Adalah fenomena cukup langka sebelum Tsunami pangandaran 17-juli-2005, kejadian aneh dan unik ketika rentetan pesawat bermasalah tiap hari terjadi mulai tgl 5-juli-2006, kemudian tgl 6, tgl 8 terjadi 2 kali pesawat bermasalah.
Adalah fenomena ganjil ketika seorang ibu yang berpendidikan tinggi dan agamis tega membunuh 3 anaknya
Tulisan seri tanda tanda sebelum bencana besar di indonesia merupakan pelajaran tematik bahwa sesungguhnya bencana adalah sebuah kegiatan fisik yang biasa terjadi bagai sebuah tubuh manusia yang mengalami perubahan fisiologis sehingga tubuh merasa sakit atau bahkan menuju kematian. Sebelum Tsunami pangandaran, maka bencana besar di indonesia yang dapat di catat adalah:
Ketika tubuh terjadi perubahan, maka lingkungan atau environment akan menyesuaikan sehingga dari perubahan tsb, tubuh akan merasakan ‘guncangan’ hebat. Persis sama dengan fisiologis manusia, maka bumi yang sudah berusia milyaran tahun, pada fase-fase tertentu akan mengalami perubahan sehingga menimbulkan ‘goncangan’. Sebelum hal itu terjadi, ibarat tubuh yang dapat dideteksi lewa suhu tubuh, pencernaan, darah dsb, maka bumi-pun dapat dideteksi perubahan itu dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah aliran ‘darah’ atau sifat-sifat penghuninya saat itu.
Suasana saat sebelum Tsunami Pangandaran tgl 17-juli-2006 adalah bumi baru saja merasakan shock atau guncangan lewat gempa yogya 27-mei-2006. Sesaat setelah gempa bumi yogya 27-mei-2006, maka sifat fisiologi alam menyesuiakan dengan munculnya fenomena alam yang tercatat paling langka di dunia yakni lumpur lapindo tgl 29-mei-2006
Secara fisiologi, dua perubahan besar bumi tersebut secara pencatatan dapat dituliskan berdamping bencana gempa, jeda, kemudian bencana lagi atau bisa dicatat 27-05:28-05:29-05, atau kode bencana 27+5:28+5:29+5=32:33:34. sehingga khusus tgl bencana tsb di jumlahkan menjadi 32+34=66, penejalasan kode bencana 66 baca Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya
Suasana sebelum Tsunami pangandaran sesuai dengan kode diatas adalah 32:33:34, dimana kode tersebut bencana:tidak bencana:bencana, ketika kode tsb dijumlahkan 3+2:3+3:3+4=5:6:7 sebuah susunan kode unik dan harmonisasi yang dapat dijelaskan bencana:tidak bencana:bencana. Kode tersebut menunjukkan bulan bencana yang terjadi yakni mei=bencana:juni=tidak bencana:juli=bencana
Banjir Lumpur Panas Sidoarjo, adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
Arti secara tematik dari rentetan dua bencana diatas adalah bahwa bencana gempa bumi yogya 27-mei-2006 yang terjadi bukanlah bencana tunggal, namun bencana yang memiliki sambungan yang mirip dan terjadi selang dua bulan setelah itu. Adapun tanda-tanda sebelum bencana kedua yang mirip meiliki keterkaitan pula dengan gempa yogya (baca Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006)
TANDA PERTAMA: 09-Juni-2006: IBU BUNUH TIGA ANAKNYA
Tanda pertama atau tanda pembuka dari bencana Tsunami pangandaran adalah sebuah kegilaan yang terjadi, mirip dengan tanda kedua tanda sebelum gempa yogya yakni 11-mei-2006: Wanita Gila Bajak KA BBM
Tragedi Ibu Habisi Tiga Buah Hati
“SAYA GAGAL SEBAGAI IBU”
Sarjana Planologi ini membunuh tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Akumulasi masalah tak terpecahkan ditambah kekhawatiran yang berlebihan, diduga sebagai pemicu perbuatan itu.
Masyarakat Bandung geger ketika terdengar kabar seorang ibu membunuh tiga buah hatinya yang masih kecil. Anik Khoriah Sriwijaya (31), nama ibu itu, kini menjadi tersangka tunggal dan ditahan di Polresta Bandung Timur. Ia didakwa mengakhiri hidup Abdullah Faras Elmaki (5,5), Nazhif Aulia Rahmatullah (3), dan Umar Nasrullah (9 bulan).
Tanda pertama kegilaan ini awal mulanya tidak ada artinya, hanya merupakan kelanjutan dari kegilaan pada tanda kedua gempa yogya. Kejadian ini sangat berhubungan untuk menarik perhatian umat manusia saat itu, dimana justru orang yang ‘berpendidikan tinggi’ dan ‘beragama’-lah yang berbahaya.
Sebagaimana pada gempa bumi yogya 27-mei-2006 lalu, penyebaran 1000 brosur tentang waspada gempa yogya dilakukan sebelum gempa itu terjadi. Selain itupula dikirimkan ke email para tokoh, media dsb, maka iktibar ibu yang ‘berpendidikan’ dan ‘beragama’ tsb membunuh anaknya, Adalah para penerima brosur, press relesease dan email yang rata – rata ‘ber pendidikan’ tinggi adalah orang-orang yang ‘tega’ membunuh rakyat kecil.
TANDA KEDUA:29-Juni-2006: PESAWAT WAPRES PECAH KACA
Tanda pertama sebagai tanda ‘kegilaan’ yang beriktibar bahwa orang yang ‘berpendidikan’ yang berbahaya , maka penegasan dari iktibar tsb dilanjutkan lewat sebuah siklus-siklus yang menunjukkan bahwa yang tinggi diatas itulah yang berbahaya (lihat bedanya dengan iktibar gempa yogya, dimana justru di daratlah yang berbahaya, baca Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006)
- Heli terhadang awan sehingga pak Presiden harus jalan darat 13-April-2006
- KA Saling bertubrukan dua kali berurutan tgl 14 dan tgl 15 – April-2006 (bandingkan dengan Tsunami Aceh yang heli 2 kali jatuh berututan tgl yang berseri, tgl 22 dan tgl 23)
- KA BBM mundur dari ketinggian 11-mei-2006
Suasana pada saat sebelum gempa yogya “ADALAH ANEH TIDAK ADA PESAWAT YANG BERMASALAH dibandingkan dengan DIDARAT” seolah hendak mengatakan bahwa “YANG BERBAHAYA adalah di daratan daripada merapi”. Hal ini berbeda dengan suasana sebelum Tsunami pangandaran, dimana pesawat nyaris celaka dialami oleh Wapres Jusuf Kalla
INSIDEN PENERBANGAN
Kaca Kokpit Pesawat Rombongan
Wapres Pecah di Udara
Jumat, 30 Juni 2006
JAKARTA (Suara Karya): Pesawat Kepresidenan perlu diganti dengan yang baru. Itu karena pesawat yang sekarang digunakan tidak cukup aman. Buktinya, kemarin, pesawat jenis Fokker-28 milik TNI-AU yang mengangkut rombongan Wapres Jusuf Kalla dari Jakarta menuju Medan mengalami pecah kaca depan kokpit.
Kejadian yang mirip dengan sebelum gempa yogya, dimana presiden SBY helinya terhadang oleh awan, kejadian sebelum tsunami pangandaran kali ini dialami oleh pak Wapres.
Dijelaskan didalam preambule diawal artikel bahwa 5=bencana:6=tidak bencana:7=bencana, yang dapat diartikan pula sebagai adanya keterkaitan gempa yogya tersebut dengan Tsunami pangandaran, maka keanehan muncul tepat tgl 29, sekali tepat tgl 29-juni-2006 Wapres nyaris celaka.
Tgl 29-juni-2006 adalah tepat sebulan mulainya lumpur lapindo, wapres nyaris celaka, ‘seolah’ menegaskan bahwa itulah tanda yang mengingatkan akan kode bencana dari lapindo.
TANDA KETIGA:09-JuLi-2006: SIKLUS – SIKLUS YANG ANEH
Tanda pertama DAN tanda kedua yang menegaskan iktibar yang tinggi yang berbahaya sebagai orang yang ‘berpendidikan tinggi’ yang ‘berbahaya’ ditegaskan lagi. Maksud dari ‘berpendidikan tinggi’ disini bukan ilmunya yang berbahaya, namun sikap humanis atau sisi sosiologisnya tsb yang berbahaya karena selalu berkata secara rumus empiris atau eksakta, padahal di kehidupan akhirat kelak, semua rumus tidak ada artinya.
Unsur sosiologis yang dibangun pada masa dahulu [baca Pelajaran yang Terabaikan ] sering terjadi sebagai petunjuk dari Allah swt yang tidak masuk akal. Tanda atau petunjuk Allah swt yang tidak bisa diterima secara rumus :
Kisah Unta Betina dari n. Sholeh
Kisah ini sangat tidak masuk akal bahkan dijamannya-pun diolok sebagai hal yang mengada-ada, karena mereka berpikir mengapa pertanda dari Tuhan hanyalah seekor unta ? Namun Allah membenarkan pertanda itu (unta betina)
Dan kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (al-a’raaf:73)
Sekiranya kita saat ini hidup dijaman n.Sholeh maka kemungkinan besar pula kita akan berpendapat sama seperti kaumnya n.Sholeh.
Pelajaran yang berulang akan bencana di Indonesia, seri berikutnya sebagai kisah sebelum Tsunami pangandaran dengan diawali iktibar: “Orangselalu menggunakan hanya mengandalkan rumus eksakta saja itulah yang akan mengabaikan pelajaran Allah”.
Tanda ketiga sebagai penegasan tanda pertama, kedua yang merujuk pada yang ‘berpendidikan tinggi’ itulah yang berbahaya, hal ini dilanjutkan lewat sebuah siklus-siklus tercatat dalam milis (tidak dapat diubah tanggalnya) sebagai [Jul 9, 2006[S] 3:12 pm “Siklus – siklus yang aneh”]
Sebagai bukti bahwa ibu yang ‘berpendidikan tinggi’ tersebut merupakan iktibar tanda yang meyakinkan, maka tercatat dalam milis (the_untold_stories) dimana tgl pengiriman tidak dapat diubah, disitu tercatat:
PEMBUKTIAN TEORI SIKLUS BENCANA
Teori yang telah terbukti dalam gempa bumi yogya 27-mei-2006, yang dengan itu dikirimkan brosur gempa yang akan terjadi [baca Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006]. Setelah gempa bumi yogya, maka teori tersebut diuji kembali.
Jul 5, 2006
- [S] 7:50 pm “Sebuah pertanda yang terlupakan” tertulis “Pelajaran Besar”, berikut petikan
…… Sidoarjo, 3-juli-2006, 01.00 dini hari, menunggu piala dunia jerman dan italia. Pertanda-pertanda yang semakin banyak dan pertanda yang menunjukkan semakin dekatnya ‘Pelajaran Besar’ dari Allah sebagai konsekwensi ‘teori Siklus Bencana di Indonesia’ yang belum dapat dipatahkan siklusnya karena belum bisa mengambil inti yang terdapat pada pelajaran bencana itu.
Pelajaran Allah dilupakan manusia dan Allah senantiasa mengulangi PelajaranNya sehingga lahirlah suatu Siklus. “Pelajaran Besar” dari Allah tidak harus berupa bencana, namun juga bisa jadi bencana, yang penting kita harus selalu siap dalam ketakwaan. Dalam rangkaian peristiwa ini terlalu banyak peristiwa kebetulan yang terkait dalam susunan cerita sebagai wujud dari makna dalam teori “orang Gila”
…. seorang ibu di bandung tega membunuh tiga anaknya. Peristiwa ini cukup langka di dunia bahkan di dunia hewanpun tidak pernah di jumpai induk memakan anankya sendiri…..”
SIKLUS PESAWAT BERMASALAH: PERTAMA :05-JULI-2006:PESAWAT JATUH DI LAPINDO
Tanda siklus dari pesawat wapres yang bermasalah tepat tgl 29 atau sebulan setelah lumpur lapindo menyembur, maka penegasan pesawat wapres tsb memang sesuatu yang penting atau terkait dengan lumpur lapindo dari tgl terjadinya (sama-sama tgl 29).
Penegasan keterkaitan ini dibuktikan lewat sebuah pesawat Jatuh di lumpur lapindo:
Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pesawat latih jenis Ultralight milik Institut Teknologi 10 November (ITS) jatuh di areal persawahan di kawasan Gedung Cangkring, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (5/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Pesawat jatuh ketika sedang melakukan pemotretan lokasi semburan lumpur panas dari sumur eksplorasi milik PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo.
Adalah sesuatu yang mengherankan bahwa ibu yang ‘berpendidikan tinggi’ membunuh anaknya sebagai iktibar yang memiliki ‘pendidikan tinggi’ yang berbahaya ditegaskan dengan pesawat milik perguruan tinggi, seolah menegaskan keterkaitan tsb.
SIKLUS PESAWAT BERMASALAH: KEDUA :06-JULI-2006:ADAM AIR PECAH BAN
Seri pesawat bermasalah bersambung kembali, seolah deret yang berjajar, maka esok harinya dari pesawat jatuh di lapindo, maka 6-juli-2006, pesawat kembali bermasalah
Kompas/Bahana Patria Gupta
Pesawat terbang milik Adam Air jurusan Jakarta-Solo parkir setelah pecah roda depan saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (6/7) pagi. Kompas/Bahana Patria Gupta
Pesawat terbang milik Adam Air jurusan Jakarta-Solo parkir setelah pecah roda depan saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (6/7) pagi.Adam Air Pecah Ban Saat Mendarat di Bandara Adisumarmo, Laporan Wartawan Kompas Sri Rejeki
BOYOLALI, KOMPAS – Pesawat Adam Air tujuan Jakarta-Solo mengalami pecah ban saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Boyolali, Kamis (6/7). Pesawat dengan nomor penerbangan KIO160 yang berangkat dari Jakarta pukul 08.00 membawa 129 penumpang ini, dirasakan penumpang tidak ada masalah ketika lepas landas dari Cengkareng.
Namun saat hendak mendarat dan menyentuh landasan Bandara Adisumarmo, penumpang merasakan bau asap yang menyengat. Pesawat terasa direm mendadak dan tubuh pesawat berguncang-guncang keras. “Semua penumpang panik saat itu, apalagi tidak ada pemberitahuan apapun sampai kami turun dari pesawat,” tutur salah satu penumpang, Henis.
SIKLUS PESAWAT BERMASALAH: KETIGA :08-JULI-2006:PESAWAT MERPATI GAGAL TERBANG
Setelah adam air pecah ban tgl 6-juli-2006, maka tidak berselang lama sebuah pesawat kembali bermasalah yakni:
Sabtu, 08/07/2006 20:17 WIB
Alarm Bunyi, Merpati Gagal Terbang
Gede Suardana – detikNews
Denpasar – Sebuah pesawat milik Maskapai Merpati Nusantara Airlines (MNA) jenis Fokker-27 dengan nomor lambung 6550 dengan rute Denpasar-Labuhan Bajoe, NTT mengalami gagal terbang. Pesawat mengalami gangguan 10 menit setelah take off dari Ngurah Rai. Pesawat itu lepas landasan sekitar pukul 14.00 Wita.
Setelah sempat berada di udara, pilot terpaksa mendaratkan pesawat karena alarm indikator kerusakan berbunyi di kokpit. “Indikator itu menyala dan berbunyi sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Ngurah Rai,” ujar Distrik Manager MNA Asrianto kepada wartawan di Denpasar, Bali, Sabtu (8/7/2006).
SIKLUS PESAWAT BERMASALAH: KEEMPAT :08-JULI-2006:PESAWAT JATUH LAGI DI LAPINDO
Penegasan pesawat pertama yang memiliki keterkaitan dengan tanda pertama dan ketiga, maka perulangan kembali terjadi lewat jatuhnya peswat dilapindo untuk kedua kalinya
PESAWAT TANPA AWAK JATUH KE LUMPUR Metrotvnews.com, Jakarta: Pesawat tanpa awak jenis Uaf milik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, jatuh di sekitar jalan tol Gempol-Surabaya di kilometer 38, Sabtu (8/7). Pesawat seberat 3,5 kilogram dan dikendalikan dengan remote kontrol itu sesuai rencana dimanfaatkan untuk memotret kondisi lumpur di sekitar jalan tol. Pesawat dilengkapi kamera digital dan handycam.
… Namun, setelah terbang selama satu menit, angin kencang datang secara tiba-tiba. Pesawat seharga Rp 15 juta itu tidak terkendali dan jatuh di lumpur dekat Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Porong. Pesawat mengalami kerusakan di bagian sayap dan ekor. Sedangkan badan dan mesin pesawat masih utuh.
Bukan kali pesawat jatuh di sekitar lokasi semburan lumpur panas. Sebelumnya pesawat pemantau dengan satu awak juga terjatuh di Desa Cangkring, Kecamatan Jambon, Sidoarjo. Tak ada korban dalam kecelakaan ini. Hanya pilot pesawat mengalami luka-luka dan harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Sidoarjo.(BEY)
Dengan dua pesawat yang jatuh di lapindo, maka dapat disusun harmonisasi kejadian dari tanda pertama, kedua dan ketiga
- Tgl 09-juni-2006: Ibu ‘berpendidikan tinggi’ bunuh anak
- Tgl 29-juni-2006: Pesawat WAPRES pecah kaca kopkit:sebulan lapindo
- Tgl 05-juli-2006: Pesawat Jatuh di lapindo dari yang berpendidikan tinggi
- Tgl 06-juli-2006:Pesawat Adam Air pecah ban, sebagai penegasan pertama yang tinggi bermasalah
- Tgl 08-juli-2006:Pesawat Merpati Gagal Terbang sebagai penegasan kedua yang tinggi bermasalah
- Tgl 08-juli-2006:Pesawat Jatuh yang kedua kali di lapindo dari yang berpendidikan tinggi sebagai penutup seri siklus yang aneh-aneh
Siklus yang aneh-aneh dan tidak masuk akal merupakan upaya secara sosiologis untuk menarik perhatian manusia utamanya bencana yang BELUM SELESAI dari kelanjutan kode 5=bencana:6=tidak bencana:7=bencana.
Bulan 5 atau mei dan 7 atau juli adalah bencana sedangkan bulan 6 atau juni, merupakan fase pengiriman pertanda
PERTANYAAN BUKTI TEORI SIKLUS BENCANA DI INDONESIA
Telah tertulis sebelum Tsunami pangandaran, si ibu yang berpendidikan tinggi membunuh anak, kaca wapres pecah dan berurutan pesawat-pesawat bermasalah, maka sebuah pertanyaan yang meminta bukti bahwa hal tsb (teori tsb benar) adalah:
Kita mengakui bahwa perawatan pesawat adalah hal yang rumit, dan teliti sebab resiko penerbangan cukup besar. Dari perawatan yang teliti tersebut diharapkan tidak ada lagi ‘error mechanical’ kecuali faktor alam dan nasib. Dari hal ini silahkan diambil garis apakah pesawat itu ‘sengaja’ di munculkan untuk menarik perhatian manusia terhadap ‘sesuatu’ atau memang sekedar kecelakaan biasa.
Memang semua ‘masalah’ pesawat itu tidak ada korban jiwa, dan tidak ada bedanya adalah hal ‘sepele’ yang terjadi, seperti diakui oleh pihak merpati bahwa tidak terjadi kerusakan, sehingga pihak KNKT tidak perlu turun tangan.
Perlu kita tunggu ke depan, jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi (bisa yogya atau aceh atau lainnya karena heli->Tsunami, kereta->gempa, pesawat ?), jika tidak ada, boleh jadi hanyalah ‘kembang’ tidur siang atau memang itulah cukup tandanya
Pertanyaan tsb dituliskan setelah rentetan siklus pesawat jatuh di lapindo, sehingga tercatat sehari setelah itu, maka artikel Jul 9, 2006
- [S] 3:12 pm “Siklus – siklus yang aneh” , tulisan itu di buat 4 hari setelah itu. Di situ tertuang penantian dari tulisan itu ttg akan terjadinya bencana yang cukup mengagumkan
Pertanyaan tsb adalah sebuah tantangan untuk pembukian bahwa siklus pertanda adalah benar terjadi sebagai urutan dari artikel Jul 5, 2006, [S] 7:50 pm “Sebuah pertanda yang terlupakan” tertulis “Pelajaran Besar”,
JAWABAN BUKTI TEORI SIKLUS BENCANA DI INDONESIA
Setelah dituliskan pertanyaan tantangan:
Perlu kita tunggu ke depan, jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi (bisa yogya atau aceh atau lainnya karena heli->Tsunami, kereta->gempa, pesawat ?), jika tidak ada, boleh jadi hanyalah ‘kembang’ tidur siang atau memang itulah cukup tandanya
maka jawaban tersebut didapat sebagai SIKLUS PERTANDA dari PELAJARAN BESAR. Ya … sebuah pertanyaan atas beruntunnya kecelakaan itu, apakah memang biasa saja atau memang petnujuk Allah untuk umatnya sebagai Kasih SayangNya Allah
Apakah yang terjadi setelah pertanyaan itu ? Tidak menunggu terlalu lama, maka pertanyaan itu menemukan jawabannya.
Jul 10, 2006 [s] 1:48 pm “siklus yang aneh [Aneh 2 pesawat " Aneh bin ajaib, sengaja yang kebetulan atau sengaja dibetulakan
- [P] Minggu, 09 Juli 2006 12:03 WIB,
PESAWAT AIRBUS JATUH, 150 ORANG TEWAS - [P] Senin 10 juli 2006 19:11 PESAWAT PAKISTAN AIRLINES PESAWAT JATUH, 45 TEWAS
Dua jawaban tertuang cukup cepat selang hanya beberapa jam saja dari tulisan tsb dibuat (tgl 9-juli-2006 pagi), maka siangnya sebuah pesawat jatuh dan diulang sebagai penegasan pesawat jatuh lagi.
Perhatikan tgl terjadinya pembuktian dari pertanyaan:
jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi
Adalah sebuah harmonisasi jawaban tsb tepat sebulan setelah ibu berpendidikan tinggi membunuh anaknya. Bukankah iktibar yang selalu hanya memakai rumus tersebut yang berbahaya. Sifat humanisme dan sosiologisnya hilang tertelan rumus ketika berhadapan sesuatu yang tidak masuk akal
- Tgl 09-Juni-2006: Ibu bunuh anak
- Tgl 09-juli-2006:Pesawat jatuh sebagai jawaban SIKLUS pertanda dari PELAJARAN BESAR
SIKLUS PERTANDA TELAH TERBUKTI
Setelah terbukti siklus pertanda dengan jawaban tsb, maka kami berkeyakinan sebentar lagi kode bencana yang kedua (34) akan tiba, hal ini dituliskan dengan MEYAKINKAN:
HARI PERTAMA PENANTIAN:13-JULI-2006
Artikel penantian hari demi hari akan PELAJARAN BESAR yang sudah didapatkan kode bencana dan jawaban sebagai SIKLUS PERTANDA:
Jul 13, 2006
- [I] 10:18 am “Inikah yang di tunggu ? “. Perhatikan tulisan itu, 4 hari menjelang gempa dan tsunami pangandaran
Ketika keyakinan akan munculnya bencana besar, maka tertulis agar diberi petunjuk oleh Allah lewat berdoa kepada Allah swt yang dituliskan pada hari berikutnya
HARI KEDUA PENANTIAN:14-JULI-2006
- [D] 2:11 am Doa Pertanda (dipanjatkan tgl 12-07-06, pkl 03.00 dinihari dan berulang-ulang)
Detik-detik menjelang gempa bumi dan Tsunami Pangandaran, tertulis artikel-artikel yang sarat ajakan kebaikan
Doa Pertanda
(dipanjatkan tgl 12-07-06, pkl 03.00 dinihari dan berulang-ulang)
Ya Allah Ya robbi, ampunilah hambaMu ini
Ya Allah semua adalah milik engkau, kami hanyalah manusia yang tiada berarti
Ya Allah tuhanku, berilah tanda kepada pelajaran besar yang akan tiba
Ya Allah banyak manusia yang memandangku dengan kehinaan, sebagai orang yang tidak berdasar
Ya Allah sudah kujelaskan semua apa yang dapat aku tangkapYa Allah aku bukanlah sebab untuk pelajaran itu,
namun merekalah yang tidak mengerti mengapa bencana ini terjadi berurutan
Ya Allah berilah pertanda kepadaku karena semua sudah kujelaskan
Ya Allah jika aku salah, maka tamatlah aku dan hilanglah pelajaran besar itu
Ya Allah bantulah aku, aku berusaha iklash
Ya Allah berilah hujan atau petir sebagaimana engkau beri pertanda kepadaku saat aku bimbang untuk meneruskan ini pada januari lalu
Ya Allah berilah hujan atau petir dimana tempat akan terjadinya bencana, karena dengan hujan di musim kemarau akan membuat orang bertanya-tanya
Ya Allah ampunilah aku, karena hanya inilah aku bisa bermanfaat Semua terserah Engkau, tiada daya dan upaya, kecuali milik Engkau[Doa saat pertanda-pertanda semakin dekat, namun tidak jelas dimana dan kapan pelajaran besar itu]
HARI TERAKHIR PENANTIAN:17-JULI-2006
Pagi hari sesaat sebelum Tsunami pangandaran, maka tertuliskan dengan jelas
- [T] 6:31 am, “Tidak Sama” , dimana sekali lagi melihat dengan trenyuh bahwa kekalahan kebenaran itu ( Senin, 17/07/2006 12:28 WIB Pakai Bikini, Nadine Dinilai Tak Peka Pornografi ) Tak sampai berselang jam, artikel kedua terpostingkan lagi satu artikel yang cukup heboh masa itu
- [A] 7:48 am, “Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi, Tapi Pertanda “, dimana berkaitan dengan doa pertanda, inilah artikelnya dimana tertulis dengan jelas siklus Pesawat sebelumnya sudah terjawab, maka untuk menyakinkan lagi, di-ingatkan ttg berita komet sbg Tsunami Aceh dari artikel yang oleh BMG bukan pertanda bencana (“sebatas diamati”)
PELAJARAN BESAR TELAH TIBA: Senin, 17/07/2006 15:34 WIB Gempa Goyang Jakarta & Bandung
Sesuai dengan urutan siklus pertanda maupun doa pertanda akan tibanya pelajaran besar, maka doa itu berjawab, namun khusus lokasinya seperti adanya hujan atau petir tidak berjawab, seolah menjadi rahasia Allah swt tentang lokasi gempa tsb.
Secara fisiologis lokasi gempa dapat dijejaki lewat tanda pertama ibu yang berpendidikan tinggi yang membunuh anaknya. Dan itulah iktibar akhir sebagai jawaban atas artikel [A] 7:48 am, “Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi, Tapi Pertanda “, dimana berkaitan dengan doa pertanda, inilah artikelnya dimana tertulis dengan jelas siklus Pesawat sebelumnya sudah terjawab, maka untuk menyakinkan lagi, di-ingatkan ttg berita komet sbg Tsunami Aceh dari artikel yang oleh BMG bukan pertanda bencana (“sebatas diamati”)
Secara sosiologi pula sebatas diamati adalah mirip dengan ibu yang berpendidikan tinggi namum membunuh anaknya.
Ya …. awan yang langka itu tidaklah harus berujung pada gempa, karena ilmu pengetahuan untuk kesekian kalinya ‘menyerah’ pada fenomena alam. Kita sebagai mahluk ciptaan Allah harus yakin itulah pertanda dari Allah untuk orang-orang yang yakin. Mari kita ikuti sedikit perintah untuk mengamati langit dan bumi sebagai pertanda kekuasaan Allah
Himbauan dari BMG untuk sebatas di-amati, di jelaskan di artikel tsb bahwa justru itulah dengan pertanda dari Allah sebagai untaian artikel tsb, “Masih ingat dengan berita komet ???, sebagai pertanda “Tsunami Aceh des-2004” dan dijelaskan di bawahnya tulisan awan vertikal.
Terpakai bahasa yang halus itu (pertanda dari Allah), sebab saat itu lagi gencarnya isu gempa bumi dan pihak yang berwajib akan menangkap penebar isu. Inilah beritanya
Selasa, 11 Juli 2006, Isu Gempa 6,5 SR Resahkan Warga
sumber suara merdeka
SEMARANG – Pemprov Jateng, khususnya Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), kemarin resah. Sebuah edaran yang disebar dalam pengajian di Klaten, memastikan empat hari lagi atau 15 Juli mendatang di daerah itu akan kembali diguncang gempa susulan 6,5 skala Richter (SR).
Ya …. bandung tempat ibu berpendidikan tinggi yang membunuh anaknya , dan waktu-demi waktu telah tertuliskan akhirnya, yang dinantikan tiba sore hari, sayang …. peringatan diatas sebelumnya tiada yang peduli
Ya…. mirip dengan Tsunami Aceh dari tulisan pagi hari di artikel pagi hari yakni pkl 7:48 am, “Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi, Tapi Pertanda “( “Masih ingat dengan berita komet ???, sebagai pertanda “Tsunami Aceh des-2004“) yang terjadi di dekat Bandung
Sekali lagi kegilaan adalah korban sedikit yang bisa dapat mencegah korban yang lebih besar, namun sayang walau sudah dituliskan langlah demi langkah sampai berdoa (baca ….. sebagaimana yogya (baca Peringatan Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya ….. tanda-tanda dariNya-pun lewat, Ref bacaan : [Kisah di balik Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran ]
Kliping berita metronews.tv
Berikut kliping berita dari detik.com
Senin, 17/07/2006
- [G] 15:34 Gempa Goyang Jakarta & Bandung.
- [ G] 15:39 Gempa Panikkan Pekerja Kantoran
- [ G] 15:54 Gempa Jakarta 5,5 SR
- [ G] 16:14 Gempa Tak Dirasakan di Pantai Pangandaran
- [ G] 16:27 Gempa Susulan Mengguncang
- [ B] 16:30 BMG Jepang: Gempa Jakarta Bisa Picu Tsunami
- [ G] 16:47 Gempa Susulan 6,1 SR
- [U] 17:01 USGS Catat Gempa Jakarta 7,2 SR
- [P] 17:06 Pangandaran Dilanda Tsunami
- [A] 17:11 Air Laut Surut Setelah Gempa, Warga Cilacap Panik Mengungsi]
- [A] 17:22 Air Laut Mulai Naik di Desa Bunton Cilacap
- [W] 17:31 Warga Gombong Ikut Panik
- [W] 17:35 Warga Cilacap Luber di Terminal
- [W] 17:36 Warga Pangandaran Panik, Berlarian ke Gunung
- [K] 17:38 Khawatir Tsunami, Warga Cilacap Tumpah Ruah ke Jalan
- [S] 17:41 Sepanjang Bibir Pantai Pangandaran Terendam Air Laut
- [G] 17:43 Gelombang Laut Hingga 5 M, RS Cilacap Diminta Waspada
- [O] 17:44 Ombak Dahsyat Bikin Takut Warga Teluk Penyu Cilacap
- [P] 17:57 Polisi Sibuk Tenangkan Warga Desa Buton Cilacap
- [T] 17:59 Tsunami Pangandaran, SBY Langsung Telepon Bupati Ciamis
- [T] 18:02 Tsunami di Pangandaran SBY: Korban Tewas 5 Orang
- [C] 18:03 Cipatujah, Tasikmalaya, Gelombang Pasang 3 Meter
- [J] 18:15 Jalan Cilacap ke Tritih Macet Total
- [T] 18:17 Tsunami Juga Melanda Kebumen
- [C] 18:18 Cipatujah, Lokasi Gempa Terparah di Tasikmalaya
- [A] 18:23 Atasi Tsunami Pangandaran, Ical-Gubernur Jabar Koordinasi
- [S] 18:26 Suara Mirip Meriam Bikin Panik Warga Pantai Petanahan
- [G] 18:39 Gerbang Pangandaran Terendam Sepinggang Orang Dewasa
- [P] 18:46 Pantai Ayah Diterjang Tsunami, Warga Naik ke Gunung
- [T] 18:56 Tsunami, RS Kebumen Kirim Tim Medis ke Pantai Suwuk
- [D] 19:12 Diterjang Tsunami, 2 Napi LP Permisan Nusakambangan
- [A] 19:20 Akibat Gempa, PLTU Cilacap Alami Gangguan
- [T] 19:35 Tsunami di Cilacap, LP Permisan Dilanda Kepanikan
- [T] 20:31 Tsunami di Bantul Terjang Restoran, Parkiran, Batas Sawah
- [U] 21:00 USGS Catat Gempa Kelima 5,9 SR
- [D] 21:42 Dua Hotel Pangandaran Hancur
- [T] 21:58 Tsunami, Ratusan Warga Cibalong Garut Lari ke Hutan Karet
- [R] 21:59 Ratusan Warga Suwuk Mengungsi
Selasa, 18/07/2006
- [P] 05:39 Pangandaran Porak-poranda
- [J] 09:14 Jerit Tangis Warnai Evakuasi Korban Tsunami di Cilacap
- [G] 09:58 Gubernur Jabar: Tsunami Pangandaran Bukan Bencana Nasional
- [99] 10:43 99% Hotel di Pangandaran Rusak
- [P] 11:57 Puluhan Warga Kecamatan Ayah Hilang Disapu Tsunami
- [T] 19:54 Tsunami di Laut Selatan Kesra: 341 Orang Tewas,229 Hilang
Rabu, 19/07/2006
- [T] 10:56 Tsunami Laut Selatan, Kawasan Elit Cikembulan Hancur
- [U] 17:52 UpdatedKorban Tewas 471 Orang
- [G] 18:03 Gempa Gede Goncang Jakarta
- [D] 18:06 DPR Akan Minta BMG Klarifikasi Soal Informasi Tsunami
- [G] 18:14 Gempa 6,2 SR Berpusat di Selat Sunda
- [W] 18:19 Waspadalah! Gempa Jakarta Berpotensi Tsunami
- [G] 18:20 Gempa 6,2 SR Guncang Jabotabek, Warga Keluar dari Rumah
- [G] 18:28 Gempa Goyang Jakarta, Penghuni Apartemen Menteng Berhamburan
- [G] 18:28 Gempa Berpotensi Tsunami, BMG Sibuk Kirim SMS & Faks
- [G] 18:29 Gempa Panikkan Pegawai di Gedung BEJ
- [G] 18:31 Gempa Mengguncang, Anggota DPR Berhamburan Keluar
- [G] 19:02 Gempa Jakarta, Banyak Pegawai Terjebak di Lift
- [P] 19:42 Polisi Jakarta Sempat Tunggang-langgang karena Gempa
- [B] 20:34 BMG Batalkan Potensi Tsunami Pascagempa Jabotabek
Kamis, 20/07/2006
- [G] 10:42 Gempa Susulan Lingkari Jakarta
- [M] 12:32 Menkominfo ke BMG, Gempa Susulan pun Datang
- [S]14:13 SBY: Giatkan Sosialisasi Cara Selamatkan Diri dari Gempa
- [S] 16:10 SBY Ceramah Gempa 2 Jam
Jumat, 21/07/2006
- [P] 08:20 Presiden Kunjungi Pangandaran
- [T] 10:30 Tsunami Laut SelatanDepkes: Korban Tewas 565 Orang
- [T] 10:26 Tsunami Laut SelatanDepsos: 557 Korban Tewas
- [S] 13:09 SBY Ikuti Salat Gaib untuk Korban Tsunami
Sabtu, 22/07/2006
- [S] 11:14 SBY: Gempa Bumi Karya Agung Tuhan
Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran, sebelum terjadinya
Desember 4, 2007 oleh thephenomena | Sunting
// Kasih sayang Allah terhadap umatnya tanpa batas waktu dan ruang, setiap ada bencana besar maka Allah ‘mengirimkan’ petunjukNya, sayang petujuk itu kadang diabaikan.
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (Yunus:44)
Berkaca pada kasus ‘ilmu yang hilang’ dari n. Khidir, tersebutlah suatu kisah tiga penyelamatan yang dilakukan oleh n. Khidir, berikut petikan artikel Mengais Kasih Sayang Allah posting May 4, 2007 12:21 pm
Mengais Kasih Sayang Allah
Informasi atau kejadian yang lalu lalang di depan kita merupakan tumpukan tumpukan informasi yang dapat dibaca, didengar dan di analisa. Sebagian kita sering mengabaikan informasi yang tidak berkaitan dengan kepentingan kita, bahkan sebagian orang menyaring informasinya berdasarkan ukuran keuntungan materi
Bagai tumpukan sampah yang jutaan kubik, kejadian hari demi hari bulan demi bulan tahun demi tahun akhirnya berupa onggokan sampah yang tidak menguntungkan jika kita mengingatnya.
Tidak semua tumpukan sampah itu tidak berguna, bahkan diantara peristiwa yang menurut rasional kita tidak berguna, justru itulah yang berguna. Kata mengais adalah tepat ketika informasi yang kita buang itu ternyata adalah bentuk Kasih Sayang Allah (baca artikel Kasih sayang-Nya Allah)
Tiga kejadian adalah untuk meyakinkan
Sebagaimana artikel Fenomena 3 hari yang menentukan , maka tidak serta merta manusia meyakini tumpukan informasi sampah itu adalah salah satu bentuk Kasih sayang-Nya Allah.
Perhatikan cerita ahli syariat yakni n. Musa dengan ahli ilmu Allah lain yakni n. Khidir. Musa sebagai pencetus aturan tertulis di muka bumi lewat Ten Commander’ justru mengakui ‘kekalahan’ ilmu n. Khidir
QS 18:65-66 Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”.
Dengan rangkaian indah cerita melobangi perahu, membunuh anak dan membangun tembok runtuh tanpa minta upah menunjukkan bahwa untuk meyakinkan n. Musa di perlukan tiga kejadian peristiwa bahwa dibalik kejadian yang menurut kacamata ahli syariat seperti n. Musa, maka pelajaran Allah atau ilmu Allah sangatlah luas
Bahkan tercermin dari cerita itu adalah adanya Kasih Sayang Allah lewat cerita menyedihkan itu terutama pembunuhan anak (baca Filosofi tangan kosong)
Terakhir perpisahan musa dengan khidir tercermin adanya perbedaan ilmu-ilmu Allah
QS 18:77 Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.Lautan ilmu Allah
Dari kejadian tersebut, maka kita perlu membuka cakrawala berpikir baik yang rasional sebagaimana kisah fir’aun dengan ilmunya mampu membuat piramid, patung, tulisan dan istana megah
Kebudayaan yang dihasilkan oleh firaun merupakan peradaban yang sangat maju dan itupula ilmu Allah. Diantara ilmu Allah lain adalah kisah n. Musa mengenai mukjizat dan di tutup dengan ilmu n. Khdiri
Secara bertingkat adanya perbedaan ilmu sebagaimana firaun lewat ilmu pengetahuan yang terlihat secara fisik dari bangunan yang indah, tulisan yang tertata, teknik pembalseman, kemudian ke mukjizat dan hukum Allah dan terakhir adalah ilmu hikmah dari n. Khidir
Arti itu semua adalah apapun yang terjadi di alam ini adalah ilmu Allah. Tak terbatas oleh pikiran rasio manusia :
QS 18:109: Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu “.
Salah satu ciri dari tumpukan informasi sampah yang dapat berarti bagi kita adalah adanya tiga kejadian sebagaimana kisah N. Khidir
Ya filosofi ‘ilmu yang hilang’ adalah pengorbanan yang kecil untuk menyelamatkan yang besar (baca Mengapa Korban Bencana selalu orang Kecil ?)
Filosofi yang lain adalah berulang-ulang kejadian itu adalah untuk meyakinkan, sama dengan filosofi ilmu gagak qobil (baca Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004)
Dua filosofi itu sangat universal dan banyak di temukan pada kehidupan, maka dengan dua filosofi ini-lah kita dapat mengaruingi lautan ’sampah’ berita yang terus menerus terdengar, terbaca oleh kita
Bagaimana kasih sayang Allah sebelum gempa bumi dan Tsunami Pangandaran ?
Permulaan kisah ini adalah gempa yogya 27-mei-2006 lalu dimana di dahului oleh satu peristiwa langka yakni orang Gila menjadi masinis KA BBM yang pada akhirnya berjalan mundur (baca “‘Gagak’ Allah sebelum Gempa Yogya“) Kisah pemberi peringatan gempa yogya ini dapat dibaca pada artikel “Peringatan Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya“.
Keterlanjutan dari fenomena orang Gila inilah yang terus diulang sebagai filosofi berulang-ulang, Adakah yang gila sebelum Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran ?
Sumber Tabloid Nova
Tragedi Ibu Habisi Tiga Buah Hati
“SAYA GAGAL SEBAGAI IBU”
Sarjana Planologi ini membunuh tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Akumulasi masalah tak terpecahkan ditambah kekhawatiran yang berlebihan, diduga sebagai pemicu perbuatan itu.Masyarakat Bandung geger ketika terdengar kabar seorang ibu membunuh tiga buah hatinya yang masih kecil. Anik Khoriah Sriwijaya (31), nama ibu itu, kini menjadi tersangka tunggal dan ditahan di Polresta Bandung Timur. Ia didakwa mengakhiri hidup Abdullah Faras Elmaki (5,5), Nazhif Aulia Rahmatullah (3), dan Umar Nasrullah (9 bulan).
Kenapa peristiwa tragis ini mesti terjadi? Iwan Hilmansyah, SH,MH kuasa hukum Anik mengungkapkan, Jumat (9/6), Iman Abdullah (31), pulang ke rumah mengendarai mobil kantor, disertai rekannya bernama Mislam. Ketika masuk rumahnya di kawasan perumahan Margahayu Raya Barat Blok U II, Kelurahan Margacinta, Bandung, ia mendapati tiga anaknya sudah tidak bernyawa.
Ayah muda ini pun panik. Apalagi, sang istri, Anik Khoriah, tak menjawab pertanyaan Imam. “Dibantu temannya, Pak Iman lalu membawa anak-anaknya ke RS. Al-Islam. Warga dan teman-teman kantor menduga, ketiga anak itu meninggal akibat flu burung atau keracunan,” terang Iwan.
Untuk memastikan penyebab kematian tiga anak itu, RS.Al-Islam meminta izin Iman agar jenazah ketiganya diotopsi. Tapi, Iman menolak. Khawatir ada wabah flu burung, warga melalui Ketua RT melaporkan kejadian itu ke Polsek Margacinta. Sementara Anik yang terlihat shock, diungsikan ke rumah teman di Lembang. “Maksudnya agar bisa menenangkan diri,” ujar Iwan.
Esok harinya, Sabtu (10/6) ayah Anik tiba dari Boyolali. Ia langsung bergabung dengan orang tua Iman yang menyusul Anik ke Lembang. Keluarga besar ini menanyai Anik, kenapa anak-anaknya meninggal. “Saat itulah Bu Anik baru bisa menangis keras-keras. Ia mengaku telah membunuh ketiga darah dagingnya sendiri.”
Karuan saja keluarga jadi tercengang seakan tak percaya dengan pengakuan sarjana Planologi ITB itu. Terlebih alasannya, “Karena mencemaskan masa depan ana-anaknya. Takut anak-anak kelak tidak bisa jadi anak yang soleh. Bu Anik merasa sebagai ibu yang gagal,” tutur Iwan.
TERUS DILANDA KECEMASAN
Iwan bersama timnya, Adardam Ahyar, S.H., M.H., M. Irwan Nasution, S.H., dan T. Raihansyah,S.H. yang ditunjuk Iman sebagai penasihat hukum istrinya menyarankan segera menyerahkan diri ke polisi. Menurut pengakuan Anik, seperti dituturkan Iwan, peristiwa tragis itu berawal Kamis (8/6) pagi di rumahnya.
Pagi itu, Anik menyuruh suaminya lekas berangkat kerja. Kala itu, si sulung Faras sudah berangkat sekolah di TK Zakaria. Entah kenapa, ia cemas masa depan anak-anaknya suram. Bayangan buruk itu terus menggelayuti benaknya. Sampai akhirnya sekitar pukul 10.00, Anik membekap wajah Umar yang masih bayi dengan bantal di kamar depan.
Setelah anaknya meninggal, Anik semakin cemas. Sepanjang siang itu ia gelisah karena takut perbuatannya diketahui Nazhif. Anak keduanya yang tengah nonton teve ini dibunuh dengan cara yang sama dengan Umar. Kedua anaknya ini disatukan di kamar belakang.
Rupanya kecemasan Anik bertambah besar. Dia terus berpikir, bagaimana bila Faras sepulang sekolah nanti tidak mendapati kedua adiknya? Bagaimana kalau Faras tahu adik-adiknya sudah dibunuh ibunya? Kecemasan makin membayang ketika Faras tiba di rumah pukul 17.00.Tak tahan lagi membayangkan pertanyaan Faras, Sabtu (9/6) pukul 05.00, nyawa Faras dihabisi Ani dengan cara membekap dengan bantal. Faras sempat meronta, namun ia kalah tenaga. Bocah malang ini pun terkulai tak bernyawa. Ketika mobil jemputan anaknya datang pukul 07.00, Anik menjawab Faras tak bisa masuk sekolah karena sakit. Rupanya hari itu suami Anik tak pulang ke rumah.
Pagi itu, Anik dilanda kegelisahan, sampai akhirnya mendapat telepon dari sahabatnya bernama Yayuk (baca Boks). Dalam percakapan lewat telepon, Yayuk menanyakan keadaan anak-anak Anik. Anik menjawab, anaknya sakit. Dari sinilah Yayuk berinisiatif menghubungi suami Anik di kantor dan mengabarkan anaknya sakit. Selanjutnya, Iman pulang seperti cerita di awal tulisan.
SUAMI KURANG PERHATIAN
Dugaan Iwan, Anik melakukan perbuatan itu karena adanya gangguan kejiwaan. Anik memiliki obsesi atau kekecewaan yang bertumpuk-tumpuk sehingga Anik khawatir terhadap masa depan anak-anaknya. “Saya gagal sebagai ibu,” begitu kata Iwan menirukan Anik.
Anik juga mengeluhkan, kenapa ketiga anaknya tak bisa ceria setiap kali bersama dirinya. Sebaliknya ketika mertuanya berkunjung, anak-anak terlihat bahagia. “Ketika anaknya sakit, kecemasan Bu Anik semakin menjadi. Dia takut anaknya tidak bisa menjadi anak yang soleh.”Ada lagi kekecewaan Anik yang begitu besar. Sebagai sarjana Planologi lulusan ITB dengan IPK 3,24, kenapa ia hanya menjadi ibu rumah tangga. “Kasihan anak-anak punya Ibu seperti saya,” tutur Anik seperti ditirukan Iwan.
Akumulasi masalah yang diam-diam dipendam Anik, bisa jadi tak akan menimbulkan masalah bila komunikasi antara suami-istri lancar. “Ada tengara komunikasi itu macet dan suaminya kurang care terhadap keluhan istrinya selama ini,” tutur Iwan.
Bagi orang lain, lanjut Iwan, hal-hal seperti yang diinginkan Anik mungkin sesuatu yang biasa dan kecil. “Tapi bagi Anik menjadi seuatu yang besar. Karena hal-hal seperti ini lama dipendam, akhirnya terakumulasi seperti itu.”
Sayang, Iman Abdullah tak bersedia diwawancarai NOVA seputar masalah ini. Ia selalu saja menjawab belum siap. Anik pun tidak bisa ditemui wartawan karena tidak diperbolehkan petugas. Bahkan untuk mengambil gambar Anik wartawan perlu menunggu seharian.
Iman yang tengah mengenyam pendidikan S2 mengaku masih bingung. Itu sebabnya, ia mendatangi Aa Gym ke pesantrennya di Gegerkalong minta doa dan nasihat. Tak hanya nasihat, Aa Gym dan istrinya Hj. Ninih Muthmainah serta putri bungsunya Gheriya, malah mengunjungi Anik yang kini mendekam di tahanan Polres Bandung Tengah.Pada Aa Gym dan istrinya yang menemui Anik di ruang kerja Kapolres Bandung Timur, AKBP. Edison Sitorus, Anik menyatakan penyesalan yang amat dalam telah membunuh ketiga darah daging sendiri. Ekspresi penyesalan Anik, diungkapkan oleh dai kondang itu. ” Ia menangis terus. Wajar seorang ibu yang kehilangan anak.”
Hj. Ninih juga memberi nasihat pada Anik, “Jangan terus bersedih. Yang penting benar-benar bertobat untuk memperbaiki diri. Meski nanti berada di tahanan, harus berbuat yang terbaik. “
Usai bertemu Aa Gym, Iman Abdullah sempat ditanya wartawan, “Apakah ia tetap mencintai istrinya?” Iman hanya menjawab singkat, “Insya Allah.”
CEMASKAN ANAK
Terketuk rasa persahabatan yang mendalam, Jumat (9/6) pagi kurang lebih pukul 09.30, Ny.Yayuk (38) menelepon Anik. Yayuk menanyakan kabar ketiga anak Anik. Dari seberang telepon, Anik menjawab, ketiga anaknya masih sakit. “Saya agak curiga karena suaranya kecil. Dia juga bilang, suaminya tak ada di rumah,” ujar Yayuk.Sebagai sahabat lama sejak sama-sama kuliah di ITB (Anik di Planologi, sedangkan Yayuk di Fakultas MIPA jurusan Matematika), Yayuk merasakan kegelisahan Anik. Terdorong naluri keibuannya, “Saya menelepon suami Anik. Saya sampaikan ketiga anaknya sakit,” kata Yayuk.
Setelah itu, Yayuk mengaku tak tahu bagaimana kondisi sahabatnya. Tahu-tahu ia mendengar kabar, tiga anak Anik meninggal. Semula Yayuk juga beranggapan tiga anak sahabatnya itu meninggal karena sakit. “Setelah mendengar kabar duka itu, saya langsung menemui Anik di rumah sakit. Saya tidak menyangka waktu menelepon Anik, sebenarnya anak-anaknya sudah meninggal.”
Ketika mendengar kabar, ternyata ketiga anak itu dibunuh Anik Yayuk merasa kaget. “Saya seperti bermimpi. Tidak percaya sampai sekarang.”
Yayuk menceritakan persahabatan mereka yang terus dijalin meski mereka sama-sama sudah berumah tangga. “Kami saling mengunjungi bersama anak-anak dan suami. Pembicaraan tak lepas dari masalah anak-anak,” ucap Yayuk yang memiliki enam buah hati.
Setiap kali bertemu Anik, diam-diam Yayuk memperhatikan ketelitian Anik mengasuh buah hatinya. “Dia selalu memperhatikan tumbuh-kembang anak hingga sekecil-kecilnya. Bila anaknya sakit, Anik kerap minta pendapat saya. Saya selalu anjurkan agar dia membawa anaknya ke dokter.”Suatu kali, ujar Yayuk, Anik memang pernah mengeluhkan masa depan anak-anaknya. “Saya bilang, sebagai ibu, kita hanya bisa mendidik disertai doa. Saya sendiri pun tak pernah tahu bagaimana nanti masa depan anak-anak saya. Sampai di sini saya tidak tahu sebesar apa kecemasannya.”
Meski tidak saban hari bergaul dengan Anik, Yayuk bisa menilai sahabatnya itu adalah tipe perempuan yang introvert. Anik tidak mudah curhat pada orang yang tak dikenalnya. “Saya pun tidak tahu apa yang dia inginkan . Dia tidak pernah mengungkapkan isi hatinya soal keinginannya yang tinggi, sehingga dia merasa gagal sebagai ibu.”
Kini, Yayuk hanya berpesan agar sahabatnya bertobat dan tidak putus asa. “Allah Maha Pemaaf, Penyayang dan Pemurah. Taubat nasuha, istilahnya.”
Ya … sebuah tragedi yang amat sangat memilukan, namun jika kita melihat kisah N. Khidir yang membunuh anak agar orang tuanya selamat, maka ibu anik ini-lah ‘penyelamatnya’ dalam arti luas fenomena ibu anik ini sangat menarik perhatian kita, dimana kejadian tgl 9-juni-2006 lalu di bandung
….. BANDUNG – Entah setan apa yang merasuki pikiran Anik Koriah (31). Ibu muda ini diduga kuat menghabisi nyawa 3 anaknya sekaligus. Ketiga anak itu, Faras (6), Najib (4) dan Umar (9 bulan), ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Jalan Galaksi I No 124, Kompleks Margahayu Raya, Bandung, pada Jumat 9 Juni pukul 11.00 WIB. ……
Rangkaian yang kalau boleh di bilang ke’Gilaan’ ini di buktikan adanya gangguan jiwa yang terbukti dibebaskannya ibu anik
Kamis, 04 Januari 2007 12:45 WIB
ANIK KOMARIAH DIPASTIKAN BEBAS
Anik Komariah dalam persidangan.
Metrotvnews.com, Bandung: Kepastian Anik Komariah, terdakwa pembunuh tiga orang anaknya, divonis bebas semakin kuat. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis(4/1), kuasa hukum Anik Komariah menegaskan perbuatan kliennya membunuh ketiga anaknya hingga tewas akibat gangguan jiwa berat.
Kuasa hukum terdakwa sepakat dengan jaksa penuntut umum agar terdakwa dibebaskan. Namun kuasa hukum terdakwa tetap menolak tuduhan jaksa bahwa pembunuhan tersebut direncanakan. Kuasa hukum pun meminta terdakwa dirawat di rumah sakit jiwa untuk memulihkan kondisi kejiwaan terdakwa. Majelis hakim akan membacakan vonis bagi terdakwa pada sidang Senin 15 Januari mendatang.(YUL)
Sekali lagi ke’gila’an (bandingkan dengan gagak yogya) yang bertempat di bandung itu itu merupakan satu jejak pengenal terjadinya musibah besar di kemudian hari. Dari kasus itulah tertulis dalam milis http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories yakni ,
Jul 5, 2006
- [S] 7:50 pm “Sebuah pertanda yang terlupakan” tertulis “Pelajaran Besar”, berikut petikan
…… Sidoarjo, 3-juli-2006, 01.00 dini hari, menunggu piala dunia jerman dan italia. Pertanda-pertanda yang semakin banyak dan pertanda yang menunjukkan semakin dekatnya ‘Pelajaran Besar’ dari Allah sebagai konsekwensi ‘teori Siklus Bencana di Indonesia’ yang belum dapat dipatahkan siklusnya karena belum bisa mengambil inti yang terdapat pada pelajaran bencana itu.
Pelajaran Allah dilupakan manusia dan Allah senantiasa mengulangi PelajaranNya sehingga lahirlah suatu Siklus. “Pelajaran Besar” dari Allah tidak harus berupa bencana, namun juga bisa jadi bencana, yang penting kita harus selalu siap dalam ketakwaan. Dalam rangkaian peristiwa ini terlalu banyak peristiwa kebetulan yang terkait dalam susunan cerita sebagai wujud dari makna dalam teori “orang Gila” untuk kejelasannya dari teori ini dapat anda lihat pada‘’.
…. seorang ibu di bandung tega membunuh tiga anaknya. Peristiwa ini cukup langka di dunia bahkan di dunia hewanpun tidak pernah di jumpai induk memakan anankya sendiri…..”
Terakhir pertanda di tutup dengan lagi-lagi orang Gila (Surabaya) tampil di menara reklame dan terjun. Jelas pertanda ini digerakkan oleh orang yang tidak waras untuk menarik perhatian bagi yang waras, ada sesuatu kekuatan yang mendorong orang Gila (Surabaya) untuk naik reklame dan terjun bebas. Pertanda lain yang cukup langka lagi adalah pesawat yang beurutan










