Hari-hari ini kita di suguhi sebuah perbutan yang terus menerus berulang dan cenderung negatif, seperti masyarakat umum yang menjadi korban minuman keras Raja Jemblung di tiga tempat berbeda (baca Awas, Bunuh Diri sebagai pertandaNya), maka hal itu berlanjut kepada tiga mahasiwa mabuk yang jatuh ke jurang (baca Tiga Mahasiswa Tewas, Terjun Ke Jurang )
Apa setelah itu yang terjadi … mirip dengan artikel Tiga Mahasiswa Tewas, Terjun Ke Jurang posting May 15, 2008 5:36 am yang menerangkan tentang hubungan urut ihwal IPDN kemudian polisi - polisi yang bunuh diri atau saling tembak:
Selasa, 06 Mei 2008 15:33 WIB,Kanitresintel Polsek Sukorejo Kendal Bunuh Diri JAKARTA - MI : –>JAKARTA–MI: Kanitresintel (kepala unut reserse intel) Polsek Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Aiptu Daryoto, Selasa (6/5) bunuh diri dengan menembak kening sebelah kanan. Diduga, dia stres berat sehingga nekat bunuh diri.
….. Sebelum menjawab hal tsb dengan detil mari kita lihat lagi mundur ke belakang peristiwa apakah yang terjadi ? Carrefour Pingsan Lagi, Siswa IPDN mati Lagi
Artinya titik perulangan ini ada pada kematian IPDN, mari kita buka catatan kapankah IPDN ini tewas ?
Kematian Praja IPDN, Diduga Tewas Karena Dianiaya, Clief Muntu siswa tingkat II Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang ditemukan tewas Selasa (03/04/07) pagi.
Setelah posting artikel tsb, maka tidak lama dalam hari itu juga muncul polisi/calon polisi dan siswa IPDN berulah :
IPDN:
Praja Tusuk Praja di IPDN
BANDUNG - Kisruh kembali terjadi di IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) Jatinangor. Muzian Belly Eppri, 21, salah seorang madya praja di kampus itu, ditangkap petugas Polres Sumedang karena menusuk kawannya sendiri sesama praja. Peristiwa tersebut terjadi kemarin (15/5).Vefi Eikeu Yandra, 21, yang menjadi korban penusukan, mengalami luka serius di paha kirinya. Hingga tadi malam, dia masih dirawat di Kamar Sakit Asrama (KSA) setelah sempat dilarikan ke RS AMC Cileunyi.
Menurut informasi yang dihimpun Radar Bandung (Grup Jawa Pos), peristiwa itu dipicu rasa jengkel Muzian terhadap Vefi.
Kejadiannya bermula sekitar pukul 11.30 WIB, menjelang istirahat. Saat itu, sejumlah madya praja (praja tingkat dua) berada di barak Irian Jaya Barat. Kebetulan, hari itu jam kuliah kosong karena dosennya sedang rapat.
Muzian yang tengah beristirahat di tempat tidurnya didatangi Vefi. Muzian dimarahi Vefi karena selalu kurang dalam membayar iuran TV.
Muzian yang merasa uang sakunya memang terbatas dan tidak bisa memberikan lebih itu pun mencoba memberikan pengertian. Namun, Vefi tidak mau mengerti.
Ketika anak Baturaja, Sumatera Selatan, tersebut akan tidur, Vefi membanting barang pecah belah. Itu membuat Muzian kaget. Emosinya pun tersulut. Muzian lantas mengambil pisau pembuka botol dari dalam tasnya.
Sambil menghunus pisau, Muzian menghampiri tempat tidur Vefi. Saat itu madya praja lainnya yang berada dalam satu barak berupaya menghalang-halangi dan meredam emosi Muzian. Tapi, upaya tersebut tak berhasil.
Dalam keadaan emosional, Muzian menusuk paha kiri bagian belakang Vefi. Akibatnya, praja yang berasal dari Sumatera Barat itu mengalami luka serius. Teman-temannya lantas melarikan dia ke RS AMC Cileunyi.
Kasatreskrim AKP Hotben Gultom kepada Radar Bandung ketika dikonfirmasi mengatakan, kejadian itu berlatar belakang rasa jengkel tersangka Muzian terhadap korban Vefi.
Apakah rasa jengkel itu spontan pada saat kejadian, ataukah memang kejadian tersebut merupakan akumulasi rasa jengkel korban dari hari-hari sebelumnya seperti disampaikan tersangka? Hotben belum berani memastikan. “Kami akan memintai keterangan para saksi,” jelasnya.
Mengenai ancaman hukuman yang dituduhkan kepada tersangka, Hotben menyebutkan, Muzian dikenai pasal penganiayaan, yaitu pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman seberat-beratnya lima tahun. Sedangkan pemeriksaan terhadap korban belum bisa dilakukan karena luka-lukanya masih dalam perawatan. Luka Vefi, menurut keterangan dokter, cukup dalam dan dijahit sebanyak tujuh jahitan. Tiga jahitan pada bagian dalam dan empat jahitan di bagian kulit luar. “Jadi, korban akan diperiksa belakangan,” ujarnya.
Di bagian lain, Rektor IPDN Prof Johannes Kalloh ketika dihubungi tadi malam sedang rapat pimpinan. Melalui telepon, ajudannya menyampaikan bahwa Kalloh tidak bisa diganggu. “Maaf mas, bapak sedang rapat dan tidak bisa diganggu. Rapat sangat penting!” tegasnya.
Sang ajudan mengatakan, rektor telah membuat press release kronologi kejadian itu untuk dipublikasikan. Menurut dia, kejadian tersebut berlangsung siang kemarin sekitar pukul 12.00.
