Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Ustad Jefri Al Buchori Wafat, Sebuah Pertanda ?

hikmah_dan_firasat_ustad_setelah_uje_wafat(Firasat demi Firasat dan Kejadian Aneh 
Setelah Ustad UJE Wafat, Gunung Kelud Meletus)

Kejadian ustad UJE wafat telah dituliskan sebelum dia wafat, beberapa hal aneh yang terjadi (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Ustad Jefri Al Buchori Wafat). Sampai hari ketiga, wafatnya ustad jeffri, media masih memberitakan banyak hal tentang Ustad Jeffri, Senin, 29/04/2013 16:20 WIB Lokasi Kecelakaan Uje Ramai, Ada yang Doa Maupun Ambil Serpihan Moge.

lokasi_kecelakaan_uje(lokasi kecelakaann ustad UJE)

Suasana duka pun masih menyelimuti, Senin, 29 April 2013 14:05 WIB Makam Ustad Jeffry Masih Ramai Dikunjungi Peziarah

gempa(sumber gambar internet)

JEFFRY Al-Buchori pernah bermimpi cukup aneh. Ia berdiri di puncak satu tangga bersama anak kecil. Ia melihat dunia luluh lantak. Beberapa malam kemudian, gambaran seolah-olah dunia mau kiamat mampir dalam mimpinya. Perasaan takut mati datang mendera…..

Sebelum beliau wafat, kejadian aneh aneh juga menyelimuti (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Ustad Jefri Al Buchori Wafat)  Saat dimakamkan pun juga terdapat peristiwa aneh (baca Penampakan Awan di atas Makam Ustad Jefri). Firasat-firasat tentang beliau akan meninggal sudah banyak pula yang menuliskan, sehingga sudah sewajarnya peristiwa ini menjadi momen penting, tidak hanya bagi keluarga ustad UJE, tetapi bagi masyarakat luas. Apakah momen penting tsb ?

knowing_ilustrasi(ilustrasi pengetahuan berusaha 
menguak rahasia alam semesta)

Perhatikan foto-2 dibawah ini, tanggal 17-januari-2013 Kompleks Istana Kebanjiran, hanya terpaut 63 hari saja, kemudian tgl 21-maret-2013, Gedung SetNeg Terbakar. Perhatikan dua foto dibawah ini:

presiden-sby-pun-gulung-celana-kena-banjir-di-istana

(Istana Kebanjiran 17 Januari 2013)
gedung_setneg_terbakar_5(Gedung Setneg Terbakar, 21 maret 2013)

Setelah tgl 21-maret-2013 gedung SetNet Terbakar, maka ustad UJE wafat, tepat 36 hari setelah istana kebakaran, hingga muncul awan yang seolah memohon  doa berikut fotonya.( baca Penampakan Awan di atas Makam Ustad Jefri)

buatsahal(awan berdoa, sumber gambar internet)

Makna terpenting akan wafatnya UJE dengan sebuah pertanda yang unik yaitu:

  1. Kompleks Istana Kebanjiran tgl 17-Januari-2013, selang 63 hari berikutnya
  2. Gedung Setneg Terbakar tgl 21-Maret-2013, selang 36 hari berikutnya
  3. Wafatnya Ustad UJE

Sebuah selang 63, kemudian 36 yang jika dijumlah adalah 63+36=99 merupakan sebuah pertanda khsusus (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Ustad Jefri Al Buchori Wafat), maka sungguh sebuah 36 yang ajaib lainnya yaitu dari nama beliau yang biasa disebut UJE, tiada lain U=21,J=10,E=5=> 21+10+5=36.

Angka yang tepat dan cocok ketika ditarik mundur kebelakan sebagai peristiwa Gedung SetNeg terbakar, dan kemudian di balik menjadi 63 merupakan selang dari istana kebanjiran. Angka bolak-balik yang sama merupakan sebuah simbol untuk mengingat sebuah surat di al-quran, surat ke 3 (ali imron) ayat 6:

Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kemudian sebuah surat di al-quran surat ke 6 ayat ke 3,

Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Kedua surat dan ayat diatas merupakan sebuah renungan kekuasaan Allah meliputi segala-galanya, sebagaimana ditekankan pada ayat sebelumnya yakni “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.

