:: Perjalanan Kehidupan ::


Kisah Perjalanan 2 Hari Ke Jogja
Mengenang – Surabaya, 24 Mei 2006 malam yang lalu –
Antara kebimbangan dan keyakinan tak terasa kita berdo’a agar dilindung oleh Allah. Dan sampailah di Jogja sekitar pukul 08.30 dalam keadaan terang. Di terminal Umbulharjo Jogja kami kebingungan mau kemana dan bagaimana ?


Kisah Perjalanan Menuju Pusat Semburan Lumpur Lapindo Sehari Sebelum Amblas.
Makna dibalik kunjungan ke lumpur lapindo pada hari Sabtu, 16 Agustus 2006.
Maha Suci Allah atas segala nikmat yang diberikan kepada hamba-hambanya, nikmat keselamatan yang tiada duanya telah diberikan Allah kepada kita semua yang melakukan perjalanan pada siang hari itu menuju ke daerah pusat semburan lumpur lapindo. Perjalanan yang jauh menyimpang dari rencana semula (pergi ke kota Trenggalek), telah menuntun kita ke suatu tempat yang selama ini jadi ujian ketauhidan bagi kita, yakni semburan lumpur lapindo.


Dakwah ke Yogya
Team naik mobil agar dapat menjangkau daerah bencana, sebab kalau naik bis spt dakwah 25-mei-06 lalu, maka team akan kesulitan untuk menyampaikan ‘bantuan’ tsb ke yang berhak. Akhirnya team sampai di yogya pkl 7.30 pagi dan langsung menuju ke rumah saudara di penembahan (wijilan). Setelah sarapan pagi dan istirahat, lalu team sholat jum’at di masjid batu ’sela’ panembahan yang konon merupakan masjid pertama di yogya.


Perjalanan Mencari “Malaikat”
Kami berangkat ke madiun hari kamis tanggal 10 Agusutus 2006 pada pukul 23:00 dengan sekali lagi keihklasan hati untuk membantu saudara kita yang kurang mampu. Setelah sampai di madiun kita istirahat sejenak untuk melepasakan kepenatan agar lebih rileks dan segar untuk memberikan sedikit bantuan.Setelah kita mengetahui keadaan dan situasi di satu daerah di madiun kita mendapatkan satu pelajaran berharga dimana disamping bangunan megah masih benyak terdapat rumah yang bergubuk, di samping banyaknya orang memiliki Mobil,dan benda mewah lainnya masih ada orang yang hanya tidur beralaskan tikar dengan keadaan rumah yang memprihatinkan.