“Muzian menusukkan badik siasan (parang) ke korbannya setelah perang mulut,” katanya. Pelaku dan korban sama-sama berstatus madya praja.
Sebelumnya, Vefi yang kontingen Sumbar itu sedang menutup lemari belajar di petak dan barak tersebut. Pelaku Muzian asal Sumsel juga satu petak dengan korban. Saat itu pelaku tengah tertidur lelap. Pintu lemari korban terjatuh ke lantai sehingga menimbulkan bunyi sangat keras.
“Pelaku terbangun dari tidurnya lantaran bunyi dentuman keras tadi. Merasa tidak enak, pelaku marah dan terjadilah perang mulut hingga berakhir ke penusukan,” paparnya.(cwp/tri/jpnn/kum)
Polisi :
Laku brutal serupa juga terjadi di Akademi Kepolisian Semarang.
Seorang taruna tingkat III bernama Sersan Mayor Taruna Tri Pramuda Siburian, 20, dikeroyok 30 taruna seangkatannya. Peristiwa ini terjadi Kamis (8/5) lalu tapi baru dibeber oleh Irjen Teuku Ashikin, semula Gubernur Akpol dan kini Kapolda Bali, Rabu (14/5) lalu. “Korbannya masih dirawat di Rumah Sakit Elizabeth,” kata Teuku Ashikin usai dilantik sebagai Kapolda Bali di Mabes Polri, Rabu.
Soal motifnya, baru kemarin disampaikan Kepala Bagian Publikasi Akpol, Kombes Bambang Purwoko. Menurut dia, penyebabnya korban dituduh mencuri jam tangan milik taruna lainnya. “Mereka akan disidang dewan akademik. Sanksinya mulai dari peringatan keras, penurunan pangkat, sampai pemecatan,” kata Bambang. Bahkan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan perkaranya akan dibawa ke pengadilan umum. tj/ant/jbp/ugi
Kamis, 15 Mei 2008 23:09 WIB
![]()
Humas Akpol, Kombes Bambang Purwoko <!–
()–>
Metrotvnews.com, Semarang: Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah secara resmi menyatakan bahwa 30 taruna Akpol telah melakukan penganiayaan terhadap sesama taruna Akpol. Akibatnya, seorang taruna luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit. Hal itu diungkapkan oleh Humas Akpol, Komisaris Besar (Kombes) Bambang Purwoko di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (15/5).
Kombes Bambang Purwoko menyatakan peristiwa penganiayaan tersebut terpicu oleh kemarahan para taruna atas ulah korban yang diduga melakukan pencurian. Penganiyaan terjadi di kamar korban yakni Briptu Taruna Tri Pramuda, tanggal 7 Mei lalu. Penganiayaan juga dilakukan di tempat lainnya.
Bambang menerangkan dari 30 pelaku, 18 di antaranya teman seangkatan atau teman satu pleton korban. Penganiayaan tersebut berupa pemukulan di bagian perut serta tindakan lain yang menyebabkan korban terluka di bagian dalam. Kini, korban telah dibawa ke Rumah Sakit Elizabet Semarang sejak Ahad lalu.
Para penganiaya pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di ruang Provost Akpol. Kini, mereka tengah menjalani pemeriksaan dan akan disidang oleh dewan akademik. Apabila terbukti, mereka akan dikenakan sanksi di antaranya berupa penurunan pangkat hingga pemecatan.(FAH)
Cukupkah atau belum persoalan polisi ini …. , Nah sesuai dengan artikel Tiga Mahasiswa Tewas, Terjun Ke Jurang maka harus muncul banyak persoalan ttg polisi sebagaimana artikel tsb menyebutkan tiga kejadian polisi yakni
- Selasa, 20/03/2007 14:46 Istri Gagal Ginjal, Brigadir Fadli Tembak Dagu Sendiri
- Rabu, 14/03/2007 10:26 Wakapolwil Semarang AKBP Lilik Tewas Ditembak Anak Buah
- Senin, 12/03/2007 13:02 Brigadir Sofyan Tewas Kena Pistol Sendiri di Mapolda Jabar
Apakah yang terjadi dengan pak Polisi selain Taruna Akpol keroyok Akpol ? baca di bawah ini
Sepasang Kapolsek Kepergok Mesum
Friday, 16 May 2008 Yogyakarta-Surya-Citra kepolisian kembali tercoreng perilaku buruk anggotanya. Dua kapolsek berlainan jenis di jajaran Polres Sleman tertangkap basah berselingkuh di sebuah hotel di kawasan Seturan, Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta, Kamis (15/5) dinihari. Perbuatan memalukan itu dilakukan oleh Kapolsek Beran AKP Rahmawati Wulansari, 30, dan Kapolsek Mlati AKP Adib Rojikan, 30. Kasus tersebut terungkap setelah muncul laporan dari Dody Maris Hendrawan, 30, suami Wulansari, yang menangkap basah perbuatan tak senonoh istrinya. Dody menuturkan, dia mengetahui perselingkuhan itu setelah melihat SMS yang diterima handphone istrinya pada Rabu 14 Mei sekitar pukul 21.00 WIB. SMS yang dikirim atas nama Mika itu berbunyi ‘Sayang Kamu Ada di Mana?’. Tidak lama setelah menerima SMS, Wulansari pamit kepada suaminya untuk menghadiri acara tirakatan dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Sleman ke-92.