Apakah peristiwa kebanjirannya istana kemudian kebakaran gedung SetNeg dan wafatnya ust UJE ? kesemuanya adalah Allah swt yang mengatur dan mengetahui rahasia-rahasiaNya. Sebuah pertanda lainnya tiba-tiba muncul setelah wafatnya ust UJE yaitu mengutip biografi ustad UJE <sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Jeffry_Al_Buchori atau majalah gatra ( Jeffry Al-Buchori Hitam-Putih Ustad Jeffry)

merapi_knowing(ilustrasi pengetahuan dalam sebuah keanehan)

JEFFRY Al-Buchori pernah bermimpi cukup aneh. Ia berdiri di puncak satu tangga bersama anak kecil. Ia melihat dunia luluh lantak. Beberapa malam kemudian, gambaran seolah-olah dunia mau kiamat mampir dalam mimpinya. Perasaan takut mati datang mendera. Tidur pun tak pernah nyenyak. Rasanya seperti disiksa. Berulang kali terbangun dengan napas sesak. Sempat juga dalam mimpinya ia didatangi sesosok makhluk teramat indah yang tak terlukiskan dengan kata-kata. “Sepertinya, mimpi itu isyarat sebelum gue dapat hidayah,” kata Uje, begitu ia disapa. Waktu itu, usianya masih 27 tahun.

Tak lama setelah itu, suatu hari di tahun 2000, kakaknya (almarhum) harus meninggalkan Tanah Air untuk menjadi imam besar sebuah masjid di Singapura. Padahal, serentetan jadwal khotbah di masjid-masjid dekat rumahnya, di wilayah Pangeran Jayakarta, Jakarta, harus tetap diisi. Akhirnya, Uje-lah yang diberi amanat menggantikannya. Ia berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya. “Inilah rezeki halal pertama yang saya kasih ke kamu,” kata Uje kepada Pipik, sambil terisak-isak.

ustad_uje(in memoriam ustad UJE, 
sumber gambar kompas.com)

Perjalanan dakwah Uje tak berlangsung mulus. Pada sebuah kesempatan, imam masjid dekat rumahnya meminta dia jadi imam. Ia memberi kepercayaan karena tahu Uje bagus membaca ayat suci Al-Quran. Tapi, apa yang terjadi? Jamaah masjid itu bubar. Tidak mau diimami oleh Uje. “Ngapain salat diimami sama tukang mabok,” kata seorang jamaah, yang dituturkan kembali oleh Pipik. Uje sempat down kala itu. Ia berpikir, menjadi imam saja bubar, gimana mau berdakwah. Keluarga mendorongnya untuk terus maju.

Pria kelahiran Jakarta, 12 April 1973, ini memiliki masa lalu kelam. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di daerah Pangeran Jayakarta. Lingkungannya amat dekat dengan bar dan diskotek. Untunglah, anak ketiga dari lima bersaudara ini berada di lingkungan keluarga yang taat agama. Semasa sekolah, Uje amat menyenangi pelajaran agama dan kesenian. Bahkan, sewaktu sekolah di SD 07 Karang Anyar, Uje tidak sempat merasakan bangku kelas IV. Ia loncat dari kelas III ke kelas V. Selepas SD, Uje dan kakaknya masuk ke sebuah pesantren modern di Balaraja, Tangerang. Orangtuanya ingin mereka lebih mendalami pelajaran agama.

Namun, di pesantren itu, Uje terbilang nakal. Saat teman-temannya menunaikan salat, ia diam-diam tidur. Atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Meski sering ketahuan, Uje tak pernah jera. Di situlah Uje dianggap memiliki kepribadian ganda. Di satu sisi, ia senang sekali membaca Al-Quran. Di sisi lain, tak bisa menolak bila diajak nakal. Uje sempat terjerat obat-obatan terlarang. Hampir segala produk kemaksiatan pernah dicobanya. “Gue itu dulu dutanya setan di dunia,” ujarnya. Puncaknya, Uje keluar dari pesantren. Mestinya ia menempuh pendidikan itu selama enam tahun. Tapi hanya empat tahun yang ia jalani. Kemudian orangtuanya memasukkan Uje ke sekolah aliyah (setingkat SMA). Eh, malah kenakalannya makin menjadi-jadi.

Lulus SMA pada 1990, pendidikan formalnya dilanjutkan ke bangku akademi broadcasting di daerah Rawamangun. Sialnya, persis di depan kampus, terletak sebuah wahana bilyar. “Kuliah guenggak selesai karena main bilyar melulu,” katanya. Di sela-sela “kesibukannya” main bilyar, Uje kerap menyempatkan diri nongkrong di Institut Kesenian Jakarta. Ia iseng mengamati para pemain sinetron. Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran.

istri_uje(sumber gambar liputan6.com)

Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Karier sebagai pemain sinetron terus dijalaninya hingga ia merasa mantap di dunia itu. Apalagi, Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991. Pada saat-saat tak menentu itu, datang Pipik, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Meski Uje masih berstatus sebagai pecandu, Pipik bersedia dinikahi siri pada 9 September 1999. Dua bulan kemudian, mereka menikah resmi di Semarang. “Tatapan matanya yang tajam dan karismanya membuat saya jatuh hati,” ujar Pipik, tersipu-sipu.

Sekarang Uje jadi sosok idola dan dikagumi. “Tidak percaya kalau berubahnya akan sejauh ini,” ungkap Pipik. RI-1 termasuk yang memperhatikannya. Lewat Setneg, Uje diminta SBY memberi ceramah dalam sebuah acara di Kawasan Jababeka pada 12 Oktober lalu. Tapi Uje berhalangan hadir karena sudah ada jadwal ke Yogyakarta terlebih dahulu.

Ketika menghadiri acara penyerahan penghargaan pembayar pajak ke-10 juta, SBY membisikkan sesuatu pada saat bersalaman dengannya. “Tanggal 12 kemarin, Ustad nggak bisa datang, yah?” kata SBY, seperti dituturkan kembali oleh Uje. Uje gembira bukan main. “Ternyata beliau punya perhatian dengan orang muda. Ketidakbisaan gue pun dimaklumi,” ujar Uje. Untuk menggantikan itu, rencananya Uje akan memberikan ceramah di Istana Negara pada 25 Oktober.

Kamis malam pekan lalu hingga subuh keesokan harinya, Gatra mengikuti keseharian Uje. Dimulai dari ceramah tarawih bertemakan Nuzulul Quran di Masjid Pondok Indah. Uje dijadwalkan memberi ceramah usai salat tarawih dan witir. “Mas, Ustad Jeffry sudah ceramah belum?” tanya seorang remaja pria yang berdiri di dekat Gatra. Remaja itu baru datang bersama pacarnya. Padahal, salat tarawih sudah rakaat keempat. “Kami mau lihat Ustad Jeffry nih,” sambungnya.

Mendengar kejadian itu, Uje mengaku prihatin. “Udah jarang guedenger orang bilang mau pergi ngaji ke tempat A. Malah yang ada sekarang kebanyakan bilang mau pergi nonton si B di tempat A. Iya, kan?” kata Uje. Pernah ada kejadian. Ia bersanding dengan seorang ulama besar yang dianggapnya punya tingkat keilmuan amat tinggi. Mungkin karena Uje sering muncul di televisi, usai ceramah, malah ia yang dikejar-kejar jamaah. “Saat itu juga guenangis,” katanya.

Uje pertama muncul di TV tiga tahun lalu. Ia diberi kesempatan memberi sedikit ceramah dan membawakan doa dalam acara “Salam Sahur (Salsa)” TV7. Penampilannya hari itu bisa membuat para bintang tamu menangis dan termenung. Akhirnya, Uje diminta mengisi acara yang sama keesokan harinya. Setahun kemudian, Uje tampil di acara sama. Ia dikontrak satu bulan penuh. Lantas, Ramadan tahun lalu, Uje tampil di acara tausiah setelah azan magrib di TPI dan mengisi tujuh episode acara “Kumis Remaja” setiap Ahad pagi.

Usai ceramah, sekitar pukul 21.30, Uje langsung diboyong masuk ke dalam KIA Carnival bernomor polisi B-8258-LJ miliknya. Kemudian meluncur ke sebuah kafe, masih di kawasan Pondok Indah. “Dari tadi belum makan nih,” katanya. Setelah makan bersama istri (anaknya ditinggal di rumah), umi, dan manajemennya, sekitar pukul 11 malam, Uje kembali ke rumahnya di Jalan Pinang Mas, Pondok Indah. Begitu turun dari mobil, Uje langsung menyambangi seorang lelaki paruh baya yang sedang berdiri memegangi sepeda. Pak Doding, nama pria itu, dikenal sebagai tukang jam. Ia tidak memiliki kaki kanan tapi punya semangat dan usaha yang keras. Uje langsung menyalami pria itu. “Assalamualaikum, apa kabar, Pak?” sapa Uje. Kemudian dialog pun berlanjut akrab.

Pak Doding pernah masuk dalam acara “Uang Kaget” yang ditayangkan RCTI dan harus menghabiskan uang Rp 10 juta. Waktu itu, Pak Doding membeli sejumlah barang berharga, termasuk sebuah lemari es dan emas 30 gram. Tujuannya menemui Uje untuk minta bantuan. Ia sedang membutuhkan uang dan berniat menjual lemari esnya. Sudah ada yang menawar, tapi harganya belum sesuai. Akhirnya, Pak Doding memutuskan minta bantuan Uje. “Ya udah, itu kulkas taruh di sini aja. Bapak beli berapa, nanti saya bayar segitu,” kata Uje. “Terima kasih banyak, Ustad,” balas Pak Doding.

Setelah bercakap-cakap, Uje kemudian masuk ke rumah bertingkat dua yang berdiri di atas tanah seluas 300-an meter persegi. Di dalam rumahnya sudah ada sejumlah wartawan, fotografer, yang menunggunya sejak siang hari. “Assalamualaikum. Maaf, ya, sudah nunggu kelamaan, ya,” sapa Uje. Satu per satu tamunya disalami. Uje sedang berada di puncak popularitas. Baju koko yang dipakainya jadi tren. “Ini baju koko Ustad Jeffry,” begitulah yang diteriakkan pedagang. Uje tak marah namanya jadi merek dagang. Ia menyikapinya dengan berbaik sangka. “Minimal, orang lain sudah mau ke mana-mana dengan berpakaian muslim,” kata Uje.

Sebenarnya, Uje mengaku sempat berpakaian gamis panjang lengkap dengan serban, yang dipakainya ke mana-mana. Bahkan ke mal sekalipun. Lama-kelamaan, ia berpikir, kalau mau masuk ke segmen remaja, tidak bisa dengan cara itu. “Akhirnya gue masuk dengan gaya remaja aja deh,” katanya. Segmen remaja dipilih karena Uje merasa baru melewati masa itu dan punya pengalaman seperti apa menjadi remaja. Ia juga berkaca pada konsep dakwah Rasulullah yang menjadikan pemuda sebagai sasaran, karena mereka bakal menjadi pemimpin di masa mendatang. “Pemuda itu pilar,” ia menegaskan.

Uje bisa berceramah tiga sampai empat kali dalam sehari. Setiap Senin malam pekan pertama dan ketiga, di rumahnya rutin diadakan pengajian “I Like Monday”. Uje juga mengetahui ada beberapa jamaahnya yang selalu mengikuti ke mana pun ia berceramah. Mereka pengusaha muda yang usianya hanya sedikit lebih tua dari Uje. Pukul 12.30, Uje pamit untuk tidur. Namun sejenak ia mampir ke meja makan, menyantap hidangan buka puasa yang ada di sana berikut beberapa butir kurma. “Nanti kita pergi ke SCTV jam setengah duaan, ya,” kata Uje sambil menaiki tangga ke lantai II rumahnya.

