Beranda > Fenomena, Islam > Menunggu Malapetaka Dahsyat 2009

Menunggu Malapetaka Dahsyat 2009

April 9, 2009 thephenomena

Tidak banyak yang menyadari bahwa rentetan malapetaka (Mengapa Bencana situ gintung tepat 27-Maret-2009 ?), (Mengapa F-27 TNI-AU Jatuh No A2703 ? ) yang terjadi akhir-akhir ini merupakan sebuah warning oleh Allah swt tentang rentetan yang menuju inti malapetaka dahsyat. Kronologi tersebut berbarengan dengan pemilu 9-April-2009, sehingga tidak berlebihan muncul yaitu : MENGAPA PEMILU TEPAT TGL 9-APRIL-2009 ?

Ternyata PEMILU 9-April-2009 ini bertepatan dengan HUT TNI-AU yang jatuh pada tgl 9-April, sesuai dengan informasi berikut ini :

PERINGATAN HUT TNI AU KE-62 DI MAKASAR

Puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) TNI AU ke-62 di Makassar, hari ini, Rabu (9/4) diperingati seluruh prajurit TNI AU dengan melaksanakan upacara secara sederhana, di apron galaktika, Lanud Hasanuddin, Makassar. Upacara yang diikuti kurang lebih 400 prajurit dan PNS itu, tidak diwarnai atraksi maupun demo udara, kegiatan yang ada berupa pemeriksaan pasukan dan penyematan lencana kesetiaan 16 tahun dan 24 tahun kepada perwakilan prajurit Koopsau II dan Kosek Hanudnas II.

Sebuah iktibar yang luar biasa bahwa 3 hari menjelang pemilu yang bertepatan dengan HUT TNI-AU, maka sebuah pesawat TNI-AU jatuh (baca Mengapa F-27 TNI-AU Jatuh No A2703 ?), dimana dalam akhir artikel tsb tertulis sebuah rentetan warning  akan adanya malapetaka dahsyat

Sebuah malapetaka yang mengingatkan akan inti malapetaka dahsyat yakni Tsunami Aceh (baca Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004) Benarkah berjawab dari asa seorang penulis the-untold-stories yang saat ini lagi teraniaya persis dengan kejadian yang pernah meninpa penulis saat sebelum Tsunami Aceh ((baca Hikmah di balik kebetulan).?

Mengapa pula 27 ini penting, hingga F-27 no A-27-03 jatuh ? (baca Kisah Perjalanan 2 Hari Ke Jogja)

Benarkah pertayaan ini ? seolah menunjukkan kepada penulis bahwa asa dari artikel-artikel sebelumnya benar akan terjadi sebentar lagi. (wallahu’alam)

Bahwa kornologi asa dari artikel artikel sebelemnya insyaAllah benar akan terjadi sebentar lagi yaitu Malapetaka Dahsyat. Kronologi tsb di mulai dari tahun 2007 lalu sesuai dengan artikel Mengapa Bencana situ gintung tepat 27-Maret-2009 ? yang kemudian di betulkan oleh artikel Mengapa F-27 TNI-AU Jatuh No A2703 ? dimana memunculkan suatu ingatan akan rentetan malapetaka tahun 2007 yaitu :

  1. Adam air Jatuh 1-1-2007
  2. Jakarta Banjir Besar 2-2-2007 (baca Banjir Besar Jakarta, Mengapa Tepat 2-2-2007 ?)
  3. KMP Levina Terbakar 22-02-2007
  4. NTT longsor dengan korban cukup banyak 3-3-3007
  5. Gempa Sumbar 6-3-2007
  6. Garuda Terbakar 7-3-2007
  7. ….. Berhenti sampai ada suatu kejadian yang mengejutkan yakni gempa bumi (baca Gempa Indramayu sebuah keniscayaan ) atau tepat setelah PEMILU Gub Jakarta 8-8-2007 lalu, berikut kutipannya