“Karena tak percaya dan curiga, saya ikuti pakai sepeda motor ke mana dia pergi,” kata Dody. Sejak awal SMS itu masuk, Dody memang telah curiga bahwa Mika hanyalah nama samaran belaka.
Setelah tugas pengamanan usai pada pukul 23.00 malam, istrinya ternyata tidak segera pulang namun pergi dengan AKP Adib Rojikan.“Saya mengintai dari sekitar kantor istri saya. Setelah selesai tugas, ternyata malah pergi dengan menjemput oknum kapolsek ini, dan mereka masuk ke kamar nomor 512 Hotel Seturan,” ungkap Dody, Kamis (15/5) kepada wartawan usai mengikuti pemeriksaan di Mapolres Sleman.
Mendapati istrinya masuk ke kamar hotel, Dody langsung meminta bantuan anggota dari Polsek Depok Barat. Bersama anggota dari Polsek Depok Barat di bawah pimpinan Wakapolsek Iptu Paino, akhirnya Dody bisa membuka kamar hotel, kemudian menyerahkan istrinya dan AKP Adib Rojikan ke Mapolres Sleman.
Dody sendiri setelah membuat laporan ke bagian Pelayanan, Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polres Sleman dan langsung dimintai keterangan. “Sekitar satu jam saya memberikan keterangan, dan istri saya langsung ditahan di sana bersama dengan oknum kapolsek tersebut,” kata Dody lebih lanjut.
Tindakan langsung menyerahkan ke Mapolres Sleman dilakukan, Dody agar dirinya mendapatkan perlindungan dari kepolisian. Selain itu, ia juga menginginkan agar kasus dugaan perselingkuhan dua perwira pertama tersebut bisa ditangani sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Dody mengaku dirinya sempat mendapat tekanan dari sejumlah pihak agar tidak mengungkapkan kasus ini ke publik. Dia juga dijanjikan kasus ini akan diselesaikan secara internal.
“Tapi sebagai korban dan pelapor, kami ingin kasus ini ada tindakan tegas terhadap keduanya secara proporsional. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Mereka adalah pejabat yang harus jadi panutan masyarakat,” tukas Dody yang pengusaha dari Kulon Progo itu.
Sementara itu, Kepolres Sleman AKBP Suharsono mengakui pihaknya telah memintai keterangan dua Kapolsek yang ada di wilayahnya terkait dugaan perselingkuhan yang mereka lakukan.
Saat ini, polisi sedang mengembangkan kasus tersebut. “Sampun (sudah diperiksa),” kata Suharsono yang dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (15/5), petang.Mengenai apakah kedua Kapolsek terbukti selingkuh, atau sekadar rasa cemburu suami yang kemudian melaporkannya ke polisi, Suharsono mengatakan semua masih dalam pengembangan. Yang pasti, bila terbukti bersalah maka keduanya akan diberikan sanksi yang disesuaikan dengan berat-ringannya perbuatan yang mereka lakukan.
Akibat peristiwa ini, kesempatan Wulansari untuk menjadi bintang iklan pada baliho antinarkoba yang dibuat oleh Pemkab Sleman, terancam hilang. Pemotretan RWU sendiri sudah berlangsung sekitar tiga minggu lalu.
Kepala Bagian Humas Pemkab Sleman, Endah Sri W mengatakan akan meninjau
ulang pemilihan Wulansari sebagai model iklan baliho. ”Figur atau sosok yang ada pada iklan ini sebenarnya orang yang bisa dijadikan contoh. Dengan adanya kasus ini, otomatis berpengaruh pada reputasi dan sikap dia,” ujarnya.kompas/dtc
Cukupkah kapolsek, bagaimana dengan pak polisi dalam masalah percitaan ? … baca di bawah ini
Cinta Segitiga, Polisi Bakar Orang Hidup-hidup
Friday, 16 May 2008 Semarang-Surya-Aksi sadis yang melibatkan oknum anggota kepolisian terjadi di Kudus, Jawa Tengah (Jateng). Seorang perwira pertama Satreskrim Polwiltabes Semarang, Iptu Sg, 36, membakar hidup-hidup seorang pria karena persoalan asmara. Korban diketahui bernama Samsul Hadi, 34, warga Jalan Tampomas Selatan No 13, Gajahmungkur, Semarang. Korban ditemukan warga tergeletak di di semak-semak pinggir Jalan Lingkar Peganjaran, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus, dalam keadaan kritis pada Rabu (14/5) sekitar pukul 05.30 WIB. Sampai Kamis (15/5) pagi kemarin, korban yang telah dibawa ke UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudus, masih dirawat intensif.
Saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan dan tidak mengenakan selembar pakaian pun. Beberapa bagian tubuhnya luka bakar sangat parah. Warga kemudian melaporkannya ke Polsek Kota Kudus, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi penemuan. Korban lantas dibawa ke UGD RSUD Kudus.
”Yang bersangkutan mengalami luka bakar 70 persen dari keseluruhan tubuhnya. Bagian tubuh yang mengalami luka adalah wajah, dada, dan punggung,” ungkap dokter Joko, spesialis bedah yang menangani korban.
Pelaku pembakaran, Iptu Sg, kini telah diamankan petugas Provost dan Pengamanan (Propam) Polwiltabes Semarang untuk dimintai keterangan terkait dengan kasus percobaan pembunuhan tersebut. Usai menjalani pemeriksaan, Sg diserahkan ke Polda Jateng. Di Mapolda perwira pertama itu kembali diperiksa di bidang Propam.
”Kasusnya kini ditangani Polda Jateng dan dia (Sg, red) masih diperiksa. Dari hasil pemeriksaan memang mengarah dia sebagai tersangka kasus tersebut,” ungkap Direktur Reserse Kriminal (Dirreskrim) Polda Jateng Kombes Drs I Dewa Parsana.
