Perjalanan kehidupan yang dirilis di artikel Misteri Meledaknya Depot BBM Pertamina Plumpang (Jan 19, 2009 9:30 am) dimana pada akhir alinea dari artikel tsb menuliskan sebuah kutipan panjang
Hal itu berarti benar-lah apa yang dinantikan artikel Misteri Tenggelamnya KMP Teratai Prima
Tinggal menunggu sebulan bahkan kurang dari itu : APAKAH ADA PERISTIWA ANEH-ANEH YANG BERULANG-ULANG ?
Adakah peristiwa aneh-aneh yang terjadi setelah penulisan tsb ?
Sebagaimana alam ini merupakan cerita panjang ulah polah manusia yang diceritakan oleh sang super (Allah swt).
Bagaikan ‘dalang’ yang menggelar wayangan semalam suntuk bercerita a sampai z, saat beberapa orang hanya mampu mengingat atau mengikuti cerita dalang hanya h sampai k saja, kemudian dia mengambil kesimpulan atas ingatan dia (h sampai k saja), maka hasil kesimpulan itu hanyalah penggalan yang tidak runtut pada maksud sesungguhanya dari sang dalang, bisakah penonton tadi tahu arti maksud dari sang dalang ?
Begitu pula dengan rentetan panjang perjalanan kehidupan manusia di alam ini, bagaikan sebuah cerita a sampai z, namun kebanyakan manusia hanya membaca kejadian di alam ini tanpa tahu maksud a sampai z, kecuali hanya berita penggalan huruf yang terceritakan
Kembali pada persoalan kelanjutan perjalanan kehidupan manusia yang tercatat sebagai pengingat agar tahu a sampai z dari cerita sang ‘dalang’, maka kejadian aneh-aneh setelah Depo pertamina terbakar Misteri Meledaknya Depot BBM Pertamina Plumpang) Adalah sebuah kecelakaan KA yang saling bertabrakan
Mengapa di sebut aneh dan berulang ? tidak lain itulah kejadian tgl 23/jan/2009, dimana tgl itu banyak disebut pada artikel Gempa bumi & Burung Amrozi yang merupakan runtutan artikel sebelumnya, disebutkan sebuah pengingatan yakni :
Hari minggu tgl 23/11/2008 kami lewatkan dengan sebuah asa yang bimbang bahwa bukan-lah gagak amrozi itu nyata, namun hanyalah angan kosong dari kami saja. Kami lew3atkan sekeluarga dengan mancing di daerah bluru sidoarjo…. tak berapa lama HP berdering …. dari teman sejawat bahwa teman penulis (Nunut P S.Kom) meninggal dunia setelah menjalani operasi tumor usus di bedah terpadu (Graha Amerta) Dr Soetomo Surabaya
Tepat sebulan dari pasar mertua kami (madiun) terbakar, maka kini giliran pak Nunut, teman dosen meninggal dunia setalah dipulangkan dari jepang (studi S2) karena pendaharahan usus. Inna lillahi waninna ilaihi rojiuun, pak Nunut teman dosen sebelah kamar persis dan meninggal tepat sebulan saat penantian itu
Artinya asa penantian itu memang benar dengan ditunjukkanNya rentetan yang ‘dekat’ dengan penulis pada berduka, mulai pasar madiun, ugm diterjang angin, kini teman sebelah kamar meninggal dunia…. tibalah kami melayat ke daerah tuban … tak terasa kenangan yang lalu tahun 2004 kami-pun pernah melayat ibu pak nunut, kini kami-pun melayak kembali menelusuri jejak tahun 2004 lalu …. sungguh sebuah iktibar perulangan yang dalam
Tgl 23/11/2008 lalu teman dosen yang masih muda bertempat sebelah kamar persis meninggal dunia setelah dipulangkan dari jepang, kami melayat ke perbatasan bojonegoro-tuban, dan apakah kini yang terjadi tepat dua bulan setelah itu, seolah mengingatkan, maka peristiwa ‘aneh’ terjadi
Tabrakan dahsyat melibatkan dua kereta api terjadi di Bojonegoro, Jawa Timur, kemarin. Kereta api (KA) Rajawali bernomor loko C 20180 menabrak kereta barang Antaboga bernomor loko 360 di Stasiun Pembantu Kapas, Bojonegoro. Akibatnya, tiga orang tewas, termasuk seorang masinis KA, dan dua luka parah serta seorang terjepit….
peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.45 saat KA Antaboga jurusan Jakarta–Surabaya memasuki Stasiun Kecamatan Kapas dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Oleh petugas Stasiun Kapas, kereta tersebut diberikan jalan masuk ke jalur satu di antara dua jalur yang ada.
Saat bersamaan, KA Rajawali yang berangkat dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, menuju Jakarta juga masuk stasiun dari arah timur. Celakanya, kereta api yang mengangkut sekitar 300 penumpang itu juga masuk jalur satu sehingga tabrakan dua KA tak terelakkan. ’’Saya sendiri sampai terjatuh. Padahal, saya di gerbong belakang,’’ kata Sony, 35, penumpang kereta Antaboga.
Bagi kami penulis the untold stories, burung tsb memang nyata ada dan bahkan tertangkap vidoe yang secara kebetulan, lebih jauh burung itu adalah mahluk Allah dan subhanallah bahwa burung tsb laksana gagak Allah yang memberi petunjukNya sebagimana penantian asa tentang bencana masal. Perhatikan artikel yang ditunggu dari mulai pasar besar madiun terbakar, UGM di terjang angin puting beliung, lalu kini 3 burung yang menurut kami lebih menyerupai gagak sebagaimana penantian asa itu (baca Jangan Remehkan Kebakaran Pasar Besar Madiun)
… Sekali lagi miniatur bencana itu telah di tampak-kan oleh Allah swt semoga kita dapat menyadari keberadaan Allah swt yang selalu memberikan gagak-gagakNya untuk memberitahu kepada hambaNya, harus bagaimana hambaNya berbuat tanpa harus bertendensi itu adalah ramalan !…
Tercatat tiga burung amrozi yang menjadi gagak-gagak Allah swt tercatat yang telah terbukti diartikel tsb Gempa bumi & Burung Amrozi
Kembali gempa bumi melanda setelah gorontalo, maka tepat 3 bulan setelah tgl penantian itu 4/11/2008 (baca di preambule artikel ini, Dekat dengan tgl 4/11/2008 itulah kita memohon kepada Allah swt, apakah benar gagakNya telah dapat ditangkap ? atau hanya celotehan kecil dari banyaknya kebetulan yang terjadi ?), maka tiga bulan setelah itu bencana kembali terjadi (tgl 4/1/2009) sesuai burung amrzoi yakni di timur. Sehingga setelah gorontalo, kini papua di guncang gempa Gempa Porak-porandakan Sorong dan Manokwari
Apa hubungan tiga burung tadi dengan KA saling bertabrakan di bojonegoro tepat tgl 23/01/2009 ? hal yang mengingatkan tentang 3 burung amrzozi yakni :
Juru Bicara Departemen Perhubungan Bambang S Ervan mengatakan, berdasar informasi dini, tabrakan kereta api (KA) di Stasiun Pembantu Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur, diduga diakibatkan pelanggaran sinyal. ’’Kami menduga, tabrakan KA disebabkan pelanggaran sinyal. Tetapi, belum dapat dijelaskan mengapa terjadi pelanggaran sinyal, penyidikan segera dilakukan,’’ kata Bambang S. Ervan saat dihubungi.
Dugaan sementara penyebab kecelakaan akibat pelanggaran sinyal juga dilontarkan Kepala Pusat Keselamatan PT KA Bambang Adi Pratignjo. ’’Seharusnya masinis KA Rajawali berhenti setelah melihat semboyan 3 (tanda larangan melintas). Entah mengapa tidak berhenti,’’ kata Adi.
Adi mengungkapkan, dua faktor yang mungkin menyebabkan KA Rajawali melanggar sinyal. ’’Saya menduga, masinis tidak melihat sinyal semboyan 3 karena matanya silau melihat matahari. Dapat juga terjadi, masinis tersebut mengantuk. Tentu saja, analisis-analisis ini harus dibuktikan dengan penyelidikan,’’ ujar dia.
Terbetiklah kabar tentang ingatan 3 burung amrozi tsb lewat semboyan 3 (tanda larangan melintas) artinya bahwa 3 burung amzozi dimana dua telah terbukti (gempa bumi gorontalo dan manokwari : baca Gempa bumi & Burung Amrozi) maka tinggalah satu penantian dari pelengkap ketiga burung tsb, sesuai kelanjutan dari artikel tsb yakni [Gagak Qobil] Indonesia Menanti Gempa Yang Berbahaya
Setelah KA saling bertabrakan, maka cerita aneh selanjutnya adalah Giliran tiga pejabat bank BTN terseret ombak secara misterius
Jenazah tiga pejabat BTN yang tewas tergulung ombak.25/01/2009 12:27 – Kecelakaan
Tiga Pejabat BTN Tewas Tergulung OmbakLiputan6.com, Bintan: Acara liburan bersama yang dilakukan pejabat Bank Tabungan Negara (BTN) berujung maut. Tiga kepala cabang bank tersebut tewas di kawasan Pantai Wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (24/1).Ketiga korban yakni Mangku Mukmin (Kepala Cabang BTN Batam), Rahmad Noviansyah (Kepala BTN Karawang, Jawa Barat), dan Lamain Fajari (Kepala Cabang Pembantu BTN Mampang, Jakarta Selatan).
Diduga, ketiganya meninggal akibat tergulung ombak di pantai yang terkenal berpasir putih serta berombak tinggi. Saat itu, para korban tengah bersantai di tepi pantai bersama Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro, dan Wakil Kepala Cabang Tanjungpinang yang kini dirawat di klinik terdekat.
Rencananya, hari ini jenazah korban diberangkatkan dari Tanjungpinang menuju Jakarta untuk disemayamkan di rumah duka masing-masing.(IKA/Humala Nasution)
Tiga pejabat yang nahas itu masing-masing Kepala Cabang Batam Mangku Mu’min Mazani, Kepala Cabang Karawang Rachmat Noviansyah, serta Kepala Cabang Pembantu Mampang, Jakarta Selatan, Imam Fadjari.”Mereka saat itu berada di tepi pantai, tengah bersantai usai melaksanakan kunjungan kerja,” kata Dody Agoeng S, Kepala Divisi Hukum dan Hubungan Perusahaan BTN, kepada Tempo.Ia menuturkan, musibah terjadi sekitar pukul 17.00. WIB. Kala itu, para korban bersama beberapa petinggi BTN plus Direktur Utama Iqbal Latanro tengah mengobrol sambil berdiri dekat bibir pantai.Tiba-tiba ombak setinggi dua meter menerjang mereka. Pertama, ombak menyeret Imam Fadjari yang paling dekat dengan laut. “Pak Iqbal dan dua korban lainnya mencoba menolong, Tapi mereka (kedua korban) malah terkena terjangan ombak susulan.”
Jakarta – Tewasnya 3 orang kepala cabang Bank Tabungan Negara (BTN) sangat mendadak. Datangnya ombak besar yang menggulung ketiga korban berlangsung cepat dan tidak terduga.Kejadian ini berawal saat ketiga pejabat tersebut sedang bersantai di bibir pantai pada pukul 16.00 WIB. Tidak lama kemudian, ombak besar tiba-tiba datang menyeret Kepala Cabang Pembantu Mampang Imam Fajari.
Bus Kramat Jati Masuk JurangSopir Ngantuk, Enam Tewas
GARUT – Bus Kramat Jati jurusan Bandung-Wonogiri bernomor polisi B 7859 AC jatuh ke jurang di Kampung Pangkalan, Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, kemarin pukul 04.30. Akibatnya, enam penumpang termasuk sopir tewas seketika dan 22 lainnya luka berat serta ringan….…. tidak ada bekas rem di aspal jalan dekat lokasi kecelakaan. Tidak terlihat ada bekas gesekan ban dengan aspal di jalan yang mengarah ke dalam jurang. Bus seolah-seolah nyelonong begitu saja ke dalam jurang. Padahal, jika sopir sempat mengerem, akan ada bekas ban di aspal.
Apakah yang terjadi dengan bus itu ?, mengingatkan pada apakah keanehan itu ? … lihat jurusan dari bus itu yakni wonogiri, dan inilah pangkal muasal cerita a sampai z, dimana kejadian itu adalah sehari sebelum 1 tahun meninggalnya pak Harto ([Misteri Kematian Soeharto] Ada apa di balik Kematian Soeharto?)
Berikutnya artikel masalah pak Harto tsb memuat tentang bayi berkepala dua tertulis di artikel tsb :
…. Jadi tgl kematian pak Harto ini penuh hikmah untuk mengingatkan bangsa ini agar segera berbenah, jika tidak mereka akan menuju pada jurang kehancuruan sebagaimana di lansri artikel [Misteri Kematian Soeharto] Mengapa Tepat pkl 01.10 PM ?
KONDISI MASYARAKAT SAAT INI ADALAH KEHILANGAN PEMIMPIN YANG DI TELADANI, SEMUA MASYARAKAT SAAT INI IBARAT BAYI BERKEPALA DUA YAKNI KEMAMPUAN TERBATAS (SATU TUBUH) NAMUN MAUNYA BANYAK, SEHINGGA SALING REBUT, SIKUT DAN BERSAING TIDAK SEHAT
…Berdasarkan hasil diagnosa sementara, imbuh Munar, secara fisik, Marwati 1 dan Marwati 2 memiliki tubuh satu, berkepala dua, mempunyai dua jantung yang saling melekat dan dua tulang belakangn yang menyatu pada bagian bawah.…Marwati 1 dan Marwati 2 merupakan anak ketiga dari pasangan Mugiono Wahid dan Marwati, warga Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kedua orangtua bayi sehari-hari bekerja sebagai buruh perkebunan PTPN-I Langsa.Bayi Marwati 1 dan Marwati 2 lahir di RS Cut Meutia, Langsa, Minggu 25 Januari 2009 sekitar pukul 10.30 WIB dengan berat 4,6 kilogram melalui proses bedah caesar.
Travo Gardu Induk PLN Terbakar Api Dijinakan Selama 4 Jam TASIK – Travo Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) milik PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali-Nusa Tengara Barat (JBN)-91 region Jawa Barat di Jalan Tamansari Kampung Cimanglid Kelurahan Setiamulya Kecamatan Tamansari meledak, kemarin. Akibatnya, satu dari tiga travo gardu tersebut terbakar. Ketinggian api mencapai 30 meter. Peristiwa itu tidak memakan korban jiwa.
Metrotvnews.com, Tangerang: Kecelakaan pesawat kembali terjadi. Sebuah helikopter super puma dengan nomor registrasi PKPUH milik Pelita Air Service, Kamis (29/1), sekitar pukul 10.00 WIB, mengalami kecelakaan di hanggar Pelita Air Service di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang, Banten.
Peristiwa naas ini terjadi saat helikopter sedang menjalani proses perbaikan. Saat itu helikopter hendak diterbangkan untuk menguji mesin pesawat. Pesawat yang dipiloti Rahman Adi ini sempat naik beberapa meter. Namun, badan helikopter akhirnya terhempas ke landasan.
Pesawat jatuh dalam posisi terbalik. Dua mekanik helikopter yang berada di lapangan tewas terkena baling-baling pesawat. Keduanya adalah Ahmad Subarja dan Budi. Sedangkan pilot dan teknisi yang berada di dalam pesawat helikopter terluka. Penyebab musibah ini sedang dalam proses penyelidikan Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi.(DOR)
Perjalanan kehidupan manusia yang terekam dari a sampai z baru akan disadari manakala kejadian tsb akan menjadi duka bagi banyak orang sebagaimana Tsunami Aceh 26/des/2004, satu pertanyaan yang pantas untuk menjelaskansebagaimana berulang-ulang dalam banyak artikel tsb
Tinggal menunggu sebulan bahkan kurang dari itu : APAKAH ADA PERISTIWA ANEH-ANEH YANG BERULANG-ULANG ?


