Bunuh Diri Istiqlal, mengapa tepat 01-10-2008 ?

By thephenomena

Kejadian ironis di hari yang fitri yang seharusnya menjadi perayaan kemenangan kembali ke fitri menjadi tragis oleh peristiwa bunuh diri di masjid terbesar di Indonesia sebagaimana berita bunuh diri ini

01/10/2008 12:23 – Idulfitri
Presiden Tinggalkan Istiqlal, Halipu Bunuh Diri

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (1/10) pagi. Beberapa anggota Kabinet Indonesia Bersatu dan pejabat tinggi negara lainnya juga ikut beribadah di masjid ini.

Namun, sesaat setelah Presiden Yudhoyono dan rombongannya meninggalkan lokasi, seorang pria bunuh diri. Pria yang diidentifikasi bernama Halipu Mandeong itu terjun dari lantai lima Masjid Istiqlal dan tewas seketika.

Dalam surat wasiatnya, Halipu meminta maaf pada pengurus Masjid Istiqlal karena bunuh diri di tempat itu. Hingga kini belum jelas motif bunuh diri Halipu.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Pesan apakah dari si bunuh diri tsb ?

JAKARTA, RABU - Pria yang terjatuh dari lantai lima Masjid Istiqlal diduga sengaja bunuh diri. Selain beberapa saksi menyebut ia sengaja menjatuhkan diri, surat yang ditemukan di kantongnya juga berisi pesan permohonan maaf yang ditujukan bagi Imam besar masjid dan seluruh jemaah.

Adapun bagian awal surat itu berbunyi, “Assalamualaikum Wr Wb. Pertama-tama saya minta maaf pada imam besar dan seluruh jemaah Masjid Istiqlal karena saya sudah berbuat bodoh. Saya meminta tolong kepada sesama Muslim, jangan membuat saya kecewa karena saya tidak punya keluarga di Jakarta.”

Dalam kantongnya ditemukan juga KTP atas nama Halibu Madeong, tinggi 160cm, asal dari Lawangrung, Manado, Sulawesi Utara, dengan tahun kelahiran 1972. Profesi yang tertulis di KTP adalah pengemudi.

Siapakah pria tsb ?

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, lanjut Mustakim, pria itu kelahiran Manado. Keberadaannya di Jakarta, menurutnya sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). ”Karena selain tampak pada kostumnya yang lusuh, dalam surat yang kami temukan padanya, ia mengatakan tak punya sanak famili,” ujarnya.

Dalam surat itu pun, kata Mustakim, ia mengungkapkan permohonan maaf kepada Imam Besar Masjid Istiqlal, karena telah menganggu kenyamanan Masjid. ”Perkiraan kami, ia meminta maaf karena selama ini ia menjadi gelandangan di Masjid Istiqlal,” kata dia.

Kejadian tsb di atas seakan menjadi bagian yang komplek dari ritual iduk fiftri, dimana sehari sebelumnya semua zakat fitrah harus di bagikan kepada yang berhak menerima, termasuk si bunuh diri tsb. Tujuan utama dari zakat fitrah tsb harus membuat semua orang ikut merasakan & merayakan kemenangan di hari yang fitri tsb, tidak ada yang kekurangan & kesedihan

Namun ironis, justru di masjid terbesar di Jakarta dimana petinggi negeri ini bersholat, maka kejadian bunuh diri tsb terjadi.

Adakah hikmah besar dari bunuh diri ini ? Mari kita ikuti jejak profil masjid ini

The alabaster marbled Istiqlal Mosque, the largest in Southeast Asia,

Year completed 22 February 1978
Construction cost 7 billion rupiah (USD 12 million)

Perhatikan masjid besar ini di selesaikan tgl 22-2-1978, dimana seakan menjadi pengingat akan arti 22 yakni tentang fenomena 22 yang secara jelas Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari yang berarti bahwa beberapa ingatan yang mudah di-ingat untuk mengingatkan manusia untuk kembali kepada Allah swt leeat intropeksi diri

Sebagai contoh ingatan tsb adalah kemunculan lafal Allah di tgl 22/11/2006 lalu (baca Fenomena Ledakan Pipa Gas Pertamina di Lumpur Lapindo Sidoarjo) Api Ledakan Pipa Pertamina di Lapindo Berlafal Allah & Kuda Laut) Budi Sugiharto – detikcom

Jilatan api pipa Pertamina di Lapindo membentuk lafal Allah dan kuda laut

Cukupkah ingatan lafal Allah tsb ? jika kita baca peristiwa ke belakang, maka kejadian Tsunami Aceh-pun tidak lepas dari pengingatan akan fenomena 22 ini yang pada intinya untuk intropeksi diri

fenomena gagak qobil sebagai alat komunikasi efektif kepada manusia sebagaimana warning sebelum Tsunami Aceh (baca Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004

Dimana saat sebelum kejadian Tsunami Aceh tsb, maka presiden SBY di-ingatkan lewat helikopter yang jatuh,

Tepat empat hari menjelang 26-des-2004 Tsunami Aceh berlangsung, maka sebuah ‘gagak’ lagi jatuh ayau tepatnya helikopter jatuh tepatnya tgl 22-des-2004 lalu,Rabu, 22/12/2004 16:29 WIB Heli TNI AL Jatuh di Nabire, 5 Orang Tewas

Berita itu paling mengejutkan adalah berkaitan dengan Presiden SBY Rabu, 22/12/2004 17:01 WIB Heli TNI AL yang Jatuh di Nabire, Bagian dari Pengawalan SBY

………..

Sekali lagi ketika manusia ragu bahwa itu adalah petunjukNya, maka Dia kirim si gagak lagi yakni tepat sehari setelah kecelakaan TNI-AL, maka berikutnya adalah giliran dari Udara yaitu belum sempat evakuasi awak heli yang jatuh kemarin Kamis, 23/12/2004 13:31 WIB Cuaca Buruk, Evakuasi Korban Jatuhnya Heli TNI AL Gagal maka ‘gagak’ si qobil jatuh lagi, tidak ada alasan karena mesin sebab heli yang jatuh berikutnya adalah heli yang masih baru ( Kamis, 23/12/2004 18:52 WIBHeli TNI yang Jatuh di Wonosobo Buatan IPTN Terbaru)

Kapankah heli itu jatuh ? Kamis, 23/12/2004 17:28 WIB Heli Jatuh dan Terbakar di Wonosobo, 14 Orang Tewas

Milik siapakah itu ? Kamis, 23/12/2004 18:09 WIB Heli Jatuh di Wonosobo Milik TNI AU, 13 Prajurit Tewas

Berkaca dari gagak qobil yang jatuh beurutan dan sangat kebetulan terjadinya tgl 22-12-2004 lalu atau empat hari menjelang Tsunami Aceh, seakan ingin menegaskan bahwa pentingnya ajakan untuk kembali kepada Allah semata, maka kini di hari idul fitri 01-10-2008, maka munculah kejadian di tempat fenomenal terbesar di Asia Tenggara yakni masjid Istiqlal dan tepat sholat ied yang di hadiri oleh Presiden SBY-JK

Jika sebelumnya di tahun yang sama (2008), maka petinggi Islam (Ketua MPR), istrinya di wafatkan oleh Allah tepat tgl 22-01-2008 lalu, maka ada satu pertanyaan, mengapa harus tepat tgl 22 ? (baca Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat)

Sekali lagi perhatikan tgl kejadian bunuh diri itu tepat 01-10-2008 lalu, sekali lagi ada apakah dengan 01-10 ? baca [Misteri Kematian Soeharto] Mengapa Tepat pkl 01.10 PM ? Tidak-kah itu (01-10) mengingatkan arti dari simbol MANUSIA BERKEPALA DUA ?, Apakah manusia berkepala dua itu ? cuplikan manusia berkepala dua itu adalah

Misteri Kematian Seoharto 0110 PM

Setelah dibahas tentang pentingnya arti persaudaraan sesama muslim, maka kali ini fenomena yang di baca semua rakyat indonesia yakni pak Harto meninggal tepat pkl 0110 PM ? mengapa tidak jam lain saja ?

Jelas pesan yang dibawa 0110 adalah mengingatkan kembali arti Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 har secara esensi yakni tercipta generasi muslim yang unggul dan di ridhoi oleh Allah sesuai perjuangan qurani selama itu untuk membentuk masarakakat madaniyah, lho apa hubungannya dengan 0110

Esensi masyarakat madaniyah adalah sesama muslim saling bersaudara, jika satu saudara sakit maka yang lain ikut merasakan, ibarat persaudaran muslim adalah satu tubuh, namun jika satu tubuh dua kepala, maka maunya banyak dan pada akhirnya kehancurannya yang terjadi, jika kepala adalah O dan tubuh adalah |, maka tersusunlah manusia berkepala dua O|O (baca Fenomena Bayi Berkepala Dua)

Tahun 2006 lalu peristiwa itu di abadikan lewat kejadian sejarah yang dicatat dan terpercaya yakni

  • 27-mei-2006 : gempa yogya -> bencana, sebagai simbol O
  • 28-mei-2006: TIDAK BENCANA, sebagai simbol |
  • 29-mei-2006: Lapindo Sidoarjo -> bencana sebagai simbol O
  • Akhirnya hal itu membentuk bencana yang amat dahsyat O|O sebagai bayi berkepala dua lahir cukup banyak di tahun 2006 lalu (baca [Fenomena] Bayi Berkepala Dua) sebagai iktibar bagi masyarakat bahwa :

    KONDISI MASYARAKAT SAAT INI ADALAH KEHILANGAN PEMIMPIN YANG DI TELADANI, SEMUA MASYARAKAT SAAT INI IBARAT BAYI BERKEPALA DUA YAKNI KEMAMPUAN TERBATAS (SATU TUBUH) NAMUN MAUNYA BANYAK, SEHINGGA SALING REBUT, SIKUT DAN BERSAING TIDAK SEHAT

    Nanti mereka yang saat ini menjadi bayi, giliran berikutnya menjadi pimpinan yang pada akhirnya generasi penerus hancur !. Sekali lagi jika hal ini tidak diperhatikan, maka kembali sang Maha Kuasa mengirimkan peringatan lewat kematian pak Harto yang tepat kl 0110 PM ? Apakah arti ini ? tidak lain mengingatkan pada kita semua kehancuran di depan jika kita mau berubah

    Lihat-lah iktibar pada Presiden SBY yang termuat dalam artikel Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004 dimana dengan jelas tgl 22 /12/04 Presiden SBY di-ingatkan, berikut cuplikannya

    Tepat empat hari menjelang 26-des-2004 Tsunami Aceh berlangsung, maka sebuah ‘gagak’ lagi jatuh ayau tepatnya helikopter jatuh tepatnya tgl 22-des-2004 lalu,Rabu, 22/12/2004 16:29 WIB Heli TNI AL Jatuh di Nabire, 5 Orang Tewas

    Berita itu paling mengejutkan adalah berkaitan dengan Presiden SBY Rabu, 22/12/2004 17:01 WIB Heli TNI AL yang Jatuh di Nabire, Bagian dari Pengawalan SBY

    Artinya jika kita semua tidak memperhatikan dengan seksama informasi dari sang Maha Tahu lewat fenomena sebelum kejadian, maka tunggulah kehancuran dan kedahsyatan seperti Tsunami Aceh 26/12/04 ….

    Akhirnya peristiwa bunuh diri di istiqlal memperkuat dukungan akan kemunculan manusia berkepala dua yang dinantikan sebagai artikel-artikel sebelumnya Cina, Melamin & Bunuh Diri

    Tentu kita masih ingat tentang zakat maut ? (baca Zakat Maut & Manusia Berkepala Dua) maka peristiwa bunuh diri di istiqlal itu menjadi titik jawab dari sebuah asa yang benar akan penantian tsb, tidak hanya sebagai seremoni sebagaimana artikel BLT (Bantuan Langsung Tewas) namun harus lebih kongkrit dan real, sekiranya KEADILAN MERATA & FUNGSI PEMERINTAH TERMASUK ZAKAT berfungsi dengan baik, maka kasus bunuh diri tsb tidak terjadi

    Akhirnya satu kesimpulan bunuh diri tsb dilakukan oleh seorang muslim menandakan sesuatu pesan kepada kita semua yang masih hidup, agar lebih memperhatikans sesama sebagaimana pesan di surat si bunuh diri tsb

    “Assalamualaikum Wr Wb. Pertama-tama saya minta maaf pada imam besar dan seluruh jemaah Masjid Istiqlal karena saya sudah berbuat bodoh. Saya meminta tolong kepada sesama Muslim, jangan membuat saya kecewa karena saya tidak punya keluarga di Jakarta.”

    Sekali lagi JANGAN DI TUNDA LAGI tentang pentingnya artinya sesama muslim, sebab jika tidak berarti kita semua menjadi simbol manusia berkepala dua, yang hanya pandai beribadah, namun melupakan esensi ibadah itu sendiri sebagai tanggung jawab sosial akan pentingnya persaudaraan. Apakah kita menunggu penghakiman terhadap manusia berkepala dua yang sebentar lagi datang ? (baca Awas, Bunuh Diri sebagai pertandaNya)