Banjir besar Jakarta yang pernah terjadi tahun 2007, sebagaimana di rilis oleh metroTV dibawah ini
Sebuah rumah di kompleks elite di kawasan Bintaro, Jaksel, terendam banjir hingga ketinggian satu meter lebih.
Jum’at, 02 Februari 2007 12:06 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Kamis kemarin membuat Jakarta dikepung banjir. Di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur, ketinggian air sudah mencapai empat meter. Banjir juga sudah merendam beberapa ruas jalan di wilayah Jakarta Barat, yaitu wilayah Roxy, Pedurenan dan sekitarnya. Hal ini akibat jebolnya tanggul yang berada di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Kemacetan pun terjadi di mana-mana.
Berdasarkan pemantauan Metro TV, Jumat (2/2), banjir hampir merata terjadi di wilayah Jakarta. Di Jalan Puri Kembangan, Jakbar, air sudah mencapai lebih dari 50 sentimeter. Akibatnya jalan tersebut tidak bisa dilalui. Kemacetan pun terjadi di kawasan ini. Jika ada kendaraan yang memaksa lewat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, harus menanggung risiko mogok di tengah jalan. Sementara para pengendara yang tidak berani menerobos terpaksa harus memutar balik mencari jalan laternatif lain. Kondisi ini justru dimanfaatkan beberapa warga sekitar untuk menjual jasa penyeberangan dengan menggunakan gerobak.
Di wilayah lain di Jakbar, beberapa ruas jalan juga terendam air. Di Roxy, Pedurenan dan sekitarnya, misalnya. Akibat luapan banjir, jalan-jalan utama yang menuju ke jalan protokol, seperti Jalan Tanjung Duren Raya, Kemanggisan dan sekitarnya tergenang air sebatas lutut orang dewasa. Banjir setinggi 40 sentimeter dan 30 sentimeter terjadi di daerah Wijaya Kusuma, Duta Mas, Delima dan Jelambar. Genangan air juga terjadi di sekitar Daan Mogot di depan Indosiar dan Grogol serta di Kelurahan Bidara China setinggi satu meter.
Beberapa kendaraan yang melintas di daerah tersebut banyak yang dialihkan. Genangan air yang menyebabkan kemacetan juga terdapat di wilayah Roxy dan sekitarnya. Hal ini menyulitkan sebagian warga yang akan melintas ke wilayah Grogol. Sementara banjir yang menggenang sekitar Jalan Daan Mogot menyebabkan kendaraan sulit melintas ke wilayah Tanjungpriok dan Ceng
Berita lain menyebutkan betapa sensaranya warga ibukota saat banjir besar tahun 2007 lalu sebagaimana tertulis dibawah ini, 02/02/2007 20:11 WIB 42.014 Warga Jakarta Jadi Pengungsi
Pantauan di 11 pos pengamatan hujan milik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menunjukkan, hujan yang terjadi pada Jumat, 2 Februari, malam lalu mencapai rata-rata 235 mm, bahkan tertinggi di stasiun pengamat Pondok Betung mencapai 340 mm. Hujan rata-rata di Jakarta yang mencapai 235 mm itu sebanding dengan periode ulang hujan 100 tahun dengan probabilitas kejadiannya 20 persen.
Banjir 2007 ini lebih luas dan lebih banyak memakan korban manusia dibandingkan bencana serupa yang melanda pada tahun 2002 dan 1996. Sedikitnya 80 orang dinyatakan tewas selama 10 hari karena terseret arus, tersengat listrik, atau sakit. Kerugian material akibat matinya perputaran bisnis mencapai triliunan rupiah, diperkirakan 4,3 triliun rupiah. Warga yang mengungsi mencapai 320.000 orang hingga 7 Februari 2007.
Berita berita lain menyebutkan bahwa Jakarta lumpuh karena banjir besar, Pagi hari Jakarta Selatan Lumpuh
02/02/2007 08:08 WIB, Kawasan Selatan Jakarta Lumpuh
Budiono Darsono – detikNews
Jakarta – Kawasan selatan Jakarta, dari kantong pemukiman memasuki kawasan Jakarta, Jumat (2/2/2007), lumpuh total. Hujan deras terus mengguyur. Banjir jalanan terjadi di mana-mana.Warga Bintaro, Tangerang, yang tinggal di sektor 9 mengalami kesulitan untuk menuju Jakarta. Jalur di sektor 5, sudah terendam air. Kendaraan jenis sedan dipastikan tak berani melalui.
Warga yang tinggal di kawasan Pamulang mengalami hal yang sama. Arah menuju Ciputat melalui Jl Setiabudi ditutup. Hal ini disebabkan meluapnya Situ Sasak. Luapan air mencapai ketinggian 50 cm, arus luapan itu sangat deras. Sepeda motor pun tak berani melalui jalur yang menghubungkan Pamulang-Ciputat itu.
Akibat penutupan jalur itu, kemacetan terjadi di mana-mana. Jalur alternatif via perempatan Gaplek-Pondok Cabe, dilanda kemacetan luar biasa. Angkot angkot rute Ciputat-Pamulang 2 atau Ciputat-Reni Jaya, memilih memasuki komplek Vila Pamulang Mas.
Akibatnya, jalur menuju komplek itu pun dilanda carut marut berbagai kendaraan. Macet cet. Demikian juga situasi di Komplek Bukit Pamulang Indah. Untungnya, warga setempat buru buru menutup jalan komplek.
Jalur di Pasar Ciputat, yang pada hari hari biasa dilanda kemacetan, hingga pukul 07.30 WIB dilanda kemacetan luar biasa. Sebelum pasar dari arah Pamulang – Parung, terlihat beberapa bus dan angkot mogok.
Sementara jalur Serua, Ciputat, kemacetan juga tak terelakan lagi. Berbagai ruas di jalur yang menghubungkan BSD-Bintaro itu, genangan air di beberapa ruas jalannya mencapai 60 cm hingga 1 meter.(bdi/mly)
Kemudian giliran siang hari, maka Jakarta Barat Lumpuh,
02/02/2007 10:58 WIB
Jakarta Barat Lumpuh
Syarif Hidayatullah – detikNews
Jakarta – Jakarta Barat kini lumpuh total. Hampir semua daerah terkepung oleh banjir. Kondisi paling parah terjadi di Kelurahan Rawabuaya dan Kelurahan Kedawung. Arus lalu lintas kendaraan di Jakarta Barat juga putus.“Banjir di mana-mana, dan saat ini Jakarta Barat lumpuh total,” kata Kepala Humas Pemda DKI Jakarta Amanuddin AS saat dihubungi detikcom, Jumat (2/2/2007).
Menurut Amanuddin, sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Barat digenangi air. Jl. Tomang Raya, jalan di depan Mal Taman Anggrek hingga Citraland tergenang air. Akibatnya, kemacetan total pun terjadi.
“Saat ini kelumpuhan lalu lintas masih terjadi. Tim SAR dari Pemda sudah dikerahkan penuh. Salah satu upaya, Jl. KH Mas Mansyur dan Ring Road Daan Mogot ditutup,” kata Amanuddin yang saat ini menjadi Koordinator Penanganan Banjir di DKI.
Menurut dia, pihaknya juga sudah menyediakan bantuan perahu karet dan kebutuhan lainnya untuk menolong masyarakat dalam melakukan evakuasi.
Pemantauan detikcom di Jl. Tomang Raya, genangan air terjadi hingga 1 meter. Akibatnya, lalu lintas kendaraan di jalan ini putus. Kesemrawutan saat ini masih terjadi di jalan ini. Banyak mobil dan sepeda motor yang mogok. Terlihat penumpukan kendaraan di atas jembatan Tomang.
Hujan masih terus mengguyur kawasan Jakarta Barat. Dari jembatan Tomang, terlihat Kali Cideng meluap, Genangan air di bantaran kali mencapai selutut orang dewasa. Masyarakat yang berada di bantaran kali ini, yang masuk wilayah Kelurahan Jati Pulo terpaksa mengungsi. (asy/asy)
Bahkan akibat banjir itu, maka petinggi negara presiden SBY -pun ikut mengungsi ke tempat lain tepat tgl 2-2-2007 itu
02/02/2007 11:56 WIB
DKI Banjir, SBY Retret di CikeasShinta Shinaga – detikNews
Jakarta – Hujan terus mengguyur Jabodetabek, Jakarta heboh banjir dan macet. Warga Ibukota kewalahan. Sang pemimpin negeri ini berada di kediaman pribadi bersama para menteri. SBY pun masih memantau keadaan Jakarta yang dilanda banjir.Presiden SBY menggelar retret sejak pukul 08.00 WIB, Jumat (2/2/2007) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Turut serta para menko serta Mendagri M Ma’ruf dan Menkeu Sri Mulyani.
Hingga pukul 11.25 WIB, retret masih berlangsung di Cikeas. Pada waktu bersamaan, sebagian warga Jakarta masih berjuang menghadapi macet akibat banjir untuk bisa ke kantor, sebagian lagi bergelut dengan banjir yang telah merendam rumah.
Apa yang membuat sang presiden tak bersama-sama warga Ibukota senasib menanggung banjir? Yang jelas, retret dalam kamus bahasa Indonesia menyebutkan sebagai kegiatan mengundurkan diri dari dunia ramai untuk mencari ketenangan batin.
“Semula rencananya retret akan digelar di Istana Cipanas, namun kemudian berubah lokasi menjadi di Cikeas,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng kepada detikcom. “Ini agar Presiden bisa tetap memantau perkembangan dan lebih dekat dengan masyarakat,” kata Andi.
Apakah batin SBY sedang tidak tenang dengan adanya berbagai bencana? “Pemindahan dari Cipanas ke Cikeas ini memang bertujuan agar Presiden bisa memantau langsung berbagai kejadian,” kata Andi. “Presiden sangat prihatin dengan banjir yang terjadi di mana mana,” tambahnya.(sss/tbs)
Bahkan tepat tgl 2-2-2007 itulah aktifitas kenegaraan RI beralih menjadi pos pantau banjir, seperti dilakukan oleh pak SBY
02/02/2007 12:20 WIB
SBY Bahas Program Pembangunan dan Memantau Banjir JakartaLuhur Hertanto – detikNews
Jakarta – Di rumah kediaman Pribadinya di Cikeas, Presiden SBY ternyata tidak bisa bersantai. Bersama para menterinya, Jumat (2/2/2007) SBY membahas program pembangunan 2007. Plus memantau banjir Jakarta.“Presiden terus memantau banjir Jakarta. Sejumlah instruksi pun sudah diberikan Presiden untuk menangani banjir Jakarta,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng kepada detikcom.
Presiden, masih menurut Andi, sangat prihatin dengan banjir yang mengepung Jakarta. Kepada seluruh aparat, Presiden menginstruksikan agar segera mengambil langkah langkah yang tepat dan cepat untuk membantu masyarakat.
Seperti diketahui, SBY bersama sejumlah menterinya, telah berada di Cikeas, Bogor, Jawa Barat sejak pukul 08.00 WIB. Semula, pertemuan itu rencananya digelar di Istana Cipanas, Puncak.
“Namun melihat cuaca yang terus memburuk, dan banjir terjadi di hampir seluruh kawasan di Jakarta, Presiden memutuskan untuk memindahkan pertemuan di Cikeas,” kata Andi. “Di Cikeas Presiden bisa lebih dekat dengan masyarakat dan bisa dengan memantau situasi Jakarta,” kata Andi.
Baru kemudian setelah dirasakan cukup aman dengan komunikasi 02/02/2007 15:01 WIB Pantau Banjir Jakarta, SBY Telepon Bang Yos ,
Luhur Hertanto – detikNews
Jakarta – Meski bekerja dari kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Presiden SBY terus memantau kondisi ibukota Jakarta yang terendam banjir. SBY bahkan menyempatkan diri menelepon Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.Percakapan SBY dan Sutiyoso terekam telinga wartawan karena dilakukan di hadapan wartawan usai salat Jumat di beranda Masjid Istiqomah, Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/2/2007).
SBY menanyakan secara langsung perkembangan penanganan banjir di ibukota.
“TNI sudah turun? O … baik. Teruskan langkah preventif dan evakuasi warga,” demikian kutipan pembicaraan telepon antara SBY dengan Bang Yos.
Akibat hujan yang turun sepanjang malam, nyaris seluruh wilayah Jakarta terendam banjir dengan ketinggian beragam. Paling tinggi air mencapai 3 meter. Kondisi ini membuat perekonomian dan lalu lintas Jakarta lumpuh.
Sebelumnya, SBY sempat menggelar rapat kabinet terbatas di kediaman pribadinya. Hadir dalam rapat itu Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhukam Widodo AS, Menkeu Sri Mulyani, dan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.
(umi/sss)
Setelah dirasa cukup, maka SBY meninjau korban banjir
02/02/2007 16:19 WIB SBY Terjun ke Lokasi Banjir
Luhur Hertanto – detikNews
Jakarta – Presiden SBY tak hanya memantau banjir Jakarta dari rumah kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Usai rapat dengan para menteri, SBY langsung terjun menuju lokasi banjir Jakarta.Jumat (2/2/2007) pukul 16.05 WIB, SBY disertai Ibu Ani Yudhoyono meninggalkan Puri Cikeas Indah. SBY terjun ke lokasi banjir tidak dengan menumpang mobil kepresidenan RI 1, melainkan menumpang Land Rover warna hitam dengan plat nomor B 307 YD.
SBY menuju lokasi banjir Jakarta hanya disertai dengan rombongan terbatas. Satu mobil lagi dalam iring iringan Presiden ditumpangi Seskab Sudi Silalahi, dan dua juru bicara presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.
Rencananya SBY akan meninjau banjir di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, dan Kemayoran, Jakarta Pusat. “Kita belum tahu daerah mana yang akan ditinjau. Presiden ingin langsung keliling Jakarta melihat keadaan Jakarta,” kata Andi kepada detikcom.(ana/asy)
Sama dengan warga lain, maka rombongan SBY-pun terjebak banjir,
02/02/2007 16:30 WIB
SBY Terjebak di Tol Taman Mini, Paspampres Jalan KakiLuhur Hertanto – detikNews
Jakarta – Presiden juga manusia biasa. Artinya, Presiden pun juga bisa terjebak kemacetan. Inilah yang menimpa SBY. Rombongan kecil SBY terjebak di tol Jagorawi pada Jumat (2/2/2007) pukul 16.25 WIB.Kemacetan yang membuat laju rombongan SBY tersendat, tepatnya di gerbang tol Taman Mini. Paspampres pun terlihat turun dan berjalan kaki mengawal di kiri kanan Land Rover hitam B 307 YD.
Mobil yang ditumpangi SBY dan Ibu Ani itu bergerak pelan-pelan, di antara antrean bus bus, truk kontainer dan mobil mobil pribadi.
Untuk diketahui saja, SBY terjebak kemacetan itu dalam perjalanan menuju langsung ke lokasi banjir Jakarta. Presiden SBY tak hanya memantau banjir Jakarta dari rumah kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Usai rapat dengan para menteri, SBY langsung terjun menuju lokasi banjir Jakarta.
Pukul 16.05 WIB, SBY disertai Ibu Ani Yudhoyono meninggalkan Puri Cikeas Indah. SBY menuju lokasi banjir Jakarta hanya disertai dengan rombongan terbatas. Satu mobil lagi dalam iring-iringan Presiden ditumpangi Seskab Sudi Silalahi, serta dua juru bicara presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.
Rencananya SBY akan meninjau banjir di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Kemayoran Jakarta Pusat. “Kita belum tahu daerah mana yang akan ditinjau. Presiden ingin langsung keliling Jakarta melihat keadaan Jakarta,” kata Andi kepada detikcom. (ana/asy)
SBY-pun tak sungkan-sungkan untuk masuk ke daerah bencana, dan semua itu dilakukan tepat tgl 2-2-2007
02/02/2007 17:31 WIB
SBY Nyemplung di Kampung Melayu, Lalu ke Bukit DuriArfi Bambani Amri – detikNews
Jakarta – Presiden SBY berbasah basah. Ia nyemplung di kawasan banjir di bantaran Kali Ciliwung di Jl Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (2/2/2007) pada sekitar pukul 16.50 WIB.SBY yang mengenakan jaket warna hitam itu nyemplung dibanjir selutut. SBY nyemplung diikuti Menko Kesra Aburizal Bakrie, Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Kepresidenan, Andi Mallarangeng.
Kedatangan SBY ke lokasi banjir Jakarta itu mendapat sambutan warga masyarakat. Masyarakat sejenak melupakan banjir. Kehadiran SBY di antara mereka membuat mereka terlihat begitu antusias. “Ini baru presiden,” teriak warga.
Warga pun berebut untuk mendekati presiden dan bersalaman. Penjagaan terhadap SBY pun agak longgar. Sehingga banyak warga yang bisa langsung menyalami SBY. Menyemutnya warga membuat SBY susah bergerak.
Dari bantaran Ciliwung itu SBY kemudian menuju ke lokasi pengungsian di TK SD Santa Maria. Di sekolahan itu ada 3.065 pengungsi. SBY pun mendapat sambutan hangat dari para pengungsi.
Di lokasi pengungsian itu menurut Wakil Walikota Jakarta Timur Darman Siregar, logistik tersedia. Namun dapur umumnya berada di SD Santa Maria. SBY sempat mengecek persediaan bahan makanan.
Dari Kampung Melayu, pada pukul 17.30 WIB, rombongan SBY kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi banjir Bukit Duri, Jakarta Selatan.(ana/asy)
Biasanya korban banjir adalah warga atau rakyat kecil, namun kini semua warga jakarta ikut merasakan dampak banjir
02/02/2007 15:41 WIB
Banjir, Perumahan Elit Pulomas Tanpa Listrik & TeleponJakarta – Banjir tak pandang bulu. Tak pandang kaya dan miskin. Perumahan elit Pulomas pun tak luput dari sergapannya. Listrik dan saluran telepon pun mati.
Pantauan detikcom, Jumat (2/2/2007) pukul 15.15 WIB, banjir menggenangi ratusan rumah di RW 8, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.
Genangan terjadi di sisi utara Jalan Pulomas Raya yang lebih rendah daripada sisi selatannya. Karena dibatasi Jalan Pulomas Raya, sisi selatan jalan malah tidak mengalami bencana khas Jakarta ini.
Rumah-rumah yang terletak di sisi utara ini dimasuki air yang luber dari Kali Sunter yang tak jauh dari perumahan elit tersebut. Air pun masuk ke rumah.
Listrik telah dimatikan PLN sejak pukul 11.00 WIB. Menyusul saluran telepon rumah tidak bisa digunakan sejak pukul 14.00 WIB. Pulomas lumpuh.
“(Banjir) ini lebih besar dari 2002. Kalau dulu perlahan-lahan. Kalau sekarang dalam semalam langsung tingginya 1 meter. Sekarang masih terus naik,” ujar seorang warga Pulomas, Yosef, ditemui usai memarkir mobilnya di Jalan Pulomas Raya yang tidak digenangi air.
Yosef tak sendirian memarkir mobilnya di jalan itu. Terdapat ratusan mobil-mobil pribadi lainnya berjejer. Jalan Pulomas Raya seolah berubah jadi showroom mobil dadakan.(aba/tbs)
Para orang kaya-pun rela mengunsi dengan meninap di hotel
02/02/2007 16:43 WIB
Banjir Jakarta, Si Kaya Mengungsi ke HotelArfi Bambani Amri – detikNews
Jakarta – Banjir memang tak pandang kaya dan miskin. Tapi jika kena banjir, si miskin hampir selalu mengungsi ke kelurahan, sekolah atau fasilitas umum lainnya. Kalau si kaya? Ke hotel dong.Seperti yang dilakukan sebagian warga Pulomas, Jakarta Timur. Sekeluarga mereka meninggalkan rumah pada pembantu, kemudian mengungsi ke hotel-hotel.
“Rumah yang jaga pembantu dan satpam. Kami mengungsi ke hotel sampai air surut,” cetus seorang warga perumahan elit Pulomas, Yosef, ditemui saat hendak meninggalkan rumahnya di Jalan Pulomas Raya, Jakarta, Jumat (2/2/2007) pukul 15.15 WIB.
Pilihan ‘mengungsi’ Yosef adalah sebuah hotel bintang tiga yang terletak di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat. Hanya beberapa kilometer dari rumahnya yang terletak di RW 8, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
Saat dihubungi detikcom, Hotel Ibis Kemayoran yang berlokasi di Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, mengaku mengalami kenaikan penghuni mulai Jumat pagi.
“Iya, naik. Hari ini tingkat hunian 91,54 persen,” ujar petugas reservasi Hotel Ibis Kemayoran, Lulu.
Biasanya tingkat hunian hotel berbintang 3 ini rata-rata 70 persen. Tak pelak, banjir mendatangkan rejeki untuk hotel yang termasuk grup Accor ini.
“Banyak dari Kelapa Gading (yang menyewa). Kalau banjir memang naik. Seperti tahun kemarin juga begini,” cerita Lulu.
Namun beberapa hotel berbintang lainnya mengaku belum mengalami nasib serupa. Angka huniannya tidak mengalami kenaikan signifikan.
“Biasa saja, tidak ada kenaikan,” ujar service center Hotel Ciputra, Wayan, saat dihubungi detikcom.(aba/nvt)
Semua kejadian berlangsung serentak yakni tgl 2-2-2007, ada apakah 2-2-2007 ? mengapa tidak tgl lain saja ? Ada hikmah besar apakah tgl tsb ?
Tidak-lah berlebihan sekiranya mengatakan bahwa tgl 2-2-2007 adalah tgl yang mudah di-ingat hingga menyakatakan mengapa banjir besar Jakarta tsb tepat tgl 2-2-2007 itu tiada lain untuk memberikan pengingatan agar intropeksi, selain memang karena alam & curah hujan yang tinggi
Bentuk intropeksi tgl 2-2-2007 inilah yang penting, sebab berbagai kejadian menunjukkan bahwa banyak-nya kejadian yang memuat tgl yang mudah di-ingat agar kembali intropeksi, sebagai contoh seperti dalam artikel Bunuh Diri Istiqlal, mengapa tepat 01-10-2008 ? artikel itu menyebutkan antara lain
- Lafal Allah muncul di ledakan lapindo tgl 22/11/2007
- Tsunami Aceh, di dahului oleh kejatuhan helikopter juga tgl 22/12/2004
- Dan akhirnya mengarah pada ingatan yang mudah dingat yakni Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari
Dengan demikian teranglah bahwa mengapa SBY repot ‘ngungsi’ banjir di tgl 2-2-2007 ? tiada lain mengingatkan sesuatu amanah bagi beliau
Cukupkah hanya Jakarta yang terkena bencana di tahun 2007 itu ? , maka kembali tgl 22/2/2007 itu KMP Levina 1 terbakar , ingat sekali lagi tgl 22 itu-lah di-ingatkan kembali (baca [Fenomena] ‘Kapal’ Tuhan)
Kamis, 22 Februari 2007 10:11 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Kapal roro (roll on roll of) Levina I yang mengangkut penumpang kurang lebih 350 orang dengan rute Jakarta-Pangkalan Balam, Bangka, terbakar sekitar pukul 05.20 WIB, Kamis (22/2). Kebakaran kapal nahas ini terjadi pada posisi 05-19 selatan, 107-00 timur 50 mil dari Tanjungpriok, Jakarta Utara. Posisi ini masih termasuk dalam wilayah Kepulauan Seribu.
