Pintu Air Jakarta Jebol, Mengapa Tepat Tgl 31-Agustus-2011 ?

Sebuah kejadian unik tentang air yang melanda ibu kota Jakarta, dimulai banjir besar Jakarta tgl 2-2-2007, kemudian 27-3-2009 situ gintung jebol, kini 31-8-2011 terjadilah masalah air lagi, Tanggul jebol, air langka

Sejumlah warga melihat tanggul Kali Buaran yang jebol di aliran Kalimalang, kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (1/9). (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf ) Jakarta (ANTARA News) – Ketika anak bangsa ini belum pulih dari kegalauan kapan hari lebaran? pada Rabu malam (31 Agustus 2011), kita dikagetkan dengan jebolnya pintu air Pabuaran di Kali Malang (Tarum Kanal Barat) yang memasok air baku air minum ke IPA (Instalasi Pengolahan Air) Pejompongan.Berbuntut pada tersendat bahkan matinya  aliran air ke beberapa wilayah di Jakarta.   Maka hebohlah sebagian warga Jakarta yang menggantungkan pasokan airnya pada PAM.  Sebagai konsumer  PAM, tak salah kiranya kalau para pelanggan menumpahkan kekesalannya.

Jebolnya pintu air yang menyebabkan pasokan bahan baku air terganggu, juga dirasakan oleh pusat-pusat kegiatan. 10 Ribu Liter Air Dipasok ke Istana Negara. Dua mobil tanki air berkapasitas 5.000 liter, sudah dikirim untuk kebutuhan di istana.

VIVAnews – Jebolnya pintu air Tarum Barat, Kalimalang, Jakarta Timur, sejak Rabu malam, 31 Agustus 2011, tidak hanya berimbas pada pelanggan Palyja dan Aetra saja. Peristiwa ini juga mengganggu pasokan air bersih ke Istana Presiden, Balai Kota DKI, dan gedung DPR RI yang menjadi pelanggan operator Palyja. Guna mengatasi masalah itu, Palyja menurunkan mobil tanki air ke tiga gedung penting itu. Sebanyak dua mobil tanki air yang berkapasitas 5.000 liter air sudah mendistribusikan air ke Istana Negera. Sedangkan Aetra menurunkan 11 tanki air untuk melayani kebutuhan air untuk rumah sakit. Corporate Communication Head PT Palyja, Meyritha Maryanie mengatakan, pasokan air bersih ke Istana Presiden, Balai Kota DKI, dan gedung DPR RI, dijamin tidak akan terganggu. “Mobil tanki terus mensuplai kebutuhan air bersih untuk ketiga gedung itu. Kalau habis, akan diisi kembali begitu seterusnya, hingga perbaikan tanggul selesai dan aliran air berjalan normal lagi,” kata Meyritha, Kamis, 1 September 2011. Menurut Meyritha, Palyja juga telah menurunkan mobil tanki air ke rumah sakit serta sebagian pelanggan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Sebab, sebanyak 65 persen dari total 420 ribu pelanggan Palyja mengalami gangguan suplai air. Pasokan air mengandalkan suplai dari Tangerang dan Cilandak. Suplai air dari Tangerang sebanyak 2.000 liter per detik dan Cilandak 400 liter per detik. Suplai air tersebut sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga Jakarta, akibat jebolnya pintu air. Sementara Corporate Communication Manager Aetra, Rika Anjulika, mengatakan, meski belum ada permintaan tambahan, kebutuhan air bersih bagi rumah sakit akan diprioritaskan. Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informasi dan Kehumasan DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, menjelaskan, kejadian ini belum sampai mengganggu kegiatan operasional di Balai Kota DKI Jakarta. Karena seluruh pegawai masih libur Lebaran. “Sama sekali tidak ada gangguan. Karena kegiatan Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan PNS lainnya masih dalam proses cuti bersama. Mudah-mudahan, saat masuk hari Senin, 5 September 2011, suplai air bersih sudah normal lagi,” kata Cucu. (umi)

Kejadian gangguan air bersih pula, menyebabkan petinggi negeri kita memandang penting hal ini, Istana Minta Penuntasan Krisis Air Baku di Jakarta

“JAKARTA — Pascajebolnya tanggul Kalimalang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mendapat laporan perihal krisis air yang dirasakan warga DKI Jakarta termasuk lingkungan Istana Negara beberapa hari terakhir. Meski mengaku pasokan air sudah bisa diantisipasi, namun dampak jebolnya tanggul di Buaran, Jakarta Timur yang dikelola PT Palyja itu diharapkan segera diatasi. “Insyallah memang tidak ada masalah. Tapi karena banyak yang bergantung pada pasokan air, Bapak Presiden meminta kepada kementerian PU agar betul-betul memerhatikan,” kata juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin pasha di Istana Negara, Senin (5/9).   Krisis air ini sendiri terjadi sejak jebolnya tanggul Kalimalang atau Tarum Barat, pada 31 Agustus lalu. Padahal tanggul tersebut menjadi sumber utama air baku ke perusahaan pemasok air bersih di Jakarta, Aetra dan Palyja. Krisis air bahkan memaksa pihak Istana Kepresidenan meminta bantuan suplai air bersih yang dikirim secara khusus setiap harinya. “Pihak istana Kepresidenan telah mengantisipasi dengan memesan air secara khusus kepada PT Palyja untuk memenuhi kebutuhan kita. Lingkungan istana juga diimbau untuk menggunakan air seperlunya,” kata Julian. Disebutkannya pula, Presiden SBY telah mendapatkan laporan rinci dari Kementrian PU perihal krisis air yang terjadi saat musim lebaran ini. Presiden meminta jajaran terkait bekerja semaksimal mungkin agar krisis dapat teratasi segera. “Presiden minta semua pihak terkait segera menyelesaikan ketersediaan air bersih ini. Pihak pengelola PDAM juga telah mengupayakan secepat mungkin menanggulangi krisis yang terjadi,” kata Julian.(afz/jpnn)

Pintu Air Jakarta Jebol, Mengapa Tepat Tgl 31-Agustus-2011 ?

Sebuah rentang tanggal 31-agustus-2011 adalah 887 hari dari kejadian jebolnya situ gintung 27-03-2009. Sebuah simbol selang hari 887 adalah sebuah simbol 8-8-7 yang mudah yang berarti tanggal 8-8-2007 lalu ketika itu terjadi PILGUB Jakarta: Rabu, 08/08/2007 05:41 WIB Cuaca Cerah Iringi Pilkada DKI

Selang setelah itu pulau Jawa berguncang hebat terkena gempa besar yang berada di indramayu, Kamis, 09/08/2007 00:12 WIB Gempa 7 SR Guncang Sejumlah Wilayah di Pulau Jawa

Hal ini adalah sebuah peristiwa besar berupa bencana maka terlebih dahulu terdapat peringatan di pusat kekuasaan. Beberapa kejadian yang tercatat antara lain:

  1. Sebelum Tsunami Aceh 26-des-2004, maka warga dikejutkan dengan meteor jatuh
  2. Sebelum Bencana beruntun di tahun 2007, maka Jakarta di landa banjir besar
  3. Sebelum Gempa Tasik 2-september-2009, maka Jakarta terkena jebolnya situ gintung
  4. Sebelum Gempa Padang 30-september-2009, maka Travo di Jakarta terbakar sampai memadamkan ribuan pelanggan

Kini tepat tgl 31-agustus-2011, ketika pintu air jebol yang mengakibatkan krisis air bersih, maka 6 hari setelah itu gempa dengan korban jiwa melanda Aceh ,Gempa Aceh 6,7 SR, 6-september-2011, Ada Apa ?,

Sebuah simbol 31 yang terdapat pada tgl 31-agustus-2011 adalah peringatan yang jelas akan sebuah bencana hebat yang akan melanda, sebagaimana yang telah banyak di ulas satu demi satu, pada artikel diatas. Sebuah simbol 31 yang pernah di bahas sebelum nazarudin di tangkap (baca Kasus Nazaruddin Mirip Dengan Kejadian Sebelum Tsunami Aceh), yaitu isyarat dari bendera biru

Semua kejadian aneh demi kejadian aneh ditahun 2011 ini, puncaknya dengan Nazaruddin Dicopot, Suasana Diharap Kondusif merupakan sebuah isyarat yang telah dituliskan jauh sebelumnya lewat tulisan Isyarat Bendera Biru Saat Tanggul Lapindo Ambrol  yang kemudian terjadi lagi sebuah keanehan ketika tepat tanggal 2-april-2011 kilang minyak terbakar dan yang terbakar hanya tangki nomer 31 saja sesuai nomer partainya nazarudin dan sesuai pula dengan isyarat bendera biru yang roboh saat terjadi tanggul lapindo ambrol. Lihat foto demi foto dari bendera biru yang terjatuh :

Tanggul Lapindo Ambrol Ganggu Perjalanan KA