Dia menjelaskan, pelaku sudah mengakui perbuatannya. Barang bukti sudah diamankan, antara lain mobil Suzuki APV yang digunakan untuk membawa korban dan beberapa alat yang digunakan untuk membakar. Motif yang melatarbelakangi perbuatan pelaku adalah masalah cinta segitiga.
”Motifnya soal asmara. Pelaku cemburu dengan korban,” kata Direskrim.Diperoleh keterangan, Iptu Sg menjalin hubungan asmara dengan Is, 36 yang tak lain adalah kekasih Samsul. Padahal Sg sendiri sudah beristri, dan dikaruniai seorang anak yang masih berumur di bawah lima tahun.
Percobaan pembunuhan tersebut terkuak setelah korban yang disangka pelaku sudah meninggal, ternyata masih hidup. Bahkan, dengan kondisi yang mengenaskan, korban masih bisa menceritakan ikhwal peristiwa yang menimpanya.
Kepada petugas Polsek Tugu, Kudus, korban menyebut perwira Satreskrim Polwiltabes bernama Sg sebagai pelaku pembakaran.Menurut pengakuan korban, dirinya dijemput paksa dan diculik oleh Sg, Rabu (14/5) dini hari, di rumah Is. Samsul datang ke rumah bekas pacarnya itu setelah Sg meninggalkan rumah tersebut. Namun, Sg kembali datang ke rumah Is bersama dua petugas berseragam polisi, yang kemudian diketahui sebagai petugas bagian penjagaan Polwiltabes.
Mereka menggunakan mobil APV warna silver saat menjemput Samsul. Pelaku kemudian menurunkan dua petugas tersebut di Mapolwiltabes, sedangkan korban diajak keliling kota.
”Saya tidak tahu dibawa ke mana saja. Yang saya ingat, salah satu lokasinya di pinggir pantai. Tapi saya tidak tahu tepatnya di mana,” ungkap Samsul sembari mengerang kesakitan ketika ditemui di rumah sakit.Selama perjalanan dia dihajar pelaku. Pukulan bertubi-tubi mendarat di wajahnya. Puncaknya, kedua tangannya diikat kemudian diturunkan di Jalan Lingkar Peganjaran, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus. Korban yang sudah tak berdaya kemudian disiram bensin dan dibakar hidup-hidup. Setelah itu pelaku meninggalkan korban di tepi jalan. Korban menduga, Sg menaruh dendam dengan dirinya lantaran hubungannya dengan Is.
“Saya sangat bersyukur masih selamat,” kata Samsul.
Sampai kemarin pagi, Samsul masih mendapatkan perawatan intensif dan kondisinya masih kritis. Korban juga dijaga ketat aparat kepolisian karena merupakan saksi kunci.
Penjagaan ketat ini, menurut Kapolres Kudus AKBP Budi Siswanto, dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan. ”Yang terpenting, dari Polres Kudus berupaya menjaga keselamatan saksi korban,” kata Budi Siswanto, Kamis (15/5) pagi.Kapolres Kudus telah berkoordinasi dengan Polwiltabes dan Polda Jateng terkait peristiwa yang terjadi di wilayah hukumnya. Pihaknya masih menunggu kondisi korban membaik untuk meminta keterangan lebih lanjut.
Direskrim Polda Jateng Kombes Drs I Dewa Parsana.menambahkan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan termasuk dua petugas penjagaan. Dikatakan, belum ada indikasi keterlibatan pelaku lain, selain Iptu Sg. ”Tersangkanya satu orang, sedangkan dua petugas penjagaan itu tidak mengetahui maksud pelaku,” tandas Direskrim.
Karena ada dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian, pemeriksaan saksi dan tersangka dalam kasus tersebut dilakukan oleh dua satuan di kepolisian. Satuan Reserse melakukan pemeriksaan dalam dugaan kasus kriminalitas. Sedang, Satuan Propam melakukan penyidikan dalam perkara pelanggaran disiplin, jika kasus tersebut terbukti melibatkan oknum anggota kepolisianSM-CyberNews/ant
Biasanya jika tindakan para aparat, maka ada yang berpolah juga … adakah ? .. baca di bawah ini
Kamis, 15 Mei 2008 14:08 WIB
![]()
Korban aksi carok bertambah.<!–
()–>
Metrotvnews.com, Sampang: Korban tewas akibat carok massal di Desa Rong Dalam, Kecamatan Omben, Sampang, Madura, bertambah satu orang. Korban tersebut bernama Kudri. Ia tewas akibat sabetan clurit yang dilakukan salah satu keluarga Umar di Desa Rapa Daya, Sampang. Korban tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Pamekasan akibat luka bacokan.
Sebelumnya, Rabu (14/5) kemarin, Mat Zaini (4
dan Umar (45), terlibat adu carok atau perkelahian dengan clurit di tempat sabung ayam. Akibat perkelahian tersebut keduanya tewas. Tidak terima Umar dibunuh, pihak keluarga mendatangi Kudri, paman Mat Zaini. Dalam insiden tersebut Kudri mengalami luka cukup parah. Untuk mengatisipasi terjadinya aksi carok balasan, kini satu peleton pasukan dari Polres Sampang dikerahkan menjaga ke tiga rumah korban.(DOR)
Sama-sama beradu atau berkelahi, baik polisi antar polisi, IPDN antar IPDN dan masyarakat vs masyarakat, menunjukkan apakah itu dalam perjalanan kehidupan ?
Lihat sekali lagi ke IPDN lagi-lagi IPDN, adakah artikel yang cukup penting ? … untuk menjawab hal ini kita coba tengok dan kita jaga alur perjanan kehidupan yang tercatat di artikel terakhir Tiga Mahasiswa Tewas, Terjun Ke Jurang, disitulah termuat IPDN :
Semua urutan artikel Bakar Diri : Cara Lain Bunuh Diri posting May 3, 2008 4:44 pm) tsb dengan jelas dari pertanyaan di bawah iniSebagaimana di sebutkan di awal, bahwa Bunuh diri dan Bakar diri di Surabaya dan Jakarta dalam waktu yang hampir bersamaan kemudian mengingatkan tahun 2007 dengan kejadian yang sama yakni Bakar Diri di Yogya si Ibu dengan Anaknya pula yang pada akhirnya menuju pada jatuh berurutan di ITC Surabaya, lalu seharusnya ada di ITC Jakarta kasus yang mirip, betulkah ada peristiwa di ITC Jakarta ?Dan benar terjadi kejatuhan di ITC Jakarta yakni Bocah di ITC Jatuh, BBM pasti Naik, cukupkah ITC itu ? lihat dan buktikan sekali lagi tulisan arti ITC itu dan bandingkan dengan arti IPDN (Ini Peringatan dariNya) yang terlah terbukti (baca artikel Carrefour Pingsan Lagi, Siswa IPDN mati Lagi)….
Dengan demikian hampir bahkan nyaris dalam waktu yang sama dua kejadian berulang, jika anda pandai tentu berpikir “Ada apa ini ?” Tidak-kah perulangan ini hanya acak sama sekali tiada yang mengatur ?Jika anda sepakat dengan pertanyaan tsb bahwa kebetulan demi kebetulan yang terjadi, maka tahun lalu masalah IPDN ini sudah di bahas oleh seorang kawan lewat artikel yang belum terjawab yakni IPDN (Ini Peringatan DariNya)
Ada apakah peringatan dariNya ? lihat dan baca dengan pelan sebuah fenomena terjadi yaitu dengan jelas tertulis (posting Apr 7, 2007 4:21 yang tiada mungkin mengubahnya) :
Peringatan apa ? dari artikel Badai gempa dapat terjadi ……. dan fenomena kembar :4:4:2007 -> Bengkulu gempa 5.9
Benarkah peringatan dariNya ? bahwa suatu saat bengkulu akan gempa ? maka benarlah gempa bengkulu terjadi sebagai kelanjutan dari waspada yang kembar dimana jauh-jauh hari telah di tuliskan antara lain :
- 1:1:2007 Adam Air Jatuh
- 2:2:2007 Jakarta Banjir Besar
- 3:3:2007 NTT longsor dan beruntun menjadi 6:3:2007 Gempa sumbar, 7:3:2007 Garuda Jatuh
- 4:4:2007 :4:4:2007 -> Bengkulu gempa 5.9 yang akhirnya terbukti sehari sebelum puasa yakni 12:09:2007 baca [Gempa] Bengkulu, Sebuah Bencana yang Berulang
Dengan demikian IPDN ini merupakan arti daripada perulangan (karena nyaris terus menerus terjadi) maka dapat di sebutkan sebagai penguat akan IPDN (Ini Peringatan DariNya dimana telah terbukti perulangan tsb pada tahun 2007 daru bengkulu gempa 4-4-2007 yang tiada korban menjadi 12-09-2007 dengan korban yang cukup. hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa perulangan yang tahun 2007 lalu belum terbuki insyaAllah akan segera terjadi sebagaimana lansiran artikel Tiga Mahasiswa Tewas, Terjun Ke Jurang :
Keyakinan dan doa yang sama telah di tuliskan dengan jelas sama persis dengan gempa bengkulu yakni :
… kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain
Bandingkan dengan artikel Telah dekat saatnya … Sep 10, 2007 6:38 am …
… Telah dekat saatnya dari apa yang dituliskan, semua berulang dengan pola yang sama namun berbeda pelaku. ….. Pola-pola yang sama berulang dimana dekat dengan 11-9-2007 atau 22-9-2007 ….
Akhirnya gempa bengkulu benar terjadi yakni 12-09-2007 lalu, bukankah tgl itu dekat dengan tgl 11-9-2007 ? Tidak gempa Cina & Bengkulu adalah sama-sama perulangan yang terjadi ?
Tahun 2007 Gempa Cina dua tewas 3/6/2007 yang kemudian kembali di tahun 2008 tgl 12-mei-2008, sedangkan gempa bengkulu pernah terjadi 4-4-2007 lalu dan berulang di tgl 12-09-2008 dengan sama-sama pertanda yang nyata yakni sebelum gempa dahsyat tersebut, maka vihara terbakar (gempa cina) dan pasar turi terbakar (gempa bengkulu), sekali lagi bukankah doa-doa telah dipanjatkan ?
Dengan demikian tahun 2007 lalu dan tahun 2008 untuk gempa di Cina sudah terjadi dan masing-masing perulangan ini terdapat penguatan atas skala gempa maupun korbannya, lalu artikel berikutnya apa ? inilah yang berulang Gempa Indramayu sebuah keniscayaan posting Aug 10, 2007 1:08 pm dimana saat itu belum ada korban walau skala sudah besar
Sekali lagi tulisan tulisan the untold stories setelah terbakarnya garuda 6/3/2007 lalu banyak yang terutnda akibat doa taubat dari para pemimpin kita, namun ketika pemimpin kita lupa akan taubat itu dan bahkan akan menyakiti rakyat lewat janji yang tiada di penuhi (naik kan BBM, baca Awas, Bunuh Diri sebagai pertandaNya May 14, 2008 11:23 am)
Berbulan-bulan kita menantikan perulangan dari Gempa Indramayu sebuah keniscayaan posting Aug 10, 2007 1:08 pm, maka saatnya nanti hal itu insyaAllah akan terwujud, kecuali para pemimpin, tokoh, para pemegang kekuasaan, mereka semua menyadari akan peringatan peringatan yang berulang-ulang ini, Bahkan artikel Bencana Bisa Di Cegah berhenti pada satu titik yang menunggu perulangan itu, baca Bab Bencana yang Hilang …
Setelah IPDN, lalu Polisi-pun juga menguatkan artikel diatas tentang tingkah polah polisi yang nyaris dalam waktu yang dekat (mirip dengan artikel diatas)
Apa hubungannya atau kelanjutannya “Gempa Cina 12 mei 2008 : Lanjutan Jawaban Hari Yang Menentukan” antara Cina, Indonesia dan para IPDN, polisi serta masyarakat saling bentrok ? Anda boleh percaya, boleh juga tidak bahwa saling bentrok inilah iktibar dari final bulutangkis

SELANGKAH LAGI: Ekspresi Firdasari yang mengalahkan pemain Jerman dalam semifinal Piala Uber tadi malam. JAKARTA - Target semifinal yang dipatok Tim Uber Indonesia telah terlampaui. Bahkan, Maria Kristin dkk sukses melangkah ke final untuk menantang Tiongkok besok. Tiket tersebut dituai setelah Indonesia mengandaskan Jerman dengan skor 3-1 pada laga semifinal yang dilaksanakan di Istana Olahraga (Istora) Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, tadi malam.
Sayang, Maria Kristin yang bertindak sebagai tunggal pertama Tim Uber gagal menyumbangkan poin bagi Indonesia. Pebulu tangkis asal PB Djarum Kudus tersebut dikandaskan Xu Huaiwen 20-22, 15-21.
Anda boleh percaya atau tidak tiba-tiba polisi mesum yang muncul merupakan iktibar kemenangan atau kekalahan final bulu tangkis Cina Vs Indonesia :
16/05/2008 08:26 WIB
2 Kapolsek Selingkuh
Wulan pun Batal Jadi Model Iklan
Bagus Kurniawan - detikcomYogyakarta - Tak selamanya selingkuh itu indah. Begitulahhit Merpati Band. Selingkuh yang tidak indah ini tampaknya juga harus ditanggung oleh Kapolsek Beran AKP Rahmawati Wulansari.
Gara-gara selingkuh dengan Kapolsek Mlati AKP Adib Rojikan, Wulansari yang cantik batal jadi model iklan Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Iklan yang sedianya akan dibintangi Wulansari adalah iklan antinarkoba.
Sejatinya, Pemkab Sleman dalam waktu dekat akan memasang sebuah baliho besar yang salah satunya bergambar Wulansari untuk mengkampanyekan gerakan antinarkoba.
Baliho itu akan dipasang di beberapa tempat strategis di wilayah Sleman seperti di Beran, dekat kantor kabupaten. Sesi pemotretan dengan model Wulansari sudah dilakukan beberapa kali dan sudah siap dipasang.
Akibat terkuaknya perselingkuhan Wulansari dengan sesama Kapolsek, Bupati Sleman Ibnu Subiyanto memerintahkan pegawainya untuk membatalkan pemasangan baliho itu. Bupati meminta petugas yang menyiapkan baliho antinarkoba itu untuk meninjau ulang, meski selama ini Wulansari dianggap memiliki reputasi baik.
Pemilihan Wulan menjadi model iklan baliho gerakan anti narkoba sudah disiapkan lama. Dia dipilih karena dianggap figur yang cocok untuk menyuarakan gerakan melawan narkoba dengan harapan dapat jadi panutan asyarakat Sleman.
Selama menjabat Kapolsek Sleman di Beran, di lingkungan sekitar kompleks kantor Pemkab Sleman, Wulan dikenal sebagai polisi yang ramah, cantik dan mudah bergaul dengan siapa pun.
Jadi bisa dimengerti ketika ulang tahun hari jadi Kabupaten Sleman ke-92 pada hari Kamis 15 Mei 2008 sore kemarin, banyak pegawai di lingkungan Pemkab Sleman yang membicarakan kasus selingkuh itu karena Wulan adalah figur populer.
“Kita memang akan menunda foto dia untuk baliho antinarkoba. Namun soal moral kami tidak tahu,” kata Bupati Ibnu Subiyanto. ( bgs / nrl )
Lho bagaimana hubungannya dengan Gempa Cina dengan di Indonesia ? Sekali lagi lihat urutan dari artikel Vihara Terbakar, ITC Jatuh Lagi : Jawaban Hari Penentuan kemudian di lanjutkan dengan kejadian memilukan lewat Gempa Cina 12 mei 2008 : Lanjutan Jawaban Hari Yang Menentukan
Artinya lebih dalam lagi gempa di Cina di dahului oleh terbakarnya vihara, dimana dengan jelas termuat di berita di bawah ini :
Minggu, 11 Mei 2008 12:10 WIB
![]()
Kebakaran melanda dua vihara di Pematang Siantar, Sumatra Utara.<!–
()–>
Metrotvnews.com, Pematang Siantar: Sebanyak tujuh orang tewas dalam kebakaran dua bangunan vihara terbesar di Pematang Siantar, Sumatra Utara, Ahad (11/5) dini hari tadi. Petugas vihara dan aparat kepolisian sekitar pukul 10.00 WIB telah berhasil mengevakuasi tujuh korban dari lantai tiga vihara. Dari tujuh korban, empat orang laki-laki dan tiga perempuan, salah satu di antaranya adalah bhiksu. Tiga laki-laki merupakan pekerja vihara dan tiga wanita adalah tamu yang datang dari Binjai untuk beribadah.
Api pertama kali berkobar di bagian belakang vihara. Namun, api merambat dengan cepat hingga mengakibatkan dua bangunan utama vihara ludes. Bangunan utama merupakan tempat sembahyang dan kantor Yayasan Vihara Avalokitesvara. Kebakaran ini terjadi setelah acara sembahyang menjelang Hari Raya Waisak.
Api baru dapat dipadamkan dua jam kemudian setelah Dinas Kebakaran setempat mengerahkan sepuluh unit mobil pemadam. Namun, dua gedung utama, termasuk patung-patung Budha di dalamnya, hangus terbakar. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari ledakan tabung gas di dapur bangunan utama. Sejauh ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(DOR)
Sekali lagi perhatikan dengan seksama berita di atas “Kebakaran ini terjadi setelah acara sembahyang menjelang Hari Raya Waisak.” Kapankah hari raya waisak ?
15/05/2008 12:42 WIB
SBY - JK Hadiri Peringatan Waisak
Melly Febrida - detikcomJakarta - Umat Budha akan memperingati Hari Waisak pada 20 Mei 2008. Rencananya dalam puncak peringatan Waisak Nasional 2552 BE (Buddhis Era), Presiden SBY dan Wakil Presiden akan hadir.
“Presiden SBY akan memberikan sambutan kepada seluruh umat Buddha di Indonesia,” kata Ketua Umum Panitia Waisak Andhanavira di Istana Wapres, Jl Diponegoro, Jakarta, Kamis (15/5/2008).
Menurut Andhanavira peringatan Waisak Nasional akan dilaksanakan pada 20 Mei 2008 di Candi Borobudur dan Mendut. Sementara puncak acaranya dilakukan pada Sabtu 24 Mei 2008 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta.
( mly / ana )
Perlukah meminta dengan berdoa untuk memunculkan tanda kebesaran Allah tepat atau dekat tgl diatas sebagaimana doa Hari Penentuan : 11 Mei 2008 ? …. sehingga semua manusia menyadari kebenaran hakiki yang lebih jelas ?
Artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 telah terjawab dengan logis dan jelas dan urut lewat artikel Vihara Terbakar, ITC Jatuh Lagi : Jawaban Hari Penentuan setelah itulah nyawa manusia menjadi tak berdaya
Gempa Cina 12 mei 2008 : Lanjutan Jawaban Hari Yang Menentukan
Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? Perlukah ? ………………… ????????
Lihat sekali lagi tentang tiga kejadian yang banyak bermunculan seperti di bahas di artikel Tiga Mahasiswa Tewas, Terjun Ke Jurang bandingkan dengan artikel di bawah ini
Tiga Aspek Keyakinan (Saddha)
Oleh : Saiman, S.S
SETIAP pengikut Buddha bertekad menyatakan keyakinannya Berlindung pada Tisarana (Buddha, Dharma, dan Sagha). Buddha adalah sebuah gelar bagi orang suci yang telah melenyapkan belenggu kehidupan duniawi atau telah terbebas dari nafsu keduniawian sehingga tidak ada penderitaan bagi-Nya. Dharma merupakan ajaran dari orang yang telah bebas dari nafsu keduniawian atau orang suci.
Dharma sangat luas cakupannya termasuk segala kondisi yang ada di dunia ini. Sangha adalah persaudaraan para suci yang meneruskan dan melanjutkan ajaran tersebut agar mampu dimengerti dan dihayati oleh umat-Nya. Bagi umat Buddha menyatakan berlindung kepada Tiratana merupakan ungkapan keyakinan atau saddha.
Saddha yang diungkapkan oleh umat Buddha dengan kata berlindung itu mempunyai tiga aspek.
- Aspek Kemauan; Umat Buddha yang menyatakan berlindung kepada Tiratana dengan penuh kesadaran, bukan hanya sekadar kepercayaan secara teoritis, adat kebiasaan atau tradisi. Tiratana akan menjadi kenyataan bagi seseorang apabila mereka sungguh-sungguh dalam upaya mencapainya. Karena dilandasi dengan unsur kemauan, maka saddha dalam agama Buddha merupakan unsur tindakan yang aktif dan penuh kesadaran yang ditujukan untuk mencapai pembebasan sempurna, bukan sesuatu yang sifatnya pasih untuk menunggu suatu berkah.;
- Aspek Pengertian yang merupakan perlunya akan perlindungan, dan menjadi harapan yang menjadi tujuan bagi semua makhluk dalam kehidupan ini. Pengertian akan hakikat adanya perlindungan ini membuat manusia bersemangat tanpa putus asa dalam menghadapi kehidupan yang sedang dialami. Hakikat Tiratana hanya dapat dibuktikan oleh mereka yang telah mampu mengendalikan ketenangan batin, perlindungan itu muncul bersamaan dengan proses pencapaiannya. Seseorang yang mempunyai cita-cita harus memiliki ketenangan batin. Hal itu telah disambdakan oleh Buddha dalam Kitab Dhammapada sebagai berikut: “Diri sendiri sesungguhnya pelindung bagi dirinya sendiri, karena siapa pula yang dapat menjadi pelindung bagi dirinya? Setelah dapat mengendalikan dirinya dengan baik, ia akan memperoleh perlindungan yang sungguh amat sukar dicari” (Dhammapada ; 160) Buddha sebagai perlindungan mempunyai pengertian bahwa setiap orang memiliki jiwa ke-Buddha-an dalam dirinya dan setiap orang mempunyai kesempatan untuk mencapai tingkat ke-Buddha-an. Dharma sebagai perlindungan bukan berarti kata-kata yang terkandung dalam kitab suci atau konsepsi ajaran dalam batin manusia yang masih berada dalam alam keduniawian (lokiya) yang dikuasai atau diliputi oleh nafsu-nafsu, melainkan tingkatan kesucian beserta Nibbana yang akan dicapai pada akhir jalan. Sangha sebagai perlindungan bukan berarti kumpulan para bhikkhu, melainkan pesamuan suci yang telah mencapai tingkatan kesucian. Perlindungan dalam hal ini sebenarnya kemampuan yang ada pada setiap orang untuk mencapai tingkatan kesucian itu. Buddha, Dharma, dan Sangha merupakan manifestasi yang mutlak, Yang Esa, Yang menjadi tujuan akhir bagi setiap makhluk. Buddha, Dharma, dan Sangha sebagai Tiratana merupakan tingkat kesucian tertinggi yang dapat ditangkap oleh pikiran dan panca indra manusia biasa.;
- Aspek Perasaan (Emosional) pada tingkatan ini mengandung unsur-unsur keyakinan, pengabdian, serta cinta kasih yang akan menghasilkan ketenangan batin dan kekuatan dalam menghadapi persoalan. Pengertian akan perlunya perlindungan dapat mendorong seseorang dalam menjalankan pengabdian sehingga memperoleh kebahagiaan dan kegembiraan.
Keyakinan untuk menyatakan berlindung dalam agama Buddha adalah suatu tindakan yang sadar dan bertujuan untuk mencapai pembebasan, yang berdasarkan pengertian dan dorongan jiwa melalui pengertian dan pengendalian. Ketiga aspek perlindungan ini sesuai dengan kemauan dan emosional dari batin manusia.
Pernyataan berlindung kepada Tiratana sebagai pengucapan kata-kata apabila tidak dibarengi dengan penghayatan dan penjiwaan merupakan kemerosotan dari suatu yang mulia dan akan menghilangan suatu makna maupun manfaat dari pernyataan berlindung itu sendiri..Pernyataan berlindung seharusnya merupakan ungkapan dari suatu dorongan batin yang sungguh-sunguh, seperti hanya melihat suatu bahaya kemudian orang lantas mencari perlindungan.
Pembebasan dapat dicapai bukan karena seseorang telah menyatakan berlindung kepadanya, tetapi merupakan langkah awal atau tekad yang selanjutnya melaksanakan kebenaran Dharma yang telah diajarkan oleh para anggota Sangha. Melaksanakan Dharma merupakan perwujudan dari perlindungan tersebut yang akan membuahkan karma baik. Karma atau perbuatan yang kita lakukan yang akan menentukan kehidupan kita baik dalam kehidupan sekarang maupun kehidupan yang akan datang. Karma yang akan mengondisikan kehidupan kita baik kondisi dalam kehidupan sekarang maupun kehidupan yang akan datang dengan segala aspek yang ada pada diri kita sendiri.**
Kliping berita :
Jum’at, 16 Mei 2008 08:00 WIB
![]()
Sisa bangunan yang roboh pascagempa Sichuan, Cina.<!–
()–>
Metrotvnews.com, Sichuan: Jumlah korban tewas akibat gempa hebat di Sichuan, Cina diperkirakan terus bertambah. Bahkan bisa menembus angka 50 ribu orang. Sebab ditaksir masih ada 25 ribu lebih warga yang terpendam.
Proses pencarian korban masih berlanjut hingga berita ini disusun, Jumat (16/5) siang. Namun pencarian terkendala alat yang amat terbatas. Padahal tak kurang dari 130 ribu tentara, belum termasuk sukarelawan, sudah diterjunkan untuk mencari korban.
Akibat gempa yang mengoyak Sichuan memang amat dahsyat. Melumatkan apapun, termasuk laboratorium penelitian senjata nuklir dan beberapa pabrik senjata atom rahasia Cina. Namun hingga kini belum ada laporan adanya kebocoran gas radioaktif.(***)
15/05/2008 22:26 WIB
Topan Nargis Myanmar Tewaskan 43.318 Jiwa, Hilang 27.838
Arfi Bambani Amri - detikcomYangon - Angka kematian akibat Topan Nargis di Myanmar pada 3 Mei 2008 lalu meningkat jadi 43.318 jiwa. Orang hilang sebanyak 27.838.
Angka baru ini dikeluarkan radio dan televisi pemerintah pada hari ini, Kamis (15/5/2008). Angka ini meningkat dari 38.491 tewas dan 27.838 hilang yang dirilis Rabu 14 Mei 2008 lalu. Selain korban tewas dan hilang, AFP melansir, 1.403 orang mengalami luka-luka akibat bencana alam ini.
Sementara PBB telah menyatakan angka kematian bisa melebihi 100 ribu orang. Angka ini bisa meningkat lagi jika bantuan tak bisa mengalir ke 2 juta orang yang selamat.
Inggris memperkirakan lebih buruk lagi, bahwa korban tewas dan hilang bisa mencapai 200 ribu. Data ini menggunakan laporan sejumlah badan pemberi bantuan yang bekerja di Myanmar. ( aba / aba )





