Arsip untuk September, 2008

Cina, Melamin & Bunuh Diri

September 27, 2008

Akhir-akhir ini berita tentang Cina seakan tiada habisnya yang merupakan narasi cerita berlanjut dari sebuah artikel BLT (Bantuan Langsung Tewas) dimana tertulis satu sajian pokok yakni

Seakan menjadi penegasan bahwa urutan peristiwa-peristiwa itu sudah cocok & benar … tinggalah penentuan akan peringatan itu, saat semua orang menjadi tidak percaya akan penantian atas peringatan itu … Aneh & Ajaib tentang penegasan itu, maka tibalah peristiwa langka ini yang menyangkut CINA yakni

Delapan di Antara 358 Penumpang Terluka, Umumnya Tulang Patah

DENPASAR – Ketenangan Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, siang kemarin (20/9) berubah menjadi kepanikan luar biasa. Penyebabnya adalah kedatangan pesawat jumbo jenis Boeing 747-400 milik maskapai penerbangan China Airlines yang mengirimkan sinyal darurat.

Jika masalah pesawat Cina ini berhenti saja di situ, maka tidak menarik di bahas, namun seakan peristiwa berbicara bahwa setelah pesawat Cina itu, maka narasi tentang Cina seakan tiada habisnya, muncul berita yang mendunia

BPOM: Berbahan Baku Susu Impor dari Tiongkok

JAKARTA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) meminta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menarik peredaran dan menyegel 28 produk susu dan produk yang mengandung susu impor dari Tiongkok. Itu dilakukan untuk mengamankan dari risiko terpapar melamin yang terkandung dalam produk susu asal Tiongkok.

Perintah itu disampaikan dalam surat edaran BPOM kepada Asosiasi Peritel Indonesia tertanggal 23 September. “Pengamanan terhadap produk-produk susu serta produk-produk yang mengandung susu dari Tiongkok dilakukan dengan cara menariknya dari peredaran, menyegel dan melaporkan hasilnya kepada BPOM,” ujar Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam rilisnya yang ditandatangani Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes Lily S. Sulistyowati, kemarin (23/9).

Produk-produk yang ditarik dari peredaran meliputi 28 item dengan berbagai jenis produk, mulai es krim, susu bubuk, hingga kembang gula (selengkapnya lihat grafis).

Siti Fadilah menegaskan, untuk susu formula (susu untuk bayi), BPOM belum menemukan produk tersebut. “Pada malam ini (23/9) saya umumkan bahwa di Indonesia susu formula yang diberikan kepada bayi tidak ada yang berasal dari China,” tegasnya.

Meski demikian, Siti membenarkan bahwa ada produk susu untuk orang dewasa berasal dari Tiongkok yang beredar di Indonesia, yakni susu bubuk full cream merek Guozhen, dengan nomor pendaftaran ML 805309001478. “Karena itu, BPOM akan berkoordinasi dengan Departemen Perdagangan untuk mengamankannya,” jelas Menkes.

Kepala BPOM Rubiana Husniah Thamrin Akib yang mendampingi Menkes menambahkan, susu formula yang beredar di Indonesia meski bahan bakunya dari luar negeri, dibuat (diproduksi) di Indonesia. “Tidak ada susu bayi yang diimpor dari China (Tiongkok)”, ujarnya.

Rubiana membenarkan bahwa ada satu produk susu untuk orang dewasa yang terdaftar di Indonesia dan berasal dari Tiongkok. Namun, produk tersebut belum dipastikan mengandung melamin. “Saat ini sedang kami lakukan pemeriksaan”, ujar Ance, panggilan akrabnya.

Pada 18 September lalu, BPOM sudah membuat surat edaran ke Balai POM seluruh Indonesia untuk melakukan pemeriksaan seluruh produk susu yang beredar di pasaran. Pemeriksaan itu untuk mengantisipasi produk ilegal yang beredar di pasar ritel. “Karena itu, saya minta masyarakat bila menemukan produk susu ilegal atau tidak terdaftar di BPOM segera melaporkan ke Unit Layanan Konsumen BPOM dengan nomor telepon (021) 4263333. Semua laporan akan kami tindaklanjuti,” katanya.

Menjawab pertanyaan mengenai susu asal Tiongkok yang telah memperoleh izin edar BPOM, Menkes menyatakan bahwa izin edar susu full cream untuk orang dewasa diberikan setahun lalu. Walaupun kita belum tahu apakah susu tersebut juga tercemar melamin, kita perlu kehati-hatian. “Susu full cream untuk orang dewasa itu untuk sementara kita akan tarik,” tegasnya.

Menkes juga menambahkan, susu bermasalah itu harus ditarik dari peredaran. Masyarakat tidak boleh mengonsumsi susu yang tidak memiliki izin edar dari BPOM. Apabila ditemukan peredaran susu bermasalah tersebut, Menkes minta masyarakat melaporkan ke pusat layanan pengaduan BPOM melalui nomor 021-4263333.

Kasus susu formula yang terkontaminasi melamin hingga kini menghebohkan masyarakat Tiongkok dan konsumen di luar Tiongkok. Melamin adalah bahan kimia berbahaya jika digunakan dalam produk makanan. Bahan kimia itu biasa digunakan dalam pembuatan plastik, pupuk, dan produk pembersih. Kandungan melamin yang ditemukan di sebagian produk Sanlu awalnya untuk meningkatkan persentase protein pada susu mentah atau susu bubuk.

Pemerintah Tiongkok menganggap kasus tersebut sebagai masalah serius. Pada 15 September lalu, korban produk itu hanya 432 bayi. Di antara jumlah itu, seorang bayi meninggal dunia dan 13 lainnya gagal ginjal. Belakangan, korban membengkak menjadi 53 ribu bayi.

Negara yang telah melarang impor produk susu Tiongkok adalah Taiwan, Bangladesh, Brunei, Burundi, Jepang, Gabon, Malaysia, Myanmar, Singapura, dan Tanzania.

Makin Intensif Mengawasi

Sekjen Departemen Perdagangan (Depdag) Ardiansyah Parman menegaskan, untuk menyikapi merebaknya pemberitaan kasus susu formula Tiongkok yang terkontaminasi melamin, pemerintah akan lebih mengintensifkan penegakan perlindungan konsumen. Yakni, melalui koordinasi pengawasan peredaran produk susu formula dan produk yang berbahan baku susu asal Tiongkok. ”Kami intensifkan pengawasan di lapangan,” tegasnya.

Hal itu dilakukan menyusul informasi dari kantor perwakilan Indonesia di Beijing yang menyebutkan, pemerintah Tiongkok melalui Administration of Quality Supervision, Inspection, and Quarantine (AQSIQ) secara resmi telah mengumumkan 22 perusahaan yang memproduksi susu formula yang produknya terkontaminasi melamin. ”Produk tersebut telah mengakibatkan banyak bayi di Tiongkok menjadi korban,” ujarnya.

Di sisi lain, Depdag memastikan dan memperoleh pernyataan dari Asosiasi Produsen Makanan Bayi (APMB) bahwa mereka tidak mengimpor produk susu, baik dalam bentuk bahan baku maupun produk jadi susu formula, dari Tiongkok. ”Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, peningkatan koordinasi akan diintensifkan melalui penguatan fungsi PIPIMM (Pusat Informasi Produsen Industri Makanan dan Minuman),” tuturnya.(noe/wir/agm)

Sudah cukup-kah pesawat Cina tsb & Kasus Melamin dari Cina ? …. ternyata kasus Cina ini berlanjut pada pertanda yang jelas

Suami Edan! Bunuh Istri dan 2 Anak, Lalu Bunuh Diri
SURABAYA. Seminggu menjelang Lebaran, polisi dibuat bekerja ekstrakeras. Ini setelah kemarin pagi satu keluarga penuh (sepasang suami-istri berikut dua anak balita) ditemukan tewas terbunuh di kamar rumah mereka sendiri di Jl Ngagel Jaya 82, Surabaya, Jawa Timur.

Maxi (20), salah satu karyawan korban yang bertugas menjajakan roti secara keliling, mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat Yanuar maupun istrinya Seniwati berselisih dengan orang lain. “Dia itu, biarpun keturunan Tionghoa, tapi orangnya baik. Nggak cerewet seperti,” ungkap pemuda asal Kupang, NTT itu.

Kamis, 25 September 2008 11:20 WIB

Jenazah korban bunuh diri yang ditemukan di rumahnya di kawasan Jalan Ngagel, Surabaya, Jawa Timur.<!–
()–>

Metrotvnews.com, Surabaya: Empat warga dari satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Jalan Ngagel, Surabaya, Jawa Timur, tadi pagi. Empat jenazah kini masih di tempat kejadian perkara. Dugaan sementara, keempat orang ini tewas setelah bunuh diri massal.

Keempat korban itu antara lain Januar Sutanto (suami), Seniwati (istri) serta dua anak mereka yang masih balita, Januar Jonathan Sutanto dan Christofer Kevin Sutanto. Keempatnya ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok di rumahnya di Jalan Ngagel Raya Nomor 82 Kota Surabaya.

Penemuan empat jenazah tadi berawal dari kecurigaan pembantu rumah tangga yang melihat rumah masih terkunci hingga pukul 07.00 WIB. Pembantu itu kemudian melaporkan kecurigaannya kepada polisi. Lalu, bersama pembantu tersebut, sejumlah polisi mendatangi rumah dan mendobrak pintu rumah.

Polisi menemukan keempat orang tersebut sudah tewas dengan kondisi mengenaskan. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa keempat orang itu tewas akibat bunuh diri. Diduga keempat korban meninggal sekitar pukul 06.00 WIB.

Di lokasi, polisi menemukan secarik kertas bertuliskan darah “Aku Diakali”. Selain itu juga ditemukan sebuah komputer jinjing dan dua bilah pisau berlumuran darah. Rencananya, empat jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo untuk diautopsi.

Januar Sutanto adalah karyawan sebuah pabrik kopi di kawasan Sepanjang. Bersama istri, Januar juga memiliki usaha sampingan, yakni sebagai distributor roti “Sari Roti”. Sedangkan dua anaknya yang berusia lima dan tiga tahun tercatat sebagai siswa sebuah taman kanak-kanak di kawasan Manyar, Surabaya. Penyelidikan hingga kini masih berlangsung.(DEN)

Dengan peristiwa itu, maka sudah tiga kejadian beruntun yang berkaitan dengan Cina terpampang di hadapan kita, pesawat Cina, Kasus Makanan & Bunuh Diri, Ada apakah ini seakan beruntunnya pertistiwa itu mengatakan sesutu pada kita ?

Baik kita akan periksa runtuntan peristiwa sebelum kejadian itu, dimana tertulis dalam artikel Korban BLT

Apakah penguasa sadar akan kekeliruan ttg konsep BLT itu ? … jawabnya cukup mudah dan terlihat di artikel BLT (Bantuan Langsung Tewas) yakni ttg pesawat Cina yang nahas …

Seakan menjadi penegasan bahwa urutan peristiwa-peristiwa itu sudah cocok & benar … tinggalah penentuan akan peringatan itu, saat semua orang menjadi tidak percaya akan penantian atas peringatan itu …

Aneh & Ajaib tentang penegasan itu, maka tibalah peristiwa langka ini yang menyangkut CINA yakni Sabtu, 20/09/2008 16:28 WIB China Airlines Alami Turbulensi Korban Luka-luka 11 Orang, 6 Dilarikan ke RS

Dimanakah dia terkena turbulensi ?

Dua jam setelah terbang dari Taipei, pesawat Boeing tipe 747-400 yang mereka tumpangi diempas jetstream (angin kencang) pada ruang hampa udara di ketinggian 35 ribu kaki (10,6 km) di atas daratan Sulawesi Utara dan Filipina. Kondisi yang di dunia penerbangan umum disebut turbulensi itu menimbulkan guncangan hebat di pesawat. Kontan seluruh penumpang dilanda kepanikan luar biasa. Pramugari yang mencoba menenangkan penumpang dan penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman langsung terpental dan tersungkur.

Di atas p. Sulawesi yang mengingatkan Adam Air jatuh tak berbekas 1-1-2007 lalu. Lho apa hubungannya Adam Air dengan BLT ? Hal ini termuat sebagai kesimpulan dari artikel Di Balik Jatuhnya Adam Air

Pesawat Cina yang Nahas tsb menceritakan tentang ingatan ttg Kasus Adam Air, dimana terpampang pula kaitannya dengan kasus BLT :

Ya sebuah pesan penting untuk para penguasa tentang pentingnya meningkatkan etos kerja daripada peningkatan daya beli yakni “Penguasa (pemberi zakat) tidak sadar dengan kebijakan bagi-bagi zakat (semacam BLT) justru menjerumuskan penerima zakat (rakyat) sekiranya pemberian itu tidak meningkatkan taraf hidup masyarakat kecuali hanya untuk konsumtif saja.”

Kebijakan BLT yang shortcut untuk mengatasi masalah sesaat, namun ber-efek luar biasa untuk menjerumuskan ide-ide kreatif masyarakat bawah dan mendidik masyarakat bawah sebagai tangan dibawah dari pada tangan di atas (berbalik dengan ajaran Islam)”

Hadits Riwayat Abu Hurairah: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh, jika salah seorang di antara kalian berangkat pagi untuk mencari kayu yang ia panggul di atas punggungnya, lalu ia menyedekahkannya dan tidak memerlukan pemberian manusia; maka itu adalah lebih baik daripada ia meminta kepada seseorang, baik orang lain itu memberinya ataupun tidak. Karena, tangan yang di atas (yang memberi) lebih utama daripada tangan yang di bawah (yang menerima). Dan mulailah dengan orang yang engkau tanggung”.

Setelah pesawat Cina itu, maka  munculah satu peristiwa penting yang tercatat sebagai susu bermelamin asal Cina  :

Jumat, 26 September 2008 | 05:51 WIB

KARENA ingin menjadikan seolah kandungan proteinnya tinggi, produk susu di China dicampuri melamin. Tidak tanggung-tanggung, sekurangnya empat bayi meninggal dunia dan sampai hari ini sudah lebih dari 13.000 bayi harus dirawat.

Sebenarnya kasus yang mirip pernah terjadi secara luas tahun lalu akibat pengoplosan melamin ke dalam makanan hewan dari China. Akibatnya, ratusan anjing dan kucing mati serta ribuan lainnya menderita gagal ginjal.

Apakah melamin itu? Samakah dengan melamin yang dipakai untuk peralatan makan kita? Apakah bahayanya? Pelajaran apa yang dapat ditarik dari kasus ini? Tulisan singkat berikut akan mencoba memberikan jawaban atas hal-hal itu.

Beda dengan perkakas

Melamin yang dipermasalahkan adalah senyawa organik bersifat basa dengan rumus C3H6N6, kandungan nitrogennya sampai 66 persen, biasa didapat sebagai kristal putih. Melamin biasanya digunakan untuk membuat plastik, lem, dan pupuk.

Plastik dari melamin, karena sifat tahan panasnya, digunakan luas untuk perkakas dapur. Jadi, melamin yang kini diributkan berbeda dengan melamin plastik perkakas. Melamin yang diributkan ini adalah bahan dasar plastik melamin.

Berdasarkan informasi di situs WHO, pencampuran melamin pada susu berawal dari tindakan pengoplosan susu dengan air. Akibat pengenceran ini, kandungan protein susu turun. Karena pabrik berbahan baku susu biasanya mengecek kandungan protein melalui penentuan kandungan nitrogen, penambahan melamin dimaksudkan untuk mengelabui pengecekan agar susu encer tadi dikategorikan normal kandungan proteinnya.

Data keamanan melamin

Penambahan melamin ke makanan tidak diperbolehkan oleh otoritas pengawas makanan negara mana pun. Walaupun seperti diberitakan Kompas, studi tentang efek konsumsi melamin pada manusia belum ada, hasil ekstrapolasi dari studi pada hewan dapat digunakan untuk memperkirakan efek pada manusia.

Hal itu telah tampak bila melamin bergabung dengan asam sianurat (yang biasa juga terdapat sebagai pengotor melamin) akan terbentuk kristal yang dapat menjadi batu ginjal. Batu ginjal ini telah tampak pada hewan-hewan korban kasus pengoplosan melamin tahun lalu. Batu ginjal inilah yang dapat menyumbat saluran kecil di ginjal yang kemudian dapat menghentikan produksi urine, gagal ginjal, bahkan kematian.

Telah diketahui juga bahwa melamin bersifat karsinogen pada hewan. Gejala yang diamati akibat kontaminasi melamin terdapat pada darah di urine, produksi urine yang sedikit, atau sama sekali tidak dihasilkan, tanda-tanda infeksi ginjal, dan tekanan darah tinggi.

Melamin memang tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh. Data keselamatan menyatakan, senyawa ini memiliki toksisitas akut rendah LD50 di tikus, yaitu 3.161 mg per kg berat badan. Pada studi dengan menggunakan hewan memang dikonfirmasi, asupan melamin murni yang tinggi mengakibatkan inflamasi kandung kemih dan pembentukan batu kandung kemih.

Food and Drugs Administration (Badan Makanan dan Obat) Amerika Serikat menyatakan, asupan harian yang dapat ditoleransi (tolerable daily intake/TDI) melamin adalah 0,63 mg per kg berat badan. Pada masyarakat Eropa, otoritas pengawas makanannya mengeset standar yang lebih rendah, yaitu 0,5 mg per kg berat badan.

Seberapa parah kontaminasi yang terjadi? Dari inspeksi yang dilakukan di China, dari 491 batch (kelompok) yang dites, 69 di antaranya positif mengandung melamin, berkisar dari 0,09 mg per kg susu sampai 619 mg per kg susu. Bahkan ada yang mencapai 2.563 mg per kg.

Dengan konsumsi susu formula per kg berat badan bayi sekitar 140 g sehari, kalau bayi mengonsumsi susu yang terkontaminasi akan menerima asupan melamin 0,013-86,7 mg per kg berat badannya. Bahkan, kalau mengonsumsi susu yang terkontaminasi 2.563 mg melamin per kg susu, dapat mencapai asupan 358,8 mg per kg berat badannya. Jauh melampaui batas toleransinya!

Pelajaran

Kasus ini memberi kita berbagai pelajaran. Pertama, analisis protein dalam makanan dengan metode penentuan nitrogen dalam kasus ini ternyata dapat dikelabui dengan bahan lain yang kandungan nitrogennya tinggi. Padahal, terdapat cara-cara lain untuk analisis protein selain dengan penentuan kandungan nitrogen, yang dalam kasus seperti ini perlu dilakukan.

Kedua, pengetahuan tentang bahaya penggunaan bahan aditif makanan harus diberikan ke semua lini, terlebih yang terlibat dalam produksi makanan. Keinginan mendapat keuntungan lebih besar, yang mungkin dipadukan dengan ketidaktahuan, ternyata berdampak amat besar.

Dalam skala yang berbeda dan melibatkan bahan yang berbeda, di sekitar kita banyak kasus seperti ini, misalnya kasus boraks, formalin, dan sebagainya. Saya yakin ”keuntungan” yang didapat dari tindak seperti ini tidak akan dapat membayar kerugian yang diakibatkannya, apalagi sampai hilangnya nyawa bayi-bayi tak berdosa.

Perhatikan dengan benar, bahwa BLT yang terurut dengan kasus melamin adalah suatu cermin bahwa generasi akan rusak, manakala pendidikan etos kerja di kesampingkan daripada sekedar penerima sedekah (kecuali memang pantas menerima).

MAsyarakat yang di-didik menjadi penerima sedekah walau mereka mampu secara fisik, merupakan pelajaran turun temurun dari generasi ke generasi dapat menjadi trade-mark tiket promosi popularitas individual yang pada akhirnya dapat meniadakan semangat etos kerja yang menjadi ciri khas pekerja keras

Racun tsb (melemahkan etos kerja) merupakan cermin dari susu bermelamin produk Cina yang membunuh beberapa generasi seperti artikel

Rabu, 17/09/2008 12:20 WIB
Skandal Susu Bayi Melamine di China Kian Menggemparkan
Rita Uli Hutapea – detikNews


AFP

Beijing – Korban jiwa akibat skandal susu bayi terkontaminasi melamine di China terus bertambah. Sebanyak  6.244 bayi di negeri itu jatuh sakit akibat meminum susu formula berbahaya itu. Korban jiwa kini sebanyak 3 orang.

Sejauh ini jumlah bayi yang didiagnosa menderita “gagal ginjal akut” telah melonjak menjadi 158 bayi. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan China Chen Zhu pada konferensi pers yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah China, seperti dilansir Reuters, Rabu (17/9/2008).

Bahkan hasil penyelidikan otoritas China menunjukkan fakta mencengangkan. Sekitar 20 persen produsen susu yang diperiksa ternyata telah menjual produk susu formula yang mengandung melamine, zat kimia yang digunakan dalam produk plastik, pupuk dan pembersih.

Perusahaan tersebut termasuk Mengniu Dairy, produsen susu terbesar di China. Perusahaan tersebut juga telah melakukan penarikan produknya dari pasaran.

Badan Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi dan Karantina menyatakan, timnya telah menemukan kandungan melamine pada 69 merek susu bayi yang diproduksi oleh 22 perusahaan.

Pemerintah China telah memerintahkan penghentian penjualan ke-69 merek susu tersebut. Ini termasuk perusahaan joint venture China-Australia, Torador Dairy Industry.

Menurut pemerintah China, melamine sengaja ditambahkan ke susu supaya kandungan protein dalam susu tampak lebih tinggi. Skandal menggemparkan ini awalnya melibatkan susu formula bermerek Sanlu yang menyebabkan ratusan bayi menderita batu ginjal.(ita/iy)

Begitulah hikmah kaitan antara BLT dan Susu Cina yang jika tidak dapat meningkatkan taraf hidup, maka bantuan tsb seakan melemahkan etos kerja yang akhirnya di pungkasi dengan kejadian memilukan

SURABAYA – Seminggu menjelang Lebaran, polisi dibuat bekerja ekstrakeras. Ini setelah kemarin pagi satu keluarga penuh (sepasang suami-istri berikut dua anak balita) ditemukan tewas terbunuh di kamar rumah mereka sendiri di Jalan Ngagel Jaya 82, Surabaya.

KEjadian tsb seakan menegaskan kerkaitan pesawat Cina, Susu Melamin dan akhirnya Bunuh diri, Cukup-kah itu saja hikmah yang dapat di ambil ? MAri kita periksa tentang artikel  Korban BLT pada alinea terakhir

Sekali lagi kasus BLT & kasus lainnya menunjukkan arah negara yang salah dalam mendidik masyarakat, namun penguasa tidak sadar & tidak terasa, baru mereka sadar ketika negara akan jatuh (bangkrut) sebagaimana hikmah atas Zakat Maut & Manusia Berkepala Dua

……….
Bagaimana Indonesia tanpa sumber daya alam di papua ? Akankah Indonesia bangkrut ?

Begitulah perulangan-perulangan yang terjadi untuk mengingatkan bangsa Indonesia akan bahayanya Manusia berkepala Dua, jika lapisan bawah terkena zakat maut, maka tinggalah manusia berkepala dua di pusat-pusat kekuasaan atau penguasa

Lihat sekali lagi dengan cermat peristiwa beruntun dari Cina mulai pesawat, Melamin & Bunuh Diri, maka terlihat tentang kaitannya masalah itu dengan sumber daya alam (sesuai artikel di atas) yakni

Selasa, 2 September 2008 | 15:15 WIB

JAKARTA, SELASA – Pemerintah harus memecat atau setidaknya memberhentikan sementara, anggota kabinet yang terlibat proses penandatanganan kontrak LNG Tangguh dengan China.

“Pemerintah harus memecat atau memberhentikan sementara kabinetnya yang terlibat dalam proses penandatanganan kontrak,” ujar Peneliti Institute for Development of Economics and Finance Indonesia (Indef) Fadhil Hasan, saat ditemui wartawan di Ruang Samiti III, Nusantara V, Gedung DPR, Selasa (2/9).

Selanjutnya, harus dilakukan negosiasi ulang atas formula penjualan LNG Tangguh ke China, karena sangat merugikan negara. Selain itu, perlu dipastikan pula bahwa anggota kabinet yang terlibat tak diikutsertakan kembali dalam renegosiasi.Selain itu, anggota tim renegosiasi haruslah orang-orang yang tidak memiliki konflik kepentingan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Pengamat Migas, Kurtubi. Dia mengatakan pemilihan anggota tim di luar kabinet sekarang ini agar mempermudah renegosiasi dengan China. “Nanti kalau berunding dengan China. Lho ngapain kamu menego lagi. Kan kamu yang jual. Kalau mereka bilang begitu bagaimana?” ujarnya.

Lebih jauh lagi, Kartubi mengatakan, jika China menolak melakukan renegosiasi, maka lebih baik kontrak dibatalkan, sekalipun resiko denda harus dihadapi. “Tapi lebih baik bayar denda 300.000 dolar Amerika Serikat, daripada harus merugikan rakyat selama bertahun-tahun,” tegasnya.

Lihat dengan benar bahwa artikel tsb secara tidak sadar menyebutkan tentang sumber daya di papua dimana LNG tangguh berada DAN PERHATIKAN DARI PESAN YANG BUNUH DIRI ITU

Di dinding kamar itu juga terdapat tulisan tangan menggunakan darah: ”Aku diakali orang saja”.

Terkait dengan adanya tulisan di cermin yang berbunyi “Aku sering diakali”, pihak kepolisian juga mengumpulkan telepon genggam keluarga tersebut. Hal ini, untuk melacak nama-nama orang yang dikontak dalam beberapa hari terakhir.

Apa arti tulisan itu ? SAMA dengan LNG tangguh dari CINA, maka Indonesia pada hakikatnya hanya di akalin saja yang menuju pada bunuh diri dan itulah hikmah terbesar bagi negeri ini agar mau berbenah sesuai artikel Awas, Bunuh Diri sebagai pertandaNya posting May 14, 2008 11:23 am