Tanda Tanda Sebelum Gempa TasikMalaya
Gempa besar yang mengguncang p.jawa terjadi tgl 2-9-2009 berpusat di tasikmalaya, sebagaimana di rilis Rabu, 02/09/2009 15:06 WIB Gempa Berkekuatan 7,3 SR Berpusat di Tasikmalaya, Berpotensi Tsunami. Adapun artikel lain menyebutkan “Gempa Berkekuatan 7,3 Skala Richter Guncang Jawa, 42 Tewas“.
Sebagaimana bencana-bencana besar lainnya di indonesia, maka Allah yang Maha Kuasa dan Penyayang selalu memberikan iktibar terhadap bencana itu sebelum terjadinya, namun seperti kejadian-kejadian yang telah terjadi, maka tanda-tanda dari Allah tidak mudah ditangkap, kecuali sebagaian kecil dari orang-orang yang di kehendakiNya. [baca Kisah Pemberi peringatan gempa yogya 27-mei-2009]
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (Yunus:44)
Apakah tanda-tanda gempa tasikmalaya ? Ada tiga tanda sebelum gempa tasikmalaya yaitu :
Tanda Pertama
Tanda pertama sebagai rentetan bencana dengan membawa korban pernah dituliskan jauh sebelum terjadinya pada artikel Gempa bumi & Burung Amrozi posting Jan 5, 2009 12:23 pm yang memuat cuplikan tentang petunjuk Allah akan bencana lewat ditampakkan iktibar dari burung gagak yaitu……. Dua burung terbang ke arah timur dan satu lainnya terbang ke arah barat.
Artinya bahwa gagak itulah pentunjuk dari Allah bahwa bencana gempa terjadi dua di timur dan satu di barat, dan itulah yang memang terjadi yaitu :
- Tidak menunggu beberapa lama, maka terjadilah gempa bumi di timur tepatnya gorontalo (Gempa Gorontalo 7,7 SR Tewaskan 1 Orang, Sekolah Roboh Gempa 7,7 Skala Richter dan 6.0 Skala Richter yang mengguncang Sulawesi Tengah dan Gorontalo Senin (17/11/2008)
- Satu di timur telah terjadi, maka beriktunya adalah ditimur pula, kembali gempa bumi melanda setelah gorontalo, maka tepat 3 bulan setelah tgl penantian itu 4/11/2008 (baca di preambule artikel ini, Dekat dengan tgl 4/11/2008 itulah kita memohon kepada Allah swt, apakah benar gagakNya telah dapat ditangkap ? atau hanya celotehan kecil dari banyaknya kebetulan yang terjadi ?), maka tiga bulan setelah itu bencana kembali terjadi (tgl 4/1/2009) sesuai burung amrzoi yakni di timur. Sehingga setelah gorontalo, kini papua di guncang gempa Gempa Porak-porandakan Sorong dan Manokwari
- Dua di timur, maka akhirnya tepat tgl 2/9/2009 terjadilah di barat sesuai tanda burung gagak tsb yakni gempa tasimalaya ( Jakarta Digoyang Gempa Keras)
Begitulah tanda pertama dari tanda kebesaran Allah, bahwa gempa itu telah diperingatkan sebelumnya
Tanda Kedua
Tanda kedua adalah lebih dekat sebagai pengingat bahwa ketiga gempa dalam rentetan tiga burung gagak amrozi yakni setelah 2 di timur terjadi, maka terjadilah tragedi situ gintung (baca Mengapa Bencana situ gintung tepat 27-Maret-2009 ? )
Adalah benar bahwa penantian burung gagak amrozi yang ketiga cukup lama, untuk itulah step by step, Allah kembali mengingatkan lewat bencana yang mengingatkan agar semua dapat membaca bencana tsb. Hal ini telah dituliskan sebagai tanggal pengingat atas sebuah gempa di yogya.Tgl 27 adalah tgl yang mengingatkan tentang gempa bumi yogya 27-mei-2006 atau tiga tahun lalu sebagai jawaban dari sebuha artikel yang dituliskan jauh sebelum tragedi situ gitung terjadi. Artikel tsb adalah Batu Ajaib Ponari dan Akibatnya dimana dalam artikel tsb terdapat warning yakni
….
Setelah berselang lama (2006) gempa yogya dengan klenik mbah marijan, maka kini kembali tersiar ramai kabar tentang batu ajaib ponari, yang sebenarnya batu itu adalah sebuah ujian dari Allah sebagaimana ingatan 3 tahun lalu. Batu ajaib ponari tidak lain adanya jin yang menghuni dari batu itu
Jadi tgl 27-maret-2009 adalah momen yang tepat untuk mengingatkan kejadian yang pernah terjadi, kami selaku penulis the untold stories-pun memberikan satu persatu fakta yang dekat dengan penulis akan iktibar bahwa malapetaka tsb memang benar terjadi.
Tanda kedua sebagai tanda tragedi situ gitung yang terjadi tepat tgl 27 adalah sebuah memori 3 tahun lalu (gempa yogya 27-mei-2009) dan kedepan gempa itu akan terjadi di p.jawa sebagaimana penantian tanda yang pertama yakni gempa di barat
Tanda Ketiga
Tanda ketiga adalah benar ketika bencana tsb semakin dekat, maka sebagai pengingat burung gagak amrozi, maka sebuah bom meledak di JW mariot dan Ritz Carlton (Jumat, 17/07/2009 08:07 WIB Ledakan di Dekat JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan
Adakah yang dapat menangkap bahwa ledakan tsb adalah tanda dari Allah ? jelas terlihat hubungan amrozi dan pengebom tsb, mengapa pengebom harus meledak-kan tepat tgl 17/07 ? mengapa tidak hari lain saja ? Hal itu semua telah di atur oleh Allah swt, agar pengeboman terjadi tepat tgl 17/07 mengapa ?
Tidak-kah itu pula pengingat setelah gempa yogya 27-mei-2006 yang di-ingatkan lewat tragedi situ gintung, maka tgl 17/07 adalah sebuah pengingat pula ? Tidak-kah kita dapat melupakan kejadian tgl 17/07/2006 lalu ? Disitulah terjadi tepat sore hari Senin, 17/07/2006 15:34 WIB Gempa Goyang Jakarta & Bandung
Dengan tgl pengeboman tgl 17/07 itulah, Allah swt mengingatkan kembali kepada semua orang yang dapat membaca tiga tahun lalu terjadi gempa di pangandaran (baca Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran, sebelum terjadinya)
Burung gagak amrozi telah memberikan tanda yang pertama (gempa di timur), kedua (gempa di timur) dan kini yang ketiga (gempa di barat) lewat berbagai macam perumpamaan agar manusia dapat membaca dan mengingat-ingat bahwa waspadalah di barat sebagaimana ingatan 3 tahun lalu akan terjadi lagi sebagaimana amrozi=pengebom tgl 17/07=tsunami pangandaran
Perhatikan urutan-urutan gempa tiga tahun lalu di artikel Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran, sebelum terjadinya Hal ini termuat pertanda akan datangnya bencana tsb lewat jatuhnya pesawat-pesawat secara berurutan antara lain :
Perlu kita tunggu ke depan, jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi (bisa yogya atau aceh atau lainnya karena heli->Tsunami, kereta->gempa, pesawat ?), jika tidak ada, boleh jadi hanyalah ‘kembang’ tidur siang atau memang itulah cukup tandanya.
Ya … sebuah pertanyaan atas beruntunnya kecelakaan itu, apakah memang biasa saja atau memang petnujuk Allah untuk umatnya sebagai Kasih SayangNya Allah
Apakah yang terjadi setelah pertanyaan itu ? Tidak menunggu terlalu lama, maka pertanyaan itu menemukan jawabanNya
Jul 10, 2006
- [s] 1:48 pm “siklus yang aneh [Aneh 2 pesawat " Aneh bin ajaib, sengaja yang kebetulan atau sengaja dibetulakan
- (1) Pesawat Rusia Jatuh 09/07/2006 12:03 - Internasional/Headline News
- (2) PESAWAT PAKISTAN AIRLINES PESAWAT JATUH, 45 TEWAS 10/07/2006 19:11 - Internasional/Headline News
Benarkah sama tanda gempa tasikmalaya persis sama dengan pertanda gempa pangandaran sebagaimana tanda yang ketiga ? Perhatikan pesawat berikut ini yang terjadi 3 atau 4 hari menjelang gempa tasikmalaya
Pesawat Tempur Belarusia Jatuh, Pilot Tewas
Metro Siang / Internasional / Senin, 31 Agustus 2009 12:40 WIBMetrotvnews.com, Radom: Sebuah jet tempur milik negara Belarusia jatuh dan meledak saat mengikuti pameran dirgantara di Radom, Polandia, Senin (31/8). Dua pilot tewas karena gagal "melompat" dari pesawat.
Pesawat jet jenis Sukhoi-27 itu terpelanting ketika bermanuver di udara. Penyebab kecelakaan masih diselidiki. Tapi, Departemen Pertahanan Belarusia menduga, kecelakaan terjadi akibat sejumlah burung masuk ke mesin pesawat.
Lokasi jatuhnya jet berada jauh dari kerumunan penonton. Sehingga, kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa dari masyarakat sipil.(***)
Kejadian tersebut merupakan rentetan yang kesekian kalinya dari sebuah tragedi diudara yang lama tidak muncul yaitu sebuah pesawat TNI-AU
Pesawat Cassa TNI AU Tergelincir
Headline News / Nusantara / Sabtu, 29 Agustus 2009 12:29 WIBMetrotvnews.com, Maluku: Pesawat Cassa jenis U-212 milik TNI Angkatan Udara tergelincir di Lapangan Terbang Lar Guarhar Dobu, Kepulauan Aru, Maluku, Sabtu (29/8) sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Pesawat tergelincir hingga 200 meter dari landasan pacu.
Pesawat mengangkut 15 penumpang dan dua awak: pilot Letnan Marpaung dan copilot Letnan Yudha. Sejauh ini belum diketahui ada korban atau tidak. Yang pasti, roda bagian kiri dan kanan burung besi yang terbang dari Ambon ini hancur.(ICH)
Pesawat TNI-AU yang lama terdengar tidak celaka setelah bulan mei-2009 dimana tepat hari kebangkitan nasional sebuah pesawat jatuh gagah perkasa jatuh, Rabu, 20/05/2009 08:15 WIB Pesawat Jatuh di Magetan
Hercules Angkut Lebih 100 Orang
Dekat dengan hari terjadinya gempa tasikmalaya, maka terjadi lagi sebagai pengingat yang runtut dalam artikel Menunggu Malapetaka Dahsyat 2009 posting Apr 9, 2009 4:46 am. Hal yang penting dari artikel tersebut adalah tentang simbol 27 dari tanda yang kedua (tragedi situ gitung dan TNI-AU)
.....
Tidak banyak yang menyadari bahwa rentetan malapetaka (Mengapa Bencana situ gintung tepat 27-Maret-2009 ?), (Mengapa F-27 TNI-AU Jatuh No A2703 ? ) yang terjadi akhir-akhir ini merupakan sebuah warning oleh Allah swt tentang rentetan yang menuju inti malapetaka dahsyat......
......
Bahwa kornologi asa dari artikel artikel sebelemnya insyaAllah benar akan terjadi sebentar lagi yaitu Malapetaka Dahsyat. ....
Semua telah berulang sebagai pengingatan tinggal kita sendiri apakah lupa dengan ingatan-ingatan itu, inilah pemilu yang kita berharap hasilnya adalah warning tentang malapetakan sebelumnya yang memuat ingatan tgl 27......
...... Apakah bayi berkepala dua akan lahir lewat hasil pemilu 2009 ? semoga kita cerdas memilih dan terhindar dari malapetaka dahsyat yang insyaAllah telah di depan mata
Benarkah ada bayi berkepala dua yang lahir sesaat setelah bom kuningan 17/07/2009 sesuai artikel Menunggu Malapetaka Dahsyat 2009 posting Apr 9, 2009 4:46 am, dimana dengan jelas memuat bahwa bencana dahsyat yang terjadi di barat (p.jawa sesuai dengan tanda pertama dan kedua) didahului oleh lahirnya bayi berkepala dua ?
Tepat tgl 23/juli/2009 atau 6 hari setelah bom kuningan, maka seorang bayi berkepala dua lahir Bayi Berkepala Dua di Riau, Kelahiran yang Dinanti 9 Tahun Lamanya, Badrun menikahi Nurhayati tahun 2000 silam. Pada tahun 2008, Nurhayati pun mengandung. Lalu, Nurhayati melahirkan bayi berkepala dua melalui operasi caesar pada Kamis 23 Juli 2009.
Gempa Tasikmalaya mengapa tepat tgl 2-september-2009 ?
Tidak berlebihan ketika disusun urutan tanda-tanda sebelum gempa yang dinantikan dari tanda pertama, kedua dan ketiga, hingga akhirnya mendekati bencana sesuai dengan artikel Menunggu Malapetaka Dahsyat 2009 posting Apr 9, 2009 4:46 am yakni sebuah pertanda khusus lewat iktibar bayi berkepala dua lahir yang hal itu telah di tuliskan secara jelas dalam artikel Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar posting Jan 29, 2009 10:56 am
Dari artikel itu pula tersebutkan kejadian aneh di TASIKMALAYA tempat gempa terjadi, berikut cuplikan artikel yang diposting tsb
.....Tentu adalah suatu keanehan yang lama tidak muncul (tahun 2007 dan 2008 tidak ada berita tentang bayi berkepala dua), maka di awal tahun 2009 inilah bayi berkepala dua muncul lagi, tepat sesaat masalah setahun pak Harto bergulir (tepat saat 3 pejabat BTN di gulung ombak, maka bayi berkepala dua lahir di Aceh)…Berdasarkan hasil diagnosa sementara, imbuh Munar, secara fisik, Marwati 1 dan Marwati 2 memiliki tubuh satu, berkepala dua, mempunyai dua jantung yang saling melekat dan dua tulang belakangn yang menyatu pada bagian bawah.…Marwati 1 dan Marwati 2 merupakan anak ketiga dari pasangan Mugiono Wahid dan Marwati, warga Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kedua orangtua bayi sehari-hari bekerja sebagai buruh perkebunan PTPN-I Langsa.Bayi Marwati 1 dan Marwati 2 lahir di RS Cut Meutia, Langsa, Minggu 25 Januari 2009 sekitar pukul 10.30 WIB dengan berat 4,6 kilogram melalui proses bedah caesar.Tentu saja kelahiran bayi berkepala dua yang jarang terjadi kecuali ditahun 2006 saja yang banyak (Fenomena Bayi Berkepala Dua), cukup membuat terkejut (setelah 3 tahun barulah bayi itu muncul lagi di Aceh)Hal ini-pula-lah keanehan yang berulang terjadi saat bayi tersebut hadir di dunia sebagaimana bayi langka yang lahir di surabaya sebelum gempa bengkulu, dimana kelahiran bayi langka tsb trafo listrik meledak ( baca [Kebakaran] & Terbakarnya Pasar Turi Sebelum Terjadinya)Lalu kini ketika bayi berkepala dua lahir kembali ke dunia ini (yang lahir sehari sebelum fenomena gerhana cincin yang bertepatan dengan hari raya imlek)Adakah perulangan yang luas dimana ada gardu yang meledak ? … inilah perulangan itu (setelah pertamina, kini giliran PLN, PLN Tasikmalaya Masih Siagakan Mobil Pemadam )
Travo Gardu Induk PLN Terbakar Api Dijinakan Selama 4 Jam TASIK – Travo Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) milik PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali-Nusa Tengara Barat (JBN)-91 region Jawa Barat di Jalan Tamansari Kampung Cimanglid Kelurahan Setiamulya Kecamatan Tamansari meledak, kemarin. Akibatnya, satu dari tiga travo gardu tersebut terbakar. Ketinggian api mencapai 30 meter. Peristiwa itu tidak memakan korban jiwa. Tidak lama berselang dari travo yang meledak untuk melengkapi gagak qobil sebagaimana yang pernah terjadi di aceh ([Gagak] qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004) , maka kembali helikopter tanpa sebab yang jelas memakan korban secara tak terduga
Dengan jelas dan gamblang bahwa untuk melihat gagak amrozi yang ketiga di barat telah dituliskan dan dinantikan sebagaimana dua artikel diatas : Menunggu Malapetaka Dahsyat 2009 dan Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar
- Tahun terjadinya penantian gempa dahsyat adalah 2009
- Didahului oleh lahirnya bayi berkepala dua 23/07/2009 dengan tanda khusus yaitu 9 tahun dinanti yang berarti bahwa itulah terjadi di bulan 9 atau september-2009 dan menengok di bulan januari-2009 juga lahir bayi berkepala dua di Aceh/medan dengan kejadian aneh meledaknya gardu travo PLN di TASIMALAYA
- Gempa yang terjadi hanyalah gempa pengingat sebelum gempa induk yang lebih dahsyat sehingga terjadilah tanggal 2-9-2009 atau dibaca 2 dan 9 sekali lagi 2 dan 9, apakah 2 dan 9 itu ? ingat kisah n. yusuf dan adiknya beserta saudara-saudara hingga n. yusuf di penjara ? (baca Yusuf dan Siklus Sebelas) Artinya induk dari bencana yang lebih dahsyat terjadi sebagaimana kisah yusuf tsb, seorang dizalimi dipanggil oleh lembaga paling ditakuti di negeri ini atas kasus sama persis dengan kejadian di TasikMalaya (baca Hikmah di balik kebetulan ), padahal dia tidak bersalah. Sebagai bukti dia tidak bersalah, maka Allah memberikan iktibar lewat terungkapnya skandal dari pucuk pimpinan lembaga tsb.
Induk bencana yang berulang laksana tsunami Aceh 2004 telah nampak tanda-tanda dari Allah, maka tiada doa taubat agar dapat tercegah dari berulangnya kasus tsunami Aceh 2004 tsb (baca Hikmah di balik kebetulan ) yang dengan ini kami harus ke Jakarta, dengan sebab itulah untuk memberi peringatan kepada penduduk disana bahwa tanda-tanda Tsunami Aceh 2004 telah berulang akan terjadi, meluluh-lantakkan Jakarta, tempat manusia berkepala dua banyak berkeliaraan.
Tanggal 2-9-2009 itulah panggilan kesekian kalinya atas Hikmah di balik kebetulan yang akan segera memasuki persidangan, hingga doa-doa untuk memunculkan warning Tsunami di kabulkan oleh Allah swt sebagaimana gempa yogya, pangandaran, bengkulu dsb, hingga suatu saat kelak memasuki tahapan paling menentukan yaitu induk dari segalah induk bencana, sekiranya peringatan tsb dilalaikan
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (Yunus:44)
Kliping Berita
Pejabat diingatkan
Gempa, Acara Sri Mulyani dan Darmin Bubar JAKARTA, KOMPAS.com – Konferensi pers Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di gedung Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/9), sekitar pukul 15.00 WIB, bubar akibat gedung tempat konferensi pers bergetar karena gempa.
Konferensi pers menyoroti rencana pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara yang tergabung dalam G20 di London 4-5 September 2009. Kendati getaran gempa sangat terasa namun tak ada sikap panik pada kedua pejabat negara tersebut. Tak hanya keduanya, sejumlah karyawan Ditjen Pajak juga memilih keluar gedung dan berada di halaman gedung pencakar langit tersebut.
Darmin mengatakan selama berada di Ditjen Pajak belum pernah merasakan getaran gempa. “Ini pertama kali di kantor ini,” kata mantan Dirjen Pajak ini.
Beda dengan kampungnya di Tapanuli Sumatera Utara.”Wah kalau di kampung sering ada gempa karena kampungnya di kaki gunung. Saya was-was karena gedung ini tidak didisain untuk permanen,” katanya.
Kepresidenan berguncang
Gempa Terasa di Istana Presiden
Megapolitan / Metropolitan / Kamis, 3 September 2009 11:44 WIBMetrotvnews.com, Jakarta: Getaran akibat gempa dirasakan di Istana Presiden, Jakarta Pusat. Gempa terjadi sepuluh menit setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan Istana Presiden. Presiden baru saja mengikuti pelantikan Konsul Kedokteran Indonesia, Rabu sore.
Saat terjadi gempa, seluruh karyawan Istana Presiden ikut berhamburan keluar ruangan. Mereka kemudian bertahan di luar ruangan menunggu hingga gempa berhenti.
Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa mengatakan, Presiden Yudhoyono meminta masyarakat tetap tenang. Presiden juga mengaku belum dapat menghubungi Bupati Tasikmalaya maupun Gubernur Jawa Barat untuk mengetahui kondisi di sana. Tidak ada kerusakan di Istana Presiden akibat gempa.(DOR)
Menteri Lari
Gempa, Menteri Perhubungan Lari Keluar Gedung
Rabu, 02 September 2009, 16:21 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal bergegas keluar menuruni tangga dari lantai sembilan Gedung Karya Departemen Perhubungan Jl. Medan Merdeka Barat 8 Jakarta Pusat, beberapa saat setelah gempa mengguncang Jakarta, pukul 14:55 WIB.“Saya tadi juga merasakan, di kursi goyangannya naik turun. Ah ini gempa besar. Lalu saya turun lewat tangga secepatnya,” katanya kepada wartawan yang mengerumuninya di halaman kantornya, Rabu (2/9).
Lalu Menhub mengumumkan dari handset telepon selularnya bahwa gempa kali ini magnitudenya 7,3 Skala Richter (SR) yang terjadi pada pukul 14:55 WIB lokasinya 8.24 lintang selatan dan 107.32 bujur timur.
“Posisinya 142 kilometer (km) barat daya Tasikmalaya Jawa Barat dengan kedalaman 30 km,” katanya.
Menhub tidak sendiri karena Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti S. Gumay juga turun dari ruangannya.(Bag/AT)
AKARTA, KOMPAS.com — Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum yang membahas soal penetapan caleg terpilih di tujuh kabupaten mendadak bubar akibat gempa yang melanda Jakarta. Semua peserta rapat, termasuk Komisioner dan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), panik dan berbondong-bondong keluar dari Gedung KPU.
“Tadi waktu gempa terasa pertama kali, rapat masih dilanjutkan. Tetapi begitu terasa lagi lampu kok goyang-goyang, langsung bubar semua,” ujar anggota Bawaslu Wirdyaningsih di kantor KPU, Jakarta, Rabu (2/9).
Akibatnya, perempuan yang akrab dipanggil Nunung ini menambahkan, berbagai berkas yang digunakan dalam rapat ditinggalkan begitu saja di ruang sidang utama lantai 2, KPU, Jakarta. Di ruang sidang inilah, KPU menggelar pleno.
“Berkasnya ketinggalan semua, tidak tahu ini handphone-nya juga ketinggalan apa tidak,” cetusnya. Tidak hanya peserta rapat, wartawan, tamu, dan pegawai KPU juga berhamburan keluar gedung.
Komisioner, anggota Bawaslu, dan semua peserta rapat tampak berjubel antre saat menuruni tangga dengan para wartawan dan pegawai KPU. Kekhawatiran Nunung dan semua peserta rapat memang beralasan. Pasalnya, Gedung KPU merupakan salah satu gedung berusia tua. Dikhawatirkan, Gedung KPU akan roboh karena digoyang gempa.
Saat ini, semua peserta rapat dan penghuni KPU berkumpul di depan gedung sambil menunggu situasi dirasa aman
Lembaga Paling di Takuti
Konpers Pimpinan KPK Batal Akibat Gempa
Rabu, 02 September 2009, 16:10:59 WIB
Laporan: Firardi RozyJakarta, RMOL. Rencana pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar jumpa pers batal akibat gempa yang melanda hampir seluruh Jawa, Rabu (2/9) ini.
Para wartawan yang sudah siap dengan jumpa pers tersebut akhirnya berhamburan keluar begitu goyangan di dalam gedung terasa.
Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka Online di KPK, semua orang yang ada di dalam gedung berebut keluar. Pihak keamanan segera memberi tanda bahaya agar proses evakuasi tidak menggunakan lift.
Ratusan Orang Berhamburan Keluar dari Gedung KPK
AKARTA, KOMPAS.com — Ratusan orang yang berada di dalam Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (2/9), berhamburan keluar. Pasalnya, sekitar pukul 14.56, gempa menggoyang Gedung KPK.
Tak hanya di Gedung KPK, para karyawan dari gedung sekitar Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, juga tampak terlihat berhamburan keluar. Mereka tidak mau berada dekat gedung. Mereka pun berada di sekitar sisi jalan raya.
Hingga saat ini, massa masih enggan masuk ke dalam gedung tempat mereka bekerja. Bahkan, bagian informasi KPK lewat pengeras suara memberikan pemberitahuan agar para pejabat dan karyawan KPK untuk sementara tidak berada di dalam gedung.
Gempa memang terasa cukup kuat di dalam Gedung KPK. Bahkan, lemari dan ATM terlihat terguncang-guncang.
Berita Utama
[ Kamis, 03 September 2009 ]JAKARTA - Gempa berkekuatan besar mengguncang Pulau Jawa kemarin (2/9). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa besar terjadi lima kali di wilayah Mentawai dan Tasikmalaya.
Gempa di Mentawai dilaporkan terjadi dua kali sekitar pukul 09.08 WIB. Pusatnya berada pada 60 km Tenggara Siberut. Gempa pertama berkekuatan 5,3 skala Richter (SR). Gempa susulannya berkekuatan lebih rendah, 5,2 SR. Untungnya, dua gempa itu tidak mengakibatkan korban.
Gempa lebih besar terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kekuatannya 7,3 SR. Gempa itu terjadi sekitar pukul 14.53 WIB. Pusat gempa berada pada 142 km barat daya Tasikmalaya dengan kedalaman 30 kilometer dari permukaan laut.
Dua gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah juga terjadi di kota itu. Pusat gempa berada pada 138 km dan 137 km barat daya Tasikmalaya dengan kekuatan masing-masing 5,1 SR dan 5,4 SR.
Gempa di Tasikmalaya terasa sampai hampir di seluruh Jawa dan Bali. Guncangan keras terutama dirasakan di daerah Jawa Barat, seperti Banjar, Ciamis, Garut, Bandung, Cianjur, dan Sukabumi. Juga di Jakarta. Hampir seluruh warga panik dan berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Begitu pula para pegawai pemerintah maupun swasta. Masing-masing berlarian ke luar dari gedung tempat kerjanya.
Guncangan gempa tersebut begitu keras. Akibatnya, di sebagian kota itu, ribuan rumah roboh dan rusak parah. Kondisi paling parah dilaporkan di Tasikmalaya. Bupati Tasikmalaya Drs H Tatang Farhanul Hakim MPd menyatakan, di Kabupaten Tasikmalaya 1.200 rumah rusak. Rinciannya, 976 rumah rusak berat dan 224 rusak ringan.
Di Cianjur, gempa tersebut mengakibatkan tanah longsor. Sekitar 50 orang dilaporkan tertimbun longsor di Kampung Rawa Hideung, Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di antara mereka, 10 orang meninggal dunia dan 2 kritis.
Berdasarkan catatan seismograf di Pos Observasi Gempa Bumi Lembang, sejak gempa berkekuatan 7,3 SR pukul 14.53 WIB, telah terjadi gempa susulan sebanyak 39 kali. Namun yang terasa oleh masyarakat jauh lebih sedikit dari jumlah tersebut. ”Memang yang tercatat banyak, tapi yang terasa tidak sebanyak itu,” tutur Pepen observer di Pos Observasi Gempa Bumi Lembang.
Kepala Informasi Gempa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jaya Murjaya mengatakan, gempa di Tasikmalaya terjadi akibat tabrakan lempeng tektonis atau aktivitas tektonis di selatan Jawa. Lokasi tepatnya di titik 8,24 lintas selatan (LS), 107,32 bujur timur (BT). Kekuatannya 7,3 SR.
Menurut Jaya, sempat diprediksi bahwa gempa itu berpotensi memicu tsunami. Terutama di sejumlah wilayah pantai yang berdekatan dengan episentrum alias pusat gempa seperti di Pelabuhan Ratu dan Pangandaran, Sukabumi, Jawa Barat.
Meskipun informasi itu kemudian ditarik, dia mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar episentrum gempa, agar terus waspada. ”Hingga malam ini (tadi malam, Red) berdasar hasil pemantauan, ada kenaikan permukaan air laut setinggi 20 sentimeter di Pelabuhan Ratu,” ujar Jaya.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang bibir pantai sebaiknya juga bersiap menyelamatkan diri. “Carilah daratan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Juru Bicara BMKG Edison Gurning mengatakan, pihaknya masih mencari penyebab gempa dan pengaruhnya terhadap lempeng bumi. Namun, gempa tektonis itu diperkirakan mengakibatkan munculnya patahan lempeng di pusat gempa. ”Tubrukan pada lempeng dicatat pada seismograf dan langsung tercatat pada pusat gempa nasional dan masih kami pantau,” ujarnya.
BMKG juga masih mendata utilitas yang rusak karena gempa itu. Namun, sudah ada laporan beberapa jaringan komunikasi terganggu sebagai dampak gempa.
Secara terpisah, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Syamsul Muarif mengatakan, dari data yang dikumpulkan hingga pukul 20.00 WIB diketahui korban tewas sementara berjumlah 34 orang. Rinciannya, di Tasikmalaya 5 orang, Sukabumi 1, Banjar 6, Bandung 6, Garut 4, Jakarta 1 orang, dan Cianjur 11 orang. (Selengkapnya lihat grafis). “Hasil pastinya masih di cek di lapangan,” katanya.
Terkait data pasti bangunan yang rusak, pihaknya belum bisa menghitung. Dari data sementara yang diterima BNPB, diketahui ribuan bangunan rusak, termasuk yang di Cianjur, Bandung, dan Garut. “Data masih bercampur antara rusak ringan dan berat,” ujarnya.
Syamsul melanjutkan, pihaknya telah mengirimkan empat truk perlengkapan, seperti tenda, bahan makanan, dan obat-obatan. Tim yang berangkat saat ini ada dokter dari Departemen Kesehatan dan tim evakuasi. Menurut dia, yang lebih dibutuhkan saat ini adalah tenda, selimut, sarung, dan makanan.
Menurut pengalamannya, korban gempa takut untuk tinggal di rumah setelah kejadian. ”Karena itu, tenda lebih diperlukan daripada kebutuhan lain,” terangnya. Syamsul mengatakan, BNPB telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Jawa Barat untuk penanggulangan bencana gempa bumi tersebut. “Saat ini saya sedang bergerak ke Tasikmalaya untuk melihat situasi. Tim lainnya juga telah disebar ke wilayah-wilayah yang terkena dampak gempa ini,” terangnya.
Ketika gempa terjadi, kemacetan langsung mendera ibu kota. Hal itu terjadi karena arus ribuan karyawan kantor dan warga yang berhamburan ke luar gedung memadati jalan-jalan raya. Sebagian lagi memilih pulang ke rumah. Kemacetan parah terjadi di sejumlah jalan arteri seperti di Jalan Sudirman-Thamrin dan M.T. Haryono.
Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) mencatat gempa terjadi sekitar 30 kilometer di selatan Tasikmalaya, Jawa Barat, pada kedalaman 66 kilometer di bawah permukaan bumi. PTWC merekomendasikan, tidak akan terjadi gelombang tsunami di wilayah kawasan Pasifik karena gempa itu. Sebab, satu jam setelah puncak gempa, tidak ada reaksi tektonis yang besar.
Namun, PTWC mengingatkan tsunami lokal masih mungkin terjadi, terutama di zona sampai sekitar 100 kilometer dari pusat gempa. ”Untuk itu, PTWC merekomendasikan otoritas pemerintah setempat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan ini dan menyiapkan aksi preventif,” tulis PTWC dalam keterangan resminya kepada media di Jakarta. (zul/iro)
[ Kamis, 03 September 2009 ]GUNCANGAN gempa kemarin membuat belasan rumah di kaki Gunung Hanafi, tepatnya di Kampung Rawa, Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tertimbun tanah longsor. Sekitar 50 orang dilaporkan hilang. Hingga pukul 23.00, baru ditemukan 10 orang meninggal dunia dan 2 kritis.
Menurut informasi yang dihimpun koran ini, 12 kepala keluarga (KK) diduga masih tertimbun. Saat gempa terjadi, masing-masing berada di dalam rumahnya. ”Peristiwa longsor terjadi setelah gempa hebat terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kami langsung menuju lokasi longsor. Tercatat 12 rumah yang tertimbun oleh tanah dari atas Gunung Hanafi,” kata Sulaeman, kepala Desa Pamoyanan, saat dihubungi lewat telepon selulernya kemarin.
Hingga kini, Sulaeman masih belum bisa mencatat identitas para korban karena kondisi lokasi sangat mengkhawatirkan. ”Kami baru menemukan beberapa tubuh manusia yang diduga anggota 12 KK itu,” ujarnya.
Pada saat kejadian, belasan anak tengah bermain video di tempat penyewaan Play Station. ”Kata warga, sebagian anak yang tengah bermain PS diduga tewas,” ujar Asep Juanda, salah seorang warga Cibinong.
Pria berusia 37 tahun itu menyebutkan, untuk mencapai lokasi, perjalanan harus ditempuh dengan mengendarai roda dua. Jalan menanjak dan menurun. Perkampungan terletak di sebelah barat Gunung Hanafi yang longsor. Areal yang tertimbun longsor seluas 2 hektare dengan ketinggian tanah mencapai 100 meter. Tidak ada satu pun rumah yang terlihat karena tertimbun longsoran tanah. ”Hampir semua korban ditemukan dalam kondisi mengkhawatirkan,” tuturnya.
Sementara itu, karena gempa 5 menit berturut-turut yang mengguncang wilayah Cianjur, hampir dapat dipastikan ada kerusakan infrastruktur bangunan. rumah dinas Asper BKPH Sindangbarang Cianjur selatan dikabarkan ambruk. Diduga bangunan tersebut berdiri dekat pantai Samudera Hindia, dekat pusat gempa, tepatnya di pantai selatan Tasikmalaya.
”Saya kebetulan berada di Sindangbarang. Satu rumah dinas Asper BKPH Sindangbarang yang dihuni Pak Edhi Jaya Wiguna ambruk,” kata staf Bagian Humas Perum Perhutani KPH Cianjur Sumarna. Selain bangunan dinas, tembok depan sebuah toko di kawasan itu juga ambruk. Warga pun berlarian ke luar rumah. ”Air laut sendiri masih tenang dan tidak ada perubahan. Kami yang tengah melakukan kunjungan kerja sangat terkejut karena takut ada tsunami,” ungkapnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Muhammad Darojat Ali saat dihubungi membenarkan adanya peristiwa gempa berujung longsor di wilayah Cianjur selatan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jumlah korban meninggal dunia karena gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter tersebut. ”Kami langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Kami juga akan langsung mengecek ke lapangan,” ucap Darojat. (nag/jpnn/iro)
Pasien Ibu Hamil dan Anak-Anak Semburat di RSIA Hermina
BOGOR - Gempa di Kabupaten Tasikmalaya juga dirasakan warga Kabupaten Bogor. Bahkan, guncangan terasa hebat di sebelah selatan Kabupaten Bogor. Di antaranya di Kecamatan Megamendung, Cisarua, dan Caringin. Akibat guncangan tersebut, dua orang tewas, seorang luka ringan (patah tulang), dua rumah roboh, serta 332 rumah di tiga kecamatan itu rusak.
Korban tewas bernama Yati, 45, dan Soma, 60, warga Kampung Babakan, Desa Cimande, Kecamatan Caringin. Yati tewas karena terluka parah tertimpa pagar bangunan majelis taklim yang tak jauh dari rumahnya.
Saat itu, dia hendak menuju rumah sesaat setelah gempa mengguncang. Namun, tembok setinggi lebih dari dua meter tersebut terguncang dan roboh menimpa Yati.
Sementara itu, Soma meninggal karena shock setelah melihat kekisruhan warga saat gempa terjadi. ”Karena wilayah kami sangat luas, sampai saat ini kami masih menyisir,” jelas Camat Caringin Edi Mulyadi.
Gempa juga dirasakan di Kota Bogor. Para penghuni gedung-gedung di sana, terutama yang bertingkat, berhamburan keluar menyelamatkan diri. Begitu juga yang terjadi di RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Hermina.
Pasien di RSIA, yang kebanyakan anak-anak dan ibu hamil, berhamburan ketika merasakan getaran yang cukup hebat, mulai di lantai 2 hingga lantai 5. Ratusan pasien maupun pembesuk berebut keluar gedung rumah sakit. Mereka takut gempa merobohkan bangunan yang cukup tinggi itu.
Mereka berebut ingin keluar terlebih dahulu melalui tangga. Sebab, lift yang biasa dijadikan alat transportasi di RSIA mati. Apalagi, RSIA Hermina memiliki gedung lebih dari satu lantai dan cukup ramai dikunjungi masyarakat. Lantai 2 merupakan ruang operasi dan perawatan ibu, lantai 3 ruang anak, lantai 4 ruang umum, serta lantai 5 ruangan dapur dan kantor.
Suasana bertambah kalut. Ratusan pasien anak dengan infus di tangan keluar menyelamatkan diri dibantu para suster dan orang tua. Kepanikan itu membuat anak-anak menangis histeris karena merasa kaget dengan kejadian tersebut. Apalagi, kondisi mereka dalam keadaan sakit sehingga mental mereka pun drop. Begitu juga, para ibu hamil dan pasien yang sedang dirawat langsung dievakuasi oleh suster RSIA Hermina ke lokasi yang lebih aman.
Setelah keluar, puluhan pasien anak lantas ditenangkan suster dan orang tua mereka. Mereka berkumpul di halaman parkir rumah sakit.
Kepanikan juga dirasakan Rohil yang kala itu sedang menunggui anaknya di lantai 2 RSIA Hermina. Ketika merasakan getaran yang cukup keras, dia dan beberapa orang tua pasien anak lainnya berteriak panik. ”Kirain dari atas ada yang pukul-pukul tembok, tahunya ada gempa. Kami panik dan menyelamatkan anak masing-masing,” kata Rohil yang masih menciumi anaknya di halaman parkir kemarin. (dei/jpnn/kum)