Sejam kemudian, Uje dibangunkan asistennya. Sejurus kemudian, kami pun meluncur ke Studio Penta SCTV, Kebon Jeruk, melibas kegelapan malam dan kebisingan trek-trekan motor. Saat di mobil itulah merupakan momen tepat bagi Uje untuk sekadar memejamkan mata. Uje sangat suka bercanda dengan istri dan kedua anaknya. Juga main PlayStation-2 Portable, game balap, sampai puzzle. Ia juga kerap membawa anak-anaknya bermain di Timezone atau sekadar main boling. “Tapi sampai sekarang gue belum bisa-bisa main boling,” tutur Uje.

Uje mengakui, secara keilmuan masih amat kurang. Ceramah yang disampaikannya kurang sistematis. “Obrolan gue biasa kok, nggak menggunakan bahasa yang jelimet. Bicara dengan bahasa qolbu,” kata penyuka warna hijau ini. Pemilik kelompok bimbingan ibadah haji Ihram ini bercita-cita memperbesar majelisnya menjadi sebuah yayasan. Untuk menopang itu, Uje berencana membuat agen perjalanan. Kalau usaha itu besar, ia bercita-cita tidak lagi memungut bayaran apabila diundang berceramah. Satu hal lagi yang ingin diwujudkan oleh Uje, mengabulkan keinginan orangtuanya. Yakni membangun sebuah tempat pendidikan di lahan seluas setengah hektare di wilayah Nagrak (dekat Cikeas). “Gue ingin orang bukan pergi ke sana, tapi pulang,” ungkapnya. Ia pun berencana pindah ke sana. “Supaya bisa lebih istikamah,” katanya. Selepas syuting acara sahur itu, kami langsung pulang ke rumah Uje. Menunaikan salat subuh. Setelah salat, Uje kembali tidur hingga sekitar pukul 10.00. Kemudian melanjutkan kembali aktivitas ceramah kelilingnya.

Sebuah kisah dari pertanda yang lain, ketika beliau wafat, sebuah ingatan:

memori_ingatan_fox_news(ilustrasi ingatan masa lalu)

Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Karier sebagai pemain sinetron terus dijalaninya hingga ia merasa mantap di dunia itu. Apalagi, Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991. Pada saat-saat tak menentu itu, datang Pipik, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Meski Uje masih berstatus sebagai pecandu, Pipik bersedia dinikahi siri pada 9 September 1999. Dua bulan kemudian, mereka menikah resmi di Semarang. “Tatapan matanya yang tajam dan karismanya membuat saya jatuh hati,” ujar Pipik, tersipu-sipu.

Perhatikan isyarat tersebut ketika beliau wafat, muncul awan (baca Penampakan Awan di atas Makam Ustad Jefri) setelah itu seolah bahasa alam ini ikut berduka, maka di semarang tempat saat-saat tak menentu tahun 1999 lalu, kini di semarang sebuah kejadian aneh terjadi, yang kuat menjadi terjungkal sendirian, yaitu peristiwa : Lokomotif Meluncur Sendiri dan “Lompat” ke Sawah di Kendal

ka-anjlok(Kereta Loncat, sumber internet)

Semarang – Satu lokomotif berjalan sendiri saat mesinnya dipanaskan. Setelah meluncur belasan kilometer, ‘kepala kereta’ itu terhempas ke sawah di Kendal. Humas PT KAI Daop IV Semarang, Surono, mengatakan anjloknya lokomotif tersebut terjadi pukul 04.20 WIB. Lokomotif akan digunakan untuk menarik kereta Argo Sindoro pagi dari Stasiun Tawang Semarang. Seperti biasanya, mesin lokomotif lebih dahulu dipanasi di depo Poncol.

loko_tanpa_masinis(evakuasi lokomotif)

Tiba-tiba lokomotif yang masih dipanasi mesinnya dan tidak ada masinis di dalamnya itu berjalan sendiri ke arah barat. Di desa Nolokerto, Kaliwungu, Stasiun Poncol Semarang, lokomotif anjlok dan masuk ke sawah. Saat ini, lokomotif masih berada 20 meter di sebelah kanan rel. “Setelah distater, dipanasi, diperiksa, tiba-tiba meluncur sendiri tidak ada masinisnya,” kata Surono saat dihubungi detikcom, Minggu (28/4/2013). Diketahui jalur rel dari stasiun poncol ke arah Barat memang menurun. Kemudian setelah tiba di desa Nolokerto, lokomotif anjlok ke kanan dan terhempas. Tidak ada korban jiwa dalam persitiwa tersebut. “Tidak mengganggu jadwal kereta api lainnya. Begitu tahu ada lokomotuf anjlok, langsung dikondisikan,” imbuhnya.

