Pertanda Kedua:Gempa BIMA
Gempa di Bima NTB yang terjadi tepat tgl 9-11-2009 dini hari, sebagaimana di beritakan:
Gempa 6,7 SR Guncang NTB
Didi Syafirdi – detikNews
Jakarta – Gempa berkekuatan 6.7 SR terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kejadian berlangsung pada pukul 02.41 WIB.
Berdasarkan situs Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Senin (9/11/2009), pusat gempa berada di Barat laut pada kedalaman 25 Km di 8.24 LS – 118.65 BT.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini. (did/mad
Mengapa disebut sebagai pertanda kedua ? melanjutkan artikel Pertanda Pertama: Pesawat POLRI Jatuh yang memuat sebuah ilustrasi pengingat yaitu:
PAda bahasan diatas dijelaskan bahwa tanda pertama sebagai Pesawat POLRI jatuh adalah kehendakNya untuk memberi tahu manusia sebagai penjelasan, hal ini merupakan pengingatan yang pernah terjadi sebagai fenomena 22, yang telah terbukti benar, mengutip media JawaPos, Pesawat Cassa M 28 Milik Polri Hilang di Papua
“Sebelumnya, pada 22 Februari 2005, pesawat Cassa-212 milik Polri juga jatuh di pantai dekat Lapangan Terbang Kabupaten Sarmi, Papua. Dalam insiden itu, 15 orang tewas.
Ada apakah isi dari artikel dari doa-doa yang dipanjatkan tsb ? Sebuah kebetulan kalau boleh dibilang kebetulan atas jawaban doa tsb, maka didalam artikel tsb terdapatlah sebuah pengingatan tentang hal serupa (pesawat POLRI 22-2-2005 jatuh), hal tsb tertulis :
Bacalah 22/2/2005, jangan lupakan, Secara tegas dapat diambil kesimpulan 22.02.2005 atau 2 tahun lalu merupakan hari berkabung, dengan didahului, longsor, gempa meningkat, masalah pesawat
Ujung dari bacalah 22/2/2005 yang kembali muncul dalam artikel di koran JawaPos merupakan sebuah bukti sebagai pertanda pertama yang tidak boleh dilupakan
Setelah tertulis tiga kejadian yang merupakan ikhtisar dari fenomena 22, maka tepat tgl 9, terjadilah Senin, 09/11/2009 16:19 WIB Korban Gempa Bumi NTB Depkes: 1 Orang Tewas, 88 Luka tidak hanya gempa, maka longsor-pun juga terjadi, Senin, 09/11/2009 15:11 WIB Tanah Longsor di Palopo, 14 Tewas
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan tiga kejadian yang terangkum sebagai fenomena 22:
- tgl 2-11-2009 : Pesawat POLRI
- tgl 9-11-2009 : Longsor Palopo
- tgl 9-11-2009 : Gempa BIMA
Adalah suatu kebetulan yang unik bahwa selain memuat fenomena 22, maka ketepatan tgl 2 dan 9 telah dituliskan didalam artikel sebelumnya Pertanda Pertama: Pesawat POLRI Jatuh posting Nov 3, 2009 8:55 am, Termuat di artikel tsb sebagai berikut:
Tidak berlebihan jika menjawab mengapa pesawat POLRI jatuh tgl 2-11-2009, kemdian ditarik terakhir pesawat TNI yang nahas terjadi tepat tgl 29, maka hal tsb (pesawat POLRI jatuh) adalah sebuah jawaban penegasan dari artikel tentang simbol 2 dan 9 tsb
…….
Papua meminta korban jiwa, awal terjadi tepat tgl 9 korban jiwa dan akhir terjadinya tgl 2, sebuah simbol sederhana yang mengingatkan pada simbol 2 dan 9. Sebuah simbol sederhana yang terus meneruskan dituliskan di arikel-artikel terdahulu, hingga itulah sebuah siklus pertanda
Al-kisah 9/11/2009
Ketika artikel telah dituliskan Pertanda Pertama: Pesawat POLRI Jatuh , maka tidak banyak yang mengerti, mengapa 2 dan 9 penting ? tiada lain itulah yang selama ini terjadi, bahwa sebuah iktibar yang kuat sebelum jatuhnya dibulan mei-2009 kemarin:
Dua dari papua dan sembilan adalah sebuah peringatan sebelum bencana dahsyat yang terjadi seperti contoh
Ban Pesawat Hercules TNI AU Lepas, 1 Warga Terluka, PAPUA | SURYA Online – Pesawat Hercules TNI AU mendarat darurat di Bandar Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, setelah ban belakang kanannya lepas, Senin (11/5)
Kemudian 9 hari berikutnya (anehnya simbol 9 muncul lagi), bencana paling dahsyat di udara terjadi 11+9=20-mei-2009, Pesawat Hercules Jatuh Pada Hari Kebangkitan Nasional
Tanggal 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), dan tahun ini adalah Harkitnas ke-101. Pada peringatan Harkitnas 2009 ditandai dengan jatuhnya pesawat Hercules C-130 bernomor A-1325 milik TNI AU di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu pukul 06:25 WIB….Ia menyebutkan korban tewas yang teridentifikasi sebanyak 96 orang terdiri atas 94 penumpang dan dua warga setempat yang rumahnya tertimpa pesawat….”Jadi, korban tewas berjumlah 96 orang, sedangkan korban selamat 15 orang,” katanya
Al-kisah 9/11/2009, sebuah asa pribadi
Sebuah asa yang jelas & yakin, manakala tgl 9/11/2009 ‘harus’ terjadi sesuatu yang besar agar artikel sebelumnya benar insyaAllah terbukti. Tgl 8-11-2009 tengah malam, menjelang tgl 9/11/2009, maka sebuah asa di’minta’kan kepada penguasa asa yakni Allah swt, agar memberikan pertandaNya, sehingga membuat sebuah asa keyakinan yang benar bahwa artikel pertanda tsb insyaAllah benar.
Setelah bermunajat kepada Allah swt, maka dini hari bangun sekitar pkl 02.30 hari untuk sholat tahajud, mengenang dosa-dosa yang telah diperbuat sehingga menjadi nasib yang seperti saat ini, sambil pula mengingat sebuah peristiwa gempa yogya, dimana hal tsb pula dilakukan.
“Ya Allah … kami hanyalah pemberi peringatan, terhadap orang-orang yang banyak cakap, dengan berbagai macam alasan bahwa tiada bencana tsb untuk menyadarkan pelajaranMu”,
“Ya Allah, mengapa kami harus pergi ke jakarta sebuah tempat yang tiada kami ingini dengan keburukan ?”
” Adalah takdirMu yang mengirimkan sebagai pertanda”
Maka tersebutlah doa pertanda tersebut berjawab sebagai asa pendukung 9+11 adalah 20 sebagai ingatan sebelumnya tentang sebuah peringatan kecil menjadi bencana yang dahsyat, sebuah tahapan.
Gempa Bima (sumbawa) adalah gempa penegas, sebuah rangkaian artikel Gempa Ujung Kulon, Mereka Tidak Pernah Percaya terakhir tertulis
Gempa ujung kulon adalah gempa penegas pertama sebagaimana penegasan padhang-an, dimana adanya gempa penegas adalah telah telah tertulis di artikel Misteri Ledakan Bone
Sumba menjadi sumba-wa sebagai simbol dari gempa padang dari, padhang-an, dimana tertuliskan sebagai bentuk fenomena 22 yang telah dituliskan diatas.