Hampir-hampir  waktu terjadinya gempa indramayu ini mengingatkan tgl kembar yakni 8/8/2007 Kamis, 09/08/2007 00:12 WIB Gempa 7 SR Guncang Sejumlah Wilayah di Pulau Jawa yang hanya terpaut 4 menit saja. Adakah kisah lain di balik gempa idramayu itu ?……

Rentetan dari apa yang pernah kami warning-kan setelah warning gempa yogya (baca Kisah Perjalanan 2 Hari Ke Jogja kini lewat “Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan” dimana dijelaskan akan rentetan waspada dengan tgl kembar yakni tlg yang mudah di-ingat sebagai iktibar untuk kembali kepada ajaran al-quran (Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari)

Tentu tidak banyak yang menduga bahwa rentetan warning tsb banyak terbukti sebagaimana telah dijelaskan bahwa setelah istirahat panjang dari rentetan malapetaka 2007 (lewat taubat nasional), maka malapetaka muncul kembali sehari sebelum bulan ramadhan yakni 12-09-2007 (baca [Gempa] Bengkulu, Sebuah Bencana yang Berulang)

Titik penting dari warning tahun 2007 adalah sebuah gempa besar yang menguncang p.jawa tepat 8-8-2007 + 4 menit atau 9-8-2007 dalam arti sehari setelah pilgub jakarta (baca Gempa Sangat Terasa di Jakarta Hingga Yogya)

Apakah hanya gempa indramayu saja sebagai titik point ?

Seiring saat berjalannya waktu, maka artikel-artikel kami banyak menulis tingkah polah manusia yang akhirnya kami bertanya kepadaNya, benarkah asa tentang malapetaka dahsyat bakal terjadi ? tahun 2008 inilah sebuah kepedihan yang menunjukkan asa itu telah dekat lewat sebuah perulangan yang sama dengan pemilu 8-8-2007 pilgub jakarta.

Tepat pilwali Madiun tepatnya kedekatan keluarga kami dan pilgub Jatim (ricuh sampai 3 kali perulangan), maka Pasar besar madiun terbakar lagi hingga kami tuliskan Jangan Remehkan Kebakaran Pasar Besar Madiun dimana dengan jelas peristiwa tsb dekat dengan saat pilwali maupun pilgub Jatim

Sekali lagi miniatur bencana itu telah di tampak-kan oleh Allah swt semoga kita dapat menyadari keberadaan Allah swt yang selalu memberikan gagak-gagakNya untuk memberitahu kepada hambaNya, harus bagaimana hambaNya berbuat tanpa harus bertendensi itu adalah ramalan !

Rentetan itu benar terjadi, namun tertunda cukup lama lewat Gempa bumi & Burung Amrozi yang kini tertulis sebagai [Gagak Qobil] Indonesia Menanti Gempa Yang Berbahaya .

Berbagai keanehan terjadi dekat dengan penulis setelah pasar madiun terbakar, maka duka kembali terjadi (baca Kakak Istriku meninggal dunia ) . Semakin dekat dengan malapetaka dahsyat itu, maka Allah swt ‘memberi tahu’ lewat iktibar semua yang dekat dengan penulis berduka ( Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar )

Terusan iktibar itu adalah sebuah fenoema ganjil yakni Percaya atau tidak bahwa saat menulis artikel Mengapa Bencana situ gintung tepat 27-Maret-2009 ? maka rumah penulis terbakar lewat konsleting listrik (untungnya cepat dapat di padamkan). Sebuah iktibar yang luar biasa bahwa malapetaka dahsyat insyaAllah benar dapat terjadi, sebagaimana artikel terakhir Mengapa F-27 TNI-AU Jatuh No A2703 ? yaitu

Benarkah pertayaan ini ? seolah menunjukkan kepada penulis bahwa asa dari artikel-artikel sebelumnya benar akan terjadi sebentar lagi. (wallahu’alam)

Sebuah pertanyaan kepada Allah swt yang berjawab lewat iktibar sehingga dari itulah kami pernah memberikan warning akan bahaya gempa yogya (Kisah Perjalanan 2 Hari Ke Jogja)

Kebetulankah pemilu 9-April-2009 dengan HUT TNI-AU ?

Tentu perancang tgl pemilu dalam hal ini adalah KPU tidak menyangka ketepatan ini, namun sepanjang tulisan artikel-artikel kami menujukkan bahwa betapa tahun 2007-2009 ini banyak yang jatuh dari ketinggian, mulai pesawat, orang bunuh diri dsb

  1. Bunuh Diri Istiqlal, mengapa tepat 01-10-2008 ?
  2. Di Balik Jatuhnya pesawat Cassa 212
  3. Bus Wisata Rombongan TK Terbakar : sebuah asa yang jelas (9-6-2008)
  4. Gempa Cina 12 mei 2008 : Lanjutan Jawaban Hari Yang Menentukan
  5. Soeharto dan Banjir Bandara Soekarno Hatta
  6. Selamatkan Anak-Anak Kita
  7. Ramai-ramai Bunuh diri lantai 8
  8. Tidak Ada yang Kebetulan – studi kasus Kejatuhan-Kebakaran
  9. Rudal bawa korban
  10. yang diatas yang berbahaya
  11. Meretas takdir : Di-ikuti maut
  12. dst … dst

Begitu banyak ulasan banyak yang jatuh dari ketinggian (baca Mengapa banyak yang jatuh dari ketinggian?) hingga kita berpikir : Hubungan Apakah ketinggian dengan gempa bumi ?

Inillah artikel bersambung yaitu Mengapa Bencana situ gintung tepat 27-Maret-2009 ? , dimana malapetaka itu dekat dengan rumah kak seto maka setahun sebelumnya tgl 29-Maret-2008 lalu tempat atau markas kak seto terbakar (baca Selamatkan Anak-Anak Kita) . Anehnya artikel tsb membahas rentetan peristiwa jatuhnya heli TNI-AU dan heli Wapres

….

Sekali lagi apa yang istimewa dari tiba-tiba peristiwa ngadatnya heli wapres, tepat tgl 4/4/2008 itulah warning istimewa agar menjadi lebih paham tentang salah satu artikel “waspada dengan yang kembar”

Jika anda ber-alibi dengan usang-nya peralatan heli wapres, maka anda keliru, sebab disamping heli kepresidenan, maka ada heli yang lain yang tidak ngadat, sehingga wajar muncul satu pertanyaan : Mengapa heli kepresidenan yang ngadat ? mengapa bukan yang lain ? toh … perawaran heli kepresidenan pasti nomor satu !, perhatikan heli yang lain di bawah ini :

CILEGON, JUMAT – Helikopter Kepresidenan Super Puma TNI-AU, yang digunakan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla beserta sejumlah menteri dan pejabat, Jumat (4/4) sore pukul 15.15 wib, tiba-tiba mengalami kerusakan pada salah satu mesinnya sesaat sebelum terbang dari dermaga PT Indah Kiat, Suralaya, Cilegon, Banten, menuju PLTU Labuhan di Pandeglang, Banten.

Akibat kerusakan tersebut, Wapres Kalla yang satu pesawat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar, Seswapres Tursandi Alwi, Wakil Komandan Paspampres M Alfan dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, terpaksa pindah ke helikopter kedua yang dinaiki pasukan pengawal, pejabat lainnya dan salah seorang wartawan foto Antara.

Olaha mas … mas heli ngadat khan biasa di negeri ini, begitu kebanyakan orang berpikir, namun lihatlah sebulan lalu di tgl yang sama kembar yakni 3/3/2008 sebuah heli juga jatuh, terangkum dalam artikel Adam Air Tergelincir di Bandara Terbaik :

KATHMANDU, SELASA — Helikopter Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) jatuh di Nepal, Senin (3/3), dan menewaskan 12 penumpang termasuk lima warga asing, kata para pejabat. Seorang perwira AL Indonesia, Letkol Sondang Doddy Irawan, merupakan salah satu penumpang helikopter naas itu.

Dengan demikian dalam artikel tsb dengan jelas di sebutkan dalam tgl yang kembar 3/3/2008, perwira indonesia tewas karena heli jatuh milik PBB di nepal. Sudah cukup-kah heli ini memberi petunjukNya ?, kembali hal ini di ulang lewat heli yang jatuh lagi tepat tgl 11/03/2008 :

11/03/2008 13:15 WIB
Heli TNI AU Jatuh di Subang
Korban Tewas Lettu (Pnb) Hengki
Satria – detikcom
Subang – Korban tewas dalam peristiwa jatuhnya heli TNI AU di Subang, Jawa Barat, adalah Lettu (Pnb) Hengki. Sedangkan korban luka bernama Prada Ridi. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Subang, AKBP Sugiyono di lokasi kejadian, di Desa Wanasari, Kecamatan Cipunagara (berbatasan dengan Kecamatan Pegaden), Subang, Jawa Barat, Selasa (11/3/2008). “Jumlah awak dalam helikopter tersebut hanya dua orang,” kata Sugiyono.

Sehingga terangkailah artikel yang memuat heli-heli tsb menjadi sebuah artikel Chapter 11 dan Jatuhnya Adam Air

Menunggu Malapetaka dahsyat 2009

Dari uraian diatas tentu tidak berlebihan bahwa sesaat PEMILU: (1) PERNAH terjadi suatu warning 8-8-2007 gempa indramayu sesaat setelah pilgub jakarta, (2) PERNAH terjadi suatu warning yang berulang bahwa 23-10-2008 sesaat sebelum pilwali madiun, pasar madiun terbakar yang berujung pada sesuatu yang tertunda yakni Pemilu Gub Jatim

Mulai dari berakhirnya rentetan malapetaka tahun 2007, maka begitu banyak yang jatuh dari ketinggian, mobil jatuh, bunuh dari dari ketinggian, pesawat jatuh, heli jatuh dsb yang ternyata pada tahun 2009 ini sebuah pemilu di gelar tepat dengan HUT TNI-AU. Inilah 2 iktibar pertanyaan yang berjawab dengan jelas dan bahkan 3 hari menjelang pemilu maka pesawat TNI-AU jatuh (Mengapa F-27 TNI-AU Jatuh No A2703 ? )

Pesawat jatuh bukan hanya karena faktor cuaca atau umur saja, sebab pada bulan sebelumnya rentetan pesawat canggih banyak yang jatuh (tgl 22-maret-2009 F-22 jatuh, lion air dsb). Berkali-kali mengingatkan tentang hal ini terhadap pertanyaan “Kapankah bencana dahsyat itu terjadi ? … Besok Menunggu Waktu (BMW-22 yang terbakar tepat 1/4/2009) itulah jawabnya

Kembali pada bahasan pesawat TNI-AU, dimana banyak berpendapat”Pemerintah Segera Audit Alutsista milik TNI AU

JAKARTA – Ini mungkin menjadi pelipur lara bagi korps TNI-AU. Sehari menjelang hari ulang tahun korps baju biru ke-63 (9/4), kemarin pemerintah menjanjikan kado manis untuk segera mengaudit teknologi milik TNI-AU…….Pesawat jenis Fokker 27 bisa saja diganti dengan tipe 212. ….

Ultah TNI-AU Diundur

Hari ini (9/4) TNI-AU genap berusia 63 tahun. Namun, perayaannya diundur seminggu karena bertepatan dengan hari pemilu. Korps baju biru itu, tampaknya, tak ingin larut dalam duka berkepanjangan meski baru saja menerima “kado” pahit kecelakaan Fokker 27 yang menewaskan 24 prajuritnya.

“Benar, acara peringatan ditunda sampai 15 April untuk menghormati pemilu,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI-AU Marsekal Pertama Bambang Sulistyo kemarin (8/4). Lokasi peringatan di Halim Perdanakusuma. “Sementara belum ada perubahan,” ujar pejabat yang baru dua bulan menjabat Kadispen itu.

Menurut Bambang, skenario awal acara peringatan itu dilengkapi demo terbang pesawat Sukhoi SU-30 MK2 yang baru saja datang dari Rusia awal tahun lalu.

Rencananya sampai 2011, TNI-AU akan menambah tiga Sukhoi lagi jenis SU-27 SKM. Dengan begitu, Indonesia akan punya 10 Sukhoi.(rdl/zul/iro)

Maka kembali pesawat jatuh sesuai berita di bawah ini,  Pesawat Kargo Avia Star Jatuh di Wamena

Breaking News / Nusantara / Kamis, 09 April 2009 7:19 WIB

Metrotvnews.com, Wamena: Sebuah pesawat kargo milik Avia Star jatuh di Gunung Sike, Wamena, Papua, tadi pagi. Sejauh ini belum ada kepastian mengenai jumlah korban dan penyebab kecelakaan. Pesawat dikabarkan diawaki empat kru, termasuk pilot dan ko-pilot.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto membenarkan kejadian tersebut. Menurut Kapolda, pesawat berangkat dari Bandar Udara Sentani sekitar pukul 07.00 WIT dengan tujuan penerbangan Wamena. Seharusnya pesawat tiba di Wamena pukul 07.30 WIT.

Kapolda mengatakan, pihak tower sempat mendapat kabar bahwa pilot gagal mendaratkan pesawat di Wamena. Pilot kemudian naik lagi. Setelah itu, tower kehilangan kontak. Pihak tower kemudian mendapat kabar bahwa pesawat jatuh di Gunung Sike. Kapolda menyebutkan, sejauh ini belum ada penjelasan mengenai penyebab kecelakaan.

Lebih jauh Kapolda mengatakan, pesawat itu membawa kargo. Pesawat diawaki empat kru, termasuk pilot dank ko-pilot. Menurut Kapolda, pesawat memiliki empat mesin dan bernomor register DAE-146. Sedianya pesawat ini akan dipakai rombongan Gubernur Papua Barnabas Suebu sekitar pukul 11.00 WIT untuk meninjau kegiatan pemilihan legislatif.

Kapolda membantah jika dirinya sempat melarang Gubernur untuk tidak memakai pesawat tersebut. Hanya, karena Gubernur juga diharapkan meninjau pelaksanaan pemungutan suara di Jayapura. Jadi, belum ada kepastian berangkat atau tidak dengan pesawat tersebut. Kapolda memastikan tim sudah dikirim ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan pesawat.

Sementara itu, kontributor Metro TV Agus Suroto yang sudah berada di lokasi kejadian melaporkan, kondisi pesawat hancur. Pesawat terbelah menjadi tiga bagian besar, sayap, kokpit dan beberapa bagian badan pesawat.

….

Metrotvnews.com, Wamena: Enam kru pesawat Avia Star dipastikan tewas setelah pesawat yang ditumpangi mereka jatuh di Gunung Sike, Wamena, Papua, tadi pagi. Pesawat nahas ini adalah pesawat kargo milik Avia Star yang terbang dari Bandar Udara Sentani, Jayapura, dengan tujuan penerbangan Wamena.

Pesawat BAE-146 itu hancur terbelah tiga, bagian kokpit, ekor dan badan pesawat. Posisi jatuhnya pesawat yakni di puncak Gunung Sike, sekitar lima kilometer dari Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Sejumlah calon penumpang di Bandara Wamena, sempat melihat proses jatuhnya pesawat tersebut. Pesawat ini sedianya akan digunakan Gubernur Papua Barnabas Suebu untuk keperluan pemantauan pemungutan suara di Wamena.

Enam korban tewas tersebut, antara lain Sigit (pilot), Lukman (ko-pilot), Nima (load master), Rina (pramugari), Ida (pramugari) dan Rahmat (mekanik). Proses evakuasi hingga kini masih berlangsung. Sejauh ini belum ada kepastian mengenai penyebab kecelakaan. Pesawat dikabarkan diawaki empat kru, termasuk pilot dan ko-pilot.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto saat dikonfirmasi melalui telepon tadi pagi, mengatakan, pihak tower sempat mendapat kabar bahwa pilot gagal mendaratkan pesawat di Wamena. Pilot kemudian menaikkan lagi pesawat. Setelah itu, tower kehilangan kontak. Pihak tower kemudian mendapat kabar bahwa pesawat jatuh di Gunung Sike. Kapolda menyebutkan, sejauh ini belum ada penjelasan mengenai penyebab kecelakaan. Menurut Kapolda, pesawat memiliki empat mesin dan bernomor register BAE-146.(DSY)

Sebuah penegasan yang jelas nan sempurna, bahwa kita harus berhati-hati terhadap rentetan malapetaka akhir-akhir ini yang dapat menuju pada malatepaka dahsyat sebagaimana ingatan Kejadian Aneh – Aneh Menjelang Bencana Besar

Perhatikan artikel Misteri Meledaknya Depot BBM Pertamina Plumpang dimana dengan jelas berulang di papua seperti pesawat yang jatuh lagi …Tangki Depot BBM Biak Terbakar

Kamis, 9 April 2009 | 09:32 WIB

BIAK, KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) menduga, kebakaran tangki nomor 11 yang berisi premium di Depot BBM Biak, Papua, Rabu (8/4) malam karena tersambar api rumah yang terbakar di sekitar depot.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Toharso di Jakarta, Kamis mengatakan, api dari puluhan rumah yang terbakar di dekat depot menyambar tangki nomor 11 yang berisi 900 kiloliter premium.

“Saat rumah di sekitar depot terbakar, tangki nomor 11 sedang mengisi premium. Uap premium yang keluar dari tangki kemungkinan tersambar api rumah yang terbakar,” katanya.

Semua telah berulang sebagai pengingatan tinggal kita sendiri apakah lupa dengan ingatan-ingatan itu, inilah pemilu yang kita berharap hasilnya adalah warning tentang malapetakan sebelumnya yang memuat ingatan tgl 27 ( (Mengapa Bencana situ gintung tepat 27-Maret-2009 ?), (Mengapa F-27 TNI-AU Jatuh No A2703 ? )

………
JAdi tepat tiga hari setelah kejadian bunuh diri di lantai 8 itulah pak Harto wafat, dan kita berkabung nasional selama tujuh hari ( Minggu, 27/01/2008 13:58 WIB Soeharto Wafat, Ditetapkan 7 Hari Berkabung)
Mari berhitung sedikit dari tgl 27.01.08 ke tujuh hari, tanggal berapakah itu ? tgl 2.2.2008, ada apakah itu ? ya … setahun lalu Jakarta Lumpuh akibat banjir besar (selengkapnya baca [Peringatan] Jakarta Banjir Besar Sebelum Terjadinya)
Jadi tgl kematian pak Harto ini penuh hikmah untuk mengingatkan bangsa ini agar segera berbenah, jika tidak mereka akan menuju pada jurang kehancuruan sebagaimana di lansir artikel [Misteri Kematian Soeharto] Mengapa Tepat pkl 01.10 PM ?
KONDISI MASYARAKAT SAAT INI ADALAH KEHILANGAN PEMIMPIN YANG DI TELADANI, SEMUA MASYARAKAT SAAT INI IBARAT BAYI BERKEPALA DUA YAKNI KEMAMPUAN TERBATAS (SATU TUBUH) NAMUN MAUNYA BANYAK, SEHINGGA SALING REBUT, SIKUT DAN BERSAING TIDAK SEHAT

Apakah bayi berkepala dua akan lahir lewat hasil pemilu 2009 ? semoga kita cerdas memilih dan terhindar dari malapetaka dahsyat yang insyaAllah telah di depan mata

Categories: Fenomena, Islam