Pangkalan Armada Barat (Armabar) telah menginstruksikan lima kapal perang RI (KRI) dan dua pesawat udara TNI Angkatan Laut untuk membantu evakusai penumpang kapal tersebut. Lima KRI yang dikerahkan adalah KRI Lemadang, Kobra, Viper, Sanca dan KRI Kalagian. Namun, hingga berita ini dibuat, kelima kapal bantuan tersebut belum tiba di lokasi. Sementara KM Levina I sulit dihubungi, sehingga tidak bisa diketahui kondisi terakhirnya.
Kepala Dinas Penerangan Armabar Letnan Kolonel TNI Laut Hendra Pakan ketika dihubungi Metro TV melalui sambungan telepon mengatakan bahwa jarak antara lokasi dengan KRI Kobra masih sekitar 20 mil. Diperkirakan lebih kurang satu jam ke depan, KRI Kobra yang terdekat dengan kapal nahas tersebut sudah tiba di lokasi. Hendra menambahkan, selain lima KRI tadi, pihaknya juga telah mendapat kabar bahwa KRI Teluk Cirebon, KRI Teluk Tomini dan pesawat udara 411 dari Basarnas (Badan SAR Nasional).
“Jadi keseluruhan kapal yang akan dikerahkan, yaitu enam dari Armabar, satu dari Kolinlamil, dua pesawat dari Armatim dan dua pesawat dari Basarnas,” jelas Hendra. Ditambahkan pula bahwa KRI Kobra sudah bisa kontak dengan KM Levina. Hasilnya, belum jelas. “Kalau ada korban pastinya dibawa ke Jakarta, sekitar tiga jam tiba di Tanjungpriok,” tambah Hendra.(DEN)
Sudah cukupkah KMP levina terbakar tgl 22/2/2007 itu sebagai bentuk ingatan yang mudah di-ingat akan arti fenomena 22 tsb ? sebagaimana kemunculan lafal Allah tepat tgl 22 pula
Jilatan api pipa Pertamina di Lapindo membentuk lafal Allah dan kuda laut
Sekali lagi mengapa semua tepat tgl 22 ? itulah simbol atau tgl yang mudah di-ingat yakni pesan universal tentang Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari , secara konkrit berarti ajakan untuk berbenah kembali kepada al-quran, sebab jika tidak, maka kerusakan di-dapat karena ulah manusia sendiri
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali . (ar-ruum:41)
Lumpur Lapindo, Banjir Besar Jakarta merupakan contoh kerusakan yang dibuat oleh manusia, sehingga tidak berlebihan jika manusia-manusia yang berbuat kerusakan itu di beri simbol manusia berkepala dua, dimana simbol itu muncul dalam bencana besar yang tidak mudah dilupakan oleh rakyat Indonesia
Tgl 27-mei-2006 terjadilah gempa yogya dengan korban ribuan, tgl 29-mei-2006 mulailah lumpur lapindo yang menjadi fenomena dunia, sehingga ketika bencana tsb di beri simbol O, maka ketemulah rangkaian hari 27-28-29 menjadi O|O atau manusia berkepala dua
Hal ini diperkuat dengan banyaknya bayi-bayi berkepala dua lahir di tahun 2006 lalu, sekali lagi hanya di tahun itu saja lahir bayi berkepala dua cukup banyak (baca [Fenomena] Bayi Berkepala Dua)
Dimulai dari kejadian langka di Jakarta sebagaimana kutipan tempo, dibawah ini
Syafitri, Kasus Pertama di Dunia
Senin, 14 Agustus 2006 | 08:37 WIBTEMPO Interaktif, Jakarta: Syafitri, bayi perempuan berkepala dua yang dilahirkan di Rumah Sakit Pelni Petamburan merupakan kasus pertama di dunia.
Hal yang aneh terjadi yakni tepat tgl 22/08/2006, maka bayi berkepala dua itu meninggal dunia sebagaimana di lansir oleh tempo
Bayi Berkepala Dua Akhirnya Meninggal
Jakarta, 22 Agustus 2006 16:18
Syafitri, bayi perempuan kembar siam variant atau “Dicephalus parapagus twins”, Selasa sekitar pukul 13.00 WIB meninggal dunia di ICU RS Pelni Petamburan, Jakarta,…Dikatakannya, pada Senin (21/8) sebenarnya kondisinya cukup baik tetapi Selasa (22/8) pukul 08.00 WIB pagi sempat mengalami kesulitan bernafas sehingga tim dokter memasangkan alat bantu nafas.
“Kemudian keadaan sempat lebih baik setelah tim dokter juga memberikan obat untuk membantu agar organ vitalnya berjalan normal. Tetapi setelah tim dokter melakukan rapat gabungan pada pukul 11.00 WIB yang memutuskan bayi Syafitri harus terus dirawat di ICU, kondisinya justru terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia,” paparnya.
Sekali lagi mengapa pula tepat tgl 22 ?, jika hanya satu kasus bayi saja yang berkepala dua, maka hal itu tidak menarik dibahas, namun hanya di tahun 2006 itu saja, bayi-bayi berkepala dua lahir cukup banyak
Dengan demikian tgl 2-2-2007 Jakarta Lumpuh akibat banjir besar, menengok kedepan di temukan tgl 22/2/2007 KMP Levina 1 terbakar, sedangkan ketika menengok kebelakang ditemukan peristiwa kemunculan lafal Allah tepat 22/11/2006, selang sebulan tgl 22/12/2006 lapindo berulah lagi dimana untuk pertama kalinya pipa PDAM pecah di jalan yang dikira lapindo meletus kembali
Jumat, 22 Desember 2006 21:21:00
Warga Panik Air Menyembur di Jalan Raya PorongSidoarjo-RoL- Jalan Raya Porong, Sidoarjo –sekitar satu km– dari pusat luapan lumpur, Jumat petang, tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB, tiba-tiba berubah seperti sungai setelah air meluberi jalan kelas satu yang menghubungkan Sidoarjo-Pasuruan tersebut.Kejadian ini sempat membuat panik warga sekitar dan pengendara lalu lintas yang sedang melintas di jalan raya yang selalu padat merambat sejak terjadinya luapan lumpur Lapindo. Warga dan aparat keamanan di areal bencana lumpur Lapindo Brantas, berlarian menyelamatkan diri, karena trauma dengan ledakan pipa gas Pertamina di tol Surabaya-Gempol Km 38, beberapa waktu lalu yang memakan banyak korban.
Menengok jauh kebelakang, maka di temukan akhirnya bahwa, safitri bayi berkepala dua meninggal tepat tgl 22/08/2006, sehingga merangkai menjadi satu kesimpulan MENGAPA JAKARTA BANJIR BESAR TEPAT TGL 2-2-2007 DAN MENGAPA PULA LAPINDO MELEDAK TGL 22/11/2006 YANG DI-IKUTI MELEDAK LAGI TGL 22/12/2006 ?
Tidak-lain lapindo & Banjir besar akibat dari ulah manusia itu sendiri sebagaimana simbol sifat tamak manusia yang rakus ibarat manusia berkepala dua dimana tubuhnya satu tapi kepalanya dua
Cukup-kah peristiwa banjir besar Jakarta tgl 2-2-2007 itu ? Sebagaimana dijelaskan di atas, kembali pada KMP Levina 1 yang terbakar tepat tgl 22/2/2007, maka beberapa saat kemudian tibalah peringatan dari sang Maha Kuasa agar manusia dapat mengambil pelajaran bahwa kerusakan lapaindo maupun banjir besar jakarta akibat ulah mereka sendiri dan tiada obat kecuali harus kembali pada al-quran (Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari)
Sekali lagi Allah mengirimkan pesan lewat petir yang membakar istana pagaruyung (baca [Fenomena] ‘Petir’ Allah)
Rabu, 28 Februari 2007, 09:56 WIB
sumber depdagri.go.id
Istana kebanggaan masyarakat Minangkabau, Istana Basa Pagaruyung, ludes terbakar malam tadi. Istana yang merupakan bukti sejarah Kerajaan Pagarayung itu rata dengan tanah setelah api yang berasal dari sambaran petir meluluhlantakkan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu tersebut.
Atap dari ijuk ikut mempercepat api melalap semua bangunan dan isi istana yang terletak di Kenagarian Pagaruyung, 100 kilometer dari kota Padang, ibu kota Sumatera Barat, itu.
Informasi yang dihimpun RPG dari lokasi kejadian, kebakaran yang menghanguskan Istana Basa Pagaruyung tersebut mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebelumnya, daerah setempat dilanda hujan yang diikuti angin kencang. Lalu, tiba-tiba petir yang menggelegar menyambar bagian puncak istana dengan cepat.
Menurut saksi mata bernama Andri, api awalnya membakar dua gonjong (atap) istana yang menjadi tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima gelar Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam pada 22 September 2006.
Perhatikan bahwa mengapa Istana pagaruyung yang di sambar petir hangus terbakar habis, tiada lain hal itu kembali mengingatkan tentang fenomena 22 dimana SBY di lantik. Dengan hal ini-lah tidak berlebihan jika SBY 2-2-2007 lalu mengungsi ke Cikeas akibat banjir besar Jakarta, maka kini 22/09/2006 tempat SBY dilantik-pun di sambar petir …. sekali lagi tgl 22 inilah yang coba di tampakkan sebagai simbol agar kembali kepada al-quran
Dengan tgl 22/09/2006 SBY dilantik itulah akhirnya bisa di urutkan bahwa 22/08/2006, bayi berkepala dua meninggal, sebulan berikutnya SBY dilantik di istana pagaruyung, 22/10/2006 adalah bulan penuh berkah (ramadhan), dan 22/11/2006 ledakan lapindo dimana lafal Allah muncul, dan 22/12/2006 ledakan air di lapindo
Hingga bergantilah dari tahun 2006 menjadi tahun 2007, dimana di awal tahun 1-1-2007 Adam Air hilang, maka Air itu (sebagaimana PDAM yang meledak 22/12/2006) melanda Jakarta lewat Banjir besar Jakarta 2-2-2007, kemudian KMP Levina terbakar 22/2/2007, dan Istana Pagaruyung terbakar lima hari setelah KMP Levina 1 terbakar
Rentetan bencana diatas, seolah memberi pesan bagi rakyat Indonesia yang sebentar lagi akan mendapatkan musibah beruntun sampai akhirnya Indonesia berduka, tertulislah suatu artikel sebelum petir menyambar tsb yakni :
Sekali lagi baca tgl posting artikel Bacalah Fenomena 22 yakni 26-Februari-2007 atau sehari sebelum terjadi ‘Petir’ tuhan itu , dimana tidak mungkin kita mengubah tgl postingnya.
Ada apakah artikel itu ?
Ya …. sebuah peringatan akan terjadinya bencana dahsyat yang menyebabkan indonesia berduka, lewat kejadian tgl 22-02-2007 yakni KMP Levina I terbakar. Artikel itu berisi
Bacalah 22/2/2005, jangan lupakan, Secara tegas dapat diambil kesimpulan 22.02.2005 atau 2 tahun lalu merupakan hari berkabung, dengan didahului, longsor, gempa meningkat, masalah pesawat
Sebenarnya ada kekeliruan dalam penulisan di tahun 2005 itu, dimana kejadian 2005 itu tepat tgl 22/2/2005 adalah
- longsor Selasa, 22/02/2005 08:08 WIB Evakuasi Longsor Dilanjutkan
- Selasa, 22/02/2005 09:18 WIB Pesawat Milik Polri Jatuh di Papua, 11 Orang Tewas
- Selasa, 22/02/2005 12:15 WIB Gempa 6,4 Skala Richter Guncang Iran
Berdasarkan urut jam seharusnya tertulis longsor, pesawat & gempa, namun entahlah artikel Bacalah Fenomena 22 yakni 26-Februari-2007 itu justru menuliskan terbalik yakni longsor, gempa & pesawat
Hal penting yang perlu dicatat adalah tulisan itu bukanlah untuk meramal kejadian, namun sekedar memberikan peringatan tentang teguran dari Allah kepada para pemimpin & rakyat Indonesia lewat fenomena 22 dimana pesan penting itu adalah betapa manusia sudah merusak baik di daratan maupun di lautan
Benarkah fenomena itu terjadi, sesuai tulisan artikel tsb ? tepat tgl 3-3-2007, maka dimulailah longsor NTT
Sabtu, 03 Maret 2007 18:05 WIB
Metrotvnews.com, Manggarai: Jumlah korban tewas akibat longsor di Kabupaten Manggarai, Nusatenggara Timur, berdasarkan data dari kepolisian bertambah menjadi 61 orang. Saat ini juga puluhan korban longsor belum berhasil dievakuasi. Menurut Bupati Manggarai, Kristian Rotok, para korban adalah korban longsor di Kecamatan Lambaleda dan Cibal.
Di Kecamatan Lambaleda, longsor menimbun 11 rumah. Sementara di Kecamatan Cibal, 30 orang yang tertimbun longsor hingga kini belum berhasil dievakuasi. Evakuasi hanya bisa dilakukan oleh warga setempat. Pasalnya, bantuan peralatan dan tim penolong yang datang terhalang longsoran. Pihak Pemerintah Daerah setempat mengaku kesulitan membersihkan jalan dari longsorang tanah akibat terbatasnya alat berat.
Menurut Kristian Rotok, selain Lambaleda dan Cibal, longsor juga melanda 10 kecamatan lainnya, sehingga jalan utam menuju ibu kota Kabupaten Manggarai, Ruteng, terputus total. Longsor terjadi pada dini hari tadi akibat hujan deras selama tiga hari berturut-turut.
Kepala Kepolisian Resor Manggarai Ajun Komisaris Besar Polisi Santoso Ginting mengakui jalan ke lokasi terputus, sehingga sulit untuk mengirimkan bantuan. Padahal, bantuan alat berat ke Pemerintah Provinsi NTT telah dipesan. Untuk sementara diharapkan polisi dan anggota musyawarah pimpinan serta tokoh masyarajat di ketiga kecamatan tersebut yang bergerak untuk mengevakuasi korban. Menurut data yang diperoleh Santoso, jumlah korban tercatat sebanyak 73 orang. Sebanyak 40 orang telah meninggal dunia, 29 hilang, dan empat orang selamat.(BEY)
Setelah longsor yang belum disadari akibat ulah manusia yang berbuat rusak di muka bumi ini sepeti halnya lapindo & banjir Jakarta, maka sesuai tulisan artikel itu, gempa melanda sumbar (daerah dimana istana pagaruyung terbakar). Dimulai dari WAPRES JK yang berbela sungkawa dari gempa sumbar itu
Wapres Jusuf Kalla.
Selasa, 06 Maret 2007 19:02 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (6/3), menyatakan keprihatinan mendalam dan turut berduka atas bencana gempa yang melanda beberapa kabupaten di Sumatra Barat. Menurut Kalla, pemerintah pusat telah meminta gubernur Sumatra Barat untuk segera mengambil langkah darurat guna meringankan penderitaan korban gempa. Bakornas, lanjut Kalla, siap membantu jika ada masalah yang perlu ditangani Bakornas.
Hingga saat ini korban tewas akibat gempa berkekuatan 5,8 pada skala Reichter tersebut sudah mencapai 71 orang. Data Satkorlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Sumatra Barat mengungkapkan, korban tewas terdapat di tujuh kabupaten dan kota. Korban tewas terbanyak terdapat di Kabupaten Solok, yaitu 19 orang, disusul di Kabupaten Tanah Datar 16 orang dan di Kota Solok 14 orang.
Gempa juga mengakibatkan dua pasar di Kabupaten Bukit Tinggi terbakar. Kedua pasar tersebut adalah Pasar Atas dan Pasar Aur. Selain itu, puluhan rumah dan gedung ambruk. Sementara jalur jalan Padang ke Padang Panjang juga putus akibat jalan retak dan tertutup longsoran tanah.(DOR)
Kemudian petinggi paling tinggi indonesia yakni presiden SBY berbela sungkawa, seperti di bawah ini
Selasa, 06 Maret 2007 18:23 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (6/3) siang, menyampaikan bela sungkawa atas terjadinya bencana gempa bumi di Batusangkar, Sumatra Barat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.
Presiden, menurut Sudi, memerintahkan evakuasi korban segera dilakukan berkoordinasi dengan Bakornas sebagai pelaksana tanggap darurat bencana. Sejauh ini, berdasarkan data yang diterima Bakornas, korban meninggal akibat gempa tersebut sudah mencapai sebanyak 70 orang. Selain itu, masih ada ratusan korban luka. Sejumlah bangunan dilaporkan rusak parah.(DOR)
Dengan demikian SBY-pun kembali berduka cita setelah beberapa waktu lalu SBY harus rela ‘ngungsi’ ke Cikeas akibat banjir di Jakarta 2-2-2007. Sekali lagi gempa sumbar itu-lah makna tertinggi dari terbakarnya istana pagaruyung yang terbakar dimana 22/09/2006 setahun sebelumnya SBY di lantik di Istana tsb
Setlah longsor, gempa, maka sesuai artikel pengingat tentang fenomena 22 itu, maka giliran pesawat yang terbakar
Jika sebelumnya SBY diberi pengingatan tentang banjir besar Jakarta 2-2-2007, maka giliran salah satu petinggi Islam di beri pengingatan tsb
Rabu, 07 Maret 2007 09:02 WIB
![]()
Korban pesawat terbakar dibawa ke RS Angkatan Udara Harjo Lukito, Yogyakarta. <!–
()–>
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin menjadi salah satu penumpang pesawat Garuda yang tergelincir dan meledak di Bandar Adi Sucipto, Yogyakarta. Din sempat dirawat di Rumah Sakit Angkatan Udara, Harjo Lukito, Yogyakarta. Namun, ia telah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka lecet.
Selain Din juga terdapat staf Kedutaan Besar Australia. Mereka akan mendampingi Menteri Luar Negeri Alexander Downer saat berada di Yogyakarta. Namun, hingga kini, belum diketahui nasibnya. Menurut informasi sementara yang diperoleh Menteri Perhubungan Hatta Rajasa kepada Metro TV, dari 133 penumpang, 76 sudah berhasil dievakuasi.(BEY)
Dengan kejadian pesawat Garuda terbakar lengkaplah paparan Bacalah fenomena 22 itu menjadi benar yakni longsor, gempa dan pesawat, setelah itu-lah SBY menitik-kan air mata akibat duka yang mendalam untuk bertobat kepada Allah
9 Maret 2007, 15:10:25, Laporan Marmorittarieta Stiltaurantia
Doa bersama di Masjid Istiqlal
Presiden dan Wakil Presiden Menitikkan Air Matasuarasurabaya.net| SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Presiden dan JUSUF KALLA Wakil Presiden menitikkan air mata dalam acara doa bersama yang berlangsung di Masjid Istiqlal Jakarta seusai shalat Jumat.
JOSE ASMANU reporter Suara Surabaya dari Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (09/03), melaporkan acara doa bersama ini juga diikuti hampir seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu, Panglima TNI, Kapolri, jajaran di pemerintahan, para Perwira Tinggi di lingkungan Markas Besar TNI dan Polri.
Doa bersama ini dipimpin Kyai Haji MUSTOFA BISRI. Presiden, Wakil Presiden dan beberapa menteri beberapa kali menyeka air mata waktu memanjatkan doa.
Doa bersama ini diawali dengan shalat Ghaib untuk para korban bencana alam, baik gempa bumi maupun yang mengalami kecelakaan transportasi. Setelah shalat Ghaib, dilanjutkan dengan doa bersama ini.
Akibat dari tobat & doa itu, maka redam-lah bencana yang melanda bangsa indonesia, sampai pada suatu ketika perubahan atas perbaikan dari polah rusak manusia tidak dapat di tangkap, maka kembali SBY sebagai pimpinan bangsa ini di ingatkan akan amanah memikul bangsa indonesia agar keluar dari budaya serakah, rakus & tamak sebagaimana kerusakan alam ini sebagai akibatnya walau mereka tidak merasa merusaknya
Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi “. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar (al-baqoroh:11-12)
Amanah untuk SBY agar menghabisi manusia-manusia berkepala dua kembali di ingatkan setelah lama vakum , maka tepat siklus ingatan itu berputar yakni tgl-tgl yang mudah di-ingat, maka di munculkanNya peristiwa yang mengingatkan, dimulai tanda yang mengingatkan setelah tobat nasional di 9-maret-2007, maka satu tanda telah muncul yakni melalui artikel
[Fenomena] 6:28 am Fenomena kembar :4:4:2007 -> Bengkulu gempa 5.9)
04/04/2007 07:27 WIB
Gempa Bengkulu Tidak Merusak
Arfi Bambani Amri – detikcom
Jakarta – Gempa 5,9 Skala Richter yang mengguncang Bengkulu pukul 3.23 WIB tidak membuat warga Bengkulu panik. Juga tidak ada laporan kerusakan akibat gempa yang berpusat di laut 97,1 km Tenggara Bengkulu itu
Tanggal-tanggal yang mudah di-ingat menandakan bahwa intropeksi diri terhadap kerusakan alam yang terjadi tidak lain untuk menyadarkan manusia akan bahayanya budaya manusia berkepala dua (serakah rakus tamak dan sebangsanya)
Bagaimana hubunganya bayi berkepala dua sebagai simbol sikap serakah manusia di saat tgl yang mudah di-ingat itu ? Tepat gempa bengkulu 4/4/2007, maka di malang muncul bayi berkepala dua
Malang-Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang kembali digegerkan dengan dirujuknya seorang bayi laki-laki “berkepala” dua, Rabu (4/4) siang. Bayi yang diberi nama Muhammad Hendrik itu anak kedua dari pasangan Khusnul Fatimah (21) dan Riyono (25), warga Dusun Penjalinan, Gondanglegi, Malang, Jawa Timur.
Saat ini tim medis RSSA masih melakukan observasi dan mengevaluasi perkembangan kepala bayi dan kondisi jantungnya. Bila kedua hal ini membaik, dalam waktu dua bulan ke depan akan dilakukan operasi untuk menghilangkan “kepala” tambahannya.
Seperti diketahui, akhir Desember lalu RSSA juga menerima bayi kembar siam Laila-Naila Asmaul Husna asal Kota Batu. Berbeda dengan bayi Laila-Naila yang merupakan dua kepala/individu dalam satu tubuh, bayi Hendrik merupakan satu individu. Hanya di bagian puncak kepalanya terdapat benjolan sebesar kepala dengan pertumbuhan tidak sempurna, karena tidak memiliki organ wajah seperti mata, telinga, hidung serta mulut.
“Itu bukan kepala, tapi hanya benjolan yang muncul akibat cairan otak keluar dari tengkorak bagian atas si bayi. Namanya saja cairan, hanya dibungkus dengan kulit dan tidak ada tulang tengkorak layaknya sebuah organ kepala,” jelas dr Agus Chairul Anab SpBS, tim medis RSSA (eka susanti)
Tidak berapa lama kemudian muncul lagi tepat dibulan April tsb, maka kembali di-ingatkan akan bayi aneh yang lahir
RS Soetomo Tangani Janin Langka
Fatichatun Nadhiroh – detikcomSurabaya – RSU dr Soetomo Surabaya merawat janin kembar yang berusia 26 minggu dalam perut seorang ibu asal Surabaya. Salah satu janin ini tidak memiliki jantung atau acardiac twin.
Seolah ingin memberi kabar tentang pesan yang belum sampai walau sudah dirasakan sebagaimana SBY mengungsi tepat tgl 2-2-2007 akibat banjir Jakarta, kemudian terbakarnya KMP levina terbaka 22/2/2007, maka mengiringi kelahiran bayi aneh tsb (yg mengingatkan bayi berkepala dua meninggal tepat 22/08/2006), maka tempat dimana bayi aneh tsb di rawat mendadak meledak
24/04/2007 09:42 WIB
Pasien RS Dr Soetomo Berlarian Gara-gara Gardu Meledak
Budi Hartadi – detikcomSurabaya – Kebakaran nyaris melanda RSU Dr Soetomo Surabaya gara-gara gardu listrik yang berada di ruang Instalasi Rawat Jalan (IRJ) meledak dan terbakar. Akibatnya pasien yang berada di ruang tersebut panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Belum cukup hanya sekali ledakan tsb, maka kembali kejadian meledak itu di ulangi lagi (perhatikan dengan gagak qobil saat Tsunami Aceh dimana 2 kali heli jatuh 22/12/2004 dan 23/12/2004). Ledakan tsb untuk yang kedua kalinya setelah Dr. Soetomo, maka Pasar Turi meledak
24/04/2007 13:30 WIB
Ada Ledakan di Pasar Turi Surabaya, 1 Orang Tewas
Zainal Effendi – detikcomSurabaya – Duarr! Suara ledakan keras terdengar di sekitar Pasar Turi Surabaya, Selasa (24/4/2007) pukul 12.38 WIB. Warga maupun pengendara motor sempat kaget. Seorang tewas terkena ledakan itu.
Banyak yang belum sadar bahwa bayi aneh tsb & 2 ledakan yang mengirinya adalah senafas dengan gagak qobil (baca [Gagak] qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004) yang seolah memberi tahu akan bahaya di kemudian hari dimana pasar adalah simbol dari perdangangan yang banyak kasus terjadinya kecurangan sebagaimana anjuran hadist nabi
Dan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Sesuautu yang paling Allah senangi dari sebuah negeri adalah masjid-masjid yang ada di dalamnya, dan sesuatu yang paling Allah benci darinya adalah pasar-pasar yang ada di dalamnya”. (HR. Muslim)
Bahkan kecurangan dalam pasar (dalam konteks takaran timbangan) itu pernah terjadi terkisah dalam quran sebagai kisah nabi
Dan Syu’aib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. (Huud:85)
Dua ledakan yang mengiringi bayi aneh itu laksana ingatan yang mudah akan kerusakan yang ditimbulkan oleh umat manusia, hingga pada akhirnya terjadilah kebakaran pasar itu (baca [Kebakaran] & Terbakarnya Pasar Turi Sebelum Terjadinya)
Dua petugas pemadam kebakaran Kota Surabaya, berupaya memadamkan api yang membakar Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur.
Kamis, 26 Juli 2007 21:03 WIB
Metrotvnews.com, Surabaya: Kebakaran di Pasar Turi, Surabaya, Jawa timur, hingga Kamis (26/7) malam, masih sulit dipadamkan. Padahal, Dinas Kebakaran telah mengerahkan 30 unit mobil pemadam. Aparat Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya mengerahkan 400 personil polisi untuk mengamankan ribuan toko lainnya dari aksi penjarahan.
Kebakaran di Pasar Turi yang berlangsung sejak pagi tadi telah meludeskan sekitar 100 toko. Menurut saksi mata, kebakaran mulai pukul 08.30 WIB. Api berasal dari lantai dasar Blok D. Api kemudian dapat dipadamkan pada pukul 12.00 WIB. Namun pada pukul 14.00 WIB, api kembali muncul dari Blok C dan terus membesar hingga ke lantai tiga. Kebakaran kedua berlangsung hingga sekarang.
Sejumlah pedagang tidak dapat menahan emosi melihat lambannya upaya pemadaman api oleh petugas pemadam kebakaran. Petugas mengaku kesulitan memadamkan api karena sebagian besar barang yang terbakar terbuat dari plastik. Kebakaran di Pasar Turi terjadi tiga kali dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kebakaran kali ini adalah yang terbesar.(YUL)
Pasar turi terbakar dengan kebakaran terbesar sama dengan banjir Jakarta yang berulang-ulang terjadi, namun di tahun 2007 inilah yang terbesar. Kebakaran ini tidak menjadi cerminan dari dua peristiwa sebelumnya (bayi aneh dan di-iringi 2 ledakan), maka kembali pasar turi terbakar tepat ULTAHNYA pak SBY
Kebakaran kembali terjadi di Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (9/9) sekitar pukul 17.00 WIB.
Minggu, 09 September 2007 18:10 WIB
Metrotvnews.com, Surabaya: Kebakaran kembali terjadi di Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (9/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Kali ini api membakar Pasar Turi tahap tiga atau Pasar Turi lama. Menurut Ketua Umum Himpunan Pedagang Pasar Turi Joko Sujiono dan sejumlah saksi mata, api berasal dari lantai dua gedung, tepatnya toko sepatu.
Hingga pukul 18.00 WIB, para pemilik toko berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka. “Mas, barangnya enggak bisa diambil,” ujar seorang perempuan sedih. Salah seorang perempuan lagi berlarian sambil meratapi tempat berdagangnya yang terbakar. Saat ini, baru tiga mobil pemadam kebakaran yang dilaporkan telah datang untuk memadamkan api.(BEY)
Tepat ultah SBY inilah pasar turi terbakar kedua kalinya seolah mengingatkan akan bahaya selanjutnya
Kado Ulang Tahun untuk SBY dari APEC 2007
Pertemuan pemimpin Asia-Pasific yan g tergabung dalam Asia-Pasific-Economi Cooperation (APEC) telah berakhir pada hari Minggu, 9 September 2007. Kendati agenda utama pembicaraan adalah mengenai perdagangan global, tetapi salah satu kunci penting yang dihasilkan berkaitan dengan isu lingkungan.
…
Menarik bagi Indonesia, pada 9 September itu juga, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merayakan ulang tahun yang ke-58, bersamaan juga dengan Menlu Australia Alexander Downer. Menarik karena, pada hari itu juga pemerintah Australia memberikan hadiah secara simbolis, berupa sejenis spesies pinus yang telah ada dari zaman dinosaurus; yang menjadi pertanda dimulainya kerjasama pemerintah Indonesia dan Australia untuk penanaman kembali hutan Kalimantan.
Tidak berapa lama kemudian, tepat 3 hari setelah SBY berultah, maka maka kembali gempa bengkulu terjadi dengan korban yang cukup (baca [Gempa] Bengkulu, Sebuah Bencana yang Berulang)
Rabu, 12/09/2007 22:08 WIB
Presiden SBY Pantau Terus Gempa Bengkulu
Arifin Asydhad – detikNews
Jakarta – Presiden SBY terus memantau perkembangan gempa 7,9 SR di Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah melaporkan kepada Presiden SBY mengenai hal ini. Sistem penanganan gempa sudah berjalan dengan baik.“Presiden sudah mendapat laporan dari gubernur dan saat ini sistem sudah berjalan dengan baik. Masyarakat juga sudah lebih paham untuk mencari tempat aman,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng saat dihubungi detikcom, Rabu (12/9/2007).
Laporan dari gubernur, proses evakuasi sudah ditangani oleh para aparat di tingkat kabupaten dan provinsi. “Aparat juga sudah membantu masyarakat untuk mengungsi ke tempat aman,” jelas dia.
Meski ada gempa, kata Andi, warga di Bengkulu juga tetap menjalankan salat tarawih. “Wakil Gubernur Bengkulu saat kita hubungi juga sedang salat tarawih,” ujar dia.
Laporan sementara kepada Presiden, ada seorang warga yang meninggal duni(asy/asy)
Gempa itu terjadi cukup lama terjadi, dalam rentang bulan terakhir bencana 7-maret-2007, kemudian baru muncul 12-september-2007 atau sekitar 6 bulan setelah itu.
Sudah cukupkah SBY diperingatkan sebagimana pak dien yang terkena sebagai korban pesawat Garuda ?, pimpinan salah satu ormas islam terbesar-pun saat tahun 2007 lalu juga di-ingatkan lewat ULTAH beliau
Jakarta (GP-Ansor): Perayaan ulang tahun dalam tradisi NU untuk kiai yang telah meninggal atau “Haul”. Namun Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tetap merayakan hari ulang tahunnya yang ke-63 di Jakarta.
Pemangku Pesantren Al-Hikam Malang yang lahir di Tuban, 8 Agustus 1944 itu, saat merayakan hari ulang tahun (ultah) ke-63 bahkan mendapatkan kado istimewa berupa dukungan untuk kembali menjadi Ketua Umum.
LEwat hari ULTAH beliau tepat saat itu p. Jawa berguncang hebat (baca Gempa Indramayu sebuah keniscayaan)
Kamis, 09 Agustus 2007 01:16 WIB
Metrotvnews.com, Indramayu: Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter terjadi di 75 kilometer barat laut Indramayu, Jawa Barat, Kamis (9/8) sekitar pukul 00.05 WIB. Gempa berada di kedalaman 286 kilometer di bawah laut.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah Jabar, Banten, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Lampung, bahkan hingga Bengkulu. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika, gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami. Hingga kini, belum diketahui adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa ini.(BEY)
Semua petinggi negeri ini telah di-ingatkan tentang ajakan untuk kembali pada quran dengan membasmi manusia-manusia berkepala dua yang banyak bercokol dinegeri ini, mulai SBY yang ngungsi banjir 2-2-2007, kemudian Dien Samsudin yang terkena sebagai korban Garuda, setelah itu pak Hazim Muzadi selang beberapa saat ULTAH belaiu p. Jawa berguncang hebat, sampai kemana-mana
Cukupkah para petinggi ormas Islam & presiden RI tsb di-ingatkan, maka kembali fenomena 22 hadir lewat kematian istri petinggi Islanm lainnya tepat tgl 22/01/2008 atau diawal tahun 2008 (baca Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat)
Adalah aneh jika istri beliau meninggal tepat tgl 22, tidak-kah itu menyiratkan akan arti tgl yang mudah di-ingat ? hingga nanti pada akhirnya mengingat atau mengulas kejadian-kejadian sebelumnya dimana tanda-tanda kebesaran Allah telah dikirimkan lewat iktibar dari tgl yang mudah di-ingat DAN BAHKAN DEKAT DENGAN HARI LAHIR PARA PEMIMPIN KITA atau lewat kematian istri pemimpin Islam
Katakanlah: ” Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami”. (al-an’aam:65)
Nyatalah tanda-tanda kebesaran itu di tuliskan silih berganti saat 2-2-2007 lalu terjadilah banjir besar Jakarta, maka di tahun 2008 kembali banjir besar Jakarta melanda lagi, sebagaimana kejadian tsb di dahului oleh pak Harto meninggal dunia (baca [Misteri Kematian Soeharto] Ada apa di balik Kematian Soeharto?)
Ulasan banjir besar Jakarta di tahun 2008 ini selengkapnya ada di Banjir Jakarta 2008 sebuah Perulangan Berikut perikannya
Sabtu, 02 Feb 2008,
Istana Dikepung Banjir, Cengkareng Lumpuh
Jadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu
JAKARTA – Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. Sebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu lintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.
Sabtu, 02 Feb 2008,
SBY Pindah Mobil, Kalla Pinjam Anak
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla memang kebal gangguan keamanan. Tapi, kali ini Paspampres harus melawan musuh yang tak bisa ditembak: banjir. Inilah kisah perjuangan pimpinan republik itu menembus banjir.
Kembali SBY di-ingatkan dengan banjir besar di tahun 2008 ini yang mana hal ini berarti SIA-SIA LAH SELAMA SATU TAHUN pelajaran banjir besar Jakarta 2-2-2007 lalu belum di temukan inti sarinya, namun hanya berputar masalah teknis penanganan banjir, padahal jelas teguran itu sebagai ingatan yang mudah di-ingat
Bagaimana dengan yang terbakar, benarkah ada yang terbakar lagi sesuai dengan KMP levina 1 terbakar 22.02.2007 lalu ? tepat tgl itu, maka terjadilah Bus Transjakarta Terbakar : Sebuah Perulangan
Jum’at, 22 Februari 2008 11:10 WIB
![]()
Bus Transjakarta, pagi tadi, hangus terbakar.
Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah bus Transjakarta yang dikenal dengan busway, pagi tadi, hangus terbakar. Bus bernomor B-7475-ZH yang melayani rute Harmoni-Pulogadung di koridor dua ini terbakar di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kebakaran menyebabkan antren panjang di kawasan Tugu Tani.
Kebakaran terjadi saat bus tengah melaju dari arah Harmoni, Jakpus. Api yang menghanguskan bus yang dikemudikan Saibun S. ini
diduga berasal dari kebocoran tabung bahan bakar gas. Dalam peristiwa tersebut, satu orang luka ringan akibat terjatuh saat berebutan turun dari bus tersebut.
Menurut salah seorang penumpang, kebocoran gas sudah tercium saat bus berada di Harmoni. Namun, hal itu tidak ditanggapi pengemudi bus. Akibat peristiwa tersebut, kawasan di sekitar Menteng, Tugu Tani hingga Senen, Jakpus, macet total. Pihak kepolisian yang dibantu aparat Dinas Lalu Lintas Jalan Raya menurunkan sejumlah petugas untuk mengatasi kemacetan.(DEN)
Aneh bukan, bahwa mengapa tgl 22.02.2008 ini kembali ada yang terbakar ? Hal tsb di pungkasi dengan masjid istiqlal dimana Bpk SBY-JK bertobat, menangis untuk menghindari bencana saat 9-maret-2007 lalu, maka di tahun 2008 ini 6-9 maret semua terbakar, seolah mengingatkan tentang Garuda yang terbakar 7-maret-2007 (baca Semua terbakar : Pesawat, Kapal, Tanker, Kereta Api, Kilang …)
Mulai dari pesawat, kapal, kereta Api sampai Kilang minyak-pun ikut terbakar, seolah ada yang mengkomando agar terbakar serentak untuk menarik perhaian manusia , cukup-kah rententan itu terjadi ? maka di masjid yan bangunannya selesai 22.02.1978 yakni masjid istiqlal dimana SBY bersimpuh menitikkan air mata 9-maret-2007, ditanggal yang mudah di-ingat, di hari raya idul Fitri(baca Bunuh Diri Istiqlal, mengapa tepat 01-10-2008 ? )terjadilah pengingatan kembali agar amanah sebagai pemimpin rakyat indonesia dapat menghindarkan dari bencana dahsyat
Kisah banjir jakarta 2-2-2007 menjadi memori indah bahwa para pemimpin sudah di-ingatkan oleh Allah tentang bahayanya manusia berkepala dua karena mereka mengajak pada kehancuran, sedangkan al-quran mengajak pada kesejahteraan
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran bagi orang-orang yang bersyukur. (al-a’raaf:58)












