Misteri Gempa Dahsyat Bengkulu …

[Penting]

Sebelum melihat,  membaca atau menonton vidio yang ada di situs  ini, perlu memahami bahwa situs ini bukanlah situs Ramalan, gotak gatik matuk atau Paranormal,detil penjelasan sbb  Beda Paranormal VS Hamba Allah


Gempa Bengkulu terjadi 4-4-2007 kemudian membesar 12-9-2007, hingga terberitakan sebagai bencana dengan adanya korban jiwa, mengutip wikipedia,

gempa_bengkulu_12_sep_2007

Gempa Bumi Bengkulu 2007 adalah rangkaian gempa yang terjadi di Palung Jawa, di lepas pantai Bengkulu, Sumatra, Indonesia. Gempa ini menimbulkan peringatan tsunami di pantai-pantai Samudra Hindia, yang kemudian dicabut.

Gempa awal memiliki kekuatan 8.4 Mw  atau 7.9 SR, terjadi pada tanggal 12 September 2007 pukul 18.10 WIB. Pusat gempa terletak kira-kira 10 km di bawah tanah, sekitar 105 km lepas pantai Sumatra, atau sekitar 600 km dari ibukota Jakarta. Gempa utama ini diikuti oleh serangkaian gempa susulan, yang berkekuatan sekitar  5 through 6 Mw pada patahan yang sama. Gempa utama tersebut juga disusul dengan gelombang pasang yang kemudian membanjiri sedikitnya 300 rumah penduduk dan bangunan publik di Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai sampai setinggi 1 meter.

Gempa besar kedua terjadi dengan kekuatan 7.8  Mw, pada 13 September (WIB) di daerah Kepulauan Mentawai, 2.526°LS 100.963°BT—188 km dari Padang, Sumatera Barat, di kedalaman 10 km. Gelombang pasang yang terjadi di Thailand dan pengamatan ilmiah lainnya di Samudra Hindia setelah gempa kedua ini memicu peringatan tsunami kedua

Gempa Bengkulu Telah di Peringatkan Sebelum Terjadinya


Sebuah tulisan sebelum gempa itu datang tertuang dalam warning telah diberikan lewat artikel Telah dekat saatnya … (Mon Sep 10, 2007 6:33 am ) posting 2 hari menjelang gempa bengkulu, akhir sebuah ujung keputusasaan yang telah terjawab dari artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan

Senyampang tulisan Telah dekat saatnya … akhrinya terjadilah huru-hara itu ( Rabu, 12/09/2007 18:21 WIB Gempa 7,9 SR Berpusat di Bengkulu Berpotensi Tsunami , dan mirip dengan kobe tertuang pada Keunikan Siklus 11 dan siklus kobe dengan demikian telah pula terjawab Mengapa harus jepang ?

Dan mengapa pula banyak ledakan yang di-ulang-ulang sebelum kejadian bahkan itu merupakan jawaban dari Fenomena 22 kembali hadir dimana tertulis jelas Aneh BMG meledak , siapa yang mengatur ?

Semua telah terjawab …… huru hara telah di mulai …. bumi telah bergeser dan akhirnya menuju pada titik utama Keruntuhan Jakarta walau tidak seketika …..terkutip :

Dalam artikel yang lain disebutkan tentang analisa Jalur “cincin api”.
Disebutkan bahwa ilmu pengetahuan menanti kejadian yang mirip dengan Tsunami Aceh 2004 : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/18/ln/3773624.htm

Peru juga merupakan salah satu negara yang sering diguncang gempa besar. Seperti Indonesia, Peru memang terletak di lingkaran “cincin api” (ring of fire) yang setiap saat dapat diguncang gempa. Menurut Wikipedia, daerah ini merupakan jalur patahan dan gunung api yang melingkar di sepanjang cekung pesisir Samudra Pasifik. Jalur sepanjang 40.000 kilometer ini membentang mulai dari Peru dan Cile (Amerika Selatan), Amerika Tengah, Kepulauan Aleutian, Kepulauan Kuril (Jepang), Filipina, Indonesia, Tonga, sampai Selandia Baru. Wikipedia menyebutkan, 81 persen gempa bumi terbesar di dunia terjadi di jalur “cincin api”. Menurut Survei Geologi AS, sudah ada empat bencana alam paling bersejarah di dunia yang tercatat dan terjadi di “cincin api”. Setelah tsunami di Aceh pada Desember 2004, lembaga di AS itu menyatakan, sedang ditunggu satu bencana bersejarah lagi setelah empat bencana terdahulu. Tanggal kejadian dan lokasinya tidak diketahui, tetapi pasti akan terjadi.

Bencana sebelumnya yang dimaksudkan adalah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883, letusan Gunung St Helens di Negara Bagian Washington, AS, pada 18 Mei 1980, gempa 22 Mei 1960 di Cile, dan letusan Gunung Pinatubo (Filipina) pada 12 Juni 1991. (AP/AFP/BSW)

Dimanakah dan kapan kejadian bencana bersejarah akan terjadi ?

Adalah tugas kita semua untuk mengungkap ini dengan melepas dari atribut klenik, ramalan dan tahayul. Sebagai orang yang beragama tentu kita harus percaya jika Tuhan memberikan petunjukNya ketika bencana bersejarah akan tiba, sebagaimana kasus gempa Bam :