Saat ini, posisi lokomotif masih berada di lokasi kejadian dengan posisi berdiri. Sementara itu kereta trem yang digunakan untuk evakuasi masih dalam perjalanan dari Cirebon.”Penyebab masih kita dalami, kenapa lokomotif bisa jalan sendiri ketika sedang dilakukan pemeriksaan di depo Poncol,” tutupnya.

(alg/try)

Berita lainnya:

  1. Meluncur Sejauh 17 Km Tanpa Masinis, Berapa Kecepatan ‘Kereta Misterius’?
  2. Kronologi ‘Kereta Misterius’ yang Meluncur Sejauh 17 Km Tanpa Masinis

Kendal – Lokomotif yang digunakan menarik KA Argo Sindoro dari Stasiun Tawang Semarang ke Jakarta meluncur sendiri sejauh 17,2 km. ‘Kepala kereta’ ini akhirnya keluar rel dan terhempas di dekat permukiman warga Kaliwungu, Kendal. Berikut kronologi kejadian tersebut.

Minggu (28/4) Pukul 04.00 WIB Petugas memanaskan mesin lokomotif di depo Stasiun Poncol Semarang.
Pukul 04.03 WIB Petugas mengecek bagian luar lokomotif
Pukul 04.05 WIB Lokomotif berjalan sendiri. Lama-lama kian cepat. Petugas tak bisa mengejar.
Pukul 04.10 WIB Seluruh perlintasan dikondisikan agar lokomotif yang berjalan sendiri tak menyebabkan hal buruk
Pukul 04.20 WIB Lokomotif keluar rel dan ‘terbang’ serta terhempas setelah melintasi tikungan rel di Dukuh Mijen, Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kendal. (try/nrl)

Sebuah pertanda dari ustad UJE yang pada masanya “JEFFRY Al-Buchori pernah bermimpi cukup aneh. Ia berdiri di puncak satu tangga bersama anak kecil. Ia melihat dunia luluh lantak. Beberapa malam kemudian, gambaran seolah-olah dunia mau kiamat mampir dalam mimpinya. Perasaan takut mati datang mendera…..

Cina
(ilustrasi gempa Cina 12 mei 2008)

Apakah pertanda bencana dari wafatnya ustad UJE ini ? setelah kematian ustad UJE, bencana demi bencana dahsyat terjadi dibelahan dunia,yang paling menarik perhatian adalah 30 november 2013 terjadi super badai topan haiyan, dan 22 hari setelah itu kecelakaan yang mirip terjadi di aktor papan atas dunia (baca Misteri Kematian Paul Walker, Mengapa Tepat Tgl 30 November 2013 ?). Sebuah gambar yang menyatakan bencana dahsyat itu tertuliskan

Tsunami

Tsunami

Apakah bencana dahsyat terjadi sesuai mimpi dan pertanda akan kematian Ustad UJE terjadi di Indonesia ? sebuah hal yang telah ada sebelumnya akan waspada dengan yang kembar telah dituliskan (baca Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006)

gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_

gempa_tsunami_jepang_11_maret_2011_pkl_12_46_mengapa_22

MENGAPA MERAPI, TSUNAMI JEPANG DAN KELUD  MEMBENTUK POLA YANG SAMA (22) ?

Sebuah kisah yang mencuplik ayat suci alquran untuk mencegah bencana yang terbuka dari pertanda ini agar senantiasa manusia ingat kepada Allah swt:

doa_hindari_bencana

Wallahu’alam

About these ads

Information

This entry was posted on April 29, 2013 by in Berita, Fenomena, Islam.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: