Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Keanehan Musibah Jamaah Haji Indonesia

Tulisan ini adalah salah satu seri Misi Penyelamatan Manusia Dari Bencana di Bumi, sebuah kejadian atau bencana yang menimpa sebuah bangsa  merupakan sebuah sarana dari Allah swt untuk mengingatkan manusia.

Salah satu yang telah terbukti adalah pada kisah gempa yogya 27 mei 2006 lalu (bagi yang belum pernah membaca,silahkan dicek Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006). Rahasia alam semesta dapat terkuak, tentunya dengan berdoa iklash kepada Allah swt semata, rahasia itu diberikan kepada siapa yang dikehendakiNya

jamaah_haji(ilustrasi Jamaah Haji, 
sumber internet)

Adalah ketika ada dua kali kejadian jatuhnya jamaah haji asal Indonesia di Arab Saudi merupakan sebuah fenomena aneh & menarik. Peristiwa tsb juga pernah terjadi di tahun musim haji 2008. Keanehan ini hanya terjadi mulai tahun 2008, sedangkan di tahun sebelumnya, justru terjadi kelaparan jamaah haji, 30-desember-2006, 22 maktab jamaah RI kelaparan.


Sebelum Membaca Ini

Menguak rahasia alam semesta …. , bentuk dasar, perulangan, berurutan dan atribut

knowing_ilustrasi(ilustrasi pengetahuan berusaha 
menguak rahasia alam semesta)

Tulisan ini adalah kelanjutan dari artikel Kode Bencana 38 yang memuat beberapa peristiwa aneh yang terjadi & merupakan perulangan dari peristiwa sebelumnya. Agar tulisan ini tidak diartikan sebagai ramalan atau ilmu gotak gatik matuk, maka disarankan sebelum membaca artikel ini, sebaiknya jernihkan pikiran & daya pikir untuk mengetahui rahasia alam semesta

[UPDATE TULISAN] Tulisan ini dibuat tgl 11 desember 2009, yang membuat warning akan adanya bencana dahsyat sebagai penantian induk bencana dengan kode 38 (baca Kode Bencana 38) , induk bencana yang dinantikan itu terjadi pada tgl 26 oktober 2010 yaitu letusan gunung merapi sedahsyat-dahsyatnya, dengan didahului oleh gempa dan tsunami di mentawai tgl 25 – oktober 2010. Perhatikan kode 38 itu adalah jawaban 3+8=11, persis dengan pendahuluan induk bencana yang terjadi 25 – 10 – 2010 sebagai tsunami mentawai (dengan cara yang sama di jumlahkan 2+5+1+0+2+0+1+0=11) juga. Berikut ini adalah daftar kejadian yang berurutan setelah tulisan ini dimuat:

Bencana demi bencana atau peristiwa besar yang terjadi di tahun 2010,  Setelah Gempa Padang terjadi 30 september 2009 , maka berikutnya sebagai urutan kejadian aneh yang terjadi sebelum bencana super besar terjadi:

  1. Empat (4)  bulan setelah itu, presiden RI yang ke 4 wafat, yakni tepat tgl 30 desember 2009 (baca Gus Dur, Kejadian Aneh Sebelum & Sesudah Kematian)
  2. Jatiluhur sebagai waduk terbesar di Indonesia, tidak biasanya dalam bulan-bulan ini (22 maret 2010) atau beberapa tahun belakangan menunjukkan ‘anomali’ dalam besaran volume air (baca JatiLuhur Meluap adalah Jejak Ekpresi Ketuhanan)
  3. Setelah Gusdur Wafat, kejadian demi kejadian akan aksi porno Indonesia menjadi terkenal di dunia (baca Mendunia, Video Mesum dan Porno Mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, Sebuah Teori Konspirasi ?)
  4. Setelah Gusdur Wafat Pula, ketika Dunia Selebritis heboh dengan Pornografi, maka banyak artis yang berduka, termasuk mama laurent, dewi yull dsb (baca Dewi Yull Berduka, Ada Apa Denganmu ?)
  5. Aksi Porno Mendunia, Selebritis berduka, maka entah mengapa metrotvews tgl 2-7-2010, secara tidak sengaja menyiarkan film porno (baca nonton gratis video porno nasional, ada apa ?)
  6. Makam makam banyak yang meledak (baca Fenomena Makam Meledak) seiring dengan ledakan tabung elpiji dimana2x
  7. Kemudian, entah mengapa giliran tempat tempat peribadatan kaum agama semuanya terbakar (baca Patung Yesus Tertinggi di AS Tersambar Petir dan Terbakar, Ada Apa ?)
  8. Mengacu pada GusDur yang merupakan presiden RI ke 4, maka tepat tgl 2-10-2010, Empat KA secara sekaligus bertabrakan (baca KA Argo Bromo Tabrak Senja Utama, Sudah Ada Firasat Sebelumnya)
  9. Dua hari setelah Empat KA saling bertabrakan, maka tepat tgl 4 oktober 2010, Terjadi Banjir Bandang Wasior (baca Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior)
  10. Setelah banjir bandang Wasior, maka 21 hari berikutnya terjadilah gempa dan tsunami mentawai tepat tgl 25 oktober 2010 (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Gempa & Tsunami Mentawai)
  11. Setelah itu, titik utama dari bencana demi bencana adalah meletusnya Gunung Merapi Sedahsyat-dahsyatnya hingga tokoh yang dikagumi para pejabat dan negara ikut menjadi korban. Dua puluh (22) hari setelah 4 -oktober 2010 terjadilah tgl 26 oktober 2010, Merapi Meletus (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal)

Keanehan Musibah Jamaah Haji Indonesia


Semua Jatuh di Lantai 6

Kejatuhan jamaah haji di lantai 6 …

orang_jatuh(ilustrasi orang jatuh,
 sumber gambar internet)

Dari rahasia alam semesta yang dibahas di preambule artikel ini, maka kejadian jamaah haji yang nahas merupakan sebuah perulangan yang memperlihat bentuk lampau agar manusia mengingatnya untuk dijadikan pelajaran/iktibar bagi kemanusiaan. Berikut kejadian tsb :

Dua kejadian jatuhnya jamaah haji dari lantai 6 terjadidi tahun 2009

  1. Tgl 20 November 2009 , jemaah haji Kloter 20 Palembang yakni Zahra Ashari Hamim, juga jatuh dari lantai 6 di pemondokannya bernomor 815, Sektor 8 Kawasan Bakhutmah.
  2. Tgl 30 November 2009,  jatuh  dari lantai 6 pemondokannya, di kawasan Sektor 5 Wilayah Aziziyah Janubiayah, Mekah, Arab Saudi, Senin (30/11/2009), Sukimah Sariman Sosiaji Binti Sariman (50) asal Palembang, Sumatra Selatan

Pada tahun 2008-pun pernah terjadi pula jamaah haji jatuh di lt 6

Jatuh dari Lantai 6, Jamaah Haji Asal Pemalang Meninggal

Jamaah haji Indonesia Dahuri bin Sunus, asal kloter 18 Solo, Jawa Tengah, menghembuskan napas terakhirnya akibat terjatuh dari lantai 6 rumah 507, di pemondokan Imarah Syuhada I, sektor V Madinah, Minggu (16/11/2008). Sekitar pukul 13.00 WAS, pria kelahiran Pemalang 30 Desember 1943 ditinggal sang istri Megawati untuk keluar rumah membeli makan siang. Namun, maut tak bisa dihindari. Dahuri yang memang dalam kondisi kakinya menggunakan pen akibat kecelakaan pada saat di kampung halamannya.

Tiga kejadian tsb kesemuanya jatuh dari lt 6, sehingga dapat dituliskan sebagai, ada apakah iktibar dari lt 6 ini ? sebuah pertanyaan besar tentang makna lt 6 adalah sebuah ingatan kelam tentang 6 ini (sebagai bentuk dasar dari kejadian dengan atribut jatuh) dari sebuah peristiwa lain di tahun 2006 yakni:

Minggu, 31/12/2006 08:56 WIB 22 Maktab di Mina Belum Dapat Jatah Makan Djoko Tjiptono – detikNews Mina – Pendistribusian katering terhadap jamaah haji Indonesia di Mina juga sangat kacau. Sebanyak 22 maktab belum mendapatkan jatah makan. Demikian data yang dikeluarkan oleh tim monitoring pelayanan katering jamaah haji Indonesia di Mina, Arab Saudi Sabtu

Tersebutlah ingatan kelam tsb ditahun 2006 sebagai sebuah ingatan bencana yang terus menerus terjadi, Gempa Yogya, Lumpur Lapindo & Tsunami pangandaran, referensi

  1. Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya
  2. Tanda Tanda Sebelum Tsunami Pangandaran
  3. Sebelum Ledakan Lumpur Lapindo

Kelaparan jamaah haji sebanyak 22 maktab tersebut beriktibar pada bentuk dasar Munculnya Manusia Berkepala Dua dimana sifat dasar manusia yang bersih menjadi kotor sehingga berakibat pada rusaknya tatanan kehidupan, pada akhirnya ditegaskan dalam 22 tsb tepat tgl 22/11/2006 Munculnya Lafal Allah

Lafal Allah dalam Ledakan Pertamina di Lumpur Lapindo Sidoarjo

Kelaparan 22 maktab jamaah haji tsb, pada akhirnya melahirkan atribut kejadian lainnya (sebagai akibat bentuk dasar manusia berkepala dua) yakni Jatuhnya Adam Air & Banjir Besar Jakarta, referensi

  1. Tanda Tanda Sebelum Jatuhnya Adam Air
  2. Tanda Tanda Sebelum Bencana Banjir Besar Jakarta

Ingatan kelam di tahun 2006 (iktibar jatuh dari lantai 6) yang kemudian bersambung pada atribut kejadian di tahun 2007. Hal yang menegaskan bahwa pembacaan iktibar jatuh di lt 6 adalah benar sebagai ingatan kelam di tahun 2006, kejadian dibawah ini menegaskan kebenaran iktibar tsb, yakni setelah di tahun 2006, maka terjadilah musibah Adam Air di tahun 2007, maka iktibar ini bergulir sebagai meninggalnya jamaah di atas pesawat, beberapa saat setelah jatuh di lt 6.

[UPDATE TULISAN] Tulisan ini dibuat 11 desember 2009 tentang kode 6 berkali 6 yang akan jatuh dari ketinggian, perhatikan dengan benar kode 6 ini memang akhirnya benar jatuh yang diterangkan sebagai berikut ini:


KODE MBAH MARIJAN SUDAH DITULISKAN SEBELUMNYA


Sebuah keanehan muncul dari rentang waktu gempa yogya 21-agustus-2010 dan letusan merapi tgl 26-oktober-2010, tercatat itulah 66 hari dari rentang waktu itu. Sekali lagi 66 hari setelah gempa yogya yang memecahkan empat umpak keraton yogyakarta, maka enam puluh enam hari itulah beliau meninggal dunia. Apakah ada yang aneh dengan 66 itu ?

Itulah bentukan dari nama beliau, MARIJAN, dimana tersusun alfabet dari huruf itu adalah M=13, A=1, R=18, I=9, J=10, A=1, N=14, kesemua itu berjumlah 66.

Nilai 66 hari adalah sebuah rentang waktu yang mudah di-ingat sebagai nilai kembar yang pernah tertulis sebelumnya, jauh kedua peristiwa itu terjadi. Tulisan 66 itu dapat dijumpai pada ulasan Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya atau artikel Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006. Dengan jelas kode 66 itu mengarah pada sosok sang juru kunci, beliaunya adalah mbah marijan, cuplikan tulisan itu (posting 20-november-2009), sebelum mbah marijan tewas akibat luncuran awan panas merapi:

kode_66_mbah_marijan

(cuplikan tulisan yg telah diposting 
tgl 21 November 2009
sebelum mbah marijan tewas)
ajakan_pemurnian_tauhid(Perhatikan lingkaran merah 
yang menunjukkan tgl posting di milis)

 


AJAKAN PEMURNIAN AJARAN TAUHID


Didalam milis tersebut terdapatlah suatu ajakan untuk memurnikan ajaran Islam yang disebut sebagai bagian dari kepedulian ketauhidan. Setting latar belakang dari gempa yogya ini adalah sebuah berita & pengagungan berlebihan terhadap sosok juru kunci merapi dengan kode bencana 66,(juru kunci merapi, kode 13+1+18+9+10+1+14=66,  sedangkan gempa yogya 27-05-2006, kode gempa yogya = 27+05=32, kemudian di ikuti oleh semburan lapindo yang dimulai 29-05-2006, kode lumpur lapindo=29+05=34, sehinga dua bencana tersebut adalah 32+34=66 juga, sama dengan kode sang tokoh) Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: JP

bukti_lawan_mbah_marijanpress_MPT_bag_1(Press Release ke media, bagian 1)
press_MPT_bag_2(Press Release bagian 2)

 

Bagi yang ingin mengetahui bagaimana penyebaran brosur di yogyakarta, seperti yang telah dituliskan diatas, silahkan kunjungi halaman ini (Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006)


Sebuah Ajakan Untuk Berdoa Hanya Kepada Allah swt Saja


Sebuah kepedualian akan kiprah dan riuh riah pemberitaan akan tokoh nasional, mbah marijan yang ketika berdoa, juga beliau melakukan persembahan persembahan tertentu kepada penunggu gunung merapi (baca Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Letusan Merapi 2006), tersebutlah sebuah inspirasi dari pelajaran terdahulu.

doa_hindari_bencana

Inspirasi n. Ibrahiim (Gempa Yogya 27-mei-2006 telah di berikan peringata sebelum terjadinya) yang menyatakan akan timbulnya malapetaka ketika masih banyak manusia yang mempersekutukanNya, merupakan perenungan yang dalam, ketika saat itu tokoh kunci sentral adalah fokus pada meletusnya gunung merapi. Sebuah kesadaran akan bahaya dan malapetaka yang timbul, menjadikan sebuah keniscayaan sebagai sebuah kisah nyatas ebagai kisah

Inilah sebuah kisah nyata “Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006″….Dengan berjalan kaki sekitar pukul 10.00 menyusuri benteng alun-alun selatan sampai alun-alun utara. di tiap perempatan kita berhenti untuk menyebarkan brosur, setelah itu ke Malioboro, lalu Ke Pasar BringHarjo. Kemudian naik Bus ke UGM … dokumenter foto peristiwa dibawah, dengan membawakan brosur waspada gempa yogya yang akan terjadi, seperti berikut brosur yang disebarkan (download), Peta gambar gempa juga disertakan dan penyebab gempa juga ditulikan, Brosur Peta Gempa Yang Disebarkan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006

Brosur dicetak 1000 lembar dan dibagikan di titik titik keramaian pusat kota, pasar bringharjo,perempatan malioboro dan terakhir di kampus UGM. Selain menyebarkan brosur, juga diberikan email dan ke media masa, berikut yang tercatat pada file arsip: (lihat arsip file di sini)

Jamaah Haji Meninggal Di Pesawat

Dua berurutan jamaah haji meninggal dunia di atas pesawat …

plane_deadKeanehan 2 kejadian jatuhnya jamaah haji di lt 6 diatas (yang beriktibar sebagai ingatan kelam ditahun 2006),  berlanjut dengan keanehan jamaah haji lain yang akan sampai di tempat tujuan, tercatat dua kejadian tsb berututan :

  1. Jemaah Haji Asal Sleman Meninggal di Pesawat, Seorang jemaah haji kloter 19 Jateng meninggal dunia di atas pesawat, Rabu (9/12). Jemaah diketahui bernama Muhammad Hadi Harsono bin Mulyo Santoso (64), warga RT 06 RW 28 Kelurahan Condong Catur, Depok, Sleman. Hadi diketahui telah meninggal dunia karena sakit pada pukul 08.30 WIB dalam penerbangan dari Jeddah menuju Medan. Hal ini dikatakan Wakil Bidang Kesehatan PPIH Adisoemarmo, dokter Chamidah, Rabu (9/12).
  2. Lagi, Jemaah Haji Meninggal di Pesawat, Jamaah haji Debarkasi Adisoemarmo yang wafat di atas pesawat  kembali bertambah. Kali ini jemaah haji meninggal dari Kloter 22 atas nama Panut Pujo Wiyono (67) bin Atemo Dijoyo.Jamaah haji yang tinggal di Susukan III Desa Margokaton, Kecamatan Seyengan, Sleman ini meninggal satu jam sebelum pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 6805 yang membawanya dari Jeddah mendarat di Bandara Adisoemarmo, Kamis (10/12), pukul 02.39 WIB. Zaenal mengatakan, almarhum akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat berada di atas wilayah udara Kota Medan setelah sebelumnya mengalami kejang-kejang.”Petugas kesehatan di pesawat langsung memberikan pertolongan dengan infus NaCl dan oksigen, namun tepat pukul 01.45 WIB nyawanya tidak tertolong,” paparnya.

Setelah jatuh di lt 6, maka beriktunya dua kejadian berurutan (perulangan yang mengingatkan) yakni meninggalnya jamaah haji di atas pesawat. Bandingkan dengan kejadian di tahun 2006 kemudian jatuhnya pesawat Adam Air setelah itu.

Terlihat berbeda secara atribut kejadian tsb, namun esensinya secara bentuk dasar SAMA.

merapi_knowing(ilustrasi waspada bencana 
terhadap keanehan musibah jamaah haji)

Iktibar dari jamaah haji meninggal di pesawat adalah sebuah ingatan yang sempurna karena dua-duanya meninggal di atas SUMUT atau medan & pula kedua-duanya dari sleman yogyakarta, penerbangan dari jeddah dan kloter 22. Tentang meninggal di PESAWAT saat berada di atas kota MEDAN (SUMUT) & keduanya asal sleman YOGYA mendarat di SOLO merupakan iktibar ingatan kelam tentang sebuah pesawat yang pernah jatuh & terbakar, sebagai musibah besar. Kunci bentuk dasar dari dua jamaah haji yang meninggal di atas pesawat tsb adalah :

  1. Masalah Pesawat
  2. Medan/Sumut, penerbangan
  3. Yogyakarta asal jamaah
  4. Solo, tempat mendarat
  5. Jeddah asal penerbangan

Bentuk-bentuk dasar tsb diatas akhirnya mengingatkan pada bentuk dasar dengan atribut yang lebih besar, antara lain:

BENTUK DASAR PERTAMA DENGAN ATRIBUT YANG LEBIH BESAR: MEDAN CELAKA PESAWAT

Di Medan/ SUMUT dimana dua jamaah haji yang meninggal secara berurutan, mengingatkan sebuah perulangan bentuk dasar dengan atribut yang lebih hebat yakni : “pernah terjadi sebuah celaka yang patut di-ingat  karena yang meninggal adalah Gub SUMUT”:

Mandala_jatuhPara petugas Pemadam Kebakaran berusaha memadamkan api yang disebabkan oleh jatuhnya pesawat Mandala Airlines. Mandala Airlines Penerbangan RI 091 merupakan sebuah pesawat Boeing 737-200 milik Mandala Airlines yang jatuh di kawasan Padang Bulan, Medan, Indonesia pada 5 September 2005. Kecelakaan ini terjadi saat pesawat sedang lepas landas dari Bandara Polonia Medan. Pesawat tersebut menerbangi jurusan Medan-Jakarta dan mengangkut 116 orang (111 penumpang dan 5 awak). Sebelumnya diberitakan pesawat tersebut mengangkut 117 orang namun seorang penumpang ketinggalan pesawat. Penumpang yang selamat berjumlah 17 orang dan 44 orang di darat turut menjadi korban. … Dari 116 orang dalam pesawat, 111 di antaranya adalah penumpang (108 dewasa dan tiga bayi) dan lima orang awak. 17 penumpang dinyatakan selamat dan umumnya duduk di bagian belakang. Di antara korban kecelakaan yang meninggal dunia termasuk Gubernur Sumatra Utara Tengku Rizal Nurdin yang rencananya akan bertemu Presiden serta mantan Gubernur Sumatra Utara Raja Inal Siregar. Terdapat pula dua penumpang berkewarganegaraan RRC, seorang berkewarganegaraan Jepang dan seorang warga Malaysia. Selain penumpang pesawat, juga terdapat 44 korban jiwa di darat yang merupakan penduduk setempat.

BENTUK DASAR KEDUA DENGAN ATRIBUT YANG LEBIH BESAR: YOGYAKARTA  CELAKA PESAWAT

Yogyakarta asal  dua jamaah haji yang meninggal secara berurutan, mengingatkan sebuah perulangan bentuk dasar dengan atribut yang lebih hebat yakni : “pernah terjadi sebuah celaka yang patut di-ingat  karena yang celaka adalah pesawat Garuda sebagai kunci akhir dari bencana berututan (baca Tanda Tanda Sebelum Bencana Beruntun ):

Garuda

Garuda


Garuda GA-200 meledak dan terbakar ketika mendarat

Garuda Indonesia Penerbangan GA-200 adalah sebuah penerbangan dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia jurusan Jakarta-Yogyakarta, yang meledak ketika terperosok saat melakukan pendaratan pada tanggal 7 Maret 2007 pukul 06:55 WIB di Bandar Udara Adi Sutjipto Yogyakarta setelah lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta Cengkareng, Jakarta pukul 06:00 WIB. Pesawat ini membawa 133 penumpang, 1 pilot, 1 copilot, dan 5 awak kabin. Pilot pesawat adalah Kapten Marwoto Komar.[2] Jumlah korban tewas adalah 22 orang (21 penumpang dan 1 awak pesawat).[1] Beberapa tokoh Indonesia juga ikut dalam penerbangan ini antara lain yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin (luka ringan)[3], kriminolog Adrianus Meliala (luka), dan mantan rektor UGM Yogyakarta Prof Dr. Kusnadi Hardjosumantri (meninggal).[4]. Pesawat tersebut juga membawa 19 warga negara asing antara lain dari Jepang, Brunei Darussalam dan 8 orang warga Australia yang merupakan rombongan jurnalis yang akan meliput kunjungan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer di Yogyakarta [5]

BENTUK DASAR KETIGA DENGAN ATRIBUT YANG LEBIH BESAR: SOLO   CELAKA PESAWAT

SOLO tempat tujuan pendaratan dari  dua jamaah haji yang meninggal secara berurutan, mengingatkan sebuah perulangan bentuk dasar dengan atribut yang lebih hebat yakni : “pernah terjadi sebuah celaka yang patut di-ingat  karena celaka di solo ini 30-novemver-2004  sebelum Tsunami Aceh, baca Tanda Tanda Sebelum Tsunami Aceh

lion_air_tabrak_kuburan_solo_30_november_2004

26 Korban Tewas Dalam Kecelakaan Lion Air,  Semarang, 1 Desember 2004 19:22  Jumlah korban musibah pesawat Lion Air MD-82 yang meninggal dunia sebanyak 26 orang, sedangkan yang menderita luka berat 56 orang, 60 orang luka ringan, dan dua penumpang lainnya tidak cidera.Informasi itu diperoleh kantor berita Antara dari Bandara Adi Sumarmo Solo, Rabu pukul 16.00 WIB. Pilot pesawat Lion Air, Dwi Mawastoro yang dievakuasi Selasa malam, atau beberapa jam setelah kejadian, dilaporkan meninggal dunia Rabu pagi, dan jenazahnya masih berada di Rumah Sakit TNI AU. Seperti yang diwartakan, pesawat Lion Air dari Jakarta menuju Solo mengalami kecelakaan pada saat mendarat di Bandara Adi Sumarmo. Pesawat dengan nomor penerbangan JF 536 itu tergelincir dan masuk ke sawah kemudian terjerembab di areal tempat pemakaman umum di dekat bandara tersebut, Selasa pukul 18.15 WIB.

BENTUK DASAR KE-EMPAT DENGAN ATRIBUT YANG LEBIH BESAR: JEDDAH

Kejadian aneh dari jatuhnya jamaah haji di lt 6, kemudian meninggal secara berututan di atas pesawat, merupakan sebuah perulangan yang harmonis, dimana harmonasi ini telah pula di catat di artikel Kode Bencana 38

Pada iktibar jatuh di lt 6 yang terbaca sebagai bentuk dasar ingatan kelam kelaparan jamaah haji di tahun 2006, kemudian setelah itu celaka di pesawat sebagai terusan Adam Air jatuh (jamaah haji meninggal di pesawat, setelah 2 kejadian jatuhnya di lt 6). Setelah Adam Air jatuh, maka peristiwa selanjutnya adalah banjir besar Jakarta 2-2-2007

Ada yang tahu mengapa banjir besar jakarta harus tepat tgl 2-2-2007 ? baca Tanda Tanda Sebelum Bencana Banjir Besar Jakarta

Iktibar jamaah haji jatuh di lt 6 dan kemdian meninggal di atas pesawat dari jeddah ke solo, maka jeddah inipula lanjutan dari iktibar lt 6.  Bentuk dasar sebagai banjir setelah Adam Air jatuh, maka di jeddah inilah atribut lain dari banjir besar Jakarta

banjir-arab

Banjir di Jeddah yang menyebabkan 116 orang meninggal dan ratusan rumah serta kendaraan rusak karena arus air bah…Korban-korban itu tewas tenggelam akibat jembatan yang runtuh, atau tabrakan mobil ketika air bah yang disebabkan dari hujan deras melanda kawasan Jeddah, kota pelabuhan Laut Merah itu

banjir_arab_2

JEDDAH | SURYA Online - Banjir besar melanda Kota Jeddah, akibatnya ribuan kendaraan hanyut di salah satu ruas jalan raya antara Jeddah dan Mekah. Hujan lebat, apalagi sampai banjir adalah kejadian langka di Arab Saudi. Mekah dan kawasan perkemahan jemaah di Padang Arafah kabarnya juga diguyur hujan, sementara kantor Daerah Kerja (Daker) Panitia Penyelenggara Haji Indonesia di Mekah dilaporkan juga tergenang air. Sampai berita ini diturunkan, Rabu (25/11) sore, banjir belum juga surut, bahkan ruas jalan bagaikan sungai. Arus air yang deras menyapu apa saja yang dilintasinya, termasuk mobil, tong sampah dan barang-barang lain yang tidak sempat diselamatkan pemiliknya. Ribuan kendaraan Jeddah menuju Mekah terjebak dan terjadi kemacetan lalu lintas yang diperkirakan berlangsung lama di jalan yang biasanya nyaman karena cukup luas ini. Perjalanan tim haji menuju Mekah dan ribuan jemaah lain yang hendak melakukan ritual puncak haji (Wukuf), terancam gagal karena akses jalan menuju Mekah dan Padang Arafah sementara ini putus.

Dihentikan sementara
Gerakan jemaah menuju Padang Arafah dilaporkan dihentikan sementara. Pelaksanaan puncak ibadah haji, Wukuf yang akan diselenggarakan, Kamis (26/11) besok siang terganggu. Tumpukan puluhan mobil masih di ruas jalan. tidak terlihat ada aparat datang ke lokasi bencana, hanya helikopter memantau situasi dari udara.

Sebuah iktibar yang sempurna dari bentuk dasar keanehan musibah jamaah haji indonesia, yang berujung pada jeddah banjir besar SAMA bentuk dasarnya dengan Jakarta Banjir Besar.


Iktibar Musibah Jamaah Haji

Musibah jamaah haji sebuah perulangan bentuk dasar menuju pada perulangan lain dengan atribut yang berbeda

Musibah dari jamaah haji kita merupakan salah satu iktibar besar sebagaimana peristiwa kelaparannya jamaah haji maktab 22  tahun 2006, yang akhirnya merupakan bentuk lain dari sebuah bencana besar yakni jatuhnya adam air & banjir besar di Jakarta (baca Tanda Tanda Sebelum Bencana Banjir Besar Jakarta)

Garuda GA-200 meledak dan terbakar ketika mendarat


Garuda GA-200 meledak dan terbakar ketika mendarat

Garuda Indonesia Penerbangan GA-200 adalah sebuah penerbangan dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia jurusan Jakarta-Yogyakarta, yang meledak ketika terperosok saat melakukan pendaratan pada tanggal 7 Maret 2007 pukul 06:55 WIB di Bandar Udara Adi Sutjipto Yogyakarta setelah lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta Cengkareng, Jakarta pukul 06:00 WIB. Pesawat ini membawa 133 penumpang, 1 pilot, 1 copilot, dan 5 awak kabin. Pilot pesawat adalah Kapten Marwoto Komar.[2] Jumlah korban tewas adalah 22 orang (21 penumpang dan 1 awak pesawat).[1]

Beberapa tokoh Indonesia juga ikut dalam penerbangan ini antara lain yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin (luka ringan)[3], kriminolog Adrianus Meliala (luka), dan mantan rektor UGM Yogyakarta Prof Dr. Kusnadi Hardjosumantri (meninggal).[4]. Pesawat tersebut juga membawa 19 warga negara asing antara lain dari Jepang, Brunei Darussalam dan 8 orang warga Australia yang merupakan rombongan jurnalis yang akan meliput kunjungan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer di Yogyakarta [5]

banjir_jkt_2007(ilustrasi banjir besar 
Jakarta 2-2-2007, sumber internet)

Iktibar jamaah haji secara bentuk dasar telah dibacakan dengan peristiwa kelam dalam atribut yang lebih hebat, merupakan perulangan yang biasa terjadi dan senantiasa di pergilirkan. Saat semua atribut dihilangkan, maka terlihatlah bentuk dasar yang paling dasar yakni “Peringatan dari sang Maha Super bahwa  atribut dari bentuk dasar tsb dapat berulang kembali dalam bentuk atribut yang lain, Walau di bungkus dalam kegiatan ibadah, musibah dapat saja terjadi, hal ini ditegaskan dalam banjir di Jeddah, yang secara logika kota ‘perlindungan'”

Secara bentuk dasar terlihat, bahwa beribadah saja mendapat musibah, bagaimana dengan kejadian lain yang tidak nuasa ibadah ?”

Menjawab kejadian musibah yang berdekatan tanggalnya dengan musibah dengan nuansa ibadah, hal ini terjawab pada artikel M City Terbakar dan Fenomena Bunuh Diri di Mall  Medan tempat atribut pesawat celaka, terlihat sebagai bandingan kejadian dalam nuansa non ibadah bahkan cenderung “hura-hura”,Empat Ajudan Gubernur Sumut Tewas Terbakar khusus masalah ajudan ini, adalah Gubernur terpilih dari usungan sebuah koalisi agamis ,Calon PKS Menang di Sumut .Kejadian ini beriktibar sebagai bentuk dasar bahwa “Musibah atau bencana yang terjadi dapat menimpa siapa saja, sebagaimana jamaah haji yang tewas secara aneh”, bahkan sambungan berita ini ke-esokan harinya, Kelab Malam di Perm Moskow Terbakar, 109 Tewas

Iktibar ini benar ketika ditemukan kejadian berita penguat antara Rusia & Indonesia yakni :

MOSKOW – Seorang anak dari staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow, Rusia, tewas dalam kecelakaan mobil…… Kecelakaan terjadi antara mobil Honda Civic yang dikendarai anak staf KBRI dan Zhiguli yang dikendarai oleh polisi pada Minggu sekira pukul 01.00 waktu setempat.”Dia bukan anak duta besar. Namun anak dari staf kedutaan,” ungkap seorang petugas polisi.Kecelakaan terjadi di jalan raya Borovskoye. Selain anak staf kedutaan, seorang polisi yang mengendarai Zhiguli juga tewas di lokasi kejadian. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan.(ton)

Sebuah iktibar bentuk dasar yang terhubung bahwa “Celaka di Rusia & di Indonesia adalah SAMA yakni di karenakan sifat hura-hura yang berlebihan, di Rusia sebagai negara komunis-pun celaka, maka di Indonesia yang agamis-pun celaka pula. Pada akhirnya bentuk dasar yang paling dasar adalah “Celaka tanpa memandang status, baik yang agamis maupun yang tidak, baik yang sedang beribadah maupun tidak” Semua bentuk dasar pada hakikatnya SAMA hanyalah manusia saja yang selalu memandang atribut sehingga lahirlah berbagai macam kepalsuan atribut yang menyebabkan mereka merasa berbeda. Perulangan-perulangan kejadian dalam bentuk dasar sama dengan atribut yang lain-lain, yang terjadi tiada lain untuk mengingatkan manusia agar selalu membersihkan dirinya,

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri ,dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. al-a’laa:15-16

Sehingga ketika sebuah bentuk dasar yang terjadi dapat dibaca dengan atribut yang lebih hebat (bencana besar, baca penantian bentuk dasar bencana dahsyat sebagai Kode Bencana 38 ), maka tiada lain terucap sebagai “Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu“.

Atau apakah  orang yang melalui suatu negeri yang  telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu ; Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya  diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (al-baqoroh:259)

Dan ketika penantian tsb benar, maka tiada terucap pula ayat quran terkenal

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”  al-baqoroh:155-156

wedus-gembel-saat-letusan-gunung-merapi-tahun-2006_(ilustrasi awan panas, sumber gambar internet)

[UPDATE TULISAN] Penantian Bencana yang dituliskan di-sini menemukan bentuknya, sebagai kode 66 dan tewas karena luncuran awan panas yang jatuh dari ketinggian, Sebelum mbah marijan tewas, didahului oleh Gempa & Tsunami Mentawai, berikut ini

GEMPA DAN TSUNAMI MENTAWAI TELAH DITULISKAN SEBELUMNYA


Sekali lagi, itulah sebuah Tsunami Mentawai Korban Tewas 31 Orang, 190 Hilang yang benar terjadi sebagai kebinasaan yang didahului dengan kejadian aneh, walau dengan kejadian itu tidak terpantau oleh indera fisik. Pada banjir bandang wasior, bencana wasior hanyalah awal rentetan bencana yang terjadi, hal itu pula telah nyatakan dalam sebuah ulasan, Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior

Akhirnya kejadian aneh demi kejadian aneh telah terkirimkan, maka kebinasaan itu benar nyata terjadi, Presiden Sampaikan Ucapan Bela Sungkawa.. Mengapa harus kebinasaan itu di wasior ? mengapa bukan tempat lain ? tiada lain kejadian aneh berupa empat KA yang saling bertabrakan adalah sebuah kejadian aneh yang sempurna untuk ‘memanggil’ menteri perhubungan yang asal papua, lalu mengapa harus terjadi berselang 2 hari setelah tabrakan KA itu terjadi ? baca Banjir Bandang Wasior, Mengapa Tepat 4-oktober-2010 ?yang menunjukkan kebinasaan itu masih liar.

Kebinasaan yang liar, terjawab dengan More than 20 Killed, Many Missing after Powerful Quake Hits Indonesia yang sekali lagi bencana itu masih liar dengan kejadian aneh lainnya, yaitu Selasa, 26/10/2010 13:19 WIB Awas Merapi Wapres: Minta Doa kepada Mbah Marijan Ya

WAPRES_boediono-MBAH_DETIK_COM(Wapres Boediono ke Merapi, sumber detik.com)

Sleman – Wakil Presiden Boediono memerintahkan agar Pemda Sleman, Yogyakarta, dan masyarakat sekitar Gunung Merapi waspada. Ia pun mengigatkan agar tidak lupa meminta doa kepada Mbah Marijan. “Dalam 2-3 hari ini harus waspada. Saya pikir Pemda bisa menyiapkan diri sebaik-baiknya,” kata Boediono saat mengunjungi Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Selasa (26/10/2010). “Termasuk minta doa kepada Mbah Marijan, ya!” canda Boediono yang kemudian disambut riuh seluruh orang yang berada dalam posko tersebut. Boediono terbang ke Yogyakarta didampingi oleh Ibu Herawati. Sejumlah menteri juga ikut dalam rombongan, antara lain Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menko Kesra Agung Laksono, dan Menteri PU Djoko Kirmanto. Sebelum menyampaikan arahannya, Boediono mendapatkan penjelasan dari Bupati Sleman Sri Purnomo tentang langkah-langkah yang ditempuh Pemda pra dan pasca erupsi gunung berapi. Sebelum terjadi erupsi, dilakukan pemetaan rawan bencana serta rehabilitasi sarana evakuasi. Selain itu dilakukan penataan titik-titik kampung pengungsian, penangulangan risiko bencana, serta penataan logistik. “Pada saat erupsi, kita melakukan evakuasi mandiri. Kemarin sudah bagi kelompok rentan seperi manula dan ibu hamil. Kita juga melakukan operasi pengamanan desa yang ditinggal dan komando penyelamatan dengan bunyi sirine,” katanya. Setelah terjadi erupsi, lanjut Sri Purnomo, pihaknya akan melakukan pemulangan pengungsi ke tempat tinggal masing-masinng. Lalu kekayaan penduduk yang hilang akibat letusan gunung akan diidentifikasi. “Selain itu, rehabilitasi infrasrtuktur, psikologi dan penyantunan” ujarnya. Boediono menambahkan, semua pihak harus mengantisipasi keadaan terburuk. Ia meminta langkah-langkah yang sudah direncanakan Pemda bisa dijalankan dengan baik. “Insya Allah kita bisa dengan mekanisme yang sudah tertata tadi,” kata Boediono. (irw/lrn)

Berita lain menyebutkan Wapres: Restu Mbah Maridjan Hindari Korban Jiwa,Selasa, 26 Oktober 2010 13:31 WIB, Sleman, (tvOne)

ilustrasi (ANTARA/ Wahyu Putro A)(labuhan merapi mbah marijan, 
sumber antaranews)

Wakil Presiden Boediono meminta doa dan restu juru Kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan agar peningkatan aktivitas dan letusan Gunung Merapi tidak menimbulkan korban jiwa. Permintaan yang dengan nada bergurau tersebut disampaikan Boediono seusai mendengarkan paparan Bupati Sleman Sri Purnomo dan Kepala Badan Geologi Sukhyar terkait kesiapan upaya penanggulangan bencana Gunung Merapi di Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman di Pakem, Sleman, Selasa. “Jangan lupa minta doa dan restu kepada Mbah Maridjan,” katanya. Wakil Presiden mengatakan, masyarakat di lereng Gunung Merapi Kabupaten Sleman sudah cukup bagus dalam upaya antisipasi bencana letusan Gunung Merapi, tetapi masyarakat tetap harus lebih waspada karena jika menyimak dari paparan Kepala Badan Geologi yang menyebutkan energi di Gunung Merapi kali ini jauh lebih besar dari letusan sebelumnya. “Saya pernah merasakan sendiri letusan Gunung Merapi pada 2006, 1997 dan 1994 yang menurut saya cukup besar, hingga jika kali ini energi Merapi lebih besar dari sebelumnya maka masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan,” katanya. Ia mengatakan, semua pihak tidak tahu kapan Gunung Merapi akan meletus, sehingga semua harus siap dengan risiko yang terburuk. “Saya juga sependapat dengan paparan dari Bupati Sleman yang berupaya agar dalam upaya penanggulangan bencana ini `zero-zero` korban atau tidak ada korban manusia,” katanya. Menurut dia, evakuasi warga menjadi kunci utama dalam upaya penanggulangan bencana dengan target tidak ada korban jiwa. “Evakuasi harus disiapkan dengan benar dan baik, sarana transportasi yang digunakan harus benar-benar dalam kondisi baik, jangan sampai saat digunakan dalam situasi mendesak justru macet atau kehabisan solar,” katanya. (Ant)

KEANEHAN PERTEMUAN WAPRES BOEDIONO DAN MBAH MARIJAN


Mengapa berita pak Wapres diatas tergolong kejadian aneh menjelang kebinasaan selanjutnya ? tiada lain sebuah perulanngan yang pernah terjadi sebelumnya yaitu, mbah marijan, merapi dan gempa yogya yang terjadi tgl 27-mei-2006, sesungguhnya telah diberikan peringatan sebelum terjadinya, baca Misteri Gempa dan Tsunami Mentawai dengan Halo Matahari Padang

memori_ingatan_fox_news(ILUSTRASI memori manusia yang terbatas)

Dengan Gempa & Tsunami Mentawai itu, sesungguhnya menjelaskan kepada kita semua, bahwa dunia ini tidak-lah semata harus mengikuti keterbatasan manusia yang hanya mampu memahami fenomena alam sebagai hal yang biasa saja, namun sekali lagi itulah sebuah perjalanan awal manausia mengenai gagak qobil, dimana gagak diperintah oleh Allah swt untuk memberitahukan kepada qobil, dan pelajaran itu terjadi lagi lewat sebuah fenomena halo matahari. Itulah dua sisi yang melingkupi manusia, sisi fisik dan sisi bathin (ruh), ketika halo matahari diberikan, maka sesungguhnya ketika mata secara fisik memandang hal itu sebagai hal yang biasa saja, ruh-lah yang bisa merasakan bahwa halo matahari itu bukanlah sekedar kejadian biasa di alam ini, namun sebuah peringatanNya. Itulah mengapa pula tuhan tidak bisa di-indera HANYA dengan fisik semata, namun dengan ruh itulah didapatkan keberadaan tuhan.

Dari bahasan misteri yang telah terjawab diatas, maka sesungguhnya bencana di bulan oktober-2010 ini masih liar dengan didahului oleh kejadian demi kejadian aneh (baca Awas Merapi, Akankah di-Ikuti Gempa Besar ?)….Kejadian itu terekam oleh milis ini sebagai sebuah perulangan, hingga ketika merapi beraktifitas tinggi, maka, hal itulah yang mendasari penyebaran brosur antisipasi gempa bumi daripada letusan merapi, brosur ini dapat di unduh di sini

mbah-marijan_jadi_lakon(Wapres Jusuf Kalla dan Mbah Marijan)

Dengan adanya pak wapres dan mbah marijan, maka sesungguhnya perulangan itu telah nyata terjadi, hingga suatu masa mirip dengan mantan wapres JK yang akhirnya kandas dalam perjuangan kekuasaan saat pemilu yang lalu, Hal itulah yang akan di tiru oleh pak Wapres saat ini. Itulah makna perulangan demi perulangan yang terjadi, yang tidak terpantau oleh kasat mata indera, namun secara ruh, itulah sebuah penegasan akan keniscayaan, bahwa “sesungguhnya kita semua telah diperingatkan”

Tidak seberapa lama dari kejadian “titip restu doa kepada mbah marijan”, maka beliaunya ternyata ikut menjadi korban, Rabu, 27/10/2010 18:42 WIB Sultan: Tak Ada Upacara Khusus Pemakaman Mbah Maridjan bahkan desa beliau luluh lantak dihantam abu panas merapi, Kampung Mbah Maridjan Luluh Lantak sampai tulisan ini diupdate, maka korban jiwa juga cukup Rabu, 27/10/2010 16:28 WIB Korban Tewas Awan Panas Merapi di Sleman Menjadi 30 Orang untuk menjadi perhatian tersendiri akan kebinasaan yang kedua ini, setelah tsunami mentawai.

iklan_mbah_marijan(in memoriam mbah marijan ketika
 menjadi bintang iklan, sumber kompas.com)

Itulah sebuah perjalanan panjang dari peringatan-peringatanNya, lebih khusus pada beliaunya yang menjadi icon bagi indonesia, baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal

Peristiwa meletusnya merapi itu sendiri merupakan sebuah hal yang diberitakan akan terjadinya lewat sebuah kisah nyata pembawa peringatan gempa yogya, sehari sebelum terjadinya tgl 27 mei 2006 (baca Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006). Tersebutlah sebuah kisah gempa yang akan terjadi yang diberikan ilustrasi untuk tidak mempercayai ajaran klenik mbah marijan, berikut kisahnya:

mbah_marijan_jpg(sumber gambar metrotv)

AJAKAN PEMURNIAN AJARAN TAUHID


Didalam milis tersebut terdapatlah suatu ajakan untuk memurnikan ajaran Islam yang disebut sebagai bagian dari kepedulian ketauhidan. Setting latar belakang dari gempa yogya ini adalah sebuah berita & pengagungan berlebihan terhadap sosok juru kunci merapi dengan kode bencana 66,(juru kunci merapi, kode 13+1+18+9+10+1+14=66,  sedangkan gempa yogya 27-05-2006, kode gempa yogya = 27+05=32, kemudian di ikuti oleh semburan lapindo yang dimulai 29-05-2006, kode lumpur lapindo=29+05=34, sehinga dua bencana tersebut adalah 32+34=66 juga, sama dengan kode sang tokoh) Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: JPbukti_lawan_mbah_marijanpress_MPT_bag_1press_MPT_bag_2

Bagi yang ingin mengetahui bagaimana penyebaran brosur di yogyakarta, seperti yang telah dituliskan diatas, silahkan kunjungi halaman ini (Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006) Sebuah doa yang berisi harapan agar semua dapat terhindar dari letusan merapi, namun merapi membawa korban sedikit, cek tgl postingnya

doa_merapi_tgl

doa_merapi2

APAKAH DOA MERAPI TERJAWAB ? ATAUKAH RITUAL2X  MBAH MARIJAN DIJAWAB OLEH ALLAH SWT ?


Kenyataannya adalah merapi tidak meletus besar, justru terjadi gempa yogyakarta 27-mei-2006, dimana gempa ini oleh yang berdoa telah diperingatkan akan adanya gempa bumi sehari sebelum gempa bumi itu terjadi (baca :: Gempa Yogyakarta, Ternyata Sudah Diperingatkan Sehari Sebelumnya ::).

Information

This entry was posted on Desember 11, 2009 by in Berita, Fenomena, Islam.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: