Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Siapa Pengatur Skenario Rusuh Tarakan dan Rusuh Ampera ?

rusuh_tarakan_26_9_2010_next_99_66_dari_rusuh_priok_14_6_2010

Rusuh tarakan yang telah terjadi sampai berlarut larut, dimulai 26-9-2010, sampai berhari-hari seperti diberitakan oleh media , Rusuh Tarakan Berlanjut, Lima Nyawa Jadi Tumbal

tarakan-rusuh-kantor-walikota-dirusak_

TARAKAN – Suasana Kota Tarakan, Kalimantan Timur, kemarin (29/9) masih mencekam. Bentrok antarwarga masih terjadi. Akibatnya, dua orang tewas kemarin. Maka, sejak Senin (27/9) hingga kemarin sudah lima warga yang tewas dan puluhan orang lain mengalami luka-luka dalam bentrokan fisik tersebut. Selain itu, ribuan warga yang khawatir terkena imbas bentrokan tersebut memilih meninggalkan rumah masing-masing. Mereka mengungsi ke kantor-kantor polisi maupun markas TNI. Mereka diangkut mobil-mobil aparat menuju lokasi yang aman. Sementara itu, upaya damai dilakukan oleh berbagai pihak. Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak bersama Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tan Aspan, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal H.P., dan Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Nga­dino menghelat rapat koordinasi di ruang VIP Bandara Juwata, Tarakan. Pertemuan damai itu tentu saja juga dihadiri tokoh adat dan tokoh masyarakat serta pihak-pihak yang bertikai. Dalam pertemuan tersebut, Awang mengatakan, bentrokan yang terjadi pada 27-29 November itu merupakan “hari kelabu” bagi Kalimantan Timur.

“Meskipun pernah terjadi (bentrokan), semua bisa diselesaikan secara hukum. Tidak sebesar (Tarakan) itu,” kata Awang. Gubernur menegaskan, bentrokan di Tarakan sebenarnya bukan pertikaian antarsuku, melainkan tindak kriminal murni. Dengan begitu, penyelesaian kasus itu harus ditempuh melalui jalur hukum. “Dengan begitu, tidak ada istilah menang atau kalah. Dua-duanya menang karena rakyat kembali berdamai,” tutur dia. Untuk itu, Awang meminta kelompok warga yang bertikai melucuti senjata mereka dan menyerahkannya kepada polisi. Sementara itu, kemarin jumlah pasukan keamanan di Tarakan terus bertambah. Hampir seluruh aparat kepolisian dari polres-polres di wilayah utara diterjunkan ke Tarakan. Antara lain, personel Polres Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Berau. Juga ada bantuan pasukan dari Batalyon Infanteri Yonif 613 Raja Alam, Brigade Infanteri (Brigif) Bulungan Cakti, Brimob Polda Kaltim, Brimob Kelapa Dua Mabes Polri, dan Pasukan Khas (Paskhas) TNI-AU dari Makassar. Seluruh aparat TNI di Tarakan, baik AD, AU, AL, maupun Lanud, ikut membantu mengamankan kondisi Tarakan. Kepada wartawan Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Awang mengatakan akan sangat berupaya mengembalikan kondisi Tarakan agar cepat normal lagi. “Mudah-mudahan rapat pimpinan bersama tokoh masyarakat di Tarakan kali ini membuahkan hasil konkret,” ucap Awang.

Minta Tokoh Adat Turun Tangan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para tokoh adat dan agama turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah di Tarakan, Kaltim. Langkah terpadu harus dilakukan oleh aparat beserta kepala daerah dan tokoh masyarakat. Tujuannya, mencegah meluasnya kekerasan agar tidak menjadi tragedi seperti di Sampit, Kalteng, satu dekade silam. Presiden mengatakan, kasus kekerasan seperti di Tarakan tidak boleh hanya diserahkan kepada kepolisian dan TNI. “Karena itu berangkat dari masyarakat, saya berharap gubernur, bupati, wali kota, serta tokoh agama dan adat turun ke lapangan, menyadarkan semuanya. Janganlah terus dikembangkan kekerasan seperti itu,” ucap SBY di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin. Pejabat setempat, terang SBY, juga harus melakukan langkah cepat dan nyata. Berdasar pengalaman, konflik etnis di Sampit sepuluh tahun lalu, papar dia, terjadi karena penanganan yang kurang cepat. “Sama, bermula dari perselisihan atau perkelahian antara satu dua orang dari komunitas yang berbeda. Kemudian, meluas, membesar sampai terjadi konflik horizontal yang luas, mengakibatkan korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit,” tutur dia.

SBY mengatakan, konflik Tarakan tidak bisa dianggap sebagai peristiwa biasa. Aparat juga tidak boleh menganggap remeh masalah itu, seperti saat kasus Sampit bermula sepuluh tahun lalu. Seperti diketahui, waktu terjadi kasus Sampit, SBY menjabat Menko Polhukam. Presiden pun meminta pihak yang bertikai segera mengakhiri perselisihan. “Saya juga mengimbau saudara-saudara kita dari dua komunitas atau suku yang terlibat perselisihan mengakhiri (konflik) dan yang bersalah diberi sanksi. Marilah kita cegah kekerasan-kekerasan yang tidak perlu karena hanya akan merugikan kita semua,” ujar SBY. Terpisah, Kapolri Jenderal Bam­bang Hendarso Danuri menyatakan telah melakukan sejumlah upaya pengamanan untuk konflik Tarakan. Sejak kemarin malam, bantuan pengamanan dari Brimob sudah disiapkan. Markas Komando Brimob di Kelapa Dua telah melaporkan upaya pengamanan kepada presiden. “Tadi (kemarin, Red) pukul dua pagi sudah lapor kepada presiden,” terang Bambang menjelang rapat Tim Pengawas Century kemarin. Selain Brimob, satu pasukan dari Batalyon Deops TNI sudah diperintahkan bergeser ke Tarakan. Kapolri menyatakan, pengiriman itu merupakan hasil koordinasi Polri dengan TNI soal langkah pengamanan atas potensi berlanjutnya konflik Tarakan. “Tokoh masyarakat dan adat di sana diminta menahan diri. Tidak perlu ada kekerasan lagi,” ucap dia. Kapolri menyatakan, upaya pertama adalah melakukan evakuasi. Menurut dia, langkah itu merupakan upaya pencegahan agar konflik tidak berkepanjangan. Dia mengingatkan bahwa siapa pun bisa memanfaatkan konflik itu agar penduduk terus terprovokasi. “Sudah ada deteksi dini supaya semua sistem jalan,” papar dia. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, konflik di Tarakan murni bersifat kriminal. Dia meminta polisi segera mencari dan menghukum para pelakunya. “Karena membunuh, pasti itu kesalahan. Itu harus dihukum,” ujar Kalla setelah menghadiri Temu Nasional Pengusaha KAHMI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, kemarin. Dia menyampaikan, persoalan tersebut harus segera diselesaikan agar tidak semakin luas. Apalagi, sumber masalahnya merupakan konflik antarpribadi. “Itu kan masalah pribadi yang dibuat konflik oleh perorangan,” ucap dia. Karena itu, tegas mantan Wapres tersebut, tindakan hukum yang tegas merupakan salah satu langkah penyelesaian yang baik dan adil. Upaya itu juga efektif untuk menenangkan masyarakat. “Saya harap semua menyadari. Jangan sampai masalah tersebut melebar, menjadi masalah kedaerahan, masalah suku, dan sebagainya,” imbuh dia. Adakah potensi konflik di Tarakan terus meningkat seperti Poso? “Agak beda. Di Poso, ada masalah politik dan agama. Itu (konflik Tarakan, Red) tidak. Tidak ada masalah politik, tidak ada masalah agama,” terang dia. Kalla berpesan, tidak boleh lagi ada yang membeda-bedakan bangsa di suatu daerah. “Baik penduduk asli maupun yang datang belakangan, tentu semua bersama-sama membangun daerah. Tidak menjadikan itu sebagai suatu masalah,” tegasnya. Kalla menambahkan, PMI sudah turun untuk memberikan bantuan kesehatan di lokasi konflik. Mereka mulai menyiapkan ambulans sampai membikin dapur umum bagi pengungsi. “Termasuk, mengambil peran bersama pejabat daerah untuk mencegah (konflik) itu terjadi (meluas, Red),” ucap Kalla.

Bentrok Lagi, Dua Tewas

Sementara itu, bentrokan kembali terjadi di Tarakan kemarin. Bentrokan tersebut merenggut dua korban jiwa. Dalam bentrokan di kawasan Jl Yos Sudarso itu, polisi yang berjaga-jaga tak bisa berbuat banyak. Dengan tambahan dua korban tersebut, berarti sampai tadi malam sudah lima orang yang tewas gara-gara konflik itu. Seorang tewas Minggu malam (26/9), dua korban meninggal Selasa malam (28/9), lalu dua orang lagi tewas kemarin pagi. Dua korban terakhir diketahui bernama Iwan, 31, dan Unding, 30. Mereka dibawa mobil polisi ke RSUD Tarakan.

Bentrokan kemarin terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Saat itu Tarakan gerimis. Massa Bugis Letta yang mengenakan ikat pita berwarna putih datang dan berhadap-hadapan dengan massa suku Tidung yang memakai pita kuning. Aparat yang berjaga-jaga ternyata tak bisa berbuat banyak sampai akhirnya dua massa tersebut bentrok dan timbul korban jiwa. Salah seorang di antara tiga warga yang tewas sebelumnya adalah Abdullah. Diduga, dia meninggal karena dianiaya warga yang kemudian menyulut bentrokan Tarakan hingga kemarin. Dua korban lagi adalah Pugut dan Mursidul Armin. Mereka tewas menyusul pembakaran enam rumah warga Selasa malam lalu. Dua di antara enam rumah itu milik Syarifudin dan Nurdin. Empat rumah lain milik Haji Sani. Pugut dan Mursidul ditemukan tak bernyawa di rumah Haji Sani. (jpnn/sof/bay/pri/c11/ari)

Pada bahasan lain, disebutkan pula, betapa mencekamnya peristiwa itu, Tarakan Masih Mencekam, Aktivitas Warga Lumpuh, Toko dan Pusat Perbelanjaan Tutup, Sekolah Diliburkan

[ Rabu, 29 September 2010 ]

TARAKAN – Tarakan masih mencekam kemarin (28/9). Aktivitas warga lumpuh. Toko-toko dan pusat perbelanjaan tutup. Sekolah pun diliburkan. Jalanan di Tarakan tampak lengang.Konsentrasi massa masih terlihat di beberapa titik. Polisi dan aparat keamanan masih bersiaga di tiap sudut kota. Warga takut karena isu yang beredar menyebutkan bahwa masih ada sweeping dan pembakaran rumah. Wali Kota Tarakan H Udin Hianggio menyatakan, pemkot bersama aparat keamanan tidak akan diam. Kemarin kepolisian melakukan upaya preventif dengan menyita senjata tajam yang digunakan tidak pada tempatnya. “Saya terus berupaya mendekati kelompok-kelompok masyarakat. Intinya, kami minta semua menahan diri,” katanya. Kapolres Tarakan AKBP Dharu Siswanto saat dikonfirmasi menyebutkan, Polres Tarakan dan Brimob Polda Kaltim memang merazia senjata tajam (sajam). Itu merupakan langkah preventif untuk mencegah sweeping oleh kelompok masyarakat. “Jumlah sajam yang disita belum diketahui. Tapi, kami imbau warga untuk tak membawa sajam yang tidak pada tempatnya,” katanya.

Dikatakan, beberapa titik yang dinilai rawan konflik adalah Kelurahan Mamburungan, Juata Permai, Pasar Beringin, dan wilayah kota. Untuk memperkuat pengamanan, Polres Tarakan dibantu personel Polres Bulungan, Polres Nunukan, Brimob Malinau, dan Polda Kaltim.Kepada warga, Kapolres berpesan agar tidak mudah memercayai isu yang beredar, baik dari mulut ke mulut maupun SMS. “Kami harap, masyarakat mencermati kondisi keamanan,” ujarnya.Ditanya soal pembunuhan yang memicu kemarahan warga, Kapolres menyatakan sudah menahan beberapa orang. “Mudah-mudahan segera terungkap,” tegasnya. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan juga mengimbau warga Tarakan untuk tak terprovokasi insiden di Juata Laut Senin lalu tersebut. “Warga jangan terpancing informasi yang belum diketahui kebenarannya,” kata Ketua MUI Tarakan Syamsi Sarman. MUI Tarakan juga berharap, aparat keamanan bertindak cepat dalam menyelesaikan permasalahan antarsuku di Bumi Paguntaka tersebut. “Semoga kasus ini tidak meluas,” harapnya. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah dihasut. “Saya mendapat laporan bahwa semua pihak yang berkaitan sudah turun, termasuk tokoh masyarakat di sana. Ini menggembirakan. Kami berharap, masalah itu bisa diselesaikan dengan damai,” katanya. Menurut dia, pihaknya sudah melaporkan kerusuhan tersebut kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. “Agar persoalannya tidak melebar. Saya berharap, masalah ini bisa diselesaikan dengan damai,” kata Awang kemarin. Ditanya tentang anggapan bahwa kerusuhan itu terjadi karena aparat keamanan di sana kurang sigap, Awang mengakui telah mendengar tudingan itu sejak lama. Namun, dia menyatakan, “Tidak perlu saling menyalahkan. Sistem keamanan di sana tentu akan dimaksimalkan.” (tim/jpnn/c13/soe)

Tidak berapa lama kemudian rusuh berganti menjadi rusuh di ampera, Bentrok di Depan PN Jakarta Selatan, Tiga Tewas
Libatkan Dua Kelompok, Pakai Senjata Tajam dan Senpi

[ Kamis, 30 September 2010 ]

bentrok_ampera

JAKARTA – Suasana di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, kemarin (29/9), berubah bak medan pertempuran. Dua kelompok massa terlibat saling bentrok. Di antara mereka ada yang bersenjata tajam. Bahkan ada yang sampai memuntahkan peluru dari senjata api. Pertemuan dua kelompok yang saling bertikai tersebut terkait dengan sidang kasus Blowfish yang hari itu disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Gedung pengadilan tersebut terletak di Jalan Ampera Raya. Awalnya, di PN Jaksel sedang dilangsungkan sidang kasus yang melibatkan mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Itu merupakan sidang perdana bagi jenderal berbintang tiga tersebut. Sidang Susno berakhir pukul 12.30. Menurut agenda, setelah sidang kasus Susno, dilangsungkan sidang kasus Blowfish. Yakni, kasus perkelahian antara petugas keamanan Diskotek Blowfish di Jalan Gatot Subroto dan kelompok pengunjung (selengkapnya tentang kasus ini baca berita Karena Tak Bisa Masuk Diskotek).

Menjelang dimulainya sidang kasus Blowfish, puluhan orang terlihat bergerombol di halaman depan PN Jaksel. Namun, tiba-tiba, dari arah Cilandak, datang sekelompok orang yang menyerang kelompok yang berada di depan gedung pengadilan tersebut. Mereka yang datang menyerang itu menumpang tiga Kopaja 608 (bus) jurusan Blok M-Tanah Abang. Mereka menyerang dengan senjata api (pistol), ketapel, serta panah. Kejadian tiba-tiba tersebut membuat suasana di depan pengadilan menjadi ramai. Kelompok massa yang berada di PN membalas serangan itu dengan parang dan senjata tajam lainnya. Petugas kepolisian yang sebelumnya menjaga sidang Susno langsung mensterilkan Jalan Ampera. Kendaraan yang datang dari arah Kemang dan hendak menuju Cilandak atau Ragunan dipaksa untuk balik arah. Sementara itu, kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang sudah berada di Jalan Ampera berusaha segera keluar dari jalan tersebut. Jalanan yang sudah lengang membuat perang terbuka tak terelakkan. Kelompok yang berada di pengadilan berusaha berlindung dari tembakan kelompok yang menumpang Kopaja. Saat suara tembakan tak terdengar lagi, mereka balas bergerak. ”Peluru mereka habis. Peluru habis,” ujar salah seorang anggota kelompok mengajak rekannya untuk balik menyerang sembari mengacungkan parang.

Tembakan peringatan yang sempat dikeluarkan polisi tak serta-merta menghentikan keributan. Upaya petugas untuk melerai pun tak banyak membuahkan hasil. Bentrokan mulai reda setelah personel tambahan dari Polda Metro Jaya datang dan membuat barikade untuk memisahkan dua kelompok. Nus Key, seorang pemuda yang mengaku dari Maluku Utara, mengungkapkan, dirinya bersama teman-temanya sedang menunggu sidang kasus Blowfish. ”Tiba-tiba, mereka datang. Diduga dari kelompok Flores. Begitu turun, langsung menyerang, cabut pistol, dan parang. Anak-anak ditembakin,” tuturnya kepada wartawan. Dia tidak bisa memastikan dari mana kelompok yang telah menyerang kelompoknya tersebut. ”Yang pasti, mereka yang bermasalah dengan saya di Blowfish,” imbuhnya.

Menurut Key, kekuatan kelompok penyerang lebih banyak dibanding pihaknya. Dia menyebut jumlah 50 orang yang berada di pengadilan. ”Polisi seharusnya bertindak. Mereka punya senjata api. Jadi, harus ditangkap. Kami bereaksi karena ada anak-anak yang mati. Artinya, kami beraksi untuk membela diri,” terangnya. Dalam peristiwa tersebut, menurut polisi, tiga orang tewas. Mereka adalah Fredy Merkuri, Syaifudin, dan Agustinus Tomazoa. Syaifudin ditemukan tewas di depan kantor Medco dalam kondisi tangan kanan putus dan wajah nyaris sulit dikenali. Dia diduga sebagai sopir Kopaja yang membawa rombongan penyerang. Agustinus ditemukan tewas di dalam kantor Law Office Ray Tofik Chandra. Sementara itu, lokasi tewasnya Fredy tidak diketahui. Seorang korban lainnya berkondisi kritis karena terkena tembakan. Dia adalah Jaya Kusuma Madang yang dirawat di RS Pondok Indah. Bukan hanya pihak yang bertikai, tiga polisi juga menjadi korban. Termasuk, Kapolres Jaksel Kombes Pol Gatot Eddy Pramono. Dia terserempet peluru di lutut kirinya. Dua polisi lainnya adalah Briptu Gerhana (luka tembak di kaki) dan AKP Lambua (luka tembak di telapak tangan). Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar yang ikut terjun di lokasi bentrokan menuturkan, pihaknya masih menyelidiki motif di balik penyerangan itu. Dia mengungkapkan, petugas memperoleh barang bukti berupa delapan selongsong proyektil dari senjata api yang ditembakkan. “Kami masih terus mendata guna menyelidiki kejadian ini,” katanya. “Kami juga perlu memastikan kelompok-kelompok ini dari mana. Akan kami dalami,” tambah Kapolres Jaksel Gatot Eddy Pramono. Informasi yang diperoleh koran ini, peristiwa bentrok kemarin terkait dengan insiden dalam persidangan kasus Blowfish yang digelar pekan lalu (22/9). Ketika itu, terdakwa diserang kelompok pendukung korban. Terdakwa Bernadus Malela saat keluar dari ruang tahanan menuju ruang sidang mendapat pukulan dari massa pendukung korban. Terdakwa lainnya, Karnoslolo, juga sempat diincar. Namun, massa dapat dibubarkan petugas dengan tembakan peringatan.

Bentrokan di Jalan Ampera kemarin mendapat perhatian dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo. Dia ikut turun meninjau lokasi bentrokan. Dia membantah kecolongan dengan terjadinya insiden tersebut. “Kejadiannya di jalan, sementara kami konsentrasi di sidang pengadilan,” ujarnya. Namun, Timur mengatakan, aparatnya berhasil melokalisasi area bentrokan. Kemudian, petugas menyisir dan menolong korban. Jenderal bintang dua itu mengungkapkan, pihaknya tetap melakukan pengamanan seperti biasa pada persidangan-persidangan mendatang. Namun, pihaknya juga memberikan pengamanan lebih di luar area sidang. “Kami akan terus lakukan sidang lanjutan, artinya di tempat yang sama, dan kami tidak ragu-ragu untuk segera menye­lesaikan kasus ini,” paparnya. Sementara itu, Humas PN Jaksel Ida Bagus Dwiyantara menga­takan, pihaknya tengah mempertimbangkan memindahkan lokasi persidangan kasus Blowfish. “Tapi, baru wacana dan akan dikonsultasikan. Sebaiknya memang di kantor polisi,” kata Ida Bagus. Gara-gara kerusuhan itu, sidang kasus Blowfish kemarin ditunda. Pihaknya, lanjut Ida Bagus, juga akan membuat laporan ke ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sekaligus meminta persetujuan pemindahan lokasi sidang kasus Blowfish. “Kami akan koordinasikan juga dengan pihak keamanan.” (fal/ibl/jpnn/c5/c2/kum)

Persoalan yang menjadi dasar rusuh ampera ini tiada lain masalah sepele, yaitu Gara-Gara Tak Bisa Masuk Diskotek Blowfish

rusuh_amperaGara-Gara Tak Bisa Masuk Diskotek Blowfish
BENTROKAN di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin siang (29/9) terkait dengan sidang kasus Blowfish. Kasus itu terjadi pada 4 April lalu di Diskotek Blowfish, City Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Ketika itu, seorang pengunjung bernama Albert tidak bisa masuk area Blowfish karena tidak memesan tempat lebih dulu. Penolakan itu membuat Albert tersinggung yang berlanjut pada perselisihan dengan anggota keamanan diskotek. Adu jotos antara Albert yang dibantu beberapa temannya dan anggota keamanan diskotek pun tak dapat dihindarkan. Keesokannya, kelompok Albert melancarkan serangan balasan. Petugas keamanan diskotek sempat kewalahan dan akhirnya meminta bantuan orang-orang dari luar tempat hiburan itu. Perkelahian makin besar. Bentrokan tersebut mengakibatkan tewasnya M. Sholeh. Teman Albert itu terkena tusukan senjata tajam. Selain Sholeh, perkelahian menewaskan Yopi Inggratubun yang meninggal setelah dirawat dua minggu di RS Medistra. Yopi juga kawan Albert. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar mengungkapkan, perkelahian itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan diskotek yang sebelumnya dipukul calon pengunjung yang tidak bisa masuk diskotek. Dalam insiden di Blowfish itu, polisi menahan empat pemuda yang diduga mengeroyok Sholeh. Selain itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, balok, minuman keras, pisau, besi, serta beberapa senjata tajam lainnya. Meski sudah diajukan ke sidang, kasus itu belum memuaskan pihak korban. Buktinya, saat sidang dilangsungkan di PN Jaksel 22 September lalu, pendukung korban mengeroyok terdakwa Bernadus Malela saat keluar ruang tahanan menuju ruang sidang. Akibatnya, wajah Bernadus berdarah dan menderita lebam karena terkena bogem mentah. Hal serupa hampir dialami terdakwa Karnoslolo, namun petugas berhasil mencegah. (fal/c5/ari)

rentetan_kejadian_dalam_siklus_kembar_untuk_menarik_perhatian

Siapa Pengatur Skenario Rusuh Tarakan dan Rusuh Ampera ?


Sebuah pertanyaan mengenai siapa pengatur skenario dari dua rusuh tersebut ? tiada lain hal itu terjawab dari beberapa aktor yang terlibat sebagai atribut dari kejadian itu. Dimulai dari rusuh tarakan, tersebutlah dua faktor yaitu Suku Tidung dan Suku Bugis di Tarakan, Kaltim. Salah satu korban yang menonjol dapat diungkap dari berita ini, Jenazah Korban Rusuh Tarakan Tiba di Makassar‎ tiada lain tempat tersebut sebelumnya terjadi pemberitaan dalam masalah ke-udara-an yaitu Mengapa Tiga Teknisi Sukhoi Tewas di RI ? Persoalan rusuh tarakan, membawa kita pada ingatan tempat makassar yang berupa tewasnya tiga teknisi sukhoi rusia.

Setelah rusuh tarakan, berlanjut pada rusuh ampera di Jakarta, dimana kejadian itu bermula dari kasus di bulan april-2010. Perhatikan dengan benar tgl 4-4-2010 itulah kasus rusuh ampera berawal, dan kini muncul dengan kejadian yang rusuh yang merupakan rangkaian dari rusuh tarakan. Tgl 4-4-2010 kasus itu, maka 6 hari berikutnya terjadilah tgl 10-4-2010 pesawat presiden polandia jatuh di rusia (ingat teknisi sukhoi rusia yang tewas di makassar), kemudian 10 hari dari kerusuhan itu, maka kerusuhan yang lebih besar terjadi di priok tgl 14-4-2010. Artinya, baik rusuh tarakan maupun rusuh ampera adalah sebuah titik acuan untuk melihat kejadian di bulan April-2010, dimana terjadi dua rusuh besar yaitu rusuh priok dan rusuh batam.

priok(rusuh tanjung priok)
  1. Kejadian tgl 14-4-2010:  Tragedi Tanjung Priok, Bagian dari Bab Bencana yang Hilang
  2. Kejadian tgl 22-4-2010: Batam Rusuh: Bagian Dari Skenario Besar

Tragedi Tanjung Priok, Bagian dari Bab Bencana yang Hilang


Tragedi tanjung priok yang terjadi tgl 14-4-2010 merupakan sebuah ‘tali temali’ panjang dari persoalan yang telah lama dan pada akhrinya muncul dan meletus sehingga menimbulkan korban harta & jiwa:Tanjung Priok Berdarah, Satpol PP Bentrok dengan Warga, Tiga Tewas

tragedi_tanjung_priok_14_4_2010_dan_tanda_kiamat_55

Peristiwa berdarah itu terjadi ketika aparat satpol PP akan menertibkan areal pemakaman atas perintah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Tapi, upaya tersebut ditolak warga. Alasannya, pemakaman itu termasuk yang dikeramatkan karena terdapat makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias Mbah Priok.

gerhana_matahari_chile_11_juli_2010_membentuk_simbol_55_dan_33Perhatikan tgl kembar 11-juli-2010 terjadi gerhana matahari total yang merupakan 88 hari setelah rusuh tanjung priok, sesungguhnya 11+88 adalah 99 yang merupakan simbol asmaul husna. Sekali lagi perhatikan gambar dibawah ini setelah gerhana matahari di chili, 83 hari (8+3=11 juga) terjadi awal bencana dahsyat yaitu 2-oktober-2010 sebagai empat KA sekaligus saling bertabrakan.

Sebuah nilai 83 adalah Gerhana, dimana G=7,e=5, …. = 71 dan tgl terjadi gerhana matahari total adalah 11-7-2010 membentuk 1+1+7+2+0+1+0=12,sehingga 71+12=83.

gerhana_matahari_total_11_juli_2010_dalam_rentetan_siklus_sebelas

Perhatikan urutan demi urutan yang lain ketika Presiden SBY diberikan sebuah tanda yang nyata, sebelum 4 bencana terjadi di bulan 10-2010

rusuh_tanjung_priok_bab_bencana_14_4_2010_dalam_urutan_4_duka_2010

Semua Icon Terbakar 22 April 2010


Waspada di tanggal kembar kembali terjadi serentak di tiga kota besar yang menjadi icon yaitu, Bali, Batam dan Medan. Kebakaran sudah biasa di indonesia, tetapi Mengapa mereka terbakar serentak ini?  Peristiwa penting yang terjadi pada hari itu (tgl 22, Kamis,22/04/2010) antara lain:

kuta_square_terbakar14:22  Kuta Square Terbakar

14:22  Kuta Square Terbakar

12:26  Rusuh Batam Diincar Ribuan Karyawan Kapal, 35 Pekerja Asing Diungsikan Polisi

Perhatikan dengan benar kejadian penting tsb di Bali, Batam dan Medan; semua bersentuhan dengan icon bagi dunia luar. Bali terkenal dengan touris, Batam terkenal dengan kota Internasional dan peristiwa di Medan berkaitan dengan kebakaran hotel asing. Siklus 22 berputar sebagai peristiwa yang serentak terbakar di tiga kota yang berjauhan, siapa yang mengatur ?

letusan_merapi_26_10_2010_sebelum_terjadinya

Setelah dua rusuh di bulan April-2010 itu terjadi, maka tiba-tiba saja tgl 29-april-2010: Meteor Jatuh Di Jakarta, Sebuah Tanda Yang Jelas Hal ini berarti bahwa dibulan april-2010 lalu, kerusuhan demi kerusuhan terjadi, kemudian diturunkan sebuah meteor yang cukup langka, menimpa ibukota, maka dengan jelas dan gamblang, tiada lain kita semua harus berhati-hati pada sebuah peristiwa besar di dunia yang tergambarkan 10-april-2010 lalu lewat JATUHNYA pesawat presiden polandia di rusia (ingat teknisi sukhoi yang tewas di makassar, ingat lagi dengan rusuh tarakan yang melibatkan suku tertentu yang pada akhrinya menuju pada satu titik makassar itu sendiri).

meteor_jatuh

Sekali lagi, ingat bendera polandia itu adalah terbalik dengan indonesia, (baca Pesawat Akrobat Terbalik Namun Justru Jatuh, Jawaban Keniscayaan). DAN pada peringatan HUT RI 17-agustus-2010 yang lalu, terjadi insiden pengibaran bendera terbalik di papua, dan kini papua telah di landa gempa besar tepat peringatan G 30 S PKI yang bertepatan pula dengan peringatan satu tahun gempa padang (baca Peringatan Setahun Gempa Padang, Ditandai Terjadinya Gempa Papua dan Aceh, Mengapa ?)

Ledakan Meteor Timpa Jakarta 29-April-2010


Sebuah ledakan meteor terjadi yang menghantam jakarta di duren sawit,   Ledakan Misterius Rusak 3 Rumah Jakarta –

meteor_jatuhPolisi memastikan penyebab kerusakan 3 rumah di Jl Delima VI Gang 2, Duren Sawit, Jakarta Timur, adalah karena kejatuhan benda dari luar angkasa. Benda yang jatuh bukan buatan manusia.    “Kita pastikan itu benda dari luar angkasa. Bukan dari pesawat, atau buatan manusia,” ujar Kapolres Jaktim Kombes Pol Hasanuddin di lokasi kejadian, Jumat (30/4/2010). Banyak warga menyaksikan olah TKP itu. Sedangkan tiga rumah yang menjadi korban digaris polisi.    Menurut Hasanuddin, benda yang jatuh dan menimpa tiga rumah ada ukurannya. “Tapi saya nggak mengukur,” sambung Hasanuddin.Hasanuddin menuturkan, olah TKP telah selesai dilakukan. Puslabfor juga sudah melakukan pemeriksaan sementara.(nik/nrl)

Tujuh hari setelah siklus 22 dengan terbakarnya tiga tempat yang berbeda, muncul meteor jatuh menimpa jakarta (ingat bahwa tgl 11-maret-2009 lalu meteor juga jatuh dan akhirnya ponari dengan batu ajaibnya menjelma menjadi situ gintung yang jebol, baca Kisah Nyata Yang Tak TerCeritakan Tahun 2009 (4)). Hal ini berarti selain penantian gempa dahsyat yang disertai tsunami, maka yang jatuh dari atas akan berbahaya pula keterkaitan dengan tokoh seperti ponari. Ini terbukti di gempa dan tsunami 25-oktober-2010 kemudian letusan merapi yang menewaskan mbah marijan (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal)

meteor_jatuh_mengapa_29_4Kejadian meteor jatuh itu adalah tanda yang jelas, selain gempa yang disertai tsunami, juga akan terjadi letusan gunung merapi di bulan 10 tahun 2010 nanti. Hal ini diwarningkan kembali, Meteor Jatuh Di Jakarta, Sebuah Tanda Yang Jelas

meteor_jatuh_mengapa_tanda_yg_jelasgempa_aceh_4_7_2010_dalam_siklus_sebelas

meteor_jatuh_mengapa_tanda_yg_jelasbanjir_22_2_2010_ke_banjir_17_8_2010_jakarta

Para Pejabat di -ingatkan akan Bencana yang Telah Dekat


Rumah Presiden, Wapres, Rumah Gubernur Jawa Barat dan jalanan semua menunjukkan keanehan (baca Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ?. Setelah rumah, berikutnya jalan demi jalan juga mengalami keanehan, Jalan Cikini Meledak, Jalan Martadinata Ambles dan Jalan Naripan Terbakar: Sebuah Keniscayaan). Tepat  9/9/2010, terberitakan sebagai ,Rumah Dinas Wapres Tertimpa Pohon Kamis, 9 September 2010… Rumah Dinas Wapres Tertimpa Pohon Headline News / Metropolitan / Kamis, 9 September 2010

Rumah Dinas Wapres & Jakarta di landa Hujan deras serta Angin Kencang di malam takbiran tgl kembar 9/9/2010


rumah_dinas_wapres_tertimpa_pohon_saat_takbiran_9_9_2010Rumah wapres tertimpa pohon ditanggal kembar adalah sebuah hal untuk menarik perhatian karena mudah di-ingat, akhirnya sebuah keniscayaam terjadi

mantan_ibu_negara_wafat_22_mei_2010_dan_tanda_bencana_ditanah_air

Open House Presiden SBY Membawa Korban di tanggal 10/9/2010


Tanggal kembar yang mudah di-ingat 9/9 sebagai SBY Rayakan HUT ke-61 di Malam Takbir dan akhirnya sehari setelah pohon-pohon yang tumbang diatas, maka esok harinya, Presiden Gelar Open House, Open House SBY Makan Korban Satu Tewas

open_house_sby_bawa_korban_10_9_2010_tanda_bencana_lebih_besar

Jakarta (beritajatim.com) – Acara silaturahmi presiden Susilo Bambang Yudhoyono di pintu gerbang istana bawa bencana. Korbannya adalah Jhony Malela, tunanetra asal Sulawesi.

Perhatikan urutan demi urutan yang lain ketika Presiden SBY diberikan sebuah tanda yang nyata, sebelum 4 bencana terjadi di bulan 10-2010

rusuh_tanjung_priok_bab_bencana_14_4_2010_dalam_urutan_4_duka_2010

 Empat KA Saling Bertabrakan 2-oktober-2010 Sebagai Awal Bencana Dahsyat


Setelah diberikan warning demi warning sesuai dengan pernyataan diatas, maka Tepat tgl 2-10-2010, Empat KA secara sekaligus bertabrakan (baca KA Argo Bromo Tabrak Senja Utama, Sudah Ada Firasat Sebelumnya). Sabtu, 02 Oktober 2010 , 11:37:00, Dua Tabrakan Kereta Api di Petarukan dan Solo Argo Bromo Sruduk Senja Utama, 34 Tewas !

 JAKARTA - Tragis. Dua tabrakan kereta api terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan, Sabtu (2/10) dinihari tadi. Pertama terjadi di Petarukan Pemalang, dan kedua terjadi di stasiun Purwosari Solo. Kedua peristiwa naas itu memakan korban jiwa. Di Petarukan Pemalang, diperkirakan 34 orang tewas, dan puluhan orang lainnya luka parah. Sementara di Solo, 1 orang tewas dan empat orang luka.Di Petarukan,  KA Eksekutif  Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta Surabaya menyeruduk KA Senja Utama jurusan Semarang Jawa Tengah. Lokasi kecelakaan terjadi sekitar 500 meter sebelum stasiun Petarukan, Pemalang Jawa Tengah, Sabtu dinihari tadi. Akibat benturan itu, gerbong KA Argo Bromo ringsek, nyaris tak berbentuk lagi.Hingga berita ini diturunkan, evakuasi korban masih berlangsung. Proses evakuasi terhambat karena minimnya peralatan. Sejumlah penumpang Senja Utama hingga berita ini diturunkan masih dalam posisi terjepit. Petugas masih berupaya mengeluarkan mereka, dengan sejumlah peralatan seperti juga mesin las.

KA_Bima_VS_Gaya_Baru(Sumber TVOne)

Menurut Direktur Rumah Sakit Dr. Azhari, Humar Sono, saat ini terdapat 34 korban yang tewas. “Termasuk, korban yang baru ditemukan potongan kepalanya, dan potongan tangan,” kata Humar Sono. Dari jumlah itu, baru 12 korban yang baru diidentifikasi. “Sampai sekarang tim forensik sedang bekerja, jadi tunggu sampai tim bekerja sampai selesai. Kami berusaha, hari ini akan selesai,” kata Humar Sono.

pihak PT KAI mengaku belum mengetahui secatra pasti penyebab kecelakaan. Meski Menteri Perhubungan Fredy Numberi sudah menyatakan ada kemungkinan tabrakan ini diakibatkan oleh kelalaian masinis. Namun, Kahumas PT KAI Sugeng Prijono memangku belum berani memastikan kecelakaan ini murni sebagai akibat kelalaian masinis.

“Memang, di jalur stasiun Panarukan ini ada jalur kembar, antara jalur tunggal dan jalur ganda. Menurut informasi sementara, KA Argo Bromo Anggrek memang belum diberikan izin masuk, namun tetap nekad masuk. Tetapi, detilnya kami masih terus bekerja keras untuk menyelediki,” kata Prijono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/10).

KA_Argo_Angrek_VS_KA_Senja_Utama(KA ArgoBromo VS Senja Utama sumber gambar republika.co.id)

Diperkirakan, KA Argobromo melaju dengan kecepatan tinggi, masuk ke Jalur 1 yang sudah ada KA Senja Utama jurusan Jakarta – Semarang. Akibatnya, Argobromo menabrak senja utama dari belakang dengan keras. Dahsyatnya benturan mengakibatkan tiga gerbong belakang senja utama ringsek, hingga atapnya mengelupas ka atas. Demikian pula lokomotif Argo Bromo ringsek nyaris tak berbentuk lagi,  Saksi mata menyebutkan, kejadian ini seperti orang mau harakiri, bunuh diri karena argobromo melaju dengan kencang, dan langsung menabrak Senja Utama.

Mengenai kecepatan laju kereta api, Prijono menjelaskan bahwa di jalur menjelang stasiun ini kereta boleh melaju dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. “Menurut aturan, di jalur itu KA memang bisa melaju maksimal dengan kecepatan 40 km/jam. Tetapi, kami belum melihat lokasi peristiwa, jadi kami belum bisa memastikan,” kata Prijono menambahkan.

Pada saat yang hampir bersamaan, di stasiun Purwosari Solo juga terjadi peristiwa serupa. KA Gaya Baru Malam jurusan Surabaya ditabrak KA Malam Bima yang juga sedang menuju ke Surabaya. “Kejadiannya juga mirip dengan peristiwa naas di Patarukan,” kata Prijono. Peristiwa di Solo, dipastikan merupakan kelalaian petugas pemindah pelintasan kereta api. Akibatnya, 1 orang tewas, dan empat orang luka-luka. (dd/aj/jpnn)

Banjir Wasior 4-oktober-2010 Bencana Kedua


Dua hari setelah Empat KA saling bertabrakan, maka tepat tgl 4 oktober 2010, Terjadi Banjir Bandang Wasior (baca Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior)

rentetan_kegelapan_banjir_wasior_4_oktober_2010

Gempa & Tsunami Mentawai 25-oktober-2010 Bencana Ketiga


Sebelum terjadinya Gempa & Tsunami Mentawai, munculnya Halo Matahari di mana-mana khususnya di kota padang sebagai penarik perhatian akan bencana besar yang terjadi dalam waktu dekat (baca Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?). Setelah banjir bandang Wasior, maka 21 hari berikutnya terjadilah gempa dan tsunami mentawai tepat tgl 25 oktober 2010 (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Gempa & Tsunami Mentawai). Sebuah peringatan akan datangnya gempa telah dituliskan seperti dibawah ini.

 

awas_merapi_gempa_tsunami_mentawai_awas_merapi_gempa_tsunami_mentawai_2Sebuah urutan demi urutan yang telah dituliskan, dan terbukti benar akan gempa besar ini dalam 25-10-2010 (yang berupa 2+5+1+0+2+0+1+0=11, siklus sebelas), seperti yang dituliskan diawal.

tiang_masjid_geser_sendiri_22_september_2010

Merapi Meletus Dahsyat 26-oktober-2010 Sebagai Titik Utama


Setelah itu, titik utama dari bencana demi bencana adalah meletusnya Gunung Merapi Sedahsyat-dahsyatnya hingga tokoh yang dikagumi para pejabat dan negara ikut menjadi korban. Dua puluh (22) hari setelah 4 -oktober 2010 terjadilah tgl 26 oktober 2010, Merapi Meletus (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal)awan_panas_merapi_14_6_2006_mbah_marijan_selamatPerhatikan dengan seksama gambar diatas, sebuah awan panas merapi tgl 14/6/2006 menyapu bungker kaliadem, dan rumah mbah marijan selamat, ingat tgl 14-juni-2006merapi_meletus_14_juni_2006_dan_tanda_kiamat_55Tahun 2010 sebagai perbandingan  dengan gambar dibawah ini 26-oktober-2010, tercatat 1626 hari selang waktu terjadinya antara dua awan panas tsb, dimana rumah mbah marijan tersapu awan panas yang secara tiba-tiba awan tersebut berbelok, tidak seperti tahun 2006.

ANEH .... AWAN PANAS MERAPI 26-OKTOBER-2010 SENGAJA MENGINCAR MBAH MARIJANMengapa awan panas tahun 2010 tersebut berbelok ? hingga menewaskan mbah marijan ? apakah mbah marijan tiada diberi peringatan sebelumnya ? (baca Misteri Keanehan Gunung Merapi)

merapi_meletus_26_oktober_2010_sebagai_tanda_KekuasaanNyaSebuah akibat dari sesuatu sebab yang dapat diambil hikmah dan pelajaran sebagai bagian tanda-tanda kekuasaanNya

gunung_merapi_meletus_dahsyat_26_10_2010

gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Titik Utama ini sebenarnya telah diperingatkan akan terjadinya bahwa manusia sudah kelewatan sikap dan perbuatannya, hingga suatu masa

rentetan_kegelapan_banjir_wasior_4_oktober_2010

Peringatan Sebelum Merapi Meletus Dahsyat 26-okotber-2010


Sebuah peringatan demi peringatan yang digaungkan akan terjadinya “rencana besar” yang akan terjadi sebagai titik utama dari kisah ini, dimulai banyaknya artis yang bermasalah tahun 2010, salah satu contoh adalah Pornografi marak, Heboh Video Mesum dan Porno mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, Ada Apa ? yang memuat kode ‘kiamat’ yang aneh

ariel_peterpan_dan_kode_kiamatKemudian secara tiba-tiba setelah itu, gunung Sinabung yang sekian lama tidur, tiba-tiba ‘bangun’ seperti pada gambar berikut ini,  Jika Video Hot, Mesum, Porno dan Sex benar, maka lubang demi lubang telah ditampakkan, gambaran nafsu seperti lumpur yang terus menerus menyembur, tidak bisa di halang-halangi, tinggal selangkah lagi untuk menuju titik tujuan.

Gunung Sinabung Aktif setelah lama tidur, ketika Ariel Terungkap masalah Porno-nya


gunung_sinabung_meletus_29_8_2010_membentuk_22peringatan_sebelum_gunung_sinabung_meletus_pertama_kali_29_8_2010Pornografi yang Aneh, Mengaktifkan Simbol 22 yang lain Sebagai ‘Kiamat’ Sudah Dekat

Kode Kiamat Juga Aktif sebagai memori 14-juni-2006 ketika G.Merapi Meletus


merapi_meletus_14_juni_2006_dan_tanda_kiamat_55Memori kode kiamat muncul tepat di tanggal yang sama 14-juni-2010, ketika di Indonesia terjadi ‘sesuatu’, secara global juga terjadi hal yang memngingatkan pada memori 55 ini (baca nonton gratis video porno nasional, ada apa ?), KPI Stop Headline News Pagi Metro TV karena Tayangkan Video Porno

Jakarta – Tayangan Headline News pukul 05.00 WIB Metro TV dihentikan sementara oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Sanksi itu dijatuhkan karena acara itu kecolongan menayangkan adegan video porno.

KPI Pusat melansir dalam situsnya, adegan video porno itu disiarkan saat berita soal razia video porno di sebuah warnet di Trenggalek, Jawa Timur. Berita itu disiarkan pada 14 Juni pukul 05.00 WIB. “Metro TV mendapat sanksi penghentian sementara Program Siaran Headline News yang ditayangkan pukul 05.00 WIB selama satu minggu (tujuh hari berturut-turut),” tulis KPI Pusat, Jumat (2/7/2010). Selain penghentian sementara siaran, Metro TV juga diwajibkan meminta maaf secara terbuka kepada publik selama tiga hari berturut-turut dengan format yang telah ditentukan. “Dari pagi hari pukul 07.00 WIB, siang pukul 13.00 WIB, dan malam hari pukul 19.00 WIB,” lanjutnya. Metro TV juga diminta berjanji tidak akan melakukan pelanggaran berat seperti diatur dalam Standar Program Siaran (SPS) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2009. KPI Pusat telah menyerahkan surat teguran itu pada Metro TV di kantor KPI pada Kamis 1 Juli 2010. Hadir dalam kesempatan itu adalah Makroen Sanjaya, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV.

Tepat ketika pagi hari di Indonesia media menyiarkan adegan porno, maka sebuah kenyataan global juga terjadi yaitu 14-juni-2010 (baca Patung Yesus Tertinggi di AS Tersambar Petir dan Terbakar, Ada Apa ?)

patung_yesus_tersambar_petir_dan_terbakar_14_juni_2010_dan_55


Perhatikanlah bahwa gambar demi gambar diatas yang memuat semua 55, tiada lain sebuah memori 55 tertuang didalam bulan 10 yang kesemuanya berjumlah 5+5=10 yaitu bulan 10 tahun 2010.

Bulan oktober 2010 sebagai miniatur ‘kiamat’ ditampakkan 4 kejadian sekaligus:empat_ka_saling_bertabrakan_mengapa_empat_bencana_oktober_2010

empat_duka_2010_dalam_satu_bulan_yang_beruntun

Tahun 2010, Merapi Meletus Dahsyat sebagai Rencana Besar menuju Titik Utama


ringkasan_bencana_tahun_2010_Tahun 2010 adalah tahun ‘buruk’ karena tingkah orang-orang yang tidak bermoral, berikut ini daftar dari sebuah catatan 2010. Sebuah bencana dahsyat terjadi di bulan oktober 2010, langkah demi langkah dituliskan & disarikan bencana kelam di tahun 2010,  Setelah Gempa Padang terjadi 30 september 2009 , maka berikutnya sebagai urutan kejadian aneh yang terjadi sebelum bencana super besar terjadi:

  1. Empat (4)  bulan setelah itu, presiden RI yang ke 4 wafat, yakni tepat tgl 30 desember 2009 (baca Gus Dur, Kejadian Aneh Sebelum & Sesudah Kematian)
  2. Longsor Ciwidey tgl 22 Februari 2010, dituliskan sebagai “Longsor Ciwidey, Awal Dari Bencana Besar” dan akhrinya benar terbukti
  3. Jatiluhur sebagai waduk terbesar di Indonesia, Meluap di tanggal kembar 22 maret 2010. Tidak biasanya dalam bulan-bulan ini (22 maret 2010) atau beberapa tahun belakangan menunjukkan ‘anomali’ dalam besaran volume air (baca JatiLuhur Meluap adalah Jejak Ekpresi Ketuhanan)
  4. Semua Icon Internasional terbakar (Icon internasional BALI, Icon internasional JW Marriot Terbakar, Icon internasional BATAM) Semua Terbakar Tepat di tanggal Kembar 22 APRIL 2010 (baca Batam Rusuh: Bagian Dari Skenario Besar)
  5. Sebuah Pesawat Presiden Polandia Jatuh 10-4-2010, Pesawat Jatuh, Presiden Polandia Tewas:Miniatur Bagi RI yang akhirnya miniatur itu terbukti ketika tgl dan bulan dibalik sebagai 4 kejadian dibulan 10 yang mematikan (Empat KA salingbertabrakan sekaligus, Banjir Bandang Wasior, Gempa dan Tsunami Mentawai dan Merapi meletus sejadi-jadinya)
  6. Sebuah Meteor yang langka jatuh di Jakarta tgl 29 April 2010 (baca Meteor Jatuh Di Jakarta, Sebuah Tanda Yang Jelas) dan menjadi bukti akan hal ini.
  7. Mantan Ibu Negara  Meninggal di Tanggal Kembar 22-mei-2010 (baca Mantan Ibu Negara Ainun Habibie Wafat, Mengapa Tepat 22-mei-2010?)
  8. Kejadian demi kejadian akan aksi porno Indonesia menjadi terkenal di dunia (baca Mendunia, Video Mesum dan Porno Mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, Sebuah Teori Konspirasi ?)
  9. Dunia Selebritis heboh dengan Pornografi, maka banyak artis yang berduka, termasuk mama laurent, dewi yull dsb (baca Dewi Yull Berduka, Ada Apa Denganmu ?)
  10. Aksi Porno Mendunia, Selebritis berduka, maka entah mengapa metrotvews tgl 2-7-2010, secara tidak sengaja menyiarkan film porno (baca nonton gratis video porno nasional, ada apa ?), sebelumnya didahului oleh kebakaran demi kebakaran yang melanda media nasional (baca Aneh, Kantor Republika Terbakar Setelah Sebelumya TV9 Terbakar, Ada apa ?). Paling tidak ada 3 media yang terbakar (Republika, TV9 dan SuaraSurabaya, baca Kebakaran yang Aneh, Jelang Kejadian Besar)
  11. Makam makam banyak yang meledak (baca Fenomena Makam Meledak) seiring dengan ledakan tabung elpiji dimana2x
  12. Diskotek demi diskotek terbakar, KA saling anjlok dan gempa terus bermunculan (baca Diskotek Terbakar Lagi, KA anjlok lagi, Gempa Datang Lagi)
  13. Kemudian, entah mengapa giliran tempat tempat peribadatan kaum agama semuanya terbakar (baca Patung Yesus Tertinggi di AS Tersambar Petir dan Terbakar, Ada Apa ?)
  14. Gerhana Matahari Total di Chile sebagai tanggal kembar 11 juli 2010 (baca Kegelapan Dari Chile Akan Segera Melanda RI) yang akhirnya terbukti 106 hari tulisan itu
  15. Gempa Yogya terjadi 21 Agustus 2010 yang dituliskan sebagai Gempa Yogya, Bagian Dari Rentetan Kegelapan yang kemudian terbukti dengan kegelapan terjadi di bulan oktober 2010
  16. Tepat di tanggal Kembar 22 september 2010, Sebuah Masjid Bergeser Sendiri Arah Kiblatnya (baca Tiang Masjid Bergeser Sendiri, Sebuah Penegasan Akan Keniscayaan)
  17. Rumah Presiden, Wapres, Rumah Gubernur Jawa Barat dan jalanan semua menunjukkan keanehan (baca Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ?. Setelah rumah, berikutnya jalan demi jalan juga mengalami keanehan, Jalan Cikini Meledak, Jalan Martadinata Ambles dan Jalan Naripan Terbakar: Sebuah Keniscayaan)
  18. Tepat tgl 2-10-2010, Empat KA secara sekaligus bertabrakan (baca KA Argo Bromo Tabrak Senja Utama, Sudah Ada Firasat Sebelumnya)
  19. Dua hari setelah Empat KA saling bertabrakan, maka tepat tgl 4 oktober 2010, Terjadi Banjir Bandang Wasior (baca Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior)
  20. Munculnya Halo Matahari di mana-mana khususnya di kota padang sebagai penarik perhatian akan bencana besar yang terjadi dalam waktu dekat (baca Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?)
  21. Setelah banjir bandang Wasior, maka 21 hari berikutnya terjadilah gempa dan tsunami mentawai tepat tgl 25 oktober 2010 (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Gempa & Tsunami Mentawai)
  22. Setelah itu, titik utama dari bencana demi bencana adalah meletusnya Gunung Merapi Sedahsyat-dahsyatnya hingga tokoh yang dikagumi para pejabat dan negara ikut menjadi korban. Dua puluh (22) hari setelah 4 -oktober 2010 terjadilah tgl 26 oktober 2010, Merapi Meletus (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal)

Titik Utama ini sebenarnya telah diperingatkan akan terjadinya bahwa manusia sudah kelewatan sikap dan perbuatannya, hingga suatu masa

G. Merapi Meletus adalah sarana untuk Intropeksi


G. Merapi meletus pada tanggal 26-oktober-2010 yang muncul kode Asmaul Husna merupaka sebuah bentuk memori agar manusia senantiasa mendekatkan diri padaNya,

merapi_meletus_26_oktober_2010_sebagai_tanda_KekuasaanNya

Sebuah kemiripan yang nyata dari G.Merapi meletus 2010 (4 tahun setelah meletus 2006), maka 4 tahun berikutnya giliran G.Kelud meletus tgl 13-feb-2014, sebuah kemiripan yang muncul yaitu

G. Merapi  2010 & G. Kelud 2014


gunung_merapi_dan_gunung_kelud_meletus_22_kebetulankah_Gunung Merapi Meletus dan Gunung Kelud Meletus sebuah kenyataan tentang 22

Tentunya ketepatan ini dalam level 22 skala tgl-bln-thn-jam-menit bukan merupakan sebuah kebetulan semata akan letusan G. Merapi yang membentuk simbol 22 sama dengan G. Kelud. Sebuah hal yang merupakan keteraturan demi keteraturan yang terjadi akan 22, terlihat pula pada gempa yogya dan tasikmalaya, serta g. sinabung.

gunung_sinabung_simbol_22_dan_sebelum_meletus_29_8_2010letusan_merapi_26_10_2010_sebelum_terjadinya

About these ads

Information

This entry was posted on September 30, 2010 by in Berita, Fenomena, Islam.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: