Keanehan pada Gempa Bali 13-Oktober-2011

Gempa bali yang terjadi pada tgl 13-oktober-2011 (Gempa Guncang Bali, Warga Behamburan) merupakan sebuah gempa yang aneh. Mengapa disebut aneh ? tidak lain gempa ini bertepatan dengan umur bulan pada saat itu adalah 15 hari (dikenal sebagai bulan purnama).

Menilik dari kekuatan bulan yang dapat menarik air laut sehingga tercipta air pasang pada waktu-waktu bulan purnama, maka gempa bali ini menunjukkan karakteristik yang mirip. Gempa bali yang terjadi di siang hari :

JAKARTA—Gempa bumi membuat warga Bali dan Lombok panik, Kamis (13/10) sekitar  pukul 11.16 Wita. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa ini berkekuatan 6,8 pada skala richter yang berpusat di Samudera Hindia dengan kedalaman 10 Km dari permukaan laut. Lokasi gempa tepatnya pada 9.89 Lintang Selatan-114.53 Bujur Timur yakni sekitar 143 Km arah BaratDaya Nusadua-Bali atau sekitar  950 km arah Tenggara Jakarta-Indonesia.

Gempa bali jika dilihat dari kekuatan bulan TIDAK menunjukkan relevansinya, hal ini juga terlihat pada gempa & tsunami aceh yang terjadi pada siang/pagi hari tgl 26-desember-2004 atau umur bulan saat itu 14 (mendekati purnama). Gempa besar lain yang juga mendekati purnama adalah:

  1. Gempa Tasikmalaya, 2-9-2009 adalah ketika saat itu umur bulan di wilayah RI adalah 11 /mendekati purnama (12 di wilayah lain)
  2. Gempa Padang, 30-9-2009, bulan berumur 11 /mendekati purnama

Apakah semua gempa BESAR terjadi ketika mendekati bulan purnama ? Berikut ini : daftar gempa besar di wilayah RI antara lain

  1. Tahun 2007, Gempa Sumbar 6-maret-2007 ketika itu bulan berumur 16 hari
  2. Tahun 2007, Gempa Bengkulu 12-september-2007, umur bulan 30 hari
  3. Tahun 2006, Gempa yogya 27-mei-2006, umur bulan 29 hari
  4. Tahun 2006, Gempa pangandaran 17-juli-2006, umur bulan 21 hari
  5. Tahun 2010, Gempa Mentawai, 25-oktober-2010, umur bulan 17 hari

Dari daftar diatas, kurang menunjukkan keterkaitan umur bulan dengan gempa besar yang terjadi, sehingga kekuatan bulan sebagai faktor penyebab gempa bumi, bukanlah faktor utama, sebagaimana faktor bulan pada pasang surut air laut.

Gempa Bali Terjadi 44 hari setelah Lebaran

Lalu, apakah keanehan pada gempa bali tanggal 13-oktober-2011 ini  ? Perhatikan gempa bali kali ini, merujuk pada gempa besar yang terjadi pada tahun 2009 lalu, dimana sebagai titik point perhitungan adalah awal bulan puasa RI yang jatuh pada tgl 22-agustus-2009, maka gempa tasikmalaya terjadi 11 hari setelah awal puasa, kemudia terjadi hari raya yang dikenal sebagai 1 syawal, maka 11 hari setelah itu terjadilah gempa di padang tgl 30-september-2009 (11 syawal 1430 H).

Sebuah deretan unik dari 1 syawal tahun 2011 ini dengan 1 syawal tahun 2009, maka 1 syawal 2011 menurut kalender mayoritas dunia terjadi tgl 30-agustus-2011 dan gempa bali terjadi tgl 13-oktober-2011, itulah 44 hari dari 1 syawal. Sebuah keanehan terjadi dengan 44 ini, dikarenakan terjadi sebuah gempa besar yang melanda cilacap terjadi tgl 4-4-2011 yang lalu (Senin, 04/04/2011 03:26 WIB  Gempa 7,1 SR di Cilacap Dirasakan Hingga Yogyakarta dan Jakarta )

Perhatikan gempa yang terjadi di dunia pada tahun 2011 ini, sebuah gempa besar yang merusak terjadi di selandia baru tgl 22-2-2011, kemudian diikuti gempa besar yang paling merusak di dunia terjadi tgl 11-3-2011 sebagai gempa dan tsunami jepang (baca Kejadian Aneh pada Gempa dan Tsunami Jepang)

Sebuah deretan aneh pada bencana besar di RI dan dunia, dimana kesemuanya merupakan sebuah hitungan angka-angka kembar, dimana pada tahun 2007 sebuah deretan angka kembar juga terjadi:

  1. 1-1-2007 : Pesawat Adam Air Jatuh
  2. 2-2-2007: Jakarta Banjir besar
  3. 3-3-2007: NTT longsor dengan korban jiwa yang besar

Setelah itu urut satu demi satu terjadi 6-3-2007 Gempa Sumbar, 7-3-2007 Garuda Jatuh dan Terbakar di Yogya, tentunya ada yang bertanya mengapa 4-4-2007 bukanlah bencana besar ? tepat 4-4-2007 terjadilah Gempa 5,9 SR di Bengkulu sampai kemudian 161 hari terjadi lagi gempa di bengkulu dengan skala yang merusak.

Kali ini gempa bali terjadi 44 hari setelah hari raya, makna 44 yang aneh adalah sebuah ilustrasi untuk mengingat kembali sebuah gempa besar yang terjadi pada tahun 2011 ini yaitu 4-4-2011 sebagai Senin, 04/04/2011 03:41 WIB Gempa 7,1 SR Cilacap Juga Dirasakan Sampai Denpasar

Cukupkah keanehan itu ? lihat keanehan yang terjadi di BALI 22 hari setelah 1 syawal, terjadilah Rabu, 21/09/2011 10:16 WIB Kapal Penumpang di Bali Tenggelam, 11 Orang Tewas

Denpasar – Sebuah kapal penumpang tradisional yang berlayar dari Nusa Lembongan ke Nusa Penida, Bali tenggelam. Dari 35 penumpang itu, 11 orang tewas. Sebanyak 11 korban yang tewas, mayatnya sudah dievakuasi di Puskesmas Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan. Sementara 11 orang dinyatakan selamat dan 13 korban masih terus dicari. “Kapal nelayan Sri Murah Rejeki tenggelam pukul 03.20 Wita,” kata Direktorat Kepolisian Perairan Polda Bali Kombes Polisi Agoes Doeta Soepranggono dia kantornya kepada wartawan, Rabu (21/9/2011). Kapal tenggelam sesaat setelah berlayar dari Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan menuju Desa Toya Pakeh, Nusa Penida. Saat ini, Polairud Polda Bali, Basarnas, TNI AL terus melakukan pencarian. Pencarian juga dibantu oleh Bounty Cruise dan nelayan. “Kita masih terus melakukan pencarian korban yang selamat,” kata Agoes. Hingga kini belum diketahui penyebab tenggelamnya kapal nelayan berpenumpang tersebut, Korban Kapal Tenggelam di Bali Pulang dari Upacara Ngaben ,

Setelah malapetakan kapal di bali tgl 21-09-2011  atau 22 hari setelah 1 syawal, maka 22 hari setelah itu, terjadilah gempa besar di bali, Bali Gempa, 14 Daerah Jatim Goyang

RUSAK BERAT – Seorang pria menyelamatkan motornya di samping mobil yang ringsek tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa di Kota Denpasar, Bali, Kamis (13/10). Foto: ap/firdia lisnawati

SURABAYA | SURYA - Gempa dengan kekuatan 6,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Nusa Dua, Bali, Kamis (13/10) sekitar pukul 11.16 WIT atau 10.16 WIB juga menggoyang setidaknya 14 wilayah di Jawa Timur.

Kerusakan paling parah akibat gempa di Bali terjadi di Jember dan Banyuwangi, bahkan di Jember menyebabkan jatuhnya korban. Akibat guncangan yang cukup keras itu, sejumlah rumah dan gedung ambrol. Gempa juga menyebabkan seorang pekerja, Yono, di kompleks pembangunan laboratorium bahasa Universitas Jember (Unej) terjatuh dari tangga. Akibatnya, punggungnya cedera dan harus dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi.

Gempa juga menggoyang dan membuat panik warga setidaknya di wilayah Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, Malang, Kediri, Blitar, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Surabaya, Gresik, dan Pamekasan.

Di Jember, tembok rumah Syafi’i (33), warga Lingkungan Patrang Tengah Kelurahan/Kecamatan Patrang ambruk sepanjang 12 meter. Ambruknya tembok itu terjadi ketika gempa dirasakan cukup kuat pada getaran kedua.

“Perasaan saya tidak enak ketika gempa karena keras sekali dan memilih pulang dari tempat kerja, ternyata tembok sudah ambruk. Beruntung anak istri saya ada di luar rumah,” ujar Syafi’i.

Selain membuat sejumlah tembok rumah dan bangunan ambruk, gempa bumi juga membuat panik warga Jember. Sedikitnya 1.000 orang yang bekerja di sebuah gudang tembakau di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari semburat keluar ketika bumi bergoyang. Mereka berlarian sambil menjerit dan tidak sedikit yang menangis. Karenanya pihak perusahaan memilih memulangkan mereka lebih awal. Apalagi para pekerja yang sebagian besar perempuan itu juga mengkhawatirkan anak mereka.

Dari pantauan Surya di Banyuwangi, saat terjadinya gempa, semua karyawan yang ada di gedung-gedung perkantoran berhamburan keluar. Ribuan warga juga berlarian keluar rumah dengan meneriakkan takbir Allahhu Akbar berkali –kali. Kerusakan gedung di antaranya terjadi di kantor DPRD Banyuwangi. Beberapa titik gedung retak dan gentingnya ambrol.

Di Surabaya, ribuan pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim semburat keluar gedung lantaran getaran gempa bumi. Guncangan gempa lebih besar dirasakan di lantai 7 Gedung Pemprov Jatim. Saat itu, di Ruang Majapahit gedung, tengah berlangsung rapat koordinasi persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011 oleh Biro Administrasi Kemasyarakatan.

Sunaryo, yang mengikuti rapat tersebut mengatakan, ketika merasakan ada gempa, belasan orang yang sedang rapat langsung semburat ke luar ruangan. Rapat pun langsung berhenti seketika. “Semua teriak, ada gempa … ada gempa, ayo cepat keluar,” katanya. Gempa dirasakan berlangsung sekitar 10 detik.

Warga yang bermukim di dekat kawasan Pantai Selatan di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, hingga Kamis sore belum berani kembali ke rumah, pascagempa yang terjadi di Nusa Dua.

Staf Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Supriyadi mengatakan, saat terjadi gempa sekitar pukul 10.16 WIB, seluruh warga berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. “Mereka panik dengan berlari ke luar rumah setelah merasakan gempa itu, dan hingga kini (Kamis sore) mereka belum berani kembali ke rumah, kemungkinan masih trauma,” ucapnya.

Kepanikan tak kalah hebat juga dialami warga di kawasan lereng Gunung Semeru di Lumajang. Warga ketakutan, gempa itu akan berdampak pada aktivitas Semeru karena hampir bersamaan datangnya gempa, kawah Semeru memuntahkan material dan asap tebal kemerahan.

Saat gempa terjadi, masyarakat di lereng Gunung Semeru panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sebagian warga mengira kalau gempa tersebut disebabkan meletusnya Gunung Semeru. Saat berada di luar rumah, dengan hati deg-degan, warga langsung melihat Semeru.

Saat itu terlihat Semeru mengeluarkan kepulan asap yang membubung tinggi disertai muntahan material vulkanik. Begitu banyaknya material, gugurannya hingga mencapai kaki gunung.

“Usai terjadinya gempa, warga sini keluar semua dari rumah. Warga melihat apakah gempa itu dari Semeru atau dari daerah lain. Saat itu kami melihat Semeru mengeluarkan asap cokelat kemerahan,” ujar Heri, warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Kamis (13/10).

Adakah yang mengetahui 11,22 dan 44 ? tiada lain sebuah teguran dari Allah swt kepada semua lapisan masyarakat, dimana hal ini ditandai dengan keunikan pada lumpur lapindo dimana pada tgl 22-11-2006 munculah lafal Allah di lumpur lapindo ( )

Api Ledakan Pipa Pertamina di Lapindo Berlafal Allah & Kuda Laut Budi Sugiharto – detikcom, Jilatan api pipa Pertamina di Lapindo membentuk lafal Allah dan kuda laut Surabaya – Allah Maha Besar! Ledakan pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur Lapindo, jalan Tol Porong-Gempol KM 38 22 November 2006 lalu yang menewaskan 13 orang masih menyimpan misteri. Ada yang mengejutkan sesaat api melumat tanggul di sekitar pusat semburan lumpur tersebut.