Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Dibalik Tragedi Ahmadiyah

Berita nasional akhir-akhir ini ramai dengan berita duka, setelah tokoh muda nasional yang meninggal secara mendadak, tercantum pada artikel Adjie Massaid Meninggal Dunia, Mengapa Tepat 5-2-2011 ? termuat di akhir alinea, sebuah warning akan tahun 2008 itu sendiri:

… Ya itulah cermin dari sebuah tahun TANPA bencana yaitu tahun 2008, dalam selang semenjak tsunami aceh 2004, maka HANYA tahun 2008 saja yang tidak ada BENCANA, hal inilah yang berusaha di-ingatkan agar melacak, mencari dan merekam semua peristiwa tahun 2008 sebagai sebuah cermin, mengapa tahun 2008 itu adalah tahun bencana ? namun mulai sejak 2011 ini ingatan demi  ingatan akan 28 itu mulai menyeruak …..?

Esok harinya setelah warning itu, maka terjadilah pembantaian sebagai kabar duka yang banyak dibahas oleh media massa secara nasional, Minggu, 06/02/2011 16:46 Ahmadiyah: 3 Jamaah Tewas, 5 Luka-luka . Kejadian ini sungguh ironis dengan kegiatan yang sama di ibukota, dimana para tokoh Minggu, 06/02/2011 11:22 WIB Politisi & Tokoh Agama Hadiri Pekan Kerukunan Beragama

Melihat tayangan maupun foto, Senin, 07/02/2011 13:39 WIB Beredar di Youtube, Jemaat Ahmadiyah Disiksa dengan Kejam, maka sebuah peristiwa rusuh massa telah menjelma menjadi ajang penyiksaan, Senin, 07 Februari 2011 , 03:03:00 Ahmadiyah Diserang Lagi Pemerintah Dituding Tak Tegas, Tiga Orang Tewas

Sejumlah warga melindungi korban dari pihak Jemaat Ahmadiyah yang tak sadarkan diri akibat insiden bentrokan di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (6/2). Foto : JPPhoto
Dibalik Tragedi Ahmadiyah

Peristiwa ini diberitakan secara meluas dan menasional, ujung-ujungnya adalah sebuah ramai tentang masalah, Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri tetap Dipertahankan. SKB yang dikeluarkan tgl 6-juni-2008 atau 14-januari-2008, itulah yang ramai mengemuka, sehingga inilah kata kunci tahun 2008 sebagai sebuah warning yang benar dari artikel yang sudah dituliskan sebelumnya, yaitu Adjie Massaid Meninggal Dunia, Mengapa Tepat 5-2-2011 ?. Sekali lagi korban dari bentrok manusia HANYALAH awal dari duka yang tergenapkan dalam fase 2008 ini.

Tragedi Ahmadiyah adalah sebuah konflik api dalam sekam, yang telah mengemuka pada tahun 2008 dengan terbitnya SKB tsb, Mendagri: Tidak Ada Kegagalan SKB Terkait Insiden Cikeusik

Headline News / Hukum & Kriminal / Senin, 7 Februari 2011 00:32 WIBMetrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, insiden berdarah di Desa Umbuhan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, tidak disebabkan gagalnya surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri.  “Yang perlu disoroti dari tragedi Cikeusik adalah penyerangannya. Itu konflik antara masyarakat. Terkait masalah ini, SKB tidak dapat dikatakan gagal. Namun, SKB ada baiknya kita pelajari ulang,” ujar Gamawan di Jakarta, Ahad (6/2). SKB tiga menteri dikeluarkan pada 14 Januari 2008. Isinya memerintahkan untuk menghentikan kegiatan Ahmadiyah di Indonesia.  Berikut adalah isi lengkap SKB 3 Menteri yang berkenaan dengan Ahmadiyah :

1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 2005 tentang pencegahan penodaan agama.
2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam pada umumnya, seperti pengakuan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
3.Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenai sanksi seusai peraturan perundangan.
4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.
5.Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah dapat dikenai sanksi sesuai perundangan yang berlaku.
6.Memerintahkan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini. (**)

Api dalam sekam tahun 2008 ini membawa korban di awal tahun 2011 setelah sebelumnya tokoh muda nasional yang meninggal mendadak, sebelumnya lagi Kapal Terbakar, Kereta Tabrakan: Mengapa Terjadi Tgl 28-Januari-2011 ? kesemua ini adalah cermin peristiwa yang di tahun 2008 akan mengemuka di tahun 2011 ini sebagai peringatanNya.

Kliping berita: Pemerintah Dituding Tak Tegas, Tiga Orang Tewas

JAKARTA – Ketidaktegasan pemerintah dalam menuntaskan polemik seputar pelarangan aliran Ahmadiyah di Indonesia memunculkan masalah baru. Sedikitnya tiga nyawa anggota Ahmadiyah melayang akibat bentrok di Cikeusik, Pandeglang, Banten pada Minggu (6/2) 10:45 WIB pagi. Belum diketahui pasti pemicu penyerangan yang berujung bentrok berdarah yang menewaskan Roni (20), Parno (35), dan Mulyadi (35) dan melukai sejumlah anggota Ahmadiyah.

“Kami diserang. Itu saja, yang pasti tidak ada kami memprovokasi warga kami tahu diri kalau kami minoritas,” ujar juru bicara Ahmadiyah Mubarik Ahmad ketika dihubungi di Jakarta kemarin.

Menurut Mubarik, para anggota jamaah Ahmadiyah itu diserang ketika sedang melakukan silaturahmi di kediaman salah satu tokoh yakni Ustadz Suparman di Cikeusik, Banten. Tanpa sebab yang jelas tiba-tiba saja warga menyerang kediaman Suparman. Mereka datang dengan membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan secara membabi-buta sehingga tiga orang anggota jamaah meninggal.

Beruntung, ketika terjadi penyerangan, Suparman dan keluarganya, telah diungsikan ke Pandeglang, karena telah mendapat kabar penyerbuan itu. “Kepolisian sudah melakukan pejagaan namun jumlahnya tidak seimbang,” jelas dia.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos menyebutkan bahwa penyerangan terjadi akibat sikap jamaah Ahmadiyah menantang warga setempat. Namun, hal itu dibantah keras oleh Mubarik. Menurut dia yang terjadi adalah murni penyerangan karena itu dia meminta kepolisian mengusut tuntas kejadian itu.

Pasca bentrokan Kementerian Kordinator Politik Hukum dan Keamanan menggelar rapat mendadak.Rapat digelar di Kantor Menko Polhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pukul 20.00 WIB tadi malam. Rapat dihadiri Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Agama Surya Dharma Ali dan Jaksa Agung Basrief Arief.

“Pemerintah mengutuk keras penyerangan ini dan kami pastikan akan mengusut tuntas siapa pelakunya. Pemerintah melarang aksi kekerasan terhadap sesama anak bangsa. Karena itu, aparat harus bertindak tegas dan mengusut pelaku kekerasan,” singkat Djoko jelang pertemuan tertutup tersebut.

Secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengutuk keras aksi penyerangan terhadap anggota Ahmadiyah tersebut. Said mengatakan secara akidah, kalangan Islam, termasuk NU, tidak membenarkan ajaran Ahmadiyah karena menyimpang.

Namun hal itu bukan berarti tindakan semena-mena boleh dilakukan terhadap anggota Ahmadiyah. “Tidak ada kekerasan yang dibenarkan. Kalau mereka dicaci maki, dipukuli, dibunuh, diusir, dan rumahnya dirusak akan membuat mereka semakin fanatik,” jelas dia.

Said mengatakan, solusinya adalah mengajak Ahmadiyah kembali ke Islam yang benar melalui dialog. Said optimistis anggota Ahmadiyah bisa menerima dengan baik ajakan untuk kembali ke ajaran Islam jika pemahaman mereka diluruskan. “Jika nabi palsu Mushaddeq saja bertaubat mengakui kekeliruannya maka mereka pasti bisa,” jelas dia.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) H Amidhan menambahkan, kekerasan yang terjadi ini akibat pemerintah tidak tegas memberlakukan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pembubaran Ahmadiyah. Padahal harusnya jamaah Ahmadiyah mematuhi SKB pemerintah dan membubarkan diri dengan legawa. Tentunya, pemerintah harus menindak mereka yang menolak membubarkan diri.

“Telah ditetapkan jika Ahmadiyah tidak boleh mengajarkan ajarannya. Namun kenyataaannya Ahmadiyah tetap mengajarkan ajarannya,” kritik dia.

Menurut Amidhan, SKB yang tidak dilaksanakan dengan tegas memicu keresahan warga. Apalagi, aktivitas Ahmadiyah terus dilakukan dan ketika beraktifitas mereka kerap dilindungi polisi. Hal itu yang justru memicu kesalahpahaman dan terjadilah bentrokan fisik. Karena itu, Amidhan meminta agar pemerintah tegas membubarkan Ahmadiyah. “Atau Ahmadiyah dijadikan agama tersendiri, dan tidak masuk dalam bagian agama Islam,” pungkas dia. (zul)

About these ads

Information

This entry was posted on Februari 7, 2011 by in Berita, Fenomena, Islam.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: