud turun, Tim Pantau Gunung Kelud berjanji akan terus memantau aktivitas gunung berapi tersebut seperti pada saat status Awas.

Seiring diturunkannya status Gunung Kelud, puluhan warga Desa Kampung Tengah, Nglegok, Blitar dipulangkan ke rumah mereka masing-masing. Diangkut dengan truk terbuka, warga tiba di desa mereka. Senyum merekah di wajah-wajah mereka. Wajar saja, sudah dua minggu mereka tinggal di pengungsian.(NTF)

Tuesday, 13 November 2007

Gunung Kelud Kembali Menggeliat
MUNTAHKAN MATERIAL PIJAR

‘Sandiwara’ Kelud terjadi lagi. Sejak statusnya diturunkan dari Awas (level IV) menjadi Siaga (level III) pada 9 November lalu, aktivitasnya relatif stabil. Namun kini geliat Kelud mendadak meningkat dengan mengeluarkan material pijar.
Blitar – Surya
Aktivitas Gunung Kelud mendadak meningkat dengan menunjukkan beberapa kali letusan disertai muntahan material pijar dengan jarak 100 hingga 200 meter dari bibir kawah. Selain itu, Senin (12/11), Kediri dan sekitarnya diselimuti hujan abu. Abu halus itu menyebar di langit Kediri menuju wilayah Nganjuk. Tim vulkanologi Bandung memastikan abu yang menyebar luas itu akibat letusan kecil yang terjadi di Gunung Kelud. Letusan ini sebagai proses pembentukan kubah lava. Peningkatan aktivitas tersebut disampaikan Sukamtono, Wakil Ketua Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Blitar, berdasarkan hasil pantauan Pos Pemantau Gunung Kelud di Kediri. Dikatakan, sejak pukul 00.00-06.00 WIB, Senin, gempa tremor vulkanik terus menerus terjadi, bahkan tiga kali dengan amplitude yang melebihi batas standar. “Ini menunjukkan adanya perubahan aktivitas yang cukup tajam, setelah beberapa hari stabil dan cenderung menurun,” kata Sukamtono.

Dengan peningkatan aktivitas ini, menurut pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), maka yang perlu diwaspadai adalah aliran kantong lahar Kali Badak di Kabupaten Blitar. Meski belum terlihat adanya luberan air kawah, namun harus diwaspadai apabila terjadi curah hujan tinggi. “Sehingga radius tiga km dari kawah Kelud tetap harus steril dari aktivitas manusia, sedangkan di wilayah Blitar memang tidak ada warga yang tinggal dalam radius tersebut,” tandasnya. “Jadi, warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I Kecamatan Nglegok, Garum, dan Kecamatan Gandusari harus kembali siaga,” imbuhnya.

Letusan Freatik
Di Kediri, Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api PVMBG Bandung, Agus Budianto, menegaskan bahwa hujan abu sudah terjadi dalam dua hari belakangan ini. Namun hujan abu yang pertama hanya terkonsentrasi di sekitar kawah Kelud. “Kelud kembali mengalami masa kritis sejak hari Minggu (11/11) lalu. Telah terjadi letusan freatik dua kali. Letusan ini akibat semakin menguatkan tekanan gas dari dalam kawah. Material yang keluar akibat letusan tersebut mengakibatkan hujan abu. Abu yang saat ini menyebar memang dari Kelud,” terang Agus di pos pengamatan Margomulyo, Senin sore. Tekanan gas yang hebat terus merambat ke permukaan. Meski saat ini kawah Kelud dua pertiganya tertutup kubah lava, namun tekanan tersebut semakin kuat karena ditambah dengan tekanan uap. Setiap saat, asap putih tebal menyembur dari balik Kelud. Asap ini menyebar sebelum akhirnya terurai udara bebas di atas langit Kelud. “Abu itu merupakan pecahan terkecil dari seluruh material yang dikeluarkan Kelud. Dalam situasi seperti ini, kami tidak memberi toleransi kepada warga yang tetap beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah,” tambah Agus.

Menyeruaknya asap putih dengan sesekali menghitam itu sebagai manifestasi terjadinya letusan freatik, yakni letusan di danau kawah dengan mengeluarkan material vulkanik. Termasuk di dalamnya abu vulkanik yang tajam. Namun abu ini tergolong lembut. Dalam radius 3 km dari kawah akan sangat berbahaya. Hujan abu tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB sampai hampir pukul 11.00 WIB. Abu ini terbawa angin menuju arah barat. Wilayah mulai dari Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, sampai wilayah Kota Kediri juga merasakan penyebaran abu Kelud. Abu itu terus bergerak bersama angin hingga sampai di wilayah Kecamatan Tarokan, wilayah paling barat Kabupaten Kediri. Bahkan hujan abu menyeberang hingga sampai di wilayah Kecamatan Pace, Nganjuk. Warga di wilayah-wilayah ini merasakan pedih.

Selama lebih dari satu jam, abu halus beterbangan dan mengganggu pengguna jalan. “Kalau kelilipen abu biasa tidak akan seperti ini. Abu Kelud ini sulit dihilangkan,” terang Muslikan, 34, warga Mojoroto, Kota Kediri. Selama satu jam lebih itu, ketebalan debu yang menyebar tersebut mencapai lebih dari 1 cm. Masrukin, 38, warga lereng Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, saat ditemui Surya mengaku sudah sejak Senin malam merasakan hujan abu. Sekitar pukul 22.00 WIB, dia sudah merasakan hujan abu. “Karena malam tidak terlalu terasa. Tapi abu di balai depan rumah cukup tebal. Kira-kira subuh baru mulai reda,” kata Masrukin. Meski demkian, Agus Budianto mengaku tidak terlalu merasakan hujan abu itu di pos pantau. Dia memastikan abu itu tidak berbahaya, kecuali hanya mengancam mata. Hingga Senin siang masih terjadi peningkatan aktivitas Kelud. Asap putih tebal dengan ketinggian mencapai 1.500 meter masih menghiasi Kelud hingga sore. Sebelum Senin pukul 06.00, hembusan asap putih dibarengi dengan terus memunculkan lontaran materal pijar. Gempar tremor juga sempat terjadi over scale atau tak terhitung. Material pijar ini terdapat di sekitar kubah lava. Seperti yang terekam dalam gambar tim vulkanologi. Gambar yang disampaikan itu menampakkan lontaran materal pijar yang terlihat jelas sebelum pagi. Abu Kelud merupakan magma yang sudah terfragmentasi. Magma adalah bahan pijar dengan panasnya mencapai 1.000 derajat celcius. Sementara magma yang keluar dinamakan lava. ais/st15

Pelan tapi pasti, kelud dan juga anak krakatau ‘menyembunyikan’ kekuatan yang sebenarnya (baca ‘Anak Raksasa’ yang siap menjadi bencana). Fenomena kawah G. Kelud yan tampak nyata menjadi ‘anak baru’ , sedangkan anak krakatau yang merupakan anak yang sudah lama akhirnya tumbuh terus dan berkembang.

Kamis, 29 Nov 2007, ”Hamil” Kian Besar, Kubah Kelud Lelehkan Lava
Kondisi kubah lava Gunung Kelud yang terus mengeluarkan lelehan lava merah membara kemarin. Semburan lava itu mencapai 700 ribu meter kubik per hari.KEDIRI – Kawah Kelud yang kini berubah jadi kubah lava terus menunjukkan pertumbuhan. Rata-rata laju aliran lava yang keluar dari perut bumi mencapai 700 ribu meter kubik per hari. Berbeda dengan sebelumnya, semburan lava tidak lagi membentuk gundukan ke atas, tapi jatuh lereng kubah. “Sekarang tingginya sudah maksimal, sehingga leleran lava yang keluar menumpuk terus dan jatuh lagi ke bawah,” kata Kepala Seksi Pengamatan Gempa Bumi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Swandika.  Menurut Gede, ketinggian kubah lava saat ini diperkirakan mencapai 190 meter. Diameternya lebih dari 250 meter, sehingga hampir seluruh danau kawah tertutup. “Mungkin air yang tersisa tinggal lima persen,” ungkap I Gede.    Sedikitnya air itu menyebabkan asap yang keluar dari dalam kawah terus berkurang. “Cuma sesekali saja munculnya,” terang Gede. Semburan lava yang melorot turun menjadi pemandangan menarik di sekitar Kelud. “Bubur” pijar warna merah tampak mengalir dari puncak kubah.  Meski status Kelud sudah turun dari awas ke siaga, sampai saat ini jumlah kegempaan yang muncul masih sangat tinggi. Jumlahnya lebih dari 300 kali per enam jam. Terakhir, pada rekaman data pukul 12.00 hingga 18.00, kegempaan yang muncul 334 kali gempa embusan.  Menurut Gede, semburan kubah lava diperkirakan terus berlangsung dalam kurun waktu dua minggu. “Kita akan evaluasi dalam dua minggu itu,” terangnya. Jika seluruh kawah Kelud telah tertutup, tidak tertutup kemungkinan kubah lava kembali tumbuh. Tetapi, itu pun tidak melebihi lereng Kelud yang sudah ada sebelumnya. Karena kondisi tidak menentu itulah, Gede kembali mengingatkan bahwa masyarakat dilarang mendekati kawah hingga jarak tiga kilometer. “Status sekarang masih siaga. Rentan terjadi letusan freatik,” tegas Gede. Larangan yang sama berlaku bagi petugas pemantau. Gede mengaku tidak memperbolehkan petugas turun ke inti kawah. Selama ini petugas cukup mengandalkan closed circuit television (CCTV) milik Pemkab Kediri. “Cukup dari situ, tidak usah ke kawah,” katanya. (dea/jpnn)

Bayi Rakasa Kelud Meletus 11 (Kembar) Hari Setelah ‘Berulah’ Tgl 2-2-2014


Waspada kepada yang kembar, akhirnya terjadi sebagai selang 11 hari dari anak raksasa kelud berulah, Gunung Kelud Meletus (erupsi) tepat tgl 13 Februari 2014, Kamis, 13/02/2014 23:20 WIB, Gunung Kelud Berstatus Awas, Radius 10 Km dari Puncak Dikosongkan Kemudian tidak berapa lama, meletus, Gunung Kelud Erupsi, Warga Dievakuasi Menuju Pos Pengungsian hingga sampai saat ini letusan berkali-kali

  1. Dentuman Gunung Kelud Terdengar Hingga Jateng
  2. Jumat, 14/02/2014 00:21 WIB, Letusan Gunung Kelud Masih Terus Belangsung, Hujan Kerikil Radius 15 KM
  3. Letusan Gunung Kelud Bikin Kaca Rumah di Pati Jateng Bergetar
  4. Hujan Kerikil Gunung Kelud Sampai Pare Jatim
  5. Getaran Dentuman Gunung Kelud Bikin Rumah di Kediri Ambruk
  6. Gemuruh Genung Kelud Terdengar Hingga Bali
  7. Hujan Abu Gunung Kelud Sampai ke Yogyakarta

Anak Raksasa Kelud Meletus Sebagai Tanda Lonceng Alam Semesta


Tepat tgl 2-2-2014 ditanggal kembar status naik jadi waspada, maka 11 hari setelahnya, status naik jadi AWAS dan meletus, seolah hendak mengatakan tentang 11 hari ini, mengapa kelud meletus tidak menunggu esok hari (jumat) tepat valentine day ?, mengapa tepat tgl 13-februari-2014 ?. Inilah sebelas yang telah diberikan pada 11-2-2014 (baca Kejadian Aneh Sebelum Dokter Meninggal Karena Asap Genset).

Makna SEBELAS sebagai siklus SEBELAS

siklus_sebelas2

Allah swt melalui kitabNya yakni kitab suci Al-Quran memberikan penekanan yang lebih pada numerikal 11 ini:

1) Kisah Yusuf yang memuat 11 :

, ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku , sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (QS 12:4)

2) Jumlah Surat dalam Al-quran memiliki 11 ayat berjumlah 5 surat (terbanyak bersama surat yang memiliki 8 ayat)

lima_surat_memiliki_11_ayat_

3) Jumlah surat AlQuran   terbanyak yang memiliki pola nosurat dan ayat digitnya berjumlah 11

sebelas_11_

Penekanan numerikal 11 pada Al-quran merupakan sesuatu yang patut di jadikan sebuah pijakan akan arti 11 ini, terlebih jumlah surat yang memiliki pola digit 11 sebanyak 11 surat, tiada lain arti dari 11 ini cukup penting, total adalah 121=99+22, dan 99 ada pada tangan manusia

kebesaran-allah-swt-pada-telapak-tangan-manusia

Arti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa, Jika Alif=1, Ba=2 maka AlifLamRa=34, sebegai catatan surat 34 (Saba’) berisi 54 ayat yang membentuk simbol 88=34+54, pegingat surat ke 88. AL GHAASYIYAH (PERISTIWA YANG DAHSYAT), memiliki 26 ayat sebagai lambang 88+26=114 adalah jumlah keseluruhan surat al-quran, berisi 5 surat

surat_114_5AlifLamRa juga berjumlah 5 surat

alif_lam_raa_62

Numerikal 62 ini merujuka pada surat ke 62 yang berisi 11 ayat yang di terangkan diatas, sebagai salah satu surat dari 5 surat yang memiliki 11 ayat dan jumlah digitnya adalah 6+2+1+1=10,  sebagai 10 jari manusia yang memiliki telapak membentuk 99. Disamping itu 10 juga merujuk pada quran surat 10 memiliki 109 ayat sehingga 10+109=119 yang juga termasuk kelompok sebelas ayat yang memiliki pola jumlah digit =11 yakni 1+0+1+0+9=11. Kemudian jumlah 119 juga memiliki arti yang luas, sebagai makna 99 lagi.

119_menjadi_99

Telah diterangkan diatas arti 121=99+22, dan  ini juga  cukup signifikan karena satu-satunya Surat Al-quran yang memiliki pola nosurat+ayat=121 adalah surat 69 yang memiliki 52 ayat sehingga 121=69+52

69    Surah Al-Haqqah    الحآقّة    Hari kiamat    memilik 52

Jumlah digit dari surat Al-Haqqoh membentuk 6+9+5+2=22 yang merupakan salah satu dari tujuh surat yang memiliki pola sama

tujuh_surat_22

Bacalah 29 tahun 2009 adalah makna perulangan dari Gempa TasikMalaya, dimana Istana Berguncang, dan makna ini membentuk 2+9+2+0+0+9=22,

Sebuah doa 22 yang pernah di panjatkan kepadaNya akan warning ini

doa_22

Sebelas  Surat yang bermakna digit 11 terbanyak dari surat lainnya, menunjukkan keteraturanNya dan penekanan makna, terlebih 11 surat berdigit 11 berjumlah 121, Arti 121 ini juga merujuk pada Quran surat ke 12 ayat 1, sebagai surat Yusuf (penjelasan diatas) yang ke 1 yang salah satunya menuliskan kode  alam semesta yaitu AlifLamRa dan  AlifLamRa juga berjumlah 5 surat masing-masing surat 10+11+12+14+15=62 sebagai makna surat ke 62 berisi 11 ayat yang membentuk jumlah digit 6+2+1+1=10 merepresentasikan makna 10 jari manusia yang unik, hingga surat 10 yang juga berdigit 11 merupakan surat berjumlah 109 sehingga makna yang dalam bahwa surat surat ke 10 berjumlah 109 menunjukkan makna 10+109=119, dan 4 surat alquran yang memiliki pola nosurat+ayat=119

119 adalah Makna Tidak Kekal


Ada apakah makna dari hal ini ? makna 119 tercatat pada 4 pola  quran yang memiliki ini

119_menjadi_99

Surat Alquran ke 10 berisi 109 ayat membentuk 119=10+109, kemudian surat ke 36 berisi 83 ayat sehingga 119=36+83, surat ke 83 berisi 36 ayat , membentuk 119=83+36, lalu surat ke 89 berisi 30 ayat membentuk 89+30=119, dan semua nomor surat tersebut berjumlah 10+36+83+89=218  hal ini pada ketetapanNya, bahwa manusia tidak-lah kekal sebagai iktibar bagi kita manusia, memori bahwa hidup tidaklah kekal abadi.

[21:8] Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. (QS 21:8)

Ket: Kami tidak menjadikan rasul-rasul itu memiliki tubuh yang berbeda dengan tubuh manusia pada umumnya, seperti tahan hidup tanpa makanan berhari-hari, misalnya. Dan mereka bukanlah orang-orang yang hidup abadi di dunia.

Nomor surat dari bentuk pola 119 menujukkan keteraturan sebagai iktibar, yaitu 10,36,83,89 kesemuanya membentuk 1+0+3+6+8+3+8+9=38 yang tercatat di Quran sebagai Surat ke 38 (Shod) berisi 88 ayat.

[38:88] Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Qur’an setelah beberapa waktu lagi***

Ket:***

Kebenaran berita-berita Al Quran itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat; yang terlaksana di dunia seperti kebenaran janji Allah kepada orang-orang mukmin bahwa mereka akan menang dalam peperangan dengan kaum musyrikin, dan yang terlaksana di akhirat seperti kebenaran janji Allah tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.

Syaikh As Sa’diy berkata, “Surat yang agung ini mengandung peringatan yang bijaksana, berita yang besar, penegakkan hujjah dan dalil bagi orang-orang yang mendustakan Al Qur’an dan menentangnya, serta mendustakan orang yang membawanya, sekaligus pemberitahuan tentang hamba-hamba Allah yang mukhlas, balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka. Oleh karena itu Allah bersumpah di awalnya, bahwa ia mengandung peringatan dan di akhirnya Allah menyifatinya bahwa ia peringatan bagi alam semesta. Demikian pula Allah Subhaanahu wa Ta’aala memperbanyak peringatan di antara awal dan akhir surat, seperti firman-Nya, “Wadzkur ‘abdnaa”, “Wadz kur ibaadanaa”, “Rahmatan min indinaa wa dzikraa”, dan “Haadzaa dzikr.” Ya Allah, ajarilah kami darinya sesuatu yang tidak kami ketahui, ingatkanlah kami sesuatu yang kami lupa, baik lupa dalam arti lalai maupun meninggalkannya.

Huruf Shod adalah huruf yang ke 14, angka ini merujuk pada Surat ke 14 (Ibrahiim) berisi 52 ayat hingga 66=14+52 yang pada banyak pelajaran sebagai bapak Tauhid. Inilah muncul pada tahun 2010 dan tahun 2014
Makna Kembar yang Mudah Di-ingat

Perhatikan dengan seksama sinabung yang membawa korban, menunggu tgl 1-februari-2014, mengapa harus tgl tsb, itulah sebuah rentetan peristiwa yang tergambar dibawah, Kejadian Aneh Sebelum Dokter Meninggal Karena Asap Genset: yaitu 33 hari (nilai kembar) setelah sebuah RS jatuh, maka itulah awan panas sinabung membawa korban.

Ada apakah perubahan Gunung Kelud tepat tgl 2-2-2014 dan kemudian meletus juga selang 11 hari setelah perubahan status itu ?

Sebelum G. Kelud Meletus,  meteor Raksasa jatuh di bumi sebelum Kelud Meletus, 

Kejadian demi kejadian setelah G.Kelud Meletus,   Rentetan peristiwa yang runut dan runtun,  Bahkan di Ibukota pula terkena dampak setelahnya,Simbol yang unik

Jika di indonesia di kenal dengan simbol 22 yang muncul pada dua letusan dahsyat G. Merapi & G. Kelud, perhatikan gambar dibawah gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_

Kesemua adalah Kisah Nyata yang Benar Terjadi dan di vidiokan di bawah ini